Penyidik Polres Konawe, Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengamankan tujuh warga negara asing (WNA) asal Malaysia yang berprofesi sebagai ustadz karena dijerat melanggar hukum keimigrasian.
Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Fahrurozzi di Kendari, Kamis, mengatakan tujuh warga Malaysia yang berprofesi sebagai ustadz diamankan saat menjalankan kegiatan dakwah di Kabupaten Konawe pada Selasa (4/8) lalu.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan bahwa ketujuh warga Malaysia dijerat melanggar Undang Undang Nomor 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian,” katanya.
Rombongan warga Negeri Jiran yang diketuai Mohd Phaudzi bin Samsuddin adalah Tengku Ahmad Kamal Al Riffin, Zul Khairi Amin bin Zakaria, Yusuf bin Abd Rahman, Hanafi bin Haji Ismail, Hanafi bin Wahid dan Mohamad Fouzi bin Mohd Arsad.
Mereka mengantongi dokumen berupa paspor tetapi visa kunjungan. Bahkan para ustadz yang mengenakan setelan gamis putih-putih memanfaatkan visa kunjungan liburan ke Indonesia untuk berdakwah keliling.
Polisi yang menerima laporan masyarakat tentang keberadaan WNA dalam melakukan pemeriksaan mengungkap bahwa mereka tidak dibekali surat keterangan lapor diri (SKLD) dari Kepolisian.
Ketujuh warga Malaysia yang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Konawe –sekitar 80 kilometer barat Kota Kendari– masuk ke Sultra melalui Makassar (Sulsel) dan Jakarta.
Mereka berdalih bahwa datang ke Indonesia untuk mengikuti kegiatan dakwah skala besar yang akan diselenggarakan di Jakarta beberapa waktu lalu namun batal sehingga dimanfaatkan untuk dakwa keliling di sejumlah wilayah.
Hamas Buat Film Heroik Bunuh Tentara Israel
Film pertama yang didanai kelompok pejuang Palestina, Hamas mulai diputar di berbagai bioskop di Jalur Gaza. Film ini berkisah tentang anggota Hamas Imad Aqel yang memimpin serangan terhadap Israel sebelum dia tewas pada 1993.
Hamas memilih kisah hidup Iman Aqel sebagai tema film pertama yang didanai organisasi ini. Untuk produksi film ini Hamas mengeluarkan biaya sekitar US$120 ribu (Rp 1,2 miliar) dengan naskah yang ditulis oleh seorang anggota senior Hamas.
Surat kabar setempat melaporkan salah satu dialog dalam film itu mengundang sambutan meriah penonton. Yakni, ketika salah satu karakter film itu berkata, “Membunuh serdadu Israel sama dengan memuji Tuhan.”
Film ini diproduksi selama beberapa bulan tahun lalu. Ironisnya, keempat karakter utama film ini tewas dalam serangan Israel terhadap Hamas, Januari lalu. Sutradara film ini mengatakan dia berharap bisa membawa film ini ke Festival Film Cannes, meski tidak ada tanda-tanda Cannes akan menerima film ini.
Hamas selama ini sudah mengendalikan jaringan media. Organisasi ini memiliki sebuah stasiun televisi, jaringan radio dan sejumlah surat kabar. Hamas juga mensponsori banyak festival seni, drama dan puisi, kebanyakan dari acara-acara budaya ini menggambarkan kerasnya kehidupan di Gaza.
Pembiayaan film ini adalah sebuah jalan yang disebut Hamas sebagai perlawanan melalui budaya. Pembuatan film ini adalah sebuah pertanda bahwa Hamas terus mencoba untuk menancapkan pengaruhnya tak hanya melalui jalur politik namun juga budaya.
Imad Aqel adalah seorang pemuda anggota Hamas yang bagi sebagian besar warga Gaza adalah seorang pahlawan namun Israel menganggap Aqel sebagai teroris. Iman Aqel terlibat dalam sejumlah serangan terhadap sasaran di Israel pada awal 1990-an.
Israel menganggapnya bertanggung jawab atas pembunuhan 13 serdadu dan warga Israel. Pada 1993, tempat persembunyiannya di Gaza akhirnya terkepung pasukan Israel dan dia terbunuh dalam usia 22.
Diduga Ada Bungker NgurkiDiobok-obok Intel
Direktur Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Ustad Wahyuddin meluruskan pernyataan Abu Bakar Ba’asyir tentang kedatangan aparat TNI memeriksa pesantrennya untuk mencari bunker. Menurut dia, dalam pertemuan dengan TNI itu memang terlontar pembicaraan mengenai bunker, namun pemeriksaan ruangan tak terkait bunker.
Ustad Wahyuddin mengatakan dua hari yang lalu memang Kasi Intel Kodam IV/Diponegoro didampingi beberapa anggota dari Kodim Sukoharjo datang ke Ngruki. Selain untuk bersilaturahmi, mereka juga menanyakan sejumlah tayangan di media televisi akhir-akhir ini yang mengesankan pihak Ngruki menutup diri.
“Di beberapa tayangan televisi akhir-akhir ini kan ada tulisan ‘Intel Dilarang Masuk’ tertempel di pintu gerbang. Hal itulah yang dipertanyakan. Padahal itu gambar lama yang ditampilkan lagi. Jadi tidak benar kalau kami menolak intel seperti itu,” paparnya, Kamis (6/8/2009).
Dalam pertemuan itu pula, lanjut Wahyuddin, Ustad Baasyir mengatakan kepada Kasi Intel Kodam bahwa dulu juga pernah ada isu yang beredar luas bahwa pesantren Ngruki memiliki bunker.
“Selanjutnya para tamu tersebut saya ajak keliling memeriksa atau melihat dari dekat bangunan-bangunan asrama maupun kamar santri. Saya mendampingi mereka, Ustad Abu Bakar Ba’asyir tidak ikut menyertai para tamu itu berkeliling,” kata Wahyuddin.
“Jadi mereka datang itu silaturahmi dan mempertanyakan apa benar intel dilarang masuk Ngruki, bukan untuk mempertanyakan bunker. Informasi tentang pernah ada isu bunker itu justru dilontarkan Ustad Abu. Lagipula itu isu sudah lama sekali dan itu jelas-jelas fitnah,” lanjutnya.
Heboh Ba’asyir Kenal Dengan Noordin
Mantan Pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Bakar Ba’asyir mengaku tidak kenal dan berinteraksi dengan teroris Noordin M Top. Ba’asyir hanya mengenal seorang guru pondok pesantren bernama Noordin di Malaysia dulu.
“Akan tetapi, saya pernah mengenal seorang guru pondok pesantren bernama Noordin ketika berada di Malaysia pada 1985 hingga 1999,” kata Ba’asyir di Sukoharjo, Kamis (6/8).
Dia berkeyakinan Noordin yang dia kenal itu bukan Noordin M Top yang terkait dengan sejumlah kasus terorisme di Indonesia.
“Selain tidak dapat mengetahui secara pasti nama belakang pada Noordin yang dikenalnya itu, saya juga tidak ingat bagaimana wajah Noordin karena sudah sangat lama tidak bertemu dengannya,” ujar Ba’asyir.
Noordin yang dimaksud, lanjutnya, merupakan guru Pondok Pesantren Lukmanul Hakim yang berada di Negara Bagian Johor, Malaysia. Interaksi yang dilakukan bersama Noordin yang kenalnya itu jarang dilakukan. Sebab, jarak yang jauh Ponpes Lukmanul Hakim dengan rumah Ba’asyir yang berada di Negara Bagian Negeri Sembilan.
“Selain itu, pers harus adil dan objektif dalam memberitakan kasus terorisme yang ada di negara ini,” imbuhnya.
Pengusutan dan pemberitaan mengenai terorisme di Indonesia, menurut Ba’asyir, lebih memojokkan umat Islam. Namun, Ba’asyir tetap mendukung aparat keamanan dan pemerintah dalam mengungkap kasus terorisme di Indonesia.
“Sikap objektif menjadi hal yang terus kami tuntut kepada pemerintah dan aparat keamanan dalam pengungkapan kasus tersebut,” katanya.
Tentang siapa yang menjadi dalang dalam kasus terorisme di Indonesia, Abu Bakar Ba’asyir masih berkeyakinan Central Intelligence Agency (CIA-Dinas Rahasia Pemerintah Amerika Serikat) terlibat di dalam sejumlah kasus peledakan bom yang ada di Indonesia.
Israel Buka Kantor Dagang di Indonesia Waspadai!!
Beberapa sumber perekonomian negara Israel mengabarkan jika pihaknya telah membuka kantor dagang di ibu kota Indonesia, Jakarta. Meskipun tidak adanya hubungan diplomatik antara kedua negara, namun hal tersebut tidak menjadi halangan pihak Israel untuk memiliki kantor dagang khusus di ibu kota negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia itu.
Orah Korn, koresponden pada desk ekonomi di harian Dza Marker berbahasa Ibrani yang terbit di Israel, menulis laporan, Israel tengah berupaya memperluas jaringan dan hubungan ekonominya dengan negara-negara di Asia Tenggara, salah satunya adalah Indonesia.
Tujuan dibukanya kantor dagang Israel di Jakarta sendiri, demikian Korn, adalah untuk memulai babak baru hubungan ekonomi antara Israel dan Indonesia.
Ternyata, sebelum kantor dagang Israel itu dibuka di Jakarta, hubungan “gelap dan diam-diam” antara Indonesia dan Israel telah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu.
Hal tersebut diungkapkan sendiri oleh Ran Kohin, kepala kantor dagang Israel-Asia. Kohin menegaskan, dibukanya kantor dagang Israel di Jakarta merupakan hasil dari perkembangan yang baik dalam hubungan ekonomi antara Indonesia dan Israel yang telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu, meskipun tak ada hubungan diplomatik antara keduanya.
Ditambahkan oleh Kohin, Israel melihat adanya peluang serta potensi pasar dagang dan ekonomi yang begitu besar di Indonesia. Negara tersebut dipandangnya sebagai negara yang subur, memiliki cadangan sumber daya alam yang melimpah, memiliki wilayah yang luas (seluas benua Eropa), juga penduduk yang mencapai 200 juta jiwa.
“Dengan segala potensi itu, Indonesia bisa menjadi kekuatan ekonomi yang besar,” terang Kohin.
Jabatan kepala kantor dagang Israel untuk Indonesia sendiri dipegang oleh Immanuel Shahaf. Shahaf menegaskan, pihaknya akan bekerja keras untuk kemajuan hubungan dagang kedua negara.
[muslimdaily-era]
Ternyata bahan mie instan terbuat dari lilin
Para penggemar Mi Instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3(tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi Mi Instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi. Dari Informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa Mi Instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi Mie Instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker.
Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir(bekerja) sehingga tidak punya waktu lagi untuk memasak,sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi Mi Instan setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam Mi Instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut.
Ada seorang pramugari SIA (Singapore Air) yang setelah berhenti dan kemudian menjadi seorang ibu rumah tangga, tidak memasak tetapi hampir selalu mengkonsumsi Mie Instan setiap kali dia makan. Kemudian akhirnya menderita kanker dan meninggal. Jika kita perhatikan Mi China yang berwarna kuning yang biasa ditemukan di pasar, dari hasil pengamatan, mi yang belum dimasak tersebut akan terlihat seperti berminyak. Lapisan minyak ini akan menghindari lengketnya mi tersebut satu dengan lainnya. Mi Wonton yang masih mentah biasanya ditaburkan tepung agar terhindar dari lengket. Ketika tukang masak akan memasak mi, dia memasaknya pertama-tama dalam air panas, kemudian dibilas/ditiriskan dengan air dingin sebelum dimasak dengan air panas lagi. Memasak dan meniriskan dengan cara ini akan dapat menghindari lengketnya mi tersebut satu sama lainnya. Tukang masak memberikan minyak dan saos pada mi tersebut agar tidak menjadi lengket ketika akan dikonsumsi secara kering (tanpa kuah).
Aturan masak dalam membuat Spaghetti (Mi dari Italia), akan dibutuhkan minyak dan mentega yang ditambahkan terlebih dahulu pada air rebusan Spaghetti untuk menghindari lengketnya pasta tersebut.
Ada kisah yang mengerikan :
* Ada orang yang sekarang usianya sekitar 48 tahunan tapi sudah 4 tahun terakhir ini kemana-mana membawa alat, maaf, sebagai pengganti anusnya, karena usus bawah sampai dengan anus telah dipotong sebab sudah tidak bisa dipakai lagi pasalnya waktu mahasiswa dengan alasan ekonomi mengkonsumsi mie instant secara berlebihan sehingga bagian usus yang dipotong tersebut adalah tempat mengendapnya bahan pengawet yang selalu ada di setiap mie instant mungkin sejenis borax pengawet untuk mayat (data menunjukan bahwa import borax dan sejenisnya sangat besar ke Indonesia) dan walhasil menimbulkan pembusukan ditempat tersebut, semoga semua pihak berhati hati dalam mengkonsumsi makanan seperti bakso, sosis, mie dll
* Ada lagi, orang yang pernah kena kanker getah bening (8 kelenjar getah bening kena), dan berobat selama hampir 1 tahun di Singapore menghabiskan lebih dari 1 Milyar pada tahun 1996 sampai 1997 (untung ditanggung kantor), akibat dia mengkonsumsi indomie plus korned selama 4 tahun terus menerus setiap hari(dengan alasan karena istrinya sibuk kerja). Menurut dokter yg mengobati nya, penyebab utamanya adalah pengawet yg ada di indomie dan korned tsb.
Bagi para pengemar mie instan, ternyata di dalam mie tersebut terkandung lilin yang berfungsi untuk melapisi mie instant (mungkin itu juga yah yang menyebabkan mie tidak lengket satu dengan yang lainnya). Pernah rekan saya bereksperimen dengan cara menyimpan kuah hasil olahan mie instan selama 3 hari, dan ternyata memang terbukti ditemukan zat seperti lilin.
Kerusuhan Etnis di Sudan Selatan mengakibatkan 185 Tewas
Sedikitnya 185 orang sebagian besar wanita dan anak-anak tewas dalam kerusuhan etnis di Sudan Selatan.
Para pejabat mengatakan sejumlah anggota masyarakat Lou Nuer memancing di selatan kota Akobo untuk mengatasi minimnya pangan ketika mereka dilaporkan diserang para pejuang etnis Murle.
Sebelas tentara Sudan Selatan (SPLA) yang melindungi orang-orang Lou Nuer, termasuk di antara korban tewas.
PBB mengatakan beberapa ratus orang tewas dalam bentrok serupa tahun ini, yang melebihi angka korban dalam konflik Darfur.
Sebagian besar korban pertikaian terbaru yang terjadi pada Minggu pagi itu berasal dari masyarakat Lou Nuer.
Kam mereka terletak sekitar 40 km di barat daya kota Akobo di negara bagian Jonglei.
Pasokan senjata
Komisioner Akobo Goi Jooyul Yol mengatakan dalam bentrok ini 185 orang tewas termasuk 12 tentara.
Dia memperingatkan korban tewas mungkin akan bertambah.
“Mungkin ada mayat di semak-semal. Kami belum tahu jumlah pastinya,” kata Yol.
Serangan ini diatur dengan rapi dan terencana. Ada pengintaian sebelum serangan. Ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa mereka tahu persis sasaran mereka.”
Wartawan BBC James Copnall di ibukota Sudan Khartoum mengatakan kerusuhan antaretnis biasa terjadi di Sudan.
Gubernur negara bagian, Kuol Manyang, mengatakan beberapa orang yang selamat kembali ke kota Akobo dalam keadaan terluka.
Mereka yang tewas, kata Manyang, sedang memancing ikan karena persediaan pangan menipis menyusul penyerangan terhadap perahu-perahu yang mengangkut bantuan.
Dia meminta Program Pangan Dunia untuk mencari jalan untuk memastikan bantuan pangan sampai ke masyarakat Lou Nuer.
Kekerasan yang dipicu oleh sengketa tanah dan hewan ternak di Sudan Selatan diperparah dengan mudahnya pasok senjata setelah perang saudara di Utara berakhir pada 2005.
Para pengamat mengatakan kekerasan ini terjadi ketika sedang terjadi ketegangan antara pemerintah persatuan utara-selatan.
Akan digelar pemilu April 2010, pemilu pertama dalam beberapa pekan terakhir.
Pada 2011 akan diadakan referendum di selatan dan diperkirakan Sudan akan terpecah menjadi dua negara.
[cybersabili]
GEPEANG bisa mengantongi Rp200 ribu/hari
Menjelang puasa Ramadhan, gepeng (gelandangan dan pengemis) menyerbu Jakarta. Mereka umumnya dikerahklan oleh sindikat dari daerah. Sebab itu, aparat Dinas Sosial (Dinsos) DKI segera memburu pemasok gepeng tersebut.
“Kami akan buru pemasok gepeng tersebut. Tim sudah kita bentuk,” kata H. Budihardjo, kepala Dinsos DKI Jakarta.
Menurut Budihardjo, gepeng yang ada di Jakarta umumnya dikerahkan sindikat dari daerah. “Sejumlah kawasan saat ini sudah kita target,” katanya.
Ia memperkirakan dari pasokan gepeng ke Jakarta, sindikat memperoleh banyak keuntungan. Dari hitungan kasar, diperkirakan tiap tahun uang masyarakat yang diberikan ke gepeng mencapai Rp 800 miliar. Separoh dari penghasilan gepeng tersebut masuk ke kantong sindikatnya.
Hitungan tersebut berdasarkan kepada fakta. Dari penelitian, saat terkena razia pukul 16:00 Wib, seorang gepeng sudah mengantongi Rp 200 ribu-600 ribu/orang. Bila jumlah gepeng diperkirakan mencapai 6.000 orang, maka uang yang diberikan masyarakat untuk gepeng mencapai Rp 1,2 miliar tiap hari. Bila satu tahun akan mencapai Rp 448 miliar.
“Ini bila satu orang mendapat Rp 200 ribu/hari. Separoh dari jumlah tersebut masuk kantong sindikat,” tandasnya.
Dengan angka-angka tersebut, maka berapapun dana yang duigunakan untuk menertibkan gepeng, tidak akan pernah tuntas. “Jadi bila ingin Jakarta bersih gepeng maka warga mulai membiasakan tidak memberi uang kepada mereka di jalan, tapi berikanlah pada tempat yang sudah ada,” katanya.
Dengan cara tersebut, pemda akan bisa melakukan pembinaan. “Sehingga program yang diberikan saat pembinaan di panti bisa berguna dan secara bertahap bisa mengurangi gepeng atau penyandang masalah sosial lainnya (PMKS),” katanya.
Sementara itu, Maringan Pangaribuan, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, meminta agar penertiban segera dilakukan. “Jangan hanya akan-akan, tetapi segera dilaksanakan. Tapi tentu dengan cara yang manusiawai,” tandasnya.
Modus gepeng di kawasan DKI dan sekitarnya, sebagian besar dikoordinir oleh orang yang ingin memanfaatkan mereka. Mulai dari pemberangkatan dari daerah asal (pemasok gepeng-red) hingga penyebaran gepeng ke lokasi-lokasi strategis di Jakarta. Misalnya perempatan lampu merah, rumah ibadah dan perumahan-perumahan.
Biasanya mereka turun di stasiun KA. Kemudian diangkut dan diturunkan di lokasi-lokasi tertentu. Bila malam hari kembali dijemput oleh `koordinatornya`. Gepeng musiman ini telah menyediakan `pakaian khususnya` di tas. Setelah di stasiun atau di terminal, mereka baru mengenakan baju yang kumal.
Beberapa hari lalu, Pemda DKI melalui dinas terkait akan melancarkan razia kepada pemberi sedeqah di lampu merah. Bila kedapatan melanggar akan dikenakan sanksi berupa ancaman penjara dan denda.
Mengungkap Motif Hadirnya Intel Asing di Marriot
Pascaledakan bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, muncul isu adanya 130 intel asing yang menginap di hotel bintang lima itu. Informasi yang masih samar itu mengundang berbagai spekulasi.
“Pagi itu kan ada pertemuan pengusaha-pengusaha. Ada dari Holcim dan Freeport juga. Pertemuan itu lebih menarik perhatian daripada rencana kedatangan MU,” ungkap pengamat intelijen Wawan Purwanto kepada okezone, Selasa (4/8/2009).
Menurut Wawan, isu keberadaan intel asing di Hotel JW Marriott tidak bisa diartikan bahwa mereka terkait rencana peledakan bom. Adanya 130 intel yang diduga anggota Central Intelligence Agency (CIA) itu justru diduga ikut menjadi sasaran para pelaku ledakan bom kaeran mereka diduga menjadi bagian dari pertemuan para pengusaha asing itu.
“Iya, mungkin mereka jadi bagian dari pertemuan itu. Mereka juga pasti tidak tahu kalau akan jadi sasaran peledakan bom,” katanya.
Pengamat intelijen Wawan Purwanto meyakini 130 intel asing yang menginap di hotel bintang lima itu tidak terkait dengan aksi bom bunuh diri yang menewaskan sembilan orang itu.
“Siapapun bisa menginap di situ karena hotel itu memang untuk umum. Selama dia bayar, ya pasti akan dilayani,” ungkapnya saat berbincang dengan okezone, Selasa (4/8/2009).
Menurut dia, jika benar para intel asing menginap di Hotel JW Marriott, maka hal itu bukan disengaja dan tidak bisa langsung diartikan memiliki korelasi dengan aksi teror bom.
“Itu tidak sengaja. Mereka juga pasti tidak tahu kalau hotel tempat mereka menginap akan jadi sasaran peledakan bom,” paparnya.
Seperti dikabarkan, Sekjen Forum Umat Islam Al-Khaththath memaparkan bahwa ditengarai ada 130 asing yang tengah menginap di Hotel JW Marriott sebelum bom diledakkan. Mereka dicurigai merupakan anggota Central Intelligence Agency (CIA) dan diduga menjadi bagian dari rencana peledakan bom.
Namun pernyataan dari Al-Khaththath tentang keberadaan 130 intelijen asing di JW Marriott belum terkonfirmasi kebenarannya.
Wajah Wilders Berubah Jadi Monyet….
Pembuat film Fitna Geert Wilders, yang pernah membuat YouTube diblokir di Indonesia, kembali jadi sasaran. Kali ini serangan cyber menampilkan wajahnya bagaikan monyet.
Dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (4/8/2009), para penyerang cyber yang disinyalir berasal dari Turki ini melancarkan slogan pro Islam dan menampilkan hasil editan gambar Wilders yang mirip binatang monyet.
Ini tentu tak lepas dari sepak terjang Wilders yang dikenal sering memprovokasi umat Islam. Pesan yang terpampang di situs antara lain menyatakan ‘Perang akan kami lanjutkan terhadap dia yang melawan agama Islam’.
Sedangkan gambar Wilders tampak bervariasi, namun umumnya hidung dan bibirnya telah diganti dengan milik monyet. Menurut pelacakan situs Zone-H, setidaknya 147 situs telah di-deface untuk menebar pesan anti Wilders.
“Ini adalah sesuatu yang gila, tapi tidak ada yang bisa kulakukan,” tukas Wilders menanggapi aksi serangan yang ditujukan padanya itu.
Wilders memang terus berupaya membatasi ruang gerak umat Islam, misalnya menolak pengaruh Islam di kebudayaan Eropa dan juga menolak Turki masuk Uni Eropa. Akibat ulahnya, dia dilarang masuk ke negara Inggris dan juga diusulkan untuk diseret ke pengadilan.
Misteri Flu Babi di Sejumlah Pondok Pesantren
Dalam beberapa pekan terakhir, pondok pesantren menjadi sorotan bukan karena teror bom namun virus H1N1 yang telah mewabah di pendidikan muslim tradisional khas Indonesia tersebut. Peristiwa janggal yang menyisakan misteri.
Kasus flu babi pertama muncul di Pondok Peasntren Dar el-Qolam, Jayanti, Gintung, Tangerang, Banten. Tak tanggung-tanggung sebanyak 4.000 santri diduga terkena flu yang kali pertama ditemukan dari negara Meksiko ini. Meski setelah dicek, hanya terdapat 80 santri yang terkena virus mematikan ini.
Menyusul kemudian di provinsi Jawa Timur yang merupakan basis pondok pesantren. Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur tempat pendiri NU berasal, juga ditemukan lima santri yang diduga terkena virus H1N1. Bahkan, pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng KH Salahudin Wahid mengaku, tidak menutup kemungkinan wabah serupa menimpa di pondok pesantren lainnya.
Pernyataan Gus Sholah, demikian ia sering disapa, sepertinya tepat. Di Pondok Pesantren Zainul Hasan di Genggong, Probolinggo, ditemukan sebanyak 37 santri menderita suspek flu babi. Khusus di pondok yang dipimpin KH Hasan Mutawakkil Alaalaah yang juga Ketua PWNU Jawa Timur ini, semua diderita santriwati.
Di Kabupaten Situbondo Jawa Timur lebih tragis lagi, diduga sebanyak empat pesantren di wilayah tersebut terkena wabah flu mematikan itu. Pertama ditemukan di Pondok Pesantren Al Dzikro, Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo. Lainnya ditemukan di pesantren di Besuki, Banyuputih dan Panarukan. Semuanya di wilayah Kabupaten Situbondo.
Pondok Pesantren di Malang juga mengalami wabah serupa. Tepatnya di Pondok Pesantren Babussalam di Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang. Di Pondok Peantren yang diasuh KH Thoriq Darwis itu kini sebanyak 15 santri masuk dalam ruang isolasi pesantren. Akibat wabah ini, 40% dari 700 santri harus pulang kampung untuk menghindari flu babi.
Wakil Presiden Jusuf Kalla yang selama ini dekat dengan kalangan pesantren juga mengaku prihatin atas kondisi pesantren yang dilanda flu babi. Wapres pun meminta agar kalangan pesantren lebih waspada.
“Karena pesantren itu hidup ribuan orang, satu kena maka bisa kena semua. Pesantren adalah sekolah yang paling banyak orangnya, bisa ribuan bisa 5.000. Jadi kena satu maka cepat beredar. Mereka satu kamar bisa 10 bisa 20 orang. Jadi harus hati-hati betul,” kata JK di kediaman resmi, Jl Diponegoro, Jakarta, Sabtu (1/8)
Kasus dugaan flu babi yang melanda sejumlah pesantren menimbulkan spekulasi beragam. Mulai dari persoalan politik hingga upaya teror terhadap kalangan santri. Meski bagi Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin, ia tidak mau berspekulasi perihal rumors tersebut. “Saya banyak mendengar soal itu, tetapi saya tetap khusnuzon (berprasangka baik) saja,” ujarnya di Surabaya, di PW Muhammadiyah Jawa Timur, Sabtu (1/8)
Din justru menyayangkan sikap pemerintah yang mengesankan meremehkan virus flu babi tersebut. Menurut dia, pemerintah tidak serius menangani flu babi yang sudah merambah ke sejumlah pesantren.
“Pemerintah tidak memiliki sense of crisis terhadap wabah flu babi. Apa karena sibuk dengan urusan politik atau memang ada hal lain?” cetus gurubesar politik Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
Sementara pengasuh Pondok Pesantren Babasusalam, Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang, KH Thoriq Darwis menilai, infrastruktur pesantren memang tidak sepenuhnya memadai mulai dari sanitasi hingga kamar mandi.
”Di pondok pesantren sanitasi kurang bagus, jumlah kamar mandi memang kurang. Kamar mandi di pondok ini seperti barak. Kalau mandi ramai-ramai,” akunya di Malang, Minggu (2/8).
Kasus flu babi yang melanda sejumlah pesantren khususnya di Jawa Timur memaksa publik berfikir spekulatif. Di samping karena babi jelas tak diperbolehkan dikonsumsi kalangan umat Islam (pesantren), interaksi dengan kalangan warga asing juga sangat minim. Maka, dugaan terjadinya teror pun muncul melalui flu babi.
Meskipun, harus diakui, infrastruktur pondok pesantren yang sederhana, sepertinya harus dipikirkan pemerintah dan stakeholder untuk menjamin kesehatan para penghuninya. Jangan sampai suara pesantren hanya dikapitalisasi hanya saat kepentingan politik, namun sama sekali tidak diperhatikan persoalan asasi, yaitu kesehatan.
Fat Soldier Inggris Terancam Kalah Perang Dunia
Sebuah memo yang bocor kemedia mengatakan bahwa tentara Inggris menderita obesitas dan kegemukan sampai sedemikian parahnya sehingga mereka telah menempatkan hidup mereka dalam resiko yang sama berbahanya dengan terjun ke medan tempur.
Korps pelatihan fisik tentara Inggris telah mengirim memo darurat kepada semua satuan tentara, memberi peringatan bahwa peningkatan jumlah tentara telah menjadi begitu gemuk sehingga tidak dapat dikirim ke zona konflik, The Observer melaporkan pada hari Minggu.
“Jumlah personil yang tidak dapat digunakan (Personel Unable to Deploy – PUD) dan keprihatinan tentang obesitas di antara tentara jelas terkait dengan sikap terhadap pelatihan fisik belakangan ini,” ujar Mayor Brian Dupree dari Korps pelatihan fisik tentara di Wiltshire dalam memo 10 Juli. Tentara “tidak mengelola secara konsisten standar kebugaran fisik kami ” dan perlu “diberi dorongan bahwa seorang tentara harus menjaga etos dan budaya untuk tetap bugar.”
“Untuk menanggulangi kebutuhan operasi hibrida di Afghanistan dan konflik yang akan datang tentara membutuhkan personil dengan kondisi prima dan siap perang untuk dapat membantu melewati semua kesengsaraan mereka. Karena masalah tersebut (obesitas) juga berpengaruh terhadap kemenangan perang kami.”
Dia memperingatkan bahwa “efektivitas operasional” Inggris beresiko kalah dan hidup para tentara berada di bawah tekanan karena tidak dapat menanggulangi kejamnya kondisi provinsi Helmand dan tekanan dari perang.
Anggota Parlemen Konservatif dan pensiunan kolonel menggambarkan pengungkapan tersebut “memalukan” ketika para komandan menuntut lebih pasukan Inggris untuk dikirim ke Afghanistan untuk mempertahankan wilayah yang baru-baru ini direbut dari Taliban selama Operasi Panther’s Claw.
Sejauh ini, para komandan telah menerima tambahan 125 pasukan ke Helmand untuk menggantikan mereka yang cedera atau tewas dalam serangan yang memakan jumlah korban terbanyak sejak dimulainya konflik di Afghanistan.
Sementara pada tahun 2006, militer Inggris melonggarkan persyaratan kebugaran mereka, untuk membuka jalan untuk mengambil lebih banyak anggota. Sebelum sekarang, maksimum indeks massa tubuh (BMI) yang diizinkan untuk anggota yang baru direkrut adalah 28 dan sekarang adalah 32.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan ‘kegemukan’ dengan BMI sama atau lebih dari 25, dan ‘Obese’ jika BMI sama atau lebih dari 30.
Patrick Mercer MP, kepala strategi di Army Training & Recruiting Agency, berkata: “Kekurangan kebugaran pribadi adalah sebuah keadaan yang memalukan. Para tentara sangat kekurangan personel dan kegemukan menjadi masalah yang luar biasa.”
Untuk menangkal masalah kegemukan tersebut, tentara diharapkan untuk memperkenalkan kebijakan ‘pengukuran komposisi tubuh’ di bulan Oktober untuk menyingkirkan kegemukan pasukan serta menegakkan minimal tiga sesi latihan fisik seminggu.
“kebijakan kebugaran tentara yang baru ini mengatakan bahwa untuk dapat dikirim ke medan perang, dibutuhkan minimum dua hingga tiga jam latihan per minggu” Ujar Dupree.
Seorang dewan penyelidikan tentara pada tahun 2007 mengungkapkan bagaimana seorang prajurit yang meninggal karena serangan panas di Irak berada “pada tingkat obesitas yang tinggi”. Penyelidik mengungkapkan bahwa keprihatinan akan BMI Perwira Jason Smith.
Departemen Pertahanan tidak langsung berkomentar mengenai laporan The Observer tetapi tidak sengketa dengan akurasi baik. Departemen telah mengatakan bahwa komandan baru-baru ini telah diberitahu untuk memastikan bahwa semua unit mengikuti kebijakan kebugaran fisik tentara, yang dilaporkan Associated Press.
Saat ini terdapat 3.860 personel tentara diklasifikasikan sebagai PUD dengan 8190 yang dianggap sebagai “dengan kemampuan penempatan terbatas” karena alasan medis.
Berdakwah di Kandang Singa Mantab!!!
Dulu yang terpenting dalam hidupku adalah main perempuan dan main bola. Tetapi setelah bertemu Idris, semuanya kutinggalkan.
Namaku Ricardo. Aku lahir di Desa Himskefc, Belanda pada 2 Januari 1987. Terlahir sebagai Muslim, karena kedua orang tuaku beragama Islam. Ibuku Muslimah dari Indonesia, keturunan Padang yang terlahir di Jakarta dan tinggal di Purwakarta. Ayahku orang Belanda. Ketika ia bertugas ke Indonesia mereka bertemu dan saling jatuh cinta. Ayah masuk Islam dan menikahi ibu. Kemudian mereka berdua pindah ke Belanda. Di Belanda lahirlah kakak perempuanku. Beberapa tahun kemudian lahirlah aku. Aku terlahir kembar dengan saudaraku yang bernama Mikael.
Sayangnya, keluargaku termasuk keluarga yang awam akan ajaran Islam. Bayangkan, aku dan saudara kembarku sejak usia 6-12 tahun dimasukkan ke sekolah gereja. Kemudian aku melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi di sekolah umum. Wajar bila aku sangat awam dengan ajaran Islam, bahkan shalat lima waktupun tidak pernah aku lakukan. Ya, seperti layaknya remaja Belanda lainnya, aktivitasku sehari-hari di luar sekolah adalah main perempuan dan main bola. Tidak jarang pula mabuk-mabukan dan berjoget di diskotik.
Ketika usiaku lewat dari 17 tahun aku berpikir dan merasa sedih, mengapa hidupku seperti ini? I feel something missing in my heart. Karena itu aku mulai mencari-cari kebenaran. Yang benar itu apakah ajaran gereja atau ajaran Islam. Mikael pun merasakan hal yang sama. Maka kami putuskan, aku pelajari Bible dan Mikael pelajari Alquran. Kemudian kami membandingkannya.
Bertemu Mualaf
Ketika aku berumur 18 tahun, aku shalat Idul Fitri di Masjid Al-Hikmah KBRI di Deen Haag. Usai shalat, ternyata tidak semua orang langsung pulang. Aku melihat ada beberapa kerumunan kecil laki-laki dan perempuan, kebanyakan dari mereka adalah orang Indonesia. Ada seorang lelaki yang sedang ceramah di situ. Kupikir inilah kesempatan yang tepat buatku untuk mempelajari Islam lebih lanjut, maka aku dan Mikael pun duduk di barisan laki-laki dan banyak bertanya kepada ustadz yang berceramah itu.
Rupanya salah seorang perempuan yang duduk di belakang memperhatikanku. Perempuan itu berbicara dalam bahasa Indonesia dengan ustadz tersebut. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Usai mendengarkan ceramah aku keluar. Kemudian perempuan ini, mengejar dan menemui kami berdua lalu berkata, “Saya punya suami. Suami saya tahu banyak tentang Islam. Maukah kalian berdiskusi dengannya?” Tentu saja kami menerima tawaran itu.
Kemudian ia pun mengatur jadwal pertemuan kami dengan suaminya. Aku kaget sekali ketika dipertemukan dengan suaminya, “Kenapa ini orang Belanda, kita mau belajar apa dari orang Belanda?” bisikku kepada Mikael. Ia pun memperkenalkan diri, namanya Idris de Vris, usia 26 tahun. “Wah, aku dipermainkan perempuan Indonesia itu,” sangkaku. Tadinya kukira aku akan bertemu dengan seorang Indonesia, Maroko atau Turki, tetapi malah aku dipertemukan dengan lelaki bule. Dan yang semakin membuatku kaget, dia baru dua tahun masuk Islam!
Namun aku begitu terpukau mendengar pemaparan Islam yang dia sebut sebagai thariqul Iman, jalan menuju keimanan. Begitu jelas dan sangat masuk akal caranya dia menjelaskan bahwa hidup di dunia ini untuk apa? Dari mana? Dan mau ke mana? Ia menjelaskan secara rinci bahwa Alquran itu benar-benar wahyu dari Allah SWT yang menciptakan manusia, alam semesta dan kehidupan. Ia buktikan pula, dengan sangat masuk akalku, bahwa Muhammad SAW adalah Nabi dan utusan Allah SWT. Begitu juga dengan Yesus. Yesus ternyata bukan Tuhan tetapi Nabi Isa alaihissalam dan utusan Allah SWT juga.
Ternyata Idris bisa begitu paham karena ia sangat rajin belajar Islam. Pengetahuannya tentang Islam sangat luar biasa. Sampai aku pun terpukau ketika ia menjelaskan thariqul iman itu. Dia rutin menemuiku setiap Minggu, padahal butuh waktu dua jam perjalanan menggunakan mobil dari rumahnya di Belgia menuju tempat tinggalku. Pemahaman kami pun semakin bertambah. Ia menjelaskan bahwa komunisme itu keliru, kapitalisme juga salah, sehingga bagi manusia yang berakal sehat tidak ada pilihan lain selain beriman kepada Islam dan berusaha untuk menerapkan Islam dalam berbagai aspek kehidupan.
Awalnya aku sangat sulit memahami pembahasan mabda’ (ideologi), fikrah (pemikiran), dan thariqah (metode) Islam itu. Kemudian sedikit-demi sedikit aku mulai paham. Ini membuat pandanganku tentang kehidupan ini berubah. Dulu yang terpenting dalam hidupku adalah main perempuan dan main bola. Tetapi setelah bertemu Idris, main bola menjadi tidak penting lagi bagiku. Main perempuan, diskotik dan mabuk itu haram! Semuanya kutinggalkan. Alhamdulillah, sampai detik ini aku tidak pacaran lagi. Aku hanya ingin menikah saja, pada saatnya nanti, dengan Muslimah shalihah tentunya. Aku pun selalu shalat lima waktu. Begitu juga dengan Mikael.
Ingin Bergabung
Idris menyebutkan bahwa ia anggota Hizbut Tahrir Belanda. Aku pun mengatakan ingin menjadi anggota. Namun Idris bilang, harus menjadi darisin dulu yakni orang yang mempelajari pemahaman politik Islam yang diadopsi HT, dari buku-buku HT yang diajarkan langsung oleh anggota HT, sebelum memutuskan untuk menjadi anggota atau tidak. Kitab yang pertama dikaji adalah Nizamul Islam, Peraturan Hidup dalam Islam. Idris menyuruhku untuk selalu berdakwah, berdiskusi dengan siapa saja yang mau diajak berpikir tentang kebenaran. Itu adalah ujian buatku apakah aku nantinya layak atau tidak bergabung menjadi anggota HT. Sayangnya, saat itu, Mikael ragu dan tidak mau menjadi darisin.
Alhamdulillah, beberapa bulan kemudian, ia berubah pikiran. Menjelang Konferensi Khilafah Internasional di Indonesia pada Agustus 2007 silam, Mikael menangis setelah menonton VCD Ila Mata? (Sampai Kapan?) yang membahas masalah penderitaan kaum Muslim setelah runtuhnya Khilafah Islam. Ia menyadari ternyata kaum Muslim di Palestina, Irak, Aghanistan dan berbagai daerah lainnya begitu mudah dijajah oleh negara-negara kafir kapitalis dan komunis paska runtuhnya kepemimpinan Islam itu. Ia pun ingin ambil bagian untuk menyadarkan manusia bahwa sistem Islam dalam naungan Khilafahlah sistem yang benar untuk mengatur kehidupan manusia, bukan sistem lainnya. Kemudian iapun menjadi darisin.
Aku bangga sekali kepada syabab di Indonesia. Karena di Indonesia bisa besar begitu ya… dapat menghadirkan 100.000 orang dalam konferensi itu. Sayang sekali aku tidak bisa datang, ongkosnya ke Indonesia mahal sekali. Kami berdoa dan memohon kepada Allah SWT, agar Khilafah segera tegak dan dimulai di Indonesia. Dakwah di Belanda susah sekali seperti dakwah di kandang singa. Namun aku tidak berputus asa. Terus mengembangkan berbagai uslubnya (cara). Alhamdulillah, akhirnya aku diterima menjadi anggota Hizbut Tahrir Belanda. Dan ini membuatku semakin bersemangat untuk terus menyadarkan umat.
[mediaumat]
Banyak juga Perempuan Saudi Berprofesi Sebagai Pembantu
Ternyata, pekerjaan pembantu rumah tangga (PRT) di Kerajaan Saudi Arabia tak selamanya identik dilakukan oleh pekerja-pekerja asing asal Asia Tenggara, utamanya Indonesia (TKW). Kini, perempuan negara kaya minyak itu juga banyak yang berprofesi sebagai PRT.
Surat kabar negeri itu, al-Madinah (2/7) melansir, profesi PRT kini mulai banyak diminati oleh para perempuan dalam negeri Saudi. Fenomena ini terjadi karena dipicu faktor meningkatnya angka pengangguran di negara kaya minyak tersebut.
Hana Utsman, penanggung jawab bagian kepegawaian di salah satu lembaga agen pekerja di Saudi mengatakan, rata-rata PRT asal Saudi didatangkan dari daerah-daerah ashwaiyyah (kumuh/slumdog), semisal daerah al-Bawadi.
Para PRT tersebut terlebih dahulu mendapatkan pembekalan dari pihak perusahaan atau agen penyalur mereka. “Rata-rata umur mereka 20 tahunan dan tidak memiliki izazah sekolah menengah tingkat atas,” terang Utsman.
Meski demikian, PRT asal Saudi mendapatkan jaminan hak dan hukum yang cukup bagus. Misalnya, upah minimal sebulan mereka berkisar 1500 Riyal Saudi (atau sebanding dengan 4 juta rupiah), juga jam kerja yang dibatasi hanya 8 jam sehari.
Sayangnya, peraturan dan adanya jaminan hak serta hukum tersebut tak berlaku bagi para TKW asal Indonesia. Ribuan TKW Indonesia di Saudi Arabia banyak yang tak menerima upah dari majikan, digaji dibawah standar (hanya 1 juta sebulan), pekerjaan yang berat dan melebihi batas kemanusiaan, bahkan kerap menerima pelecehan dan tindak penganiyayaan dari majikan-majikan Arab mereka.
Dan lebih disayangkannya lagi, di hadapan semua fenomena mengenaskan yang menimpa TKW Indonesia tersebut, pihak pemerintahan Indonesia seakan kurang serius untuk menangani dan menuntaskannya. Padahal, negara dibiayai dan dibesarkan oleh pajak, pegawai kenegaraan juga digaji oleh duit hasil pajak. Dan, pajak terbesar Indonesia didapatkan dari para TKW dan TKI itu.
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah