Berikut kisah penangkap dan penyiksaan oleh intelejen Mesir yang dituturkan langsung oleh salah satu korban: Peristiwa terjadi pada hari Sabtu, tanggal 27 juni 2009 lalu, saat itu kami di rumah ada lima orang; saya (Fathurrahman-red), Muhammad Yunus, Arzil, Tasri Sugandi dan Jakfar-teman yang sedang bersilaturahmi ke rumah-. Adapun Ismail-seorang rekan rumah kami yang lain-sedang berlibur bersama teman-teman sedaerahnya asal Tapanuli Selatan ke bukit Sinai.
Sekamir pukul 02.30 dini hari waktu Cairo, rumah kami di datangi 12 orang Mabahist (polisi intelejen Mesir). Lima diantaranya berseragam lengkap dengan senjata laras panjang serta pistol. Sementara tujuh orang lainya berpakaian biasa. Salah seorang diantara mereka membawa linggis dengan panjang lebih kurang satu meter, seorang lain membawa alat penggunting kawat.
Setelah membunyikan bel rumah dengan cara yang tidak sopan sama sekali, akhirnya pintu kami buka dengan perasaan takut dan menegangkan. Ketika masuk salah seorang diantara mereka menanyakan pasport, sementara yang lainya langsung menggeledah rumah mencari sesuatu. Pistol dan senjata laras panjang langsung ditodongkan ke kepala kami.
Setelah lebih kurang 15 menit menggeledah, mereka tidak menemukan sesuatu yang dicari. Saya sempat menangkap pembicaraan salah seorang pimpinan mereka melalui telepon, bahwa, apa yang mereka cari tidak di temukan. Sebagian mabahis dimarahi komandannya dan diminta untuk mencari kembali apa yang mereka inginkan, kata pimpinan mereka “sudah kamu periksa apa-apa yang bisa dijadikan bukti dan bisa diambil?”. Tak lama kemudian kami diminta untuk menghidupkan semua komputer yang ada. Kebetulan terdapat tiga komputer di rumah. Komputer pertama di periksa, namun mereka tetap tidak menemukan apa-apa. Ketika hendak memeriksa yang kedua, mereka melihat ada bebarapa poster di dinding kamar. Diantaranya poster Syeikh Ahmad Yasin (pejuang palestina), silsilah Pemimpin Hamas.
Melihat itu ekspresi mereka seketika berubah, dan memerintahkan kami untuk mengambil gambar tersebut. Teman saya sempat diminta untuk melakukan hal itu, namun berhubung dia orangnya kurang gesit, langsung saja tiga pukulan keras dari Mabahits mendarat di punggungnya. Sepuluh menit berlangsung, mereka kembali menggeledah rumah dengan brutal dan mengambil beberapa buku karangan DR.Yusuf Qordhowi dan buku-buku lainya yang mereka anggap berbahaya.
Beberapa saat kemudian kami diperintahkan untuk bersiap-siap dan memakai sandal. Selanjutnya kami digiring ke lantai bawah. Disana kami disuruh membentuk barisan, jarak antara kami dan mobil tahanan saat itu kira-kira sekamir 30 meter. Ketika melangkah menuju mobil, satu persatu bagian belakang kepala kami tiba-tiba dihantam pukulan keras, saya tak tahu maksudnya apa dan hampir saja saya terjatuh, begitu juga dengan ketiga teman saya yang lain.
Ternyata di dalam mobil sudah ada seorang tahanan asal Kazakistan yang menunggu dengan mata di tutup kain. Alhamdulillah secara kebetulan saudara kami Jakfar yang masih berumur 16 tahun dibebaskan, dengan alasan belum cukup umur. Saya sempat berpesan kepada Jakfar untuk segera menghubungi Bang Fajar – seorang aktivis di kalangan mahasiswa Indonesia di Mesir-red) yang tinggalnya tak jauh dari rumah kami.
Tepat ketika azan subuh di kumandangkan, kami tiba didekat masjid Nurul Khitab Awal hay sabi’. Di sana kami diturunkan dan digiring ke sebuah kantor. Saya kemudian minta izin untuk wudhu dan sholat, para mabahits itu semula tidak mengizinkan, namun akhirnya dibolehkan. Sepuluh menit menunggu, akhirnya dua orang anggota polisi berpakaian preman datang, satu-persatu mata kami diikat menggunakan kain sambil membentuk satu barisan.
Selang beberapa saat kami digiring ke sebuah ruangan berukuran 4×4 meter. Tempatnya sangat kotor dan pengap, disitulah kami tidur sambil duduk dan tidak boleh melonjorkan kaki hingga pukul delapan pagi. Pada jam diatas kami diberi makan berupa roti ‘isy ( makanan pokok orang Mesir yang terbuat dari gandum) serta sedikit manisan dengan mata tetap tertutup kain.
Setelah sarapan pagi, proses introgasi dimulai. Satu-persatu kami dipanggil. Saat itu kami berjumlah sembilan belas orang. Kami berempat; saya (Fathurahman-red) Yunus, Arzil dan Tasri Sugandi, dua orang berkebangsaan Prancis, seorang dari Kanada, lima orang dari Aljazair dan sisanya dari warga Rusia.
Berselang satu jam setelah azan Zuhur, giliran saya di panggil ke ruangan introgasi. Dengan mata tertutup saya dituntun salah seorang polisi ke suatu ruangan. Saat tiba di ruangan introgasi kemaluan saya langsung disetrum. Kemudian penutup mata saya dibuka sedikit, lalu dihadapkan ke sebuah meja, disana terdapat poster Syeikh Ahmad Yasin. Mereka bertanya, ini milik siapa…? saya jawab, “milik Ismail, orangnya sedang liburan ke bukit Sinai”.
Seketika itu juga pantat saya disetrum beberapa kali, kemudian baju saya dilepas paksa oleh salah seorang polisi dan penutup mata saya di ganti dengan baju tersebut. Sementara itu celana saya dilepas dan dipaksa duduk di lantai dalam kondisi tanpa pakaian sehelaipun. Kaki saya di selonjorkan sedikit lalu diikat oleh salah satu polisi dengan tali sabut hingga membekaskan luka, sebab, saya selalu meronta menahan sakit saat disetrum. Masih dalam kondisi duduk, tangan saya ditarik kebelakang, kemudian diikat dengan celana yang yang tadinya dilepas paksa.
Saya dibaringkan dengan tangan terikat. Tepat di paha kiri saya di letakkan sebuah kursi. Mata saya yang sudah di tutup menggunakan baju, ditutup lagi dengan tangan oleh salah seorang polisi. Tangannya yang menggenggam kuat agak mengenai hidung, hingga beberapa kali saya menepisnya karena agak mempersulit saya bernafas.
Sesaat kemudian introgasi kembali dimulai dengan bermacam-macam pertanyaan, diantaranya sebagai berikut :
- Dimana kamu sholat, di rumah atau di masjid?, “sebelum sempat menjawab ujung kemaluan saya disetrum, tak ayal lagi saya menjerit sekuat-kuatnya menahan sakit.
- Apakah kamu sholat di awal waktu…? Kalau saya mood dan lagi enak badan ,jawab saya, namun belum sempat saya meneruskan jawaban, kembali kemaluan saya disetrum. Saya berusaha menutupi kemaluan dengan tangan walaupun terikat, namun seketika itu pula beberapa kali setruman mendarat di tangan kanan saya hingga menyebabkan luka.
- Apakah kamu sering hadir ke kuliah…? Saya kuliah pada waktu tertentu, ketika… cress…setruman itu kembali bersarang ke buah kemaluan saya, hingga beberapa kali pertanyaan yang tidak masuk akal dilontarkan, sebanyak itu pula buah kemaluan saya disetrum.
Sesi berikutnya, alat setruman diambil alih oleh polisi yang lain dengan pertayaan- pertanyaan konyol lainnya:
- Apakah kamu main bola bersama Ikhwan (Nama salah satu kelompok oposisi di Mesir)…?, kamu main bola dengan siapa…? Habib, Jaid atau kamal Mesir…?, tidak…! jawab saya. Kembali setruman mendarat, kali ini di bagian paha kiri saya.
- Kamu punya teman orang Mesir ya.? Tidak…!, Bohong kamu…!, setruman tetap dihujamkan ke paha kiri, hingga menyisakan luka parah sampai saat ini.
- Kamu kenal dengan Osama Bin Laden? Tidak…(setruman dialihkan ke perut kiri).
- Gimana kabar jihadnya sekarang? Saya tidak tahu, saya di Mesir ini hanya main bola, jalan- jalan, chating dan lain-lain.
- Kenapa kamu tidak main bola sama orang mesir? mereka main bolanya bagus-bagus dan badan mereka besar-besar, sementara badan saya kecil.
- Kamu Ikhwanul Muslimin…? Tidak…! kamu Ikhwanul Muslimin kan…? Tidak…! kamu Ikhwanul Muslimin…? Tidak…! Tidak…! kamu Ikhwanul Muslimin kan…? Tidak…! kamu Ikhwanul Muslimin…? Tidak…!
Begitulah setiap kali pertanyaan saya jawab, seketika itu pula mereka memberikan setruman satukali, duakali, tigakali bahkan lebih, tepatnya di paha kiri, perut bagian kiri, serta di kedua puting susu saya. Setelah di setrum berkali-kali seperti itu, saya merasa sudah tidak kuat lagi, sedemikian sakitnya saya sempat memanggil, “Ibu…, Ibu…, Ibu…” hingga beberapa kali.
Setelah penyiksaan berlangsung lebih kurang 15–20 menit, ikatan saya di lepaskan sementara kondisi badan saya sangat lemah, dihantui rasa takut, cemas dan juga trauma. Celana saya dipasangkan kembali tanpa baju. Selanjutnya mereka membuat berita acara kira-kira selama lima menit. Saya di kembalikan ke tempat tahanan awal, saat itu masih di penjara depan Masjid Nurul Khitab, Bersebelahan dengan Universitas Al Azhar putri, di kawasan 7th district. Penjaranya itu terletak di bawah tanah, tepatnya di bawah hadiqah ‘asyir Ramadhan-sebuah taman rekreasi yang berada di tengah kota.
Masih di ruang tahanan saya berdo’a semoga tidak di introgasi untuk kesekian kalinya. Sambil menangis dan merenungi dosa selama ini, saya hanya mampu terkulai lemah. Selang dua puluh menit kemudian, kembali saya dipanggil bersama dua teman satu rumah, Yunus dan Tasri Sugandi. Di introgasi kali ini punggung saya kembali di pukul dengan sebuah papan triplek tipis. Kali ini mereka cuma mencatat data pribadi kami. Sepuluh menit kemudian kami di kembalikan ke ruang tahanan.
Tiga puluh menit selanjutnya saya kembali dipanggil dan diancam akan di setrum seperti sebelumnya jika tidak menjawab dengan jujur. Satu pertanyaan saja yang mereka lontarkan :
- Apa hubungan Osama Bin Laden dan pengaruhnya di indonesai? Sambil setengah menangis saya menjawab, “saya tidak kenal Osama Bin Laden…!”
Detik berikutnya sang polisi tersebut menelpon entah kemana. Yang saya tangkap dari pembicaraannya, si penelepon meminta data dan menyebutkan ciri-ciri tentang saya. Selang beberapa saat, saya kemudian di bawa kembali ke ruang tahanan dengan mata tetap tertutup.
Dua jam berikutnya, kami diberi nasi berpiringkan ‘isy, masakan daging serta sedikit buah anggur merah. Saya makan sekedarnya walaupun sempat di tambahkan nasi. Setalah azan Isya, kami ketiduran namun mendadak dibangunkan dan di paksa makan ‘isy, selai dan keju. Beberapa teman yang satu tahanan kebanyakan mogok makan, namun di paksa menghabiskan dengan alasan biar kuat. Saya sempat terpikir jika dikasih makan banyak seperti ini, berarti persiapan untuk besok agar kuat di introgasi lagi.
Pemindahan dari penjara Nurul Khitob ke penjara Hay Assadis (6th District))
Diperkirakan pukul 11.00 malam waktu Cairo hari itu, kami semua di pindahkan ke penjara Hay Assadis. Saat hendak di pindahkan saya masih tidur, lalu sontak saja dibangunkan. Kami diperintahkan untuk berbaris satu deretan dengan tangan saling memegang pundak teman yang ada di depannya. Kami digiring ke mobil khusus tahanan dengan mata masih dalam keadaan tertutup dari pagi.
Di dalam mobil, penutup mata kami dibuka dan ternyata di sana sudah terdapat salah satu perwira polisi yang menunggu lengkap dengan senjata laras panjang. Lima belas menit perjalanan kami tiba di kantor polisi Hay Assadis, lalu dipaksa turun dengan membuat dua barisan.
Setelah pendataan usai, kami dijebloskan ke sebuah tahanan yang berukaran 3,5 x 4 meter, lalu di isi sembilan belas orang tahanan. Di dalamnya terdapat WC, sebuah lampu penerang 5 watt serta satu lobang udara tanpa jendela, sehingga kami tidak bisa membedakan antara malam dan siang. Selama dalam tahanan ini kami tidak disediakan makanan ataupun minuman, hanya ada air di kamar mandi yang bisa di gunakan untuk bertahan hidup. Selama dua hari dalam tahanan tersebut kami harus beli makanan sendiri melalui polisi penjaga tahanan.
Dengan sisa uang yang kebetulan terdapat dalam kantong kami berusaha membeli makakanan (kami berhutang dengan jaminan ada uang saudara Tasri Sugandi yang disita lebih kurang 700 le). Selama dua hari hanya dua mangkok kusyari (sejenis makan mesir terbuat dari mie) yang kami dapatkan sekedar untuk mengisi perut. Alhamdulillah selama dalam penjara sholat lima waktu selalu kami lakukan berjamaah.
Pada hari rabu tanggal 1 Juli dini hari, tepatnya pukul 02.00 malam waktu Cairo, kami di bebaskan dengan beberapa pesan :
* Jangan belajar dan kumpul-kumpul bersama Ikhwan al -Muslimin.
* Kalian cukup belajar saja selama di Mesir.
* Jika sempat ditangkap kembali kalian akan dipulangkan.
Keluar penjara kami langsung menyetop taksi bersama satu orang lainya yang berkebangsaan Rusia, kebetulan beliau tinggal di Tub Romli, tempat kediaman kami. Tepatnya Pukul 03.00 dini hari waktu Cairo, kami tiba di rumah dengan selamat berkat pertolongan dari Allah SWT serta do’a dari teman-teman semuanya.
Demikianlah kisah penangkapan dan penyiksaan yang kami alami selama berada di penjara, kisah penyiksaan yang dialami rekan saya, Muhammad Yunus belum sempat saya tuturkan di sini. Dan memang tidak semua rekan saya yang ditangkap turut mengalami penyiksaan serupa, hanya saya saja yang mengalami penyiksaan melampaui batas dan melanggar HAM serta tidak manusiawi.
Saya hanya bisa pasrah menyerahkan semuanya kepada Allah Yang Maha Kuasa atas kezholiman yang mereka lakukan kepada kami semua. Doakan kami, agar tetap tabah dan sabar dengan trauma penyiksaan yang sering menghantui. Semoga ada tindak lanjut dari perwakilan pemerintah kita, KBRI di sini terhadap kasus yang kami alami, sehingga mahasiswa kita khususnya di Mesir tidak lagi ditindas dan dilecehkan.
NB : Kisah ini disampaikan langsung oleh saudara Fathurrahman dan Muhammad Yunus (mahasiswa tingkat akhir) serta Arzil dan Tasri Sugandi (Mahasiswa baru yang datang dari tanah air pada tanggal 5 Mei 2009). Penulis menyaksikan dan melihat langsung kondisi korban di tempat kediaman mereka di kawasan Tub Romli, bersama beberapa anggota KSMR (Kelompok Study Mahasiswa Riau) dan beberapa orang KPTS (Keluarga Pelajar Tapanuli Selatan) yang hari itu turut datang menjenguk.
Wasallam. Cairo, 2 Juli 2009
eramuslim.com
Gereja Tak Laku Pemuda AS enggan Beribadah</i<
Lembaga penelitian America’s Research Group (ARG) menemukan indikasi baru bahwa kaum muda Amerika mulai meninggalkan gereja
Hidayatullah.com–Sebagaimana diberitakan Christian Today Ahad lalu, survei ARG menyatakan bahwa 95 persen kaum muda Kristen AS berusia 20-29 tahun, rutin menghadiri gereja pada saat usia sekolah dasar hingga menengah pertama.
Kemudian, hanya 55 persen kaum muda Kristen tetap menghadiri gereja saat duduk di bangku sekolah menengah atas. Dan saat mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, hanya 11 persen yang masih menghadiri gereja.
