Nasional /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 08/08/2018 15:32 WIB

Ahli Geologi: Gempa Kecil di Lombok Hampir Terjadi Setiap Tahun

Bangunan roboh akibat gempa yang melanda Lombok, NTB, Ahad (29/7) (Istimewa)
Bangunan roboh akibat gempa yang melanda Lombok, NTB, Ahad (29/7) (Istimewa)
LOMBOK, DAKTA.COM - Gempa bumi yang terjadi di Lombok Ahad (5/8) kemarin, masih menyisakan keprihatinan masyarakat Indonesia. Isu-isu mengenai kemungkinan gempa susulan dan tsunami terus menghantui masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat. 
 
Peneliti dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Nusa Tenggara, Kusnadi sebelumnya pernah melakukan penelitian terkait peranan ahli geologi di NTB dalam indikasi bencana geologi. Dalam penelitiannya, Kusnadi memaparkan bagaimana potensi tsunami, gempa bumi, dan banjir di wilayah Nusa Tenggara Barat.
 
Sebelumnya, merujuk dari hasil penelitian beberapa ahli, Ikatan Ahli Geologi Indonesia, memprediksikan akan ada dua gempa besar yang terjadi di NTB. Menurut Kusnadi, ada dua perspektif dalam ilmu geologi mengenai gempa yang terjadi di Lombok kemarin.
 
“Dari perspektif geologi, ada dua kemungkinan. Gempa yang pertama terjadi tanggal 29 Juli dianggap sebagai gempa awal dan yang dianggap gempa utamanya adalah yang tanggal 5 Agustus. Sedangkan ada juga yang melihat dari sisi lain bahwa gempa pertama itu berbeda segmen dengan gempa yang kedua,” jelasnya saat dihubungi Dakta (8/8).
 
Kusnadi juga menambahkan bahwa ratusan gempa susulan yang terjadi setelah gempa utama Ahad lalu, dari jarak gempanya, memang terjadi hampir setiap tahun, sementara untuk gempa yang memiliki daya rusak tinggi terjadi tiga sampai empat tahun.
 
“Memang biasanya dari jarak kegempaannya, hampir setiap tahun terjadi gempa yang terasa. Dan, sekitar tiga atau empat tahun itu terjadi gempa yang cukup merusak,” ucapnya. (Inayah)
Editor : Asiyah Afifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 177 Kali
Berita Terkait

0 Comments