Nasional / Hukum dan Kriminal /
Follow daktacom Like Like
Senin, 05/10/2015 12:35 WIB

Pembunuhan Anak Kembali Terjadi, Komnas PA: Ini Darurat

Ilustrasi mayat
Ilustrasi mayat

BEKASI_DAKTACOM: Kasus pembunuhan disertai kekerasan seksual terhadap Putri Nur Fauziah, anak perempuan berusia 9 tahun dengan jasad dibungkus kardus yang ditemukan  di Kalideres memicu reaksi keras publik.

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait, saat dihubungi Radio Dakta pada Senin (5/10) menyatakan bahwa kasus ini adalah tanda bahwa Indonesia mengalami darurat kekerasan anak.

"Kasus Angeline belum selesai, sekarang muncul kasus baru, negara seperti tidak menjamin hak hidup anak," ujarnya.

Melihat kasus ini, Aris menilai bahwa pelaku sudah merencanakan tindakan bejatnya. Ia merujuk pada menghilangnya Putri sebelum ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan.

Ia juga mengecam sikap pemerintah yang masih abai dengan kasus-kasus kejahatan yang menjadikan anak sebagai sasaran, apalagi dengan rendahnya hukuman bagi pelaku kekerasan anak, sebab menurutnya, anak-anak bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tuanya, tapi juga negara.

Selaku ketua Komnas Perlindungan Anak, Aris mengaku akan membantu pihak kepolisian untuk mencari dan mengungkap siapa pelaku dari pembunuhan ini.

Menurutnya, jika kita pemerintah belajar dari kasus-kasus sebelumnya, seharusnya pemerintah bisa memunculkan simbol perlawanan terhadap kekerasan anak dengan memunculkan Ibu Negara sebagai figur.

Editor : Azeza Ibrahim
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 1213 Kali
Berita Terkait

0 Comments