Bekasi / Kota /
Follow daktacom Like Like
Ahad, 31/07/2022 13:13 WIB

Masjid Al-Iman Kota Baru, Bekasi Barat Resmikan Lembaga Pendidikan Pesantren Tahfiz Gratis

foto bersama pengurus dan jamaah Masjid Al Iman di Peresmian Pesantren Tahfiz
foto bersama pengurus dan jamaah Masjid Al Iman di Peresmian Pesantren Tahfiz

BEKASI, DAKTA.COM - Pengembangan pendidikan di Masjid Al-Iman RW 05, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat-Kota Bekasi terus dilakukan. 

 

Setelah sukses membuka Tempat Pendidikan Al-Quran (TPA), Masjid Al-Iman akan membuka pendidikan Pesantren Tahfiz dengan target awal santri berjumlah 15 orang.

 

"Kita insya Allah, Agustus besok sudah mulai pendidikan pesantren tahfiz. Ada 15 santri dari sebelumnya di TPA insya Allah akan melanjutkan ke jenjang Tahfiz. Ini kita maksimalkan dulu diawal, mereka agar hafal Al-Quran," jelas Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al-Iman Aswendi Dahdir kepada wartawan, Ahad (31/7).

 

Aswendi menjelaskan, pesantren tahfiz ini tidak dikenakan biaya sepersen pun kepada anak didik. Sehingga anak didik fokus dalam semangat belajar menghafal Al - Quran. 

 

"Kita tidak ada biaya administrasi apapun bagi santri. Jadi kita harap mereka yang belajar disini mempunyai semangat tinggi," harapnya.

 

Pesantren Tahfiz Al-Quran yang diresmikan berada di lingkungan Masjid Al-Iman di Perumahan Harapan Baru di Jalan Pepaya 2 Nomor 20 RW 05 Perumahan Harapan Baru Kelurahan Kotabaru Kecamatan Bekasi Barat Kota Bekasi.

 

"Sebelumnya kami sudah memiliki Taman Pendidikan Al-Quran (TPA), yang memiliki dua ruangan kelas dengan jumlah siswa sebanyak 60 orang," ujar Aswendi Dahdir yang juga penggagas Pesantren Tahfiz Al-Quran Masjid Al-Iman.

 

Menurutnya, niat mendirikan Pesantran Tahfiz ini berawal dari keinginan pengurus DKM Masjid Al-Iman yang ingin mengembangkan kemampuan para siswa TPA yang sudah lancar membaca ayat suci Al-Quran.

 

"Para santri/santriwati penghafal Al-Quran ditargetkan bisa menyelesaikan hafalan 30 juz dalam waktu 2 hingga 2,5 tahun. Namun kemampuan setiap penghafal berbeda antara satu dengan yang lainnya," tandasnya. 

 

Ia memaparkan, idealnya rata-rata bisa selesai menghafal Al-Quran dalam 2 sampai 2,5 tahun. Tapi untuk anak dengan daya tangkap yang kuat mereka bisa lulus dalam 6 bulan hingga satu tahun. 

 

"Santri/santriwati penghafal Al-Quran jumlahnya bisa bertambah setiap tahun. Kami pilih yang sudah lancar baca Al-Quran saat di TPA," jelas Aswendi.

 

Dalam menghafal, para santri/santriwati akan di bimbing oleh dua orang guru atau Ustadz yang merupakan Alumni Ponpes Tebu Ireng Kabupaten Jombang Jawa Timur.

 

"Di masjid Al-Iman ini ada lima guru, tiga fokus di TPA, dua lagi akan fokus di Pesantren Tahfiz," katanya.

 

Saat ini santri sekarang mayoritas berasal dari RW 05 atau warga sekitar. Akan tetapi pihaknya membuka kesempatan warga dari luar wilayah untuk mengikuti pendidikan disini. "Uniknya yang ikut Tahfiz bukan hanya remaja atau anak-anak. Disini ada juga yang berusia 50 tahun keatas," terang Aswendi.

 

Karena baru berbentuk pesantren atau sekolah, maka siswa yang ikut pendidikan belum bisa menginap. Untuk Tahfiz, pagi mereka diberi target atau tugas hafalan, sore mereka setor hafalan ke pembimbing. 

 

"Menghafalnya bisa rumahnya masing-masing. Untuk sementara kami baru punya dua kelas untuk TPA. Untuk Tahfizh mereka bisa pakai ruangan itu. Tapi kedepan kami akan bangun tiga ruangan kelas khusus Tahfizh, di bekakang masjid, dana yang dibutuhkan sekitar Rp 200 jutaan," ucap Aswendi.

 

"Tujuan kami membuat ini (TPA dan Pesantren Tahfiz) adalah untuk membina para remaja, agar kita bisa melahirkan generasi muda yang Rabbani atau generasi muda yang soleh dan memahami islam," pungkasnya.

 

Peresmian Pesantren Tahfiz Al-Quran Masjid Al-Iman dihadiri oleh perwakilan Kantor Kementrian Agama Kota Bekasi, Kantor Kelurahan Kota Baru, serta anggota DPRD Kota Bekasi, Ahmad Faisal.

 

Sementara itu, Ahmad Faisal mengatakan keberadaan pesantren tahfiz dapat mempererat ukhuwah islamiyah khususnya di RW 05. "Ini sekaligus jawaban atas perkembangan zaman hari ini, dengan segala ancaman terhadap generasi muda. Supaya generasi muda, milenial bisa lebih rapih dan baik dengan adanya kegiatan di sini. Saya sangat apresiasi dan siap support," ujar Ahmad Faisal.

 

Wakil rakyat dari Dapil Bekasi Barat - Medansatria tersebut juga menegaskan siap membantu segala hal yang dibutuhkan pesantren.

 

"Nanti kita lihat dan cari solusinya, sarana dan prasarana apa yang perlu ditambah. Yang pasti saya siap dukung, karena ini dari umat untuk umat dan untuk kita semua," pungkasnya.

 

Sementara itu, perwakilan Kantor Kementrian Agama Kota Bekasi dari Seksi Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Ahmad Mirza meminta pihak DKM bisa mengurus izin operasional Pesantren Tahfiz Al-Quran Masjid Al-Iman.

 

"Diurus saja sambil kegiatan tetap berjalan. Nanti kalau sudah ada izin kami akan mengeluarkan sertifikat untuk kelembagaan. Kalau untuk siswa nanti ijazah atau nilai yang mengeluarkan dari pihak pesantren," katanya.

 

"Syarat untuk mengurus izin operasional, ya umumnya sekolah, ada susunan pengurus, ada kurikulum dan ada kegiatan belajar mengajar. Kalau syarat lengkap izin bisa cepat selesai," tandasnya.

 

 

Reporter : Jaenudin Ishaq
- Dilihat 281 Kali
Berita Terkait

0 Comments