Libanon Kembali Temukan Perangkat Mata-mata Israel
Libanon – Militer Libanon mengatakan unit tentaranya telah menemukan kembali perangkat spionase Israel dan sistem pengawas di wilayah selatan dekat kota Tirus.
Sistem pengawas, yang disamarkan mirip seperti batu, ditanam di desa Shamaa di Libanon selatan, militer mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis kemarin (17/3), dpa melaporkan.
Dikatakan bahwa unit pasukan intelijen Hizbullah menemukan perangkat tersebut dan melaporkan ke pihak militer Libanon terkait informasi tersebut.
Menurut pernyataan itu, perangkat itu disamarkan seperti batu. Peralatan mencakup sistem kamera dan sistem untuk transmisi gambar.
Peralatan mata-mata ini juga berisi sebuah sistem untuk menerima sinyal kontrol dan menggunakan sumber energi yang dapat diaktifkan oleh pesawat pengintai.
Perangkat ini dimasukkan Israel untuk memantau daerah di sepanjang garis pantai Libanon selatan.
Libanon telah menemukan beberapa perangkat mata-mata Israel di seluruh negeri dalam beberapa tahun terakhir. Pada tanggal 16 Desember 2010, militer Libanon mengatakan telah membongkar sebuah perangkat yang mirip perangkat mata-mata di daerah Barouk, tenggara Beirut.
Lebih dari 100 orang di Libanon telah ditangkap sejak tahun 2009 atas tuduhan berkolaborasi dengan Israel.
[Eramuslim]
DK PBB Menyetujui Resolusi Larangan Terbang
Den Haag – Dewan Keamanan (DK) PBB menyetujui sebuah resolusi zona larangan terbang di atas Libya, dan “semua langkah yang diperlukan” untuk melaksanakan keputusan itu, termasuk penggunaan kekuatan militer, yang bertujuan warga sipil.
10 dari dari 15 anggota dewan memberikan suara mendukung resolusi, sedangkan Rusia, Cina, Jerman, India dan Brasil abstain.
Tidak ada suara yang menolak terhadap resolusi yang disponsori oleh Perancis, Inggris, Lebanon dan Amerika Serikat.
Di Benghazi, kota utama yang menjadi pusat oposisi, banyak rakyat yang menonton pemungutan suara di DK PBB melalui TV, dan tak lama sesuddah usai keputusan itu, yang mendukung zona larangan terbang, perayaan meledak dengan menembakkan kembang api yang berwarna merah dan hijau ke udara, seperti yang disiarkan langsung oleh TV Satelit Aljazeera.
Resolusi itu memenuhi keinginan kekuatan oposisi pro-demokrasi di Libya meminta diberlakukannya zona larangan terbang untuk mencegah Muammar Gaddafi, menggunakan jet tempur untuk membombardir posisi mereka.
Keputusan resolusi hanya beberapa jam setelah Gaddafi memperingatkan warga Benghazi, terutama kubu oposisi, bahwa pasukannya akan menunjukkan “tidak ada belas kasihan” dengan menggunakan melakukan serangan udara secara massive ke kota itu.
Pemimpin Libya Muammar Gadhafi menyebut para pejuang pro-demokrasi di Benghazi “gangster bersenjata” dan mendesak warga untuk menyerang mereka, dan dia berkata : “Kalian semua keluar dan kami akan membersihkan kota Benghazi”, teriak Gadhafi di telivisi nasional Libya.
[Eramuslim]
SBY Ingin Format Kebersamaan di Setgab
Jakarta – Ajakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono SBY untuk mewujudkan demokrasi yang beretika diartikan sejumlah kalangan sebagai keinginannya untuk menjalin kekompakan dalam koalisi.
SBY menyatakan, semua kalangan diharapkan dapat berpolitik secara beretika. Pernyataan tersebut diisyaratkan mengarah kepada partai peserta koalisi.
“Dia (SBY) ingin menegaskan ketika berkoalisi itu ada format kebersamaan,” ujar pengamat politik dari Universitas Airlangga Haryadi, kepada INILAH.COM, Jumat (18/3/211).
Menurut Haryadi, SBY ingin menyampaikan perbedaan pendapat dalam koalisi adalah hal wajar, namun diharapkan dalam menentukan sikap, koalisi dapat satu suara.”Jadi dua hal yang dibedakan, perbedaan pandangan politik itu hal yang wajar, tapi sikap politik itu tunggal. Itu yang selama ini tidak ada,” tuturnya.
Haryadi menilai, SBY menginginkan sikap partai peserta koalisi mendukungnya tidak hanya sekadar formalitas hitam di atas putih sja, “Seyogyanya anggota koalisi punya sikap politik yang tunggal, tidak nyempal kesana-kemari, tanasnya.
SBY menyerukan ajakan itu saat memberikan sambutan dalam Mukernas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Selasa (15/3/2011). Dalam Mukernas ituPresiden mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan demokrasi yang berdasarkan pada akhlak atau etika. “Roh dari demokrasi adalah freedom. Tapi freedom tetap dijaga akhlaknya. Kebebasan itu berpegangan pada pranata.”
Menurut Presiden, akhlak yang dimaksud harus diwujudkan dalam praktik berdemokrasi. Misalnya, menyelenggarakan pemilihan umum dengan baik, terbuka, dan jujur. Di DPR juga, demokrasi harus dijalankan dengan baik pada hal-hal yang substantif.
“Masalah yang substantif sangat banyak jangan habis waktu kita untuk membahas yang belum substantif. Masalah lain seperti isu pembangunan kesejahteraan (penting untuk dibahas) dan itu juga mencerminkan kualitas dari demokrasi,” tegas Presiden.
[Inilah.Com]
Muslim Akan Terusir Dari London?
London – Pemerintah Inggris dilaporkan berencana untuk memotong anggaran perumahan yang ujung-ujungnya akan mendepak etnis minoritas, termasuk Muslim, dari ibukota London ke pinggiran-pinggiran kumuh di Inggris. Demikian menurut The Independent, Kamis kemarin.
“(Pemerintah Inggris) tidak ingin ada wanita, keluarga, anak-anak yang berpendapatan rendah dan, jelasnya, mereka tidak ingin perempuan kulit hitam, mereka tidak ingin perempuan etnis minoritas dan mereka tidak ingin wanita Muslim tinggal di pusat kota London,” kata Karen Buck, Menteri Pekerjaan dan Pensiun dari kabinet bayangan dari Partai Buruh.
Pemerintah koalisi memamg telah mengumumkan rencana kontroversial untuk memotong tunjangan perumahan.
Berdasarkan rencana, manfaat perumahan akan dikurangi sampai £ 400 dalam waktu seminggu untuk rumah terbesar, dan £ 290 seminggu untuk rumah susun.
Rencana ini sedianya akan mulai berlaku bulan depan, dan itu artinya sewa rumah di London akan menjadi lebih tinggi daripada di bagian negara manapun di Inggris.
Sebuah laporan Cambridge Centre for Housing and Planning Research memperkirakan bahwa sampai dengan 269.000 rumah tangga akan berjuang untuk membayar sewa mereka, dan setengahnya lagi diperkirakan akan kehilangan rumah mereka.
Menurut Council London, diperkirakan 82.000 rumah tangga di seluruh ibukota akan berisiko kehilangan rumah mereka di bawah peraturan baru itu.
“Mereka ingin orang-orang meninggalkan London ke tempat-tempat seperti Barking dan Newham,” kata Buck. “Saya tidak membenci Barking dan Newham. Masalahnya adalah kedua tempat ini sudah penuh dengan orang-orang yang sangat miskin. ”
Di Inggris terdapat sekitar 2,4 juta Muslim. Kebanyakan Muslim terkonsentrasi di distrik Newham London timur, Tower Hamlets dan Waltham Forest.
[Eramuslim]
Mahendratta Tuding Sidang Ba’asyir ‘Abal-abal’
Jakarta – Kuasa hukum Amir Jamaah Anshorut Tauhid Abu Bakar Ba’asyir, Mahendradatta, mengatakan persidangan yang mengadili kliennya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hanya persidangan ‘Abal-Abal’.
Pasalnya, Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum masih berketetapan untuk menghadirkan saksi melalui komunikasi jarak jauh atau telekonferensi. Hal ini dilakukan karena saksi Ba’asyir berstatus tahanan di Rumah tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
”Semua saksi telekonferensi, ini persidangan abal-abal,“ kata Mahendradatta Rabu (16/3/2011).
Menurutnya, penasehat hukum mengecam sikap majelis hakim yang memutuskan untuk menghadirkan saksi melalui telekonferensi, bahkan ia mengancam terdakwa Ba’asyir bersama kuasa hukum akan walk out di persidangan, jika Majelis Hakim dan JPU masih menghadirkan saksi melalui telekonferensi. ”Kami tidak akan peduli lagi,“ucapnya.
Lanjut Mahendradatta, tim penasehat hukum Baasyir juga tengah menunggu tanggapan atas pelaporannya kepada Komisi Yudisial (KY), atas aduan Majelis Hakim yang dipimpin Heri Swantoro karena dinilai tidak netral dalam persidangan perkara terorisme.
[InilahDotCom]
Dituduh Terkait Bom Buku, Ba’asyir Tuding Ada Rekayasa
Jakarta – Salah satu dugaan yang beredar, bom buku yang menggegerkan Jakarta pada Selasa (15/3/2011) lalu, terkait dengan Abu Bakar Ba’asyir. Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) itu menilai ada rekyasa di balik tudingan itu.
“Itu menunjukkan rekayasa. Itu orang gila, zalim,” ujar Ba’asyir sebelum sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta, Kamis (17/3/2011).
Tuduhan itu, imbuhnya, sama seperti ketika ada peledakan di Hotel JW Marriott Jakarta dua tahun lalu. Menurut Ba’asyir, dirinya dulu juga disebut-sebut terkait dengan peristiwa itu.
“Sama seperti dulu bom Marriott saya dituduh. Nama Marriott saja saya tidak mengerti,” sambung Ba’asyir yang berpakaian serba putih ini.
Dia menambahkan, sidang yang dijalaninya kali ini bukanlah sidang pidana. “Ini persoalan melawan antara pembela Islam dan musuh Islam. Densus adalah teman Amerika,” ucap Ba’asyir.
Pada Selasa (15/3/2011) lalu, bom buku dikirimkan pada waktu bersamaan untuk tokoh Jaringan Islam Liberal Ulil Abshar Abdalla, Kalakhar Badan Narkotika Nasional yang juga bidan Densus 88 Komisaris Jenderal Gories Mere dan Ketua Umum Partai Patriot Japto S Soerjosoemarno.
Buku untuk Ulil dan Gories berjudul ‘Mereka Harus Dibunuh karena Dosa-Dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslim’. Sedangkan buku untuk Japto berjudul ‘Masih Adakah Pancasila?’
Bom buku untuk Ulil meledak sebelum Gegana datang. 6 Orang terluka dalam peristiwa tersebut. Bahkan salah satu korbannya adalah Kasatreskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan yang harus kehilangan satu tangannya. Sedangkan bom buku untuk Gories dan Japto dapat dijinakkan. Muncul berbagai analisa terkait bom ini, dari motif politik, dilakukan sel tidur jaringan teroris yang selama ini eksis, hingga intelijen hitam. Banyak kalangan pesimistis kasus bom buku ini akan terungkap.
[Detik News]
Pasukan Qaddafi Siap Serang Benghazi
PBB – Sekjen PBB Ban Ki-moon Rabu menyeru pasukan pro pemimpin Libya Muamar Qaddafi dan pemberontak Libya untuk melakukan gencatan senjata, menjelang serangan yang diperkirakan terhadap ibu kota pemberontak Benghazi, kata seorang juru bicara PBB. Ban “sangat mengkhawatirkan mengenai eskalasi serangan yang meningkat oleh pasukan pemerintah, yang mencakup indikasi serangan di kota Benghazi”, kata juru bicara PBB Martin Nesirky.
“Serangan untuk membombardir sebuah pusat kota akan dengan besar-besaran menempatkan hidup warga sipil dalam risiko. Sekjen mendesak semua pihak dalam konflik itu untuk menerima gencatan senjata segera dan untuk mematuhi resolusi 1970 Dewan Keamanan.” Resolusi itu, yang disahkan pada 26 Februari, meminta diakhirinya serangan Qaddafi terhadap para penentang dan diterapkannya sanksi terhadap rezimnya.
Sekjen PBB itu telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Libya Mussa Kussa melalui telpon pada Selasa malam dan utusan khusus Ban untuk Libya, Abdul Ilah Khatib, telah meninggalkan Tripoli, Rabu, kata satu pernyataan PBB. Khatib, mantan menlu Jordania, telah mengadakan dua hari pembicaraan “di mana ia telah menyampaikan pada pejabat-pejabat senior Libya permintaan keras oleh masyarakat internasional untuk menghentikan pertempuran dan kekerasan, guna menjamin akses kemanusiaan dan untuk bekerja ke arah penyelesaian damai krisis itu”, katanya.
Utusan itu membuat seruan baru bagi “komitmen tegas dan jelas pada bagian pemerintah Libya untuk menghentikan permusuhan dengan segera”, menurut pernyataan itu. Militer Qaddafi, menurut kantor berita Inggris Reuters, pada Rabu telah mengeluarkan peringatan pada warga Benghazi untuk meninggalkan tempat yang dikuasai pemberontak dan tempat penyimpanan senjata pada pukul 22 GMT.
Pesan teks di layar televisi Al-Libya yang ditujukan pada penduduk kota di Libya timur itu menyatakan bahwa tentara akan datang “untuk membantu anda dan untuk membersihkan kota anda dari geng-geng bersenjata”. Televisi Libya Selasa melaporkan para pendukung Qaddafi telah berkumpul di kota itu, hal yang wartawan asing tak dapat pastikan. Tidak jelas pula apakah peringatan itu akan diikuti dengan tindakan.
Sebelumnya pasukan pro Qaddafi telah merebut kembali sejumlah kota di Libya timur yang jatuh ke tangan pemberontak, termasuk kota asal Qaddafi Sirte dan kota minyak Ras Lanuf. Terakhir, menurut laporan, mereka telah merebut kembali kota Ajdabiyah, pintu masuk ke Benghazi.
[Republika]
DPRD Bekasi Akhirnya Mengesahkan RAPBD 2011
Bekasi – DPRD Kota Bekasi akhirnya mengesahkan APBD 2011 senilai 1,927 Trilyun Rupiah. Pengesahan RAPBD 2011 menjadi APBD tersebut dilakukan pada Selasa (15/3/2011) bertempat di ruang sidang Paripurna DPRD Kota Bekasi.
Terdapat defisit sebesar Rp 35,28 milyar antara pendapatan dan belanja pemerintah. Namun Wakil Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyatakan pada akhirnya anggaran tetap berimbang karena kekurangannya akan ditutupi sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) APBD 2010 yang jumlahnya mencapai Rp 85 miliar.
“Alokasi dana pendidikan masih yang tertinggi senilai 36 persen dari total APBD 2011 menyusul anggaran untuk infrastruktur 18 persen, sedangkan alokasi kesehatan sendiri 11 persen dari total APBD 2011 dan selebihnya untuk alokasi lain-lain,” lanjut pria yang akrab disapa Bang Pepen tersebut.
Mengenai keterlambatan pengesahan di tingkat kota yang akan berdampak pada pemotongan dana alokasi umum (DAU) dari pemerintah pusat, Rahmat mengatakan, pihaknya akan mengirimkan surat kepada Kementerian Keuangan. “Isinya meminta agar jangan sampai terjadi penangguhan pengalokasian DAU. Kami akan minta diberi waktu 15 hari tambahan karena ini masih harus dibahas di tingkat provinsi sebelum diserahkan ke kementerian,” katanya.
[RED/BS]
PKB Umumkan Pemecatan Lily Wahid dan Gus Choi
Jakarta – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dijadwalkan akan mengumumkan secara resmi pemecatan dua anggotanya Lily Wahid dan Efendy Choirie hari ini Kamis 17 Maret 2011.
“Besok (hari ini-red) akan dijelaskan oleh Sekjen,” kata Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa Marwan Djafar dalam pesan singkatnya Rabu (16/3/2011).
Rencananya, keterangan PKB terkait nasib Lily dan Gus Choi, akan dibeberkan oleh Sekjen PKB Imam Nachrowi.
“Hari Kamis kami akan umumkan kepada publik soal ini. Intinya kau yang memulai, kau yang mengakhiri,” ketika ditemui disela acara Mukernas PKB di Balai Kartini, dua hari silam.
Sementara itu, Politisi Gus Choi dan Lily Wahid juga telah resmi mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait pemecatan yang dilakukan partainya.
Ketua Tim Advokasi Lily dan Gus Choi, Jhonson Panjaitan mengungkapkan Sudah mendaftarkan perselisihan partai politik ini ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor register 108 untuk Gus Choi dan 109 untuk Lily Wahid.
Menurut Jhonson, sekalipun surat keputusan atas keduanya belum resmi, namun teknis pembelaan dilakukan secara bersamaan. Setelah melakukan registrasi ke Pengadilan Negeri Jakpus, kliennya selanjutnya akan menyampaikan surat registrasi gugatan tersebut ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
[Okezone]
Indonesia Kirim Bantuan Rp18 Miliar ke Jepang
Jakarta – Pemerintah Indonesia memberikan bantuan US$2 juta (sekitar Rp18 miliar) kepada Jepang yang terkena gempa dan tsunami.
“Indonesia memberikan bantuan senilai US$2 juta kepada Jepang untuk membantu kondisi darurat akibat gempa bumi dan tsunami dan masih dimungkinkan untuk memberikan bantuan lebih besar lagi” kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Jakarta, Rabu (16/3/2011).
Bantuan tersebut masih untuk darurat bencana sementara untuk fase pasca bencana seperti untuk pekerjaan konstruksi dan pembangunan masih berpotensi untuk diberikan.
Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers didampingi oleh Wakil Menlu Jepang Makiko Kikuta yang berkunjung ke Indonesia untuk menghadiri acara ASEAN Regional Forum Disaster Relief (ARF DiREx) di Manado dan pertemuan Metropolitan Priority Area (MPA) di Jakarta.
“Saya datang ke Indonesia untuk menghadiri ARF DiREx dan MPA karena Jepang dan Indonesia menjadi tuan bersama kedua kegiatan itu, dan Jepang bertekad untuk mensukseskan keduanya,” kata Wamenlu Kikuta.
Menurutnya, hubungan Indonesia dan Jepang tidak akan berubah meski terjadi bencana, termasuk juga dalam kemitraan strategis dengan Indonesia. “Keinginan untuk meningkatkan kemitraan strategis dengan Indonesia tidak berubah termasuk rencana Jepang untuk memberikan pinjaman untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara, pembangunan infrastruktur serta perbaikan iklim investasi,” jelas Kikuta.
Bantuan Official Development Assistance (ODA) Jepang di Indonesia dimulai dari 1954, dan menurut laman resmi situs bantuan ODA Jepang di Indonesia, secara kumulatif, bantuan Jepang kepada Indonesia berjumlah US$29,5 miliar (hingga 2006), menjadikan Jepang sebagai negara donor terbesar Indonesia.
Wamenlu Kikuta mengatakan sebenarnya ia juga sempat bingung apakah tetap datang ke Indonesia atau membatalkan rencana karena guncangan gempa berkekuatan 8,9 skalar Richter diikuti tsunami di wilayah timur laut Jepang pada Jumat (11/3/2011).
“Sebelum datang ke Indonesia saya mengalami kebingungan apakah tetap datang atau tidak, tapi saya melihat momen ini merupakan kesempatan baik dan Jepang menjadi tuan rumah ARF DiREx bersama Indonesia, jadi saya memutuskan untuk tetap ke sini,” ucapnya dengan bantuan penerjemah.
Ia juga berterima kasih kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rakyat Indonesia karena bantuan yang diberikan kepada Jepang dan percaya bahwa rakyat Jepang dapat bangkit pasca bencana seperti juga pemulihan Indonesia pasca gempa dan tsunami 2006.
“Kerugian materi memang belum dapat diperkirakan seberapa besar, namun rakyat Jepang optimis dapat bangkit seperti juga yang dialami Indonesia pasca bencana gempa dan tsunami 2004,” tambahnya.
Terkait kebocoran Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima No 1 yang dikhawatirkan menyebarkan partikel radioaktif yang berbahaya bagi manusia, Kikuta mengatakan bahwa pemerintah Jepang sudah berusaha menstabilkan dan mengamankan keadaan.
“Pemerintah Jepang berusaha untuk menstabilkan dan mengamankan warga Jepang maupun warga asing dengan mengungsikan warga yang tinggal 20 kilometer dari PLTN sedangkan yang berjarak 20-30 km diminta untuk tinggal di rumah,” ujarnya. Ia juga mengatakan bahwa pemerintah Jepang tidak membedakan warga Jepang dan warga negara lain dalam proses evakuasi.
Menlu Indonesia Marty menambahkan bahwa KBRI Tokyo dalam proses evakuasi juga membantu warga negara lain seperti warga Nepal, Malaysia, dan Filipina.
[Media Indonesia]
Halal atau Haram? Kini Muslim Swedia Punya Lembaga Membedakannya
Stockholm – Muslim Swedia baru membentuk Dewan Fatwa. dewan ini akan membantu Muslim di Swedia yang mencari nasihat tentang bagaimana hidup sesuai dengan Islam, termasuk untuk memberi fatwa kontemporer menyangkut halal dan haramnya suatu hal.
Bagi 450 ribu Muslim – atau sekitar 5 persen dari total penduduk – di Swedia, mungkin tidak selalu mudah untuk memahami bagaimana praktik-praktik Islam paling baik diterapkan dalam masyarakat Swedia. Hadirnya Dewan Fatwa Swedia (Svenska Fatwaraadet) – secara resmi dimulai pada pertengahan 2009 dengan 14 anggota – sangat membantu. Dewan ini beranggotakan imam berpendidikan tinggi dan orang-orang dengan pengalaman di berbagai bidang.
“Pertanyaan paling umum yang kami terima berkaitan dengan isu-isu hubungan – perkawinan dan perceraian – juga masalah-masalah ekonomi, masalah-masalah pribadi tentang bagaimana untuk hidup sebagai Muslim di Swedia dan arbitrasi konflik,” kata Saeed Azam, ketua Dewan.
Ini adalah praktik umum bahwa umat Islam mencari nasihat agama tentang bagaimana hidup dengan cara yang terbaik.
Kata fatwa umum didefinisikan sebagai pernyataan hukum dalam Islam yang dikeluarkan oleh lembaga berkompeten tentang satu masalah tertentu. Fatwa ada yang bersifat universal, namun ada pula yang bersifat lokal, mempertimbangkan waktu dan tempat. Sebagai contoh, pada tahun 2001, Grand Mufti Mesir mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa acara televisi populer Who Want To Be a Millionaire adalah tidak Islami.
Namun fatwa ini dibantah banyak pihak, karena mempertimbangkan tidak ada keberatan karena mereka menyebarkan pengetahuan umum.
Dewan Fatwa Swedia mengeluarkan fatwa pertama tahun lalu sebagai tanggapan terhadap serangan bom bunuh diri di Stockholm, mengutuk tindakan tersebut dan menggambarkannya sebagai tidak kompatibel dengan Islam.
“Ada kebutuhan besar di Swedia untuk minoritas Muslim sebuah dewan untuk meminta saran dalam konteks yang sesuai dengan lingkungan. “Kami tahu bagaimana rasanya hidup di Swedia dan kondisi bahwa orang hidup di sini, kita memahami tantangan ini,” kata Azam.
Dewan Fatwa Swedia berencana untuk menyebar imam yang berkualitas ke seluruh negeri untuk meningkatkan jangkauan mereka.
Dalam Dewan mereka berencana untuk membentuk Komite Fatwa, yang hanya terdiri dari imam yang telah mendapatkan setidaknya gelar sarjana dalam syariah, atau studi tentang sistem hukum Islam.
Syariah, bagaimana pun, penafsiran beragam, dari konservatif sampai liberal. “Ini merupakan tindakan penyeimbangan untuk menemukan wakil yang tepat, untuk menghindari ekstremitas,” kata Azam.
Saat ini Komite yang beranggotakan sembilan imam berpendidikan tersebut, akan menjawab apa pun pertanyaan jamaah. Anggota Komite jumlahnya ganjil untuk memastikan suara mayoritas saat memberikan jawaban.
Mereka juga membuka layanan interaktif. Pertanyaan bisa disampaikan kepada Dewan melalui surat dan e-mail melalui situs web mereka.
Namun tak semua mendukung berdirinya Dewan Fatwa ini. “Mereka adalah kelompok kecil tanpa kualifikasi yang sebenarnya tak perlu didirikan di sini di Swedia,” kata seorang perwakilan dari Masjid Agung di Stockholm. Apalagi, katanya, mereka telah memiliki dewan Muslim.
Dewan Muslim Swedia (Sverige’s Muslimska Rad – SMR) dianggap sebagai otoritas Muslim tertinggi di negeri ini dan berfungsi sebagai organisasi payung bagi semua kelompok Islam dan terdaftar di Swedia.
Presiden SMR, Helena Benaouda, mengatakan hal senada. Ia menyayangkan Dewan yang minim representasi perempuan.
[Republika]
Macam-macam Muhasabah
Ibnul Qayyim mengatakan bahwa muhasabah (introspeksi) ada dua macam. Pertama muhasabatun nafs sebelum berbuat dan kedua muhasabatun nafs sesudah berbuat.
1. Muhasabatun nafs sebelum berbuat (beramal)
Ialah sikap seorang hamba ketika akan melakukan sesuatu, dia tidak bergegas melakukannya sehingga menjadi jelas baginya, bahwa yang dilakukannya adalah lebih tepat atau lebih baik ketimbang meninggalkannya. Ada empat tahapan perenungan dalam mengintrospeksi diri sebelum berbuat :
a. Apakah perbuatan yang akan dilakukan dapat dikuasainya atau tidak
b. Apakah melakukannya lebih baik dari pada meninggalkannya
c. Apakah dia melakukannya karena ALLAH atau bukan
d. Apakah sarana yang dapat membantunya untuk merealisasikannya.
Muhasabah jenis pertama ini dimulai dari tahapan pemikiran, kehendak dan tekad. jenis muhasabah ini sangat penting untuk menempatkan amal perbuatan agar menjadi ikhlas.
2. Muhasabatun Nafs setelah berbuat
Jenis ini terdapat tiga macam, yaitu:
a. introspeksi atas ketaatan yang tidak memenuhi hak ALLAH SWT dan tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. Seperti : mengerjakan sholat tanpa kekhusu’an, mencemari puasa dengan perilaku maksiat dan lain-lain.
b. Introspeksi atas perbuatan yang meninggalkannya adalah lebih baik dari pada mengerjakannya, hal ini biasanya berkenaan dengan perbuatan durhaka atau menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak diutamakan sehingga meninggalkan hal yang lebih utama
c. Introspeksi atas semua perbuatan yang mubah (boleh) dan perbuatan yang merupakan kebiasaan, mengapa sampai dikerjakan. Apakah karena ALLAH dan untuk kepentingan akhirat? Jika demikian, maka beruntunglah dia. Akan tetapi jika hanya karena dunia semata dan kepentingan sesaat, maka merugilah ia.
Walikota Bekasi Melakukan Rekonstruksi Kasus
Bekasi – Kuasa hukum Walikota Bekasi Mochtar Muhammad kembali menolak hasil rekonstruksi atau reka ulang yang dilakukan KPK hari ini di rumah dinas Walikota Bekasi terkait penyalahgunaan APBD 2010 dan Adipura Kota Bekasi.
Yanwar Prawira Wisesa selaku anggota tim pengacara Mochtar Muhammad mengatakan pihakanya tidak pernah menjalin komunikasi dengan KPK terkait rekonstruksi yang dilakukan selama ini. Yanwar menambahkan pihaknya mengaku siap beradu argumentasi di persidangan terkait rekonstruksi yang dilakukan KPK selama ini.
Pantauan di lapangan kantor Pemerintah Kota Bekasi rekonstruksi berjalan tegang sejumlah masa yang merupakan pendukung Mochtar Muhammad sempat meneriaki salah seorang saksi Rayendra Sukarmaji yang merupakan Kepala Dinas P2B Kota Bekasi.
Walikota Bekasi Mochtar Muhammad hari ini melakukan rekonstruksi tahap kedua terkait kasus suap piala Adipura. Rekonstruksi kali ini diadakan di rumah dinas Walikota Bekasi dan difokuskan di kolam renang. Salah satu adegan yang direka ulang adalah saksi ke-19, yaitu adegan ke-32 dimana nampak Agus Sofyan Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air bertolak dari rumah dinas Wali Kota menuju mobil kijang dengan nomor polisi B 1001 KQN dan dibawah jok tengah nampak amplop coklat dan tertera nominal uang Rp. 600 juta.
[REP/BS]
Ulil Dikirimi Bom, Waspadai Pengalihan Isu
Jakarta – bom dalam skala kecil meledak di Kantor Jaringan Islam Liberal (JIL) yang sekaligus Kantor Radio 68H, di Jl Utan Kayu Raya No. 68H, Jakarta Timur. Menurut berita yang beredar, bom itu meledak pada Selasa (15/3/2011) sekitar pukul 16.05 WIB saat diperiksa polisi.
Bom yang akhirnya meledak itu adalah paket buku yang dikirimkan untuk tokoh JIL Ulil Abshar Abdalla. Bom itu meledak dan melukai seorang polisi, yang diketahui adalah Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan, demikian dilaporkan sejumlah media online dan televisi.
Menanggapi hal ini, Direktur An Nashr Institute Munarman meminta agar mewaspadai pengalihan isu yang sedang dimainkan.
“Yang biasa main bom skala kecil begini adalah justru si Goen (Gunawan Mohammad, red) sendiri yang dulu pada tahun 1998 mensponsori bom tanah tinggi”, kata Munarman melalui pesan singkat (sms).
[Suara Islam]
Radiasi tak Sampai ke Indonesia
Tokyo – Satu per satu, reaktor Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima (Daiichi) Jepang, meledak. Tepatnya, tiga reaktor meledak dan satu terbakar, pasca diguncang gempa bumi 9,0 pada skala Richter (SR) dan terjangan gelombang tsunami setinggi 10 meter yang melanda kawasan pesisir timur laut Jepang, Jumat (11/3/2011).
Ancaman radiasi menghantui kawasan sekitar reaktor. Jika sebelumnya zona radiasi sejauh 20 kilometer, kemarin ditingkatkan menjadi 30 kilometer. Bahkan, hembusan angin diperkirakan akan membawa radiasi itu sejauh 240 kilometer menuju ibu kota Jepang, Tokyo.
Bagaimana dengan kabar bahwa radiasi itu bisa mencapai kawasan Indonesia? Pakar nuklir Insitut Teknologi Bandung (ITB), Prof Zaki Su’ud, membantahnya. Bahkan, Kepala Biro Kehumasan dan Hukum Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Ferhat Azis, menganggap pesan singkat (SMS) tentang ancaman radiasi ke wilayah Indonesia itu hanya kabar burung alias hoax.
Prof Zaki Suud, Pakar Nuklir ITB
Zona radiasi ledakan PLTN Fukushima dari 20 menjadi 30 kilometer. Apakah pertanda radiasi telah menyebar?
Yang jelas telah terjadi radiasi. Radiasi itu disengajakan untuk mencegah tekanan di bejana. Dan, kini ada cadangan radiasi yang masih terkungkung. Inilah mengapa zona diperluas untuk mencegah dampak dari dikeluarkannya sisa radiasi. Tetapi secara kuantitas tidak akan sampai ke Indonesia.
Apa sebenarnya yang menyebabkan ledakan di reaktor nuklir di Fukushima, Jepang?
Dari keterangan dan peberitaan resmi Jepang, diketahui jika penyebab ledakan karena pelepasan gas hidrogen yang bercampur dengan udara dan menimbulkan ledakan. Pelepasan hidrogen sengaja dilakukan untuk mengurangi tekanan dalam bejana reaktor. Dalam ledakan ini memang menimbulkan radiasi, tapi tidak sebesar tragedi nuklir di Chernobyl (1986).
Gempa Jepang berkekuatan 9,0 SR. PLTN-nya sendiri tahan pada berapa SR?
Bisa untuk 8,5 SR. Itu karena gempa yang tercatat di sana itu sekitar 8,3 SR. Dan, daerah itu sebenarnya bukan yang paling utama rawan gempa. Jadi, memang ini benar-benar di luar dugaan.
Tapi kalau skenarionya sesuai, seperti yang di Kobe (Jepang), itu gempanya 7,5 SR dan tidak ada kerusakan apa-apa. Namun, kejadian Fukushima ini memang luar biasa.
Bagaimana mendeteksi potensi radiasi?
Radiasi tidak bisa dideteksi dengan kasat mata. Perlu detektor nuklir untuk mengetahuinya. Pemerintah Jepang pastinya telah mengukur dampak dari kejadian di Fukushima dengan menetapkan zona bahaya 30 kilometer.
Dampak bagi orang yang terkena radiasi?
Dampaknya sangat terasa bila terkena. Umumnya dampak itu bisa langsung dirasakan secara fisik. Bagi yang akut bisa menimbulkan dampak diare, mual hingga kanker.
Pemerintah Jepang memperpanjang zona radiasi dari 20 menjadi 30 kilometer, apakah ini tanda radiasi telah menyebar?
Yang jelas telah terjadi radiasi. Radiasi itu disengajakan untuk mencegah tekanan di bejana. Dan, kini ada cadangan radiasi yang masih terkungkung. Inilah mengapa zona diperluas untuk mencegah dampak dari dikeluarkannya sisa radiasi.
Bagaimana langkah mengatasi radiasi nuklir?
Radiasi yang keluar saat ini belum terlalu besar, tapi daerah di sekitarnya tetap harus diperiksa. Dalam radius 20 kilometer harus dikosongkan. Kalau ternyata ada penyebaran (radiasi), pemerintah Jepang harus langsung bergerak sebagai langkah antisipasi.
Akan ada pengaruhnya bagi kawasan Indonesia?
Dari sisi kuantitas, sejauh ini tidak ada pengaruh yang bisa sampai sini (Indonesia).
Kapan radiasi hilang? Butuh berapa lama?
Radiasi itu, semakin lama menyebar, semakin mengecil. Mekanisme dia hilang paling cepat kalau ada hujan sehingga terbawa ke tanah. Namun, kalau radiasinya cukup tinggi, dia harus di dekontaminasi.
Bagaimana dengan informasi mengenai hujan asam di Jepang?
Kemungkinan besar tidak ada hujan asam, karena rasanya kurang relevan. Hujan asam itu (terjadi) di dekat pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Kalau di PLTN kemungkinannya agak kecil. Pada nuklir, yang harus diwaspadai itu radiasinya.
Apa hikmah di balik peristiwa ledakan PLTN itu bagi masa depan penggunaan teknologi nuklir?
Menjadi suatu tantangan. Ini accident luar biasa. Terjadi gempa besar, tsunami, lalu banyak kecelakaan. Sebetulnya sistem sudah berjalan, reaktor dimatikan, tinggal sisa panas yang hanya 1-2 persen.
Tapi, ternyata pengangkut panas yang kecil itu failed (gagal). Inilah pemicu utamanya. Karena itu, ke depan, sistem passive decay removal (pembuangan panas) menjadi krusial untuk diterapkan, termasuk pada rencana proyek reaktor nuklir di Indonesia, agar jangan mengulangi kesalahan dan menjadi lebih aman.
Kalau reaktor nuklir itu mengadopsi sistem passive decay removal, accident ini tidak perlu muncul. Begitu dia shut down, sistem yang lain mati, secara alamiah akan dibuang panasnya. Itu yang kebetulan tidak ada. Jadi, dugaan saya, sistem ini akan menjadi standar baru.
[Republika]
APBD 2011 Berpotensi Korupsi Berjamaah
Bekasi – Kerugian diderita masyarakat Bekasi dengan berlarutnya APBD 2011, terhentinya beberapa proyek seperti jalan rusak dan biaya pendidikan, serta gaji pegawai TKK yang sudah dua bulan belum dibayar. Juga berpotensinya pemotongan 25 persen dana alokasi umum (DAU), sebagai akibat tarik menarik kepentingan antara DPRD dengan Pemkot Bekasi, dalam hal ini masuknya proyek aspirasi DPRD diduga hingga mencapai Rp2 miliar tiap dewan dengan tukaran agar beberapa anggaran “siluman” gedung Pemkot baru senilai Rp12,5 miliar.
Dinilai Nouval AlRasyid, Divisi Hukum Fraksi 98, sebagai sebuah rekayasa dan berpotensi korupsi berjamaah seluruh anggota dewan dengan pemkot Bekasi yang dikomandoi Wakil Walikota Rahmat Effendi.
“Bisa jadi ini sebagai upaya bargaining program, yang sama-sama menguntungkan seseorang atau secara bersama-sama merugikan Negara. Ini berarti melakukan korupsi berjamaah” papar Nouval Alrasyid seusai prescon Fraksi 98 di gerai makan internasional, Selasa (15/3) malam.
Karenanya, bersama teman-teman aktivis 98, Nouval akan terus mencermati perjalanan APBD 2011 yang diduga penuh “sandiwara” antara Pemkot dengan dewan.
“Bayangkan semua sudah melalui prosedur, dari musrenbang dan rapat-rapat antara TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dengan dewan. Masa di ujung ada mata anggaran yang tiba-tiba muncul, dan ada dugaan barter dengan proyek aspirasi, ini yang harus dicermati” papar mantan aktifis kampus, dan anggota bantuan hukum DPP KNPI.
Seperti dengan kawan-kawan lainnya, bahwa kami mengawal agar semua pihak yang berkepentingan dengan APBD itu utamakan kepentingan rakyat. Baru dengan lainnya.
“Semakin aneh saja, beberapa mata anggaran yang berhubungan langsung dengan rakyat diturunkan. Tetapi untuk anggaran lain yang tidak berhubungan dengan rakyat langsung naik” tegas pengacara flamboyant yang selalu mengedapankan nilai kemanusiaan dalam membantu orang berperkara ini.
Menurut Nouval, jika dalam pengesahan ternyata beberapa program merugikan rakyat dan terlihat adanya bargaining position tinggi yang berpotensi korupsi berjamaah, pihaknya akan melakukan class action.
“Kita akan kaji dan dalami APBD 2011 ini. Jika hasil analisa bermasalah dan berpotensi korupsi berjamaah kita akan lakukan class action” ujar pengacara berkaca mata yang ramah ini.
[Klik M]
Mengapa Jaringan Islam Liberal Begitu Jumawa?
Jakarta – Banyak pihak yang belum memahami tentang sepak terjang JIL yang gemar mengobok-obok kedamaian umat Islam di Indonesia pada khususnya. Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, kaum Yahudi dengan Freemasonry mendukung JIL yang juga sesungguhnya didanai oleh Asia Foundation yang disupport oleh CIA, badan intelejen AS.
Apa itu Islam liberal dan Mengapa disebut Islam Liberal?
“Islam liberal” sejatinya pembangkangan diri dan pemikiran melalui gerakan, yayasan, kantor berita, gerakan politik terhadap islam ala Nabi Muhammad SAW. Pemikiran Islam (klaim mereka) menekankan kebebasan pribadi dan pembebasan dari struktur sosial-politik yang menindas. Tujuan JIL adalah menyebarkan gagasan Islam Liberal seluas-luasnya kepada masyarakat dengan dukungan Yahudi Internasional yang bercokol kuat di Indonesia dan dukungan pemerintah AS melalui Asia Foundation yang disokong oleh CIA dan Imperialisme Barat dan kini menguasai Universitas Paramadina dan UIN Syarif hidayatullah Jakarta.
JIL lebih mirip kepanjangan imperalisme Barat atas dunia Islam yang dicarikan bentuk pembenarannya dari khazanah Islam. Dari segi politis, ada benang merah dengan CIA. JIL yang resmi hadir sekitar Maret 2001— impact penting yang timbul dari lahirnya gudang pemikiran itu adalah lahirnya atmosfir ‘ndableg alias konyol’ yang oleh kebanyakan pengikutnya disebut dengan istilah “kekritisan berfikir”. Mereka begitu semangat ‘mengkritisi’ Al-Qur’an, menolak beberapa nash hadits-hadish shahih, serta menuduh para ulama’ sebagai kelompok konservatif. Dilain pihak, mereka bahkan teramat sibuk bergelut dengan referensi-referensi liberal. Bacaan-bacaan wajib mereka, kini Tahrirul Mar’ah milik Qasim Amin, The Spirit of Islam-nya Amir Ali, serta Al Islam wa Ushul Al Hukmi yang sesungguhnya hanya jiplakan dari tulisan orientalis Inggris Thomas W. Arnold.
Nama-nama semisal, Sayid Ahmad Khand, Arkeun, Ali Abdul Razik, Charles Kuzman, Fatimah Marnissi, Nasir Hamid Abu Zaid dan Fadzlurrahman seolah-olah “kitab suci” baru yang kini melekat di otak mereka. Di saat yang sama, mereka mulai tampak malas menelaah Al-Qur’an, bahkan boleh jadi mules (muak, red) jika mendengar dalil-dalil dari hadits.
Kalau kita mengamati dengan seksama tentang agenda-agenda JIL, maka kita akan menemukan korelasi antara imperialisme barat dan agenda JIL. Luthfi Asy-Syaukanie, salah satu motor JIL pernah menyebut dengan jujur empat agenda utama lahirnya Islam Liberal. Pertama, agenda politik, Kedua, agenda toleransi agama, Ketiga, agenda emansipasi wanita, dan Keempat, agenda kebebasan berekpresi.
Dalam agenda politik, misalnya, kaum muslimin “diarahkan” oleh JIL untuk mempercayai sekularisme, dan menolak sistem pemerintahan Islam (Khilafah). Dalam agenda plurarisme, kelompok ini menyeru bahwa semua agama adalah benar, tidak boleh ada truth claim. Agenda emansipasi wanita, seperti menyamaratakan secara absolut peran atau hak pria dan wanita tanpa kecuali, dan agenda kebebasan berekspresi, seperti hak untuk tidak beragama, tak jauh bedanya dengan agenda politik di atas. Semua ide-ide ini pada ujung-ujungnya, pada muaranya, kembali kepada ideologi dan kepentingan imperialis.
Adian Husaini dan Nuim Hidayat menandaskan, Karena itu, sulit sekali-untuk untuk tidak mengatakan –minimal mustahil– mencari akar pemikiran-pemikiran tersebut dari Islam itu sendiri secara murni, kecuali setelah melalui pemerkosaan teks-teks Al-Qur’an dan As-Sunnah. Misalnya teologi pluralisme yang menganggap semua agama benar, sebenarnya berasal dari hasil Konsili Vatikan II 1963-1965) yang merevisi prinsip extra ecclesium nulla salus (di luar Katolik tak ada keselamatan) menjadi teologi inklusif-pluralis, yang menyatakan keselamatan dimungkinkan ada di luar Katolik. (Islam Liberal: “Sejarah, Konsepsi dan Penyimpangannya”, Adian Husaini dan Nuim Hidayat).
Selain itu, dari kerangka ideologi, ide-ide JIL sendiri, dapatlah kiranya dinyatakan sebagai ide-ide kapitalisme. Luthfi Asy-Syaukanie dalam bukunya Wajah Liberal Islam di Indonesia (2002) telah berhasil menyajikan deskripsi dan peta ide-ide JIL. Jika dikritisi, kesimpulannya adalah di sana ada banyak contekan sempurna terhadap ideologi kapitalisme.
Tentu ada kreativitas dan modifikasi. Khususnya pencarian ayat atau hadits atau preseden sejarah yang kemudian ditafsirkan secara paksa agar cocok dengan kapitalisme. Ide-ide besar kapitalisme itu antara lain; (1) sekularisme, (2) demokrasi, dan (3) kebebasan. Dukungan kepada sekularisme –pengalaman partikular Barat– nampak begitu getolnya mereka melakukan penolakan terhadap bentuk sistem pemerintahan Islam (khilafah), dan penolakan yang begitu bersemangat terhadap syariat Islam. Tetapi mereka menerima begitu saja semua gagasan demokrasi tanpa ada nalar kritis. Istilahnya, mereka cepat-cepat ‘melek’ (terbelalak) jika mengkritisi Islam, tapi buru-buru buta (pura-pura tak melihat) jika sumber-sumber itu datangnya dari Barat.
Kentalnya ide-ide pokok kapitalisme dan berbagai derivatnya ini, masih ditambah dengan suatu metode berpikir yang kapitalistik pula, yaitu menjadikan ideologi kapitalisme sebagai standar pemikiran. Meminjam bahasa Al Jawi, ide-ide kapitalisme diterima lebih dulu secara taken for granted dan dianggap benar secara absolut, tanpa pemberian peluang untuk didebat (ghair qabli li an-niqasy) dan tanpa ada kesempatan untuk diubah (ghair qabli li at-taghyir). Lalu ide-ide kapitalisme itu dijadikan cara pandang (dan hakim!) untuk menilai dan mengadili Islam.
JIL Asia Foundation dan CIA
The Asia Foundation adalah LSM raksasa yang markas besarnya di San Fransisco. LSM ini memiliki 17 kantor cabang di seluruh Asia, termasuk Washington, D.C. Tahun 2003 kemarin, The Asia Foundation mengucurkan bantuan sebesar 44 juta USD dan mendistribusikan 750 ribu buku dan materi pendidikan yang nilainya berkisar mencapai 28 juta USD di seluruh wilayah Asia.
Sebagaimana dikutip situs resmi pemerintah AS, http://usinfo.state.gov, Oktober lalu –beberapa hari menjelang Pemilu di Afghan– lalu, The Asia Foundation, membikin program The Mobile Theater Project, sebuah bioskop keliling. Dengan alasan pendidikan demokrasi –atau lebih tepat kampanye pemaksaan demokrasi— mereka berkeliling kampung untuk memutar film dengan ditonton sekitar 430.000 pemirsa.
Di Indonesia, dalam Pemilu 2004 kemarin, seperti diakuinya di situs http://www.asiafoundation.org/, lembaga ini ikut mendanai JPPR (JPPR atau Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat) dengan mempekerjakan 141.000 relawan dan melakukan training kurang lebih 70 ribu orang. Mereka bisa memanfaatkan radio dengan asumsi 25 juta pendengar, memanfaatkan TV yang ditonton 74 juta pemirsa, juga menguasai media cetak dengan perkiraan dibaca 3 juta orang.
Di Indonesia, keberadaanya sudah ada sejak tahun 1970. Mereka berdiri di balik program-program bernama; training keagamaan, studi gender, HAM dalam Islam, civic education di lembaga-lembaga Islam, pusat pembelaan perempuan untuk Islam (Muslim Women Advocacy), dan isu-isu pluralisme, paralalel dengan program-program JIL.
Jika dilihat berbagai agenda dan kegiatannya selama ini, ada korelasi antara agenda-agenda JIL dengan LSM Raksasa bernama The Asia Foundation.
Tidak bisa dipungkiri, bahwa kehidupan kelompok ini amat tergantung pada kucuran dana dari The Asia Foundation. Dan karena donor yang amat besar dari LSM ini, maka JIL dalam waktu yang relatif singkat sudah bisa mendirikan Radio satelit pertama di Indonesia, Radio 68H, yang siarannya direlai puluhan pemancar radio di Indonesia, mampu membeli satu halaman penuh koran Jawa Pos, bahkan mampu menayangkan iklan-iklan di televisi dengan durasi yang panjang, semisal iklan “Islam Warna-Warni” yang akhirnya berhenti tayang karena somasi MMI, bahkkan bisa menghidupi kegiata-kegiatan mereka yang membutuhkan biaya besar. Jika ditilik dari sponsor utama (sebut The Asia Foundation) yang selama ini menjadi ‘penyangga’ utama pendanaan JIL, bisa ditarik kesimpulan bahwa The Asia Foundation adalah jaringan ‘induk’nya. Dengan bahasa lain, JIL adalah ‘karyawan’ The Asia Foundation yang bertugas di lapangan, untuk menjalankan proyek-proyek besarnya.
The Asia Foundation, yayasan ini ditengarai banyak mendanai kegiatan-kegiatan dalam rangka penyebaran paham kapitalisme dan sejenisnya. Yang paling nampak mencolok keterlibatan The Asia Foundation bagaimana dia mem-back up Tim Pengarasutaman Gender (PUG) bentukan Departemen Agama, yang kemudian berhasil menyusun draf Kompilasi Hukum Islam yang isinya kemudian menimbulkan kontroversial.
Merujuk sebuah makalah yang berjudul CIA’s Hidden History in the Philippines, Roland G. Simbulan, yang disampaikan pada ceramahnya di University of The Philipinnes (18 Agustus, 2000), mengutip dari tulisan seorang sosiolog Amerika, James Petras, yang dimuat dalam Journal of Contemporary Asia, menggambarkan, bagaimana LSM yang besar bisa dikendalikan –jika tidak didukung oleh pemerintah Amerika– atau perusahaan raksasa yang dikendalikan agen-agen rahasia atau CIA yang ingin memanfaatkannya sebagai sarana penyamaran. Yang dimaksud Petras, hal itu untuk mengelabuhi dan menghindari konflik yang diakibatkan benturan langsung terhadap struktur resmi pemerintahan. Serta menghindari class analysis adanya penjajahan dan eksploitasi kapitalis.
Roland G. Simbulan juga menjelaskan bahwa yang memainkan peran CIA yang paling menonjol di Manila adalah The Asia Foundation. Pernyataan ini dinilai cukup valid, karena didasari oleh pernyataan seorang anggota Departemen Birokrasi Amerika, William Blum. Dalam sebuah resensi buku yang berjudul Asia Foundation is the principal CIA front, dalam salah satu buku seorang jurnalis investigasi majalah Times, Raymond Bonner, yang berjudul: Waltzing with a Dictator: The Marcoses and the Making of American Policy, menyatakan bahwa “Asia Foundation adalah bentukan dan kedok CIA!”. Ini semakin diperkuat oleh interview Roland G. Simbulan dengan seorang mantan mata-mata CIA yang beroperasi di Philipina pada tahun 1996, dimana ia aktif menggunakan yayasan ini (The Asia Foundation) sebagai agen. Bahkan secara terang-terangan pula diungkapkan dalam laporan tahunan The Asia Foundation, tahun1985, yang menyebutkan di dalamnya pernyataan Victor Marchetti, salah satu dari pimpinan deputy CIA, bahwa “Asia Foundation didirikan oleh CIA dan sampai 1967 mendapat subsidi darinya.” (Asia Foundation Annual Report, 1985). Jelas, bahwa LSM The Asia Foundation memang bentukan CIA, didirikan sebagai alat, dan sarana untuk memperluas dan mempermudah proses imperialisme Amerika Serikat terhadap Negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik dengan cara non konfrontatif.
Dari sini pulahlah, boleh jadi, JIL –setelah dilihat dari substansi ide yang diusung, serta pertnershipnya– bahwa sesungguhnya aktifitasnya tidak ada hubungannya dengan Islam, tidak pula ada sangkut-pautnya dengan perbedaan metode penafsiran nash, pembaharuan, pencerahan, atau sifat kritis. Aktifitas JIL, sekali lagi –boleh jadi– tak lain, merupakan kemungkinan aktivitas intelejen asing yang hendak menancapkan kuku-kuku imperialismenya di bumi umat Islam, umumnya dan Indonesia, pada khususnya. Benarkah demikian? Wallahu a’lam.
Waspada pada Pemikiran Tokoh Sesat di bawah ini agar tidak tertipu manis kata dan bualan mereka agar tidak tersesat dunia dan akhirat:
Daftar 50 TOKOH JIL INDONESIA
A. Para Pelopor
1. Abdul Mukti Ali
2. Abdurrahman Wahid (Mantan Presiden)
3. Ahmad Wahib
4. Djohan Effendi
5. Harun Nasution
6. M. Dawam Raharjo (Tokoh liberal)
7. Munawir Sjadzali (mantan Menteri Agama)
8. Nurcholish Madjid (Cak Nun)
B. Para Senior
9. Abdul Munir Mulkhan
10. Ahmad Syafi’i Ma’arif
11. Alwi Abdurrahman Shihab
12. Azyumardi Azra (Mantan Rektor UIN Jakarta)
13. Goenawan Mohammad (Tempo)
14. Jalaluddin Rahmat (Tokoh Syiah dan Lintas Agama)
15. Kautsar Azhari Noer
16. Komaruddin Hidayat (Rektor UIN Jakarta, saat ini, 2011)
17. M. Amin Abdullah
18. M. Syafi’i Anwar
19. Masdar F. Mas’udi
20. Moeslim Abdurrahman
21. Nasaruddin Umar
22. Said Aqiel Siradj (Mantan Menteri Agama)
23. Zainun Kamal
C. Para Penerus “Perjuangan”
24. Abd A’la
25. Abdul Moqsith Ghazali
26. Ahmad Fuad Fanani
27. Ahmad Gaus AF
28. Ahmad Sahal
29. Bahtiar Effendy
30. Budhy Munawar-Rahman
31. Denny JA
32. Fathimah Usman
33. Hamid Basyaib
34. Husein Muhammad
35. Ihsan Ali Fauzi
36. M. Jadul Maula
37. M. Luthfie Assyaukanie
38. Muhammad Ali
39. Mun’im A. Sirry
40. Nong Darol Mahmada
41. Rizal Malarangeng
42. Saiful Mujani
43. Siti Musdah Mulia
44. Sukidi
45. Sumanto al-Qurthuby
46. Syamsu Rizal Panggabean
47. Taufik Adnan Amal
48. Ulil Abshar-Abdalla
49. Zuhairi Misrawi
50. Zuly Qodir
[Voice of Al-Islam]
Pojok BSM
Sesama Aliran Sesat, Ketua LDII Minta Ahmadiyah Meniru LDII
Surabaya – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berharap Ahmadiyah segera berubah seperti halnya LDII setelah diputuskan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Di dalam ijtima ada tansik al Harokah. Kita harus ikuti apa yang ditetapkan MUI, jadi keputusan pemerintah harus diikuti,” kata Ketua Umum LDII Abdullah Syam seusai membuka Munas LDII VII di Surabaya, Selasa (8/3/2011) siang.
Abdullah Syam juga meminta Ahmadiyah melakukan pemahaman secara substansi terkait keputusan MUI sehingga penyimpangan yang dilakukan dengan mengakui ada nabi setelah Nabi Muhammad harus segera diubah. Selain itu, Syam juga mengimbau jemaat Ahmadiyah menjadi warga negara yang baik dan menaati aturan pemerintah.
Abdullah mengklaim, di seluruh wilayah Indonesia saat ini jumlah warga LDII sekitar 14,5 juta orang yang tersebar di 33 provinsi dan di semua kota/kabupaten yang ada. Bahkan, sudah menyebar di beberapa negara.
Tahun 1971, tambah Abdullah, LDII ‘mangkel’ karena difatwa sesat oleh MUI. Saat itu MUI mengeluarkan fatwa yang menyatakan LDII sesat karena LDII menganggap umat selain LDII adalah golongan ahli neraka sehingga najis hukumnya berhubungan dengan umat selain LDII. Untuk menghindari fatwa sesat, LDII tidak berkecil hati, lalu menempuh berbagai stretegi dengan beberapa kali berganti nama mulai dari Islam Jamaah, Lemkari, Darul Hadits dan terakhir memakai nama LDII.
“Dari peristiwa itu, LDII kemudian berganti-ganti nama, di antaranya Islam Jamaah, Lemkari, Darul Hadits dan saat ini menjadi LDII,” katanya.
Bagi banyak kalangan, imbauan LDII agar jemaah Ahmadiyah meniru jejak LDII itu terasa aneh. Pasalnya, menurut penelitian Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam (LPPI) sebagaimana yang dirilis nahimunkar. com, Ahmadiyah dan LDII adalah dua jemaat sesat.
Dalam artikel berjudul “Kesesatan LDII dan Ahmadiyah,” nahimunkar.com menyebutkan beberapa contoh kesesatan Ahmadiyah, antara lain: Menganggap kafir orang Muslim di luar jama’ah LDII; Menganggap najis Muslimin di luar jama’ah LDII dengan cap sangat jorok, turuk bosok (Jawa: vagina busuk); Menganggap shalat orang Muslim selain LDII tidak sah, hingga orang LDII tak mau makmum kepada selain golongannya.
Sedangkan beberapa contoh kesesatan LDII menurut nahimunkar. com antara lain: Mengimani Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi baru setelah Nabi Muhammad; menganggap semua orang Islam yang tidak mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai Rasul adalah musuh; Menganggap kafir dan melaknat semua orang Islam di luar Ahmadiyah; Ahmadiyah Memiliki Kitab Suci sendiri namanya Tadzkirah, yaitu kumpulan wahyu suci (wahyu muqoddas); Mirza Ghulam Ahmad membajak ayat-ayat Al-Qur’an.
Setelah mengaku sebagai nabi baru, Mirza Ghulam Ahmad banyak merusak aqidah/keyakinan Islam, antara lain: Mirza Ghulam Ahmad mengaku bahwa Allah itu berasal dari Mirza Ghulam Ahmad, bahkan mengaku berkedudukan sebagai anak Allah.
Kesesatan Ahmadiyah dan LDII itu ditegaskan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam Musyawarah Nasional VII di Jakarta, 21-29 Juli 2005, MUI merekomendasikan aliran sesat seperti LDII dan Ahmadiyah agar ditindak tegas dan dibubarkan oleh pemerintah karena sangat meresahkan masyarakat. Bunyi teks rekomendasi itu sebagai berikut:
“Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah. MUI mendesak Pemerintah untuk bertindak tegas terhadap munculnya berbagai ajaran sesat yang menyimpang dari ajaran Islam, dan membubarkannya, karena sangat meresahkan masyarakat, seperti Ahmadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan sebagainya. MUI supaya melakukan kajian secara kritis terhadap faham Islam Liberal dan sejenisnya, yang berdampak terhadap pendangkalan aqidah, dan segera menetapkan fatwa tentang keberadaan faham tersebut. Kepengurusan MUI hendaknya bersih dari unsur aliran sesat dan faham yang dapat mendangkalkan aqidah. Mendesak kepada pemerintah untuk mengaktifkan BAKORPAKEM dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya baik di tingkat pusat maupun daerah.” (Himpunan Keputusan Musyawarah Nasional VII Majelis Ulama Indonesia, Tahun 2005, halaman 90, Rekomendasi MUI poin 7, Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah).
[Voice of Al-Islam]
Saito, Sebuah Desa Jepang yang Hilang Akibat Tsunami
Jepang – Tsunami yang melanda pantai Jepang – akibat gempa besar yang mengguncang – telah menghancurkan segala sesuatu yang dilewatinya bahkan telah menghilangkan sebuah desa yang berpenduduk 250 orang dengan 70 rumah atau lebih.
Sekarang, tiga hari kemudian pasca gempa, Saito telah menjadi desa kematian yang hanya berisi puing-puing kehancuran. Gempa yang diikuti tsunami di Jepang Jumat lalu menjadi salah satu gempa terkuat di bumi dalam 110 tahun terakhir.
Di Saito dan sekitarnya, tidak ada listrik, dan tidak ada air yang mengalir. Tidak ada generator yang hidup. Malam menjadi gelap gulita. Bangunan yang masih berdiri tetap tertutup. Tidak ada toko yang terbuka. Semuanya telah berhenti.
“Tidak ada yang tersisa,” seorang warga bernama Toshio Abe mengatakan kepada Associated Press pada hari Senin kemarin (14/3/2011) pada saat tim pemadam kebakaran melalui ‘gurun’ yang luas dengan puing, bukan untuk mencari korban hidup tetapi untuk mencari korban yang tewas. Abe mengatakan sedikitnya 40 warga Saito meninggal atau belum ditemukan.
Abe mengatakan dia sedang berkebun Jumat sore lalu ketika ia merasa bumi bergoyang di bawah kakinya. Sirene tsunami berbunyi dan pengumuman pengeras suara memperingatkan orang untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Gelombang air laut yang besar menghantam semua yang dilewatinya di desa Saito. Sejumlah rumah hancur tak bersisa bahkan pondasi rumah pun sampai terbongkar.
“Saya tidak pernah berpikir tsunami akan datang sejauh ini masuk ke pedalaman,” kata Abe. “Saya pikir kami aman.”
Abe menunjuk landasan beton yang hancur di tengah lanskap yang telah rata. Landasan beton itu bekas rumahnya sebelum tsunami menerjang. “Saya akan mendirikannya kembali,” katanya, “tapi tidak di sini.”
Hari ini, segala sesuatu di Saito hanya bisa diucapkan dengan kenangan masa lampau.
“Itu balai kota,” kata pekerja konstruksi 48 tahun Takao Oyama, menunjuk ke arah bangunan putih dua lantai yang berdiri di dekat pantai, tersandar di sudut menjadi lembaran lumpur dan pasir.
“Itu sekolah dasar kami,” katanya, sambil menunjuk sebuah bangunan tiga lantai yang telah hancur dan ditutupi oleh puing-puing. Kebanyakan bangunan yang ada, semuanya telah menghilang.
“Kami telah berjuang, tapi semua telah hilang,” kata Oyama. “Semuanya hilang.”
Di belakangnya, sebuah pulau yang tertutup pohon dapat dilihat tak jauh dari pantai. Bahwa kehancuran seperti itu bisa datang dari pandangan indah yang terlihat, sangat sulit dipercaya.
“Kami tidak pernah bisa hidup di sini lagi,” kata Oyama saat ia beristirahat bersama istrinya di jalan aspal yang telah rusak.
Ketika ditanya berapa banyak orang yang meninggal, Oyama mengangkat bahu. “Kami hanya melihat beberapa mayat di sini,” katanya. “Saya pikir semua orang telah tersapu ke laut.”
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah