Program / Apa Kata Netizen /
Follow daktacom Like Like
Ahad, 15/12/2019 14:29 WIB
#Apa kata Netizen Eps 36

Lanjutkan Kartu Sehat Pak Wali

Contoh Kartu Sehat Berbasis NIK
Contoh Kartu Sehat Berbasis NIK

 

BEKASI, DAKTA.COM - Netizen, Pemerintah Kota Bekasi akan menghentikan Jaminan Kesehatan Daerah Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (Jamkesda KS-NIK) mulai 1 Januari 2020 mendatang.


Dalam Surat Edaran Walikota, dasar penghentian program ini adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 33 tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2020 terutama dalam bagian H poin 8

 

Isi dari pedoman tersebut adalah Bahwa Pemerintah Daerah tidak diperkenankan mengelola sendiri (sebagian atau seluruhnya) Jaminan Kesehatan Daerahnya dengan manfaat yang sama seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), termasuk mengelola sebagian Jaminan Kesehatan Daerahnya dengan skema ganda.

 

Keputusan ini pun menuai pro dan kontra salah satunya dari warga Kota Bekasi Bapak Abdul  yang tinggal di mustika jaya, “Saat menjelang Pilkada Kartu sehat cepat didapatkan, cukup dengan KTP langsung jadi, setelah Pilkada mau dihapus, ini program politik saja” paparnya

 

Netizen tahukah anda?, Kartu Sehat (KS) Bekasi berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebenarnya sudah menjadi layanan favorit warga Kota Bekasi dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Kebanyakan mereka lebih memilih KS-NIK ketimbang BPJS Kesehatan.

 

Akan tetapi kebijakan KS-NIK yang digagas oleh Walikota Bekasi Rahmat Effendi sejak 2017 inu terus mendapat sorotan sejumlah kalangan. Pasalnya, keberadaan KS-NIK dianggap bertentangan dengan program layanan kesehatan Pemerintah Pusat.

 

Jika harus sampai terjadi KS-NIK dihilangkan Pepen tidak mempermasalahkan. Akan tetapi semua kembali lagi ke masyarakat Kota Bekasi.

 

Sementara itu jika ada yang menyatakan KS itu menjadi suatu hal kampanye politik, Rahmat Effendi dengan tegas menjawab setiap kampanye politik harus memberikan program positif bagi masyarakat.

 

Beberapa komentar netizen pun meramaikan komentar dalam postingan instagram @radiodakta mengenai kabar Kartu  Sehat berbasis NIK ini akan dihentikandi awal tahun 2020. Pemilik akun instagram @Raysha mengatakan, biasa janji kampanye...tapi  setidaknya pelayanan dirumah sakit umum Bekasi semakin baik.

 

@bangda mengatakan, kalo saya baca dihentikannya bukan oleh walikota..tapi perintah dari Mendagri... Coba baca deh... Saya gak memihak Walikota ya...cuman kebijakan daerah ditentang sama kemendagri... Sedih ya sedih warga bekasi... Tapi keputusan itu imbas dari kebijakan pusat..kurang lebih begitu ...

 

 

Komentar Netizen IG @radiodakta

 

Selain instagram, media sosial facebook @siaran radio dakta juga dipadati komentar netizen seperti @Ratna Nurul Aina sudah kuduga padahal tiap daerah punya hak otonomi sendiri, apakah pemangku jabatan lupa atau hak otonom tersebut dicabut paksa demi membayar hutang-hutang negara? Astaghfirulloh hal adziem, terlalu jika kaum Bani Cebi masih tdk menyadari hal tersebut.

 

Komentar lainnya @Aril Ramadhan mengatakan, selamat menikmati 2 priode semua akan meroket di 2020 bagi pendukung jokowi di larang keras mengeluh.

 

Komenter Netizen FB @siaran radio dakta

 

Netizen Menanggapi kritik dan masukan dari warganet dan masyrakat Kota Bekasi, Walikota Bekasi Rahmat Efendi mengatkan pemkot masih mengupayakan sistem jaminan kesehatan daerah sebagai penyempurnaan KS-NIK. Namun pepen belum bisa memastikan kapan sistem jaminan kesehatan daerah yang telah disempurnakan berlaku.

 

Netizen bagaimana menurut anda?

Apakah anda mendukung Walikota bekasi untuk mempertahankan KS NIK ini?

 

Editor : Hanna Ritonga
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 669 Kali
Berita Terkait

0 Comments