Bekasi / Kota /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 29/04/2015 14:14 WIB

Proyek Tol Becakayu Sedang Dikaji

proyek tol becakayu
proyek tol becakayu

BEKASI_DAKTACOM: Ketua Tim pengadaan tanah, pejabat pembuat komitmen tol Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu), kementrian PU, Kartono, mengatakan akan melakukan kajian ulang terhadap proyek tol Bekcakayu, untuk menguji kekuatan  tiang-tiang sudah lama dibangun.

Kajian itu dibutuhkan selain karena ada penambahan 500 meter panjang tol Becakayu, juga kemungkinan adanya dampak ikutan dari proyek itu.

Hal itu ia ungkapkan saat meninjau lokasi proyek tol Bekcakayu di Jakasampura, Bekasi Barat, Selasa (28/4/15) malam.

"Tol Becakayu itu bertambah dari 22 km menjadi 22,5 km. Anggaran untuk proyek ini mencapai Rp 4,8 triliun" katanya kepada wartawan.

Diungkapkan, akibat perubahan itu terpaksa dilakukan kajian, terutama perubahan dari jalan Ahmad Yani ke jalan Kemakmuran Bekasi Selatan akhir bulan kajian selesai.

Topik kajian kata Kartono meliputi  dampak sosial ekonomi, hukum, lingkungan, termasuk yang terkait dengan nilai kontrak. Termasuk imbas pemebebasan lahan kembali di jalan kemakmuran.

"Akhir bulan, akan  berkordinasi dengan kementrian atau direjen terkait" imbuhnya.

Yang menjadi objek pembebasan menurut Kartono adalah k Kiri- kanan saluran kemakmuran, satu sisinya mencapai  30 meter. Untuk pembebasan tanah menunggu kajian selesai.

Dijelaskan, Pengerjaan tahap satu  dari Cawang - Kp. Melayu - Jakasampurna, sepanjang  8 kilo, sudah selesai 86 persen.


Untuk pemebebasan lahan sesi satu dianggarkan Rp  350 miliar yang sudah dilakukan. Sementara untuk tahap dua baru dilakukan kajian.

Saat ini sedang dilakukan pengujian terhadap tiang yang sudah dibangun. Karena tiang itu sudah dibuat lama oleh karena itu perlu diuji kekuatannya.Dua bulan ini sduah dilakukan pengujian, jika ternyata bangunan tak kuat akan dihancurkan.

"Yang kita butuhkan adalah faktor keamanan"

Memenetapkan kerangka acuan kerja pengetesan telah di sepakati semua tim terkait dan tim teknis kementrian saat ini mulai dilakukan.

 

Reporter : Warso Sunaryo
Editor :
- Dilihat 1824 Kali
Berita Terkait

0 Comments