Nasional / Teknologi /
Follow daktacom Like Like
Senin, 12/08/2019 14:15 WIB

Prediksi Kekuatan Gempa Bumi

Ilustrasi jalan retak akibat gempa
Ilustrasi jalan retak akibat gempa
DAKTA.COM - Oleh Anna Florentino (Koresponden Universitas Harvard)
 
Gelombang utama seismik menjadi sebuah petunjuk awal dari kekuatan utama gempa bumi.
 
Para peneliti akan lebih cepat memprediksi sebuah gempa berkat adanya penemuan baru dari Marine Denolle, asisten profesor dari Departemen Ilmu Bumi dan Sains (EPS), Universitas Harvard, AS.
 
“Seperti sebuah gempa besar yang terjadi di San Andreas, yang mengguncang selama kurang lebih 50 detik, kami mampu memprediksi besaran guncangannya sekitar 2 sampai 5 detik setelah guncangan seismik yang pertama,” ucap Denolle, seorang peneliti senior dari EPS, Universitas Harvard seperti dilansir dari Harvard Gazette.
 
Denolle beserta timnya menggunakan data-data produk dan membuat model numerik untuk memprediksi besaran dari guncangan gempa 10 sampai 15 detik lebih cepat dari hitungan algoritma per detik. Prediksi itu bisa menjadi waktu yang cukup bagi orang-orang untuk keluar dari sebuah bangunan atau bagi para pegawai untuk segera berhenti bekerja sebelum guncangannya terjadi.
 
“Hasil penelitian kami, secara teknis terlihat lebih sederhana, dimana terdapat sebuah jawaban yang tidak hanya perihal dinamika dari gempa bumi, tetapi juga untuk memprediksi aktivitas gempa bumi sebelum gempa bumi itu berakhir,” ujar Denolle.  
 
Meski masih belum menemukan cara untuk memprediksi gempa sebelum bencana gempa terjadi, sistem deteksi saat ini sudah dilengkapi dengan serangkaian sensor untuk mengirimkan sinyal agar menentukan lokasi dan besaran guncangan.
 
Para peneliti berharap hasil kerja mereka dapat terus berkembang dan suatu hari dapat membantu mengembangkan perhitungan algoritma sebagai peringatan dini dari bencana alam gempa bumi. 
 
Untuk mewujudkan hal itu, mereka akan berfokus dalam menentukan akurasi dari frekuensi sinyal tinggi dari gempa bumi agar lebih memahami perihal dinamika gempa tersebut. (Rizki Nur Aini)
Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : Harvard Gazette
- Dilihat 292 Kali
Berita Terkait

0 Comments