Nasional / Politik dan Pemerintahan /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 13/10/2017 12:00 WIB

Penanam Modal Asing Jajaki Investasi Pariwisata di Indonesia

Ilustrasi Wisata Lombok
Ilustrasi Wisata Lombok
BANDUNG_DAKTACOM: Investor dari London, Paris dan New York menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Indonesia. Mereka pun mulai menjajaki kelaikan investasi di sektor pariwisata di Indonesia. 
 
Hal tersebut diketahui setelah Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya didampingi Ketua Tim Pokja 10 Destinasi Prioritas, Hiramsyah S Thaib yang menerima audiensi CEO Wellington Capital Advisory (WCA), David Burke.
 
Arief mengatakan, dalam audiensinya, David Burke melaporkan dan menyampaikan tiga hal. Pertama, bahwa WCA selaku analist dan financial investment advisor yang berbasis di Jakarta dan Singapura, telah menerima berbagai permintaan kajian untuk kelaikan investasi di sektor pariwisata di Indonesia. 
 
"Terutama kliennya dari London, Paris dan New York," ujar Menpar dalam keterangan resminya di Bandung, Kamis (12/10)
 
Kedua, dengan sinyal kuat dari para investor itu, Hiramsyah mengatakan, WCA sangat berharap dapat turut membantu mempromosikan peluang investasi di "10 Bali baru" maupun destinasi existing lainnya. 
 
"Karena sudah mendapat banyak intereset dan letter of intent untuk berinvestasi di sektor perhotelan dan pariwisata di beberapa wilayah di Indonesia," ujar Hiramsyah. 
 
Arief menuturkan poin ketiganya, penawaran kerja sama yang diajukan WCA ini adalah "Zero Rupiah" alias tanpa biaya. WCA hanya meminta untuk disupply berbagai materi dan lokasi-lokasi potensial destinasi investasi pariwisata yang clean and clear dari sisi perijinan. 
 
"Dan tentunya yang sejalan dengan arah pengembangan pemerintah," kata dia. 
 
Selanjutnya WCA akan membantu memasarkan peluang destinasi investasi pariwisata kepada kliennya dan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kemenpar. 
 
"Khususnya dalam pemenuhan kebutuhan investasi di sektor pariwisata dan private sektor untuk pemenuhan amenitas yang nilai kebutuhannya mencapai 10 miliar dolar AS,"pungkasnya.
Editor : Azeza Ibrahim
Sumber : jabarprov.go.id
- Dilihat 56 Kali
Berita Terkait

0 Comments