Diskusi Sabtuan INSISTS, Sabtu, 24 Juli 2010 lalu membahas tema “Kristenisasasi dan Budaya Jawa”. Berbicara dalam acara itu adalah Susiyanto, peserta Program Kaderisasi Ulama Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia di Program Magister Pemikiran Islam—Universitas Muhammadiyah Surakarta. Dalam diskusi, ia sekaligus meluncurkan buku terbarunya yang berjudul Strategi Misi Kristen Memisahkan Islam dan Jawa (2010).
Dalam CAP ke-275 lalu, saat membahas tentang Perayaan Natal Bersama, kita sudah menyinggung tentang strategi budaya dalam penyabaran misi Kristen di Indonesia. Strategi budaya ini tampaknya digunakan untuk menggusur citra yang melekat pada bangsa Indonesia bahwa Kristen adalah agama penjajah. Kaum misionaris Kristen pun berusaha memisahkan antara keislaman dan keindonesiaan. Salah satu contoh adalah upaya mereka untuk mencegah penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan Indonesia.
J.D. Wolterbeek dalam bukunya, Babad Zending di Pulau Jawa, mengatakan: “Bahasa Melayu yang erat hubungannya dengan Islam merupakan suatu bahaya besar untuk orang Kristen Jawa yang mencintai Tuhannya dan juga bangsanya.”
Senada dengan ini, tokoh Yesuit Frans van Lith (m. 1926) menyatakan: “Dua bahasa di sekolah-sekolah dasar (yaitu bahasa Jawa dan Belanda) adalah batasannya. Bahasa ketiga hanya mungkin bila kedua bahasa yang lain dianggap tidak memadai. Melayu tidak pernah bisa menjadi bahasa dasar untuk budaya Jawa di sekolah-sekolah, tetapi hanya berfungsi sebagai parasit. Bahasa Jawa harus menjadi bahasa pertama di Tanah Jawa dan dengan sendirinya ia akan menjadi bahasa pertama di Nusantara. (Seperti dikutip oleh Karel A. Steenbrink, dalam bukunya, Orang-Orang Katolik di Indonesia).
Para pandakwah Islam yang datang ke wilayah Nusantara telah melakukan suatu proses Islamisasi bahasa dan budaya Nusantara. Bahasa Melayu telah di-Islamkan. Banyak kosa kata Melayu yang diubah konsepnya dan diisi oleh kosa kata yang berasal dari Islamic basic vocabulary (kamus dasar Islam). Istilah-istilah baru seperti “ilmu, adil, adab, hikmah, rakyat, musyawarah, daulah, wujud, dan sebagainya dimasukkan menjadi kosa kata Melayu. Dengan itu, bisa dipahami, jika belajar bahasa Melayu menjadi identik dengan belajar Islam. Bahkan, hingga kini, istilah Melayu di Malaysia, identik dengan Islam. seorang disebut sebagai “Melayu” jika dia beragama Islam.
Para pendakwah Islam juga berhasil melakukan proses akulturasi budaya Islam dengan budaya Jawa. Mayoritas orang Jawa kemudian memeluk agama Islam dan mereka sulit dipisahkan dengan keislaman. Karena itulah, tidak mudah mengubah agama orang Jawa menjadi Kristen. Sulitnya orang Jawa ditembus misi Kristen digambarkan oleh tokoh misi Katolik, Pater van den Elzen, dalam sebuah suratnya bertanggal 19 Desember 1863:
“Orang Jawa menganggap diri mereka sebagai Muslim meskipun mereka tidak mempraktekkannya. Mereka tidak bertindak sebagai Muslim seperti dituntut oleh ajaran “Buku Suci” mereka. Saya tidak dapat mempercayai bahwa tidak ada satu pun orang Jawa menjadi Katolik semenjak didirikannya missi pada tahun 1808. Dulunya Jawa ini sedikit lebih maju daripada sekarang ini.
Sejak tahun 1382, ketika Islam masuk, Jawa terus mengalami kemunduran. Saya dapat mengerti sekarang, mengapa Santo Fransiskus Xaverius tidak pernah menginjakkan kakinya di Jawa. Tentulah ia mendapat informasi yang amat akurat tentang penduduk di wilayah ini, termasuk Jawa. Dan Portugis yang telah berhasil menduduki beberapa tempat disini menganjurkan agar ia pergi ke Maluku, Jepang, dan Cina, karena tahu tak ada apa-apa yang bisa dibuat di Jawa. Akan tetapi, dalam pandanganku di pedalaman toh ada sesuatu yang dapat dilakukan.”
Melihat fenomena itu, kaum misionaris Kristen kemudian membuat satu strategi budaya. Banyak misionaris menampilkan diri sebagai tokoh-tokoh budaya Jawa dan membuat berbagai upaya agar orang Jawa bisa berpandangan bahwa Kejawaan lebih identik dengan Kekristenan, ketimbang dengan Keislaman. Ringkasnya, orang Jawa lebih cocok menjadi Kristen ketimbang menjadi Islam. Sebab, Islam adalah agama Arab yang hanya cocok untuk orang Arab, bukan untuk orang Jawa. Sedangkan Kristen sudah mengalami proses akulturasi dengan budaya Jawa, sehingga lebih cocok untuk orang Jawa.
Dalam kaitan inilah, buku Susiyanto tersebut membedah liku-liku kiat misionaris yang didukung oleh orientalis Belanda untuk menjauhkan orang Jawa dari Islam. Sebagai contoh, dibuat kesan pada anak didik di sekolah-sekolah melalaui pelajaran sejarah, dengan cara mengangkat kebudayaan Hindu dan Budha sebagai warisan agung leluhur bangsa. Seolah-olah Indonesia besar dan jaya di masa Kerajaan Hindu dan Budha. Kedatangan Islam kemudian menghancurkan kejayaan Indonesia tersebut.
Berbagai peninggalan fisik di masa Hindhu Budha – seperti candi-candi dan sejenisnya — diangkat sedemikian rupa, sehingga menggambarkan kejayaan Indonesia di masa lalu, di zaman pra-Islam. Candi diangkat sebagai simbol “kebesaran” bangsa Indonesia di masa lalu. Padahal, ungkap Susiyanto dalam diskusi tersebut, kebudayaan candi pada masa dibangunnya, sebenarnya tidak pernah menjadi bagian dari “jiwa” masyarakat Jawa. Candi-candi tersebut dibuat untuk mengokohkan kewibawaan kasta Brahmana dan Ksatriya.
Sementara rakyat jelata, yang umumnya berasal dari kasta Sudra, seringkali dilibatkan dalam proses kerja paksa saat pembangunannya. Jadi proses pembangunan candi sebenarnya merupakan simbol ketertindasan kalangan rakyat jelata oleh kekuasaan yang berada di atasnya. Akan tetapi penderitaan rakyat yang bersifat demikian ini jarang ditampilkan dalam buku-buku sejarah maupun pewacanaan kebudayaan yang saat ini beredar.
Susiyanto juga mengingatkan bahwa usaha-usaha membangkitkan kebudayaan lama sebagai warisan bangsa yang dianggap luhur ini di negeri-negeri Islam, memiliki kepentingan strategis yang lebih besar. Tujuannya tak lain untuk mendistorsi ajaran Islam dan melepaskan pengaruh Islam di masyarakat. Sebagai contoh seorang orientalis Barat bernama Ceyler T. Young mengakui hal tersebut sebagai berikut: “Di setiap negara yang kami masuki, kami gali tanahnya untuk membongkar peradaban-peradaban sebelum Islam. Tujuan kami bukanlah untuk mengembalikan umat Islam kepada akidah-akidah sebelum Islam tapi cukuplah bagi kami membuat mereka terombang-ambing antara memilih Islam atau peradaban-peradaban lama tersebut”.
Usaha-usaha orientalis dan misionaris di era penjajahan, ternyata masih dilanjutkan pada era kini. Sejumlah buku yang hadir dari kalangan misionaris masih melanjutkan agenda untuk memarginalkan peran Islam. Bambang Noorsena misalnya, seorang tokoh Kristen Orthodoks Syria, dalam karyanya yang berjudul ”Menyongsong Sang Ratu Adil: Perjumpaan Iman Kristen dan Kejawen” berusaha membuktikan bahwa Kristen merupakan ajaran agama yang secara theologis mampu berinteraksi dengan ajaran Kejawen.
Bambang Noorsena juga berusaha membuktikan bahwa sejumlah karya sastra Jawa memiliki kecenderungan menerima Kristen dan anti terhadap Islam.
Dalam kajian yang berlangsung di sekretariat INSISTS tersebut, Susiyanto telah membuktikan bahwa argumentasi yang digunakan oleh Bambang Noorsena untuk mempertahankan gagasannya adalah lemah dan tidak berdasar. Bambang Noorsena juga melakukan sejumlah manipulasi terhadap buku-buku yang digunakan sebagai referensi. Contoh yang jelas adalah manipulasinya terhadap karya B.M. Schuurman berjudul ”Pambijake Kekeraning Ngaurip”.
Dalam buku tersebut, Schuurman menemukan, Serat Dewa Ruci tidak mengandung nilia-nilai Kristiani, karena tidak mengakui dosa asal. Sebaliknya, Bambang Noorsena memanipulasi karya Schuurman, dan menyimpulkan bahwa Serat Dewa Ruci bisa dipertemukan dengan nilai-nilai Kristen. Serat Dewa Ruci itu sendiri merupakan cerita populer di Jawa yang tidak jelas benar penulisnya. Ada yang menyebut, cerita itu ditulis oleh Sunan Kalijaga. Tetapi, tidak dapat dipastikan. Serat ini menceritakan pertemuan Bima dan Dewa Ruci di dasar Samudera yang bertubuh mungil, tetapi mampu dimasuki oleh tubuh Bima yang jauh lebih besar.
Dalam kajian-kajian tentang sejumlah karya sastra Jawa, Bambang Noorsena mencoba memanipulasi karakter Nabi Isa yang berasal dari konsepsi Islam dengan mendistorsinya sebagai karakter Kristus yang berasal dari konsepsi Kristen. Karya orientalis dan misionaris semisal Philip van Akkeren sering digunakan oleh Bambang Noorsena untuk menguatkan argumentasinya. Padahal, karya-karya itu sendiri sudah mengandung manipulasi.
Contohnya adalah karya Philip van Akkeren yang berjudul “Sri and Christ: A Study of the Indigenous Church in East Java”. Dalam buku ini, van Akkeren berupaya mengkaji kisah Aji Saka dalam Serat Paramayoga karya R. Ng. Ranggawarsita. Hasilnya, Van Akkeren menyimpulkan bahwa Ranggawarsita, pujangga Jawa, memiliki “ketertarikan” terhadap agama Kristen. Alasannya, karya tersebut memuat cerita tentang Nabi Isa. Van Akkeren menyebutkan bahwa sebelum datang ke Jawa, Aji Saka telah masuk ke dalam agama Kristen di Yerusalem.(Akkeren, 1970: 46)
Konklusi Philips van Akkeren ini kemudian diikuti oleh Bambang Noorsena yang sering menampilkan dirinya sebagai tokoh dialog lintas agama. Dalam bukunya, “Menyongsong Sang Ratu Adil : Perjumpaan Iman Kristen dan Kejawen” Bambang Noorsena menggambarkan Aji Saka telah mengalami persentuhan dengan iman Kristen dengan menyembah Tuhan yang Maha Esa melalui Nabi Isa. Selanjutnya Noorsena mengutip pendapat Philip van Akkeren bahwa: ”dalam kisah Ranggawarsita ternyata simpati besar disisihkan bagi Kristus”. (Noorsena, 2007:209-210)
Sebenarnya, isi Paramayoga sendiri banyak mengambil inspirasi dari cerita pewayangan dan kisah para nabi mulai dari Adam hingga Muhammad. Awalnya, Aji Saka berguru kepada Dewa Wisnu di India. Setelah semua ilmu mampu diserap, Dewa Hindhu itu menasihati agar mencari kesejatian hidup dengan melanjutkan berguru kepada seorang imam yang lebih mumpuni bernama Ngusman Ngaji. Pada era itu diceritakan bahwa Nabi Isa sedang mengemban risalah di kalangan Bani Israil. Aji Saka meminta ijin kepada gurunya untuk menjadi sahabat (murid) Nabi Isa. Ngusman Ngaji tidak mengijinkan, sebab ia mengetahui takdir bahwa Aji Saka akan menjadi pengikut setia Nabi Muhammad dan menghuni Pulau Jawa.
Statemen sang guru dalam Paramayoga diuraikan sebagai berikut: ”Hal ini tidak kuijinkan, sebab engkau kelak harus mengabdikan dirimu sepenuhnya kepada Tuhan, tetapi itu bukan pekerjaanmu. Takdir menghendaki engkau menempuh karir panjang. Telah ditentukan, engkau akan menghuni Pulau Jawa yang panjang, di tenggara India. Jangan lupakan nubuatan ini. Dikemudian hari akan ada nabi lain dari Allah, yang terakhir, yang tidak ada bandingannya, bernama Muhammad, utusan Allah, yang telah memberi cahaya bagi dunia dan dilahirkan di Makkah. Engkau akan menjadi sahabat dekatnya”.(Akkeren, 1970:46).
Paramayoga memang menggambarkan bahwa tokoh Aji Saka yang ditakdirkan berumur panjang sempat bergaul dengan Nabi Isa. Namun sebagaimana pesan gurunya, bukan ”panggilan” melainkan sekedar mengisi ”kekosongan” dalam penantian yang panjang kedatangan Nabi Muhammad. Jika dicermati, kisah Nabi dalam Paramayoga yang dimulai sejak era Adam hingga Nabi Muhammad lebih menunjukkan bahwa karya ini berusaha menampilkan kisah yang berasal dari konsepsi Islam, termasuk kisah tentang Nabi Isa. Sama sekali tidak terdapat cerita bahwa Aji Saka menganut Agama Kristen atau terkait Kristus yang berasal dari konsepsi Kristen. Dengan demikian klaim, Van Akkeren dan Bambang Noorsena bahwa kisah Aji Saka merupakan titik perjumpaan antara Kristen dan Kejawen boleh dikatakan sekedar manipulasi belaka.
Upaya lain yang tersohor untuk memisahkan antara Islam dan Jawa dilakukan melalui penerbitan Serat Darmogandul. Kitab yang hingga kini tak jelas penulisnya itu memiliki ciri yang kental dengan semangat anti-Islam, pro-Kristen, dan pro-penjajah Belanda. Sikap anti-Islam ditujukkan misalnya, kitab Arab (Al Quran) harus ditinggalkan dan diganti Kitab Nabi Isa (Injil). Sedang sikap pro-Kristen terungkap dengan diangkatnya cerita Dawud-Absalom, Dawud-Uria, pohon pengetahuan, dan sejenisnya yang bersumber dari Perjanjian Lama serta mendukung misi Injil di Jawa. Dukungannya terhadap penjajah ditunjukkan dengan pujian bahwa Belanda yang beragama Kristen adalah penyembah Tuhan yang benar dan lurus pengetahuannya.
Dalam bukunya, Susiyanto banyak memuat kutipan-kutipan isi Serat Darmagandul dalam bahasa aslinya (Jawa) yang menunjukkan bagaimana kitab ini seperti sengaja ditulis untuk menanamkan kebencian orang Jawa pada Islam dan para wali penyebar agama Islam di tanah Jawa. Isi kitab ini masih terus disebarkan ke tengah masyarakat Jawa, sampai sekarang. Koran Solo Pos, misalnya, menurunkan serial Darmagandul dalam sejumlah edisi penerbitannya. Serat ini juga banyak dijadikan rujukan dalam penulisan buku-buku sejarah nasional Indonesia.
Ironisnya, banyak orang tua Muslim yang tidak peduli, bahwa anak-anaknya di sekolah sekarang sedang dicekoki cerita-cerita sejarah yang justru mengecilkan peran Islam dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Inilah salah satu arti penting kehadiran buku Susiyanto ini: meluruskan sejarah Islam Indonesia yang selama ini banyak dimanipulasi oleh pihak lain. (***)
Ikhtitam (Penutup)
Diposting Pada 30 Jul 2010
Ikhtitam (Penutup)
Baiklah sahabat, akhir dari pembalasan materi ini, marilah kita khusukkan qalbu, hadirkan tekad yang kuat untuk membasmi pengaruh yang dapat mengotori hati. Sibukkan diri untuk mengetahui segala aib dan cela. Sebab bila Allah akan menunjukkan kebaikan atas diri hamba-Nya, niscaya Dia akan menunjukkan aibnya. Introspeksilah kedalam diri sebelum kita berbuat, apa untung rugi yang akan kita dapati. Jaga kesehatan qalbu kita dengan memperbanyak dzikir, basahi lidah kita dengan mentadabburi ayat Allah, ketuklah selalu pintu ampunan dengan beristighfar kepada-Nya. Terangi qalbu dengan ilmu, bersihkan diri dengan amal dan basuh keduanya dengan iman.
Hadirkan kesabaran dalam mengikuti perintah- Nya. Dan setelah semuanya itu telah kita lakukan, bertawakkallah kepada Allah, hadirkan kesungguhan hati untuk bersandar hanya kepada-Nya. Insya Allah kejernihan qalbu akan dapat kita raih.
Ya Allah, tunjukanlah kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan karuniakanlah kepada kami kemauan untuk mengikutinya. Dan tampakkanlah kepada kami kebathilan sebagai kebathilan, serta karuniakanlah kami kemauan untuk menjauhinya. Engkaulah Ya Allah, pemilik seruan yang sempurna, peneguh hati yang kerap terlena. Jangan Engkau biarkan hati kami terlena oleh rayuan dunia yang fana. Mudahkan diri ini untuk selalu mensyukuri kenikmatan yang kami terima. Hindarkan diri Kami Ya Rabb dari orang-orang yang selalu berbuat durjana. Kuatkan diri kami untuk selalu melakukan perbuatan yang mulia. Janganlah Engkau campakkan kami menjadi hamba-hamba yang terhina.
