MEDAN – Penambahan kuota jamaah haji Sumatera Utara tahun 2010 secara nasional mendapatkan porsi yang sangat sedikit, hanya sebanyak 100 orang.
Kepala Bagian Humas Kanwil Depag Sumut, Solehuddin di Medan, Senin (5/7), mengatakan, dengan penambahan tersebut tidak dapat diberikan kepada jamaah haji yang sudah mendaftar atau masuk dalam daftar tunggu.
Padahal, katanya, jumlah jamaah haji di Sumut yang sudah mendaftar (daftar tunggu) cukup banyak dan mencapai 40 ribu lebih.
“Tidak mungkin penambahan kuota jamaah haji yang sebanyak 100 orang itu, bisa menutupi jamaah yang masuk daftar tunggu itu. Pokoknya mereka harus sabar menunggu,” kata Solehuddin.
Penambahan 100 orang itu, hanya sedikit bedanya dengan tahun 2009 yang mencapai 8.080 orang, sedangkan 2010 jumlah jamaah haji yang akan berangkat 8.180 orang.
Ia berharap, pada 2011 penambahan kuota jamaah haji Sumut lebih 100 orang, karena jumlah itu sedikit bila dibandingkan jumlah yang mendaftar setiap tahunnya terus meningkat secara signifikan.
Sementara itu, data yang diperoleh menyebutkan, jumlah jamaah haji tahun 2010 ini secara nasional dari 207.000 menjadi 211.000.
Sementara itu penambahan kuota jamaah haji Aceh 325 orang, Sumatra Barat 100, Bali 426, Nusa Tenggara Timur 299, Kalimantan Selatan 315, Sulawesi Utara 66, Sulawesi Selatan 325, Maluku 92, Maluku Utara 81, Papua 524 dan Papua Barat 417. [mediaindonesia]
Musim Libur, Penumpang Kereta Masih Padat
BEKASI UTARA – Memasuki pekan kedua liburan sekolah, Stasiun Bekasi kebanjiran penumpang kereta dengan tujuan berbagai kota. Pemandangan tersebut terlihat sejak pagi hingga menjelang malam. Bahkan, para penumpang nekat duduk di atas gerbong karena kehabisan tiket.
Pantauan Radar Bekasi di Stasiun yang berada di Jalan Ir Juanda tersebut terlihat dari ribuan calon penumpang yang harus berebut untuk bisa memasuki gerbong kereta api, seperti kereta api Brantas dengan tujuan Kediri di sesaki para penumpang.
Jumlah calon penumpang tertinggi adalah kereta api kelas ekonomi Brantas, jurusan Kediri-Jakarta Tanah Abang. Demikian juga dengan tiket kereta api kelas bisnis dan eksekutif, seperti Bangunkarta jurusan Jombang dan Bima jurusan Surabaya, Jogja telah habis sejak pukul 10.00 WIB.
Penuturan calon penumpang, Sugiman (38) mengaku nekat duduk di atas gerbang karena sudah kehabisan tiket kereta api jurusan Kediri. “Saya kehabisan tiket, makanya saya duduk di atas gerbong,” katanya dengan nada enteng sambil berpegangan ke besi gerbong.
Hal yang sama diungkapkan Sri Yuli Astuti (28). DIa mengaku sudah menunggu kereta sejak pagi buta untuk mendapatkan sebuah tiket kereta jurusan jogja itu. “Kalau tidak datang pagi-pagi pasti tidak kedapatan tiket,” aku ibu dua orang anak ini yang mengaku mau liburan ke Candi Borobudur.
Portir Stasiun Besar Bekasi Dede Triyanto saat ditemui Radar Bekasi yang sedang menertibkan para penumpang yang nekat duduk di atas gerbong mengaku kondisi demikian sudah terjadi sejak liburan sekolah dimulai dan diprediksi bakal membludak hingga minggu depan.
“Peningkatan tampak cukup signifikan, dibandingkan hari-hari sebelumnya. Khususnya pengguna KA kelas ekonomi, baik jurusan luar kota maupun arah yang menuju ke Surabaya,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Bekasi Bekasi Eman Sulaeman mengatakan, peningkatan jumlah penumpang ini sudah kerap terjadi setiap liburan sekolah maupun liburan nasional, “Peningkatan memang terjadi hingga 20 persen dari hari biasanya,” katanya singkat. [radar-bekasi]
Kejari Cikarang Hanya Sentuh Kasus Ecek-Ecek
CIKARANG – Lama tidak terdengar kiprahnya setelah ditinggal mantan Kepala Kejaksaan Negeri Cikarang Baringin Sianturi. Pengantinya, Undang Mugopal mulai menunjukan taring. Tiga kasus lama korupsi mulai dibongkar, tersangka baru akan segera ditetapkan dalam minggu ini.
Ketiga kasus tersebut adalah BLT (Bantuan Langsung Tunai), bantuan Raskin (Beras untuk keluarga miskin), dan terbaru adalah kasus pengadaan sarana multi media di Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Kejari Cikarang melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Agus Setiadi.
“Penetapan ters angka baru tersebut merupakan hasil pengembangan dari kasus korupsi yang sudah bada sebelumnya, hanya kasus multi media yang baru. Dalam minggu ini akan segera kita tetapkan tersangkanya,” ujar Agus.
Namun, kinerja Kejaksaan tersebut ditanggapi miring oleh Faturrahman, Ketua HMI MPO Cabang Bekasi mengatakan, bahwa ketiga kasus tersebut hanya kasus lama dan nilainya sedikit. Dia menyayangkan kinerja Kajari, Undang Mugopal yang seolah kalah greget dengan pendahulunya, Baringin Sianturi. Menurut Fatur, sejauh ini belum ada satu kasus yang murni hasil kerja Undang.
“Ini semua kasus lama dan “ecek-ecek”, yang kakap be lum berani disentuh,” ujar Fatur.
Menurut Fatur, jika memang kasus lama yang diungkap harusnya Kejari juga berani untuk membongkar kembali kasus korupsi pembangunan pagar kantor Pemda Kabupaten Bekasi yang melibatkan Istri Sekda Kabupaten Bekasi. Sayangnya, kasus tersebut saat ini tidak jelas nasibnya. Proses kasasi yang diajukan oleh Kejaksaan ke Mahkamah Agung belum ada kejelasan hingga saat ini. Padalah, kata Fatur, keterlibatan istri S ekda sangat jelas.
“Jika komitmen, bongkar lagi kasus korupsi pembangunan pagar Pemda yang melibatkan istri Sekda Kabupaten Bekasi. Bongkar juga praktek suap dalam bebera proyek dan indikasi korupsi di BUMD,” ketusnya. [klikm.net]
Pembukaan PORDA Berantakan
SOREANG – Pembukaan Porda XI 2010, dan Porcada III yang dibuka langsung Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mendadak panik saat menjelang penutupan.
Pasalnya, saat kembang api, petasan dan mercon dinyalakan, tiba-tiba terdengar suara ledakan keras yang meruntuhkan tembok bagian Selatan Stadion Si Jalak Harupat seluas tiga meter. Akibatnya, empat orang terluka.
Aparat kepolisian dan petugas kesehatan langsung membawa tiga korban ke Rumah Sakit Soreang. Dan satu orang lagi dibawa ke RS Hasan Sadikin, Kota Bandung.
Salah satu korban, Fika Fariska, kepalanya mengalami luka terkena batu pecahan dari tembok yang jatuh. Bahkan, beberapa mobil, di antaranya mobil kontingen mengalami pecah kaca.
Tadi malam, pihak berwajib langsung menyelidiki insiden yang tak terduga tersebut. Saksi mata Pujo Hastowo mengatakan, di atas tribun obor ada tiga orang operator. Setelah meledak, dua orang loncat, satu orang lagi terpental jauh. “Jarak mobil saya tidak jauh dari tempat kejadian, suaranya sangat keras dan tidak terduga,” katanya.
Acara pembukaan yang sangat meriah tersebut dihadiri Menegpora Andi Mallaranggeng, Ketua KONI Jabar H Azis Syarif, Ketua DPRD Jabar Irwan K Sudrajat, dan Bupati Bandung Obar Subarna.
Pada Porda XI/2010 ini, empat tuan rumah yang diberi kehormatan yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat. Saat acara digelar, panitia langsung menyelenggarakan devile (iringiringan) kontingen, yang terlebih dahulu diisi acara musik menampilkan grup PAS band.
Selepas pukul 20.00, di tengah guyuran hujan, siswa SLB Kabupaten Bandung dan Kota Cirebon menampilkan kesenian barongsai dan tarian khas Jawa Barat, tari Merak dan Jaipongan. Setelah hujan reda, acara dilanjutkan dengan masuknya 26 Kontingen kabupaten dan kota yang diawali kontingen Kota Bogor.
Seluruh kontingen berkeliling sambil memasuki lapangan dikawal marching band dari Bhineka Taruna Kota Bandung. Penampilan berbeda dan sangat menghibur seluruh peserta yakni atraksi yang ditampilkan Kabupaten Garut. Wakil Bupati Diki Candra memperagakan silat khas Garut sekaligus mempertunjukkan adu domba berukuran besar.
Bahkan, beberapa kesenian tak kalah menarik ditampilkan Kabupaten Indramayu berupa kesenian jajangkungan yang langsung dipimpin Irianto Sayfuidun yang akrab disapa Yance, sekaligus membawa tulisan berukuran besar yaitu misi yang diusung tri sukses.
Bupati Bandung H Obar Subarna mengatakan, pelaksnanan Porda adalah momentum luar biasa yang dilaksanakan di empat tuan rumah kota dan kabupaten. Sebagai salah satu bagian pembentukan karakter, Porda dan Porcada, masih banyak kekurangan dari mulai sarana dan prasana serta kemacetan. “Kami mohon maaf yang sebesarnya dengan kekurangan ini. Ke depannya mudahan bisa diperbaiki,” katanya.
Menegpora Andi Malaranggeng dalam sambutannya sekaligus penetapan keputusan Jabar sebagai tuan rumah membanggakan seluruh insan olahraga di Jabar. Disebutkan, Jabar adalah lumbung atlet nasional yang mengharumkan nama bangsa untuk kepentingan nasional.
“Saya harap, bibit unggul diperhatikan, direkrut, didorong untuk jadi atlet nasional dan mengharumkan nama bangsa di even internasional,” harapnya. Selama tiga kali mengajukan sebagai tuan rumah, akhirnya Jabar bisa menjadi tuan rumah PON 2016. “Saya berharap, di Porda kali ini bisa memecahkan rekor nasional dan kalau perlu Internasional.
Tidak lupa, junjung tinggi sportivitas bahkan untuk SEA games. Kita berharap kebangkitan olahraga Indonesia berawal dari Jabar,” tandasnya. Gubernur Jabar H Ahmad Heryawan mengaku bangga dihadiri oleh Menteri Negara Pemuda Indonesia. “Ini adalah Porda yang pertama.
Tentu memiliki makna yang sangat penting. Jabar memiliki potensi dan merupakan lumbung pusat atlet nasional,” katanya. Ahmad mengatakan, jumlah penduduk Jabar harus berkesinambungan dengan proses prestasi yang diraih. “Untuk itu, di PON harus meraih medali emas terbanyak.
Kita akan berkomitmen untuk membangun sarana olahraga, salah satunya Stadion Gede Bage, Sport center. Bahkan sarana lainnya di Bekasi Bogor bisa secepatanya dibangun. Dan tidak kalah penting atlet yang akan betanding bisa menjaga sportivitas,” ujarnya.
Setelah sambutan dari Gubernur, dua mantan atlet nasional dari anggar yakni Critine dan Maman Suryaman dari cabor PABBSI langsung menyalakan obor Porda tanda Porda siap digelar.
Selanjutnya, acara diakhiri oleh pemecah rekor MURI Lia Aprelia yang menyanyikan lagu olahraga menjunjung tinggi sportivitas. Sementara itu, hujan yang mengguyur Kabupaten acara pembukaan tak membuat atlet Kota Bekasi beranjak.
Atlet Kota Bekasi memilih tetap mengikuti prosesi pembukaan walaupun gerimis terus mengguyur. Sama halnya dengan atlet Kabupaten Bekasi. Mereka terlihat masih bersemangat mengikuti acara sampai akhir. Di Tribun Barat Stadion Si Jalak Harupat, tampak perwakilan dari Pemerintah Kota Bekasi, Asisten Daerah (Asda) II Zaki Utomo, Sekretaris BKD Priyanto, dan Kepala Humas Pemkot Endang S.
Tampak khusuk mengikuti jalannya acara.“Rencanannya Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad akan menghadiri acara pembukaan ini, tapi karena ada acara ke Jakarta Bapak urung datang,” kata Endang.
Kontingen Kota Bekasi mengeluhkan ketidakhadiran Wakil Wali Kota Rahmat Effendi yang tidak lain adalah ketua kontingen. Masih menurut Endang, alasan orang nomor dua tak hadir saat pembukaan karena ada urusan lain yang tidak bisa ditinggalkan hingga 9 Juli ini.
Ketidakhadiran Pepen, sapaan Rahmat, di malam pembukaan Porda secara tak sengaja melukai perasaan pengurus kontingen. Seperti yang diucapkan Zulkarnaen Alregar yang kebetulan salah satu pengurus kontingen. “Saya kecewa sekali.
Kita seperti ayam kehilangan induk karena semua pejabat kontingen tidak turut serta pada acara pembukaan kali ini,” keluh pria yang juga dosen di kampus Unisma 45 ini. [radar-bekasi]
‘Sang Pencerah’ Diputar Bulan Puasa
YOGYAKARTA – Film Sang Pencerah yang mengangkat kisah pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, diputar perdana secara serentak di bioskop berbagai daerah di Indonesia pada bulan puasa 2010.
Di sela Muktamar ke-46 atau Muktamar Satu Abad Muhammadiyah di Yogyakarta, 3-8 Juli 2010 pada bedah buku Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral, sutradara Hanung Bramantyo mengatakan awalnya pemutaran perdana film itu akan diputar bersamaan dengan Muktamar Muhammadiyah di Yogyakarta. Namun harus diundur pada Agustus 2010. Tetapi Hanung tidak menyebut alasan penundaan tersebut.
“Film ini dibuat karena terinspirasi dari cerita orang tua pada masa kecil saya,” katanya.
Lokasi syuting di Kampung Kauman, Kota Yogyakarta, serta beberapa tempat di daerah lain seperti Ambarawa (Jawa Tengah), dan Bogor.
Salah seorang pemeran utama film ini, Lukman Sardi mengatakan dalam proses pembuatan film tidak ada kendala terutama bagi para aktor dalam memainkan perannya.
“Meskipun ada beberapa dialog yang menggunakan bahasa Jawa kromo inggil (bahasa jawa halus), saya tidak mengalami kesulitan, dan saya mengimprovisasikannya langsung dalam percakapan itu,” katanya.
Lukman mengaku hanya membutuhkan pendalaman skenario untuk mendukung kelancaran dialog yang menggunakan Bahasa Jawa. [inilah.com]
Warga Mamuju Keluhkan Harga Kebutuhan Sekolah Naik
MAMUJU – Sebagian besar warga di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluhkan naiknya harga kebutuhan sekolah di sejumlah pasar tradisional Mamuju maupun di swalayan yang ada di wilayah itu.
“Rata-rata harga untuk kebutuhan sekolah mulai bergerak naik, bahkan kenaikannya diatas 10 persen,” kata salah seorang ibu rumah tangga Rosmini, di Pasar Tradisional Mamuju, Minggu.
Menurut dia, sebelum memasuki tahun ajaran baru 2010 harga baju seragam sekolah harganya masih terjangkau dengan kisaran Rp175 ribu per pasang, namun kondisi berbeda yang terjadi saat ini harganya dapat menembus hingga 215 ribu perpasang.
“Harga seragam sekolah mulai bergerak naik, jika tidak pandai menawar maka harganya bisa lebih mahal lagi,” katanya.
Dia mengatakan, kebutuhan sekolah untuk satu orang saja, dibutuhkan dana sebesar Rp400.000 untuk membeli segala perlengkapan mulai baju satu pasang, tas, topi, sepatu dan buku-buku, belum lagi keperluan lain yang ada di sekolahnya nanti.
“Memasuki tahun ajaran baru, kami yang hidup pas-pasan sangat berat untuk menutupi segala kebutuhan anak-anak untuk masuk sekolah,” katanya.
Ia mengemukakan, walau pun biaya sangat memberatkan, namun dirinya tetap berusaha untuk menutupinya, walau pun harus menggandaikan barang berupa emas di penggadaian. “Terpaksa kami menggadaikan barang milik kami untuk menutupi biaya putra-putri kami untuk bersekolah,” katanya.
Hal senada juga dikatakan Nurmiah, salah seorang ibu rumah tanggayang ditemui di pasar regional Mamuju.
“Rata-rata harga kebutuhan sekolah mulai bergerak naik hingga lebih 10 persen dari harga sebelumnya,” katanya.
Ia mengakui, naiknya harga kebutuhan sekolah tersebut sangat memberatkan dirinya yang hanya berharap gaji dari suaminya yang berprofesi sebagai buruh bangunan.
“Penghasilan suami saya pas-pasan, sementara biaya untuk kebutuhan putri kami hampir sama besar dengan pendapatan keluarga kami, tetapi untuk masa depan anak kami terpaksa kami penuhi semua keperluan sekolah untuk anak-anak di rumah,” katanya. [antara]
Piala Adipura Dipertanyakan
BEKASI SELATAN – Piala Adipura yang diterima Kota Bekasi beberapa pekan lalu dipertanyakan masyarakat. Betapa tidak, Jalan Hasibuan yang merupakan jalan protokol dan menjadi salah satu titik pantau Adipura justru menjadi penyebab kecelakaan pengendara roda dua.
Padahal seharusnya, sebagai pemegang Adipura, jalan di Kota Bekasi, terutama jalan yang menjadi titik pantau bebas dari jalan berlubang.
Namun sebaliknya, jalan tersebut justru dibiarkan berlubang hingga berlarut-larut yang menjadi petaka bagi para pengendara roda dua. “Katanya dapat Adipura, tapi kok jalan protokol kok seperti ini? Apa benar Piala Adipura itu murni karena prestasi kebersihan dan keindahan kota? Apanya yang bersih? Jalan besar saja berlubang dan spanduk di mana-mana menjadikan kota semrawut. Harus dipertanyakan lagi Adipura ini,” ketus Wardi, salah satu pengendara yang menyaksikan kecelakan yang terjadi, kemarin siang pukul 11.30 di Jalan Hasibuan.
Adalah Samidjo (51), pria paruh baya yang mengalami kecelakaan di Jalan Mayor Hasibuan, Bekasi Selatan, kemarin. Pria yang tinggal di Jatibening, Pondokgede itu mengaku menjadi korban tabrak lari yang terjadi.
Peristiwa berawal, ketika Samidjo sedang mengendarai motornya melewati jalur Kalimalang, Jalan Hasibuan, persis di depan Ruko Suncity Square. Karyawan yang bekerja di salah satu perusaahaan swasta itu ditabrak dari arah belakang. Menurut penuturannya, si pelaku yang tidak diketahui nopol dan jenis kendaraannya itu mencoba menghindari lubang yang cukup besar, sehingga menabrak dirinya dan pengendara motor lainnya.
“Dia menghindar lubang yang berada persis di tengah jalan, saya langsung diseruduk dari arah kiri, otomatis saya terpelanting, motor jatuh kearah kiri, dan dia langsung ngacir,” kata Samidjo sambil mengerang kesakitan.
Meski kondisinya tidak terlalu parah, Samidjo mengalami memar di pinggang atas sebelah kirinya, sementara bustep motor Honda Tiger bernopol B 3884 NY milik samidjo patah. Spontan warga yang melihat menolong Samidjo ke bahu kiri jalan.
“Biar nanti saya telepon keluarga saya saja,” jelasnya yang mengaku, bermaksud ke rumah saudaranya yang berada di Bekasi Timur.
Sementara Budi, karyawan swasta yang juga menjadi korban tabrak lari beruntun juga menuturkan, dirinya kagok ketika motor Samidjo oleng. ”Saya sendiri tidak apa-apa,” beber karyawan swasta yang tinggal di Tebet itu.
Setelah ditelisik, faktor penyebabnya adalah banyak lubang yang berada di sekitar Jalan Hasibuan yang tidak diperhatikan pemerintah. “Banyak kecelakaan di sini mas, apalagi malam hari, gara-gara lubang di jalan tuh,” beber pria yang tidak mau disebut namanya itu.
Terpisah, Anggota Dewan dari Fraksi PKS Heri Purnomo mengatakan, dirinya sudah banyak menerima laporan warga terkait soal infrastruktur jalan tersebut, pihaknya sudah membicarakan dengan dinas terkait. “Insya Allah bulan ini ada perbaikan,” pungkas dia saat dihubungi Radar Bekasi, kemarin. [klikm.net]
Konvoi Bantuan Malaysia Tiba di Gaza
GAZA – Sabtu (4/7) konvoi bantuan dari Malaysia tiba di Gaza, melalui perlintasan Rafah. Bantuan yang terdiri dari obat-obatan dan makanan dari lembaga Amanah Palestina di Malaysia itu senilai 100 ribu dolar Amerika.
Selian itu, konvoi ini dikawal 12 perwakilan dan tokoh Malaysia. Mereka terdiri dari sejumlah organisasi massa dan wartawan televise. Namun mereka tidak dapat melintasi perbatasan dikarenakan tidak ada koodinasi dengan pihak Mesir, ungkap koordinator perlintasan.
Sementara itu, ketua yayasan amanah Palestina-Malaysia, Ust. Abdullah Zik yang sedang menunggu izin dari pemerintah Mesir untuk dapat masuk ke Gaza mengatakan, bantuan ini merupakan bukti bahwa rakyat Palestina tidak sendirian di dunia Islam.
Rakyat Malaysia sangat konsen dalam mendukung masalah Palestina. Mereka senantiasa mendukung rakyat Palestina yang terisolasi dari dunia internasional.
Di pihak lain, Ir. Umar Shiyam, direktur eksekutif biro Palestina menyatakan, sejumlah bantuan telah masuk Gaza dan akan dibagikan ke sejumlah yayasan dan lembaga kesehatan di Gaza serta orang-orang yang membutuhkanya. [republika]
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah