Ahmadinejad: AS Mendorong Perlombaan Senjata Nuklir
NEW YORK – Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menuding Amerika mengancam negara-negara lain – termasuk Iran – dengan senjata nuklir dan dengan apa yang disebutnya “tuduhan palsu” untuk mencegah penyebaran senjata nuklir.
Ahmadinejad memberi komentar itu hari Senin pada pembukaan Konferensi Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir di New York. Sebelumnya, Sekjen PBB Ban Ki Moon mengatakan dalam konferensi itu Iran harus menjernihkan “keraguan dan keprihatinan” tentang program nuklirnya.
Presiden Iran itu mengatakan produksi senjata nuklir Amerika telah mendorong negara-negara lain membuat senjata itu, hingga menyebabkan perlombaan senjata di dunia.
Namun, Ahmadinejad juga mengatakan tidak ada bukti yang kredibel bahwa Iran sedang mengembangkan senjata nuklir dan menyerukan supaya Presiden Amerika Barack Obama bergabung apa yang disebutnya “gerakan kemanusiaan” untuk membuat jadwal penghapusan senjata nuklir di seluruh dunia.
Delegasi Amerika, Inggris dan Perancis melakukan aksi keluar sidang ketika pemimpin Iran itu berpidato. (republika)
Gempa 52 SR Goyang Gorontalo
BANDAR LAMPUNG – Gempa berkekuatan 5,2 skala Richter (SR) terjadi, Selasa (4/5), pukul 06.30 WIB dengan pusat 158 kilometer Barat Daya Gorontalo.
Informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),menyebutkan gempa berlokasi 0,72 Lintang Selatan-122,40 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer namun tidak berpotensi tsunami.
Pusat gempa juga berada pada 197 kilometer Timur Laut Poso, Sulawesi Tengah; 263 kilometer Tenggara Toli-Toli, Sulawesi Tengahl 282 kilometer Timur Laut Palu, Sulawesi Tengah; dan 1.832 kilometer Timur Laut Jakarta. (mediaindonesia)
Pedang-Salib di Masjid Agung Bekasi
BEKASI – Belum reda panasnya penghujatan terhadap Islam di blog Bellarminus, sepekan kemudian, Kota Patriot Bekasi kembali dihadiahi adegan SARA. Di Masjid Agung Bekasi, mereka membuat formasi pedang salib dan mahkota paus. Padahal masjid terbesar di Bekasi ini adalah simbol kewibawaan umat Islam se-Bekasi. Simbol umat Islam pun ternoda.
Insiden SARA ini terjadi dalam Karnaval antinarkoba Bekasi yang digelar dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) hari Ahad (2/5/2010). Karnaval yang digelar oleh Badan Narkotika Kota (BNK) Bekasi itu dimulai dari Gor Bekasi menuju alun-alun, melewati masjid Al-Barkah, lalu finish di Kantor PMI Bekasi.
Menurut Benny Tunggul, Koordinator Lapangan Badan Narkotika Kota (BNK) Bekasi, para peserta karnaval berasal dari sekolah-sekolah se-Bekasi.
“Ini dalam rangka Hardiknas, kita melakukan karnaval Bekasi bebas narkoba. Kita harapkan semua generasi muda perang terhadap narkoba,” kata Benny di halaman kantor PMI Bekasi, Ahad (2/5/2010).
Mulanya pawai yang diikuti sekira dua ratusan peserta itu berlangsung biasa saja. Pada barisan depan diawali dengan marching band berseragam biru muda. Di bagian punggungnya terdapat logo Yahudi, yaitu bintang david.
Kemudian disusul dengan barisan siswa anak-anak SD dengan membawa panji-panji kristiani bertuliskan: Elshadai, Adonai, Yehova Rapha, Yehova Shalom, Yehova Nissi, Yehova Shammah, dll. Ada juga bendera putih dalam ukuran besar bergambar bintang david (david star).
Seorang peserta lainnya, membawa bendera oranye dalam ukuran besar bertuliskan “Jawa Barat,” disertai gambar pedang terhunus yang mengeluarkan api. Pada bagian atas, nampak gambar seekor maung (singa) yang dipenggal dengan sebilah pedang, lalu di bagian paling atas ditampakkan logo bintang david.
Sekitar pukul 8.30 pagi, ketika melewati alun-alun, tepat di masjid Al-Barkah, beberapa peserta karnaval berbuat ulah. Padahal di dalam masjid terbesar sekota Bekasi itu sedang dilangsungkan akad nikah, seorang qori sedang membacakan tiwalah Al-Qur’an.
Tiba-tiba, lima orang peserta karnaval berdandan kristiani itu memasuki pelataran masjid. Spontan, beberapa orang yang terusik, terutama petugas sound system berhamburan keluar, ingin menyaksikan apa yang sedang terjadi.
…lima orang peserta karnaval berdandan kristiani itu memasuki pelataran masjid. Mereka berbaris menghadap pintu utama, membentuk formasi Salib dengan tongkat dan pedang putih…
Ternyata, tepat di depan pintu utama masjid, lima orang itu berbaris menghadap kiblat membentuk formasi “Mahkota Paus dan Salib.”
Orang paling depan, seorang laki-laki dari etnis China membawa replick Tiara (mahkota) Paus berwarna ungu. Mahkota paus itu diletakkan di atas talam yang dihiasi dengan kain beludru warna ungu. Orang kedua yang berdiri di belakangnya mengacungkan tongkat ke atas. Di belakangnya lagi, seorang berpakaian ala tentara Romawi, menyilangkan pedang imitasi berwarna putih. Gabungan antara tongkat dan pedang itu membentuk tanda salib.
Para saksi mata maupun petugas masjid yang melihat pemandangan itu dari teras masjid, spontan menangkap bahwa itu adalah formasi Salib.
“Pas saya lihat gitu, kaget saya. Dah, ini mah salib!” kata Iskandar, seorang petugas.
Sementara dua orang rekannya tidak ikut membentuk formasi Salib, mereka membawa tas sambil membagi-bagikan souvenir berupa gantungan kuci, cincin dan gelang karet bertanda mahkota salib dengan tulisan “Joel Generation.”
Kelima orang itu membubarkan diri bergabung dengan peserta karnaval lainnya, setelah ditegur dengan nada membentak oleh petugas masjid.
“Pas bagi-bagi gitu saya tanya, ini apa-apaan ini! Dia bilang, ini pak cinta Bekasi. Saya bentak lagi, nah kok begini! Terus mereka bubar,” jelas dia.
Sementara di trotoar dekat pagar masjid, para peserta karnaval membagi-bagikan souvenir dan kue kepada siapa saja yang ditemuinya. Mereka mengucapkan “Semoga Bekasi sejahtera, Yesus baik.” Peserta pawai lainnya membawa ember warna emas berisi air. Wanita muda itu memercikkan air kepada orang-orang yang menonton pawai di pinggir jalan.
Tiba-tiba, seorang petugas masjid diperciki dari kepala sampai kaki, seolah sedang melakukan ritual ‘baptis percik.’ Sejurus kemudian, petugas masjid yang tidak melakukan perlawanan itu dipeluk dan didoakan oleh tiga orang.
“Seakan-akan mereka ingin membabtis gitu. Teman saya dicipratkan air di kepala, badan sampai kaki gitu. Lalu dipeluk sambil didoakan ama dia,” kisah seorang petugas masjid.
Tak ingin terjadi sesuatu yang melanggar akidah, maka para petugas masjid lainnya segera bertindak dengan menarik sang petugas sembari mengusir tiga orang Kristen yang dicurigai sebagai penginjil itu.
“Kami takut mereka membaptis gitu, maka kami langsung tarik saja. Saya bentak ‘maksudnya apa ini pak!!’ akhirnya mereka langsung pergi,” paparnya.
Saat diminta tanggapannya mengenai insiden bernuansa SARA di pelataran Masjid Agung Bekasi itu, Christopher, panitia karnaval membantahnya.
“Dalam hal ini nggak ada yang seperti itu. Kami hanya karnaval saja,” sangkalnya.
Mengenai adanya peserta karnaval yang melakukan insiden di masjid, ia mengatakan akan melakukan koordinasi dengan para panitia yang lain.
“Nanti saya akan koordinasi” pungkasnya.
Lecehkan Simbol Muslim, Kristen Tantang umat Islam
Orang yang paling geram terhadap insiden SARA di halaman masjid itu adalah Ustadz Muhammad Romdhon. Karena saat itu ia sedang menjadi saksi pernikahan salah seorang santrinya di Masjid Agung. Prosesi pernikahan terganggu oleh insiden itu. Ia semakin geram, karena para pelaku mengaku karnaval itu sudah diizinkan oleh Walikota Bekasi, Mochtar Mohammad.
“Ya, kalau hal ini dilakukan di terminal, di pasar, di stasiun atau tempat umum mungkin tidak masalah. Tapi ini di tempat ibadah kita. Mereka berani berbuat seperti itu, itu kan menantang,” ujarnya geram.
Menurut Romdhon, tindakan SARA yang dilakukan oleh para aktivis Kristen di Masjid Agung itu berarti menantang umat Islam seluruh Bekasi.
“Ini kan Masjid Agung, simbol dan lambangnya Islam di Bekasi. Maka harga diri kita ditantang untuk menghadapi mereka,” tegasnya. (voa-islam.com)
Romdhon juga mempertanyakan alasan peserta karnaval seperti itu sudah diizinkan oleh walikota.
“Mereka mengatakan ini atas izin walikota. Maka kita tandaskan ke walikota, apa benar begitu yang diizinkan,” pungkasnya. (voa-islam.com)
BOGOR – Dalam satu hari petugas sensus menargetkan 100 rumah tangga terdata dalam Sensus Penduduk 2010. “Maksimal kami menargetkan 100 rumah terdata seharinya,” ucap Novian, sambil mendata salah satu rumah tangga di RT 05 RW 03 Kelurahan Menteng Kecamatan Bogor Barat, Minggu (2/5).
Hari pertama sensus, Novian dan Ratna (32), sudah mendata 100 rumah tangga di Rukun Tetangga 03. Sebenarnya, lebih 100 rumah yang mereka datangi, namun penghuninya tidak ada di tempat.
“Ada beberapa pemilik rumah yang tidak ada di tempat karena pergi bekerja, atau keluar rumah karena keperluan lain,” ujarnya.
Novian dan Ratna ditugaskan mendata penduduk di dua rukun warga, yakni RW 03 dan RW 14 untuk Kelurahan Menteng.
Untuk mendata warga di dua RW tersebut, Novian dan Ratna, diberi waktu satu minggu untuk selanjutnya berpindah ke RW lainnya.
Pelaksanaan sensus hari pertama, Novian mengaku tidak mengalami kesulitan.
“Tidak ada kendala, hari pertama lancar. Hanya saja banyak warga yang kami data sering bertanya untuk apa data-data yang kami catat ini. Jadi, kami pun harus menerangkannya,” ujar Novian.
Untuk mendata satu rumah tangga dilakukan selama satu menit oleh Ratna dan Novian.
Dalam bekerja, Novian dan Ratna satu tim yang terdiri atas tiga tim pencacah dan satu koordinator lapangan. Mereka bekerja saling membantu untuk mencapai target.
“Biasanya kami bekerja berpencar. Kebetulan karena di RT yang saya data sudah selesai jadi saya membantu rekan saya,” ucapnya.
Meski tidak mendapat kendala di lapangan, tenggat waktu yang diberikan dan cukup menyulitkan kedua petugas sensus itu dalam mengisi formulir daftar L1 dan C1 yang diberikan untuk pendataan.
Daftar L1 daftar terdiri atas 17 kolom yang harus diisi. Formulir ini untuk melisting bangunan dan rumah. Setelah pengisian daftar L1 dilanjut dengan daftar C1 terdiri atas 43 variabel pertanyaan yang lebih mendalam lagi pendataannya tentang anggota rumah tangga perumahan dan tentang rumah.
Novian mengatakan mereka bertugas mendata mulai pukul 08.30 WIB hingga 18.00 WIB. Berkat pelatihan, Novian dan Ratna memiliki trik untuk mengisi formulir C1 dan L1 dalam waktu singkat secara tepat dan akurat.
Sejumlah warga yang rumahnya sudah didata petugas sensus mendukung upaya petugas untuk mendata kembali. Mereka berharap apa yang dilakukan oleh pertugas sensus ada manfaatnya.
“Katanya data sensus berguna untuk menghitung jumlah penduduk, biar tau mana warga miskin yang butuh bantuan. Saya setuju petugas sensus mendata lagi, biar data jumlah penduduk tidak salah lagi,” ujar Tuti warga di RT 05 RW 03 Kelurahan Menteng. (mediaindonesia)
Fobia Ahmadinejad di AS, Serukan Boikot Presiden Iran
NEW YORK – Komunitas Yahudi dan kelompok anti-Iran di AS mulai kasak kusuk menentang rencana kedatangan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad di New York untuk menghadiri konferensi peninjauan kembali Perjanjian Non-Proliferasi (NPT) nuklir.
United Against Nuclear Iran (UANI) adalah salah satu organisasi massa yang mulai menyuarakan kampanye boikot terhadap kunjungan Ahmadinejad di AS. Organisasi ini melakukan tekanan terhadap sekitar 35 hotel mewah di New York agar menolak untuk dijadikan tempat menginap Ahmadinejad dan delegasinya.
Dalam suratnya yang ditujukan pada pemilik hotel-hotel mewah itu, Presiden UANI Mark Wallace menyebut Ahmadinejad sebagai rezim ilegal. Wallace menyatakan, tak satu pun institusi di AS yang layak menerima sebuah rezim yang ilegal dan menyerukan agar semua pihak di AS mengucilkan dan mengutuk pemerintahan Iran.
UANI dikenal agresif mengkampanyekan anti-Iran di AS. Organisasi ini berhasil meyakinkan sejumlah perusahaan besar di AS untuk tidak menjalin hubungan dagang dengan Iran. Saat kunjungan Ahmadinejad ke AS bulan September tahun lalu, sejumlah hotel juga menolak menjadi tempat menginap Ahmadinejad dan delegasinya.
Para senator dari kalangan Republikan juga mendesak Gedung Putih agar menolak kedatangan Ahmadinejad ke New York, meski AS terikat kewajiban untuk mengizinkan seluruh perwakilan negara anggota PBB berkunjung ke markas besar PBB di New York dan bebas bergerak dalam jarak radius 40 kilometer di sekitar gedung PBB.
Komunitas Yahudi pro-Israel di AS, tak ketinggalan mengkampanyekan anti-Iran. Organisasi Conference of Presidents of Major American Jewish Organizations sudah menyiapkan “aksi” saat Ahmadinejad tampil di podium PBB. Organisasi ini juga akan memasang iklan di surat kabar-surat kabar terkemuka di AS yang isinya menyerukan para duta besar di PBB untuk meninggalkan ruangan rapat pleno saat Ahmadinejad berpidato.
Komunitas lainnya yang menyerukan boikot Ahmadinejad adalah organisasi-organisasi Kristen Evangelis di AS yang memang dikenal sebagai pendukung Israel. Kelompok ini sudah mengeluarkan pernyataan yang ditujukan pada Menteri Luar Negeri Hillary Clinton yang akan memimpin delegasi di AS dalam konferensi NPT, agar ikut memboikot pidato Ahmadinejad.
Meski ada seruan boikot di AS, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dijadwalkan tiba di New York pada Senin (3/5) pagi waktu setempat. Otoritas AS sendiri baru mengabulkan visa delegasi Iran di menit-menit terakhir hari Sabtu kemarin, setelah Iran mengecam AS yang lambat mengeluarkan visa bagi sejumlah delegasi Iran yang akan menghadiri acara PBB.
Menlu Iran Manouchehr Mottaki mengatakan, mengeluarkan visa bagi delegasi negara anggota PBB yang akan mengikuti konferensi PBB di AS adalah kewajiban pemerintah AS bukan hak prerogatif AS. Meski demikian, otoritas AS tetap tidak mengabulkan visa para wartawan Iran yang akan menyertai kunjungan Ahmadinejad ke markas besar PBB di New York, sehingga menuai kritikan tajam media massa Iran. (eramuslim)
Bom Gagal New York: Tak Ada Bukti Keterlibatan Taliban
NEW YORK – Walaupun muncul klaim yang dikeluarkan oleh sebuah kelompok di Pakistan, polisi kota New York mengatakan tidak ada bukti keterlibatan Taliban dalam usaha serangan bom mobil di kota New York pada Sabtu malam.
Komisaris polisi New York mengatakan pada hari Minggu, penyelidikan atas mobil van yang mencurigakan serta bahan-bahan yang ditemukan didalamnya sedang berlangsung, dan polisi kini memiliki seseorang yang dicurigai sebagai tersangka. Polisi sedang memeriksa pita-pita rekaman video untuk mengumpulkan bukti-bukti tentang orang yang mungkin berusaha meledakkan bom mobil di pusat kota itu.
Pada Sabtu malam, polisi mengosongkan kawasan Times Square yang biasanya sesak pengunjung, setelah seorang penjaja kaos di pinggir jalan memberi tahu polisi tentang adanya sebuah mobil yang mencurigakan di parkir disana.
Walikota New York Michael Bloomberg mengatakan mobil bermerek Nissan Pathfinder tersebut berisi tiga tabung gas LPG, petasan, dua jerigen yang berisi bensin, dua buah jam dan beberapa baterei. Menurut juru bicara Kepolisian New York, bom tersebut tampaknya sudah mulai disulut, tapi tidak meledak.
Pakar-pakar penjinak bom kemudian membawa pergi mobil itu dan kawasan Times Square dibuka lagi pada hari Minggu pagi. Menteri Keamanan Dalam Negeri Janet Napolitano mengatakan penyelidikan diarahkan untuk mengetahui apakah tindakan itu suatu aksi teroris. (republika)
Pemimpin Palestina Akan Bertemu Obama di Washington
RAMALLAH – Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mengaku, akan menemui Presiden Amerika Serikat, Barack Obama di Washington bulan ini. Pertemuan tersebut, menurutnya, selain untuk negosiasi dengan Israel juga untuk meningkatkan perdamaian di Timur Tengah.
Upaya perdamaian yang dilakukan Obama itu merupakan dorongan dari hasil kesepakatan negara-negara Arab yang menyetujui perundingan yang ditengahi AS selama empat bulan, Sabtu lalu. Perundingan itu sebelumnya diharapkan bisa dimulai pada Maret lalu, tetapi ditunda dengan adanya pengumuman penyelesaian proyek Israel yang menduduki daerah di dekat Jarussalem.
Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Koran Palestina, al-Ayyam, Ahad lalu, Abbas mengatakan, jika Obama telah berkomitmen bahwa dirinya tidak akan mengizinkan. “Ada tindakan provokatif dari sisi lain,” kata Abbas, Ahad (2/5).
Dia mengaku, bulan ini dirinya diundang Obama. Namun, dia tidak menyebutkan, tanggal berapa pastinya undangan terhadapnya itu. “Dalam upaya mendorong proses perdamaian ke depan,” dia menjelaskan maksud undangan tersebut.
Hal itu, karena konflik Israel-Palestina merupakan masalah keamanan langsung ke Amerika Serikat, Washington telah mendorong keras untuk memulai kembali perundingan yang ditunda sejak Desember 2008 lalu.
Meski demikian, banyak pengamat mempertanyakan apakah pertemuan terbaru itu akan berhasil mengingat tahun-tahun diplomasi telah gagal.
Pertemuan Abbas sendiri dengan Obama terakhir di New York September lalu, dalam sidang Majelis Umum PBB. Saat itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu juga menghadiri pertemuan tersebut. (republika)
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah