YOGYAKARTA – Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) menilai rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15 persen pada Juli 2010 akan mememberatkan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang sedang menghadapi era pasar bebas. “Kenaikan TDL akan semakin memberatkan masyarakat miskin tidak terkecuali pelaku UMKM yang saat ini tengah bersaing dengan produk China,” kata Ketua LKY Widijantoro, di Yogyakarta, Selasa.
Menurut dia, kenaikan TDL jelas harus ditolak karena selama ini pelayanan listrik dari PLN juga belum optimal dan masih sering terjadi pemadaman bergilir dan masalah lainnya. “Perbaiki dulu sistem pelayanan PLN dan baru kemudian menaikkan tarif,” katanya.
Ia mengatakan, kenaikan TDL sebesar 15 persen ini semakin menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya mereka yang bergerak dalam bidang UMKM yang merupakan sektor usaha riil di masyarakat dan semestinya mendapatkan subsidi listrik. Widijantoro mengatakan, saat ini pelayanan PLN yang diberikan kepada konsumen di Yogyakarta belumlah optimal dan masih sering listrik padam mendadak tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya sehingga dapat merugikan masyarakat.
“Selama ini PLN yang memegang monopoli listrik tidak pernah memberikan kompensasi atas kebijakan pemadaman aliran listrik tetapi saat konsumen terlambat membayar rekening pasti terkena denda dan bahkan sampai dilakukan pemutusan,” katanya. Humas Area Pelayanan Jaringan PLN Yogyakarta Reffy Sangi mengatakan, kenaikan tarif dasar listrik masih dalam bentuk usulan dan belum diketahui kenaikan tersebut untuk listrik rumah tangga atau industri. (republika)
Demi Kartunis Penghina Rasul, Tujuh Muslim Ditangkap
Diposting Pada 10 Mar 2010
BELFAST – Tujuh orang ditangkap di Republik Irlandia karena dituduh hendak membunuh kartunis Swedia yang menghina Nabi Muhammad. Kepolisian Irlandia mengatakan ketujuh orang tersebut terdiri dari empat pria dan tiga wanita.
Nama-nama para tersangka tidak diumumkan namun disebutkan mereka berusia antara 20 hingga 40 tahunan. Menurut polisi, mereka ditangkap setelah penyelidikan atas komplotan untuk membunuh seseorang di luar wilayah Irlandia. Penyelidikan itu merupakan kerja sama dengan polisi Amerika Serikat dan negara-negara Eropa lainnya.
Radio RTE Irlandia melaporkan lima di antara mereka ditahan di Waterford dan dua lagi di Cork. Walau belum ada pengukuhan, ketujuh orang yang ditangkap itu disebut berasal dari Maroko dan Yaman yang berdiam di Republik Irlandia secara sah.
Seorang kartunis Swedia, Lars Vilks menggambarkan Nabi Muhammad di atas tubuh seekor anjing di surat kabar Nerikes Allehanda. Tahun 2007 satu kelompok menawarkan memberi imbalan sebesar 100 ribu dolar AS untuk membunuh Vilks dan bonus seebsar 50 persen jika dia disembelih seperti domba di lehernya.
Selain itu ada juga tawaran sebesar 50 dolar AS untuk membunuh Ulf Johansson, pemimpin redaksi Nerikes Allehanda. Vilks pada Januari lalu sudah menerima dua ancaman pembunuhan lewat telepon dan sejak itu berada di bawah pengawalan polisi. “Saya tidak gemetar ketakutan,” katanya seperti dikutip kantor berita Swedia, TT, setelah mendengar penangkapan tujuh orang tersebut.
Kontroversi tentang kartun Vilks ini muncul setelah karyanya untuk sebuah proyek seni diterbitkan surat kabar Nerikes Allehanda. Sejumlah negara Islam memprotes pemuatan gambar Nabi Muhammad dengan tubuh anjing itu. (republika)
Muslim Inggris kecam Pemutaran “Fitna” di Parlemen Inggris
Diposting Pada 10 Mar 2010
INGGRIS – Pemutaran film kontroversial anti-Islam Geert Wilders di Inggris pada ahri Ahad yang lalu telah menimbulkan kemarahan umat Islam dan organisasi HAM yang menyebut anggota parlemen Belanda tersebut sebagai “fasis” dan “rasis.”
Film “Fitna”, diputar di House of Lords (parlemen) Inggris dalam undangan terhadap Wilders hingga tanggal 5 Maret dari Lord Malcolm Pearson, pemimpin Partai Kemerdekaan Kerajaan Inggris (UKIP) dan anggota House of Lords, Baroness Caroline Anne Cox.
Wilders menyatakan bahwa perjalanannya ke Inggris merupakan bagian dari upaya kampanye “Stop Islamization Of Europe” (SIOE). Sioe adalah sebuah organisasi yang bertujuan untuk mencegah Islam menjadi kekuatan politik besar di Eropa. Kunjungan Wilders kali ini didukung oleh kelompok sayap kanan Liga Pertahanan Inggris (EDL).
Film Fitna, yang menyatakan Islam tidak kompatibel dengan demokrasi dan menyatakan Al-Quran buku fasis, sebenarnya telah dijadwalkan untuk diputar di Inggris pada tahun 2009. Namun, Wilders ditolak masuk ke negara tersebut. Dia dituduh menghasut kebencian dan ditetapkan sebagai persona non grata. Larangan itu akhirnya dapat dibatalkan pada Oktober 2009, yang disebut Wilders sebagai “kemenangan bagi kebebasan.”
Kelompok-kelompok HAM Inggris mengecam kunjungan Wilders dan menyampaikan keluhan kepada Menteri Dalam Negeri, mereka menyebut Wilders versi Belanda dari Liga Pertahanan Inggris (EDL), yang tujuan satu-satunya adalah untuk melawan kehadiran Islam di Eropa, dan sedangkan partai sayap kanan Partai Nasional Inggris (BNP), mereka sebut membatasi keanggotaannya hanya untuk Kaukasia.
Para pengunjuk rasa dari Unite Against Fascism (UAF) melambai-lambaikan poster yang berbunyi “EDL + BNP = Nazi rasis preman” dan meneriakkan “EDL, Go to Hell, dan ajak teman-teman Nazi Anda juga.”
Polisi memastikan untuk demonstran UAF pemrotes menjauh dari pendukung ADL yang membawa poster-poster menyambut Wilders.
Sementara itu, umat Islam di dalam dan di luar Inggris melanjutkan kampanye mereka terhadap apa yang mereka anggap sebagai penghinaan yang disengaja secara sistematis dan diarahkan terhadap agama Islam, kitab suci, dan nabi Muhammad.
Kampanye, yang sebagian besar diluncurkan di internet menyerukan untuk memboikot negara-negara yang menghina Islam, mengutip film Fitna Wilders, kartun Denmark, dan film Submission Theo Van Gough sebagai beberapa contoh mencolok penghinaan terhadap Islam di Eropa. (eramuslim)
Penangkapan Teroris jangan Dipolitisasi
Diposting Pada 10 Mar 2010
JAKARTA – Pengamat politik dari The Indonesian Institute Indra J Piliang menyatakan, penangkapan teroris agar tidak dikaitkan dengan agenda politik yang sedang berlangsung di Tanah Air.
“Pemberantasan terorisme jangan dipolitisasi, seakan sebagai pengalihan isu besar di negeri ini,” kata Indra, ketika dihubungi, di Jakarta, Selasa (9/3) malam.
Menurut Indra, semua pihak harus menyadari betul bahwa sel-sel teroris secara nyata masih aktif, solid dan terus menimbulkan korban di masyarakat, sehingga perlu keseriusan pemerintah mengatasinya tanpa mengkaitkannya dengan perkembangan politik yang terjadi di dalam negeri.
Ia menjelaskan, isu terbesar politik dalam negeri saat ini adalah kasus bailout (dana talangan) Bank Century, yang memakan waktu dan menghabiskan energi seluruh komponen bangsa. “Penanganan kasus Century tetap harus dituntaskan melalui hukum, dan tidak berupaya membuatnya tumpang tindih dengan pembumihangusan terorisme,” katanya.
Indra menuturkan, masyarakat sudah jenuh terhadap upaya sejumlah kalangan elit yang selama ini cenderung mempolitisasi penangkapan teroris.
“Sudah saatnya semua pihak rasional dalam menghadapi masalah terorisme. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai Kepala Negara juga jangan mengulangi kesalahan dengan memberi keterangan di depan publik bahwa dirinya menjadi incaran teroris. Tidak perlu diungkapkan secara terbuka, namun yang penting adalah unsur kewaspadaan dalam pengamanan ditingkatkan,” tegasnya.
Untuk itu diutarakan Indra yang juga pernah menjadi peneliti politik pada The Centre for Strategic and International Studies (CSIS) ini, pemerintah perlu mendukung penuh keberadaan Detasemen Khusus 88 Anti-Teror (Densus 88) dan Kepolisian dalam menjalankan tugasnya.
“Pemerintah harus menjadikan Densus 88 setara atau bahkan melebihi Special Weapons and Tactics Unit (S.W.A.T) dengan membekali personelnya dengan senjata canggih, sehingga kemampuannya tidak saja menangani teroris tetapi juga dapat mengatasi kelompok bersenjata lainnya,” katanya. (Ant/Mediaindonesia)
ikutilah Roadshow Cek Wanita Aktif Fatigon Viro. Berlangsung mulai tanggal 8 s/d 31 Maret 2010
Cek Tekanan Darah
Konsultasi Kesehatan
Interaktif
Games & Doorprize
Bagi ibu-ibu yang memiliki komunitas seperti Posyandu, PKK, Senam Kesegaran Jasmani, Arisan, Taklim, dan lain – lain, memiliki anggota minimal 60 orang daftarkan segera ke Radio Dakta (021) 880 7426/27 (Nisa atau Meytri).
Ikutilah jalan santai LANGKAH TUNTAS KELUARGA DECOLGEN
Pada : Minggu, 14 Maret 2010
Waktu : 06.00 – 12.00
Rute : BCP – PEMDA – PINTU AIR – BCP
Biaya Pendaftaran Rp.15.000 / 2 orang (mendapatkan 2 t-shirt dan 2 strip Decolgen). Jika mendaftar untuk 3 orang, maka akan mendapat tambahan Decolgen Liquid.
Doorprize : Sepeda Motor, Handphone, Televisi
Ajak keluarga dan orang terdekat Anda…..!!
Untuk informasi dan pendaftaran hubungi Radio Dakta(021) 880 7426 /27
—————————————————————————————————————————————————
Waktu Adalah Usia Kita
Diposting Pada 09 Mar 2010
Waktu Adalah Usia Kita
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang berima
dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al-‘Ashr [103] : 1-3)
Imam Ja’far bin Muhammad as-Shadiq memberi nasihat: “Siapapun yang akhir dari dua hari yang dilewatinya buruk, maka ia adalah orang yang terkutuk! Siapapun yang tak melihat adanya pertambahan kebaikan dalam dirinya, maka ia adalah orang yang berkekurangan. Dan siapapun yang dirinya berkekurangan, maka kematian lebih baik baginya daripada kehidupan.” Itulah sebuah nasihat yang harus kita hayati dengan dalam, terlebih ketika hari-hari yang kita lewati tak jua menambah kesadaran untuk merubah diri. Waktu demi waktu terus bergulir, tetapi rentetan perjalanan hidup yang kita jalani hingga hari ini selalu menorehkan keburukan. Alangkah tak pantasnya kita mengaku beriman, tetapi ketika melakukan kemaksiatan terasa begitu aman. Sungguh, terkadang kita memang sering tak tahu berterima kasih. Dr. Yusuf Qardhawi pernah menulis dalam sebuah risalahnya bahwa waktu terus berlalu dan tak pernah kembali. Waktu adalah harta manusia yang paling berharga. Waktu adalah kehidupan bagi seorang muslim.
Belajarlah dari perjalanan hari-hari, dari pergantian siang dan malam. Sebab di dalam keduanya ada sesuatu yang baru, dan keduanya dapat mendekatkan sesuatu yang jauh. Dan ketahuilah, seungguhnya pada masingmasing waktu yang terlewati ada kewajiban yang harus kita laksanakan untuk Allah. Sahabat, bingkai kehidupan yang kita jalani selalu pasang surut, beralih pada sebuah keadaan ke keadaan lain. Ada kenikmatan yang pernah kita rasakan, ada kesengsaraan yang pernah kita dapatkan, ada ketaatan yang datang menjelang, dan ada kemaksiatan yang terkadang kita lakukan.
Pada empat keadaan inilah ada kewajiban hamba untuk Allah. Pertama, bagi kita yang mendapatkan kenikmatan, kewajiban kita harus bersyukur kepada-Nya. Kedua, bagi yang berada dalam kesengsaraan, berkewajiban untuk bersabar dan ridha terhadap ketetapan-Nya. Ketiga, bagi yang sedang berada dalam ketaatan, berharaplah selalu kepada-Nya agar kebajikan, hidayah dan taufiq selalu tertanam dalam jiwa. Keempat, bagi yang berada dalam kemaksiatan, berkewajiban selalu memohon ampunan, bertobat atas kesalahan agar tersucikan segala kotoran, agar termaafkan segala kemaksiatan.
Sungguh, waktu adalah peluang untuk meraih kesempatan dalam menggapai cita-cita. Sekali kita tinggalkan waktu, saat itu juga kita tidak dapat mengejarnya lagi walaupun sedetik. Hilang kesempatan timbul kekecewaan, karena di dalam waktulah kita mendapat kebahagiaan dan kesengsaraan. Ketahuilah, perjalanan hidup manusia melaju dengan cepat menuju Allah SWT. Hendaklah kita selalu mengadakan perhitungan untung-rugi dari apa yang telah kita kerjakan. Sebab setiap gerak dari kehidupan kita tak satupun yang luput dari penglihatan Allah. Karena memang Dia-lah yang memberi kekuatan gerak dalam hidup kita. Betapa seringnya kita tertipu. Kita mengira bahwa kita diam, sedangkan waktu terus berjalan.
Sebagai perumpamaan dalam hidup, mungkin kita pernah naik kereta api yang sedang berjalan, nampak dari dalam jendela seakan kita melihat lingkungan di luar kereta berlari, padahal sesungguhnya kitalah yang bergerak cepat. Sahabat, di antara sekian banyak kenikmatan yang kita rasakan adalah nikmat umur. Betapa berharganya umur sehingga tidak dapat kita nilai dengan uang yang bertumpuk atau dengan emas yang berbungkal-bungkal.
Rasulullah mengingatkan kita tentang betapa pentingnya memahami persoalan ini. Beliau bersabda,”Belum lagi hilang jejak kaki seorang hamba pada hari kiamat, sehingga kepadanya telah diajukan empat pertanyaan, yaitu: tentang umurnya kemana dihabiskan, tentang tubuhnya untuk apa dipakainya, tentang ilmunya apa yang sudah diamalkan dengannya, dan tentang hartanya dari mana diperolehnya dan untuk apa dibelanjakannya.” (HR Bukhari)
Sadarilah, pada waktu itu ketika sampai pertanyaan tentang usia yang kita habiskan, kita tak dapat berdusta sedikitpun karena seluruh tubuh kita menjadi saksi dari apa yang kita kerjakan. Barulah timbul penyesalan yang saat itu tidak berguna sebanyak apapun penyesalan kita bahkan tangis dan ratap kita tak dapat menolong sedikitpun. Umur kita akan melaporkan kepada Allah dengan tidak dikurangi dan ditambah sedikitpun.
Sesungguhnya semakin bertambah umur kita setahun, semakin dekat kita kepada ajal. Semakin dekat kita kepada ajal, semakin dekat pula kita ke liang kubur. Karenanya, sebelum umur kita bercerai dari badan, jangan terlambat untuk bertobat menyesali kealpaan diri. Jangan terpedaya oleh pesona keindahan dunia, jangan tergiur oleh pengaruh pangkat dan jabatan.
Penulis : Ustadz Anwar Anshori Mahdum
Temukan Jalan Kita!
Diposting Pada 09 Mar 2010
Temukan Jalan Kita!
“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orangorang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS Al-Fatihah [1] : 6-7)
Sering dalam shalat kita ada sebuah ungkapan kerap terlontar. Sebait doa yang diabadikan Allah dalam surat Al-Fatihah: “ihdinash-shiroothol-mustaqiim”, tunjukilah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka. Jika saja kita mau merenungkan kalimat ini, kita akan dapatkan betapa diri kita memang penuh dengan kelemahan.
Karena kelemahan itulah, kita selalu berharap agar Allah selalu meluruskan jalan kita. Kita memerlukan hidayah (petunjuk) pada setiap kesempatan, baik malam maupun siang. Sebab hati kita berada di antara dua jari di antara ‘jari-jari’ Allah, dan Ia membolakbalikkannya sebagaimana yang Ia Kehendaki. Dan setiap manusia tidak mengetahui tentang dirinya, apakah akan tetap sebagai seorang muslim atau tidak. Karena itulah kita selalu memohon petunjuk. Begitulah Ibnu Katsir menjelaskan dalam tafsirnya.
Sesungguhnya, kalaulah kita mau mentadabburi banyak hal tentang kehidupan ini. Akan kita dapatkan betapa Allah telah menyediakan beragam fasilitas untuk memudahkan jalan hidup menuju kebenaran. Jalan itu telah dibentangkan oleh Allah. Jalan itu adalah Islam, kitabullah, teladan Rasulullah saw dan para sahabatnya. Itulah makna dari kalimat yang selalu kita baca “ihdinash-shiroothol-mustaqiim”
Persoalannya adalah entah sudah berapa kali ini berulang, tetapi kita tak jua menemukan jalan. Mengapa? Karena kita hanya pintar mengungkap pinta, tetapi tidak mampu menangkap makna. Karena kita hanya pintar berkata, tetapi tidak pernah mencoba mengamalkan dalam fakta. Karena kita hanya berdusta dalam meraih seikat cinta.
Sahabat, telah terbentang hamparan kekuasaan yang diperlihatkan Allah kepada kita. Tidak terhitung jumlah nikmat yang tersalurkan lewat kehidupan kita, namun semua itu bukan menghadirkan kesadaran tetapi justru melahirkan keangkuhan. Sadarilah, baik dan buruk tindakan kita, kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Kenalilah diri kita, dari mana, untuk apa dan mau ke mana kita hidup? Pemahaman seperti ini akan memudahkan kita untuk menemukan jalan yang lurus, jalan yang dikehendaki Allah. Kita tidak akan tertipu oleh jalan setan yang selalu membisikkan kedalam hati kita. Dan yang lebih penting lagi adalah kesadaran ini akan menjadi benteng keimanan yang kuat, sehingga kita mampu mengendalikan nafsu ke arah yang baik.
Ibnul Qayyim Al-Jauziyah memberi nasihat: nafsu itu tak ubahnya seperti kuda tunggangan yang akan membawa orang yang mengendalikannya ke surga atau neraka. Bila nafsu manusia diarahkan untuk mengikuti kenikmatan syahwat yang semu serta mengarungi lautan keinginan yang diharamkan Allah, niscaya nafsu akan membawanya ke jurang neraka. Tetapi jika dijaga dan dikendalikan dengan kesabaran, maka nafsu akan membawa penunggangnya ke surga. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang mampu mengendalikan nafsu, bukan yang dikendalikan nafsu. Insya Allah.
Allahumma, Ya Allah, adalah taufiq-Mu jua yang dapat mengantarkan kami menuju ampunan-Mu. Sinarilah langkah kami dengan kebenaran firman-Mu, teguhkan jiwa kami untuk selalu meneladani sunnah Rasul-Mu. Jadikanlah dunia ini sebagai tempat segala kebaikan, bukan tempat untuk menambah keburukan. Engkau-lah Maha Pemberi Ampunan.
Ya Allah, tunjukilah kepada kami kebenaran sebagai kebenaran, dan berikanlah kepada kami kekuatan untuk dapat mengikutinya. Dan tunjukilah kepada kami kebatilan sebagai kebatilan, dan berilah kekuatan kepada kami untuk dapat menjauhinya.
Penulis : Ustadz Anwar Anshori Mahdum
Menyadari Kekhilafan Diri
Diposting Pada 09 Mar 2010
Menyadari Kekhilafan Diri
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Hasyr [59] : 18)
Sahabat, ketika cahaya kesadaran datang menghampiri, terasa begitu dalam sesal yang menggumpal di dalam hati. Teringat akan lembaran masa lalu yang kelam tentang orang-orang yang pernah kita sakiti, tentang perilaku diri yang begitu sering melakukan kekhilafan, tentang bakti kita kepada kedua orang tua yang mungkin belum kita sempurnakan, tentang cela dan aib diri yang mungkin belum sempat kita mohonkan ampunan. Dan tentang seluruh perjalanan hidup yang hanya diselimuti oleh dusta dan kebencian. Telah begitu panjang perjalanan yang kita lalui, tanpa kita sadari, telah begitu banyak kita menorehkan tinta hitam dalam sejarah kehidupan kita.
Sungguh, kalaulah kita mau jujur terhadap diri ini, betapa sedikit ketaatan kita kepada-Nya dan begitu sering kita khianati segala kenikmatan yang diberikan-Nya. Tampaknya, kita harus bertanya kepada diri ini, mengapa hati begitu keras membatu, hingga kebenaran tak jua menyatu. Mengapa diri ini begitu bodoh dan tak jua menyadari, padahal begitu nampak di depan kita hamparan ke-Maha Besar-an Allah yang tak tertandingi oleh apapun. Rasanya tak pantas diri ini selalu mengharap kebaikan, dimana saat yang lain begitu sering kita tampakkan kejelekan. Rasanya tak pantas kita mengharapkan ampunan, sementara pada saat yang sama kita melakukan kemaksiatan. Rasanya tak pantas kita menjadi hamba pilihan, karena segala perintah dan larangan tak jua tergerak untuk kita laksanakan.
Ketahuilah, setiap tapak kaki kita yang tertinggal sesungguhnya adalah saksi dari perjalanan hari-hari. Hanya orang yang bodoh yang membiarkan hari-harinya tersia-siakan dengan kebathilan, hanya orang yang jahil yang membiarkan waktu hidupnya tercampakkan dengan kelengahan dan merugilah keduanya karena kesempatan yang diberikan Allah tak dimanfaatkan untuk kebaikan.
Kita sering mengira bahwa kita telah banyak melakukan kebaikan. Selama ini kita menduga seakan telah sempurna melakukan ketaatan, merasa sudah begitu banyak menjalankan kewajiban. Tetapi ternyata semua itu hanyalah fatamorgana. Nampak begitu baik dalam persangkaan, ternyata begitu buruk dalam pandangan Allah. Mengapa demikian? Karena ketaatan yang kita kerjakan hanyalah sebatas menginginkan pujian dan kebaikan yang kita tunjukkan tidak diiringi dengan keikhlasan.
Renungkan nasihat Umar bin Khathab, ”Hisablah diri kalian sebelum dihisab! Timbanglah diri kalian sebelum ditimbang, dan bersiap-siaplah untuk pertunjukan yang agung (hari kiamat)! Di hari itu kalian dihadapkan kepada pemeriksaan. Tiada yang tersembunyi dari amal perbuatan kita barang satupun.”
Sahabat, marilah kita bangun sesuatu yang telah kita rubuhkan, bersihkan aqidah kita yang telah tercemar dengan kemusyrikan. Jernihkan niat dan tekad yang telah kita keruhkan dengan ketidakikhlasan. Manfaatkan kesempatan hidup ini selagi masih terbuka pintu harapan. Bukalah gerbang kesadaran agar tersibak pintu rahmat dan ampunan.
Berbuat baiklah selagi masih punya kesempatan dan bertobatlah kepada Allah sebelum ajal datang menjelang. Tegurlah hati kita yang sedang terlena, agar tidak jatuh terjerat oleh rayuan dunia yang fana. Tegurlah jiwa kita yang gelisah dan goyah agar tetap menjadi hamba yang mulia. Sadarilah, terkadang jiwa kita selalu cenderung pada kelezatan yang sesaat, maka didiklah ia dengan baik agar selalu taat. Temukan jalan kita di antara sekian banyak jalan yang telah membelokkan tujuan hidup kita. Mohonlah selalu hanya kepada Allah agar ditetapkan iman dan Islam kita, sebab itulah jalan yang akan membawa keselamatan dunia dan akhirat. Temukan jalan kita dengan berusaha memahami siapa, dari mana dan mau ke mana kita hidup? Ajukan pertanyaan ini kepada batin kita dengan khusuk, insya Allah kita akan menemukan jawaban itu dengan kejernihan pikiran.
Maha Suci Allah yang memahami segala aib yang tersembunyi, Yang Maha Penerima tobat orang-orang yang tersesat. Tiada pujian yang pantas kita berikan membandingi pujian kepada-Nya. Semoga Allah menghujamkan kesadaran di hati kita untuk menyadari kekeliruan, mengampuni setiap kemaksiatan. Bersyukur kepada-Nya yang telah menciptakan kita dengan kemuliaan dan kesempurnaan. Semoga Allah SWT membimbing kita pada jalan yang diridhai-Nya, menjauhkan dari jalan yang dimurkai-Nya.
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah