JAKARTA – Rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL) bagi pelanggan golongan industri sebagai ganti rencana kenaikan bagi pelangan rumah tangga menuai penolakan keras. Kebijakan itu dinilai akan menggerus daya saing industri dan bukti ketidakberpihakan pemerintah terhadap industri nasional.
Demikian diutarakan Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ernovian G Ismy ketika dihubungi, Senin (31/5). “Ini bukti bahwa permintah ga pernah punya visi untuk masalah kelistrikan bagi semua golongan,” ujarnya.
Menurut Ernovian, penaikan TDL harus menjadi opsi terakhir jika memang tidak ada pilihan lain. Untuk menghindari kebijakan itu, pemerintah harus sudah punya ada visi yang jelas menyesuaikan antara kebutuhan listrik dalam negeri, kapasitasnya, hingga sumber energinya.
Karena itu, menurut Ernovian, penaikan TDL bagi pelanggan golongan industri adalah kebijakan yang tidak adil. “PT Perusahaan Listrik Negara sebagai penyedia tunggal listrik terlihat bertindak seenaknya dalam hal tarif, alih-alih mengutamakan perbaikan pelayanan dan infrastruktur bagi para pelanggannya,” ujarnya. [mediaindonesia]
DK PBB Sidang Darurat Bahas Serangan Israel
Dewan Keamanan PBB bertemu dalam sidang darurat hari Senin membahas serangan pasukan komando Israel terhadap sebuah kapal Turki di Laut Tengah yang mengakibatkan sedikitnya sembilan orang di kapal tersebut tewas. Puluhan lagi luka-luka. Di pihak Israel, tujuh tentaranya juga mengalami luka-luka.
Kapal tersebut adalah bagian dari iring-iringan kapal yang mengangkut 10 ribu ton pasokan ke Jalur Gaza sebagai tantangan atas blokade Israel yang sudah berlangsung tiga tahun.
Serangan Senin pagi di perairan internasional, 60 kilometer dilepas pantai Israel itu telah menimbulkan kecaman internasional. Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut serangan itu “terorisme yang direstui negara“. Turki telah memanggil pulang duta besarnya dari Israel dan membatalkan tiga rencana latihan militer dengan Israel untuk memprotes insiden itu.
Sekjen PBB Ban Ki-moon menyatakan ia terkejut oleh serangan itu dan mengatakan Israel harus memberi penjelasan lengkap. Menteri luar negeri Turki Ahmet Davutoglu yang berpidato di Dewan Keamanan, menuntut permintaan maaf Israel dan penyelidikan internasional.
Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu bersikukuh pasukan komando Israel bertindak untuk membela diri tapi menyatakan penyesalan atas jatuhnya korban jiwa. Netanyahu mempersingkat lawatannya ke Kanada serta membatalkan rencana ke Amerika hari Selasa dan kembali ke Israel.
Jurubicara Gedung Putih mengatakan Amerika “sangat menyesalkan” jatuhnya korban. Dia mengatakan pemerintahan Obama saat ini tengah mempelajari keadaan sekitar tragedi ini. [VOANews.com]
Serangan Israel Picu Protes di Seluruh Dunia
Ribuan orang turun ke jalan diseluruh dunia hari Senin memprotes serangan Israel terhadap sebuah iring-iringan kapal bantuan bagi warga Jalur Gaza.
Hampir 10 ribu warga Turki turun ke jalan di Istanbul. Sekitar 1000 orang berdemo di ibukota Jordania, Amman dan demo-demo yang lebih kecil berkobar di kota-kota lain di seluruh pelosok Timur Tengah dan Eropa.
Sekjen PBB Ban Ki-moon menyatakan terkejut oleh tindak kekerasan terhadap misi bantuan pro Palestina itu dan menuntut Israel melakukan penyelidikan menyeluruh. Dewan Keamanan PBB telah meminta pertemuan darurat untuk membahas insiden tersebut.
Uni Eropa juga mengimbau diadakannya penyelidikan dan Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton menuntut dibukanya lintas masuk ke Gaza segera dan tanpa syarat. Para duta besar negara anggota Uni Eropa akan bertemu di Brussel hari Senin membahas tindakan Israel tersebut.
Ketua Liga Arab Amr Mussa mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai “kejahatan” serta mengimbau diadakan pertemuan darurat ke 22 negara anggota. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, pengecam Israel sejak lama, menyebut operasi itu sebagai tidak manusiawi. [VOANews.com]
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah