Nasional / Pendidikan /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 05/07/2019 14:59 WIB

KPAI: Kisruh PPDB Karena Sekolah Negeri Belum Merata

Konpres KPAI soal sistemPPDB
Konpres KPAI soal sistemPPDB
JAKARTA, DAKTA.COM - KPAI menggelar ekspose mengenai hasil pengawasan dan pengaduan terhadap sistem PPDB melalui zonasi yang dibuka sejak 20 Juni lalu. 
 
Dari paparan oleh Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan pihaknya telah menerima sebanyak 95 pengaduan dimana keluhan paling banyak adalah mengenai PPDB pada jenjang SMA dengan 46 pengaduan. 
 
"Sementara pengaduan berdasarkan wilayah paling banyak berasal dari Provinsi Jawa Timur yang ada di 11 Kabupaten dan Kota. Kemudian Jawa Barat ada di 8 Kabupaten/Kota," papar Retno di Gedung KPAI, Menteng, pada Jumat (5/7).
 
Retno memaparkan jenis pengaduan paling banyak dikeluhkan adalah pengukuran jarak dari sekolah ke rumah tidak tepat sehingga merugikan pihak pengadu serta tidak meratanya sekolah negeri di tiap wilayah. 
 
"Sebenarnya sistem zonasi ini didukung oleh masyarakat, namun jumlah sekolah negeri belum merata penyebarannya. Di Kota Bogor misalnya, ada 260 SDN, tetapi hanya ada 20 SMPN dan 10 SMAN," imbuhnya. 
 
Sistem Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi perbincangan hangat di masyarakat. PPDB 2019 dengan sistem zonasi berdasarkan jarak rumah ke sekolah, bukan berdasarkan nilai ujian nasional dan nilai rapor, menimbulkan pro dan kontra. 
 
Tujuan pemerintah menghilangkan predikat sekolah favorit nyatanya belum dapat diimplementasikan secara sempurna. Hal ini terlihat dari munculnya berbagai masalah yang dihadapi masyarakat selama pelaksanaan PPDB tahun ini seperti kurangnya sosialisasi, ketersediaan sekolah negeri yang belum merata, hingga sejumlah masalah teknis lainnya. **
Reporter : Boy Aditya
Editor : Asiyah Afiifah
- Dilihat 430 Kali
Berita Terkait

0 Comments