Bekasi / Kota /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 27/07/2023 14:53 WIB

Separuh Nafas Bertahan di Bisnis Angkutan Kota.

Angkutan Kota
Angkutan Kota

BEKASI, DAKTA.COM- Lebih dari separuh Armada Angkutan Kota (Angkot) di Kota Bekasi Gulung Tikar, Organda Kesulitan Cari Subsidi Perbangkan dengan Suku Bunga Rendah.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bekasi Indra Hermawan mengungkap, lebih dari 1500 an Angkutan Kota (Angkot) saat ini sudah gulung tikar dari 3000 an jumlah angkot yang ada. Hal ini karena upaya untuk peremajaan angkot terkendala berbagai persoalan.

"Kita terkendala banyak hal jika bicara peremajaan saja Kita sudah tidak mampu untuk membayar jika suku bunga diatas 14 persen, terlebih biaya DP peremajaan Angkutan Kota yang sangat tinggi. Saya sudah mengusulkan ke Dinas Perhubungan dalam hal ini Pemerintah Kota Bekasi agar dapat konectifitas kerjasama dengan Perbangkan seperti BPRS agar memperoleh suku bunga rendah antara 6 - 7 %/th dan Dp yang murah. Namun hingga kini belum juga ada respon, "kata Indra pada Dakta. Com (27/7/2023).

Pihaknya mengatakan jika saat ini suku bunga masih diatas 14 persen, ini sangat memberatkan para pengusaha angkot terlebih setoran para supir yang tidak memadai karena kekurangan penumpang dll, Apalagi jika berbicara terkait DP peremajaan mobil Angkutan Kota yang baru.

"tetapi jika suku bunga bisa 6-7 persen saya rasa kita masih mampu meski berat untuk melakukan peremajaan angkot, namun jika lebih dari itu kita ngga kuat. Padahal selama ini angkutan kota juga punya andil besar dalam membangun ekonomi Kota Bekasi. Saya minta untuk di fasilitasi atau bahkan di berikan subsidi jika memang angkot ini masih ingin terus ada, "kata Indera (27/7/2023).

Persoalan lain yang menjadi masalah adalah jaringan trayek. Jadi banyak trayek yang saat ini sudah tidak berpenumpang agar di hapus dan di ganti trayek baru yang masih memenuhi quota penumpang atau dengan kata lain Rencana Umum Jaringan Trayek (RUJT).Hal ini bisa di sinergitaskan dengan program nasional diantaranya dengan di berlakukanya LRT dan Kereta Cepat .

"Angkot kita sebagai pengumpan penumpang ke LRT seharusnya tidak usah kena biaya jika mengantarkan penumpang ke stasiun LRT. Jika harus di pungut biaya lintas misalnya ini kan memberatkan apalagi tidak setiap saat angkot ini berpenumpang,"katanya lagi.

Pihaknya berharap Dinas terkait dapat menjembatani Organda dengan pihak LRT agar dapat di gratiskan jika mengumpan atau membawa penumpang dari terminal moda transportasi modern ini. Jika ini bisa di lakukan akan menjadi angin segar bagi para pengusaha angkutan kota.

" Di tengah tudingan jika angkot adalah sumber kemacetan jalanan, kita juga terseok - seok untuk bertahan dalam kondisi ekonomi dan kondisi saat ini. Sehingga jika kedepan angkot tidak ingin hanya menjadi sejarah maka perlu kerjasama dengan semua pihak. Dan Organda siap dan mau jika Pemerintah Daerah memiliki cara dan solusi dalam menghadapi berbagai permasalahan ini, "tambahnya.

Organda Kota Bekasi bukan menolak untuk dapat bersinergi dengan BUMD Transportasi di Kota Bekasi justru sangat berharap adanya kerjasama agar pengusaha angkot ini dapat bertahan.Pihaknya pun sudah berupaya memberikan usulan dan masukan agar ada campur tangan dari Dinas Perhubungan Kota Bekasi upaya mengembalikan gairah bisnis Angkutan Kota di wilayah Kota Patriot.

"Intinya kita mohon agar adanya Suku bunga rendah, DP Murah dan Refisi jaringan trayek agar bisnis ini kembali bergairah, "terangnya.

Reporter : Warso Sunaryo
- Dilihat 609 Kali
Berita Terkait

0 Comments