Pada 1 April 2010 lalu, saya bersama Direktur INSISTS Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, berangkat ke Inggris untuk ”jalan-jalan” dan menghadiri beberapa acara di sana. Pesawat terbang dari Jakarta pukul 02.30 dini hari. Satu hal yang ingin saya lihat secara langsung adalah kondisi Muslim di Inggris yang – saya dengar-dengar – relatif lebih baik dibandingkan dengan kondisi minoritas Muslim di berbagai negara Eropa lainnya.
Kami mendarat di Bandara Heathrow London, pada 1 April 2010, siang hari. Kami dijemput oleh Bang Asyari Usman, wartawan BBC, asal Indonesia yang sudah 22 tahun tinggal di Inggris. Bersama dia, ada Nazaruddin, kandidat doktor Teknik Kimia di University College London. Tak lama, kami diajak mengelilingi Kota London. Selain untuk mengetahui situasi, juga untuk menghilangkan kantuk. Maklum, ketika itu di Indonesia sudah sekitar pukul tiga dini hari; saat dimana biasanya orang Indonesia bagian Barat masih terlelap tidur.
Sepanjang perjalanan keliling kota London, saya mendapat cerita bahwa dibandingkan dengan sejumlah negara Eropa lainnya, Inggris termasuk yang cukup toleran dalam kehidupan keagamaan, khususnya terhadap Islam. Tetapi, sensitivitas terhadap Islam akhir-akhir ini meningkat, menyusul terjadinya sejumlah peristiwa yang dikaitkan dengan aksi terorisme. Jumlah orang Muslim yang terus meningkat di Inggris dan kondisi ekonomi Inggris yang menurun dimanfaatkan sejumlah kalangan untuk memicu semangat anti-Islam dan anti-imigran. English Defence League adalah salah satu kelompok yang aktif menggugat kedatangan imigran.
Salah satu partai politik di Inggris yang bersemangat membawa isu anti-Islam dan anti-imigran adalah partai BNP (Britih Nastional Party). Alamat websitenya: www.bnp.org.uk. BNP mempunyai sebuah Tabloid bernama ”The Voice of Freedom.” Dalam salah satu edisinya, Issue 111, Tabloid ini menulis: “The BNP says this is a Christian country, our tradition should be put first and not sidelined in favour of foreign cultures. The BNP would ensure British schools focus on our Christian heritage.”
Di halaman 5, ada berita berjudul “University to Launch Degree in Islamic Banking”. Mengomentari rencana pembukaan program Islamic Banking di Salford University, Manchester, ini, BNP menulis: “The creeping Islamification of our nation continues. With the Muslim birth rate rising and the number of Islamic immigrants entering the country at an all time high, even more of our institutions and ways of life will be affected. Only the British National Party has the policies to ensure that our country retains its own culture, heritage and traditions.”
Tentang pelarangan pembangunan menara masjid di Swiss, BNP sangat mendukungnya. Dikutip pernyataan politisi Swiss, Daniel Zingg, yang menyatakan: ”The minarets are spearheads of Sharia… They are signs of territory newly conquered by Islam.” Katanya lagi: “It is well known fact that first come the minarets, then the muezzins, with their calls to prayer; the burqas and finally Sharia law.” Terakhir, Tabloid ini menegaskan bahaya imigran Muslim di Eropa: “Muslim immigration into Europe has now reached critical levels. Surveys carried out in the aftermath of the Swiss poll showed that 44 percent of Germans and 41 percent of French oppose the construction of minarets. In addition, 55 percent of all Europeans see Islam as an “intolerant religion”, acccording to the polls.”
Suara anti-Islam BNP ini banyak mendapat tantangan dari dalam masyarakat Inggris sendiri, baik dari Muslim maupun bukan. Bahkan, dalam beberapa kali demonstrasi, kedua kubu ini tak jarang berhadapan. Menurut seorang mahasiswa, pernah di suatu kota, kedua kubu berhadap-hadapan. Kubu anti-rasialisme membawa bendera Palestina, sedangkan kubu BNP membawa bendera Israel. Dalam situasi normal, suara-suara anti-Islam ini masih tidak berpengaruh terhadap kehidupan kaum Muslim di Inggris. Tetapi, ada yang mengkhawatirkan, dalam situasi krisis dan kacau, isu ini bisa dijadikan pemicu untuk menyerang kaum Muslim.
Persoalan integrasi kaum Muslim dengan penduduk Inggris menjadi masalah tersendiri. Di antara imigran Muslim, memang ada sejumlah orang yang tetap berbahasa daerahnya masing-masing. Bahkan, identitas negara asalnya masih tetap sangat dominan, termasuk dalam soal bahasa. Kini pemerintah Inggris memperketat syarat mendapatkan permanent resident. Salah satunya harus bisa bahasa Inggris dan mengenal budaya Inggris. Sebab, memang ada yang datang ke Inggris – dengan berbagai sebab – yang tetap tidak dapat berbahasa Inggris, meskipun sudah tinggal lebih dari 10 tahun.
Faktor lain yang mungkin menyebabkan ”kecemburuan” sebagian warga Inggris terhadap kaum Muslim adalah kondisi Gereja dan kaum Kristen di Inggris sendiri. Dalam berbagai perjalanan di berbagai kota di Inggris, saya menemukan banyak Gereja yang sudah berubah fungsi, baik menjadi masjid, rumah, atau kafe. Kondisi Gereja dan jemaatnya di Inggris digambarkan oleh Dr. Peter Brierly dalam bukunya yang berjudul The Tide is Running Out: What the English Church Attendance Survey reveals (London: Christian Research, 2000). Kondisi gereja-gereja di Inggris digambarkan oleh Archbishop George Carey, pada tahun 1998, sebagai ”In some section of our Western Church we are bleeding to death.” Data menunjukkan, tahun 1979, hanya 5,4 juta orang Inggris ke gereja tiap minggu. Sepuluh tahun kemudian, 1989, jumlahnya menurun menjadi 4,7 juta. Sembilan tahun kemudian, 1998, jumlah itu menurun lagi menjadi 4,7 juta.
Penurunan jumlah warga Inggris yang pergi ke gereja itu justru terjadi saat populasi penduduk Inggris meningkat dari 46 juta (1979) menjadi sekitar 50 juta (1998). Jadi secara persentase, jumlah yang ke Gereja tiap minggu adalah:
Jika tren penurunan semacam itu terus berlangsung, maka diperkirakan, pada tahun 2016, yang pergi ke gereja tiap minggu tinggal 0,9%. Dalam bukunya ini, Dr. Peter Brierly menulis, bahwa hanya dalam satu generasi ke depan, gereja-gereja di Inggris sedang dalam proses kematian. Dia membayangkan, saat itu, media massa akan menulis berita-berita besar, seperti “After 2 Millenia, Satan Beasts Christ in England.”
Sebenarnya, menurut Dr. Brierly, tidak semua gereja mengalami krisis jemaat. Gereja the Kingsway International Christian Centre (KICC), misalnya, tahun 1992, memulai dengan jemaat berjumlah 200 orang. Tahun 1998, jemaat mingguannya mencapai 6.000 orang. Gereja Katolik di Liverpool, misa mingguannya masih dihadiri sekitar 4.000 jemaat.
Survei tentang nasib gereja-gereja di Eropa sebenarnya juga pernah dilakukan oleh Herlianto, pendeta asal Bandung, yang menulis buku berjudul Gereja Modern, Mau Kemana? (1995). Buku ini memaparkan dengan jelas kondisi gereja-gereja di Eropa. Kristen kelabakan dihantam nilai-nilai sekulerisme, modernisme, liberalisme, dan “klenikisme”.
Di Amsterdam, misalnya, 200 tahun lalu 99 persen penduduknya beragama Kristen. Kini, tinggal 10 persen saja yang dibaptis dan ke gereja. Kebanyakan mereka sudah tidak terikat lagi dalam agama atau sudah menjadi sekuler. Di Perancis, yang 95 persen penduduknya tercatat beragama Katolik, hanya 13 persennya saja yang menghadiri kebaktian di gereja seminggu sekali.
Pada 1987, di Jerman, menurut laporan Institute for Public Opinian Research, 46 persen penduduknya mengatakan, bahwa “agama sudah tidak diperlukan lagi.” Di Finlandia, yang 97 persen Kristen, hanya 3 persen saja yang pergi ke gereja tiap minggu. Di Norwegia, yang 90 persen Kristen, hanya setengahnya saja yang percaya pada dasar-dasar kepercayaan Kristen. Juga, hanya sekitar 3 persen saja yang rutin ke gereja tiap minggu.
Masyarakat Kristen Eropa juga tergila-gila pada paranormal, mengalahkan kepercayaan mereka pada pendeta atai imam Katolik. Di Jerman Barat – sebelum bersatu dengan Jerman Timur — terdapat 30.000 pendeta. Tetapi jumlah peramal (dukun klenik/witchcraft) mencapai 90.000 orang. Di Perancis terdapat 26.000 imam Katolik, tetapi jumlah peramal bintang (astrolog) yang terdaftar mencapai 40.000 orang.
Kondisi semacam ini perlu dijadikan pelajaran oleh umat Islam. Sebab, hal ini bisa menimpa agama apa saja, yang tidak sanggup bersaing dengan serbuan paham liberalisme, sekularisme, dan hedonisme. Sejumlah orang Muslim di Inggris ini bercerita, beratnya mendidik anak-anak mereka agar tetap menjadi Muslim yang baik, sekalipun terkepung dengan alam liberalisme dalam berbagai bidang kehidupan.
Saya menyadari, tantangan yang dihadapi oleh kaum Muslim di Inggris cukup berat. Selama saya di Inggris ini tidak pernah mendengar suara azan keluar dari pengeras suara di masjid. Masalah menara masjid saja dipersoalkan, meskipun oleh BNP dan sejenisnya. Itulah fakta. Dalam situasi seperti itu, saya menyaksikan banyak orang Muslim yang tetap bersemangat dengan agamanya. Anehnya, di Indonesia, justru ada sebagian orang yang mengaku Muslim tetapi bersikap sangat alergi terhadap ajaran Islam.
Gambaran tentang kondisi kaum Muslim di Inggris agak lebih jelas setelah saya berkunjung ke salah satu toko buku di London dan menemukan buku berjudul Race, Religion, and Muslim Identity in Britain, karya Dr. Muhammad Abdul Bari (Swansea: Renaissance Press, 2005). Penulisnya alumnus King’s College London. Ia juga Deputy Secretary General of the Muslim Council of Britain (MCB), sebuah organisasi yang menjadi induk seluruh organisasi Islam di Inggris.
Dalam pengantarnya untuk buku ini, Professor Muhammad Anwar, dari Centre for Research in Ethnic Relation, University of Warwick, Coventry, memaparkan meningkatnya berbagai tindakan diskriminatif yang dialami umat Islam di Inggris. Jumlah umat Islam di Inggris sekitar 1,8 juta jiwa, atau sekitar 3 persen dari penduduk Inggris. Mereka tersebar di berbagai kota di Inggris. Sekitar 700 ribu tinggal di London; 150 ribu di Birmingham dan 80 ribu di Bradford. Tingkat keterwakilan umat Islam di parlemen (House of Common) Inggris juga jauh dari representatif. Dari 659 anggota parlemen, hanya dua yang Muslim. Padahal, seharusnya, minimal ada 20 anggota Muslim di parlemen.
”Research evidence shows that there is now a shift from racial discrimination towards religious and cultural discrimination in Britain. However, despite the legislation inthis country against racial discrimination for the last 39 years, ethnic minorities including Muslims are still victims of racial discrimination. Sometimes Muslims face multiple discrimination, racial, religion and gender,” tulis Prof. Muhammad Anwar.
Selama di Inggris, Muslim bukanlah hal yang asing lagi. Semangat kaum Muslim di sini untuk mempertahankan identitas keagamaan mereka juga sangat tinggi. Bahkan, pada tanggal 11 April 2010, saya sempat menyaksikan Pameran Sains Islam bertajuk ”1001 Inventions” di Science Museum London. Saat saya memasuki arena pameran, apa yang saya lihat jauh melebihi bayangan saya sebelumnya. Pameran ini luar biasa. Bisa dikatakan benar-benar bertaraf internasional. Dada saya rasanya bergetar, menyaksikan banyaknya pengunjung yang hadir; baik yang Muslim maupun yang non-Muslim. Pameran ini sudah berlangsung sejak 21 Januari dan berakhir 30 Juni 2010. Sudah ratusan ribu pengunjung yang hadir. Banyak alat peraga yang disiapkan secara serius dan sangat profesional. Bahkan, ada pemutaran film yang juga dibuat secara profesional.
Pameran ini bertajuk ”1001 Inventions, Discover The Muslim Heritage in Our World, Uncovering 1000 Years of Science and Technology.” Salah satu alat peraga yang menarik perhatian karena sangat besarnya adalah patung manusia terbang dengan sayap buatan. Peraga itu menggambarkan seorang ilmuwan bernama Abbas Ibn Firas yang pada abad ke-9 sudah melakukan uji terbang dari Masjid Cordoba dan berhasil mendarat dengan mulus. Bisa dikatakan, nama Ibn Firas tidak pernah dikenal oleh anak didik kita di sekolah-skeolah di Indonesia. Dalam pameran ini, ada ilustrasi, cerita, dan juga alat peraga yang mirip dengan yang digunakan oleh Ibn Firas. Pengaruh ilmuwan Muslim lainnya dalam berbagai bidang ditampilkan dengan sangat baik dalam pameran ini, sehingga pesan yang hendak disampaikan diharapkan membawa dampak yang besar.
Saya berpikir, bagaimana di sebuah negara Barat, yang umat Islamnya hanya sekitar tiga persen, ilmuwan Muslim di Inggris bisa menghadirkan pameran seperti ini. Pameran ini juga mendapat dukungan dari pemerintah Inggris. Sebenarnya, kesalahpahaman dan ketidaktahuan terhadap Islam bukan hanya monopoli orang Barat. Di Indonesia, misalnya, banyak kaum Muslim yang juga sama sekali tidak mengenal sejarahnya sendiri, termasuk sejarah sains ilmuwan Muslim.
Pesan utama yang tampaknya disampaikan melalui pameran ini adalah agar warga Muslim dan warga Inggris pada umumnya menyadari bahwa sains modern yang sekarang berkembang di Barat, adalah merupakan hasil perkembangan sains dari masa ke masa, mulai zaman prasejarah sampai zaman modern sekarang ini, tanpa terputus sama sekali. Kebencian dan kecurigaan yang berlebihan terhadap Islam telah menutup mata banyak orang untuk memahami dan mau mengakui, bahwa ada satu masa dalam perjalanan sains dimana umat Islam pernah berjasa besar dalam pengembangan sains. Di dalam arena pameran, terpampang tulisan besar, yang menyampaikan pesan, bahwa sains modern sekarang merupakan hasil karya berbagai peradaban, seperti Babylonia-Asyria, Mesir, Persia, India, Cina, Yunani, Romawi, Islam, dan dunia modern sekarang ini. Sumbangan kaum Musim terhadap sains modern itulah yang secara spektakuler ditampilkan dalam pameran ini. (bersambung).
“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan.”
(QS Ali ‘Imraan [3] : 83)
Sahabat, “Sekali kita hidup dan sekali kita gagal dalam menyikapinya, maka kegagalan beruntun akan menanti sepanjang masa. Di dunia akan sengsara, sakaratul maut penuh derita, di alam kubur tersiksa, di alam mahsyar merana dan menjadi penghuni tetap di dalam neraka.” Membaca kalimat bijak itu, kita ingat kembali dengan ungkapan Imam Ja’far bin Muhammad Ash-Shidiq, ia berkata,”Siapapun yang hari ini dan hari berikutnya sama, maka ia adalah orang yang tertipu. Siapapun yang akhir dari dua hari yang dilewatinya buruk, maka ia adalah orang yang terkutuk. Siapapun yang tak melihat adanya pertambahan dalam dirinya, maka ia adalah orang yang kekurangan. Dan siapapun yang dirinya berkekurangan, maka kematian lebih baik baginya daripada kehidupan.”
Dua nasihat yang sarat makna itu mengingatkan kita pada kondisi kekinian, dimana kita hidup dan menjalani kehidupan. Kita saksikan betapa banyak saudara, sahabat ataupun mungkin kita sendiri yang hingga hari ini tidak tahu tentang arti hakikat dan tujuan hidup. Terlihat perilaku manusia kebanyakan tidak tampak memperlihatkan kesadaran, tetapi justru memperlihatkan kemungkaran. Entahlah, sesungguhnya mereka tidak tahu, atau tidak mau tahu? Tetapi itulah potret buram yang sedang dipertontonkan makhluk yang bernama manusia.
Marilah kita bertanya,”Sesungguhnya apa yang sedang kita cari?” Mungkin kita sudah begitu lelah berjalan. Entah sudah berapa tempat kita datangi dan sudah berapa daerah kita singgahi. Namun hingga hari ini kita masih terus berjalan, mencari-cari apa sesungguhnya yang kita cari? Sudahilah perburuan dunia yang memang tak pernah memberikan kepuasan. Marilah kita catat dalam hati, bahwa tujuan hidup yang sejati adalah apabila kita mencapai kemuliaan rohani. Sebab keutamaan rohani adalah sesuatu yang sangat berharga yang dapat diraih manusia. orang yang mempertahankan jiwa dalam khasanah rohani dan memposisikan dunia hanya sebagai persinggahan dan tempat mengumpulkan bekal, mereka akan memperoleh kepuasan dalam perjalanan hari-harinya. Maka mereka tidak mau menukar kekayaan rohani dengan keuntungan materi sebanyak apapun. Kesadaran rohani yang paling dalam adalah kesadaran bahwa hidup adalah kesementaraan yang harus dilakukan dengan tanggung jawab. Dalam dirinya tertanam keyakinan bahwa dunia ini akan berakhir, dan hanya orang-orang yang bertanggung jawab untuk menunaikan amanahnya yang akan memperoleh kemenangan. Sebab hidup bagi mereka adalah bukan semata-mata menuruti selera hawa nafsu, mengejar karir, menumpuk-numpuk harta kekayaan, atau mengejar pangkat dan jabatan.
Menarik tentang apa yang diungkapkan oleh Syaikh Ahmad Athaillah ketika berbicara tentang hidup. Beliau katakan: “Ada dua kedudukan manusia dalam mengarungi hidup ini, yaitu sebagai ‘abid (penghamba) kepada ma’bud-nya (yang dihamba), yang gelarnya adalah ‘abdullah (hamba Allah). Sebagai sesama hamba Allah dengan tugas menyelamatkan pemberian Allah dari kerusakan dan kemusnahan, gelarnya adalah khalifatullah. Dalam arti lain, tugasnya menunaikan kewajiban terhadap Allah, memuja dan mengingat-Nya, tetapi juga ia harus menjalankan kehidupan pribadinya dengan keluarga dan masyarakat sekelilingnya. Jika kedua tugas ini dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan ketentuan dan peraturan Allah, maka keberadaan manusia bukan saja mendapatkan kemuliaan tetapi juga sesuai dengan tujuan ia diciptakan. Itulah dua posisi hidup manusia, yaitu sebagai hamba Allah dan sebagai khalifatullah. Dua posisi ini semakin memperjelas tentang siapa dan untuk apa kita hidup. Dan sekaligus memperjelas apa yang sedang kita cari dalam hidup.
Sebagai hamba Allah yang meyakini bahwa kehidupan ini ada dalam genggaman-Nya dan menyadari bahwa setiap gerak akan dipertanggungjawabkan kepada-Nya, maka konsep tujuan hidup yang mengakar dalam dirinya adalah menggapai keridhaan Allah melalui penghambaannya yang secara sadar dan ikhlas dilakukannya. Karena itulah bagi setiap muslim hidup bukan hanya sebatas ada di dunia, tetapi selalu berusaha memberikan makna tentang keberadaannya itu. Hidup yang bermakna tidak diukur dari seberapa lama kita hidup, tetapi diukur dari seberapa efektifkah kita mampu memanfaatkan hidup. Pencarian kita tentang makna hidup bukan didasari pada kepentingan-kepentingan materi semata, tetapi harus didasari akan tanggung jawab kita sebagai hamba yang setiap geraknya selalu terukur pada ketentuan Allah. Dengan konsep hidup yang seperti ini kita akan mengetahui apa sesungguhnya yang sedang kita cari. Tiada lain hanyalah menggapai ridha Ilahi untuk kebahagiaan hakiki.
“Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.”
(QS Al-Kahfi [18] : 103-104)
Sahabat, manusia adalah makhluk yang merdeka untuk menentukan pilihannya. Kemampuan memilih sesuatu secara sadar merupakan ciri khas yang membedakan manusia dengan makhluk yang lainnya. Hidup adalah hasil kumpulan berbagai pilihan. Suka atau tidak suka, setiap kita harus memilih sebuah keputusan. Kita tidak bisa menghindar dari pilihan-pilihan yang setiap saat terhampar di hadapan kita, sehingga warna kehidupan yang kita alami sangat ditentukan dari cara kita memilih dan memainkan peran sesuai dengan skenario yang kita inginkan. Dengan pemikiran seperti ini, tampaklah bahwa segala sesuatu yang menimpa diri kita merupakan konsekuensi dari pilihan yang kita perbuat.
Allah telah menciptakan dan menghidupkan kita di dunia lengkap dengan berbagai fasilitas yang ada di dalamnya. Manusia yang berakal sehat tidak akan memilih sesuatu yang dapat menyengsarakan dirinya, baik di dunia maupun di akhirat. Sebagai hamba Allah yang beriman, pilihan bagi kita adalah apa yang sesuai dengan fitrah kemanusiaan dan sesuai kebenaran apa yang Allah inginkan, bukan apa yang kita harapkan.