Ya Rabbi, kami memohon kepada-Mu. Mudahkanlah segala urusan yang selalu mendatangkan kebaikan. Berikan kami kemampuan yang dapat menghadirkan keridhaan-Mu. Lapangkanlah dada kami untuk selalu menerima segala aturan-Mu. Wahai Dzat yang segala kekuatan ada pada-Mu. Tidak ada kemudahan kecuali Engkau yang telah menjadikannya mudah.
Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui segala apapun yang terjadi pada diri kami. Segala apapun yang Engkau berikan pasti itulah yang terbaik menurut kehendak-Mu. Berikan kami kekuatan untuk bersabar atas segala ketetapan-Mu. Doronglah jiwa kami untuk selalu bersyukur atas segala pemberian-Mu. Perbaikilah urusan agama kami yang merupakan pelindung seluruh perkara.
Perbaikilah urusan duniaku sebagai tempat mencari kehidupanku. Dan jadikanlah hidupku sebagai tempat penambah daftar kebaikan bagiku. Serta jadikanlah kematianku sebagai tempat istirahatku dari perbuatan maksiat dan kejahatanku. Ya Allah, Engkau Yang Maha Rahman, pilihkan kami sesuatu yang membuat Engkau memilih kami sebagai hamba yang bersyukur. Pilihkan jalan hidup kami yang membuat Engkau memilih kami sebagai hamba yang bersabar. Jadikanlah setiap langkah yang kami pilih, langkah yang sesuai dengan pilihan-Mu.
Ya Rabb, jangan hadirkan keraguan di dalam diri kami untuk memilih apa yang Engkau tetapkan. Hadirkan rasa istiqamah yang dalam agar kami dapat mentaati setiap ketentuan yang pilihan-Mu. Janganlah Engkau biarkan hati kami hanya condong kepada keduniaan setelah Engkau hujamkan kesadaran.
Ya Allah, hanya kepada Engkau segalanya kami serahkan, ampuni jika selama ini kami menjadi hamba yang tak pandai bersyukur, ampuni jika ibadah kami penuh dengan ketidakikhlasan.
Penulis : Ustadz Anwar Anshori Mahdum
Obat Penawar Keserakahan
Diposting Pada 30 Jul 2010
Obat Penawar Keserakahan
“…dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
Qs. Huud [11]:6
Sahabat Yang Budiman. Lawan dari qon’ah adalah keserakahan, sebuah nafsu
yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang ada padanya, jangankan sedikit yang banyakpun dirasakan kurang. orang seperti ini selalu melihat keatas dan terus punya keinginan untuk menjadi yang teratas, bahkan
terkadang keinginannya melebihi porsi yang di perlukan. Sifat serakah telah menjadikan tabiat manusia tidak berbeda dengan hewan. Bahkan kadang lebih buas lagi. Nafsunya tak pernah terpuaskan, keinginan yang timbul dari hatinya adalah bagaimana mengumpulkan, bukan bagaimana memafaatkan. Padahal kita tahu, sehebat-hebat binatang terbatas pada kemampuan perutnya untuk menampung apa yang dimakannya.
Keserakahan pada manusia primitive masih terbatas oleh jangkauan tenaga kaki dan tangannya. Jika orang primitive dahulu mengatakan; “besok makan apa”, tetapi kerakusan yang sudah akut manusia modern hari ini mengatakan; :besok makan siapa”.
Itulah fakta keserakahan manusia modern hari ini, apa lagi saat ini di dukung oleh kemampuan intelektual dan tekhnologi, semakin menjadi-jadi.
Kita saksikan, exploitasi manusia kuat atas manusia lemah tanpa di sadari kian menjadi trend, penjajahan bangsa yang kaya atas bangsa miskin telah menjadi tontonan. Pemerasan modern dengan selubung ilmiah, terjadi bukan hanya di dunia bisnis, tetapi terus merembes kedunia medis, pendidikan, politik dan lain-lain.
Bahkan bagi sebagian orang, terkadang agamapun bila perlu di gadaikan sekedar untuk mendapatkan harta dan tahta. Mereka mengatakan; Tidak perlu lagi keikhlasan, sebab akan menghambat kemajuan, tidak perlu lagi kejujuran sebab kejujuran hanya menjadi penghalang meraih kekayaan. Dan tidak perlu lagi moralitas, sebab itu akan menghambat popularitas.
Astaghfirullahal adzim. Semua kenyataan di atas sangat cocok dengan apa yang ungkapkan oleh Nabi saw. Dari Ka’ab Bin Malik ra. Berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tiadalah pengrusakan dua ekor serigala yang lapar yang di lepas dalam rombongan kambing, melebihi dari pengrusakan sifat keserakahan dan kerakusan kepada harta dan kedudukan terhadap agama seseorang”. ( Hr.At-Tarmidzi)
Realitas diatas adalah potret buram peradaban manusia modern hari ini. Bila nafsu serakah telah mewabah, maka yang terjadi adalah musibah. Bila musibah telah datang menghampiri barulah manusia menyadari. Dan semua itu terjadi karena telah hilangnya salah satu aspek moral dalam Islam yaitu sifat qona’ah.
Lantas dengan cara apa penyakit rakus ini dapat di obati. Salah satu obatnya adalah memliki sifat qona’ah. Sebab qona’ah akan meredam gejolak nafsu yang tidak terkendali. Ia akan memberi keseimbangan antara harapan dan kenyataan. Dia akan tegak berdiri pada landasan iman yang kokoh dan selalu berorientasi pada optimisme. Hidup bersahaja melahirkan syukur dan mengendalikan angan-angan yang berlebihan.
Ia mencukupkan segalanya hanya kepada Allah. Mempercayakan jaminan hidupnya juga hanya kepada Allah. Maka sifat qona’ah akan melahirkan ketentraman, ketenangan, dan kedamaian dalam jiwa. Siapa yang tidak ingin kaya?, setiap semua manusia pasti mengharapkannya. Siapa yang ingin hidupnya miskin, sungguh semua manusia pasti tidak mengharapkannya. Tetapi tahukah kita, ternyata yang dimaksud kaya bukanlah sekedar kaya harta. Rasulullah dengan tegas menepis bahwa kaya yang sesungguhnya adalah kaya hati.
“Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi Beliau bersabda: “Kaya bukanlah dengan banyaknya harta, tetapi yang namanya kaya adalah kaya hati”. (Hr. Bukhari dan Muslim)
Dr. Ahmad Mu’adz Haqqi mengomentari hadits ini. Beliau mengatakan: makna hadits ini adalah bahwa kekayaan yang bermanfaat atau yang sangat agung atau yang terpuji adalah kaya hati.
Saudaraku, jika jiwa seseorang telah merasa kaya, maka dia menahan dirinya dari berbagai keinginan. Sehingga jiwa itu menjadi mulia dan agung serta ia akan meraih kesucian, kemuliaan, dan pujian yang sangat banyak dari pada harta kekayaan yang di raih oleh jiwa yang fakir karena ketamakannya.
Sesungguhnya harta kekayaan tersebut akan menjatuhkannya kedalam perkara-perkara yang rendah dan perbuatanperbuatan yang hina karena cita-citanya yang rendah dan kebakhilannya. Siapa yang tidak ingin kaya?, setiap semua manusia pasti mengharapkannya. Siapa yang ingin hidupnya miskin, sungguh semua manusia pasti tidak mengharapkannya. Tetapi tahukah kita, ternyata yang di maksud kaya bukanlah sekedar kaya harta. Rasulullah dengan tegas menepis bahwa kaya yang sesungguhnya adalah kaya hati. “Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi Beliau bersabda: “Kaya bukanlah dengan banyaknya harta, tetapi yang namanya kaya adalah kaya hati”. (Hr. Bukhari dan Muslim)
Penulis : Ustadz Anwar Anshori Mahdum
Berfikir Positif, Bertindak Arif
Diposting Pada 30 Jul 2010
Berfikir Positif, Bertindak Arif
Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu
Qs. Ali-Imran [3];26
Berpikir positif adalah selalu berbaik sangka kepada Allah yang menentukan hidup kita. Bertindak arif adalah selalu bermuhasabah (intropeksi) terhadap apapun terjadi sebelum kita memutuskan A dan B tentang berbagai persolan kehidupan. Orang yang selalu berpikir positif selalu melihat adanya kesempatan kearah perbaikan, bahwa hidup akan datang perubahan.
Optimis adalah sikap hidupnya, semangat adalah gaya kesehariannya. Optimis berarti melakukan perubahan dengan bijak dan pertimbangan yang matang, mengubah hal-hal buruk menjadi baik, dan yang baik menjadi lebih baik. Orang yang optimis menjalani hidup, tertanam dalam jiwanya keyakinan yang sempurna tentang segala yang di tentukan Allah.
Jika Allah berkehendak terhadap sesuatu maka tidak ada seorangpun yang mampu menahannya. Rasulullah pernah memberi nasehat kepada Ibnu Abbas ketika itu ia masih kecil: “Ketahuilah, sekiranya seluruh manusia sepakat hendak mencelakaimu,mereka tidak akan pernah bisa mencelakaimu, kecuali memang telah di tuliskan Allah dalam suratan takdirmu. Begitupun sebaliknya, andai seluruh manusia sepakat menolongmu mereka tidak akan pernah mampu membantumu,kecuali memang telah di tuliskan Allah dalam suratan takdirmu.” (hr. Tarmidzi).
Perubahan, selain memerlukan sifat positif dan optimisme yang tinggi. Juga yang tidak kalah pentingnya adalah kesabaran, tidak ada kunci yang mampu membuka perubahan selain kesabaran itu sendiri. Tetapi menjadikan diri sabar memang tidaklah mudah, karena orang yang sabar pada hari ini ibarat memegang bara api.
Rasulullah bersabda kepada para sahabatnya: “sesudah kalian, akan ada hari-hari di mana kesabaran di uji. Orang yang mampu bersabar tidak ubahnya dengan seseorang yang memegang bara api. Barang siapa yang beramal kala itu, maka akan di ganjar dengan balasan lima puluh orang. “. Apakah ganjaran lima puluh orang mereka atau lima puluh orang kami, ya Rasulullah. Tanya seorang sahabat. “Bahkan, ganjaran lima puluh orang kalian”. Jawab Rasulullah.
Masih ingatkah kita akan kisah Musa as yang memegang kepercayaan kepada Allah swt sewaktu dirinya dihadapkan oleh hamparan laut dengan gelombangnya yang sangat dahsyat. Sementara firaun dan bala tentaranya terus mendekati hendak membunuhnya dan pengikutnya. “ kita akan tertangkap! Ujar seorang pengikutnya pasrah. Namun, Nabi Musa berkata: Musa menjawab: “Sekali-kali tidak akan tersusul; Sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku”.Qs. Asy-Syu’ara [26]:62
Subhaanallah, dengan mantap Nabi Musa as berjalan di tengah lautan. Ia sangat yakin Allah pasti akan menyelamatkan dirinya dan pengikutnya dari kejaran firaun dan pasukannya. Lain-lagi dengan kisah Nabi Nuh AS, Allah mengabarinya bahwa tidak akan ada lagi kaumnya yang beriman, kecuali memang mereka yang telah beriman Allah memerintahkan membuat perahu: “ Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan. Qs. Hud [11 ]:37
Nabi Nuh diperintahkan membuat bahtera ( perahu) di gunung pasir yang tandus. Karena keyakinannya akan datang perubahan yang lebih lebih, iapun mengikuti apa yang Allah perintahkan. Kenapa Allah menyuruhnya membuat membuat bahtera. Hal itu untuk membuktikan keimanannya yang kuat kepada Allah.
Sahabat. Jika kisah Nabi Nuh ini di analogikan dengan keadaan kita sekarang, Andalah yang menjadi bahternya. Gurun pasir Nuh tidak ada bedanya dengan kondisi saat ini. Karena yakin, akhirnya Nuh dan pengikutnya bertahun-tahun membuat kapal walaupun menemukan begitu banyak kesulitan. Tetapi lagi-lagi, ternyata kehidupan bukan persolan sulit dan mudahnya, persoalannya adalah yakin atau tidak kita akan adanya perubahan itu. Jika kita memiliki keyakinan, maka jangan biarkan “diam” kita. Bangunlah keyakinan dengan kemahakuasaan Allah.
Penulis : Ustadz Anwar Anshori Mahdum
Priyo Siap Lanjutkan Pimpin MKGR
Diposting Pada 30 Jul 2010
JAKARTA – Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menyatakan kesiapannya untuk memimpin kembali Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR).
Di Gedung MPR/DPR di Jakarta pada Jumat Priyo mengatakan, mayoritas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) MKGR dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) MKGR seluruh Indonesia sudah memberikan dukungan kepadanya.
“Mudah-mudahan berjalan lancar. Kalau DPD dan DPC memberikan kepercayaan kepada saya, saya siap untuk melanjutkan misi kepemimpinan dan konsolidasi yang selama ini kita rintis,” katanya.
Wakil Ketua DPR itu menambahkan, ia akan meneruskan pekerjaan yang masih tersisa karena sebagai Ketua Umum MKGR, masih ada pekerjaan yang tertinggal.
“Kalau saya dipercaya kembali, Insya Allah saya siap untuk menyelesaikan dan menyempurnakan misi yang tersisa,” katanya.
Namun ia enggan menyebutkan jumlah DPD dan DPC yang sudah berkomitmen untuk mendukung dan memilih Priyo.
“Sudah mayoritas dan saya tidak perlu menyampaikan jumlah tapi semua berjalan baik-baik saja dan saya menyampaikan terima kasih karena dorongan itu justru dari bawah yang menginginkan untuk teruskan sekali lagi,” kata Priyo.
Tak hanya dukungan mayoritas dari DPD dan DPC, dukungan juga datang dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie sudah ditangan Priyo.
“Baik, beliau sepenuhnya mendukung saya dan kami sudah bicara secara khusus berdua dengan beliau. Pesan-pesan beliau banyak sekali kepada saya untuk men-support MKGR ini. Yang penting adalah dukungan penuh beliau untuk memperkuat Golkar melalui MKGR ini,” kata Priyo.
Nama-nama yang masuk dalam bursa kandidat ketua umum MKGR, antara lain, Ketua Umum MKGR (incumbent) Priyo Budi Santoso, Agus Gumiwang Kartasasmita (Sekretaris DPD PP MKGR), Tommy Soeharto, Roem Kono dan Poempida Hidayatullah.
Seperti diketahui, MKGR adalah organisasi onderbouw Partai Golkar yang akan mengelar Musyawarah Besarnya ke-7 di Surabaya tanggal 1-3 Agustus mendatang.
[Antara]
Pemerintah Diminta Subsidi Elpiji 12 Kg
Diposting Pada 30 Jul 2010
JAKARTA – subsidi bagi pengguna elpiji kemasan tabung 12 kg guna menekan kasus kecelakaan akibat elpiji belakangan ini.
Direktur Puskepi Sofyano Zakaria di Jakarta, Kamis (29/7) mengatakan, kasus kebocoran gas elpiji akan tetap terjadi sepanjang terdapat disparitas harga antara elpiji tiga kg dan 12 kg.
“Adanya disparitas harga elpiji akan memancing banyak pihak mengalihkan elpiji dari tabung tiga kg ke 12 kg,” katanya.
Saat ini, harga elpiji tiga kg yang disubsidi pemerintah adalah Rp4.250 per kg, sedangkan harga tabung 12 kg yang tidak disubsidi adalah Rp5.850 per kg atau selisih sebesar Rp1.600 per kg.
Menurut dia, dengan menyubsidi elpiji 12 kg, sehingga harganya sama elpiji tiga kg, maka masyarakat bisa diselamatkan dari ancaman ledakan.
Puskepi menghitung tambahan subsidi yang diperlukan mencapai Rp4 triliun per tahun atau masih di bawah penghematan konversi minyak tanah ke elpiji tiga kg sekitar Rp21 triliun per tahun.
“Jadi, pemerintah masih untung dan ancaman ledakan karena ulah pengoplos yang bersumber dari adanya disparitas harga tidak terjadi lagi,” katanya.
Sofyano mengatakan, pengalihan isi tabung tiga kg ke 12 dapat dilakukan dengan alat sederhana.
Namun, dampaknya merusak katup, sehingga menimbulkan celah lubang keluar gas baik pada tabung tiga kg maupun 12 kg dan menjadi penyebab terbesar kasus kebocoran elpiji.
Penelitian Badan Penelitian dan Pengkajian Teknologi (BPPT), celah lubang pada katup sebesar 0,5 mm akan keluarkan gas sebanyak 2,5 kg dalam satu jam, sementara kebocoran selang elpiji juga sebesar 0,5 mm hanya mengeluarkan 10 gram gas selama satu jam.
“Kerusakan katup ini membuat elpiji 12 kg ikut bermasalah yang sebelumnya selama bertahun tahun selalu aman,” katanya.
Sofyano menambahkan, perangkat elpiji yang telah memiliki SNI pun tetap akan bermasalah, jika katup pada tabung rusak akibat pengoplosan.
“Polisi harus bertindak tegas menangkap para pengoplos elpiji,” ujarnya.
[mediaindonesia]
Juan Galvan, Dari Jalan Yesus Menjadi Juru Dakwah
Diposting Pada 30 Jul 2010
TEXAS – Allah telah berjanji bahwa Dia akan memberikan hidayah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dan, bila hidayah itu akan diberikan, tak ada yang sanggup mencegahnya. Hidayah bisa diberikan kepada siapa saja, baik pejabat, pengusaha, petani, nelayan, maupun lainnya.
Dalam Alquran dijelaskan bahwa sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah adalah agama Islam (QS Ali Imran [3]: 19). Islam itu agama yang agung dan tinggi. Tidak ada yang melebihi keagungan agama Islam.
Islam tidak memaksakan seseorang untuk memilihnya. Islam mengajarkan umat manusia untuk berpikir tentang kebenaran dan hakikat penciptaan alam semesta. Karena itu, Pencipta alam semesta itulah yang layak untuk disembah. “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.” (QS Al-Baqarah [2]: 256).
Atas kebenaran segala firman Allah itulah, Juan Galvan, seorang warga Texas, Amerika Serikat (AS), tertarik dengan Islam dan akhirnya memutuskan untuk menjadi pemeluknya. Juan Galvan pertama kali mengenal Islam dari seorang kenalannya bernama Armando. Armando adalah seorang Muslim Latin.
“Orang Amerika keturunan Meksiko selalu beranggapan nenek moyang mereka adalah orang Katolik Roma. Sebenarnya, nenek moyang kami di Spanyol adalah Muslim dan di Meksiko nenek moyang kami penyembah berhala. Berpegang teguh pada sebuah agama semata karena tradisi keturunan adalah tidak masuk akal. Saya menolak untuk menjadi pengikut buta. Saya menjadi Muslim karena saya yakin dengan kebenaran Islam,” jelas Galvan.
Setelah memeluk Islam, Galvan merasa telah menemukan tujuan hidup yang selama ini dicarinya. “Tujuan hidup bukanlah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Penyelamat, melainkan kita harus menerima Tuhan sebagai Tuhan. Kita orang Islam mengetahui sifat dari Sang Pencipta. Dengan demikian, kita dapat memahami tujuan kita diciptakan, yaitu sebagai hamba dari Sang Pencipta,” ujarnya.
Galvan lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga pemeluk Katolik yang taat. Keluarga Amerika keturunan Meksiko dikenal memiliki kecintaan yang sangat mendalam pada keluarga dan agamanya. Bahkan, sang ayah kerap berkata kepada Galvan, “Ibuku seorang Katolik, dan aku akan mati sebagai seorang Katolik.”
Kendati berbeda keyakinan, Galvan mengakui bahwa hubungan dengan keluarga besarnya sangat baik. Kedua orang tua, saudara laki-laki, dan lima saudara perempuannya tinggal di Pampa, Texas. Di waktu luangnya, Galvan sesekali waktu menyempatkan diri untuk mengunjungi mereka.
Kesempatan tersebut ia gunakan untuk berbincang-bincang dengan sang ayah. Bahkan di sela-sela percakapan tersebut, terkadang keduanya saling bercanda terhadap agama masing-masing. “Mengapa kamu berdoa kepada karpet itu,” tanya ayahnya.
“Tapi, mengapa ayah memasang patung orang yang telah mati di dinding?” balas Galvan seraya menunjuk salib Yesus yang ada di ruang keluarga.
Kepada situs Islam for Today, Galvan membagi sepenggal kisah perjalanannya menuju tempat kelahirannya setelah memeluk Islam. Dalam perjalanan ke Pampa, pengamanan di bandara Austin sangat ketat menyusul tragedi serangan 11 September 2001. Seorang petugas keamanan memeriksa tas Galvan. Petugas tersebut melihat Alquran, buku-buku Islam, kaset-kaset Islami, dan sajadah.
“Saya berharap itu semua tidak membuatnya ketakutan. Saya berpikir untuk melakukan shalat di bandara Austin sebelum masuk ke pesawat. Tapi, saya tidak ingin membuat penumpang terkena serangan jantung,” ujarnya. Setelah menceritakan hal itu, salah seorang saudaranya menyarankan agar Galvan pulang dengan membawa petunjuk instruktur penerbangan.
Hari pertama kembali ke rumah setelah menjadi seorang Muslim adalah kenangan yang tak terlupakan bagi diri Galvan. Kegemaran orang tuanya memajang patung atau gambar-gambar Yesus dan Maria pada hampir setiap dinding rumah, membuatnya kesulitan untuk bisa menunaikan shalat dengan khusyuk.
Beruntung ia menemukan sebuah ruangan di rumahnya yang tidak dipenuhi oleh patung kedua figur yang sangat dijunjung tinggi oleh umat Kristiani itu. Itulah kamar sang adik perempuannya yang bernama Cathy.
“Akhirnya, saya memutuskan untuk shalat di kamar Cathy setelah melihat salib dan gambar-gambar sejenis hampir di setiap dinding rumah. Hanya di kamar Cathy yang tidak ada salib atau gambar Yesus, namun ada poster besar bergambar Backstreet Boy’s. Saya pikir itu tidak seburuk kedua berhala itu,” paparnya.
Promosikan Islam Ketika mengunjungi Pampa, terang Galvan, ia banyak menghabiskan waktu untuk berdiskusi tentang Islam. Orangorang yang dijumpainya di sana seringkali bertanya, “Mengapa kamu memilih agama itu?” Mendengar pertanyaan seperti itu, ia dengan senang hati menjawab pertanyaan mereka. “Saya beranggapan mereka yang bertanya seperti itu berarti ingin didakwahi,” jelasnya.
Tak mengherankan jika berbincangbincang dengan keluarga besarnya, ia sering bicara tentang Islam. Bagi Galvan, Islam adalah salah satu hal yang amat ia cintai di dunia ini. “Jika Anda mencintai sesuatu, Anda akan selalu membicarakannya setiap ada kesempatan.”
Untuk memperkenalkan Islam kepada anggota keluarganya, Galvan mempunyai cara tersendiri. Antara lain, ia memberikan sebuah terjemahan Alquran dan buku kecil pengenalan tentang Islam kepada saudara laki-lakinya.
Tak hanya sebatas itu. Ia juga membookmark beberapa situs keislaman, seperti www.LatinoDakwah.org dan www.HispanicMuslims.com di komputer keluarga. Di komputer tersebut, ia juga menyalin beberapa file yang berhubungan dengan Islam ke komputer mereka. “Saya berharap hal itu tidak mengganggu mereka dan suatu saat mereka akan membacanya,” ujar Galvan. Juan Galvan adalah direktur LADO (Latino American Dakwah Organization) yang bertujuan mempromosikan Islam ke benua Eropa.
Kepada keluarganya, ia pun kerap melontarkan pertanyaan-pertanyaan mendasar mengenai konsep ketuhanan dan keyakinan. Apakah tuhan itu ada tiga? Apakah Yesus itu Tuhan? Apakah dosa asal itu? Kira-kira demikian beberapa pertanyaan yang ia ajukan. Namun, Galvan mengakui bahwa ia tidak merasa puas dengan jawaban yang disampaikan anggota keluarganya. “Kita hanya bisa menemukan jawaban atas pertanyaan seperti itu dengan mempelajari dasardasar keesaan Allah, kenabian, dan hari pembalasan.”
Galvan berharap, seluruh umat manusia di muka bumi menggunakan akal sehatnya dalam mencari kebenaran. Ia berharap, setiap orang benar-benar mencari jalan kebenaran itu dengan usaha dan pikiran sendiri, bukan dengan dogma-dogma. “Biarkan mereka berpikir tentang kebenaran yang sesungguhnya. Dengan begitu, mereka akan bisa memahami mana yang benar dan salah,” terangnya.
[republika]
Pertamina Sosialisasikan Penggunaan Elpiji pada Karyawan
Diposting Pada 30 Jul 2010
JAKARTA – PT Pertamina (Persero) melakukan sosialisasi penggunaan elpiji kepada sekitar 16.000 karyawan perusahaan.
Sosialisasi bertajuk Jangan Takut Pakai Elpiji dilakukan langsung oleh Dirut Pertamina Karen Agustiawan, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (30/7).
Sekitar 200 karyawan tampak antusias mendengarkan dan bertanya kepada Sales Representative wilayah Jakarta dan sekitarnya, Nyoman Sumarjaya.
Dengan sosialisasi ini, para karyawan diharapkan dapat menyebarkan informasi bagaimana penggunaan elpiji dengan benar dan anjuran saat membeli elpiji khususnya 3 kilogram di lingkungan tempat tinggal masing-masing
Para karyawan juga dibekali buku pintar petunjuk aman penggunaan elpiji 3 kilogram, Pertamina. Konten dari buku pintar tersebut, mulai dari bagaimana sifat-sifat elpiji, ciri-ciri tabung elpiji yang pengadaannya melalui pabrikan yang ditunjuk Pertamina. Ciri-ciri regulator paket konversi minyak tanah ke LPG, selang karet, bagaimana mengatasi kebocoran tabung.
Pada kesempatan itu, Pertamina juga menekankan bahwa perusahaan itu tidak pernah menjual atau bekerja sama dengan pihak lain untuk menjual kompor gas, regulator dan selang secara langsung ke rumah-rumah. Pertamina juga meminta kepada masyarakat untuk melaporkan jika ada oknum mengaku sebagai rekanan Pertamina ke nomor kontak 500 000.
[mediaindonesia]
Haram, Infotainment Tayangkan Gosip dan Buka Aib Seseorang
Diposting Pada 28 Jul 2010
JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharamkan konten dari tayangan infotainment untuk disaksikan. Pasalnya, MUI ingin memberikan bimbingan dan petunjuk kepada semua masyarakat, pemerintah sebagai pengambil keputusan, termasuk infotainment.
”Bukan infotainment-nya tapi kontennya yang diharamkan. Yang didalamnya membuka aib, mensyiarkan yang tidak patut dilihat dan didengar masyarakat,” jelas Ketua Bidang Fatwa MUI, Ma’ruf Amin, di Munas MUI, Rabu (28/7).
Menurut Ma’ruf Amin, bila yang ditayangkan infotainment itu acara bohong maka disebut fitnah. Tetapi sekalipun berita yang disampaikan itu benar, itu disebut ghibah alias menceritakan aib orang lain. ”Dua-duanya (ghibah dan fitnah) dilarang agama,” tegasnya.
Kecuali, katanya, untuk memberikan peringatan kepada masyarakat atau untuk kepentingan pengusutan, dan untuk kepentingan yang sifatnya pembuktian tapi tidak disiarkan. Misalnya video porno yang ditayangkan terlalu lugas.
Komunikasi dan upaya yang kini dilakukan dalam mengharamkan konten infotainment itu dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan. Atau, kata dia, paling tidak meminimalisir peredaran pornografi. ”Sekarang ini akibat dampak infotainment yang kontennya tidak baik, pornografi, akhlak bangsa memprihatinkan. Karena itu perlu tindak lanjut,” kata Ma’ruf.
[republika]
Turki Dukung Program Nuklir Iran
Diposting Pada 28 Jul 2010
ANKARA – Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Iran berhak menggunakan energi nuklir untuk keperluan damai, dan mengecam bungkamnya Barat terhadap persenjataan nuklir milik Israel. Dalam konferensi pers bersama setelah bertemu dengan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, di Ankara, Selasa waktu setempat, Erdogan juga menggarisbawahi komitmen Turki kepada Deklarasi Teheran.
Seperti dilaporkan IRNA, dia melanjutkan, masalah kebijakan nuklir Iran perlu diselesaikan melalui cara-cara diplomatik. Dan mengenai Deklarasi Teheran, Turki bersuara negatif pada resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) yang mengenakan sanksi baru kepada Iran.
Erdogan, sosok pengecam Zionis dalam memblokade Jalur Gaza, mengatakan penduduk Gaza berada di bawah tekanan terus-menerus Israel serta serangan-serangan, bagaikan hidup dalam penjara. Perdana menteri Turki menyebut serangan Israel terhadap armada internasional di perairan internasional, yang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza, seperti perompak.
Dia menambahkan, tindakan itu mengherankan karena orang seluruh dunia bereaksi terhadap perompakan di Somalia, namun mereka bungkam mengenai tindakan Israel. Erdogan menegaskan lagi bahwa negara Yahudi itu harus minta maaf atas tindakannya dan memberi kompensasi atas kerugian, serta mengakhiri blokade terhadap Gaza.
Dia juga menyatakan negaranya menentang keberadaan persenjataan nuklir di kawasan Timur Tengah. Perdana menteri Inggris tiba di Ankara, Senin, dan dalam pertemuannya dengan timpalannya dari Turki, dibahas berbagai masalah bilateral, perkembangan dunia dan kawasan. Mereka juga membahas program nuklir Iran, dan proses keanggotaan Turki di Uni Eropa, selain perkembangan Siprus.
[republika]
Lagi… Tabung Gas Memakan Korban
Diposting Pada 28 Jul 2010
BEKASI – Di tengah lahirnya tim khusus penyelidikan tabung gas oleh DPR RI. Kini, kasus tabung gas kembali terjadi, dan memakan korban tiga orang ibu yang sedang memasak untuk acara “ruwahan”, menyambut Ramadhan, Rabu (28/7).
Peristiwa terjadi di Ujung Menteng 11/03 no. 22, Jakarta Timur, perbatasan dengan Bekasi. Kejadian bermula, saat Sumiyati (40) hendak memasak makanan untuk syukuran menjelang Ramadhan. Begitu menyalakan kompor gas, tiba-tiba api menyala dari selang. Api langsung membakar rambut, dan merambat ke seluruh badan hingga kaki korban.
Sementara dua rekan sesama ‘koki’, Lenny (27) dan Neli (22) yang tidak jauh dari korban. Langsung memberikan pertolongan, namun nahas api merambat sebagian tangan dan kaki Lenny dan Neli.
Warga sekitar langsung memberikan pertolongan dan memadamkan api. Ketiga korban saat ini dirawat di rumah sakit Ananda, Jalan Sultan Agung Aleksindo, Bekasi Barat.
Kebakaran diduga karena selang refrigerator bocor.
[klikm.net]
Wapres: Ulama Berperan Penting dalam Demokrasi
Diposting Pada 28 Jul 2010
JAKARTA – Wakil Presiden Boediono menekankan dalam konteks negara, ulama memiliki peran penting dalam demokrasi. Yakni sebagai jembatan pemimpin dan rakyat.
“Sebagai kaum yang sehari-hari berdekatan dan menerima curahan hati umat, para ulama adalah sumber penting bagi umara (pemimpin) untuk mengetahui kondisi umat dan apa yg jadi kerisauan mereka,” kata Wapres saat menutup Munas MUI VIII di Hotel Twin Plaza, Rabu (28/7).
Dalam kehidupan bernegara, ulama juga berperan sebagai cendekiawan yang memberikan pencerahan kepada umat. Bahkan, kata Wapres, pada saat yang sama, ulama juga wajib memberi pencerahan dalam megingatkan penguasa untuk selalu mengutamakan kepentingan umat. Ulama dapat secara aktif menasihati dan mengingatkan penguasa. “Dalam konteks masa kini yang dimaksud dengan penguasa adalah siapa pun yang memegang kewenangan publik untuk melaksanakan amanat. Ini tentu mencakup semua, di bidang eksekutif legislatif dan yudikatif,” kata dia.
Dengan kerangka berpikir seperti itu, ujar Wapres, bisa disimpulkan bahwa hubungan yang efektif dan saling menghormati antara ulama dan pemimpin adalah suatu keharusan untuk mewujudkan sebuah negara yang berhasil. Hubungan baik antara ulama dan pemimpin pun, katanya, merupakan elemen yang penting sekali dalam membangun kehidupan demokratis, aman, damai, sejahtera, dan berakhlak mulia.
Peran ulama, sambung Wapres, merupakan suatu keniscayaan dalam membangun ahlak bangsa dan membangun kesejahteraan bangsa secara utuh. “Ini adalah tugas kita bersama, tugas kita semua, kita perlu menyatukan langkah dalam membangun ahlak bangsa karakter bangsa, termasuk karakter seluruh pejabat negara demi kesejahteraan lahir batin bangsa Indonesia,” kata dia.
Demokrasi, menurut Wapres, akan berhasil jika pemimpin memiliki ikatan batin dan sambung rasa dengan rakyat. Demokrasi pun akan berhasil jika pemimpin bertindak demi mewujudkan kehendak rakyat dan rakyat mengerti bahwa apa yg dilakukan pemimpin adalah demi kepentingannya.
Di situlah, menurut Wapres, peran penting ulama yang mampu menjadi jembatan antara pemimpin dan rakyat. Rasulullah SAW pun, tambahnya, menjelaskan bahwa ulama adalah pewaris Nabi.
Dijelaskan pula, bahwa Nabi tak mewariskan dinar dan dirham kepada para ulama tapi mewariskan ilmu. ”Melalui jasa para ulama itulah, kita mewarisi risalah Nabi. Karena peran ulama itu umat dapat memahami Alquran dan tafsirnya, hadits rasulullah SAW dan ilmu fiqih,” tandas Wapres.
[republika]
Tarif Naik, PDAM Belum Bisa Menjamin Pelayanan
Diposting Pada 28 Jul 2010
BEKASI SELATAN – Dengan alasan penyesuaian laju inflasi, per 1 Agustus 2010 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bekasi menaikan harga tarif berlangganan sebesar 15 persen bagi para pengguna resmi PDAM di Kota Bekasi dan Kabupaten.
Kenaikan tarif PDAM disampaikan langsung Direktur PDAM Bekasi Wahyu Prihantono kepada wartawan, kemarin. “Kenaikan ini bukan karena TDL, tapi penyesuain tarif ini sudah ditetapkan di awal tahun dalam bisnis plant kami dalam menyiapkan tarif.
Dan ini pun dikuatkan surat peraturan bersama Bupati dan Wali Kota Bekasi No.1 tahun 2006 dan 03 Tahun 2006 tentang kenaikan tarif PDAM Kota Bekasi yang menetapkan penyesuaian tarif otomatis setiap tahun dengan rata-rata 15 persen. Dan sudah disahkan dewan tahun 2006 sampai Januari 2011,” ucapnya.
Selain mengikuti laju inflasi, lanjut Direktur PDAM Bekasi yang akrab disapa Wahyu ini mengatakan, kenaikan tarif mencapai 15 persen sebagai langkah agar PDAM bisa memenuhi kebutuhan biaya atau sebagai langkah full cost recovery, sesuai dengan keputusan Menteri Keuangan No.120 tahun 2008.
“Saat ini harga rata-rata penjualan air PDAM Bekasi sebesar 3,450/meter kubik dibawah target biaya pemulihan berdasarkan business plan PDAM Bekasi Sebesar Rp4.034/meter kubik. Dan biaya produksi kami 2800/meter kubik hitungan dari BPKP. Dengan nilai seperti ini kami tidak punya anggaran cadangan,” ucapnya.
Dengan kenaikan yang diberlakukannya itu, Wahyu juga mengungkapkan, pihaknya akan bisa memperluas jaringan air bersih yang harus bisa mencapai 80 persen pelanggan di Kota Bekasi dan 60 persen di Kabupaten Bekasi. Dengan demikian lanjutnya, kebutuhan rasionalisasi perawatan dan penambahan serta perawatan alat akan lebih bisa sedikit terbantu dengan penaikan tarif ini.
“Yang pasti angka yang kita miliki jauh lebih murah dibanding daerah lain. Terlebih kami masih memakai pompa tenaga listrik, dan kami pun tidak ada kompensasi dari kenaikan TDL. Kami masih memberlakukan tarif dibawah 2000/Meter Kubik untuk kelas rumah tangga dan ini sangat rendah dibanding daerah lain, seperti Jakarta contohnya yang hampir mencapai 3000/meter kubik,” paparnya.
Perlu diketahui, berdasarkan keputusan PDAM, kenaikan terjadi bagi seluruh kelas pelanggan PDAM Bekasi. Untuk Golongan Sosial dari Rp1190 menjadi Rp 1369, rumah tangga 1, dari Rp1587 menjadi Rp1825, Rumah Tangga 2 dari Rp2248 menjadi Rp2585, Non Niaga dari Rp3439 menjadi Rp3955 dan Industri dari Rp4761 menjadi Rp5475.
Namun, meskipun kenaikan akan diberlakukan bagi para pelanggan, terkait pelayanan Wahyu tidak bisa menjamin berlebihan kepada para pelanggan. Terlebih dalam permasalahan kualitas air yang tidak maksimalnya saluran air bagi para pelanggan.
“Pelayanan terus terang saja jadi tantangan kami, dengan 3 pompa yang kami miliki yang berjalan 24 jam dan tidak ada pompa cadangan. Itu adalah masih menjadi persoalan bagi kami dalam memberikan pelayanan. Karena kalau satu saja pompa kami rusak bisa jadi kemungkinan akan menjadi kendala pasokan air.
Dan terkait kualitas air pun tidak bisa maksimal 100 persen karena umur pipa yang sudah mencapai 26 tahun dan menjadi sedikit mengganggu kualitas air yang dipasok ke pelanggan,” pungkasnya.
[radar-bekasi]
Pakar Tata Kota Dukung Pemindahan Ibukota
Diposting Pada 28 Jul 2010
JAKARTA – Yayat Supriyatna, planolog dari Universitas Trisakti, Jakarta, mendukung upaya pemindahan Ibukota dari Jakarta. Menurut pakar perencanaan kota itu, Jakarta sudah tak memadai lagi menampung sekian banyak fungsi.
“Pertama, yang harus diingat, kita punya Ibukota karena faktor sejarah,” kata Yayat. “Kita mewarisi Ibukota dari masa lalu, dari kolonial,” kata Yayat saat dihubungi VIVAnews, Rabu 28 Juli 2010.
Jakarta, kata Yayat, tidak pernah disiapkan secara matang untuk menjadi Ibukota dengan skala sebesar sekarang. Dari sekadar kota perdagangan, kemudian harus menampung aktivitas pemerintahan dalam skala besar. “Akhirnya apa yang terjadi?” kata Yayat. “Fungsi dan perannya tidak jelas.”
Bahkan sampai beberapa tahun setelah kemerdekaan, Jakarta masih berada dalam Provinsi Jawa Barat. Barulah di bawah Gubernur Ali Sadikin, mulai pembenahan Jakarta sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat perekonomian. “Jakarta tidak didesain dengan otonomi penuh sejak awal.”
Sebagai pusat pemerintahan, beban itu bertambah dengan paradigma pemerintahan Orde Baru yang sentralistis. Pembangunan dirancang di Jakarta sehingga menjadi bias.
“Kota ini lalu menjadi daya tarik yang besar bagi penduduk di luarnya,” kata Yayat. “Ujung-ujungnya, apa-apa Jakarta, tidak terpikir mengembangkan daerah-daerah di sekitarnya.”
Dan beban berlebihan itu baru terasa dekade belakangan. Jakarta mengalami kemacetan. Jakarta kekurangan air bersih namun di lain pihak kebanjiran di saat hujan sebentar. Lingkungan hijau juga tergerus oleh pemukiman.
“Idealnya, penduduknya hanya 4 sampai 5 juta jiwa, setengah dari sekarang,” kata Yayat. Namun statistik terakhir, kata Yayat, diperkirakan penduduk resmi Jakarta mencapai lebih dari 9,5 juta jiwa.
“Kota ini tidak mampu melayani sebanyak itu,” katanya. “Seperti halnya obesitas, tinggal menunggu stroke.”
Pemindahan Ibukota bisa menjadi solusi persoalan-persoalan di atas diselesaikan. Jangan sampai Ibukota dipindahkan karena “ingin lari dari masalah.”
Salah satu solusinya, Ibukota Pemerintahan dipindahkan namun bukan dengan membangun kota baru. Membangun kota baru, kata Yayat, membutuhkan dana yang sangat besar.
Jakarta tetap menjadi Ibukota Negara, namun pemerintahan mulai diredistribusikan ke daerah-daerah. “Misalnya ke Jonggol, Karawang, Kalimantan,” katanya.
Dan untuk pemindahan ini, butuh komitmen politik dari parlemen dan Presiden. “Dari dulu hanya wacana,” kata Yayat.
Pemindahan Ibukota digulirkan lagi oleh Wakil Ketua Komisi II Teguh Juwarno beberapa hari lalu. Teguh mengusulkan Ibukota pindah ke Kalimantan, seperti yang direncanakan Bung Karno saat menjadi Presiden dulu.
[VIVANews]
Sa’duddin Kebal Kritik
Diposting Pada 28 Jul 2010
TAMBUN SELATAN – Meski terus mendapat kritikan, Sa’duddin, Bupati Bekasi yang juga Ketua Ormas Paguyuban Bekasi-Banten terus saja menggunakan atribut bupati dan simbol-simbol pemerintahan ke dalam pelantikan Pasiban.
Kemarin di GOR Tambun, seperti tak menggubris penilaian orang, dia melantik 378 pengurus tingkat desa dari enam kecamatan.
Direktur LSM Peduli Bangsa, Abu Fitri Mu’min mengatakan kegiatan Sa’duddin dengan Pasiban bisa berdampak buruk pada stabilitas politik kemasyarakatan. Kecemburuan antar Ormas, kata Fitri dipastikan akan terjadi.
Kemudian, kata dia, kesalahan besar Sa’duddin adalah menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi dan golongannya. “Dia jelas-jelas menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi dan Ormasnya,” geram Fitri.
Terpisah, anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bekasi Daeng Muhammad mengaku sudah capek mengingatkan Sa’duddin. Kata Daeng, kritikan dan saran yang disampaikannya tak pernah didengar Sa’duddin.
Padahal, kata Daeng yang dilakukan Pasiban selama ini jelas-jelas melibatkan aparat dan fasiltas negara. ”Saya serahkan pada masyarakat untuk menilainya. Saya yakin masyarakat tidak bodoh menilai mana yang baik dan yang jelek. Capek saya ngomentarinya, percuma gak ada perubahannya,” kata Daeng.
Dari pantauan Radar Bekasi, sejumlah pejabat dan aparat Pekab Bekasi beserta mobil dinas berkumpul di lokasi. Bahkan, Camat Setu, Machpudin, Camat Serang Baru, Mahrup dan Camat Cikarang Utara Ali Syahbana juga Camat Cikarang Barat, Abdulah Karim menggunakan seragam dinasnya.
[radar-bekasi]
Sahal Mahfudh Jadi Ketua Umum MUI
Diposting Pada 28 Jul 2010
JAKARTA – KH MA Sahal Mahfudh kembali terpilih menjadi ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk periode 2010-2015, sesuai hasil keputusan tim formatur yang terdiri atas 17 orang.
“Pemilihan jajaran kepengurusan Dewan Pimpinan MUI telah berlangsung sejak semalam dan hari ini sekitar pukul 07.00 pagi (WIB) berhasil merumuskan susunan kepengurusan yang baru,” kata Sekretaris Formatur Ichwan Sam, saat mengumumkan kepengurusan Dewan Pimpinan MUI, di Jakarta, Rabu.
Posisi wakil ketua umum diisi oleh Din Syamsuddin yang selama ini juga menjadi ketua umum PP Muhammadiyah.
Susunan Dewan Pimpinan MUI periode 2010-2015 juga menetapkan 14 ketua yang membidangi 14 bidang.
Bidang yang dimaksud adalah bidang Fatwa, bidang Ukhuwah Islamiyah, Bidang Dakwah, Bidang Pendidikan dan Kaderisasi, Bidang Pengkajian dan Kaderisasi, Bidang Pengkajian dan penelitian, Bidang Hukum dan Perundang-Undangan.
Bidang Perekonomian dan Produk Halal, Bidang pemberdayaan Ekonomi, Bidang Pemberdayaan Perempuan, keluarga dan Perlindungan Anak, Bidang Remaja dan Seni Budaya, Bidang Remaja dan Seni Budaya, Bidang Kerukunan Umat Beragama,Bidang Hubungan dan kerjasama Internasional, Bidang Informasi dan Komunikasi, serta Bidang Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam.
Sementara jabatan Sekjen adalah Ichwan Sam, bendahara Umum Yuniwati, dan ada sembilan dewan penasehat.
[Antara]
Iran Ingin Pulihkan Perundingan Nuklir Tanpa Syarat
Diposting Pada 28 Jul 2010
TEHERAN – Pemerintah Iran kemarin secara resmi menyerahkan surat kepada Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), menyatakan kesediaannya untuk memulihkan perundingan mengenai pertukaran bahan bakar nuklir dengan IAEA tanpa syarat.
Wakil Iran untuk IAEA, Ali Asghar Soltanieh kemarin di Jenewa dalam wawancara dengan Kantor Berita Fars Iran menyatakan, Iran telah melakukan persiapan penuh untuk mengadakan perundingan mengenai pertukaran bahan bakar nuklir. Iran bersiap menghidupkan kembali perundingan dengan IAEA di Jenewa, dan perundingan tersebut akan diadakan dalam kerangka IAEA dan tanpa prasyarat.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast kemarin di Teheran menyatakan, Iran akan “dengan laju paling pesat” memulihkan perundingan dengan tim Jenewa yang terdiri atas Rusia, Prancis, Amerika Serikat dan IAEA. Ia menyatakan pula, sanksi baru yang dikenakan Uni Eropa kepada Iran hanya akan memperumit masalah nuklir Iran.
[republika]
PM Inggris: Gaza Seperti “Kamp Penjara”
Diposting Pada 28 Jul 2010
ANKARA – Perdana Menteri Inggris David Cameron, Selasa, meminta Israel mencabut blokadenya terhadap Jalur Gaza karena keadaan wilayah yang dikuasai Palestina itu sudah seperti “kamp penjara”.
“Biar saya jelaskan bahwa situasi di Gaza harus diubah … Gaza tidak dapat dan jangan dibiarkan tetap seperti kamp penjara,” katanya dalam pidatonya di depan asosiasi bisnis dalam kunjungannya ke Turki, sebagaimana dikutip dari AFP.
Dalam pidato yang disampaikannya seusai bertemu Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan itu, Cameron menjelaskan bahwa blokade Israel tersebut merepotkan banyak pihak.
“Sekalipun beberapa kemajuan telah dibuat, kita masih dalam situasi di mana masih sangat sulit untuk masuk, sangat sulit untuk keluar…,” katanya.
“Kami telah lama mendukung pencabutan blokade terhadap Gaza ini,” katanya.
Namun Cameron mengakui adanya kekhawatiran terhadap keamanan Israel dengan merujuk pada serangan roket dari Gaza oleh kelompok garis keras Hamas.
“Kami sepakat dengan pandangan bahwa pembicaraan langsung (antara Israel dan Palestina) adalah jawaban yang benar (bagi masalah tersebut),” katanya menunjuk pada pandangan Erdogan.
Menyusul kegaduhan internasional karena serangan mematikan Israel terhadap kapal bantuan menuju Gaza pada 31 Mei lalu, Tel Aviv menyatakan pihaknya mulai membolehkan semua barang bagi warga sipil masuk ke Gaza.
Israel menyatakan negara itu juga membolehkan material bangunan masuk ke wilayah itu tapi hanya untuk proyek-proyek yang diawasi secara internasional.
Namun Israel ini menekankan bahwa blokade angkatan lautnya akan tetap berlaku guna mencegah Hamas mengimpor roket setingkat roket militer dan senjata lainnya.
Ekonomi Gaza juga telah makin tercekik dengan melemahnya kemampuan untuk mengeskspor barang.
Pada kesempatan itu, Cameron juga minta Turki memperbaiki hubungannya dengan Israel yang memburuk paska-serangan terhadap armada bantuan kemanusiaan yang menewaskan sembilan aktivis Turki itu.
“Turki telah menjadi teman baik Israel di masa lalu. Saya sangat banyak mengharapkan Turki dapat (kembali) menjadi teman Israel karena … sebagai teman Israel, Turki akan memaksimalkan pengaruhnya atas kebutuhan akan pembicaraan langsung,” katanya.
Ankara telah mendesak negara Yahudi yang pernah menjadi sekutu dekatnya agar meminta maaf atas serangan terhadap Kapal Mavi Marmara yang menewaskan warga negaranya itu.
Israel juga didesak Turki agar memberi ganti rugi kepada para keluarga korban dan mencabut blokadenya terhadap Gaza.
“Dan saya minta Turki dan Israel agar tidak menghentikan pertemanan mereka,” Cameron menambahkan.
[Antara]
Presiden Tidak Perlu Berlebihan
Diposting Pada 28 Jul 2010
JAKARTA – Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang adanya gerakan politik menjelekkan pemerintah mendapat sorotan dari DPR. Wakil Ketua DPR dari Fraksi PDIP Pramono Anung menyatakan bahwa Presiden Yudhoyono bersikap berlebihan.
“Seharusnya pemerintah tidak perlu menanggapi berlebihan,” ujar Pramono Anung ketika ditemui wartawan di DPR, Selasa (27/7).
Pernyataan Presiden Yudhoyono itu terlontar ketika melakukan pembukaan Gerakan Indonesia Bebas Pemadaman Listrik Bergilir di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Presiden menyebut ada gerakan politik yang saat ini berkampanye keliling Indonesia menjelek-jelekkan pemerintahan.
Pramono Anung meminta Presiden Yudhoyono memahami dinamika dalam demokrasi. Presiden Yudhoyono harusnya sadar bahwa dalam negara demokrasi, perbedaan pendapat merupakan hal yang lumrah. Selaku pemimpin pemerintahan, Presiden Yudhoyono harus bersikap bijak dalam menanggapi perbedaan itu sesengit apapun.
Pramono Anung menekankan, Presiden Yudhoyono harus dapat memahami perbedaan pandangan sebagai pemikiran kritis. “Masukan dan kritik harus dipahami sebagai langkah bersama untuk kemajuan,” jelas mantan Sekjen PDIP itu.
[mediaindonesia]
Fidel Castro Tulis Buku
Diposting Pada 28 Jul 2010
HAVANA – Fidel Castro, Selasa, mengungkapkan rencana untuk menerbitkan buku pada Agustus mendatang, yang mencakup kisah-kisah dari masa kanak-kanaknya dan menjelaskan bagaimana ia menjadi seorang revolusioner.
Pemimpin Kuba itu, dalam pernyataan di laman Internet pemerintah, Cubadebate.co, mengatakan buku 25 bab tersebut akan diberi judul “La Victoria Estrategica” atau “Kemenangan Strategis”, sebagaimana dikutip dari AFP.
Buku itu akan memusatkan perhatian pada cerita mengenai 300 petempurnya di gunung Sierra Naestra yang menang melawan pasukan pamerintah Fulgencio Batista dalam revolusi yang merebut Havana pada hari Tahun Baru 1959.
Castro, yang menyerahkan kekuasaan kepada adik laki-lakinya, Raul, pada 2006 — ketika ia sakit, menyatakan ia telah pulih dan sedang merampungkan bagian kedua dari kisah tersebut.
Menurut dia, buku itu memberikan perspektifnya sendiri pada hidupnya setelah sejumlah biografi tidak sah.
“Saya tidak ingin menunggu untuk menanggapi semua pertanyaan mengenai masa kanak-kanak, masa remaja dan muda saya, serta bagaimana saya menjadi seorang revolusioner dan pejuang bersenjata,” katanya dalam kata pengantar akan kejanya itu.
Kesehatan Castro tampaknya telah membaik setelah periode pengasingan diri dan sakit yang lama. Dan ia makin sering terlihat publik dengan tujuh penampilan di depan umum dalam tiga pekan terakhir.
Castro, yang akan berusia 64 tahun pada Agustus, masih tokoh penting di Kuba dan memegang jabatan sekretaris pertama partai komunis yang berpengaruh.
Buku baru itu ditulis melalui kerja sama dengan wartawan Kuba, Katiuska Blanoo, yang juga adalah pengarang satu-satunya biografi Castro yang telah dipublikasikan di Kuba.
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah