Bekasi / Kabupaten /
Follow daktacom Like Like
Senin, 07/11/2016 06:00 WIB

KP2C Edukasi Warga Hadapi Banjir

Banjir Perumahan Hijau Permai 2
Banjir Perumahan Hijau Permai 2
BEKASI_DAKTACOM: Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) menggelar kegiatan edukasi kepada ribuan anggotanya yang bertempat tinggal di sepanjang bataran sungai terkait persoalan banjir dan upaya penanggulannya, Ahad (6/11).
 
"Kegiatan edukasi ini kami kemas dengan konsep tata muka dan silaturahmi jalan sehat, mengingat selama ini kami hanya berkomunikasi melalui media sosial whatsaap maupun Telegram," kata Ketua KP2C Verry Surya Hendrawan di Bekasi.
 
Kegiatan edukasi itu digelar di perbatasan Kota Bekasi dengan Kabupaten Bogor, tepatnya di sekitar Bunderan Perumahan Villa Nusa Indah II, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
 
Kegiatan tersebut dihadiri sedikitnya 600 peserta berikut pengurus KP2C dengan menghadirkan sejumlah pembicara di antaranya Penasehat KP2C Puarman, Petugas Pantau Telemetri Sungai Cileungsi Iyan, Petugas Pantau Telemetri Cikeas Ardi, Petugas Bendung Kali Bekasi Azan, serta perwakilan dari unsur kelurahan dan desa setempat.
 
Dalam kegiatan itu, Penasehat KP2C Puarman menyampaikan materi terkait sejumlah alur sungai yang berpotensi sebagai pemicu banjir di sepanjang bantaran, yakni aliran Cileungsi, Cikeas dan pertemuan kedua sungai tersebut yakni Kali Bekasi.
 
"Luas Daerah Aliran Sungai (DAS) Cileungsi mencapai 26.500 hektare yang membentang dari Desa Sumurbatu, Sentul hingga ke Perumahan Villa Nusa Indah. Luasan tersebut mencapai 2,5 kali lebih besar dari luasan DAS Cikeas yang mencapai 11.000 lebih hektare," katanya.
 
Kedua aliran tersebut menghimpit perumahan Villa Nusa Indah, sehingga setiap tahun di musim hujan maupun musim kemarau, ribuan kepala keluarga di lokasi itu kerap terkjena imbas luapan sungai air kiriman dari hulu.
 
"Batas normal Tinggi Muka Air (TMA) Cileungsi adalah 100 centimeter, TMA Cikeas 200 centimeter dan Kali Bekasi 300 centimeter. Kalau TMA di atas normal, pasti banjir," katanya. 
 
Sejumlah faktor yang memicu banjir di antaranya hujan dengan intensitas tinggi di Cileungsi, pendangkalan sungai serta tidak sempurnanya tanggul di lingkungan warga.
 
"Bahkan pada banjir yang terjadi 4 September 2016, sempat terjadi banjir di Blok S dan Y Villa Nusa Indah dengan TMA yang hanya 230 centimeter, ternyata kejadian itu dipicu petugas keamanan yang lupa menutup pintu air," katanya.
 
Dikatakan Puarman, aliran Cileungsi dan Cikeas selama ini menjadi sumber masalah banjir yang melanda ribuan warga di sejumlah perumahan, di antaranya Villa Nusa Indah (VNI) I, II dan III, Villa Jatirasa, Perumahan Pondokgede Permai, Kemang Ivi Graha, Pondok Mitra Lestrari, PPA, Jaka Kencana, Kemang Pratama dan Kompleks Margahayu.
 
"Selama ini sekitar 2.000 jiwa lebih penduduk yang tinnggal di tepi sungai Cileungsi-Cikeas bergantung pada data yang kami sebar terkait infromasi TMA terkini melalui media sosial. Data itu kami sebar kepada 20 perumahan yang ada di sekitar tepi sungai sebagai peringatan waspada dini banjir," katanya.
 
Puarman berharap kegiatan edukasi tersebut dapat menambah wawasan masyarakat terkait kondisi terkini sungai Cileungsi-Cikeas serta dapat lebih peduli pada lingkungannya.
 
Kegiatan tersebut juga menyediakan ruang tanya jawab dari para peserta kepada narasumber terkait, sehingga penyebab musibah banjir yang selama ini masih menjadi pertanyaan warga sekitar dapat terjawab dengan akurat, tepat dan bermanfaat.
Editor : Azeza Ibrahim
Sumber : Antaranews
- Dilihat 1421 Kali
Berita Terkait

0 Comments