Program / Jendela Wirausaha /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 24/01/2020 17:34 WIB

Sajian Kuliner Maroko di Senopati

makanan di marrakech cuisine
makanan di marrakech cuisine
JAKARTA, DAKTA.COM - Menjelajahi spot destinasi kuliner di Jakarta tak akan pernah ada habisnya. Seperti kawasan Wolter Monginsidi yang sudah banyak dikenal sebagai tempatnya kuliner Korea, bahkan sebagian orang menyebut daerah ini sebagai kawasan Kampung Korea di Jakarta.
 
Di tengah-tengah ragam kuliner Korea di bilangan Senopati, nampak ada spot destinasi kuliner yang cukup berbeda dari kuliner lainya, ya dialah restoran Marrakech Cuisine yang menyajikan menu khas masakan Maroko.
 
“Nama Marrakech sendiri diambil dari kata marrakesh yang artinya mutiara dari Selatan. Ia merupakan kota di Barat daya Maroko, di kaki Pegunungan Atlas,” ungkap pemilik restoran, Maria Rotinsulu El Mourabiti di Jakarta, Jumat (24/01). 
 
Restoran Maroko yang berada di bilangan Wolter Monginsidi nomor 39 Jakarta ini menyuguhkan beragam masakan Maroko, antara lain Lamb Shank with Prune, Beef Tagine Raisin, Couscous by Fatimah El Baamri, Kofta Tagine Lamb or Beef atau bakso Maroko tanpa tepung alias murni daging.   
 
Maria memang senang masakan Maroko, bahkan ia belajar hingga dua tahun untuk bisa mendapatkan cita rasa khas masakan Maroko. Ilmu masak yang ia dapatkan dari Maroko, ia tularkan kepada sejumlah juru masak di Indonesia. 
 
“Saya dan suami suka makanan Maroko, akhirnya kami membuat tempat ini, karena kami yakin penikmat menu otentik Maroko masih banyak di Jakarta ini. Menu Maroko selalu punya cerita setiap kita bersantap,” imbuh Maria.
 
Selain masakan, Maria juga menyajikan nuansa suasana Maroko yang sangat kental lewat dekorasi maupun ornamen. Sehingga, ketika berkunjung ke restoran ini serasa pelesir ke Maroko meski sebenarnya berada di Jakarta. 
 
Bagi penjelajah rasa yang ada di Jakarta, jangan lewatkan untuk menjajal eksotika masakan Maroko ini. Soal harga, cukup terjangkau yaitu rata-rata Rp.60.000 rupiah. 
 
“Makanan Maroko sekarang banyak diminati. Masakan ini memang mengandung unsur yang agak pedas, sehingga mungkin lebih mengena dan diterima lidah orang Indonesia,” ungkapnya.
 
Menurut Maria, sebagian besar masakannya mengandung gizi tinggi seperti saffron, minyak zaitun, minyak samin, daun ketumbar, bawang Bombay yang semuanya disajikan secara fresh. 
 
Restoran Maroko ini juga menyajikan menu masakan Timur Tengah yang sudah taka sing lagi di Indonesia, yaitu menu Nasi Biryani dan Nasi Mandhi. 
 
“Jika tanggal 25 Januari diperingati Hari Gizi Nasional, maka tepat jika datang ke Marrakech yang masakanya menyajikan menu bergizi tinggi,” tuturnya.
 
Dalam rangka memperkenalkan masakan Maroko kepada umat Islam di Jakarta, Maria juga siap memberikan diskon hingga 10 persen untuk anggota yang memiliki kartu tanda anggota ormas Islam. 
 
“Diskon untuk anggota ormas ini berlaku selama tahun 2020 saja, jadi silakan mencoba masakan khas Maroko, sembari menikmati alunan musik Maroko dan nuansa khas Maroko,” ujarnya. **
Reporter : Boy Aditya
Editor : Dakta Administrator
- Dilihat 678 Kali
Berita Terkait

0 Comments