Seorang mantan pejabat China divonis mati gara-gara sebuah toilet luber. Kok bisa? Ya, toilet itu mengungkap kebobrokan si pejabat yang korup. Mudah-mudahan kisah ini menjadi ibroh bagi para pelaku korupsi
Yan Dabin adalah mantan direktur transportasi kota Wushan di barat daya China. Ia, Jumat (1/8) lalu, divonis mati dengan tuduhan menerima suap hingga 22,3 juta yuan atau setara Rp 30 miliar sebagai imbalan karena memberikan kontrak pembangunan jalan dan jembatan. Demikian dilaporkan CBSNews mengutip kantor berita Xinhua.
Lalu apa hubungannya dengan toilet bocor? Sebelum Yan ditangkap, seorang warga menelepon polisi karena ada air mengucur dari apartemen kosong di atasnya. Apartemen kosong itu ternyata milik Yan.
Seorang petugas polisi dikirim untuk membantu seorang pekerja pemeliharaan di apartemen Yan. Saat itulah ia tahu penyebab melubernya air di toilet. Ternyata di dalam tandon air di toilet ada delapan kardus berisi uang total 9,39 juta yuan.
Tak hanya Yan yang jadi pesakitan. Istrinya pun divonis tiga tahun penjara dengan tuduhan pencucian uang lebih dari 9 juta yuan dengan cara membeli rumah.
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah