JAKARTA – Sampai pada H-3 Lebaran, yang dianggap sebagai puncak arus mudik, PT KAI Daerah Operasi I telah memberangkatkan sekitar 54.834 penumpang. Jumlah itu terdiri 18.154 penumpang naik kereta bisnis dan ekonomi dari Stasiun Pasar Senen, dan 8.577 berangkat dari Stasiun Gambir menggunakan kereta kelas eksekutif.
“Tadi malam memang puncak mudik. Kemungkinan hari ini jumlahnya malah berkurang dari semalam,” ujar Kepala Humas Daops I, Mateta Rizalulhaq, Rabu 8 September 2010.
Pada puncak arus mudik yang terjadi Selasa malam, jumlah penumpang jauh dari puncak arus mudik pada tahun sebelumnya yang mencapai 22 ribu penumpang.
Berdasarkan pantuan VIVAnews, pagi ini keramaian terjadi sejak pagi di Stasiun Pasar Senen. Meski begitu, hanya sembilan dari 20 loket yang dibuka untuk menangani calon penumpang. Kebanyakan penumpang berkumpul di halaman stasiun.
Antrean pembeli tiket memang terjadi, tapi tidak mengular panjang. Malam tadi, sebanyak 26 kereta berangkat mengangkut penumpang dari Stasiun Pasar Senen. Sementara hari ini, sebanyak 18 rangkaian kereta beserta enam kereta tambahan telah disiapkan untuk mengangkut penumpang.
[VIVAnews]
AS: Pembakar Al-Qur’an Sama dengan Teroris 9/11
Diposting Pada 08 Sep 2010
AS – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menentang rencana seorang pemimpin sekte kecil di Florida untuk menggalang aksi membakar kitab suci Al-Quran pada 11 September mendatang. Tindakan itu dipandang sebagai perbuatan yang tidak mencerminkan sikap dan nilai-nilai Bangsa Amerika, dan bahkan sama tercelanya dengan aksi para teroris pelaku Tragedi 11 September 2001.
Demikian dinyatakan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, PJ Crowley, Selasa, 7 September 2010 waktu setempat. Dia berharap makin banyak warga Amerika yang menolak dan menentang rencana Terry Jones dari Dove World Outreach Center, yang dapat menyulut kemarahan umat Muslim sedunia.
“Kami melihat aksi itu adalah tindakan yang provokatif. Kami harapkan makin banyak warga Amerika yang bangkit dan berkata bahwa perbuatan itu tidak sesuai dengan nilai-nilai Amerika. Tindakan itu memang bukan layaknya perbuatan orang Amerika,” kata Crowley.
Menurut dia, itu bukan caranya orang Amerika memperingati Tragedi 11 September 2001, seperti yang diklaim Jones. “Perbuatan [membakar Quran] itu sama dengan aksi para radikal dan jahanam yang menyerang kita pada 11 September 2001,” kata Crowley.
Para umat dan pemuka agama Kristen, Islam serta Yahudi di AS telah menyatakan penolakan mereka atas rencana pembakaran Quran itu. Dari kantor Presiden Barack Obama, juru bicara Robert Gibbs juga mengecam rencana itu. Menurut Gibbs, aksi itu bakal dimanfaatkan para ekstrimis untuk menyulut kemarahan publik sekaligus membenarkan kekerasan.
“Kegiatan seperti itu juga bakal mengancam keberadaan pasukan kita dan ini akan menjadi perhatian pemerintah,” kata Gibbs. Dia merujuk kepada pernyataan panglima militer AS di Afganistan bahwa rencana pembakaran Quran bisa mengancam pasukannya di negeri itu.
Kecaman serupa juga dilontarkan Sekretaris Jenderal Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Anders Fogh Rasmussen.
[VIVAnews]
JK Siap Jika Diminta Jadi Negosiator RI-Malaysia
Diposting Pada 08 Sep 2010
MAKASSAR – Mantan Wakil Presiden M Jusuf Kalla menyatakan siap jika diminta untuk menjadi negosiator dalam penyelesaian perselisihan antara Indonesia dengan Malaysia.
“Kalau memang pemerintah meminta saya untuk menjadi negosiator dalam menyelesaikan konflik, saya siap kapan saja,” ungkapnya di kediamannya di Makassar, Selasa (7/9) malam.
Menurut dia, kesiapan dirinya kapan saja dibutuhkan itu memang sudah seharusnya dilakukan sebagai warga negara, karena persoalan tersebut menyangkut kepentingan nasional, baik di bidang ekonomi, politik, dan sosial.
Jusuf Kalla yang akrab disapa JK itu mengatakan, pada dasarnya konflik antara Indonesia dengan Malaysia bisa diselesaikan dengan cara-cara yang lebih santun.
“Untuk menyelesaikan konflik ini, memang dibutuhkan ketegasan dari pemerintah. Namun dalam hal ini tegas tidak berarti harus dilakukan dengan cara-cara keras,” ujarnya.
Selain itu, JK juga menyatakan bahwa untuk menyelesaikan konflik tersebut, perlu dilihat asal mula permasalahan secara proporsional.
Ia menegaskan, bahwa pihak Malaysia bersalah dalam hal melakukan penahanan dengan menggunakan borgol kepada petugas perikanan Indonesia.
“Dalam hal ini, Malaysia memang melakukan kesalahan besar, karena langsung menindak petugas perikanan Indonesia tanpa ada alasan yang jelas,” tandasnya.
Di lain pihak, perlu dilihat juga dengan jelas titik koordinat wilayah penangkapan nelayan asal Malaysia tersebut.
“Ini berarti, petugas pengawas tersebut juga harus bisa bertanggung jawab atas tindakannya yang menyatakan bahwa nelayan asal Malaysia telah melanggar wilayah teritori Indonesia,” jelasnya.
[Antara]
Gerbang Tol Cikampek mulai Dioperasikan hanya untuk Keluar
Diposting Pada 08 Sep 2010
JAKARTA - PT Jasa Marga mulai mengoperasikan seluruh gerbang tol Cikampek sebagai gerbang keluar seiring dengan makin meningkatnya jumlah kendaraan yang akan mudik pada H-3 yang jatuh pada Selasa (7/9).
“Pengoperasian gerbang Cikampek sebagai gerbang keluar akan diberlakukan sampai dengan hari pertama Lebaran,” kata Direktur Operasional PT Jasa Marga Tbk Adityawarman.
Sedang kendaraan dari arah Timur yang akan masuk tol Cikampek diharuskan melalui Kota Bukit Indah dan masuk tol melalui gerbang tol Kalihurip Selatan, jelasnya.
“Dengan demikian, mulai H-4, dari KM 69 (u-turn) sampai dengan gerbang tol Cikopo, diberlakukan satu arah. Yang diperbolehkan melintasi ruas tersebut hanya kendaraan Golongan I saja,” ujarnya.
“Untuk kendaraan besar seperti Bus AKAP atau truk diminta untuk keluar di Dawuan melalui gerbang tol Kalihurip Utara,” jelas Adityawarman.
Adit juga menambahkan bahwa jumlah gardu yang disiapkan untuk melayani masyarakat yang akan mudik di gerbang tol ini sebanyak 16 gardu tol.
“Jumlah ini diharapkan mampu mempercepat pelayanan transaksi kami di gerbang ini,” tambahnya.
Diperkirakan kendaraan yang akan melintas di gerbang ini pada saat puncak (tanggal 7 September 2010/H-3) akan meningkat sekitar 15 persen dibanding saat puncak tahun lalu.
Pada tahun 2009, jumlah kendaraan yang melintas pada saat puncak sebanyak 40.540 kendaraan, sedang pada tahun 2010 ini diperkirakan akan mencapai 46.657 kendaraan.
“Padahal, pada saat normal, rata-rata kendaraan yang melintas di gerbang tol ini hanya sekitar 13 ribuan kendaraan per hari. Jadi, pada saat puncak ada peningkatan sekitar 250 persen dibanding pada saat normal,” jelasnya.
Peningkatan volume lalulintas pada saat “puncak lebaran” yang melintas di gerbang-gerbang tol utama pada tahun ini diperkirakan akan mencapai 5,3% dibanding arus puncak tahun lalu.
Pada tahun 2009, jumlah kendaraan yang melintas pada saat puncak mencapai 442.404 kendaraan, sedang pada tahun 2010 ini diperkirakan akan mencapai 465.688 kendaraan.
“Persentase peningkatan terbesar akan terjadi di gerbang tol Sadang (Cipularang) yang mencapai 23%. Lalu diikuti oleh gerbang tol Plumbon 4 (17%) dan gerbang tol Cikopo (15%),” tutur Adityawaman.
Jasa Marga juga sudah menyiapkan beberapa skenario pengaturan lalu lintas yang akan diterapkan apabila terjadi antrian kendaraan di beberapa simpul kemacetan.
Skenario utama adalah menjadikan gerbang tol Cikampek sebagai gerbang tol keluar semua pada saat terjadi antrian panjang (sekitar 2 km) di gerbang tol tersebut.
Namun, apabila antrian sudah mencapai KM 70, maka akan diberlakukan satu arah dari KM 69 sampai dengan gerbang tol Cikampek.
Apabila antrian kendaraan sudah mendekati KM 66 (Simpang Susun Dawuan), maka kendaraan yang akan ke Pantura dihimbau untuk masuk Tol Cipularang dan keluar di gerbang tol Sadang.
“Dari Sadang ini bisa lewat Subang yang selanjutnya bisa masuk ke Pantura,” jelas Adit.
Bahkan, apabila terjadi kemacetan di jalan Pantura yang ke arah Cirebon, masyarakat bisa mudik melalui Tol Cipularang dan Padaleunyi. Setelah keluar di gerbang tol Cileunyi, perjalanan ke Cirebon bisa dilakukan dengan melewati Sumedang.
Dalam melakukan pengaturan lalu lintas di tol tersebut, Jasa Marga bekerjasama dengan Polwil Purwakarta.
Pengaturan lalin juga akan dilakukan di Simpang Susun Cikunir. Pada saat puncak, biasanya akan terjadi antrian panjang di gerbang tol Cikunir 5 yang ke arah Cikampek.
Apabila antrian sudah mencapai sekitar 2 km dari simpangan arah Cawang/Cikampek dan Cakung, maka pengguna jalan tol akan diberi leaflet yang berisi petunjuk untuk keluar di off ramp Kalimalang dan masuk tol lagi di gerbang tol Kalimalang 2.
“Leaflet ini juga dijadikan sebagai ‘alat pembayaran’ ketika masuk di gerbang tol Kalimalang 2,” ujar Adityawarman.
[mediaindonesia]
Pemerintah Tentukan 1 Syawal 1431 Setelah Sidang Istbat
Diposting Pada 07 Sep 2010
JAKARTA – Pemerintah akan menentukan idul Fitri 1 Syawal 1431 H melalui sidang istbat yang akan digelar besok (8/9). Meskipun hari raya idul fitri 1431 H telah diprediksikan jatuh bersamaan yaitu tanggal 10 September 2010. Menurut Direktur Jendrel Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), Nasaruddin, sidang ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi aktif pemerintah mempersatukan umat dan selaku ulil amri di Indonesia. “Jika ada perbedaan maka dikembalikan ke ulil amri,”ujar dia di Gedung Kemenag, Jakarta, Selasa (7/9).
Nasaruddin mengatakan, perbedaan hari raya terjadi pada kelompok kecil antara lain An-Nadzir di Goa Sulawesi Selatan dan Naqsyabandiyah di Padang. Terkait ormas ini, pemerintah berupaya memberikan arahan dan bimbingan intensif. Sebab, informasi dan ilmu yang digunakan sebagai landasan belum oleh golongan itu dianggap belum komprehensif. Hasilnya, pemerintah melihat respon positif dan kesepahaman awal dari mereka. “Ke depan, suasana keberagamaan akan lebih kondusif lagi,”ujar dia optimis.
Kepala Sub Direktorat Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kemenag, Muhyiddin, mengatakan sidang istbat diperlukan sebagai legalitas penetapan awal bulan terutama Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah. Landasan pelaksanaan istbat adalah Sunnah Rasulullah tetang otoritas penetapan hilal sebagai Rasul dan kepala negara. Sehingga, idealnya berdasarkan pendapat mayoritas ulama ketetapan yang dihasilkan bersifat mengikat.”
Namun demikian, ujar Muhyiddin, pemerintah tak bisa memaksakan dan menghimbau masyarakat untuk bersama demi kemaslahatan umat. Oleh karena itu, guna memperkuat legalitas penetapan sidang istbat penetapan 1 Syawal 1431 H melibatkan sejumlah elemen yang terdiri dari perwakilan ormas-ormas Islam.
Selain itu, jelas Muhyiddin, sidang melibatkan sejumlah pakar hisab rukyat dan instansi yang tergabung dalam Badan Hisab Rukyat (BHR). Diantaranya, Observatorium Bosscha ITB, Planetarium Jakarta, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), serta Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal).
Muhyiddin mengemukakan, terdapat 12 titik pengamatan hilal yaitu Observatorium Hilal Lhok Nga, Aceh ; UIN SUSKA, Pekan Baru, Riau, Menara Timur UPI, Bandung, Observatorium Bosscha, Lembang Bandung Jawa Barat, Pos Observasi Bulan (POB) Bukit Bela-belu, Bantul, Yogyakarta, Mataram, Nusa Tenggara Timur, SPD LAPAN, Biak, Papua, Makassar, Sulawesi Selatan, Samarinda, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Pantai Gebang Madura, dan SPD LAPAN Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat.
[republika]
Pemudik Motor Mulai Melintas
Diposting Pada 07 Sep 2010
BEKASI TIMUR – Lima hari menjelang Idul Fitri, pemudik mulai mengalir melintasi Kota Bekasi. Pantauan jalur mudik, volume pemudik yang menggunakan sepeda motor cenderung naik dibanding hari sebelumnya.
Seperti di Jalan KH Noer Alie, mulai pukul 12.00 hingga pukul 17.00, terhitung 500 pengendara sepeda motor melintasi jalan tersebut. Ini dikatakan petugas Pospam Jalan Hasibuan, AKP Herry. “Meskipun belum padat, tetapi sudah ada peningkatan dibanding hari sebelumnya,” jelasnya.
Diperkirakan, puncak arus mudik terjadi pada H-3 menjelang hari raya idul fitri. Jumlah kendaraan diprediksi akan mencapai 5 ribu pengendara sepeda motor setiap hari melintasi Jalan KH Noer Ali-Hasibuan -Chairil Anwar.
Dijelaskan Herry, mengantisipasi adanya kemacetan akibat meningkatnya jumlah kendaraan yang akan mudik, petugas akan mengalihkan jalur kendaraan yang melintasi KH Noer Ali ke arah Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Ir H Juanda.
“Untuk jalur mudik yang ada dua jalan utama yang dapat di gunakan, yakni dari jalan KH Noer Ali, Hasibuan lalu ke Jalan Cut Mutia dan jalan Joyo Martoyo. Selain itu Jalan Jendral Sudirman lalu ke jalan Ir H Juanda,” papar Herry.
Untuk penjagaan arus mudik, kata Herry, terdapat 13 Pospam yang tersebar dibeberapa tempat. Untuk jalur utama yakni Jalan KH Noer Ali terdapat enam titik pospam. “Kami akan selalu melakukan pemantauan arus mudik selama 24 jam penuh hingga H plus tujuh,” terang Herry.
Harry juga menghimbau kepada pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua, agar jangan membawa barang bawaan yang berlebihan. Karena, dapat menggagngu kenyamanan saat mengendarai sepeda motor. “Sebaiknya jaga kondisi kesehatan tubuh, jangan membawa barang bawaan yang berlebihan,” himbaunya.
Bagi pemudik yang menggunakan angkutan umum, herry juga menghimbau untuk tidak memakai perhiasan yang mencolok. Karena dapat mengundang tindak kriminal.
Selain itu juga, kata Herry, jangan mudah menerima tawaran makanan atau minuman dari seseorang yang belum dikenal. Karena, untuk menghindari tindak kejahatan pembiusan. ”Bila angkutan umum telah penuh, jangan memaksakan diri untuk naik. Penumpang jangan takut untuk menegur supir bila mengendarai ugal-ugalan “paparnya.
Sejak H- 7 pada Jumat pekan lalu, telah terjadi 3 kasus kecelakaan pengendara sepeda motor dan mobil, yaitu di Jalan Ir H Juanda, Ir Ahmad Yani dan Jalan Jakarta Cikampek Km 11. Kecelakaan itu berakibat satu orang meninggal dunia.
[radar-bekasi]
Rencana Membakar Quran Itu Akan Membahayakan Amerika Di seluruh Dunia
Diposting Pada 07 Sep 2010
AFGHANISTAN – Komandan perang AS di Afghanistan, Jendral David Petraeus, Senin (6/9) kemarin mengecam rencana gereja Florida yang akan membakar salinan Al-Quran pada tanggal 11 September. Menurut Petraeus, aksi ini “dapat menimbulkan masalah yang signifikan” bagi pasukan Amerika di luar negeri.
“Itu bisa membahayakan pasukan (Amerika) dan bisa membahayakan seluruh upaya di Afghanistan,” ujar Petraeus.
The Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida, memang berencana untuk memperingati serangan terhadap WTC pada 11 September 2001 dengan membakar salinan kitab suci umat Islam. Gereja ini menegaskan bahwa acara ini “bukan merupakan tindakan kasih ataupun kebencian,” tetapi peringatan terhadap apa yang mereka sebut ancaman yang ditimbulkan oleh Islam.
Acara ini menuai kritik dari umat Islam di Amerika Serikat dan luar negeri. Di Indonesia misalnya, ribuan orang berkumpul di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, pada hari Minggu kemarin untuk memprotes rencana pembakaran Quran itu.
“Pembakaran itu tidak hanya merupakan penghinaan terhadap Al-Quran suci, tapi juga penghinaan terhadap Islam dan umat Islam di seluruh dunia,” kata Muhammad Ismail, juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia.
Dan Petraeus memperkirakan bahwa dengan sekitar 120.000 AS dan pasukan NATO yang dipimpinnya masih berada di Afghanistan, hal itu akan menimbulkan masalah “bukan hanya di sini (di Afghanistan, tapi mana-mana di dunia ini dimana kita (Amerika) bersinggungan dengan masyarakat Islam.”
Hikmahanto: Pertemuan Kinabalu Tidak Perlihatkan Ketegasan RI
Diposting Pada 07 Sep 2010
JAKARTA – Guru Besar Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengatakan hasil pertemuan Kinabalu tidak memperlihatkan ketegasan pemerintah Indonesia.
“Sebagaimana diprediksi hasil pertemuan Kinabalu tidak menghasilkan sesuatu yang signifikan bagi Indonesia. Hasil pertemuan masih menenggang Malaysia sebagai negara tetangga dan bangsa serumpun. Tidak terlihat ketegasan dan kelugasan dari pemerintah Indonesia,” katanya dalam siaran pers yang diterima ANTARA, Selasa.
Menurut dia, pertemeuan tersebut tidak menghasilkan penyelesaian masalah yang ingin didengar oleh masyarakat.
Ia mengatakan, pertemuan Kinabalu dianggap signifikan, apabila memenuhi keinginan Presiden dalam pidatonya di Cilangkap tentang percepatan dan penuntasan perundingan perbatasan.
Selain itu, menurut dia, adanya permintaan maaf dari pihak Malaysia atas penangkapan petugas KKP oleh Marine Police Malaysia di wilayah kedaulatan Indonesia dan perlakuan atas petugas KKP ketika `dimintai keterangan` oleh Otoritas Malaysia sebagaimana diharapkan oleh publik Indonesia.
Dalam JCBC (joint commission for bilateral cooperation) di Kota Kinabalu, Malaysia, Senin, Indonesia dan Malaysia sepakat mempercepat penyelesaian perbatasan laut dan yang masih sengketa dan akan mengadakan empat pertemuan hingga Desember 2010.
“Kedua Menlu RI dan Malaysia akan bertemu lagi di sela-sela sidang umum PBB pada minggu ketiga September 2010. Selain itu telah dijadwalkan perundingan perbatasan tingkat teknis ke-16 dan 17 masing-masing pada tanggal 11-12 Oktober 2010 di Malaysia dan 23-24 November 2010 di Indonesia,” kata Menlu Marty Natalegawa bersama mitranya Anifah Aman dalam jumpa pers bersama di Kota Kinabalu, Senin.
Kedua Menlu akan bertemu kembali, ujr Marty, pada pertemuan JCBC pada bulan Desember 2010. “Jadi akan ada pertemuan intensif mengenai penyelesaian perbatasan laut yakni dua kali pertemuan teknis dan dua kali pertemuan Menlu hingga Desember 2010,” kata Marty.
“Kami cukup puas dengan hasil perundingan di Kota Kinabalu karena menghasilkan empat jadwal pertemuan yang akan mempercepat penyelesaian batas-batas laut antara Indonesia-Malaysia yang masih sengketa di Selat Malaka, Selat Singapura, Laut China Selatan dan di Selat Sulawesi,” katanya.
Selain menghasilan jadwal perundingan, kedua negara sepakat untuk penerapan SOP (standard operating procedure) dan ROE (rule of engagement) bagi para petugas terkait di lapangan untuk mencegah terulangnya insiden serupa terjadi pada saat mendatang.
Sementara itu, Menlu Malaysia Anifah Aman mengatakan, dalam kaitan ini, kedua negara telah menyepakati agar unsur sipil kedua negara yaitu badan koordinasi keamanan laut (Bakorkamla) dari Indonesia dan agensi penguatkuasa maritim Malaysia (APMM) dimasukkan dalam struktur “general border committee” (GBC) yang sudah ada. Penyempurnaan SOP dan ROE semakin penting mengingat proses perundingan akan memakan waktu yang tidak singkat.
Anifah juga mengatakan perlunya ada sistem informasi yang dapat dan cepat mengetahui asal kapal nelayan di tengah laut sehingga aparat keamanan laut dapat memberikan peringatan lebih dahulu sebelum mereka melanggar wilayah kedaulatan negara tetangga.
“Juga diperlukan pertemuan intensif antar petugas keamanan laut kedua negara agar saling mengenal lebih dekat dan terbangun hubungan baik sebagai kedua negara bertetangga dan serumpun,” ujar Anifah.
[Antara]
Truk Non-Sembako Dilarang Menyeberang dari Bakauheni
Diposting Pada 07 Sep 2010
BAKAUHENI – Truk yang tidak mengangkut barang kebutuhan pokok (sembako) pada H-4 menjelang lebaran Idul Fitri 1431 H harus menunda untuk diangkut kapal penyeberangan dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung menuju Pelabuhan Merak, Banten.
Kapolres Lampung Selatan, AKB Bahagia Dachi, di Bakauheni, Senin (6/9) mengatakan tidak beroperasinya truk non sembako terhitung mulai Senin (6/9) sejalan dengan pemberlakuan larangan menyeberang.
Ia mengatakan, dengan larangan beroperasi ini akan memperlancar arus kendaraan yang penumpang yang hendak menyebrang karena akan terjadi peningkatan, terutama saat puncak arus mudik. Ia mengatakan, sejumlah truk memang masih melintas di Pelabuhan tersebut namun merupakan truk sembako dan truk yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan susu untuk kebutuhan masyarakat.
Kapolres juga mengatakan, jika memang masih ada kendaraan truk non sembako memang memberikan keleluasan agar jangan sampai tertunda perjalanan berhari-hari yang dapat meningkatkan biaya operasional truk itu sendiri. “Kita juga perlu mempertimbangkan sisi-sisi kemanusiaan karena merupakan salah satu mata pencaharian para sopir untuk keluarganya,” jelas dia.
Menejer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni Zailis Anas mengatakan berdasarkan data, keberangkatan truk dari Pelabuhan Bakauheni hanya mencapai 564 unit. Jumlah tersebut menurun hingga 50 persen karena sebelunya sebanyak 1.070 unit dan kedatangan dari Pelabuhan merak hanya mencapai 980 unit. “Saat ini penyeberangan didominasi oleh sejumlah truk pemasok sembako saja sedangkan truk non-sembako sudah menurun,” kata dia
Dia mengatakan, jumlah truk sembako yang beroperasi sebagian berasal dari Sumatra menuju Pulau Jawa seusai mengirim sejumlah kebutuhan perusahaan industri di Lampung dan daerah lain di Sumatra. “Pemberlakukan larangan ini juga sedikit banyak berimbas jumlah kendaraan penumpang meningkat signifikan baik dari Pelabuhan Bakuheni maupun dari Pelabuhan Merak,” tambahnya.
[mediaindonesia]
Ahmadinejad: Iran Diserang, Israel Hancur
Diposting Pada 06 Sep 2010
QATAR – Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, tidak yakin bila Israel dan sekutunya, Amerika Serikat (AS), berani menggempur negaranya. Pasalnya, Iran merasa sudah siap meladeni mereka dan Israel bakal menjadi sasaran telak bila perang itu terjadi.
Demikian menurut Ahmadinejad saat berkunjung ke Qatar, Minggu 5 September 2010. Kunjungan ke Qatar merupakan upaya Ahmadinejad untuk menenangkan kerajaan-kerajaan Arab di sekitar Teluk Parsi agar tidak khawatir dengan Iran.
Dalam jumpa pers di ibukota Qatar, Doha, Ahmadinejad menyangsikan konfrontasi fisik negaranya dengan AS maupun Israel. “Mereka tahu bahwa Iran telah siap dan punya potensi untuk melakukan balasan yang tegas dan meluas,” kata Ahmadinejad.
Dia pun memperingatkan bahwa Israel bakal menjadi korban bila Iran diserang. “Serangan apapun kepada Iran berarti pemusnahan entitas Zionis [Israel],” kata Ahmadinejad. “Iran tidak begitu peduli dengan entitas itu karena tengah membusuk dengan sendirinya,” lanjut dia.
Pernyataan Ahmadinejad itu terkait dengan komentar Ketua Gabungan Kepala Staf Militer AS, Laksamana Mike Mullen, Agustus lalu bahwa aksi militer termasuk dalam daftar opsi Washington menghadapi Iran, yang dikhawatirkan tengah mengembangkan senjata nuklir. Namun, menurut Mullen, serangan militer bukanlah langkah yang bagi AS.
Ketegangan antara Iran dengan AS dan sekutu-sekutunya dalam beberapa tahun terakhir terus memanas. AS bersama para mitra, termasuk Israel, khawatir bahwa Iran tengah mengembangkan senjata pemusnah massal. Namun, Iran berkali-kali membantah bahwa teknologi nuklir yang mereka kembangkan bukan untuk perang, melainkan untuk kepentingan damai.
Sejauh ini, AS dan koalisinya di Dewan Keamanan PBB telah berkali-kali menjatuhkan sanksi ekonomi dan perdagangan kepada Iran sambil terus mengupayakan pendekatan diplomasi kepada Teheran. Iran sendiri gusar dengan sanksi-sanksi itu.
[VIVAnews]
Presiden Akan Kunjungi Pengungsi Letusan Gunung Sinabung
Diposting Pada 06 Sep 2010
JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengunjungi lokasi letusan pengungsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara.
Presiden didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dijadwalkan berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, pada pukul 07.00 WIB.
Rombongan direncanakan tiba di Pangkalan Udara TNI AU Kelapa Sawit, Medan, pada pukul 09.25 WIB dan langsung mendengarkan paparan dari Gubernur Sumatra Utara Syamsul Arifin tentang penanganan bencana alam meletusnya Gunung Sinabung di Kabupaten Karo.
Setelah itu, Presiden langsung menuju tempat pengungsian bencana alam meletusnya Gunung Sinabung di Jambur Sempakata dan Jamur Tuah Lopita, Kabupaten Karo, yang berjarak tempuh sekitar satu jam jalan darat dari Kota Medan.
Dalam rombongan dijadwalkan turut serta beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, antara lain Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, dan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri.
Presiden dan rombongan direncanakan menginap satu malam di Medan dan baru kembali ke Jakarta pada Selasa (7/9) pagi.
Hingga Sabtu (4/9) 2010, jumlah pengungsi akibat letusan Gunung Sinabung berjumlah 21.701 jiwa.
Sedangkan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung telah menurun relatif tenang.
Dalam satu hari terjadi tiga gempa vulkanik dengan hembusan abu yang mulai jarang.
[Antara]
Mesir Sindir Iran Sebagai “Bahaya Baru”
Diposting Pada 06 Sep 2010
KAIRO – Presiden Mesir Hosni Mubarak, Ahad, mengatakan ia prihatin dengan “bahaya baru” di Teluk, dalam sindiran nyata terhadap Iran –yang ambisi nuklirnya membuat prihatin sejumlah negara Arab.
Dalam pidato untuk memperingati Lailatul Qadar selama bulan suci Ramadhan, Mubarak mengatakan, “Perayaan kita dilakukan saat dunia Arab dan Muslim menghadapi masa sulit.”
Selain masalah di Afghanistan, Pakistan, Irak, Lebanon, Sudan dan Somalia, Mubarak memperingatkan tentang “bahaya baru yang muncul di wilayah Teluk dan mengancam stabilitas”.
Negara Barat dan Israel curiga Iran memanfaatkan program nuklir sipilnya untuk menyembunyikan upaya membuat bom nuklir, prospek yang juga mengkhawatirkan negara-negara Arab.
Negara Arab, seperti Arab Saudi, juga prihatin dengan dukungan negara Syiah Iran buat Hizbullah di Lebanon dan Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) di Palestina.
Mesir, yang telah terlibat sangat dalam dalam pembicaraan perdamaian Palestina-Israel, pekan lalu menunda kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki sehubungan dengan komentar yang mengecam peran sebagian negara Arab dalam memfasilitasi pembicaraan tersebut.
Hubungan antara Teheran dan Kairo telah putus sejak 1980, segera setelah terjadinya Revolusi Islam di Iran dan pengakuan Mesir atas Israel.
Sejak itu, kedua negara tersebut hanya mempertahankan beberapa segi kepentingan di ibukota masing-masing negara itu.
Iran pada Ahad mengecam Pemerintah Otonomi Palestina karena menyerang Presiden Mahmud Ahmadinejad mengenai pernyataan yang dikeluarkannya tentang diluncurkannya kembali pembicaraan perdamaian dengan Israel, demikian laporan kantor berita Fars.
Ahmadinejad mengatakan kepada peserta pawai pro-Palestina, Jumat, dihidupkannya pembicaraan perdamaian Timur Tengah “akan gagal total” dan menyebut Presiden Palestina dukungan Barat Mahmud Abbas sebagai sandera Israel.
“Apa yang akan mereka rundingkan? Siapa yang mereka wakili? Apa yang akan mereka bicarakan?” Ahmadinejad mempertanyakan tim perunding Abbas.
JAKARTA – Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritisi vonis yang dijatuhkan pengadilan umum dalam kasus korupsi. Rekapitulasi pantauan ICW 2005 sampai semester satu 2010 (10 Juli), hampir setengah terdakwa korupsi divonis bebas.
Selama periode ini, kata dia, terpantau 857 kasus korupsi dengan jumlah terdakwa 1965 orang di pengadilan umum.
“Rata-rata orang divonis bebas 49,57 persen,” kata salah satu peneliti ICW, Febri Diansyah dalam rilis yang diterima VIVAnews, Senin 6 September 2010. “Ini menciptakan iklim surga bagi koruptor.”
Bahkan, kata dia, di semester pertama 2010 saja ada 91 dari 166 yang dibebaskan atau 54,82 persen. “Kami menilai pemberantasan korupsi di pengadilan umum berada di titik nadir,” kata dia.
“Kami nilai, komtimen pemberantasan korupsi pengadilan umum berada di titik nadir,” kata Febri.
ICW meminta Mahkamah Agung (MA) sebagai pucuk tertinggi lembaga peradilan melakukan evaluasi mendasar untuk mencari penyebab utama fenomena vonis bebas/lepas terhadap terdakwa kasus korupsi.
“Apakah karena dakwaan dan pembuktian yg lemah? Apakah ada mafia peradilan? Apakah karena komitmen dan sensitifitas pemberantasan korupsi hakim yang rendah?”
Menurut ICW, MA harus memberikan tekanan dan arahan agar koruptor divonis seberat-beratnya.
ICW lalu membandingkan dengan kinerja Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi yang tidak pernah membebaskan satu pun tersangka korupsi.
[VIVAnews]
Din Minta Perundingan Indonesia-Malaysia Jangan Hanya Formalitas
Diposting Pada 06 Sep 2010
JAKARTA – Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menyatakan perundingan Indonesia dan Malaysia jangan hanya formalitas di atas kertas. Akan tetapi pembahasan harus mengakar pada pokok persoalan sebagai negara tetangga, serumpun dan sekeyakinan Islam.
Tak hanya menyangkut perbatas tetapi juga keamanan, tenaga kerja, ekonomi, dan budaya. ”Pemimpin kedua negara diharapkan menyentuh itu,” kata Din di sela-sela acara i’tikaf lailatul qadar bertajuk ‘Membangun Peradaban Quran di Indonesia’, Ahad (5/9) tengah malam.
Oleh karena itu, ungkap Din, perlu dikembangkan satu sikap hidup berdampingan atas dasar saling memahami, menghormati, dan kepentingan bersama. Sebab, prinsip inilah yang kurang diperhatikan saat ini. Kedua negara justru memupuk sentimen negatif dan saling memandang rendah satu sama lain. Padahal, semestinya masing-masing pihak perlu menyadari kelebihan dan kekurangannya.
Indonesia, lanjut Din, tidak boleh memandang remeh Malaysia karena telah memberikan pengaruh ekonomi bagi jutaan TKI yang bekerja di sana. Begitu pula Malaysia tidak boleh merendahkan Indonesia. Pasalnya, sebagai negara besar dengan jumlah penduduk dan sumber daya alam yang besar, Indonesia berpotensi menjadi bangsa maju di masa mendatang.
Ke depan, jelas Din, pola kerjasama dan saling memahami harus dijalankan. Namun, upaya ini menuntut keteladanan kepemimpinan. Hubungan yang dijalin tidak atas dasar materialistik. Misalnya, keingingan mendapat dukungan Malaysia untuk maju sebagai Ketua ASEAN tidak lantas mempertaruhkan dan menggadaikan sikap. ”Kalau ini terjadi, pertaruhan dan penggadaian prinsip kelak akan muncul lagi,” tegas dia.
[republika]
“Selamat Datang buku Prof. Faisal Ismail”
Diposting Pada 03 Sep 2010
“Selamat Datang buku Prof. Faisal Ismail”
Oleh: Dr.Adian Husaini
Belum lama ini saya menemukan sebuah buku penting yang ditulis oleh Prof. Dr. Faisal Ismail, M.A., , guru besar Universitas Islam Negeri Yogyakarta. Judulnya: Membongkar Kerancuan Pemikiran Nurcholish Madjid Seputar Isu Sekularisasi dalam Islam. (Cetakan pertama: Juli 2010).
Buku Prof. Faisal Ismail ini cukup mengejutkan, sebab selama ini, saya mengenalnya sebagai mantan Sekjen Departemen Agama dan Duta Besar RI untuk Kuwait. Membaca riwayat hidupnya, putra Madura kelahiran 1947 ini, terlihat telah lama menggeluti dunia pemikiran Islam. Sejumlah bukunya juga sudah diterbitkan.
Perjalanan intelektual Prof. Faisal Ismail pun cukup beragam. Lulus S-1 Fakultas Tarbiyah IAIN Yogyakarta, ia mel;anjutkan studi S-2 di Department of Middle East Languages and Cultures, Columbia University, AS. Tahun 1995, dia menyelesaikan S-3 di Institute of Islamic Studies, McGill University, Kanada. Tahun 1991, Faisal Ismail sempat menjadi mahasiswa Nurcholish Madjid di McGill, saat Nurcholish menjadi dosen tamu, mengajar mata kuliah “Modern Islamic Development in Idonesia.”
“Saya ingin menjadi murid yang baik Nurcholish Madjid; karena itu, saya “berani” dan memberanikan diri mengritisi , menilai, dan mengritik ide sekularisasi dan desakralisasinya dengan cara konstruktif-kritis-apresiatif,” tulis Faisal. (hal. 34).
Berbeda dengan banyak cendekiawan yang memberikan apresiasi dan membela ide sekularisasi Nurcholish Madjid secara berlebihan, Prof. Faisal Ismail berani mengambil sikap dan posisi yang tegas dan jelas terhadap gagasan sekularisasi Nurcholish Madjid yang hingga sekarang masih dikeramatkan oleh sebagian kalangan.
Melalui karya ini, Prof. Faisal menguraikan secara sistematis dan illmiah kekeliruan gagasan sekularisasi Nurcholish Madjid. Ia merasa perlu menulis buku tersebut – di sela-sela kesibukannya sebagai Dubes RI di Kuwait – karena sampai akhir hayatnya, Nurcholish Madjid belum pernah mengoreksi pemikirannya.
“Sampai dengan meninggalnya di tahun 2005, Nurcholish tidak pernah berubah dalam pendiriannya tentang ide sekularisasinya. Tidak ada pernyataan resmi dan terbuka dari dia, baik secara lisan maupun tertulis, yang isinya merevisi, meredefinisi, mencabut, atau me-mansukh idenya tentang sekularisasi dan desakralisasi itu. Dia sepenuhnya merasa benar dengan ide sekularisasinya itu…” (hal. 33)
Menurut Prof. Faisal, ide sekularisasi Nurcholish itulah perlu dikaji secara cermat dan mendalam, sebab ide itulah yang menjadi landasan pacu yang strategis bagi agenda kerja dan gerakan pembaruan Islam yang Nurcholish pelopori.
Ide sekularisasi Nurcholish Madjid sudah berumur 40 tahun. Selama itu sudah cukup banyak yang mengkritisinya. Salah satu yang terkenal adalah kritik dari Prof. HM Rasjidi. Direktur INSISTS, Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, juga sudah memberikan kritik ilmiah dan tajam terhadap gagasan sekularisasi Nurcholish Madjid. Kedua pemikir itu pun mempermasalahkan landasan ilmiah dan epistemologis gagasan sekularisasi Nurcholish Madjid. Dalam bukunya ini, Prof. Faisal Ismail pun lebih jelas lagi memaparkan “ketidak-ilmiahan” gagasan sekularisasi Nurcholish.
Setelah menelusuri asal-muasal dan berbagai definisi yang diungkapkan Nurcholish Madjid, Faisal lalu memberikan kritik-kritik yang mendasar. “Dari segi konsep dan definisi saja, ide yang Nurcholish klaim sebagai sekularisasi itu sudah tidak memiliki dasar keilmuan dan tidak tepat,” (hal. 53).
Nurcholish mendefinisikan sekularisasi sebagai “menduniawikan masalah-masalah yang semestinya bersifat duniawi dan melepaskan umat Islam daru sikap mengukhrawikannya”. Definisi dan penjelasan Nurcholish itu dianalisis oleh Faisal dan dibandingkan dengan pengertian sekularisasi yang diberikan sejumlah cendekiawan, seperti Peter Beger, Harvey Cox, Fazlur Rahman, HM Rasjidi, Mukti Ali, dan sebagainya. Kesimpulannya, tulis Faisal: Definisi Nurcholish Madjid tentang sekularisasi sangat tidak memadai, sangat lemah, bahkan tidak memiliki dasar rujukan ilmiah.
Berbeda dengan Nurcholish, Fazlur Rahman – guru Nurcholish di Chicago University – memberikan definisi sekularisasi sebagai berikut:
“sekularisasi merupakan proses pemakaian hukum-hukum dan lembaga-lembaga social politik tanpa rujukan ajaran-ajaran Islam, yakni bersumber dari atau ada kaitannya dengan prinsip –prinsip Alquran dan Sunnah Nabi.” (hal. 52).
Dengan kata lain, simpul Prof. Faisal, ide sekularisasi racikan Nurcholish, dilihat dari sudut pandang ilmiah dan perspektif akademis dengan sendirinya menjadi sangat layu, “gugur”, dan “digugurkan” kesahihannya.
Halaman demi halaman buku Prof. Faisal Ismail ini menyajikan data kerancuan pemikiran sekularisasi Nurcholish Madjid, sebagaimana disajikan dalam judulnya. Senada dengan Prof. HM Rasjidi, Faisal juga melihat kesewenang-wenangan Nurcholish dalam memberikan istilah dan definisi, sehingga tidak dapat dikaji secara ilmiah.
Sebagai contoh, Faisal mengkritik keras gagasan Nurcholish untuk melakukan sekularisasi secara terbatas, sebagaimana terjadi pada masyarakat Barat. Faisal menolak gagasan ini, dan menulis: “Menurut pendapat saya, ide sekularisasi terbatas dalam Islam yang digagas oleh Cak Nur untuk diterapkan dikalangan umat Islam harus ditolak. Umat Islam tidak perlu melaksanakan sekularisasi, walaupun secara terbatas.” (hal. 76).
Membaca buku setebal 357 halaman ini cukup mengasyikkan. Apalagi yang terbiasa menggeluti bidang pemikiran Islam. Meskipun sudah tiada, Nurcholish Madjid masih terus dijadikan rujukan dalam bidang pemikiran Islam di Indonesia. Karena itu, buku Prof. Faisal ini sangat penting dibaca bagi pengkritik maupun pendukung gagasan sekularisasi Nurcholish Madjid. Tujuannya, tentu, jangan kita terjebak kepada kebencian tanpa dasar dan jangan menjadi pemuja tanpa ilmu.
Saya sendiri sudah berulang kali memberikan kritik terhadap gagasan sekularisasi Nurcholish Madjid. Secara khusus, kritik terhadap sekularisasi Nurcholish saya letakkan dalam satu bab dari buku Wajah Peradaban Barat. Jika ditelusuri, gagasan sekularisasi Nurcholish sulit dilepaskan dari ide sekularisasi Harvey Cox, seorang teolog Kristen yang popular dengan bukunya The Secular City, tahun 1960-an.
Pada tanggal 2 Januari 1970 Nurcholish Madjid secara resmi meluncurkan gagasan sekularisasinya dalam diskusi di Menteng Raya 58. Ketika itu, Nurcholish meluncurkan makalah berjudul “Keharusan Pembaharuan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat”. Dua puluh tahun kemudian, gagasan itu kemudian diperkuat lagi dengan pidatonya di Taman Ismail Marzuki Jakarta, pada tanggal 21 Oktober 1992, yang dia beri judul “Beberapa Renungan tentang Kehidupan Keagamaan di Indonesia”. Setelah itu, berjubellah para propagandis sekularisasi di Indonesia.
Jika dicermati, pengaruh “The Secular City” jelas sekali tampak pada pemikiran Nurcholish Madjid tentang sekularisasi. Misalnya, tentang etimologi sekularisasi, Nurcholish berpendapat:
“Kata-kata “sekular” dan “sekularisasi” berasal dari bahasa Barat (Inggris, Belanda dan lain-lain). Sedangkan asal kata-kata itu, sebenarnya, dari bahasa Latin, yaitu saeculum yang artinya zaman sekarang ini. Dan kata-kata saeculum itu sebenarnya adalah salah satu dari dua kata Latin yang berarti dunia. Kata lainnya ialah mundus. Tetapi, jika saeculum adalah kata waktu, maka mundus adalah kata ruang”.
Bandingkan ungkapan Nurcholish Madjid itu dengan kata-kata Harvey Cox: “The English word secular derives from the Latin word saeculum, meaning “this present age”… Basically saeculum is one of the two Latin words denoting “world” (the other is mundus)… saeculum is a time word, used frequently to translate the Greek word aeon, which also means age or epoch. Mundus, on the other hand, is a space word.”
Jika Cox mencari legitimasi sekularisasi dalam agama Kristen, maka Nurcholish mencoba mengadopsi dan menyesuaikan gagasan Cox dengan mencari legitimasi dalam ajaran Islam. Ia tidak secara terang-terangan menyatakan, bahwa gagasannya tentang sekularisasi diadopsi dari pemikiran Harvey Cox. Penjiplakan Nurcholish terhadap ide Cox bisa dilihat lagi pada upayanya untuk membedakan antara “sekularisasi” dan “sekularisme”, sebagaimana dilakukan oleh Cox. Menurut Nurcholish, pembedaan antara “sekularisasi” dan “sekularisme” semakin jelas jika dianalogikan dengan pembedaan antara rasionalisasi dan rasionalisme. Seorang Muslim harus bersikap rasional, tetapi tidak boleh menjadi pendukung rasionalisme. Rasionalitas adalah suatu metode guna memperoleh pengertian dan penilaian yang tepat tentang suatu masalah dan pemecahannya. Rasionalisasi adalah proses penggunaan metode itu. Analoginya, lanjut Nurcholish, sekularisasi tanpa sekularisme, yaitu proses penduniawian tanpa paham keduniawian, bukan saja mungkin, bahkan telah terjadi dan terus akan terjadi dalam sejarah. Sekularisasi tanpa sekularisme adalah sekularisasi terbatas dan dengan koreksi. Pembatasan dan koreksi itu diberikan oleh kepercayaan akan adanya Hari Kemudian dan prinsip Ketuhanan. Sekularisasi adalah keharusan bagi setiap umat beragama, khususnya ummat Islam.
Dalam beberapa hal, jelas sekali terlihat, bahwa pendapat dan redaksi tulisan Nurcholish Madjid sangat mirip dengan pendapat dan redaksi tulisan Harvey Cox. Adalah menarik, melihat gaya Nurcholish dalam mengembangkan ide sekularisasi Harvey Cox. Ketika Cox menyatakan, bahwa sekularisasi adalah keharusan bagi kaum Kristen, maka Nurcholish melanjutkan, bahwa “sekularisasi adalah keharusan bagi setiap umat beragama, khususnya ummat Islam”. Jika Cox mencari landasan sekularisasi dalam Bibel, maka Nurcholish mencari justifikasi dari ajaran-ajaran Islam.
Sudah sangat banyak kritik diberikan terhadap gagasan sekularisasi Nurcholish Madjid. Mudah-mudahan buku Prof. Faisal Ismail ini semakin memperjelas duduk persoalan dan kekeliruan ide sekularisasi yang memang sangat tidak diperlukan oleh umat Islam. (***)
100 Pengendara Angkutan Mudik Tes Urine
Diposting Pada 03 Sep 2010
BEKASI TIMUR – Sesuai rencana, memasuki H – 7 Lebaran, Badan Narkotika Kota (BNK) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi melakukan tes urine dan uji petik kelaikan kendaraan umum di area Terminal Induk Bekasi Jalan Ir. H. Juanda, Margahayu, Bekasi Timur, kemarin.
Hal itu dilakukan untuk melacak penyalahgunaan narkoba dan minuman keras. Tujuannya, memastikan pengemudi bus sehat sehingga keselamatan penumpang bisa terjamin dalam mengangkut penumpang.
“Setiap pengemudi dan kendaraan akan diperiksa sebelum meninggalkan Terminal Bekasi,” ujar Kepala Terminal Bekasi Wan Sudrajat di dampingi Kabid Lalin Dishub Kota Bekasi Tri Adianto kepada Radar Bekasi.
Selain sopir dan kondektur, lanjut Wan, tes urine juga dilakukan terhadap 100 petugas Dishub Kota Bekasi untuk menjamin layanan mudik Lebaran berjalan baik. “Pengambilan urine oleh Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jawa Barat, hasilnya Jumat akan ketahuan,” katanya.
Menurutnya, apabila ada sopir atau kondektur yang positif mengkonsumsi narkoba atau minuman keras, mereka tidak dibolehkan mengemudi. Terhadap PO yang mempekerjakan sopir atau kondektur tersebut akan diberi teguran agar melakukan pengawasan ketat.
“Masalah ini tidak main-main, apabila ada sopir mengonsumsi narkoba akan membahayakan keselamatan penumpang selama di perjalanan,” tambahnya.
Sementara itu, Kalahar BNK Bekasi Sopandi menambahkan, tes urine ini dilakukan untuk mendeteksi pengemudi pengguna obat terlarang. “Kalau ditemukan pengemudi yang positif, kita bakal tindak dan harus ganti pengemudi karena ini menyangkut keselamatan penumpang,” katanya.
Di tempat yang sama, Pelaksana Bidang Terapi dan Rehabilitasi Badan Narkotika Provinsi Jawa Barat, Panca Bagja mengatakan, tes urine ini terbilang efektif untuk memberikan peringatan kepada para sopir agar tetap menjaga kebugaran tubuh tanpa narkoba.
“Yang terbukti akan ditarik izin operasinya jadi ini menjadi shock theraphy untuk para sopir,” ujar Panca di sela pemeriksaan urine para sopir.
Panca mengatakan, biasanya para sopir menggunakan jenis narkoba amfetamin dan ekstasi. Mereka menggunakan dua zat itu biasanya untuk menjaga kondisi tubuh agar tidak mengantuk. “Digunakan untuk stimulan agar tetap semangat,” kata dia.
[radar-bekasi]
Kapolda: Belum Ada Tersangka Rusuh Buol
Diposting Pada 03 Sep 2010
SULTENG – Kaget, itu yang dirasakan Kepala Kepolisian Sulawesi Tengah, Brigadir Jenderal Amin Saleh saat membaca running text dari sebuah stasiun televisi yang menyebut sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka kasus rusuh Buol.
“Tiba-tiba ada tersangka. Padahal, belum ada laporan tersangka, kegiatan pemeriksaan masih dalam status penyelidikan,” kata Amin Saleh saat dihubungi VIVAnews, Jumat 3 September 2010.
Kapolda menegaskan bahwa kasus ini sedang diselidiki. Dalam penyelidikan kasus ini dibagi tiga yakni, “Persoalan kematian orang dalam tahanan, persoalan korban tewas enam orang saat kerusuhan, dan kegiatan penembakan tanggal 1 September lalu yang diduga terkait kerusuhan,” tambah dia.
Kapolda mengatakan, semua saksi saat ini diperiksa di Polda Sulawesi Tengah. Dia menambahkan bahwa situasi saat ini relatif lebih kondusif dari dua hari yang lalu.
Polisi telah melakukan pendekatan dengan keluarga korban, bersama dengan majelis ulama setempat, dan tokoh agama, untuk menemukan solusi damai. “Untuk Polsek Momunu yang terbakar, memang tidak bisa ditempati lagi. Saya telah menginstruksikan polsek-polsek untuk kembali melakukan aktivitas seperti semula, pelayanan tak boleh berhenti.”
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah, Komisaris Polisi Kahar Muzakkir mengatakan ada empat anggota polisi yang diperiksa dan masih berstatus saksi. “Mereka fokus pada pemeriksaan peristiwa awal pada hari selasa lalu (31/8). “Di antara empat orang itu, ada Kasat Lantas Buol, Kapolsek Biau, dan dua anggota lain,” tambah dia.
[VIVAnews]
Hawking: Bumi Bukan Ciptaan Tuhan
Diposting Pada 03 Sep 2010
INGGRIS – Ilmuwan kondang, Stephen Hawking, melontarkan teori yang kontroversial dalam buku yang baru dia tulis. Menurut Hawking, Tuhan tidak ada hubungannya dengan penciptaan alam semesta.
Pandangan itu dilontarkan dalam buku terbaru King berjudul “The Grand Design,” yang mulai diluncurkan di toko-toko buku pekan depan. “Tidak perlu melibatkan Tuhan untuk menyalakan kertas biru dan menggerakkan alam semesta,” tulis Hawking dalam ringkasan bukunya yang dimuat di harian Inggris, The Times, dan juga dimuat di laman New York Daily News.
“Karena ada hukum seperti gravitasi, alam semesta bisa dan akan mencipta dirinya sendiri,” tulis Hawking, yang mengalami kelumpuhan sehingga terus duduk di kursi roda khusus.
Menurut pencipta teori “Lubang Hitam” itu, alam semesta terkait dengan penciptaan secara spontan. Itulah sebabnya, “mengapa jagat raya itu ada, dan mengapa kita ada,” kata Hakwing, yang tahun pensiun sebagai Profesor Matematika Lucasian dari Universitas Cambridge. Selama 30 tahun, Hawking mengemban jabatan itu, yang juga pernah diduduki oleh ilmuwan legendaris, Isaac Newton.
Hawking juga yakin bahwa Bumi dan tetangga-tetangganya tidak dibentuk secara sempurna. Itu berkat penemuan planet-planet dan tata surya lain di luar galaksi yang dihuni Bumi sejak awal dekade 1990-an.
“Itulah sebabnya hal-hal yang terjadi secara kebetulan pada tata surya kita – seperti satu matahari, kombinasi yang beruntung atas jarak Bumi – Matahari dan massa surya – kurang menakjubkan dan kurang meyakinkan ketimbang bukti bahwa Bumi didesain hanya untuk menyenangkan kehidupan manusia,” tulis Hawking.
Pemaparan Hawking ini terbilang mencengangkan dan tampak bertolak belakang dengan karya dia sebelumnya maupun berdasarkan pemaparan ilmuwan lain.
Para ilmuwan, seperti mendiang Albert Einstein, pada dasarnya tidak mengesampingkan keterlibatan suatu unsur yang lebih tinggi ketika berhubungan dengan penciptaan alam semesta. Dalam buku sebelumnya, “A Brief History of Time,” Hawking pun tidak mengesampingkan kemungkinan itu.
Newton, yang menciptakan teori gravitasi, pernah mengatakan bahwa penjelasan ilmiahnya itu hanya bisa menerangkan perilaku jagat raya, bukan pada penciptanya. “Gravitasi menjelaskan pergerakan planet-planet, namun tidak bisa menjelaskan siapa yang menggerakkan planet-planet itu,” tulis Newton.
[VIVAnews]
Pidato Obama Membuka Perundingan Damai Palestina-Israel
Diposting Pada 03 Sep 2010
WASHINGTON – Kesempatan tidak datang dua kali. Demikian sepenggal pidato Obama sebagai pembuka perundingan damai Palestina dan Israel yang berlangsung kamis malam ini Waktu Indonesia Barat (WIB) atau Jum’at pagi hari di Washington. Dalam pernyataannya, Obama menilai kedua belah pihak mampu menyelesaikan negosiasi perdamaian dalam kurun waktu satu tahun.
“Sekarang adalah waktu untuk kedua belah pihak memperlihatkan keberanian dan visi untuk memberikan damai yang mereka anggap pantas,” papar Obama dalam naskah pidatonya seperti yang diterima republika.co.id dari Kedutaan Besar AS untuk Indonesia, Kamis malam. Obama menuturkan AS memberikan dukungan penuh terhadap upaya ini.
Pihaknya bahkan terus mendukung kedua belah pihak mengejar perdamaian meski dengan pilihan sulit. Dia juga menyatakan AS tidak akan memaksakan sebuah solusi atau memberikan hal lebih dari yang diharapkan masing-masing pihak. “Ada risiko besar pada setiap pihak terkait. Tapi kami melakukannya untuk mereka. Kita bisa menciptakan lingkungan dan suasana untuk negosiasi, pada akhirnya itu akan memerlukan kepemimpinan Palestina dan Israel, serta semua pihak yang mengatakan bahwa mereka menginginkan sebuah negara Palestina.,” papar Obama
Obama mengakui dirinya banyak mendengar dari semua pihak yang berkeras bahwa ini merupakan prioritas utama namun belum dilakukan upaya penuh untuk membentuk sebuah negara Palestina. Jadi, tutur Obama, hanya Israel dan Palestina yang bisa membuat dan membangun konsensus bagi mereka atas dasar kemajuan.
Menurut dia, hanya Israel dan Palestina yang bisa membuktikan satu sama lain ihwal kesiapan mereka untuk mengakhiri konflik ini dan membuat kompromi atas perdamaian yang layak. “Apa yang sebaiknya kita lakukan, termasuk Amerika Serikat, adalah mendukung mereka dengan dialog, mendukung pembicaraan, mendukung segala upaya dan tidak mencoba untuk melemahkan mereka,” tuturnya.
Obama menambahkan baik keberhasilan maupun kegagalan tidak bisa dihindari. Hal yang terpenting, kata dia, usaha telah dilakukan. Jika kedua belah pihak tidak berkomitmen dalam pembicaraan ini secara sungguh-sungguh, maka konflik lama hanya akan terus memburuk. “Ini tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.
Obama juga menyadari ada kalanya setiap usaha harus diuji. Pihaknya juga tak memungkiri para esktremis dan musuh perdamaian telah melakukan segala daya mereka untuk menghancurkan upaya ini seperti yang sering terlihat dalam serangan keji dekat Hebron. “Terlalu banyak darah telah ditumpahkan. Terlalu banyak nyawa telah hilang. Terlalu banyak hati telah rusak,” katanya.
Sejarah, tutur Obama, telah mengajarkan kepada semua pihak bahwa terdapat jalan yang berbeda. Upaya perundingan sebuah tekad dan determinasi, di mana kompromi yang mungkin, atau konflik lama, pada akhirnya bisa berakhir.
“Ini adalah jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang membawa perdamaian ke negara mereka, dari Irlandia Utara –dimana Senator Mitchell begitu mendalam terlibat– untuk Balkan, ke Afrika, Asia, atau bagi mereka yang ditempa perdamaian antara Israel dan Mesir, serta Israel dan Yordania,” kata dia. “Jalan ini terbuka untuk Israel dan Palestina. Jika semua pihak bertahan dengan itikad baik dan kemungkinan, kita bisa membangun perdamaian abadi dan komprehensif di Timur Tengah,” tutur Obama menambahkan.
[republika]
Pejuang Palestina Bergabung Siapkan Serangan
Diposting Pada 03 Sep 2010
GAZA – Tigabelas kelompok bersenjata Palestina termasuk HAMAS pada hari Kamis menyatakan telah membentuk pusat untuk mengkoordinasikan operasi terhadap Israel.
Pernyataan itu muncul saat pemimpin Palestina dan Israel di Washington memulai n pembicaraan langsung pertama mereka dalam 20 bulan dan sepakat untuk bertemu setiap dua pekan dalam upaya untuk mencapai perjanjian damai yang kekal.
“Kami telah memutuskan untuk membentuk pusat koordinasi bagi operasi terhadap musuh (Israel),” kata Abu Obeida, juru bicara Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap militer Hamas, yang berbicara kepada wartawan atas nama ke 13 kelompok itu.
Ia berjanji akan menyerang “musuh Zionis di mana saja dan kapan saja”. Ia menambahkan bahwa “semua opsi terbuka”, dalam jawaban atas pertanyaan mengenai kemungkinan serangan roket di Tel Aviv dari Gaza.
Empat warga Israel telah ditembak hingga tewas dan dua orang yang lain terluka sejak Selasa dalam dua serangan Palestina yang ditargetkan terhadap dua permukiman Yahudi di Tepi Barat.
Kedua penembakan itu diklaim oleh Hamas, yang menentang pembicaraan damai Israel-Palestina.
Kelompok-kelompok gerilyawan itu menyatakan mereka telah menggabungkan kekuatan untuk meningkatkan serangam terjadap Israel, kemungkinan akan mencakup pemboman bunuh diri. Mereka akam bekerja bersama untuk melancarkan “serangan yang lebih efektif” terhadap Israel.
Abu Ubaida menegaskan bahwa gerilyawan akan “menanggapi pembicaraan yang dimaksudkan untuk menjual (Palestina)”, tampaknya merujuk pada pembicaraan langsung antara presiden Palestina Mahmoud Abbas dan PM Israel Benjamin Netanyahu di Washington.
Selain HAMAS, 13 kelompok bersenjata itu juga termasuk Jihad Islam, Komite Perlawanan Rakyat dan kelompok sempalan dari gerakan Fatah pimpinan Abbas.
“Kami tegaskan bahwa aksi perlawanan telah masuk ke tahap kerja sama baru dan maju di lapangan pada tingkat tertinggi dalam persiapan bagi serangan-serangan yang lebih efektif terhadap musuh Israel,” kata Abu Ubaida.
Hamas bertanggung jawab atas puluhan serangan bunuh diri terhadap Israel selama intifada Palestina yang meletus pada 2000 dan terhenti lima tahun kemudian. Gerakan itu adalah saingan kelompk Fatah yang memerintah Tepi Barat yang diduduki Israel.
Perselisihan antara kedua kelompok itu makin mendalam pada 2007 setelah Hamas merebut Gaza dengan paksa dari Fatah. Perselisihan dengan Hamas membuat makin sulit bagi Abbas untuk menandatangani perjanjian damai akhir dengan Israel.
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah