Bekasi /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 12/07/2018 10:37 WIB

TGB: Perbedaan Politik Jangan Buat Umat Terpecah

Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi atau TGB
Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi atau TGB
JAKARTA, DAKTA.COM - Dukungan Gubernur NTB, TGH Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melanjutkan kepemimpinannya pada Pilpres 2019 mendatang, menuai pro dan kontra di masyarakat.
 
Terkait hal itu, TGB mengatakan bahwa dukungannya kepada Jokowi atas dasar mempertimbangkan kemaslahatan umat dan ia melihat jika Presiden Jokowi memang belum sempurna dalam menangani permasalahan di Indonesia, tapi pembanguan infrastruktur oleh Jokowi sudah banyak dirasakan masyarakat.
 
"Dukungan saya ke Pak Jokowi bukan karena kesempurnaan, tapi ini mempertimbangkan maslahat dan mudharatnya," ujar TGB ketika dihubungi Radio Dakta, Kamis (12/7).
 
Misalnya permasalahan di bidang ekonomi dan hukum, menurutnya ekonomi di Indonesia ada beberapa indikator permasalahan seperti pelemahan rupiah karena faktor eksternal akibat perang dagang di dunia dan hukum yang belum tuntas khususnya kepada kasus beberapa tokoh ulama.
 
"Ada kasus yang melibatkan beberapa tokoh ulama dan umara. Nah itu yang masih belum tuntas penanganan hukumnya. Tapi jangan juga berarti saya mendukung Pak Jokowi kita akan diam, kalau ada hukum yang kurang tepat ditegakkan atau ada pelaksanaan penegakan hukum yang tebang pilih, harus kita tetap suarakan ," jelas TGB.
 
TGB mengakui bahwa memang ada sebagian dari janji-janji Jokowi yang belum dipenuhi. TGB tetap melihat semuanya dari sisi positif dan negatifnya.
 
"Kalau ada ketidaktercapaian apakah karena faktor dia malas atau ada faktor eksternal diluar kemampuannya. Menurut saya sebagian dari janji-janji itu memang belum bisa dilaksanakan sampai sekarang dan belum tertunaikan bukan karena tidak ada upaya tetapi memang kondisi objektif yang masih belum bisa untuk mencapai janji itu," ucap TGB.
 
Ia menyampaikan, memang dari keputusan pribadinya kepada Presiden Jokowi banyak dari umat yang merasa kecewa. Ia pun memakluminya karena dalam kontestasi politik memang banyak perbedaan pendapat dan itu hal yang wajar.
 
"Perbedaan politik pada Pilpres 2019 jangan membuat kita terpecah. Tetap menjaga semangat ukhuwah persaudaraan dan jangan berlebih-lebihan mencintai sesorang karena sering kali kecewa. Seperti disampaikan Rasulullah, mencintai dan membenci dengan proporsional karena proporsional itu baik dalam hubungan sososial," tutupnya.
Editor : Asiyah Afifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 317 Kali
Berita Terkait

0 Comments