Harokah Islamiyah /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 22/07/2020 10:33 WIB

Jangan Lewatkan, Amalan-amalan pada 10 Hari Awal Dzulhijjah

Beribadah di dalam masjid (Ilustrasi/Getty Images)
Beribadah di dalam masjid (Ilustrasi/Getty Images)
DAKTA.COM - Kementerian Agama telah mengumumkan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah jatuh pada Jumat, 31 Juli 2020. Artinya Rabu (22/7) ini sudah masuk 1 Dzulhijjah 1441 H. 
 
Dalam Islam, pada 10 hari awal Dzulhijjah adalah waktu-waktu paling istimewa dan keutamaannya sangat besar, jika digunakan untuk mengerjakan amal saleh.
 
Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada hari di mana amal saleh pada hari itu lebih dicintai Allah 'Azza wa Jalla daripada hari-hari ini, yakni 10 hari pertama Dzulhijah."
 
Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?"
 
Beliau menjawab, "Tidak juga jihad fi sabilillah kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa, raga, dan hartanya, kemudian tidak bersisa lagi" (HR Bukhari).
 
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr hafidzahullahu ta'ala berkata “Sepuluh siang hari pertama bulan Dzulhijjah lebih baik dari hari-hari setahun secara mutlak dan sepuluh malam akhir bulan Ramadhan lebih baik dari malam setahun secara mutlak."
 
Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari berkata: "Yang jelas, alasan keistimewaan 10 hari awal Dzulhijjah karena berkumpul padanya induk semua ibadah secara sekaligus, yaitu shalat (Ied), puasa (Arafah), sedekah (qurban), dan ibadah Haji. Hal ini tidak terjadi di luar 10 hari awal Dzulhijjah."
 
Amalan yang disyariatkan pada 10 hari awal Dzulhijjah: 
 
1. Ibadah Haji dan Umrah
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Umrah satu ke umrah berikutnya menjadi pelebur dosa diantara keduanya. Dan haji mabrur balasannya tak lain adalah surga". (HR Bukhari dan Muslim) 
 
2. Puasa Hari Arafah
berpuasa selama sembilan hari, terutama hari Arafah. "Bahwa Rasulullah SAW biasa berpuasa sembilan hari bulan Dzulhijjjah, hari 'Asyura serta tiga hari dalam setiap bulan." (HR Ahmad dan Nasa'I dari Hafshah RA). 
 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda "Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah menghapuskan dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya." (HR. Muslim).
 
Imam Nawawi menjelaskan bahwa puasa pada hari-hari tersebut sangat dianjurkan. Khususnya pada tanggal sembilan (yakni Hari Arafah) bagi yang tidak berada di Arafah. 
 
3. Tasbih, Tahlil, dan Takbir
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada hari yang amal ibadahnya lebih utama daripada ibadah di 10 hari awal Dzulhijjah. Kerena itu, perbanyaklah tasbih, tahlil, dan takbir." (HR Ahmad 7/224, shahih) 
 
Takbir ini dibagi dua: 
a. Muthlaq, yaitu bertakbir di berbagai kesempatan sejak malam tanggal 1 sampai 13 Dzulhijjah sebelum matahari tenggelam. 
 
b. Muqayyad, yaitu bertakbir selepas shalat fardlu sejak tanggal 9 Dzulhijjah setelah shalat Subuh hingga tanggal 13 Dzulhijjah setelah shalat Ashar. 
 
4. Shalat Idul Adha
Shalat Ied pada Hari Raya Qurban merupakan salah satu syiar Islam terbesar yang tidak pernah ditinggalkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau menyuruh manusia seluruhnya untuk keluar menunaikan shalat Ied di musholla (tanah lapang). 
 
Bahkan gadis-gadis belia dan wanita haidh juga diperintahkan keluar serta disuruh menjauhi lokasi shalat. (HR Bukhari 1/93 dan Muslim no 890)
 
5. Berqurban (Udhiyah)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa ada ke lapangan rezki namun enggan berqurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami". (HR Ibnu Majah no 3123)
 
Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim: “Apabila engkau telah memasuki 10 hari pertama (bulan Dzulhijjah) sedangkan di antara kalian ingin berqurban, maka janganlah dia menyentuh (memotong) sedikitpun bagian dari rambut dan kukunya.”
 
Jadi bagi yang hendak berqurban dilarang memotong rambut dan kuku sejak malam tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewan qurbannya disembelih. 
 
6. Memperbanyak Amal Shalih
Selain amalan di atas, disyariatkan shalat fardlu dijaga di awal waktu dan gemar memperbanyak shalat-shalat nawafil (sunah). Ini merupakan ibadah paling utama. 
 
Termasuk amal shalih adalah puasa (sunnah), membaca Al Qur'an, dzikir dan doa, sedekah, amar ma'ruf nahi munkar, taklim serta menuntut ilmu, silaturahmi, birrul walidain (berbakti kepada kedua org tua), menjenguk orang sakit, dan amalan yang disyariatkan lainnya. Wallahu a'lam bish-shawab.
Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 1230 Kali
Berita Terkait

0 Comments