Termasuk di dalamnya ketika kita harus memilih dua kepentingan, yaitu dunia atau akhirat. Tentu saja kita akan memilih akhirat, karena yakin dengan sifat kekekalannya dan akan meninggalkan dunia, karena yakin dengan sifat kesementaraannya. Kita sadar betul, apalah artinya memilih dunia kalau kemudian akan meninggalkannya.
Sahabat, bahwa hidup yang kita jalani hari ini bukanlah faktor kebetulan tetapi sebuah kesengajaan yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Hidup bukanlah sekedar mencari karir, pangkat, dan jabatan, melainkan rasa tanggung jawab terhadap masa depan. Hidup adalah perjalanan kesadaran untuk memanfaatkan potensi diri, menggapai kebenaran hakiki dalam menuju keridhaan Ilahi.
Begitulah seharusnya seorang muslim berpikir. Dengan kesadaran seperti ini, kita akan terbebas dari ketamakan terhadap dunia, kerakusan, kekikiran dan kesombongan. Akan terhias dalam pribadi kita kemuliaanm kemurahan dan kewaspadaan. Bahkan kita akan merasakan, bahwa kebahagiaan itu ternyata terletak dalam sikap qana’ah, yakni jiwa yang ridha dan cukup puas dengan yang sedikit. Kita tidak lagi menjadi budak hawa nafsu, dan pada akhirnya pilihan yang terbaik adalah selalu bersandar pada kekuasaan Allah yang telah memberikan kita jalan. Sebab hidup berdasarkan keyakinan yang penuh akan kekuasaan Allah dan selalu bersandar di teras kesadaran untuk mengakui segala kebenaran yang datang dari-Nya akan menghadirkan ketenangan (muthmainnah) qalbu.
Muthmainnah digambarkan oleh Ibnul-Qayyim Al- Jauziah dengan kalimat yang begitu indah, yaitu dengan ungkapan: “Bila diri telah berpindah dari keraguan kepada keyakinan, dari kebodohan kepada ilmu, dari kealpaan kepada dzikir, dari khianat kepada tobat, dari riya’ kepada ikhlas, dari dusta kepada kejujuran, dari kelemahan kepada semangat yang membaja, dari ‘ujub kepada ketundukan, dan dari kesesatan kepada ketawadhuan, ketika itulah jiwa (qalbu) kita berada dalam ketenangan (muthmainnah).
Sahabat, pada esensinya hidup ini adalah kesempatan sekaligus merupakan ujian. Kesempatan dalam arti apapun yang kita miliki dari mulai usia, harta benda, waktu muda, dan ilmu pengetahuan, semuanya akan kita pertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah SWT. Ketahuilah, laporan pertanggungjawaban diri di hari perhitungan (yaumul-hisab) nanti dibuktikan secara valid, yaitu anggota badan yang kelak akan dapat berbicara sebagai saksi atas segala apapun yang kita perbuat. Marilah kita renungkan dengan dalam, bahwa Allah telah memenuhi dunia ini dengan aneka ragam kebutuhan makhluk-Nya. Ia menciptakan semuanya sesuai dengan kadar yang kita butuhkan.
Kemudian Allah mengizinkan kita sebagai hamba-Nya mengambil dari dunia sekedar kebutuhan untuk membantu kita meniti jalan menuju kepada-Nya. Allah mengingatkan kita juga agar jangan mengambil melebihi takaran kebutuhan kita, karena memang dunia itu bukanlah tujuan utama, tetapi hanyalah fasilitas untuk memudahkan kita menghadap kepada-Nya.
Ya Allah, Engkau Yang Maha Rahman, pilihkan kami sesuatu yang membuat Engkau memilih kami sebagai hamba yang bersyukur. Pilihkan jalan hidup kami yang membuat Engkau memilih kami sebagai hamba yang bersabar. Jadikanlah setiap langkah dari perjalanan hidup kami, langkah yang sesuai dengan langkah yang Engkau pilih. Rabb, jangan Engkau ragukan diri kami untuk memilih apa yang Engkau tetapkan. Hadirkan keteguhan dalam diri kami agar tetap istiqamah melakukan sesuatu yang menjadi pilihan-Mu.
Penulis : Ustadz Anwar Anshori Mahdum
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Ilah (Tuhan)-nya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat)? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
(QS Al-Jaatsiyah [45] : 23)
Sahabat, orang yang berakal sehat tidak akan tenggelam dalam penjara materialisme. Mereka sangat memahami bahwa kebahagiaan bukanlah diukur dari berapa banyak materi yang diperoleh. Sedikit lebih baik bila disyukuri, daripada banyak tetapi dikufuri. Realita menunjukkan, berapa banyak orang yang memiliki materi yang melimpah tetapi ia tak merasa bahagia. Dan berapa banyak orang yang memiliki materi yang sedikit tetapi ia bahagia. Imam Ali pernah memberi nasihat: “Orang yang serakah adalah tawanan dari kehinaan yang tak berkesudahan.”
Kita saksikan hari ini, kebanyakan manusia mengaku “orang modern” ternyata jauh lebih banyak yang mengalami kehampaan batiniah. Idealnya, orang modern adalah manusia yang berpikir logis untuk meningkatkan kehidupannya, paham bagaimana cara mencarinya, dan sadar akan tujuan hidupnya.
Tetapi kenyataannya, kemanusiaannya lebih rendah dibanding kemajuan berpikir dan teknologi yang telah dicapainya. Bahkan yang lebih memprihatinkan, kebanyakan manusia modern bukan saja tidak mengerti tentang tujuan hidupnya, tetapi gaya hidup masyarakat modern (industri) yang rasional dan sekuler telah mampu memisahkan agama dari keseharian hidup mereka. Agama menjadi terasing dari kehidupan sosial, terpenjara dalam hati, pasif dan tidak teraktualisasi dalam kehidupan nyata.
Hal itulah yang kemudian menyebabkan manusia kehilangan pegangan hidup dalam memimpin dirinya ke arah kebaikan. Manusia menjadi resah, hampa tujuan dan miskin dalam kekayaan, juga selalu merasa sepi dalam keramaian.
Dr. Ahmad Mubarak MA dalam “Psikologi Qur’ani” mengungkapkan: “Dalam perspektif kecerdasan boleh jadi manusia modern lebih memiliki kecerdasan intelektual, tetapi belum tentu memiliki kecerdasan emosional, apalagi kecerdasan spiritual. Sebaliknya, masyarakat tradisional boleh jadi kurang memiliki kecerdasan intelektual, tetapi mungkin lebih tinggi kecerdasan emosional bahkan kecerdasan spiritualnya dibanding masyarakat modern. Akibat ketidakseimbangan ini dapat kita jumpai dalam realita kehidupan, manusia mengalami keguncangan jiwa yang sulit disembuhkan. Mereka terperosok ke dalam lubang yang dibuatnya sendiri, kehilangan percaya diri, kecemasan yang tak pernah henti dan kebosanan terhadap realita kehidupan. Sungguh teramat memprihatinkan, hidup dalam limpahan kemewahan tetapi tidak bisa menikmati keadaan.
Ada sebuah pepatah menyebutkan: “Kekayaan bukan milik orang yang mengumpulkannya, tetapi milik orang yang menikmatinya.”. Manusia modern telah melupakan satu sisi yang membentuk eksistensinya akibat keasyikannya pada sisi yang lain. Kemajuan industri telah mengoptimalkan kekuatan mekanisnya tetapi melemahkan rohaninya.
Manusia melengkapi dirinya dengan alat-alat industri dan ilmu pengetahuan eksperimental dan telah meninggalkan hal-hal yang baik yang diperlukan jiwanya. Akar-akar kerohanian sedang terbakar di tengah api hawa nafsu, keterasingan dan kenistaan. Kehampaan spiritual masyarakat modern telah membawa mereka berada pada kehidupan yang lepas dari nilai-nilai agama.
Keterikatan mereka akan dunia (materi) telah membutakan mata batin dan membiarkan dirinya berkelana dalam pencarian material tanpa batas. Kecintaannya akan materi telah membelenggunya hingga lupa akan tujuan hidup, fungsi hidup, dan tugas hidupnya sebagai manusia. Akal sehat sudah tak berfungsi lagi, karena hampir semua gerak hidup tercurah untuk mempercantik lahiriah dan menafikan (menolak) kebutuhan batiniah.
Penyakit peradaban modern adalah ketertundukan akal manusia kepada syahwat, tuli terhadap panggilan ruh, mengumbar panggilan tanah, enggan mengakui bahwa manusia merupakan tiupan ruh Allah dan pandangan bahwa manusia hanya tumbuh dan hidup dari tanah. Karena pemahaman inilah banyak manusia terlena.
Terbuai hanya mempercantik lahiriahnya. Mereka telah menjadi hamba jasad dan materi. Itulah gambaran masyarakat yang terkurung dalam penjara materialisme.
Semoga Allah selalu memberi cahaya hidayah kepada kita, sehingga tidak terjebak oleh gemerlapnya pesona dunia.
Allahumma Ya Allah, cukupkanlah aku apa yang halal dari-Mu, bukan dari yang haram. Dan kayakan aku dengan karunia-Mu, bukan dengan karunia selain-Mu. (HR At-Tirmidzi dan Nasai)
JAKARTA -- Delapan lokasi di Jakarta dan sekitarnya akan menjadi sasaran pengunjuk rasa yang akan berdemonstrasi mulai pagi hingga sore hari. Berdasarkan situs TMC Direktorat Lalu Lintas Polda Metropolitan Jakarta Raya, Jumat, unjuk rasa akan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB di tiga tempat, yaitu Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jalan M.H. Thamrin, depan Istana Negara Jalan Medan Merdeka Utara, dan Gedung DPR/MPR RI Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Unjuk rasa juga akan terjadi pada pukul 09.00 hingga 18.00 WIB di apartemen Permata Senayan, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Kemudian, pada pukul 13.00 hingga 17.00 WIB, unjuk rasa kembali berlangsung di depan Istana Negara Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.
Kantor Direktorat Jenderal Bea Cukai Jalan A Yani, Rawamangun, Jakarta Timur, pada pukul 13.30 WIB juga akan menjadi tempat sasaran pengunjuk rasa.
Menjelang sore hari, pada pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, Mabes Polri di Jalan Trunojoyo dan Kantor KPK di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, akan menjadi tempat lokasi unjuk rasa.
Petang hari, pada pukul 17.00 WIB unjuk rasa juga akan terjadi di depan kantor PT Sandy Putra Makmur Jalan Gunawarman 78, Jakarta Selatan. (republika)
BELGIA -- Mayoritas anggota parlemen Belgia telah memutuskan untuk melarang pemakaian burqa di depan umum. Keputusan ini menjadi pelarangan pertama terkait pemakaian burqa di Eropa.
Dalam majelis rendah parlemen federal, 136 wakil memberikan suara untuk melarang pakaian atau jilbab yang tidak memungkinkan pemakai untuk sepenuhnya diidentifikasi, termasuk niqab yang secara penuh menutup wajah dan burka. Hanya ada dua anggota parlemen yang abstain dan tidak memberikan suaranya terhadap pelarangan tersebut.
Majelis tinggi parlemen memiliki dua minggu untuk meningkatkan setiap keberatan terhadap keputusan tersebut.
Larangan akan diberlakukan untuk setiap pakaian yang mengaburkan identitas pemakai di tempat-tempat umum seperti taman dan di jalanan.
Pengecualian pemakaian burqa atau cadar dapat diperbolehkan hanya pada perayaan tertentu seperti karnaval dan itupun jika pihak berwenang kota memutuskan untuk memberi mereka izin memakainya.
Masyarakat yang mengabaikan hukum yang baru diputuskan ini bisa menghadapi denda sebesar 15-25 euro ($ 20 -- $ 34) atau hukuman penjara hingga tujuh hari.
“Ini bukan soal memperkenalkan bentuk diskriminasi,” kata Daniel Bacquelaine, ketua partai liberal di parlemene Belgia, tapi untuk kasus-kasus tertentu seperti pakaian adalah ditujukan untuk memudahkan mengidentifikasi anggota masyarakat. (eramuslim)
Remaja Muslim Florida Bikin Proyek bagi Warga Miskin
FLORIDA -- Tak banyak yang tahu, adalah sekelompok anak muda Muslim yang berada di balik Project Downtown, organisasi nirlaba yang menaruh perhatian bagi mengentasan kemiskinan yang melilit masyarakat yang kurang beruntung di Amerika Serikat. Proyek yang bermula dari Florida itu kini sudah menyebar ke banyak kota di AS.
Tujuan proyek itu adalah membantu kelompok miskin dari berbagai latar belakang dan budaya yang berbeda. Tujuan lainnya yakni memperlihatkan kepada teman-teman Amerika bahwa mayoritas Muslim Amerika adalah warga negara yang baik dan memberi sumbangan positif kepada Amerika.
Cara mereka mencitrakan agamanya dipuji banyak orang. Tak perlu banyak bicara, yang penting kerja. “Islam adalah rahmat bagi semua,” ujar salah satu dari mereka. Para anggota Project Downtown di Tampa, misalnya, mengatakan yang mendorong mereka bergabung adalah menyaksikan orang yang membutuhkan pertolongan.
Project Downtown dimulai oleh beberapa kelompok mahasiswa di Miami. Mereka mulai mengumpulkan uang setelah mengetahui masalah dalam masyarakat di sana. Mereka pergi ke balai kota setempat dan mulai menyediakan makanan bagi kelompok yang membutuhkannya.
Bagi para mahasiswa di Project Downtown, perbedaan keyakinan dengan orang-orang yang mereka tolong tidak dipermasalahkan. Jill Moreida, anggota Project Downtown, mengatakan, LSM-nya tak sekadar bagi-bagi makanan, habis itu selesai. “Kami mendatangi mereka. Ksmi berteman dan berbicara dengan mereka. Kami berinteraksi dengan mereka terus menerus. Kami tahu keluarga mereka. Kami tahu ketika mereka sakit. Kami berupaya membina hubungan dengan mereka.”
Selagi hubungan berkembang, menurut Jill, kelompok gelandangan memperoleh pemahaman baru tentang Islam.
Project Downtown adalah satu organisasi yang disponsori kelompok Muslim Florida. Dananya berasal dari berbagai kelompok Muslim lainnya di negara bagian itu, termasuk Aliansi Muslim Tampa Bay.
Ketua aliansi tersebut yang juga adalah ahli jantung, Dr. Hussein Nagamiya, mengatakan, “Tujuan utama kami adalah memberi makan orang yang kelaparan, menyediakan pakaian bagi kelompok miskin, mencari tahu kebutuhan mereka, karena mereka gelandangan, tidak punya tempat berlindung. Kami memeriksa kesehatan mereka. Kami meneliti penyakit mereka dan mengirim mereka ke klinik gratis.”
Selain menolong kelompok miskin dan mengajarkan mereka tentang Islam, kelompok-kelompok seperti Project Downtown dan Aliansi Muslim Tampa Bay berharap dapat mencapai tujuan lainnya yakni memperlihatkan kepada warga Amerika lainnya, bahwa mayoritas Muslim Amerika adalah warga negara yang baik dan memberi sumbangan positif kepada Amerika. (republika)
JAKARTA -- Partai Buruh mengimbau semua pihak tidak menodai peringatan May Day atau Hari Buruh se-Dunia dengan aksi kekerasan.
“Kepada semua pihak kami mengimbau janganlah kita nodai Hari Buruh dengan kekerasan,” kata Sekjen Partai Buruh Sonny Pudjisasono usai pembukaan Kongres II Partai Buruh di Jakarta, Kamis (29/4) malam.
Kongres yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede tersebut dibuka oleh Sekjen Asosiasi Serikat Buruh se-Dunia Andrew Fisher yang juga presiden Partai Buruh Selandia Baru.
Menurut Sonny, berbagai organisasi serikat buruh telah bersepakat untuk memperingati Hari Buruh secara damai, dan ia berharap kesepakatan itu ditaati.
Ia pun mengimbau pihak-pihak di luar buruh menghormati para buruh yang sedang memperingati Hari Buruh dengan tidak melakukan provokasi yang bisa mengundang terjadinya kekerasan.
Partai Buruh sendiri selain akan mengirim “delegasi” untuk turut aksi damai juga akan menggelar doa bersama pada Jumat (30/4) agar peringatan Hari Buruh berlangsung damai.
Lebih lanjut Sonny mengatakan, sudah saatnya kalangan buruh Indonesia mengkonsolidasikan diri dalam wadah partai politik.
“Karena perjuangan buruh tidak akan efektif jika tidak bisa mengakses lembaga pengambil kebijakan, tidak bisa turut membuat kebijakan,” katanya.
Dalam kongres kali ini, Partai Buruh akan berupaya melakukan perubahan yang revolusioner yang nantinya diharapkan bisa menarik kalangan buruh dari berbagai organisasi bersedia bergabung dan menjadikan Partai Buruh sebagai rumah perjuangan bersama.
Tekad tersebut mendapat dukungan dari Andrew Fisher yang memang sengaja datang untuk melihat secara langsung perjuangan politik kalangan buruh di Indonesia.
“Andrew telah memaklumi bahwa ada perbedaan antara gerakan buruh di Indonesia dengan di luar negeri. Ia berjanji akan memfasilitasi bantuan bimbingan teknis untuk mengembangkan Partai Buruh, tentunya disesuaikan dengan kondisi di Indonesia,” katanya. (mediaindonesia)
JAKARTA -- KPK dijadwalkan memeriksa Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani hari ini. Pemeriksaan tersebut dijadwalkan akan dilakukan di kantor masing-masing.
Pengamat politik Margarito mengatakan Boediono lebih memiliki keistimewaan jika diperiksa KPK di kantornya. Hal ini berbeda dengan Sri Mulyani yang tidak memiliki keistimewaan secara konstitusi.
“Dapat dimengerti jika Boediono diperiksa di kantornya. Boediono mewakili privilage constitution sebagai Wakil Presiden,” ujar Margarito saat berbincang dengan okezone, Kamis (29/4/2010).
Lebih lanjut Margarito menjelaskan, privilege constutition yang dimaksudkan adalah kewenanangan dia dalam menggantikan tugas Presiden jika berhalangan baik sementara atau permanen.
“Hanya Boediono satu-satunya orang yang dapat mengisi jabatan Presiden kalau Presiden berhalanga, baik sementara, walaupun tetap. Karena itu kalau Pak Boediono diperiksa di kantornya sendiri, dapat dipahami secara logika konstitusi,” tandasnya.
Namun berbeda dengan Sri Mulyani sebagai Menkeu yang jabatannya tidak memberikan keistimewaan.
“Berbeda dengan Sri Mulyani. Dia sama sekali tidak ada keistimewaan kontitusional, bukan karena pilih-pilih, namun Menkeu tidak diberikan privilage,” jelasnya.
Lain halnya dengan posisi mMenteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, dan Menteri Pertahanan. “Jika ada kekosongan posisi Wapres, mereka bisa menggantikan. Tapi ini semua tidak ada pada Sri Mulyani. Diskriminatif jika (diperiksa) di kantornya,” tandasnya. (okezone)
NEW YORK -- Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad hari Rabu mengajukan permohonan visa AS untuk memimpin delegasi negaranya menghadiri konferensi peninjauan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) di PBB pekan depan, kata beberapa pejabat kedua negara itu. Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton termasuk di antara lebih dari 30 menlu yang akan menghadiri pembukaan konferensi lima tahunan itu, Senin mendatang.
Di Washington, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Philip Crowley mengatakan, permohonan visa Ahmadinejad diterima Rabu pagi melalui Swis, yang mewakili kepentingan AS di Iran karena Washington tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Teheran. Selaku negara tuan rumah PBB, AS tidak akan “menghalangi” jika pemimpin Iran itu ingin pergi ke New York untuk memimpin delegasinya pada konferensi itu, kata Crowley.
Pejabat Iran Mohammed Baksahraee mengatakan kepada AFP dari misi tetap Iran di PBB di New York, Ahmadinejad diperkirakan menghadiri pertemuan (NPT) itu, dan akan memimpin delegasi Iran. Crowley menyatakan, ia berharap Iran memainkan peranan konstruktif dalam konferensi itu. (republika)
Polisi Mesir Ledakan Terowongan Gaza, Empat Orang Tewas
GAZA -- Entah di mana dan siapa sebenarnya Mesir. Rabu (28/4) kemarin dilaporkan, bahwa pasukan keamanan Mesir telah meledakan sebuah terowongan yang biasa digunakan sebagai jalan masuk ke Gaza.
Menurut polisi Palestina, dalam insiden itu, empat orang warga Palestina dari Jalur Gaza tewas, dan tiga orang lainnya terluka.
Di bawah tekanan dari Israel, warga Gaza hidup di bawah pengepungan Israel dalam waktu yang lama. Di sisi lain Mesir bersikeras untuk tidak membuka perbatasan Gaza, yang jika dilakukan, niscaya akan membuat Gaza kembali bernafas.
Langkah Mesir ini sudah dikutuk oleh umat Islam di seluruh dunia, karena Mesir adalah negeri Arab dengan mayoritas orang Islam. Tidak heran jika akhirnya warga Gaza menggali terowongan bawah tanah dan mempertaruhkan hidup mereka.
Ketiga orang yang selamat namun cedera langsung dibawa ke rumah sakit di Rafah, sebuah kota Palestina di perbatasan Mesir. Mesir, sekarang membangun tembok bawah tanah di sepanjang perbatasan, untuk menutup terowongan dari dan menuju Gaza.
Banyak orang Mesir bersimpati terhadap Palestina dan Hamas yang memerintah Gaza.
Ekonomi warga Gaza sekarang ini tergantung pada terowongan, yang semakin banyak diserang oleh pasukan Israel dan Mesir. Puluhan telah tewas selama beberapa bulan terakhir. (eramuslim)
TEGAL -- Ratusan pengrajin kompor minyak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, gulung tikar setelah pelaksanaan program konversi minyak tanah ke gas.
Seorang pengrajin kompor minyak di Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Khamim, di Tegal, Rabu (28/4), mengatakan, para pengrajin semula mencoba mempertahankan produksi tetapi ternyata mereka kesulitan menjual produk tersebut.
“Semula kami tetap bertahan menggeluti kerajinan kompor ini. Namun selama beberapa bulan terakhir ini produksi barang itu terus menurun sehingga kami terus merugi,” katanya.
Para pengrajin, katanya, meminta Pemkab Tegal memberikan pelatihan keterampilan agar mereka mampu membuka usaha lainnya dan memberikan bantuan modal untuk pengembangan usaha.
“Pelatihan kerja ini sangat dibutuhkan oleh pengrajin kompor agar bisa membuka usaha lain karena usaha sebelumnya sulit dipertahankan setelah program konversi gas,” katanya.
Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tegal, Nursodik, mengatakan, DPRD merespons positif terhadap masalah mereka.
“Saat ini yang dibutuhkan pengrajin kompor adalah pelatihan dan modal untuk membuka usaha lain setelah kerajinan kompor minyak tidak memungkinkan dipertahankan,” katanya.
Kepala Seksi Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kabupaten Tegal, Fani Dwiatmo Mohammad, mengaku, program konversi itu telah berdampak cukup besar terhadap nasib pengrajin kompor.
“Pada waktu dekat ini kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menggelar pelatihan kerja. Untuk bantuan modal, kami akan mengajukan kepada pemkab agar menjadi pembahasan dalam penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah,” katanya. (mediaindonesia)
Hakim dan Panitera Kasus Gayus Diperiksa Mabes Polri
JAKARTA -- Setelah 4 jaksa, Mabes Polri kembali maraton memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat sindikat Gayus Tambunan. Mereka yakni, Ketua Majelis Hakim dan panitera.
“Diperiksa sebagai saksi,” kata Wakadiv Humas Mabes Polri Kombes Pol Zainuri Lubis , Rabu (28/4/2010).
Lubis tidak menjelaskan identitas hakim dan panitera tersebut. Namun, sebelumnya Komisi Yudisial (KY) memeriksa seorang hakim kasus Gayus bernama Muhtadi Asnun yang mengaku menerima uang Rp 50 juta sebelum vonis bebas terhadap Gayus dijatuhkan.
Diduga, proses suap dari Gayus kepada Asnun juga melibatkan seorang panitera bernama Ikat yang berperan sebagai perantara antara Gayus dengan hakim itu.
Akibat pengakuan suap tersebut, Asnun telah dimutasi oleh Mahkamah Agung ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dengan status non-palu alias tidak boleh menangani perkara. Sedangkan Ikat yang mengaku menjadi perantara Gayus dengan Asnun juga telah dicopot sebagai panitera pengganti di PN Tangerang.
Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR menyebutkan ada 4 kelompok mafia terkait kasus Gayus. Kelompok pertama yakni HH, GT, AK, dan SJ.
Kelompok kedua penyidik di kepolisian. Kelompok ketiga di kalangan jaksa. Kelompok keempat di kalangan hakim. (detik)
Jasad Tokoh Brigade Al-Qassam Ditembaki Militer Israel
TEPI BARAT -- Ratusan orang mengantar jenazah Al-SuwaitiRatusan orang mengantar jenazah Al-Suwaiti
Kesyahidan (insyaAllah) Ali Al-Suwaiti -- salah seorang pimpinan Brigade Izzuddin Al-Qassam di distrik Beit Awwa, sebelah barat daya Al-Khalil Tepi Barat -- oleh serangan pasukan militer Zionis Israel ternyata mengungkap fakta-fakta baru atas kesyahidannya.
Pada Senin lalu (26/4) pasukan militer Zionis Israel menyerbu dan menyerang rumah Ali Al-Suwaidi setelah sebelumnya militer Zionis memaksa Suwaidi untuk menyerah, namun dengan gagah beraninya Suwaidi menolak untuk menyerah dan bersikeras membela diri dan melakukan perlawanan. Sejak delapan tahun lalu, militer rezim zionis telah mengincar Ali Al-Suwaiti.
Selama enam jam militer Zionis Israel mengepung rumah Ali Al-Suwaidi dan menghujani rumahnya dengan tembakan peluru yang membabi buta hingga akhirnya rumahnya meledak. Setelah rumah asy syahid Ali Al-Suwaidi hancur dan roboh, militer Zionis Israel mengerahkan buldoser ‘Caterpillar’ mereka untuk lebih menghancurkan bangunan rumah serta membersihkan puing-puing.
Namun menurut laporan saksi mata yang lain, setelah jenazah syuhada Palestina ini ditarik keluar, para tentara Israel kembali menghujani tubuh tak bernyawa Ali Al-Suwaidi dengan tembakan tanpa peri kemanusiaan.
Foto-foto jenazah Al-Suwaidi yang dirilis oleh Brigade Al-Qassam memperlihatkan tubuh dan wajah Al-Suwaidi rusak parah bahkan matanya hancur, hal ini menunjukkan bahwa militer Zionis Israel memperlakukan jasad Al-Suwaidi dengan sadis.
Menyusul peristiwa itu, tentara Israel bentrok dengan para pemuda Palestina dan setelah tentara meninggalkan lokasi, warga setempat melayati syuhada Palestina tersebut. (eramuslim)
JAKARTA -- Kontroversi kenaikan tarif dasar listrik (TDL) hingga saat ini menjadi perdebatan di berbagai kalangan. Walaupun keputusan kenaikan TDL seluruhnya diserahkan kepada pemerintah, PT PLN (Persero) menyatakan bila kenaikan TDL dinilai baik.
Hal tersebut dikatakan Direktur Utama PLN Dahlan Iskan, dalam pemaparannya saat RDP dengan Komisi VI dengan Pertamina, PLN, dan PGN, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/4/2010) malam.
“TDL sebenarnya kami terserah kepada pemerintah mau naik atau tidak. Ini sebenarnya hak pemerintah dan DPR, tapi menurut saya TDL itu naik adalah baik. Sudah sejak 2003 TDL tidak naik, sementara inflasi terus naik. Apakah PLN akan kompetitif kalau TDL tidak naik?” ujarnya.
Saat dikonfirmasi mengenai kenaikan TDL sebesar 10-15 persen yang berlangsung pada Juli tersebut, Dahlan mengatakan, bila hal tersebut sudah mengacu pada UU APBN. Kendati kenaikannya belum pasti.
“(TDL) kalau enggak cukup (subsidinya) pasti naik, pasti begitulah. Ya amanat UU APBN kan begitu. (Kenaikan) belum pasti, Anda kan bisa berpikir,” tandasnya.
Sekadar informasi, pemerintah akan menaikkan TDL sebesar 10-15 persen pada Juli mendatang, namun semua keputusannya berada di tangan pemerintah dan DPR. (okezone)
BANDAR LAMPUNG -- Gempa berkekuatan 5,1 Skala Richter (SR) juga terjadi, Rabu (28/4) pukul 03.48 WIB dengan pusat 139 kilometer Tenggara Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut).
Laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), juga menyebutkan, gempa berlokasi di 3,55 derajat Lintang Utara-126,85 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 50 kilometer dan tidak bepotensi tsunami.
Pusat gempa juga berada pada 153 kilometer Tenggara Tahuna, Sulawesi Utara; 297 kilometer Timur Laut Bitung, Sulawesi Utara, 313 kilometer Barat Laut Ternate, Maluku Utara; dan 2.472 kilometer Timur Laut Jakarta.
Sebelumnya, gempa berkekuatan 5,1 SR juga terjadi pukul 02.13 WIB dengan pusat 122 kilometer Barat Daya Tasikmalaya, Jawa Barat. Gempa dengan lokasi 8,36 Lintang Selatan-107,82 Bujur Timur itu, berada pada kedalaman 15 kilometer. (mediaindonesia)
Palestina Larang Produk Israel dari Pemukiman Ilegal
TEPI BARAT -- Otoritas Palestina mengeluarkan peraturan baru yang melarang penjualan produk yang diproduksi dari pemukiman-pemukiman Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat.
Berdasarkan peraturan baru yang ditandangani oleh Presiden Palestina Mahmud Abbas, Senin (26/4) itu, siapa saja yang melanggarnya akan dikenakan hukuman maksimal lima tahun penjara atau denda sebesar 14.000 USD.
Kebijakan ini merupakan bagian dari kampanye yang dilakukan sejak awal tahun ini, yaitu membersihkan pasar-pasar Palestina dari produk-produk yang berasal dari pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan mendorong agar negara-negara di dunia juga ikut memberlakukan larangan bertransaksi dengan perusahaan-perusahaan Israel yang berlokasi di wilayah pendudukan.
Sejak bulan Januari kemarin, otoritas Palestina menghimbau rakyat Palestina untuk memboikot sejumlah jaringan supermarket besar di Tepi Barat, yang menjual produk Israel yang berasal dari wilayah pendudukan, terutama buah-buahan dan sayuran.
Namun kampanye anti-produk Israel hanya ditujukan pada produk-produk Israel dari wilayah pendudukan, tidak termasuk produk yang diproduksi di wilayah Israel sendiri karena warga Palestina masih bergantung pada produk-produk tersebut.
Palestina melarang penjualan produk Israel dari pemukiman ilegal karena pemukiman-pemukiman ilegal yang dibangun Israel di Tepi Barat adalah ancaman bagi aspirasi negara Palestina merdeka.
“Ada konsensus internasional bahwa pemukiman-pemukiman Yahudi di Tepi Barat adalah pemukiman ilegal dan karenanya kita tidak boleh memberikan dukungan pada mereka,” kata Hassan Al-Awri, penasehat hukum Mahmud Abbas.
Menurut perkiraan pemerintah Palestina, hasil penjualan produk-produk dari perusahaan Israel di wilayah pemukiman ilegal setiap tahunnya mencapai 500 juta USD.
Aksi boikot produk Israel sebenarnya sudah sering dilakukan oleh para aktivis pro-Israel di berbagai belahan dunia. Inggris misalnya, pada bulan Desember 2009, Departemen Lingkungan Hidup, Makanan dan Wilayah Pedalaman (Defra) negara itu mengeluarkan rekomendasi agar supermarket-supermarket di Inggris tidak menjual produk Israel yang diproduksi oleh perusahaan Israel di wilayah pemukiman ilegal di Tepi Barat.
Para pejabat Israel dan pemukim Yahudi mengungkapkan kemarahannya atas rekomendasi itu. Hingga sekarang, label yang dicantumkan pada produk mereka hanya bertuliskan “Produksi Tepi Barat”. Tentu saja para sukarelawan Defra jeli melihat taktik itu dan meminta agar label yang dicantumkan dalam produk diperjelas, misalnya ditulis “produksi Palestina” dan “produksi pemukiman Israel” agar pembeli mengetahui produk mana yang memang dibuat oleh perusahaan-perusahaan milik warga Palestina dan bukan oleh perusahaan milik warga Israel yang tinggal di pemukiman-pemukiman ilegal di Tepi Barat.
Uni Eropa juga sudah mengeluarkan peraturan yang mensyaratkan pembedaan antara produk Israel yang memang berasal dari wilayah Israel dan produk Israel yang diproses dan diproduksi di wilayah pendudukan Israel. Meski menurut para aktivis pro-Palestina, peraturan itu tidak benar-benar diterapkan di lapangan. (eramuslim)
MOSKOW -- Sekelompok orang yang keluarganya tewas dalam bencana nuklir Chernobyl tahun 1986 berkumpul di Moskow hari Senin kemarin (26/4) untuk memperingati kematian dan menghormati mereka.
Sebuah unjuk rasa yang disebut Chernobyl Way juga digelar di ibukota Minsk Belarus pada hari Senin kemarin, yang mana unjuk rasa tersebut diselenggarakan untuk memperingati terjadinya bencana pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl .
Para demonstran mengatakan bahwa akibat dari bencana Chernobyl, tidak boleh disembunyikan di tingkat negara bagian dan mereka menuntut adanya ganti rugi serta tunjangan yang dibayarkan kepada likuidator dan orang-orang yang terkena dampak bencana radiasi nuklir tersebut yang tersebar di seluruh Ukraina, Rusia, dan Belarus.
Juga pada hari Senin, Presiden Ukraina Viktor Yanukovich meminta lebih banyak bantuan internasional untuk menjaga keamanan situs Chernobyl yang telah disegel.
“Kami melihat sekarang bahwa dana kami anggarkan untuk ‘mengurus’ Chernobyl dan efek darinya ternyata tidak mencukupi. Tambahan kebutuhan yang kami perlukan, totalnya sekitar 400 juta euro,” katanya.
Ribuan metrik ton debu nuklir beracun mengepul di Ukraina, Rusia, dan Belarus pada bencana nuklir terburuk di dunia yang terjadi pada tanggal 26 April 1986 silam.
Ukraina telah menerima ratusan juta dolar bantuan keuangan dari negara Barat untuk membangun tempat penampungan baru di atas reaktor dan untuk membangun fasilitas pengelolahan limbah nuklir.
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh American Geophysical Union menunjukkan bahwa akan memakan waktu antara 180 dan 320 tahun untuk Cesium 137 ( isotop radioaktif ) menghilang dari lingkungan setempat, lebih lama daripada 30 tahun yang telah diharapkan. (eramuslim)
JAKARTA -- Anggota Komisi III dari Partai Demokrat Benny Kabur Harman membantah isu berkonspirasi dengan mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji guna menciptakan isu buat menutupi kasus Bank Century.
“Saya ada diwawancara TV saat Pak Susno ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Benny Harman di Jakarta, Senin (26/4).
Benny menunjuk anggota Komisi lainnya Nudirman Munir, yang menjadi saksi keberadaan dia di Jakarta. “Saya minta, jangan ada yang main tuduh. Buktikan kalau memang benar,” ujar Benny.
Benny mengungkapkan hal itu karena adanya anggota Komisi III DPR yang menuding rencana pertemuan Susno Duadji dengan pimpinan Komisi III yang menantinya di Singapura, adalah untuk menyusun skenario menutup kasus Century.
Salah seorang anggota DPR mengatakan pertemuan diam-diam di Singapura itu sudah direncanakan sebelumnya oleh mereka bertiga yaitu Susno, Sjahril Djohan, dan seorang pimpinan Komisi III. Petinggi Komisi III yang akan bertemu Susno di Singapura disebut-sebut lebih dulu tiba di Singapura melalui jalur Batam.
Sementara itu, Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri mengatakan, Susno Duadji diduga berencana terbang ke Singapura pada Senin 12 Maret 2010 untuk menemui Sjahril Djohan. “Karena Sjahril Djohan berulang kali mengulur waktu kedatangannya ke Jakarta. Itu sebabnya kita gagalkan pertemuan itu agar Sjahril bisa kita periksa,” ujar Kapolri. (mediaindonesia)
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah