Nasional / Ekonomi /
Follow daktacom Like Like
Senin, 06/04/2020 11:47 WIB

Dampak Ekonomi dari Wabah Virus Corona Bagi Indonesia

Ilustrasi grafik pertumbuhan ekonomi
Ilustrasi grafik pertumbuhan ekonomi
JAKARTA, DAKTA.COM - Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron menyebut mewabahnya virus corona ini sangat berdampak terhadap ekonomi di Indonesia. Seperti melemahnya nilai tukar rupian, naiknya inflasi, dan potensi menurunya pertumbuhan ekonomi sangat berdampak terhadap pendapatan dan daya beli masyarakat. 
 
Menurutnya, BUMN juga terdampak dengan situasi saat ini, meski sebelum ada wabah virus corona kondisi dan performa beberapa BUMN sedang kurang baik. 
 
"Diawal sidang masa periode ini, Menteri BUMN telah menyampaikan roadmapnya di Komisi VI DPR, dimana targetnya dapat meningkatkan deviden sebesar 50% dari perolehan deviden tahun 2019, namun rapat yang lalu dengan situasi ekonomi global dan nasional seperti saat ini, deviden justru akan turun sebesar 50 % dari perolehan 2019. Berarti hampir seluruh BUMN akan menurun pendapatannya," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/4).
 
Ia menyampaikan, atas situasi ini Kementerian BUMN melakukan pemetaan berdasarkan portofolio BUMN, meski dinamis hasilnya : 9,1% dipertahankan dan dikembangkan, 6,3% dilakukan transformasi, 68% melakukan konsolidasi, 8,2% diutamakan untuk pelayanan publik, dan 8,2% divestasi dan bermitra.
 
"Artinya akan ada perampingan BUMN agar lebih efisien dan efektif untuk menghasilkan laba, selain melaksanakan penugasan pemerintah," ucapnya.
 
Ia mencontohkan, Bulog yang dulu survive dan memperoleh laba dengan melaksanakan penugasan Raskin/rastra, setelah berubahnya penugasan terus menurun dan dalam situasi seperti ini menghadapi tekanan utang jangka pendek karena kekurangan kas dan inventory yang menumpuk. 
 
"PLN juga akan terdampak dengan pelemahan nilai tukar rupiah dan subsidi yang naik signifikan, serta BUMN Karya yang juga akan menghadapi masalah," ungkapnya.
 
Ia menuturkan, situasi seperti ini memang berat, namun demikian pihaknya tetap optimis dan mendorong agar Menteri BUMN melahirkan strategi dan cara menghadapinya, serta mempersiapkan manajemen resiko dan mitigasi yang tepat agar bisa menjaga kinerja BUMN dan bahkan kedepan meningkatkannya. **
Reporter : Boy Aditya
Editor : Asiyah Afiifah
- Dilihat 7740 Kali
Berita Terkait

0 Comments