Dua Pekerja Perkebunan Ditemukan Tewas Tanpa Kepala dan Tangan
Diposting Pada 02 Jan 2012
Kadiv Humas Mabes Polri Saud Usman Nasution
JAKARTA_DAKTACOM: Setelah geger soal berita pembantaian di Mesuji Lampung dan Sumatera Selatan, dengan korban kepala terpotong diletakkan di atas truk, kini 2 Mayat ditemukan tanpa kepala dan telapak tangan di Pangkalan Bun, Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah. Mayat tersebut diketahui merupakan pekerja perkebunan PT MA.
Penemuan 2 mayat tanpa kepala dan telapak tangan itu dibenarkan Kadiv. Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution.Sebagaimana dilansiri detik.com.
“Kemarin telah ditemukan 2 mayat dengan kepala terpotong. TKP di areal perkebunan PT MA dari grup Astra,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, Jl Trunojaya, Jakarta, Senin (2/1/2012).
Dijelaskan, dua korban tersebut adalah Somali (45) yang bekerja sebagai kontraktor pengangkut sawit. Sementara korban lainnya bernama Sugiman (32) yang merupakan sekuriti atau satpam di perusahaan tersebut.
“Kondisi korban saat ditemukan leher terpotong terpisah dari badannya. Kedua telepak tangan terpotong lepas dari tubuhnya. Tapi kepala dan tangan tidak dapat ditemukan,” ujarnya.
Sementara itu, lanjut Saud, tidak ada barang berharga yang hilang dari kedua korban. Dompet maupun motor yang digunakan masih utuh.
“Mereka itu sedang memancing di sekitar lokasi yang jaraknya 2,5 jam dari Pangkalan Bun. Hingga kini masih dilakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. Belum ada yang ditetapkan tersangka,” imbuh Saud.
(detik.com/feb/nrl/Inas)
10 Orang Anggota Polres Metro Kab. Bekasi Diberhentikan Tidak Hormat
Diposting Pada 02 Jan 2012
pemberhentian polisi dengan tidak hormat
CIKARANG_DAKTACOM: Sebanyak 10 orang anggota kepolisian dari Polresta Bekasi di tahun 2011, diberhentikan secara tidak hormat akibat melakukan tindakan pidana dan disersi.
Informasi itu disampaikan Humas Polresta Bekasi Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bambang Wahyudi, Senin (2/2/2012) di Mapolres Kab. Bekasi.
Dijelaskan, perbandingan jumlah tingkat pelanggaran kedispilan anggota kepolisian di tahun 2010 lalu sebanyak 46 anggota yang terdiri dari pelanggaran Indisipliner sebanyak 41 anggota, kode etik 4 orang, dan pidana 1 anggota.
Sedangkan di tahun 2011, jumlah tingkat pelanggaran kedispilan anggota sebanyak 66 orang yang terdiri dari Indisipliner sebanyak 58 anggota, kode etik 5 orang, pidana 3 anggota, yang diakui bambang hal tersebut meningkat dengan prosentasi sebesar 43,4 persen, paparnya memberikan perbandingan.
Dari pelanggaran tersebut, 10 orang dari Polresta Bekasi dilakukan pemberhentian tidak dengan hormat karena melakukan disersi, melakukan perbuatan tindak pidana seperti, pencurian dan perampasan maupun tindakan indisipliner.
Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bambang Wahyudi menjelaskan terkait dengan data kepangkatan anggota kepolisian yang melakukan pelanggaran pada tahun 2010 jumlah rata-ratanya sebanyak 46 anggota yang terjadi dari Bintara berjumlah 41 anggota dan Perwira menengah berjumlah 5 orang anggota.
Sedangkan pada tahun 2011, jumlah tingkat pelanggaran kedispilan anggota berdasarkan kepangkatan sebanyak 66 orang yang terdiri dari Bintara 57 orang dan perwira sebanyak 9 orang anggota
Menurut Bambang data pelanggaran tersebut diakuinya meningkat dan diharapkan di tahun-tahun mendatang jajarannya dapat meningkatkan pelayanan kemasyarakat dan meminimalisir tindakan pelanggaran kode etik maupun indisipliner.
Disamping menindak pelanggaran, Polresta Bekasi juga melakukan pemberian hadiah atau reward kepada anggota yang melakukan pelayanan masyarakat dengan baik, tercatat 10 orang anggota pada tahun 2011 lalu diberikan hadiah atas pengabdiannya ke masyarakat.(Ardi Mahaardika/Inas).
Penyiar TV Mesir Kini Boleh Berjilbab
Diposting Pada 02 Jan 2012
penyiar muslimah berjilbab di TV Mesir
KAIRO_DAKTACOM: Sebuah pengadilan Mesir di Alexandria memutuskan hari Minggu kemarin (1/1) bahwa pembawa acara televisi perempuan di televisi pemerintah nasional negara memiliki hak untuk mengenakan jilbab, jika hal itu tidak menimbulkan kendala bagi mereka dalam bekerja.
Pengadilan juga mendenda menteri informasi Mesir sebesar £ 20.000 karena melarang penyiar berjilbab untuk tampil di acara televisi kecuali ia melepas jilbabnya.
TV Negara Mesir dari mulai di tahun 1960-an, telah mempertahankan tampilan sekuler, dan melarang pembawa acara perempuan untuk tampil dengan simbol-simbol agama.
Kementerian informasi telah melarang seorang penyiar TV Alexandria muncul di layar televisi sebelum ia melepas jilbabnya pada tahun 2008.
Penyiar TV, Lamiyaa al-Sayed kemudian menggugat mantan menteri, berharap mencabut keputusan tersebut.
Pengadilan administratif mengatakan dalam keputusannya bahwa jilbab adalah gaun yang menutupi tubuh wanita dan mempertahankan harga dirinya sebagai wanita yang bertekad menjadi muslim yang baik, menurut kantor berita negara MENA.
“Jilbab adalah masalah kebebasan pribadi dan agama dan itulah sebabnya keputusan akan dicabut dan penggugat akan diberi kompensasi untuk semua kerugian keuangan dan psikologis yang dia dapatkan,” kata keputusan pengadilan.
Putusan pengadilan ini membuka pintu harapan bagi perempuan lain yang bekerja untuk pemerintah, seperti pramugari udara, yang juga dipaksa untuk menghapus jilbab mereka sebelum pesawat tinggal landas.(eramuslim/fq/bikyamasr/Inas).
Tentara Inggris Yang Pulang Dari Afganistan Hidup Terlunta-Lunta
Diposting Pada 02 Jan 2012
Tentara Inggris di Afganistan mendapat kunjungan perdana menterinya.
LONDON_DAKTACOM: Nasib tentara Inggris yang pulang dari wilayah jajahannya di Afhanistan, sungguh sangat mengenaskan. Mereka tinggal di pinggil rel kereta bagai sampah masyarakat. Demikian dilaporkan sejumah media di Inggris dari hasil invenstigasi yang dilakukan belum lama ini. Jumlah mereka mencapai sepertiga dari total pensiunan militer Inggris.
Seperi dilaporkan ‘Koran Sun’ Inggris, yang dikutip dakta.com, sejumlah tentara yang pulang dari tugas ‘perang Salib’ di Afghan telah dipensiunkan dari militer. Kini sebagian dari mereka hidup di gubuk-gubuk di pinggiran rel kereta api. Di musim dingin, mereka menghadapi cuaca dingin yang membeku. Mereka mempergunakan keahlian tempur mereka untuk bertahan hidup ala hutan, di tengah negara industri yang kononnya menjunjung HAM.
“Kesengsaraan hidup mereka sangat kontras dengan kondisi Departemen Pertahanan Inggris yang memiliki 8000 apartemen kosong dan membutuhkan biaya perawatan 54 juta poundsterling setiap tahunnya” tulis koran Sun.
Jumlah korban tewas dan luka parah di pihak tentara penjajah salibis Inggris di Afghan adalah tertinggi kedua setelah korban di pihak tentara penjajah salibis Amerika. Besarnya korban di pihak tentara salibis Inggris telah mental mereka jatuh ke taraf yang paling rendah. Hal itu memaksa Perdana Mentri Inggris untuk terbang ke Afghan demi menaikkan moral pasukan salibnya. (arrahmah/com/Inas).
Koni Kota Bekasi Optimis Raih Peringkat 4 Pada Porda 2014
Diposting Pada 02 Jan 2012
BEKASI_DAKTACOM: Komite Olahraga Nasional (KONI) kota Bekasi menargetkan 60 medali dalam ajang Pekan Olahraga Daerah Porda) yang akan dilaksanakan di kab Bekasi tahun 2014 mendatang.
Hal itu dikatakan sekertaris umum KONI kota Bekasi Bujang, disela rapat kerja (Raker) hari ini bertempat di gedung koni Kota Bekasi.
Menurutnya selama 2 tahun berturut turut pada ajang Porda, kota Bekasi selalu mendapatkan peringkat ke 4 di pada Porda di Karawang, mendapatkan 43 medali, dan kota Bendung memperoleh 51 medali.
Untuk Porda di Kabaupaten Bekasi yang akan diselenggarakan 2014, KONI optimis dapat meraih 60 medali dengaan beberapa cabang unggulan.
Menurut Bujang dalam pembahasan rapat kerja yang dihadiri seluruh pengurus Koni dan Pengcab,juga membahas, agenda tahun 2012, seperti pemetaan program pelatihan atlit, penyegaran pelatih, pemetaan kekuarangan dan kelebihan masing masing Pengcab dengan tujuan mengetahui kekurangan atli pada masing 2 Pengcab. Sehingga dapat menutupi kekurangan.
Lebih lanjut Bujang mengatakan untuk pembinaan atlit persiapan Porda membutuhkan dana sebanyak 6 sampai Rp 7 milyar naik 250 persen dari tahun sebelumnya.(Bayu Samudra/Inas).
Angka Kejahatan di Kab. Bekasi Tahun 2011 Turun
Diposting Pada 02 Jan 2012
Saat pelantikan Kapolres Bekasi, Wahyu Hadingrat
BEKASI_DAKTACOM: Kasus Kejahatan di Kabupaten Bekasi tahun ini cenderung menurun sebesar 22 persen jika dibandingkan pada tahun 2010 lalu.
DEmikian disampaikan Kapolresta Bekasi Komisaris Besar Polisi Wahyu Hadinigrat dalam Kegiatan release akhir tahun, di Mapolres Kab. Bekasi, Sabtu (31/12).
Kapolrel mengatakan, total kejahatan di Kabupaten Bekasi pada tahun 2010 sebesar 3.827 kasus sedangkan tahun 2011 sebesar 2.993 dan hal ini merupakan suatu penurunan sebesar 22 persen.
Sementara untuk kasus yang terungkap pada tahun 2010 lalu berjumlah 1.901 kasus sedangkan tahun 2011 berjumlah 1.422 kasus dan hal ini turun sebesar 25 persen, jelasnya.
Untuk kasus-kasus menonjol yang selama tahun ini adalah Kasus curas 365 KUHP sebanyak 6 Kasus, kasus curat pasal 363 KUHP/RANMOR sebanyak 6 Kasus, kasus pembunuhan pasal 338 KUHP sebanyak 5 kasus, membawa senpi pasal 1 UU darurat 2 kasus dan pemalsuan materai pasal 257 sebanyak 1 kasus, ungkapnya.
Menurut Wahyu penurunan kasus tersebut merupakan hasil kegiatan yang sinergi antara masyarakat dengan kepolisian dimana masyarakat berperan aktif dalam pencegahan tindakan kejahatan sehingga angka kejahatan di kabupaten Bekasi bisa menurun.
Dijelaskan, untuk menghindari adanya potensi tindakan kejahatan Wahyu mengatakan seringkali pihaknya menyampaikan kepada masyarakat agar lebih waspada dan meminta peran serta masyarakat untuk langsung melapor apabila menemukan tindakan kejahatan yang terjadi di sekitar mereka.
Terkait dengan kasus kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT katanya, di Kabupaten Bekasi pada tahun, 2010 lalu berjumlah 20 Kasus sedangkan untuk tahun ini mengalami kenaikan sebesar 34 dengan prosentase naik sebesar 14 persen, rata-rata dalam kasus kekerasan dalam Rumah tangga atau KDRT 90 persenya tidak pernah naik kepengadilan dikarenakan adanya musyawarah antara pihak suami dan istri untuk menyelesaikan masalahnya.
Wahyu mengatakan, penurunan kejahatan Hasil kerja keras kepolisian, dan jangan membuat bangga para anggota karena tahun depan tugas berat menanti yang tentunya akan semakin banyak kasus yang akan terjadi di Kabupaten Bekasi.
Terkait dengan pengamanan tahun baru malam ini pihaknya telah melakukan gelar pasukan hari ini dimana mendirikan sebanyak 11 pos pengamanan di sentra-sentra keramaian guna menghindari adanya kemacetan arus kendaraan dan juga memberikan rasa aman kepada masyarakat.(Ardi Mahardika/Inas).
PDK Bergabung Denga “Saja”
Diposting Pada 02 Jan 2012
Pasangan "SAJA" saat mendaftar ddi KPU Kab. Bekasi
CIKARANG-DAKTACOM: Dewan Pimpinan Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Kabupaten Bekasi bergabung dalam koalisi mendukung pasangan Sa’duddin dan Jamalulalil dalam pemilukada Kabupaten Bekasi
Pernyataan bergabung itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Partai Demokrasi Kebangsaan(PDK) Kabupaten Bekasi Abdul Majid Tulapessy, Minggu (01/1/2012) saat ia berkunjung ke kantor DPD PKS di Tambun Selatan yang telah menajan kantor tim sukses “Saja”.
Menurutnya, keputusannya bergabung dalam koalisi mendukung pasangan Sa’dudin dan Jamalulail dalam Pemilukada maret mendatang didasarkan pada keputusan DPPnya sekaligus melihat sosok pasangan SAJA yang lebih memiliki kredibilitas dari 2 pasangan lainnya.
Dikatakan, PDK akan membantu mengumpulkan suara bagi pasangan SAJA dengan terus melakukan penjualan suara secara langsung melalui berbagai komunitas kesukuan, maupun menjaring kantong-kantong pemilih dari partai pesaing
Abdul Majid Tulapessy menambahkan untuk di internal partainya sendiri sudah 100 persen mendukung pasangan Sa’dudin – Jamalulalil dalam pilkada mendatang.
“Tidak ada perpecahan dalam partai yang dibidani oleh Ryas Rasyid tersebut bahkan secara solid pihaknya telah berkonsolidasi terhadap 13 pimpinan Kecamatan untuk mendukung pasangan nomer 2 itu” tandasnya. (Ardi Mahardika/Inas).
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah