Bekasi / Kabupaten /
Follow daktacom Like Like
Selasa, 21/01/2020 15:28 WIB

Nelayan Harap Pemkab Bekasi Fasilitasi Persoalan Ganti Rugi Pertamina

Limbah Pertamina yang mencemari laut
Limbah Pertamina yang mencemari laut
CIKARANG, DAKTA.COM - Nelayan di Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi meminta pemerintah daerah memfasilitasi pembayaran ganti rugi pencemaran oli oleh PT Pertamina di Laut Jawa.
 
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, Surlin mengatakan kondisi nelayan saat ini memprihatinkan, musim yang tidak menentu mempengaruhi jumlah tangkapan ikan.
 
Selain itu, tumpahan oli Pertamina yang bocor di Laut Utara Jawa khususnya di wilayah Karawang, Bekasi dan sebagian Jakarta beberapa waktu lalu juga sangat merugikan nelayan.
 
"Ganti rugi tahap pertama sudah diberikan, kini tinggal tahap kedua yang belum diberikan," ucapnya.
 
Jumlahnya, ada sebanyak 2200 petambak dan nelayan yang ada di Kecamatan Muaragembong, 700 orang warga Desa Pantai Bakti, sementara 1500 orang warga Desa Pantai Bahagia.
 
"Kami berharap agar hal itu bisa difasilitasi oleh Pemkab Bekasi," ujarnya.
 
Surlin juga berharap agar pemerintah daerah melakukan normalisasi muara karena terdapat pendangkalan.
 
Sebab, ia mengaku banyak kapal-kapal nelayan yang tidak bisa berlayar akibat adanya pendangkalan tersebut.
 
Selain itu, lampu mercusuar juga perlu dipasang di beberapa titik agar menjadi lampu penerangan bagi nelayan serta pemberian fasilitas alat tangkap.
 
Sementara berdasarkan data, dari 74 kilometer bibir pantai yang ada di Kabupaten Bekasi, jumlah nelayan ada sebanyak 4000, di musim saat ini banyak nelayan dari luar daerah yang singgah ke Kabupaten Bekasi untuk mencari ikan, jumlahnya 300 sampai 400 nelayan. **
 
Reporter : Ardi Mahardika
Editor : Asiyah Afiifah
- Dilihat 471 Kali
Berita Terkait

0 Comments