Kontroversi Gedung Baru DPR “Marzuki Alie Jangan Cengeng”
Jakarta – Sikap Ketua DPR Marzuki Alie kembali menuai kritik. Kali ini ia dianggap sebagai politisi lembek karena terkesan tidak menerima kritikan terkait rencana pembangunan gedung baru DPR secara positif.
“Jadi politisi jangan cengeng. Tiap dapat kritikan ia (Marzuki Alie) ngeluh. Ada kritikan dianggap dipolitisasi, dizalimi. Itu bukan sikap seorang politisi sejati,” kata Habiburokhman, Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Advokasi saat jumpa pers di Gedung Arva Cikini, Jakarta, Ahad (3/4/2011).
Ia menganjurkan Marzuki Alie terlebih dahulu mencermati, apakah kritikan yang diterimanya sesuai dengan aspirasi masyarakat atau tidak. Jika kebijakan atau keputusan tertentu dari DPR mendapat perlawanan dari mayoritas masyarakat, Marzuki sebagai Ketua DPR sebaiknya menanggapinya secara positif.
“Hampir semua LSM menentang (pembangunan gedung baru DPR), kampus-kampus menentang, sebagian parpol menolak, hasil survei publik juga membuktikan penolakan masyarakat. Apa ini bukan bukti masyarakat menolak pembangunan gedung baru DPR?” ujar Habiburokhman.
Habiburokhman juga secara khusus menentang adanya politisasi isu gedung baru DPR. Menurutnya, alasan penolakan masyarakat sangat wajar karena dua alasan. Pertama, tidak ada bukti empirik bahwa kinerja DPR terhambat karena tidak memadainya gedung tempat mereka berkantor. Daya tampung gedung DPR yang ada sekarang masih cukup luas dan fisik gedung masih cukup kuat untuk aktivitas anggota DPR.
Alasan kedua, kata dia, “Anggaran yang diperlukan sangatlah besar, sementara di sisi lain masih banyak program pembangunan yang lebih penting masih terhambat masalah pendanaan.” Ia mencontohkan pembangunan rumah susun untuk buruh, pembangunan sekolah-sekolah di pedalaman dan perbatasan, serta perbaikan jalan-jalan antarprovinsi.
“Rakyat yang ingin taraf hidupnya diperbaiki justru kecewa dengan DPR dan pemerintah karena mereka dipandang memprioritaskan kepentingan mereka, bukan kepentingan rakyat banyak,” tukasnya.
Karena itu, ia menganggap sikap Marzuki Alie yang merasa dizalimi dan dipolitisasi sebagai sikap konyol seorang politisi. “Kalau enggak mau jadi korban dipolitisasi jangan di DPR dong. Apalagi, memosisikan diri sebagai yang dizalimi saat keinginan sebagian besar masyarakat bertolak belakang dengan keinginannya,” kata Habiburokhman.
Bidang Advokasi Partai Gerindra, yakni Lembaga Advokasi Hukum Indonesia Raya (Laskar Gerindra), hari ini mengumumkan adanya gugatan warga sipil (citizen law suit) kepada DPR sehubungan dengan rencana pembangunan gedung baru DPR. Kuasa hukum pengajuan gugatan tersebut dipercayakan kepada Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra. Gugatan yang disebutkan diajukan oleh 33 warga mewakili 33 provinsi tersebut secara khusus diarahkan kepada Ketua DPR dan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR.
[Kompas]
Kilang Cilacap Kebakaran, Pemerintah Impor BBM 250 Ribu Barel
Jakarta – Dirjen Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Evita Legowo mengatakan Pemerintah dan Pertamina menyiapkan cadangan bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 400 ribu barel dari dalam negeri dan mengimpor 200-250 ribu barel.
Cadangan itu sebagai antisipasi jika kebakaran di fasilitas pengolahan di Cilacap berlangsung lebih dari lima hari. “Sebenarnya pasokan kita cukup aman, karena kebakaran tidak mengganggu produksi. Kebakaran bukan terjadi di tangki produk akhir melainkan di tangki komponen pendukung. Ini (cadangan BBM) untuk jaga-jaga saja,” kata Evita, Ahad (3/4/2011).
