Nasional /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 14/05/2020 13:52 WIB

Waspada! Ini Perbedaan Nyata Daging Sapi dengan Daging Babi

Ilustrasi daging sapi (istimewa)
Ilustrasi daging sapi (istimewa)
DAKTA.COM - Menjelang hari raya Idul Fitri, biasanya masyarakat Indonesia mencari daging sapi untuk diolah menjadi makanan khas hari raya seperti rendang.
 
Karena tingginya peminat, harga daging sapi biasanya melonjak tinggi di pasaran. Hal ini yang banyak dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk mencampur daging sapi dengan daging babi agar mendapatkan keuntungan berlipat.
 
Mengutip laman halalmui.org, Dr. Ir. Joko Hermanianto yang merupakan Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), membagikan 5 tips untuk membedakan secara kasat mata antara daging sapi dengan daging babi.
 
Simak 5 perbedaanya, adalah: 
 
1. Warna Daging
Warna daging babi lebih pucat dari daging sapi. Warna daging babi mendekati warna daging ayam. Namun perbedaan ini tak dapat dijadikan pegangan utama, karena warna pada daging babi oplosan biasanya dikamuflase dengan pelumuran darah sapi. 
 
Meski demikian, kamuflase ini dapat dihilangkan dengan perendaman dengan air selama beberapa jam. Selain itu, ada bagian tertentu dari daging babi yang warnanya mirip sekali dengan daging sapi sehingga sangat sulit membedakannya.
 
2. Serat Daging
Dari segi serat perbedaan terlihat dengan jelas antara kedua daging ini. Pada sapi, serat-serat daging tampak padat dan garis-garis seratnya terlihat jelas. Sedangkan pada daging babi, serat-seratnya terlihat samar dan sangat renggang. Perbedaan ini semakin jelas ketika kedua daging direnggangkan secara bersamaan.
 
3. Lemak Daging
Perbedaan lemak terdapat pada tingkat keelastisannya. Daging babi memiliki tekstur lemak yang lebih elastis sementara lemak sapi lebih kaku dan berbentuk. Pada sapi, lemak ada yang tampak padat dan sebagian lagi berbentuk serat yang menempel pada daging. Sedangkan pada daging babi, gumpalan lemak terkumpul pada ruas tertentu dan berlapis.
 
Selain itu, lemak pada babi sangat basah dan sulit dilepas dari dagingnya. Sedangkan lemak sapi agak kering dan tampak berserat. Namun, kita harus berhati-hati karena pada bagian tertentu seperti ginjal, penampakan lemak babi hampir mirip dengan lemak sapi.
 
4. Tekstur Daging
Tekstur pada daging sapi lebih kaku dan padat dibanding dengan daging babi yang lembek dan mudah diregangkan. Melalui perbedaan ini sebenarnya ketika kita memegangnya pun sudah terasa perbedaan yang nyata antara keduanya. Tekstur daging babi sangat kenyal dan mudah direkahkan. Sementara daging sapi terasa solid dan keras sehingga cukup sulit untuk diregangkan.
 
5. Aroma Daging
Daging babi memiliki aroma khas, sementara aroma daging sapi adalah anyir seperti yang telah diketahui semua masyarakat. Aroma inilah yang dapat menjadi senjata paling ampuh untuk membedakan daging sapi dan daging babi. Berbeda dengan warna yang bisa dikamuflase dan dicampur, aroma kedua daging ini tetap dapat dibedakan.
 
Sayangnya kemampuan membedakan melalui aromanya ini membutuhkan latihan yang berulang-ulang karena memang perbedaannya tidak terlalu signifikan. Jadi agak sedikit susah bagi kita yang belum pernah sama sekali mencium bau daging babi.
 
Perlu diketahui juga, biasanya daging sapi yang dioplos dengan daging babi ini tidak akan terus diletakkan di meja penjual, melainkan hanya akan dikeluarkan ketika ada yang bertanya mengenai daging murah. Untuk itu, masyarakat sebaiknya waspada bila ada penjual yang menjual dagingnya lebih murah dibandingkan dengan penjual lainnya. **
Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : halalmui.org
- Dilihat 702 Kali
Berita Terkait

0 Comments