Nasional / Politik dan Pemerintahan /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 07/08/2019 16:28 WIB

Golkar Lemah Akibat Ketum Merangkap Menteri

Rapat Barisan Pemuda Partai Golkar di Hotel Sultan
Rapat Barisan Pemuda Partai Golkar di Hotel Sultan
JAKARTA, DAKTA.COM - Inisiator Barisan Pemuda Partai Golkar, Abdul Aziz menyatakan posisi Ketum Partai Golkar saat ini sangat lemah dalam posisi tawar kepada pemerintah. 
 
"Posisi politik Partai Golkar saat ini menjadi sirna karena Ketum juga merangkap jabatan sebagai menteri. Menteri itu posisinya adalah bawahan Presiden," papar Aziz di Hotel Sultan Senayan, pada Rabu (7/8).
 
Aziz membandingkan dengan posisi Ketua Umum mereka sebelumnya, Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI yang sejajar dengan Presiden sehingga daya tawar politik Partai Golkar cukup kuat dalam mempengaruhi kebijakan pemerintah. 
 
"Pak Novanto juga merangkap jabatan, tapi posisi Ketua DPR ini sejajar dengan Presiden sehingga posisi tawarnya cukup kuat, sementara Pak Airlangga saat ini posisinya menteri," imbuhnya. 
 
Menjelang Munas Partai Golkar, muncul dua tokoh yang akan berpeluang besar untuk memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut, yakni Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo. Munas ini dilaksanakan untuk memilih kepengurusan yang baru periode 2019-2024. 
 
Sebelumnya pada Munas 2014 lalu, Partai Golkar sempat terbelah menjadi dua kubu yakni kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono. Kedua kubu ini sepakat untuk islah pada tahun 2016 dan menunjuk Setya Novanto untuk menjadi Ketua Umum. Namun setahun kemudian, Novanto terjerat kasus korupsi KTP elektronik dan digantikan oleh Airlangga Hartarto. **
 
Reporter : Boy Aditya
Editor : Asiyah Afiifah
- Dilihat 311 Kali
Berita Terkait

0 Comments