Abu Umar Basyir dalam tulisannya “Suci Hati Bersama Nabi SAW” melantunkan rangkaian kata indah penuh makna yang dalam tentang hati. Beliau berujar : ” Hati adalah sumber kedamaian. Hati adalah nikmat ilahi yang harus dirawat tak ubahnya bayi dalam buaian. Hati adalah karunia yang harus kita pupuk menjadi sejumput bibit kemenangan. Hati adalh anugerah. Gunjingan, hasad, dendam, kebencian dan permusuhan, seluruhnya adalah sampah. Hati nan jernih adalah hati yang teduh dan pasrah, hati yang selalu basah oleh dzikir dan kalimat-kalimat pengagungan nan indah. hati adalah matahari kehidupan. Mungkin bukan sekedar lentera yang hanya menerangi ruang terbatas, bukan sekedar lilin yang menebar cahaya sementara, untuk kemudian cahaya itu padam tak berbekas.” Hati adalah ibarat cermin, setitik embun pun bisa membuatnya kusam, apalagi debu, kotoran dan air bernoda hitam. Namun cermin yang jernih, tak hanya berfungsi untuk mengenali diri sendiri, namun juga untuk menampakkan wajah sejati. hati ini tak ubahnya istana halimun; sebuah keindahan yang tak tampak, sebuah keagungan yang tak terlihat, namun bisa dirasakan. Akan tetapi bila hati sudah ternoda dosa, gelembung pahitnyua tercicipi setiap kalangan, ibarat santapan di sebuah pesta hidangan. Hati bukanlah Tuhan. Tapi juga jangan membiarkan hati menjadi sarang-sarang setan. Namun mengabaikan kata hati adalah awal sebuah kesesatan. Hati bukan juga gudang kebenaran. Hati hanya persinggahan petunjuk yang dipahami melalui ajaran Al-Qur’an. Menuhankan hati adalah kenistaan, namun menutup hati berarti pintu kesombongan.”
Oleh karena begitu pentingnya peran hati terhadap diri kita, maka …
* Tak ada alasan bagi seorang muslim yang taat untuk masih memiliki hati yang bertabur keyakinan syirik.
* Tak ada alasan bagi seorang muslim yang taat untuk masih memiliki hati yang berlumur maksiat.
* Tak ada alasan bagi seorang muslim yang taat untuk masih memiliki hati yang berselimut dendam, dengki, kebencian dan permusuhan terhadap sesama muslim.
* Semoga kita tetap istiqomah dan hati-hati dalam menjaga hati.
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya” (QS 91 : 9-10)
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah
strip..
Insya alloh..