Nasional / Pendidikan /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 16/06/2022 16:23 WIB

Pengabdian Kepada Masyarakat: Pendampingan Intensif Optimalisasi Penggunaan Microsoft Word di SMK EKUIN Pangeran Jayakarta, Bekasi

foto bersama disela kegiatan pengabdian masyarakat di SMK EKUIN Pangeran Jayakarta Kota Bekasi
foto bersama disela kegiatan pengabdian masyarakat di SMK EKUIN Pangeran Jayakarta Kota Bekasi

BEKASI, DAKTA.COM - Dosen memiliki tugas Tri Dharma, salau satunya menerapkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat memalui kegiatan pengabdian. Penerapan ilmu pengetahuan ini diterapkan pada Siswa dan Guru SMK EKUIN Pangeran Jayakarta, Kel. Harapan Mulya, Medan Satria, Kota Bekasi pada Kamis 16 Juni 2022.

 

Materi yang diberikan adalah penggunaan aplikasi Microsoft Word agar dapat digunakan lebih optimal untuk membuat Laporan Kerja Praktek siswa. Topik ini disampaikan setelah berdiskusi dengan pihak sekolah diwakili Kepala Sekolah, Sri Hati.

 

Ia menyampaikan, materi Microsoft Word sudah masuk dalam kurikuler sekolah, namun karena pandemi covid 19 belum sempat diajarkan secara optimal.

 

“Apalagi dikaitkan dengan pembuatan Laporan Kerja Praktek, dimana akan disampaikan materi tentang penggunaan fungsi Style, Caption, equation dan manajemen pustaka dengan Mendeley,” kata Sri Hati.

 

Salah satu pembicara, Rakhmat Purnomo, menyampaikan bahwa upaya siswa dalam membuat laporan kerja praktek dengan baik dapat menambah dan meningkatkan pengetahuan siswa.

 

“Apalagi dibuat dengan referensi pustaka yang cukup. Pengelolaan referensi ini harus dikuasai siswa dengan menggunakan aplikasi Mendeley yang terintegrasi dengan Microsoft Word,” jelas Rakhmat yang juga dosen Progam Studi Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

 

Pembicara lainnya, Tri Dharma Putra, menganalisis hasil pre-Test dan post-tes selama kegiatan ini berlangsung. Dari 27 peserta, hasil pre-test menunjukan sebanyak 5 peserta (19 persen) memiliki pengetahuan pada kategori baik, 10 peserta (37 persen) memiliki pengetahuan kategori cukup, dan 12 peserta (44 persen) memiliki pengetahuan kategori kurang.

 

Sedangkan hasil post-test menunjukan hasil post-test sebanyak 24 peserta (89 persen) memiliki pengetahuan pada kategori baik, 2 peserta (7 persen) memiliki pengetahuan kategori cukup, dan 1 peserta (4 persen) memiliki pengetahuan kategori kurang.

 

“Harapan dari pelatihan ini, sesuai dengan perkataan ulama, ikatlah ilmu dengan menulisnya. Jika ilmu itu berbentuk keterampilan, harus selalu dilatih agar seiring berjalannya waktu, semakin ahli dan terampil,” tegas Tri Dharma Putra yang juga dosen Progam Studi Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

 

Sekedar diketahui, pelatihan ini awalnya diadakan untuk siswa, namun karena respon positif dari para guru, mereka ingin mengikuti pelatihan ini. Adapun materi yang disampaikan antara lain :

  1. Peserta dijelaskan dengan singkat Cara Menambah dan Mengembangkan Ilmu Pengetahuan. Ada banyak cara untuk menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan, salah satunya adalah dengan membuat laporan kegiatan kerja praktek. Kita dapat berfikir sistematis ketika membuat laporan.
  2. Mengetik cepat metode 10 jari. Materi ini terkesan sederhana, tetapi keterampilan ini merupakan dasar agar peserta dapat bekerja dengan cepat menggunakan komputer
  3. Menggunakan fungsi Style. Saat membuat laporan dalam Ms. Word, buat style terlebih dahulu dengan menerapkan konsep Heading. Sehingga peserta dapat membuat daftar isi secara otomatis dan navigasi dokumen menjadi lebih mudah.
  4. Menggunakan fungsi Caption. Fungsi ini berguna untuk membuat daftar gambar, tabel, dan lampiran secara otomatis.
  5. Menggunakan fungsi Equation. Fungsi ini berguna untuk membuat formula matematis.
  6. Instalasi, konfigurasi, dan penggunaan Aplikasi Mendeley. Materi ini menjadikan peserta mampu mengelola pustaka dan membuat daftar pustaka secara otomatis.

 

Sementara itu, dari enam materi yang disampaikan, mendapat respon positif dari pihak sekolah.

 

”Walaupun perlu latihan lebih giat lagi, Insya Allah, saya siap belajar walaupun usia tidak muda lagi. Keterampilan tidak bisa cukup hanya belajar 1 hari. Harus dilatih terus,’ ujar salah seorang guru.

 

Selaras dengan respon positif dari guru, seorang siswa menyampaikan turut bahagia mengikuti kegiatan ini karena menambah ilmu dan keterampilan dan menjadikan membuat laporan kerja praktek lebih cepat selesai.

 

“Saya jadi lebih paham lagi untuk membuat laporan kerja praktek yang baik,” tutur salah seorang siswa.

 

Disisi lain tantangan terbesar  juga dihadapi peserta yang belum memiliki komputer/laptop di rumah. Mereka khawatir, ilmu yang didapat di sekolah tidak dapat dilatih kembali di rumah karena tidak memiliki perangkat komputer. ***

           

 

Reporter : Jaenudin Ishaq
- Dilihat 221 Kali
Berita Terkait

0 Comments