Ketika dihubungi, dia sedang dalam perjalanan menuju lokasi kejadian. Evita menjelaskan, proses pengendalian kebakaran tangki 31-T2 dan 31-T3 sudah memasuki tahap akhir dan diharapkan padam pada Senin (4/4/2011) pukul 04.30 pagi. Sementara proses pemadaman di tangki 31-T7 masih berjalan dan di tangki 31-T104 pendinginan berhasil menjaga suhu tangki di kisaran 50 derajat Celcius untuk bagian atas dan 30 derajat Celcius di bagian bawah.
[Republika]
Krisis Nuklir Fukushima Lebih Besar dari Chernobyl
Jepang – Bencana nuklir di pembangkit listrik Jepang Fukushima “jauh lebih besar daripada kasus Chernobyl” dan bisa menulis ulang skala internasional yang digunakan untuk mengukur tingkat keparahan kecelakaan atom, seorang ahli nuklir Rusia mengatakan.
“Krisis Fukushima jauh lebih besar dari Chernobyl,” dikutip AFP dari insinyur termodinamika Rusia Natalia Mironova mengatakan pada hari Jumat kemarin (1/4/2011).
“Chernobyl adalah ledakan bom kotor. Bom kotor berikutnya adalah Fukushima dan biayanya yang harus ditanggung dalam hal ekonomi dan dampaknya kepada manusia sangat besar, ia menambahkan.
Krisis di pabrik nuklir Fukushima yang rusak masih belum terselesaikan hampir tiga minggu setelah bencana gempa bumi dan tsunami Jepang terjadi pada tanggal 11 Maret lalu.
Mironova mengatakan krisis nuklir Jepang besar kemungkinan bisa melampaui Chernobyl pada skala internasional tujuh poin yang digunakan untuk mengukur level bencana nuklir.
“Chernobyl tingkat tujuh dan hanya punya satu reaktor dan berlangsung hanya dua minggu. Kita sekarang telah tiga minggu (di Fukushima) dan kita memiliki empat reaktor yang kita tahu semuanya dalam situasi yang sangat berbahaya,” katanya menegaskan.
Kecelakaan reaktor nuklir di reaktor nuklir Chernobyl di Ukraina, negara bagian dari Uni Soviet, dianggap sebagai bencana nuklir terburuk dalam sejarah dan merupakan contoh skala tingkat tujuh bencana Nuklir Internasional.
Bencana Chernobyl menghasilkan radiasi yang merusak lingkungan setelah ekskursi daya besar yang menghancurkan reaktor tersebut.
Kecelakaan yang terjadi pada tahun 1986 itu menelan korban jiwa paling tidak 4.000 orang.
[Eramuslim]
Israel Berusaha Perbanyak Perumahan Yahudi di Yerusalem Timur
Yerusalem – Pernyataan pejabat organisasi “Peace Now” mengatakan pada hari Jumat kemarin (1/4/2011) bahwa pemerintah pendudukan Israel berusaha untuk membangun sekitar 30 lebih perumahan untuk keluarga Yahudi di lingkungan Ras Al-Amoud Yerusalem Timur.
AFP mengutip pernyataan Ofran Hagit yang mengatakan bahwa pendudukan kota berencana untuk membangun rumah bagi tiga puluh keluarga Yahudi di Ras Al-Amoud dimana 117 keluarga Yahudi telah ditempatkan di sana.
Ofran menambahkan bahwa rencana belum selesai karena pemilik Yahudi dari tanah tersebt menawarkan kepada siapa pun yang mampu membayar lebih, termasuk kepada warga Palestina, menurut Ofran.
Sementara itu, juru bicara kota pendudukan mengklaim bahwa pemerintah kota tidak membedakan antara orang Yahudi dan Palestina ketika datang proyek-proyek pembangunan perumahan.
[Eramuslim]
Tewasnya Nasabah Citibank, Polisi Temukan Bekas Kekerasan Fisik
Jakarta – Menyusul tewasnya nasabah kartu kredit Citibank, Irzen Octa, warga Perumahan Budi Indah, Jalan Pangrango, Batuceper, Kota Tangerang, Banten, polisi menemukan jejak kekerasan fisik.
Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Gatot Edy Purnomo, mengungkapkan, dari hasil visum sementara, ditemukan sejumlah luka berat dan ringan di sekujur tubuh pria yang menjabat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Bangsa (PPB) tersebut. ‘’Ada lecet di kelopak mata, pecah pembuluh darah, luka kecil pada batang otak, dan lecet di tengah hidung korban,” ungkapnya di Mapolres Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2011).
Menurut dia, dokter masih melakukan visum lanjutan untuk mendalami sebab kematian Octa. Sementara itu, Polres Jakarta Selatan menetapkan tiga tersangka dalam insiden tersebut. Mereka adalah karyawan City Bank berinisial A, serta dua orang penagih utang (debt collector), B dan HQ.
Octa meninggal di kantor Citibank, Menara Jamsostek, Jakarta Selatan, Selasa (29/3). Sebelumnya, ia datang untuk mengurus tagihan kredit di bank tersebut.
Tiga tersangka – A, B, dan HQ — akan dijerat tiga pasal KUHP, yaitu pasal 351 tentang penganiayaan, 170 tentang melakukan kekerasan secara bersama-sama, dan 335 tentang perbuatan tidak menyenangkan. ”B dan HQ merupakan debt collector dari perusahaan outsource,” kata Gatot.
Tidak tertutup kemungkinan kasus ini tidak berhenti pada tiga tersangka. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Baharudin Djafar, mengatakan polisi akan menelusuri ‘’garis komando’’, untuk mengetahui siapa oknum yang memberikan perintah kepada mereka.
Ia mengakui selama ini polisi kesulitan memantau sepak terjang para penagih utang. Namun, keberadaan mereka dinilai termasuk kategori ilegal. Karena itu, kelompok penagih utang diimbau untuk mendaftarkan dirinya ke instansi terkait.
Hal itu untuk memudahkan kerja sama dengan pihak kepolisian. “Agar tidak muncul tindak pidana baru,” tegas Baharudin.
[Republika]
Jakarta Luncurkan Mobil Obserevatorium Keliling
Jakarta – Siswa-siswi Sekolah Dasar kini tidak harus lagi mendatangi gedung planetarium guna melihat tata surya. Karena Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta meluncurkan mobil teropong atau observatorium keliling kesekolah-sekolah.
Dalam program tersebut Disdik DKI Jakarta bekerjasama dengan Unit Pelayanan Teknisi Planetarium. Yang disambut antusias para siswa untuk menambah pengetahuan astronomi dan benda-benda langit.
SDN 04 Pinang Ranti, Kecamatan Makasar-Jakarta Timur menjadi tujuan pertama mobil observatorium tersebut.
“Selain untuk menambah wawasan, siswa Sekolah Dasar yang bersekolah di DKI Jakarta kini mempunyai lebih banyak kesempatan untuk bisa mengetahui langsung tentang tata surya seperti bintang, matahari dan bulan,” kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, Sabtu (2/4).
Nantinya mobil unit observatorium tersebut akan mengunjungi sekolah-sekolah dan pemukiman secara bergiliran. Masyarakat maupun pelajar tentu sangat terbantu dengan adanya mobil observatorium keliling yang mempunyai kemampuan sama dengan yang ada di Planetarium Jakarta.
[Klik M]
Tuntut Transparansi, Dokter RSUD Lakukan Unjuk Rasa
Bekasi – Puluhan dokter Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi mendesak direksi melakukan transparansi laporan keuangan, administrasi, dan organisasi. Desakan itu disampaikan separuh dari total 84 dokter RSUD dalam bentuk aksi unjuk rasa di halaman rumah sakit, Jalan Pramuka, Bekasi Selatan Jumat (1/4/2011).
Unjuk rasa yang diwakili setengah dari total 84 dokter yang ada menyuarakan aspirasi seluruh karyawan rumah sakit yang jumlahnya mencapai 800 orang. Sejak pukup 7.00 WIB, para dokter itu telah berkumpul di halaman rumah sakit. Spanduk bertuliskan “Transparansi Yes, Gelap Gulita No” dibentangkan. Tak ada orasi yang disampaikan. Hanya nyanyian “Maju Tak Gentar” yang disuarakan para dokter untuk menyiratkan perjuangan mereka menuntut transparansi direksi.
Menurut keterangan dari dr. Eddy S. dari Instalasi Gawat Darurat, unjuk rasa kali ini merupakan puncak dari kekesalan karyawan yang telah berlangsung sejak belasan tahun lalu. Dokter yang telah bekerja selama 16 tahun ini pernah mengalami sepuluh kali kepemimpinan direksi yang berbeda. “Setiap direksi selalu menjanjikan transparansi. Namun buktinya selalu nihil. Selama ini hanya janji-janji saja yang disampaikan,” katanya.
Pernyataannya itu dipertegas rekan sejawatnya, dr. Firdaus. Karena ketiadaan transparansi tersebut, semua karyawan selama ini hanya meraba-raba besar uang jasa yang diterima. Jumlahnya setiap bulan hampir selalu sama karena direksi melakukan pemukulan rata.
[BS]
Memprihatinkan, Kekerasan Seksual Anak Sudah Capai 57 Kasus
Bekasi – jumlah kekerasan seksual terhadap anak dan pelajar yang ada di DKI Jakarta sungguh memprihatinkan. Bahkan untuk tahun ini saja tercatat sudah ada 57 kasus yang dilaporkan kepada Bagian Perlindungan Anak DKI Jakarta. Sebanyak 36 kasus kekerasan seksual dialami oleh pelajar SD dan 21 kasus melibatkan pelajar SMP. Demikian disampaikan Bp Risyad Darmadi kepada reporter kami, Rexy Mahindra di kantornya Jum’at (1/4/2011).
Kasus yang terlaporkan kepada Bagian Perlindungan Anak belum mencerminkan jumlah yang sebenarnya atas kekerasan seksual yang dialami para pelajar. Karena tidak semua korban berani dan mau untuk melaporkan kasus yang menimpa mereka. menanggapi hal ini, Risyad Darmadi selaku Kepala Bagian Perlindungan Anak DKI Jakarta menghimbau kepada para orangtua untuk meningkatkan kewaspadaannya. Karena biasanya pelaku kekerasan seksual terhadap anak adalah orang-orang terdekat mereka sendiri.
Selain itu beliau juga menambahkan agar orangtua sebaiknya merubah pola pendidikan yang tadinya otoriter menjadi lebih komunikatif. Diharpkan dengan pola pendidikan tersebut anak akan lebih terbuka mengenai apa yang mereka alami. Selain itu diharapkan adanya pembekalan pendidikan agama yang lebih baik terhadap anak. Karena tidak jarang kekerasan seksual terjadi karena adanya perilaku korban yang mengundang atau memicu pelaku melakukan kekerasan seksual terhadap korban.
Dalam menangani kasus kekerasan seksual, Bagian Perlindungan Anak DKI Jakarta melakukan dua cara. Yaitu pendampingan kepada korban mulai dari saat korban melapor ke kepolisian sampai pengadilan . Selain itu juga dilakukan terapi psikologi bagi para korban untuk mencegah trauma atas apa yang telah mereka alami.
[NS]
“Sejarah Gelap Para Paus”
Oleh: Dr. Adian Husaini
“Sejarah Gelap Para Paus – Kejahatan, Pembunuhan, dan Korupsi di Vatikan”. Itulah judul sebuah buku yang belum lama ini diterbitkan oleh Kelompok Kompas-Gramedia (KKG). Edisi bahasa Inggris buku ini ditulis oleh Brenda Ralph Lewis dengan judul Dark History of the Popes – Vice Murder and Corruption in the Vatican.
“Benediktus IX, salah satu paus abad ke-11 yang paling hebat berskandal, yang dideskripsikan sebagai seorang yang keji, curang, buruk dan digambarkan sebagai ‘iblis dari neraka yang menyamar sebagai pendeta’. (hal.9)
Itulah sebagian gambaran tentang kejahatan Paus Benediktus IX dalam buku ini. Riwayat hidup dan kisah kejahatan Paus ini digambarkan cukup terperinci. Benediktus IX lahir sekitar tahun 1012. Dua orang pamannya juga sudah menjadi Paus, yaitu Paus Benediktus VIII dan Paus Yohanes XIX. Ayahnya, Alberic III, yang bergelar Count Tusculum, memiliki pengaruh kuat dan mampu mengamankan singgasana Santo Petrus bagi Benediktus, meskipun saat itu usianya masih sekitar 20 tahunan.
Paus muda ini digambarkan sebagai seorang yang banyak melakukan perzinahan busuk dan pembunuhan-pembunuhan. Penggantinya, Paus Viktor III, menuntutnya dengan tuduhan melakukan ‘pemerkosaan, pembunuhan, dan tindakan-tindakan lain yang sangat keji’. Kehidupan Benediktus, lanjut Viktor, ‘Begitu keji, curang dan buruk, sehingga memikirkannya saja saya gemetar.” Benediktus juga dituduh melakukan tindak homoseksual dan bestialitas.
Kejahatan Paus Benediktus IX memang sangat luar biasa. Bukan hanya soal kejahatan seksual, tetapi ia juga menjual tahta kepausannya dengan harga 680 kg emas kepada bapak baptisnya, John Gratian. Gara-gara itu, disebutkan, ia telah menguras kekayaan Vatikan.
Paus lain yang dicatat kejahatannya dalam buku ini adalah Paus Sergius III. Diduga, Paus Sergius telah memerintahkan pembunuhan terhadap Paus Leo V dan juga antipaus Kristofer yang dicekik dalam penjara tahun 904. Dengan cara itu, ia dapat menduduki tahta suci Vatikan. Tiga tahun kemudian, ia mendapatkan seorang pacar bernama Marozia yang baru berusia 15 tahun.
Sergius III sendiri lebih tua 30 tahun dibanding Marozia. Sergius dan Marozia kemudian memiliki anak yang kelak menjadi Paus Yohanes XI, sehingga Sergius merupakan satu-satunya Paus yang tercatat memiliki anak yang juga menjadi Paus.
Sebuah buku berjudul Antapodosis menggambarkan situasi kepausan dari tahun 886-950 Masehi:
“Mereka berburu dengan menunggang kuda yang berhiaskan emas, mengadakan pesta-pesta dengan berdansa bersama para gadis ketika perburuan usai dan beristirahat dengan para pelacur (mereka) di atas ranjang-ranjang berselubung kain sutera dan sulaman-sulaman emas di atasnya. Semua uskup Roma telah menikah dan istri-istri mereka membuat pakaian-pakaian sutera dari jubah-jubah suci.”
Banyak penulis sudah mengungkap sisi gelap kehidupan kepausan. Salah satunya Peter de Rosa, penulis buku Vicars of Christ: The Dark Side of the Papacy. Buku ini juga mengungkapkan bagaimana sisi-sisi gelap kehidupan dan kebijakan tahta Vatikan yang pernah melakukan berbagai tindakan kekejaman, terutama saat menerapkan Pengadilan Gereja (Inquisisi). Kekejaman Inquisisi sudah sangat masyhur dalam sejarah Eropa. Karen Armstrong, mantan biarawati dan penulis terkenal, menyebutkan, bahwa Inquisisi adalah salah satu dari institusi Kristen yang paling jahat (one of the most evil of all Christian institutions). (Karen Armstrong, Holy War: The Crusades and Their Impact on Today’s World, (London: McMillan London Limited, 1991).
Inquisisi diterapkan terhadap berbagai golongan masyarakat yang dipandang membahayakan kepercayaan dan kekuasaan Gereja. Buku Brenda Ralph Lewis mengungkapkan dengan cukup terperinci bagaimana Gereja menindas ilmuwan seperti Galileo Galilei dan kawan-kawan yang mengajarkan teori heliosentris. Galileo (lahir 1564 M) melanjutkan teori yang dikemukakan oleh ahli astronomi asal Polandia, Nikolaus Copernicus. Tahun 1543, tepat saat kematiannya, buku Copernicus yang berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestium, diterbitkan.
Tahun 1616, buku De Revolutionibus dimasukkan ke dalam daftar buku terlarang. Ajaran heliosentris secara resmi dilarang Gereja. Tahun 1600, Giordano Bruno dibakar hidup-hidup sampai mati, karena mengajarkan bahwa bumi berputar mengelilingi matahari. Lokasi pembakaran Bruno di Campo de Fiori, Roma, saat ini didirikan patung dirinya.
Melihat situasi seperti itu, Galileo yang saat itu sudah berusia lebih dari 50 tahun, kemudian memilih sikap diam.
Pada 22 Juni 1633, setelah beberapa kali dihadirkan pada sidang Inquisisi, Galileo diputus bersalah. Pihak Inquisisi menyatakan bahwa Galileo bersalah atas tindak kejahatan yang sangat mengerikan. Galileo pun terpaksa mengaku, bahwa dia telah bersalah. Bukunya, Dialogo, telah dilarang dan tetap berada dalam indeks Buku-Buku Terlarang sampai hampei 200 tahun. Galileo sendiri dihukum penjara seumur hidup. Ia dijebloskan di penjara bawah tanah Tahta Suci Vatikan. Pada 8 Januari 1642, beberapa minggu sebelum ulang tahunnya ke-78, Galileo meninggal dunia. Tahun 1972, 330 tahun setelah kematian Galileo, Paus Yohanes Paulus II mengoreksi keputusan kepausan terdahulu dan membenarkan Galileo.
Kisah-kisah kehidupan gelap para Paus serta berbagai kebijakannya yang sangat keliru banyak terungkap dalam lembaran-lembaran sejarah Eropa. Peter de Rosa, misalnya, menceritakan, saat pasukan Napoleon menaklukkan Spanyol tahun 1808, seorang komandan pasukannya, Kolonel Lemanouski, melaporkan bahwa pastor-pastor Dominikan mengurung diri dalam biara mereka di Madrid.
Ketika pasukan Lemanouski memaksa masuk, para inquisitors itu tidak mengakui adanya ruang-ruang penyiksaan dalam biara mereka. Tetapi, setelah digeledah, pasukan Lemanouski menemukan tempat-tempat penyiksaan di ruang bawah tanah. Tempat-tempat itu penuh dengan tawanan, semuanya dalam keadaan telanjang, dan beberapa di antaranya gila.
Pasukan Prancis yang sudah terbiasa dengan kekejaman dan darah, sampai-sampai merasa muak dengan pemandangan seperti itu. Mereka lalu mengosongkan ruang-ruang penyiksaan itu, dan selanjutnya meledakaan biara tersebut.
Kejahatan penguasa-penguasa agama ini akhirnya berdampak pada munculnya gerakan liberalisasi dan sekularisasi di Eropa. Masyarakat menolak campur tangan agama (Tuhan) dalam kehidupan mereka.
Sebagian lagi bahkan menganggap agama sebagai candu, yang harus dibuang, karena selama ini agama digunakan alat penindas rakyat. Penguasa agama dan politik bersekutu menindas rakyat, sementara mereka hidup berfoya-foya di atas penderitaan rakyat. Salah satu contoh adalah Revolusi Perancis (1789), yang mengusung jargon “Liberty, Egality, Fraternity”.
Pada masa itu, para agamawan (clergy) di Perancis menempati kelas istimewa bersama para bangsawan. Mereka mendapatkan berbagai hak istimewa, termasuk pembebasan pajak. Padahal, jumlah mereka sangat kecil, yakni hanya sekitar 500.000 dari 26 juta rakyat Prancis.
Dendam masyarakat Barat terhadap keistimewaan para tokoh agama yang bersekutu dengan penguasa yang menindas rakyat semacam itu juga berpengaruh besar terhadap sikap Barat dalam memandang agama. Tidak heran, jika pada era berikutnya, muncul sikap anti pemuka agama, yang dikenal dengan istilah “anti-clericalism”. Trauma terhadap Inquisisi Gereja dan berbagai penyimpangan kekuasaan agama sangatlah mendalam, sehingga muncul fenomena “anti-clericalism” tersebut di Eropa pada abad ke-18. Sebuah ungkapan populer ketika itu, ialah: “Berhati-hatilah, jika anda berada di depan wanita, hatilah-hatilah anda jika berada di belakang keledai, dan berhati-hatilah jika berada di depan atau di belakang pendeta.” (Beware of a woman if you are in front of her, a mule if you are behind it and a priest whether you are in front or behind).” (Owen Chadwick, The Secularization of the European Mind in the Nineteenth Century, (New York: Cambridge University Press, 1975).
Trauma pada dominasi dan hegemoni kekuasaan agama (Kristen) itulah yang memunculkan paham sekularisme dalam politik, yakni memisahkan antara agama dengan politik. Mereka selalu beralasan, bahwa jika agama dicampur dengan politik, maka akan terjadi “politisasi agama”; agama haruslah dipisahkan dari negara. Agama dianggap sebagai wilayah pribadi dan politik (negara) adalah wilayah publik; agama adalah hal yang suci sedangkan politik adalah hal yang kotor dan profan.
Trauma Barat terhadap sejarah keagamaan mereka berpengaruh besar terhadap cara pandang mereka terhadap agama. Jika disebut kata “religion” maka yang teringat dalam benar mereka adalah sejarah agama Kristen, lengkap dengan doktrin, ritual, dan sejarahnya yang kelam yang diwarnai dengan inquisisi dan sejarah persekusi para ilmuwan.
Berbagai penyelewengan penguasa agama, dan pemberontakan tokoh-tokoh Kristen kepada kekuasaan Gereja yang mengklaim sebagai wakil Kristus menunjukkan bahwa konsep “infallible” (tidak dapat salah) dari Gereja sudah tergoyangkan.
Kaum Muslim, perlu mengambil hikmah dari kasus kejahatan para pemimpin Gereja ini. Ketika para tokoh agama tidak mampu menyelaraskan antara ucapan dan perilakunya, maka masyarakat akan semakin tidak percaya, bahkan bias “alergi” dengan agama. Jika orang-orang yang sudah terlanjur diberi gelar — atau memberi gelar untuk dirinya sendiri – sebagai “ULAMA”, tidak dapat mempertanggungjawabkan amal perbuatannya, maka bukan tidak mungkin, umat akan hilang kepercayaannya kepada para ulama. Mereka akan semakin jauh dari ulama dan lebih memuja selebriti – baik selebriti seni maupun politik.
Kasus yang menimpa sejumlah tokoh agama Katolik itu dapat juga menimpa agama mana saja. Jika tokoh-tokoh partai politik Islam tidak dapat memegang amanah — sibuk mengeruk keuntungan pribadi dan kelompoknya, tak henti-hentinya mempertontonkan konflik dan pertikaian — maka bukan tidak mungkin, umat akan lari dari mereka dan partai mereka.
Jika para pimpinan pesantren tidak dapat memegang amanah, para ulama sibuk mengejar keuntungan duniawi, dan sebagainya, maka umat juga akan lari dari mereka. Jika orang-orang yang dianggap mengerti agama tidak mampu menjadi teladan bagi masyarakat, tentu saja sulit dibayangkan masyarakat umum akan sudi mengikuti mereka.
Semoga kita dapat mengambil hikmah dari semua kisah ini, untuk kebaikan umat Islam di masa yang akan datang.
Depok, 20 Maret 2011
Golkar Siap Hadapi Partai Nasdem
Jakarta – Tak ada perasaan kaget ataupun merasa dikhianati saat Golkar mengetahui sebuah foto papan plang bertanda Partai Nasdem beredar luas dan menjadi perbincangan hangat. Bahkan parpol berlambang pohon beringin itu tak merasa gentar sekalipun kader-kadernya yang bergabung dengan ormas itu memilih untuk meninggalkan Golkar bila Nasdem benar menjadi parpol.
Parpol yang kini dipimpin oleh Aburizal Bakrie itu pun dengan tegas menyatakan kesiapannya bersaing dengan Nasdem dalam pemilu mendatang. “Bagi kita, semua partai itu kompetitor yang harus dihadapi dalam Pemilu 2014. Kalau Nasdem memang menjadi partai dan muncul di pemilu ya kita bersaing, ngapain khawatir apalagi takut,” ujar Wakil Ketua Umum DPP Golkar Theo L. Sambuaga saat dihubungi di Jakarta, Jumat (1/4/2011).
Meskipun beberapa kader Golkar menghuni Nasdem, Theo menilai hal itu tak menjadi masalah besar apalagi membuat partai warisan era Orde Baru itu menjadi gentar. Ia tak menampik bahwa seluk-beluk politik Golkar diketahui dengan baik oleh kader-kader partai itu di Nasdem. Namun menurutnya, hal itu tak menjadi masalah karena Golkar bukan pemain baru di panggung politik tanah air. Sehingga ada banyak strategi yang bisa dijadikan senjata untuk tetap unggul saat pemilu.
Namun, ia meminta agar kader-kader Golkar yang berada di Nasdem segera hengkang bila benar ormas itu sudah terdaftar sebagai parpol.
“Hak setiap orang kalau mau masuk partai manapun, apakah itu partai baru atau partai lama. Tapi ada peraturan yang harus dipenuhi dan mereka harus memilih atau segera keluar dari Golkar,” terangnya.
Di sisi lain, Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Nasdem Ferry Mursyidan Baldan membantah bahwa ormas yang menaunginya telah berubah menjadi parpol. Meski begitu, politisi Golkar ini juga menegaskan bahwa tak ada larangan bagi Nasdem untuk bekerja sama secara politik dengan figur atau kelompok manapun.
“Saya kira ormas ini tetap menjadi ormas. Bahwa nanti ormas itu beraliansi dan bekerja sama secara politik dengan orang lain, itu tidak ada larangannya. Karena ormas kita kan terdiri dari orang-orang lintas partai. Tapi ya itu tadi, Nasdem tetap jadi ormas,” imbuh Ferry.
Selain Ferry, sejumlah kader Golkar lainnya tetap bertahan di Nasdem meskipun sebelumnya pernah muncul peringatan dan ancaman pemecatan terhadap mereka. Mereka adalah Surya Paloh, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Syamsul Ma’arif dan Meutya Hafid.
[Matanews]
Kabut Asap Selimuti Pekanbaru
Pekanbaru – Kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Riau, Jumat (1/4/2011), mulai menyelimuti Kota Pekanbaru. Aroma asap yang membuat mata perih, batuk-batuk dan sesak napas mengakibatkan aktivitas warga sedikit terganggu.
Berdasarkan pantauan kabut asap sudah terasa pekat sejak Kamis (31/3/2011) malam. Kabut asap yang bercampur abu kebakaran hutan menimbulkan bau hangus yang menyelubungi segenap Kota Pekanbaru. Bahkan aroma kabut asap semakin pekat pada pagi harinya.
“Akibat kabut asap, saya semalaman tak bisa tidur karena batuk-batuk dan sesak napas,” ungkap Hendra, seorang warga Jl Tanjung Sukajadi Pekanbaru, Jumat (1/4/2011).
Senada dengan itu, Ali, warga Jl Mangga Pekanbaru mengatakan kabut asap bercambur abu kebakaran hutan dan lahan sangat terasa sejak malam hari. Meski begitu kabut asap di luar rumah belum menganggu jarak pandang.
“Kabut asap di luar kelihatan tipis. Tapi bau asapnya sudah menyengat. Mungkin ada yang sedang membakar lahan di sekitar pekanbaru,” ujar Ali.
Dari pantauan, kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru belum berakibat fatal terhadap aktivitas warga. Hal itu tampak dari aktivitas perdagangan di sejumlah pasar tradisional tetap berlangsung seperti biasa.
Begitu juga kegiatan sehari-hari warga yang bekerja maupun anak-anak sekolah masih berlangsung seperti biasanya.
[Media Indonesia]
Qaddafi Mulai Ditinggalkan Orang-Orang Dekatnya
Libya – Stasiun televisi Al-Jazeera, Kamis (31/3/2011) melaporkan beberapa orang dekat pemimpin Libia Moamar Qaddafi mulai meninggalkan negara tersebut. Dilaporkan prang-orang dekat Qaddafi tersebut kini berada Tunisia.
Namun tidak disebutkan identitas orang-orang dekat Qaddafi tersebut.
Sebelumnya Menteri Luar Negeri Libya Moussa Koussa yang merupakan salah satu orang dekat Qaddafi dan mantan kepala badan intelijen Libya, telah membelot. Moussa telah terbang ke London, Inggris sebagai bentuk protes atas serangan pasukan pendukung Qaddafi terhadap warga sipil.
Hengkangnya orang-orang dekat Qaddafi ini dinilai sebagai pukulan telak bagi pria yang telah memimpin Libya puluhan tahun tersebut. Hal ini diyakini sebagai awal kejatuhan Qaddafi yang harus menghadapi perlawanan dari pemberontak di dalam negerinya dan serangan negara-negara koalisi.
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah