Nasional / Politik dan Pemerintahan /
Follow daktacom Like Like
Sabtu, 07/09/2019 15:30 WIB

Puluhan Anggota AMPG Geruduk Kantor DPP Partai Golkar

Puluhan Anggota AMPG Geruduk Kantor DPP Partai Golkar
Puluhan Anggota AMPG Geruduk Kantor DPP Partai Golkar
JAKARTA, DAKTA.COM  - Puluhan anggota Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) kembali mendatangi DPP Partai Golkar. Mereka ingin bertemu dengan pengurus DPP Partai Golkar untuk menyampaikan aspirasi. Namun, tidak diizinkan masuk ke dalam kantor DPP Partai Golkar.
 
"Kita datang ke rumah kita sendiri untuk menyampaikan aspirasi kepada Pengurus DPP. Namun, sama seperti sebelumnya, kita tidak diizinkan masuk ke dalam kantor DPP. Kalau memang kami tidak boleh masuk, Ketua Umum yang berada di dalam gedung harusnya keluar menemui kami, bukan malah bersembunyi," ujar Ketua PP AMPG Adi Baiquni kepada wartawan di depan Kantor DPP Partai Golkar, Slipi pada Sabtu (7/9).
 
Adi menyesalkan dilarangnya pengurus dan anggota DPP Partai Golkar untuk masuk ke dalam kantor DPP. Gaya kepemimpinan Airlangga yang otoriter, diskriminatif, serta menjadikan Partai Golkar nyaris sebagai milik pribadi, telah memicu konflik dan perpecahan dalam tubuh Partai Golkar.
 
Adi juga menyorot sikap otoriter Airlangga ketika memberhentikan sejumlah ketua Golkar di kabupaten/kota tanpa melalui mekanisme yang benar.
 
 
"Ditambah lagi dengan sikap loyalis yang membela secara membabi buta dengan mengatakan bahwa Airlangga memiliki hak veto layaknya seorang Presiden. Padahal, Partai Golkar tidak pernah mengenal kata hak veto, melainkan semuanya didasarkan pada musyawarah mufakat," ujar Adi.
 
Adi mengatakan meski telah didesak berkali-kali untuk mengadakan Rapat Pleno oleh Pengurus Harian dan Pengurus Pleno DPP Partai Golkar, bahkan sampai tahap Mosi Tidak Percaya dinyatakan oleh 143 unsur pengurus DPP Partai Golkar, namun Airlangga tidak pernah menghiraukannya.
 
"Di samping itu, kegagalan Airlangga dalam menahkodai Partai Golkar harus menjadi bahan evaluasi kita bersama. Airlangga telah gagal mencapai target suara dan kursi Golkar di Pemilu 2019," tutupnya.
 
 
Reporter : Boy Aditya
Editor : Dakta Administrator
- Dilihat 326 Kali
Berita Terkait

0 Comments