Program / Apa Kata Netizen /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 11/12/2019 18:39 WIB
#Apa Kata Netizen Eps 35

Rezim Islamophobia (PAUD dicurigai)

Ilustrasi Anak anak PAUD 2
Ilustrasi Anak anak PAUD 2

BEKASI, DAKTA.COM - Netizen, Beberapa hari yang lalu Wakil Presiden Bapak Maruf Amin membuat pernyataan mengenai banyaknya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mengajarkan radikalisme. Banyak kalangan heran dengan pernyataan tersebut, ajaran radikalisme seperti apa yang dimaksudkan oleh Wapres agar tidak dianggap sebagai wacana yang terlalu mengada-ada.

 

Jika Para Guru dinilai mengajarkan radikalisme terkait menceritakan sejarah yang berdarah-darah, maka itu belum tentu bermakna radikalisme. Bisa jadi itu karena gurunya kurang memahami cara yang tepat dalam menyampaikan kisah sejarah kepada anak-anak PAUD.


Wawancara Dakta bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), Prof. Dr. Netty Herawati mengatakan, seharusnya Wakil Presiden Ma’ruf Amin tidak langsung membuat pernyataan yang meresahkan. Selidiki dahulu berdasarkan riset, misalnya PAUD mana yang dikategorikan radikalisme.

 

Sementara itu, ketika pelabelan radikalisme terjadi terhadap para pengajar PAUD, pasti akan menimbulkan banyak perdebatan, terutama bagi para pegiat PAUD. Mereka pasti kecewa bahkan bisa jadi marah dengan sangkaan yang belum tentu benar. Begitu juga dengan masyarakat umum.

 

Salah satu warga Bekasi memberikan pendapatnya “Saya menyayangkan beliau (Wapres Ma’ruf Amin) mengatakan begitu, saya melihat sendiri kualitas PAUD sendiri tidak terpapar, saya juga mengecek beberapa kecamatan di rawalumbu” Papar Chandra

 

Tidak hanya Pendidik saja yang menanggapi pernyataan wapres bahwa PAUD terpapar Radikalisme. Warganet juga ramai memberikan komentar pada postingan instagram @radiodakta mengenai hal tersebut, diantaranya dari @eni_rainy1412 mengatakan, Lebay banget ini, sehari-hari sama anak paud tuh lucu ko dibilang radikal.

 

Komentar lainnya, dari pemilik akun instagram @indah_ak mengatakan, aku mah selow.  Aku tau kok pemerintah sekarang takut ideologinya diganti sama sistem khilafah, sampe sealergi itu, jadi lucu..Padahal nanti bakal binasa juga sebagaimana firman Allah SWT. Kita liat aja nanti.

 

Komentar Netizen IG @radiodakta

 

Selain instagram, postingan fan page facebook @siaran radio dakta, juga dipenuhi komentar warganet, beberapa netizen yang memberikan opini nya @Agung Pujia Nugraha mengatakan, radikalisme ada di setiap nafas kita, karena udara yang kita hirup tidak lagi sehat. Radikal itu aja dulu yg dimusnahin pak kyai radikal bebas.

 

Berikutnya pemilik akun facebook @Vera Isnaeny berkomentar saya mantan guru PAUD. Apakah Radikal itu artinya kalo kita mengajarkan do'a mau makan, mau tidur, masuk kamar mandi dan lainnya secara Islami? Atau apa sih gak faham. Dan pemilik akun facebook @Twidayati Bandi juga ikut beropini,  saya tuh prihatin  sepertinya ada pengalihan issue nih, dan sengaja menambah gaduh suasana, Biar orang sibuk bahas tentang topic ini, sehingga ga sempat bahas hal lain yang penting dan bermanfaat utk membuat negeri ini lebih baik.

 

 Komentar Netizen FB @siaran radio dakta

 

Sementara itu, Organisasi Wanita Muhammadiyah 'Aisyiyah, angkat bicara soal pernyataan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin tentang sebagian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diduga terpapar radikalisme.

 

Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini mengatakan, pernyataan tersebut dinilai bisa berdampak luas, menimbulkan prasangka yang membuat pengelola dan guru-guru PAUD tidak nyaman.

 

Manakala ada kasus radikalisme mestinya disikapi dan diambil langkah kehati-hatian yang tinggi agar lembaga pendidikan seperti PAUD tidak menjadi sasaran dan pandangan yang negatif yang merugikan kepentingan dunia pendidikan di Indonesia.

 

Netizen, kita berharap sepatutnya para pejabat lebih arif dan bijaksana dalam memberikan pernyataan. Perlu diketahui juga oleh pejabat, sangat banyak guru-guru dan pengelola PAUD berkhidmat sebagai relawan dengan ikhlas demi mencintai anak Indonesia.

 

Nah bagaimana dengan anda? Percayakah anda, PAUD terpapar Radikalisme?atau ini hanya pengalihan isu saja?

Editor : Hanna Ritonga
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 701 Kali
Berita Terkait

0 Comments