Penelitian America’s Research Group (ARG) yang bertemakan; “Mengapa kaum muda meninggalkan gereja” ini, dan kemudian diterbitkan dengan judul “Already Gone”, sangat mencengangkan gereja.
Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa 40 persen kaum muda Kristen yang hengkang dari gereja, mengaku bahwa mereka pergi karena meragukan kebenaran Alkitab saat duduk di bangku sekolah menengah pertama. Sedangkan 43,7 persen di antaranya mengatakan bahwa mereka tidak lagi memercayai kebenaran Alkitab saat duduk di bangku sekolah menengah atas.
Para kaum muda Kristen yang tak lagi ke gereja ini mengatakan bahwa mereka tidak memercayai Alkitab karena itu ditulis oleh manusia (24 persen); tidak diterjemahkan dengan tepat (18 persen); isi Alkitab banyak yang saling bertentangan (15 persen); dan tidak dapat dibuktikan secara ilmiah (14 persen).
“Generasi muda yang hilang dari gereja, membuatku sangat prihatin, baik secara pribadi maupun profesional,” tutur Ken Ham, seorang penulis, pembicara, pendiri dan Presiden dari Answers in Genesis and Young Earth, yang berdomisili di Amerika Serikat.
Ini berarti, menurut Ham, Sekolah Minggu telah gagal memperkuat keimanan dari para generasi muda Kristen. “Sekolah Minggu moderen lebih berperan membentuk moralitas dan spritualitas anak-anak—bukan iman Kristen,” keluh Ham, seraya mendorong para umat kristiani di AS untuk benar-benar mempertimbangkan hasil survei tersebut sebelum mengambil tindakan seperti ‘membubarkan’ Sekolah Minggu.
Ham mengatakan bahwa sementara para guru Sekolah Minggu mengajarkan mengenai cerita-cerita di Alkitab, anak-anak tersebut dibiarkan “sendiri” mempelajari biologi, antropologi, geologi, astronomi, dan pelbagai ilmu pengetahuan lainnya. Akibatnya, cerita-cerita di Alkitab lebih ditafsirkan sebagai “cerita dongeng” ketimbang sejarah dari peradaban manusia.
“Bagi mereka, (kisah) Alkitab tidak nyata,” terang Ham. “Di gereja, kita mengajarkan mengenai moralitas, hal-hal spiritual, hubungan sesama manusia… (tapi) tidak mengajarkan mengenai ilmu alam.”
“Siapa bilang itu bukan tugas gereja? Padahal Alkitab banyak menyinggung mengenai geologi, biologi, dan ilmu-ilmu alam lainnya,” tutur Ham prihatin. “Akibatnya kita kehilangan generasi penerus.”
Menurut pengamatan Ham, banyak pendeta dan guru Sekolah Minggu yang mengajarkan—apa yang menurut Ham—kompromisasi. “ Di mana mereka mengajarkan bahwa teori evolusi dapat dipercaya. Bahwa usia bumi sudah mencapai jutaan, bahkan miliaran tahun, bukan enam ribu tahun—seperti yang diajarkan Alkitab,” urai Ham.
Itulah mengapa, kata Ham, para kaum muda Kristen mulai mempertanyakan kesahihan Alkitab, khususnya Kitab Kejadian—sehingga mereka mulai tidak mempercayai keseluruhan isi Alkitab.
“Jika kita mengajarkan pada mereka untuk meyakini Firman Tuhan, sebagaimana mempercayai peristiwa kebangkitan dan mukjizat-mukjizat Yesus, kisah Yunus di perut ikan… tapi tidak memberitahukan kepada mereka perlunya meyakini kisah penciptaan dalam Kitab Kejadian sebagaimana mestinya—kita telah membuka pintu,” kata Ham. “Pintu untuk meragukan otoritas Alkitab,” jelas Ham.
“Kita telah membiarkan dogma sekuler humanis meracuni generasi muda Kristen Amerika. Saatnya gereja-gereja kembali pada otoritas Alkitab, yang dimulai dengan meyakini Kitab Kejadian,” pungkasnya.
Teriak Anti Zionis Malah Beli Senjata Israel
Pengamat Timur Tengah Rais Abin menilai rencana pemerintah untuk membeli Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) dari Israel terlalu berisiko karena akan menyulitkan posisi Indonesia di dunia internasional.
“Indonesia yang terkenal vokal menyuarakan kebebasan Palestina dan mengecam Israel tiba-tiba ingin membeli alutsista negara zionis tersebut akan dicap plin-plan oleh dunia,” katanya di Jakarta, Jumat.
Rais menjelaskan hubungan Indonesia dengan negara-negara lain pendukung kemerdekaan Palestina dikhawatirkan akan merenggang jika rencana pembelian alutsista tersebut jadi dilaksanakan.
Rais justru menyarankan pemerintah untuk lebih gencar menekan Amerika Serikat untuk mencabut embargo militer ke Indonesia.
“Indonesia selama ini sudah membuktikan diri aman dan terorisme bisa ditumpas sehingga AS tidak perlu khawatir persenjataan yang dijualnya ke Indonesia akan jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
Jika usaha dengan AS tidak berhasil, katanya, maka tidak ada jalan lagi selain membeli peralatan tempur dari China, Rusia atau Israel.
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI mempertanyakan kebijakan Pemerintah RI membeli senjata dari Israel karena kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik.
“Kami mendapat informasi, pemerintah RI melalui Markas Besar (Mabes) Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah menandatangani pembelian tiga unit UAV, yakni pesawat tanpa awak, buatan Merhav Corp Israel senilai 16 juta dolar AS,” ungkap anggota FPKS Mutammimul Ula.
Pembelian itu, menurut anggota Komisi I DPR RI itu, dilakukan dengan pihak “Kittal Coorporation” yang berkedudukan di Filipina melalui agennya di Indonesia.
“Pesawat-pesawat tersebut nyata-nyata buatan Israel, di mana Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara tersebut,” tegasnya.
FPKS menyatakan, penandatangan pembelian tersebut harus dibatalkan dengan cara DPR tidak memberi persetujuan pencarian uang muka sebanyak 15 persen.
Mutammimul menilai, jika Pemerintah RI bersikeras melanjutkan pembelian ini, maka rezim sekarang menentang kebijakannya sendiri, yakni kebijakan bahwa Israel adalah negara penjajah.
www.hidayatullah.com
So What Kalo Herawati Boediono Katolik ??
Keputusan PPP mendukung pasangan SBY-Boediono dengan pencermatan seksama. Partai berlambang Kabah ini juga melihat dari sisi keluarga dalam aspek agama. PPP percaya istri Boediono, Herawati seorang muslimah.
“PPP menyakini benar bahwa ibu Herawati Boediono adalah muslimah,” kata Ketua umum PPP Suryadharma Ali (SDA) di Graha Attahiriyah, Jakarta, Jumat (3/7).
Dilanjutkan SDA, isu-isu negatif dalam suasana kampanye sangat mungkin terjadi. Masyarakat diimbau tidak terpancing dengan isu-isu yang tidak jelas asal usulnya.
Di tempat yang sama, Pimpinan majelis ta’lim se-Jabodetabek, Suryani Taher menceritakan ketika dirinya mendengar isu atau gosip, Herawati ternyata Katolik. Suryani segera berkonsultasi dengan orang yang terdekat Herawati.
“Beliau mengatakan ibu Herawati seorang muslim. Memang dia tidak nampak beribadah seperti majelis ta’lim lainnya, tetapi saya katakan kepada anggota saya jika ada orang muslim atau muslimah mengkafirkan orang muslim justru dia yang kafir,” pungkasnya.
Sebelumnya isu istri Boediono beragama Katolik dinilai Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) sebagai isu yang tidak penting untuk ditampilkan kepada publik. Sebab, isu tersebut telah secara jelas mempolitisasi agama tertentu.
“Kasus itu (Herawati) mestinya tidak boleh muncul. Karena itu sebenarnya isu yang tidak penting. Mau Katolik, Protestan, Buddha. So what?” kata Sekretaris Umum PGI Richard Daulay, saat menggelar jumpa pers di gedung Center for Dialogue and Cooperation among Civilization (CDCC), Jakarta, Kamis (3/7).
Hal serupa juga diungkapkan Ketua PP Muhamadiyah Din Syamsuddin. Apabila agama dijadikan komoditas politik berarti telah mengunakan agama secara salah. “Tetapi bila pengaitan agama dan politik, dari bagaimana etika agamanya, saya rasa semua agama tidak akan keberatan,” tambahnya.
Benarkah Banjir Pada Masa Nabi Nuh…??
Para ahli dan peneliti sepakat bahwa banjir besar yang terjadi di zaman Nabi Nuh benar-benar ada. Bahkan dalam berbagai agama dan kepercayaan, termasuk kebudayaan beberapa negara, menceritakan kisah banjir besar yang melanda umat Nabi Nuh.
noahsarkHanya saja, perbedaan pendapat muncul seputar peristiwa itu. Setidaknya, ada dua hal yang hingga kini menjadi kontroversi. Pertama, benarkah banjir besar itu menenggelamkan seluruh dunia. Dan, kedua, apakah seluruh hewan yang ada di muka bumi ini naik ke kapal Nabi Nuh AS.
A. Banjir Besar Domestik
Para ahli sepakat bahwa ditenggelamkannya umat Nabi Nuh terjadi karena mereka membangkang atas ajakan Nabi Nuh untuk beriman kepada Allah SWT akibat sebuah banjir yang teramat besar. Berapa besarnya dan seberapa luasnya banjir itu melanda, inilah yang diperselisihkan.
Ada yang berpendapat, banjir besar melanda seluruh dunia. Sehingga, tidak ada satu binatang atau seorang manusia pun yang selamat, kecuali mereka yang berada di dalam kapal tersebut.
Namun, pendapat ini dibantah pihak lain. Menurut Harun Yahya, penulis buku Kisah-kisah dalam Alquran, banjir itu hanya terjadi di wilayah tertentu, tempat umat Nabi Nuh berada. Ia menegaskan, banjir Nabi Nuh terjadi hanya regional (domestik) dan tidak terjadi secara global yang menenggelamkan dunia. Ia mendasarkan pendapatnya ini dengan peristiwa yang menimpa kaum ‘Ad dan Tsamud. Sementara itu, bagi penganut Kristen dan Katolik, mereka memercayai peristiwa itu terjadi secara global. Hal ini sebagamana dimuat dalam kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang menyatakan terjadinya banjir bersifat global.
Dalam Alquran disebutkan, ketika Nabi Nuh berdoa: ”Ya Tuhanku, janganlah engkau biarkan seorang pun di antara orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya, jika engkau membiarkan orang-orang kafir itu tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.” (QS Nuh 25-27).
Namun doa itu, menurut Ibnu Katsir dalam bukunya, Qishash al-Anbiya’, menyatakan, hanya ditujukan untuk umat Nabi Nuh, bukan semuanya. Selain itu, umat yang mendiami bumi ini juga terbatas, dan belum merata seperti sekarang ini.
Menurut para ahli, banjir itu hanya menimpa daerah tertentu. Yaitu, di daerah Mesopotamia yang meliputi wilayah Turki, Iran, dan Rusia. Lantaran, daerah itu berupa cekungan raksasa yang luasnya mencapai sekitar sembilan hingga 10 juta hektare atau sekitar 70 persen dari luas pulau Jawa. Sehingga, banjir saat itu besarnya bisa disamakan seperti lautan karena puncak bukit setinggi 5000 meter tidak akan tampak pada jarak 250 km.
Dari citraan satelit, lingkup banjir pada saat perahu Nabi Nuh mendarat dapat dilacak dengan membuat garis ketinggian dengan menelusuri level yang sama dengan level di mana perahu ditemukan. Dari sana diketahui, luas area banjir sekitar empat juta hektare. Sedangkan, panjang lingkup banjir sekitar 560 km.
B. Sebagian Binatang
Sama halnya dengan banjir besar yang terjadi secara regional atau global, para ahli juga berbeda pendapat. Pendapat pertama, seluruh hewan dan binatang yang ada di muka bumi, naik ke atas kapal secara berpasang-pasangan. Pendapat kedua, menyatakan, hanya sebagian hewan yang naik ke kapal Nabi Nuh. Penjelasan mengenai agar hewan dinaikkan ‘hanya’ sepasang, telah mengindikasikan tidak semuanya dinaikkan ke kapal.
Bahkan, sejumlah pakar menyatakan, jikalau seluruh hewan dan binatang naik ke kapal, bagaimana mungkin binatang Bison yang ada di Amerika, Komodo di Indonesia, Kanguru di Australia, Panda di Cina, bisa berkumpul dalam waktu singkat ke dalam kapal Nabi Nuh. Selain itu, bagaimana mengumpulkan berbagai jenis serangga, semut, nyamuk, laba-laba, dan lainnya secara berpasangan. Sementara, umat Nabi Nuh AS belum diberi kemampuan untuk membedakan jenis kelamin serangga antara jantan dan betina. Wa Allahu A’lamu.
IslamDigest.org
Facebook Mulai Tunjukkan Watak Aslinya
Facebook mulai bikin ulah. Situs jejaring sosial yang lagi booming di kalangan masyarakat baik muda maupun tua ini, mulai menunjukkan watak aslinya yang anti dengan hal-hal yang berhubungan dengan Jihad dan Islam.
Situs jejaring sosial besutan Mark Zuckenberg ini, telah menghapus beberapa account yang selalu gencar menyuarakan Islam dan Jihad di dunia maya. Salah satunya adalah grup Cyber Jihad Community yang dibuat oleh Muhammad Jibriel Abdul Rahman (nick name Prince of Jihad) yang juga merupakan pimpinan dari Ar Rahmah Media.
Jika Irhabi 007 bisa mengguncang dunia dengan nama irhabi-nya yang mampu menembus semua jaringan situs-situs musuh, maka lain lagi dengan Prince of Jihad, selain jaringan arrahmah.com yg dimiliki olehnya, dia juga membuat beberapa grup di situs jejaring sosial facebook yang digunakannya untuk menyuarakan Islam dan Jihad serta membakar semangat para pemuda Islam.
Tak hanya profil grup yang ditendang dari komunitas facebook, administrator grup ini pun ikut menjadi korban kearoganan facebook sebagai sebuah situs ternama di dunia, termasuk account milik Muhammad Jibriel Abdul Rahman.
Grup yang telah memiliki ribuan anggota dan penggemar ini memang sangat nyaring menyuarakan Islam dan Jihad di ranah situs jejaring sosial facebook. Tak heran, para petinggi facebook merasa gerah akan sepak terjang grup ini. Mereka akhirnya menghapus grup Cyber Jihad Community dari keanggotaan facebook, tak tanggung-tanggung beserta para kru pembuat grup tersebut.
Sejak dihapusnya grup Cyber Jihad Community dan para administratornya, komentar berdatangan masuk ke account Ar Rahmah di facebook, “wah, bener2 menyedihkan. berarti facebook zionis dunk..” ujar salah satu komentar.
“Al Qur’an memang tidak pernah salah….orang kafir tidak akan ridho selamanya……” ujar komentar lain menambahkan. Bahkan ada komentar yang sangat pedas yang ditulis oleh salah satu anggota Cyber Jihad Community, “Anti-jihad wajib dibasmi!”
“Finally, it realized. see! ‘they’ cut the tongue of those who speak the truth,” komentar lain menambahkan.
Anehnya, banyak grup lain yang juga menyuarakan ideologi seperti sosialisme dan kapitalisme atau grup-grup yang menyuarakan rasisme, namun hingga kini mereka masih saja bertahan. Apakah facebook merasa takut atau terancam akan hadirnya grup Cyber Jihad Community ini?
Mungkin akan banyak komentar yang mengatakan, kenapa harus pakai Facebook yang jelas-jelas punya orang kafir dan Yahudi pula yang jelas-jelas memusuhi Islam. Justru disini kita sebagai umat Islam harus pintar memanfaatkan peluang dan sarana. Facebook yang punya musuh Islam kita manfaatkan untuk kepentingan Islam. Seperti para mujahidin Afghan yang banyak memanfaatkan peralatan militer milik Sovyet ataupun Amerika, yang digunakan untuk memerangi mereka dengan peralatan yang mereka buat sendiri.
[fq/arrahmah]
Kampanyekan Larangan Menara Masjid
Amnesti International mengecam kampanye larangan pendirian menara masjid di Swiss. Menurut badan HAM ini, larangan itu justru bertujuan untuk memicu ketakutan terhadap umat Islam dan mendorong xenofobia demi kepentingan politik.
“Inisiatif ini bertujuan untuk membela diri terhadap Islamifikasi yang marak di Swiss. Namun cara ini justru mendiskreditkan umat Islam dan mencemarkan nama baik mereka,” kata Daniel Bolomey, Ketua Amnesti International di Swiss.
Pada tahun lalu, Partai Rakyat Swiss (SVP) dan Partai Kristen berhaluan ekstrem meluncurkan kampanye melarang pembangunan menara masjid di Swiss. Partai sayap kanan mengklaim pembangunan menara bukan merupakan hal utama untuk tempat ibadah, tapi lebih sebagai simbol hukum Islam yang tidak cocok dengan sistem hukum Swiss.
Kampanye ini memicu kecaman di dunia politik Swiss. Pemerintah mengecamnya sebagai tidak konstitusional dan diskriminatif.
SVP berhasil mengumpulkan 113.000 suara untuk mendesak agar dilakukan pemungutan suara tentang larangan menara.
Berdasarkan hukum di Swiss, orang-orang yang berhak dalam pemilihan, dapat mengajukan pemungutan suara rakyat bila berhasil mengumpulkan 100.000 tanda tangan dalam waktu 18 bulan. Diperkirakan referendum akan digelar sebelum November. Referendum nasional atas isu itu akan bersifat mengikat berdasarkan sistem demokrasi langsung.
Amnesti menilai bahwa para pengkampanye ingin mengekspoitasi ketakutan terhadap muslim dan mendorong xenofobia untuk kepentingan politik.
“Bagi mereka, masalah ini tidak ada hubungannya dengan menara. Dalam realita, mereka ingin memanfaatkan ketakutan yang sudah ada di masyarakat dan mengobarkan perasaan xenofobia untuk kepentingan politik,” simpul Bolomey.
Partai Demokratik Bebas FDP berhaluan kanan tengah juga mengecam kubu kanan jauh dengan menegaskan bahwa cara itu hanya akan memicu ketakutan tak berdasar terhadap umat Muslim di Swiss. Kampanye ini sendiri juga membuat sekitar 350.000 muslim terkejut. Banyak dari mereka sudah mengajukan kampanye selama puluhan tahun agar agama mereka diakui.
Swiss adalah negara sekuler. Konstitusi setempat menjamin kebebasan berekspresi beragama. Masjid-masjid di Swiss cenderung berupa gudang tak terpakai dan pabrik.
Di seluruh negeri, hanya ada empat masjid dengan menara. Tak satu pun dari masjid ini mengumandangkan adzan. Di Bern, ibukota Swiss, masjid terbesar berdiri di atas bekas lahan parkir bawah tanah.
Islam adalah agama kedua di Swiss setelah Kristen. Namun umat Islam kerap jadi sasaran permusuhan.
[www.hidayatullah.com]
SBY: Kampanye di GBK hadirkan 200.000 Peserta Bertiket
SBY-Boediono akan mengakhiri kampanye dengan menggelar kampanye rapat umum di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Sabtu (4/7/2009). Dalam acara tersebut panitia menargetkan 200 ribu peserta akan hadir.
“Kita harapkan peserta yang hadir 200 ribu orang,” kata Sekretaris Tim Sukses SBY-Boediono Marzuki Alie kepada detikcom, Jumat (3/7/2009).
Dalam kampanye rapat umum ini, panitia menyiapkan tiket untuk peserta yang akan mengikuti jalannya kampanye agar lebih tertib.
“Pakai tiket untuk mengatur massa yang masuk. Supaya tertib saja,” kata Marzuki.
Marzuki mengatakan tidak ada acara-acara khusus yang akan menjadi pusat perhatian peserta kampanye atau pun media massa. Tidak seperti pasangan capres cawapres Mega-Prabowo sebelumnya, pasangan nomor urut satu ini menggunakan bus tingkat terbuka saat memasuki Gelora Bung Karno.
“Tidaklah, biasa-biasa saja. Kita hanya kampanye saja,” jawabnya singkat.
[detik.com]
Bukan Milik Michael Jackson Tapi Zain Bhikha
Jakarta–Kabar Michael Jackson (MJ) masuk Islam telah santer terdengar sejak akhir 2008 lalu. Ketika dia meninggal dunia, banyak orang yang mencari jejak keislamannya. Termasuk dengan menyebut bahwa lagu Give Thanks to Allah merupakan lagu Islaminya.
Di Youtube, lagu nasyid itu dengan mudah bisa ditemukan. Cukup ketik kata kunci Michael Jackson Give Thanks to Allah, keluarlah lagu itu disertai lirik. Di atas layar terdapat tulisan “Michael Jackson song islam DOWNLOAD” atau “Michael Jackson – Give Thanks To Allah”. Website penyedia lirik juga banyak yang menyebutnya sebagai lagu MJ.
Suaranya yang bening sungguh meyakinkan bahwa lagu itu memang dinyanyikan King of Pop itu. Banyak kaum Muslim yang terharu mendengarkan lagu nasyid itu di tengah kabar duka kepergian pria 50 tahun itu.
Di Indonesia, lagu ini juga cukup populer, utamanya di kalangan kaum Muslimin. Bahkan ada juga televisi dan radio yang memutarnya dengan menyebutnya sebagai lagu nasyid MJ.
Potongan syair lagu ini adalah:
Give thanks to Allah,
for the moon and the stars
prays in all day full,
what is and what was
take hold of your iman
dont givin to shaitan
oh you who believe please give thanks to Allah.
Namun usut demi usut, lagu itu bukan milik MJ. Penulis dan penyanyi lagu sederhana itu adalah Zain Bhikha yang menetap di Johannesburg, Afrika Selatan. Pria kelahiran 1974 ini sering bekerjasama dengan Yusuf Islam (nama Islam dari penyanyi Cat Stevens) dalam menelorkan album.
Zain bukannya tidak tahu lagu Give Thanks To Allah banyak disebut lagu milik MJ. Lewat blognya, Zain menyebutkan bahwa dia banyak menerima telepon dan email yang bertanya apakah benar Give Thanks to Allah dinyanyikan oleh MJ.
“Jadi untuk mengklarifikasi, Michael Jackson tidak pernah menyanyikan lagu ini. Saya menulis dan merekam Give Thanks to Allah sebagai lagu anak-anak yang sederhana beberapa tahun lalu,” tulisnya.
[detik.com]
Jihad Islam Abu Jibril dicekal Facebook
Facebook mulai bikin ulah. Situs jejaring sosial yang lagi booming di kalangan masyarakat baik muda maupun tua ini, mulai menunjukkan watak aslinya yang anti dengan hal-hal yang berhubungan dengan Jihad dan Islam.
Situs jejaring sosial besutan Mark Zuckenberg ini, telah menghapus beberapa account yang selalu gencar menyuarakan Islam dan Jihad di dunia maya. Salah satunya adalah grup Cyber Jihad Community yang dibuat oleh Muhammad Jibriel Abdul Rahman (nick name Prince of Jihad) yang juga merupakan pimpinan dari Ar Rahmah Media.
Jika Irhabi 007 bisa mengguncang dunia dengan nama irhabi-nya yang mampu menembus semua jaringan situs-situs musuh, maka lain lagi dengan Prince of Jihad, selain jaringan arrahmah.com yg dimiliki olehnya, dia juga membuat beberapa grup di situs jejaring sosial facebook yang digunakannya untuk menyuarakan Islam dan Jihad serta membakar semangat para pemuda Islam.
Tak hanya profil grup yang ditendang dari komunitas facebook, administrator grup ini pun ikut menjadi korban kearoganan facebook sebagai sebuah situs ternama di dunia, termasuk account milik Muhammad Jibriel Abdul Rahman.
Grup yang telah memiliki ribuan anggota dan penggemar ini memang sangat nyaring menyuarakan Islam dan Jihad di ranah situs jejaring sosial facebook. Tak heran, para petinggi facebook merasa gerah akan sepak terjang grup ini. Mereka akhirnya menghapus grup Cyber Jihad Community dari keanggotaan facebook, tak tanggung-tanggung beserta para kru pembuat grup tersebut.
Sejak dihapusnya grup Cyber Jihad Community dan para administratornya, komentar berdatangan masuk ke account Ar Rahmah di facebook, “wah, bener2 menyedihkan. berarti facebook zionis dunk..” ujar salah satu komentar.
“Al Qur’an memang tidak pernah salah….orang kafir tidak akan ridho selamanya……” ujar komentar lain menambahkan. Bahkan ada komentar yang sangat pedas yang ditulis oleh salah satu anggota Cyber Jihad Community, “Anti-jihad wajib dibasmi!”
“Finally, it realized. see! ‘they’ cut the tongue of those who speak the truth,” komentar lain menambahkan.
Anehnya, banyak grup lain yang juga menyuarakan ideologi seperti sosialisme dan kapitalisme atau grup-grup yang menyuarakan rasisme, namun hingga kini mereka masih saja bertahan. Apakah facebook merasa takut atau terancam akan hadirnya grup Cyber Jihad Community ini?
Mungkin akan banyak komentar yang mengatakan, kenapa harus pakai Facebook yang jelas-jelas punya orang kafir dan Yahudi pula yang jelas-jelas memusuhi Islam. Justru disini kita sebagai umat Islam harus pintar memanfaatkan peluang dan sarana. Facebook yang punya musuh Islam kita manfaatkan untuk kepentingan Islam. Seperti para mujahidin Afghan yang banyak memanfaatkan peralatan militer milik Sovyet ataupun Amerika, yang digunakan untuk memerangi mereka dengan peralatan yang mereka buat sendiri.
arrahmah
4 Juli Irena dan Arimatea Mubahallah
Maraknya pemberitaan yang mengatakan bahwa Irena Handono -mantan biarawati yang kini aktif dalam pembinaan mualaf- terlihat keluar dari gereja di Singapura, berpakaian lengkap bak biarawati, maka digelarlah konferensi pers untuk mengklarifikasi tuduhan tersebut. Acara yang diprakarsai oleh Kafala Komunika ini berlangsung Rabu (1/7) di Maroush Restaurant, Hotel Crown Semanggi Jakarta.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah ulama dan perwakilan organisasi dakwah seperti Ketua MUI KH.Cholil Ridwan, Ketua Garda Umat Islam KH. Sulaiman Zachawerus, Tokoh Daarut Tauhid Hj. Ningrum Maurice, Pimpinan Komunitas Cinta Illahi Ust. Kemal Faisal Ferik, Indonesian Comercial Jockey M. Dive Novio, dan ketua Tim Advokasi Irena Handono M. Ichsan, SH serta sejumlah ulama lainnya.
Acara bertajuk “Mengenal Mubahallah sebagai Perangkat Sumpah Tertinggi Dalam Islam, sebuah studi kasus atas fitnah ustadzah Hj. Irena Handono” ini digelar sebagai bentuk upaya penolakan Irena Handono atas fitnah yang menimpa dirinya,
“Selama ini, saya diam saja selama 150 hari”, ujarnya.
Ia juga mengatakan siap bermubahallah kepada pihak-pihak yang memfitnah dirinya. “Ishlah hanya untuk orang-orang mukmin, jika kepada orang fasik kita dituntut untuk bermubahallah, itu kata Allah”, lanjutnya.
Atas saran dari beberapa ulama, ia juga mengajukan tuntutan ke pengadilan atas tuduhan pencemaran nama baik.
Mubahallah tersebut direncanakan akan digelar di Sekretariat Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) di Bandung pada Sabtu, 4 Juli 2009.
Irena Handono merupakan muslimah mantan biarawati yang kini aktif membina para muallaf melalui yayasannya Irena Center. Ia juga aktif menulis buku-buku mengenai upaya kristenisasi dan fitnah-fitnah yang menimpa Islam.
Irena dituduh oleh Diki Chandra, sekretaris jenderal forum ARIMATEA sebagai ‘penyusup’. Tuduhan ini bermula dari pernyataan Imam Safari yang mengaku melihat Irena Handono keluar dari salah satu gereja di Singapura. Tanpa mengklarifikasi masalah ini kepada Irena Handono, Diki Chandra lalu mempublikasikan berita tersebut melalui weblog atas nama Forum ARIMATEA.
www.sabili.co.id
Ironi Mereka Minta diakui Arab Menolak
Kelompok minoritas Muslim yang tinggal di kawasan Sandzak, sebelah selatan Serbia, menginginkan diberikannya lebih banyak hak dan kemungkinan untuk mengorganisir ulang kawasan tersebut di masa desentralisasi kekuasaan di negara tersebut yang akan dilakukan di masa mendatang.
Dewan Nasional Bosnia, lembaga yang menjadi perwakilan dari kaum minoritas Muslim Sandzak, mengadopsi sebuah deklarasi yang dipaparkan kepada publik pada hari Selasa.
Lembaga tersebut juga menuntut kesetaraan hak yang lebih adil dan perwakilan yang benar-benar proporsional untuk mewakili kaum Muslim Bosnia di seluruh institusi negara.
Para pengamat mengatakan bahwa deklarasi tersebut dapat memicu perdebatan sengit, khususnya berkenaan dengan klausul yang menyebutkan Bosnia sebagai negara tumpah darah kaum Bosniak (Muslim Serbia yang menganggap Bosnia sebagai tanah tumpah darah).
Deklarasi tersebut mendesak para pejabat berwenang di Belgrade untuk benar-benar mengimplementasikan konstitusi dengan sepenuhnya dan seefisien mungkin. Demikian halnya dengan ketentuan hukum dan kewajiban internasional dalam memberikan hak-hak kaum minoritas kaum Bosniak Sandzak di Serbia.
Lembaga tersebut juga menuntut diberikannya perlindungan terhadap warisan leluhur dari kaum Bosniak dan pengenalan bahasa kaum Bosniak sebagai bahasa resmi dalam komunitas Muslim yang cukup besar tersebut.
“Tuntutan ini merupakan elemen-elemen penting dari identitas nasional kaum Bosniak di Sandzak,” demikian bunyi deklarasi tersebut.
Dengan pengecualian orang-orang Kososvo yang berdarah Albania, sebagian besar Muslim di bekas negara Yugoslavia tersebut adalah orang-orang Slav (orang Eropa Timur atau bagian Rusia yang dekat dengan Asia, mereka berbicara dalam bahasa Slavonik) yang masuk Islam selama masa kekuasaan Ottoman, mereka diberikan status kewarganegaraan sebagai Muslim oleh mendiang pemimpin komunis Jenderal Tito pada tahun 1963.
Namun setelah pecahnya negara Yugoslavia pada awal tahun 1990an, kebanyakan dari mereka lebih senang menyebut diri dengan kaum Bosniak, mereka menganggap negara tetangga Bosnia-Herzegovina sebagai tanah kelahiran mereka.
Muslim Sandzak menganggap Reiss-ul-Ulema Mustafa Ceric dari Bosnia sebagai pemimpin spiritual mereka, sementara kaum Muslim di wilayah Serbia lainnya memilih sendiri pemimpin mereka yang ditempatkan di Belgrade.
Beberapa bulan yang lalu, Muslim Albania juga menuntut pengakuan dari dunia internasional, imbauan mereka itu disampaikan dua hari sebelum Kosovo memperingati ulang tahun pertama kemerdekaannya dari Serbia.
AS dan banyak negara Eropa mengakui negara yang berpenduduk mayoritas etnik Albania yang Islam, tetapi sebagian besar negara-negara Arab belum mengakuinya. “Bagi kami sebagai orang Muslim, adalah satu kejutan bahwa dunia Arab tidak mengakui Kosovo. Kami menyerukan kepada negara-negara itu yang telah menolong rakyat Kosovo dengan bantuan kemanusiaan tahun 1999 untuk memberikan pengakuan mereka,” kata Agim Baci, salah seorang penyelenggara.
Ketika para pengungsi Kosovo memasuki Albania untuk menghindarkan pembersihan etnik oleh orang kuat Serbia Slobodan Milosevic, negara-negara Arab membangun kamp-kamp, memberikan bantuan pangan dan menampung mereka.
Pasukan NATO dan PBB memerintah Kosovo dari tahun 1999 sampai wilayah itu merdeka. Serbia yang bekas penguasa wilayah itu menganggap Kosovo sebagai tempat lahir kepercayaan ortodoknya dan berikrar tidak akan pernah mengakui kemerdekaan Kosovo.
Semakin Dekat Jecko Dimakamkan secara Islam
Michael Jackson Dikuburkan Dengan Cara Islam? – Michael Jackson telah lama diisukan memeluk agama Islam, namun kebenarannya belum bisa dibuktikan sampai saat ini. Kebenaran itu mungkin akan terjawab setelah keluarga berencana menguburkan jasad Michael Jackson dengan cara Islam.
“Keluarga mempertimbangkan melakukan penguburan mengikuti adat Muslim karena mereka percaya Michael ingin diistirahatkan dengan agama yang baru dianutnya itu,” ujar seorang sumber keluarga Jacko dikutip dari detikhot.com, Rabu (1/7/2009).
Jacko dikabarkan mulai memeluk agama Islam di akhir 2008. Ia mengaku mengagumi ajaran Islam dan mengganti namanya menjadi Mikaeel, yang tak lain juga nama salah satu malaikat di agama Islam.
“Kakak Michael, Jermaine merasa sangatlah penting untuk memakamkan saudaranya itu dengan cara Muslim,” jelas sumber.
Sebelumnya disebutkan Jacko akan dimakamkan bersamaan dengan peti matinya. Namun dalam ajaran Islam maka hanya kain kafan yang akan melapisi tubuh Jacko.
Hingga kini belum diketahui kapan persisnya jasad Jacko akan dimakamkan. Begitu pula dengan tempat yang akan dipilih keluarganya.
Spanyol “Halalkan” Kejahatan Gaza
Pengadilan Tinggi Spanyol Selasa kemarin telah membatalkan penyelidikan terhadap tujuh warga Israel, termasuk seorang mantan menteri pertahanan, atas serangan di Gaza pada tahun 2002 yang menewaskan seorang komandan Hamas serta 14 penduduk sipil.
Dalam keputusannya, pengadilan mengatakan menerima argumen dari kantor pengacara umum terhadap penyelidikan tersebut, yang menimbulkan komplain dari Israel dan membuat pemerintah Israel mengajukan ancaman akan memutuskan hubungan kerja dengan Spanyol.
Selama satu dekade terakhir, hakim-hakim Spanyol telah melakukan serangkaian investigasi tindak kriminal terhadap sejumlah figur internasional terkenal, termasuk mantan diktator Chile, Augusto Pinochet.
Meskipun mendapatkan dukungan dari kelompok-kelompok pembela HAM, pemerintah Spanyol semakin dibuat malu oleh meningkatnya jumlah target yang dipilih oleh hakim-hakimnya, termasuk beberapa pejabat senior China dan anggota pemerintahan mantan presiden Bush.
Kantor pengacara umum Spanyol mengeluarkan argumen melawan investigasi serangan Gaza, mengatakan bahwa telah ada penyelidikan di Israel tentang keputusan untuk mengebom sebuah perumahan.
Ketika itu, tentara Israel menyerbu sebuah bangunan apartemen dengan tujuan untuk membunuh Salah Shihada, salah seorang pemimpin senior Hamas. Shihada terbunuh namun rudal yang ditembakkan oleh tentara Israel ke bangunan itu juga menewaskan 14 nyawa warga sipil yang tinggal di sana, sembilan di antaranya anak-anak.
Hakim Fernando Andreu mengatakan bahwa aksi Israel itu dapat dikategorikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Ia menyebut nama beberapa tersangka yang terlibat dalam pengeboman, termasuk mantan menteri pertahanan Israel Benjamin Ben-Eliezer, dan enam pejabat dan mantan pejabat militer dan intelijen Israel. Investigasi itu pun dimulai pada bulan Januari meskipun akhirnya harus dibatalkan.
Pengadilan harus membatalkan kasus itu setelah parlemen Spanyol menyetujui undang-undang awal yang bermaksud membatasi hak-hak hakim Spanyol menginvestigasi kasus pelanggaran HAM di negara lain, terutama dalam kasus-kasus yang tidak melibatkan warga Spanyol.
Menteri luar negeri Israel, mantan anggota gerakan teroris Kach, Avigdor Lieberman, memuji keputusan itu dan mengklaim bahwa keseluruhan kasus tersebut hanyalah sebuah persoalan politik yang bertujuan mengeksploitasi sistem peradilan Spanyol.
Mantan menteri luar negeri Israel, ketua partai Kadima, Tzipi Livni, juga menyambut baik keputusan pengadilan Spanyol itu. (ri/imc/rts)
Dikutip oleh www.suaramedia.com
Heboh Ular Raksasa Masuk Kampung Warga
LHOKSUKON–Warga Desa Alue Buket, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, dihebohkan oleh hadirnya seekor ular piton berukuran besar. Ular yang panjangnya 8 meter dan berat mencapai 100 kg itu ditangkap warga desa itu, Senin (29/6) sekitar pukul 01.15, di rawa-rawa. Sebelumnya delapan ekor kambing di daerah itu hilang dan masyarakat menduga sebagai perbuatan ular tersebut.
Adanya ular tersebut berawal dari kecurigaan Ramli Rasyid (37), warga setempat yang menemukan bekas gigitan ular pada bangkai kambing miliknya, Minggu sekitar pukul 16.00. Bahkan, sebelumnya tujuh ekor kambing miliknya hilang tanpa jejak.
“Setelah menemukan bekas gigitan pada bangkai kambing, saya semakin yakin kalau delapan ekor kambing yang telah hilang sebelumnya juga dimakan ular,” tutur Ramli.
Ia pun memasang perangkap di sekitar rawa-rawa tersebut dengan mengikat bangkai kambing di sebuah pohon, dengan tujuan memastikan apakah benar ada ular di rawa itu.
Empat jam kemudian, lanjut Ramli, dengan menggunakan senter ia memeriksa perangkapnya dan menemukan bangkai kambing sudah hilang. Ia lalu pulang dan menceritakan hal tersebut kepada warga lainnya. “Tiga jam kemudian, saya bersama delapan warga mengontrol lagi perangkap yang saya pasang. Ketika tiba di lokasi, saya sangat terkejut melihat sekor ularjenis piton sedang menelan kambing yang ada di perangkap itu,” kata Ramli.
Karena telah memangsa banyak ternak warga, katanya, ia bersama delapan warga nekat menangkap binatang tersebut. Warga berhasil menangkapnya setelah mulut binatang itu disumpal dengan jaket. “Lalu, ular itu kami bawa ke rumah saya dan sekarang mulutnya masih diikat dengan tali karena terlihat sangat liar,” ujar Ramli.
Suasana di Balik Kamera Debat Capres
Usai Mengkritik, JK Menyalami Boediono
Debat capres putaran kedua di Metro TV pada Kamis lalu (25/6) berlangsung sangat cair dan penuh kritik. Misalnya, JK yang mengkritik SBY dan Boediono. Apa yang mereka lakukan saat debat jeda karena tayangan iklan?
AGUNG PUTU ISKANDAR, Jakarta
—
DI TENGAH serunya debat, JK tiba-tiba mengkritik Boediono soal proyek pembangunan pembangkit listrik 10.000 megawatt. ”Itu dulu pernah ditolak sama Pak Boediono,” ujarnya sambil memandang Boediono yang juga hadir di studio. Mantan gubernur BI itu pun hanya tersenyum kecil.
Namun, begitu break untuk jeda iklan, JK spontan mendatangi Boediono. Dia lantas mengulurkan tangan mengajak Boediono bersalaman. ”Maaf Pak, ya,” ujar JK sambil tersenyum. Boediono menyambut uluran tangan tersebut. Seisi studio Metro TV pun bertepuk tangan.
Itulah salah satu penggalan ajang debat yang tidak ditayangkan televisi. Pada saat jeda karena iklan tersebut, mereka berusaha menghilangkan ”permusuhan dan persaingan” seperti saat mereka berdebat. Tak hanya itu. Seperti pemain bola yang sedang istirahat, mereka mengisi waktu sempit tersebut untuk berdikusi dengan para penasihatnya untuk mengatur strategi.
Kubu SBY dan JK terus sibuk. Penasihat pencitraan keduanya tak pernah berhenti mendampingi. Choel Mallarangeng bahkan rela tak duduk selama dua jam acara. Dia terus berdiri di samping kursi SBY. Begitu pula Ipang Wahid, konsultan pencitraan JK, terus memberikan masukan tiap kali break iklan. Dia pun tak sungkan meluruskan peci JK yang sering miring.
Keakraban SBY dan JK semakin terasa ketika Surya Paloh datang ke studio. Bos Metro TV itu memasuki areal panggung dan menyalami sejumlah tokoh yang hadir. Ketua dewan pembina DPP Partai Golkar itu lantas didatangi SBY. Mereka berbincang akrab. Tak lama kemudian, JK menyusul. Mereka bertiga berbincang akrab seperti tidak terpengaruh oleh perdebatan mereka di depan kamera.
Yang tampak menyendiri justru Megawati. Pasangan cawapres Prabowo Subianto itu terlihat menyendiri dari keakraban SBY, Boediono, dan JK. Setelah tampil di depan kamera, SBY berusaha mengakrabi ketua umum DPP PDI Perjuangan tersebut dengan mempersilakannya duduk. Namun, Mega tak pernah menanggapi.
Dalam acara debat itu, setiap capres malah mengusung bala bantuan suporter yang cukup besar. Dari kubu Megawati, ada Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Sekjen Pramono Anung. Hanya, Prabowo Subianto yang menjadi cawapresnya tidak hadir.
JK juga membawa rombongan pejabat teras Partai Golkar yang memadati tribun pendukung. Di antaranya, Ketua Tim Kampanye Nasional Fachmi Idris, Ketua DPP Burhanuddin Napitupulu, Priyo Budi Santoso, Sekjen Soemarsono, dan Fuad Bawazier. Hanya cawpres Wiranto yang tak terlihat.
Yang terlihat full team hanya capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia datang bersama cawapres Boediono. Selain itu, Ketua Tim Sukses Nasional Hatta Rajasa datang. Begitu juga first lady Any Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono.
[batampos.com]
Konflik Arimatea VS Irena Mereka Bersorak
Konflik antara Diki Candra dari lembaga Arimatea dengan Irena Handono sepertinya tak lagi bisa dibendung. Setelah kemarin kubu Diki melangsungkan konfrensi pers, hari ini (Rabu 1/7) kubu Irena yang mengundang wartawan untuk menyampaikan klarifikasi sekaligus penegasan soal langkah Irena untuk mengajak kubu Diki melakukan mubahalah.
Mubahalah, menurut KH Khalil Ridwan yang turut hadir di acara ini, merupakan salah satu sunnah Rasulullah saw. ketika dua pihak yang berseteru ingin menentukan siapa yang benar. Dan masing-masing pihak menyertakan keluarga mereka untuk siap mendapat murka Allah berupa adzabNya jika ternyata berada di pihak yang salah. “Ini pernah dilakukan Rasulullah terhadap dua orang nashara dari Najran yang merasa bahwa Rasul salah dalam soal agama. Ternyata, dua orang Najran itu mengundurkan diri karena takut,” jelas Ustadz Khalil yang juga salah seorang ketua Majelis Ulama Indonesia.
Dari pihak Diki, seperti yang tergambar dalam rekaman video yang diputar di acara Irena ini, ajakan mubahalah ini siap untuk ia ikuti.
Sedianya, mubahalah akan dilangsungkan pada tanggal 4 Juli mendatang di salah satu masjid di Bandung. Siap sebagai pengarah acara mubahalah ini adalah Ustadz Athian Ali yang sudah dikonfirmasi oleh pihak Irena Handono.
Kronologi konflik antara Diki Candra dengan Irena Handono yang keduanya sama-sama bergerak dalam lembaga kristologi dengan istitusi yang berbeda bermula dari surat pernyataan seseorang yang bernama Imam Safari. Pada tanggal 13 September 2008, Imam menandatangani sebuah surat pernyataan yang menyatakan bahwa ia melihat Irena Handono keluar dari sebuah gereja di Singapura dan mengenakan busana layaknya seorang biarawati. Dan surat pernyataan ini pun dipublikasi di website Arimatea.
Sejak itu, berbagai pihak termasuk salah seorang pengurus Majelis Ulama Indonesia melakukan konfirmasi kepada Irena. Apa benar Irena murtad? Bahkan, tuduhan tidak sekedar itu, malah berkembang menjadi intrik-intrik. Bahwa, Irena dituduh sebagai penyusup dan mempunyai sebuah misi untuk sengaja dimasukkan ke dalam kelompok Islam oleh pihak-pihak tertentu.
Akibat isu ini, beberapa mualaf yang memang sangat gandrung dengan ceramah-ceramah Irena Handono mulai mengalami goncangan. Bahkan, dua orang remaja yang baru masuk Islam, karena menemukan isu ini, dilaporkan kembali ke agama lama mereka alias murtad. “Akibat isu ini, saya dapat kabar bahwa dua remaja kembali ke agama lama mereka,” ujar Irena dengan nada miris.
Setelah seratus lima puluh hari pihak Irena diam terhadap tuduhan dan isu ini, akhirnya pada Mei lalu, tim pengacara Irena mengadukan Diki Candra selaku Sekjen Lembaga Arimatea dan seseorang yang bernama Imam Safari ke pihak polisi atas tuduhan pencemaran nama baik.
Sebelumnya, beberapa pihak dari lembaga dakwah Islam juga melakukan tabayun dan ishlah terhadap kedua belah pihak. Sayangnya, upaya ini mengalami jalan buntu. Atas nasihat dari beberapa ustadz, di antaranya KH Khalil Ridwan dan Athian Ali, akhirnya jalan mubahalah ini diambil.
Beberapa tokoh hadir di acara konferensi pers oleh pihak Irena Handono untuk memberikan kesaksian tentang pribadi Irena yang tidak mungkin seperti yang dituduhkan oleh isu tersebut. Di antara mereka Ningrum Maurice dari Daarut Tauhid, Nurdiyati Akma dari Muslimah Peduli Umat, Ratna Zuhry dari Komunitas Muslimah untuk Kajian Islam, Kemal Faisal Ferik dari Komunitas Cinta Ilahi, dan KH Sulaiman Zachawerus dari Garda Umat Islam.
www.eramuslim.com
Kakek 71 Tahun Dihukum 150 Tahun Penjara
Gara-gara terlalu banyak korban yang ditipu mulai dari perusahaan raksasa sampai rakyat jelata, seorang mantan pemimpin sebuah perusahaan bursa saham di Amerika yang juga keturunan yahudi dihukum penjara selama 150 tahun.
Oleh hakim Amerika Denny Chin, Bernard Madoff terbukti bersalah telah menipu sejumlah investor. Kerugian yang dialami para investor nilainya sangat fantastis yaitu 65 miliar dolar AS. Setelah vonis hukuman dijatuhkan kepada Bernard, pengacara Madoff langsung meminta keringanan hukuman. Dia meminta hakim menghukumnya selama 12 tahun penjara, bukan 150 tahun dengan alasan usia kliennya sudah uzur.
Para pengunjung yang mengikuti secara seksama proses persidangan terhadap Bernard menyambut gembira keputusan itu. Hukuman itu dianggap setimpal dengan kejahatan yang dilakukan Bernard. Ternyata tidak saja investor yang menjadi korbannya. Sutradara kenamaan yang sukses menggarap film Jurasic Park juga menjadi korbannya. Bernard juga sukses menipu Bank HSBC. Kerugian yang diderita pun tak tanggung-tanggung sekitar 1 miliar dolar AS. Dia pun sukses menipu Bank Royal, Man Group dan Japan Nomura.
Bernard memang keterlaluan. Dia tidak saja menipu perusahaan raksasa saja tapi juga para guru, petani, mekanik dan banyak lagi yang kehilangan uangnya akibat akal bulus Bernard. Ironisnya, hasil tipu menipunya itu hanya dinikmatinya sendiri. Istrinya Madoffs Ruth Alpern Madoff hanya disisakan sebesar 2,5 juta dolar AS untuk membiayai dua anaknya Mark Madoff dan Andrew Madoff.
Gereja Bebas Khutbah Masjid Diseleksi
Sebuah kontroversi di Jerman beberapa tahun lalu mengenai sebuah website yang dibiayai oleh pajak yang menampilkan hal-hal yang bermuatan Islam telah memudar dan para penyiar kini ingin tahu apakah spiritualitas Islami dibolehkan di radio Jerman. Sulit membayangkan suatu awal yang lebih hati-hati untuk membahas keyakinan Islam dalam siaran radio Jerman.
Untuk mendengarkan khotbah pendek, yang diluncurkan pada 2007, pendengar harus mengunjungi sebuah website dan mengunduh file audio atau video tentang topik-topik Islami, karena topik-topik tersebut tidak disiarkan melalui siaran radio atau televisi sama sekali.
Khotbah sepanjang lima menit itu dikeluarkan oleh perusahaan penyiaran Suedwestrundfunk (SWR) tiap satu bulan sekali dan mengandung bimbingan-bimbingan spiritual yang nonkontroversial dari panel yang terdiri atas empat penulis Muslim, semuanya merupakan lulusan universitas Jerman.
Mereka menulis teks khotbah yang isinya diedit oleh staf penyiaran dan kemudian dibacakan keras-keras oleh para penyiar profesional Jerman.
SWR mengatakan bahwa khotbah-khotbah itu diunduh lebih dari 50.000 kali tiap bulan.
Satu-satunya konten lain yang ditujukan pada umat Muslim dalam siaran publik Jerman adalah forum televisi nasional ZDF yang dimulai tahun 2007.
Forum itu berisi video-video wawancara oleh jurnalis ZDF dengan sejumlah intelektual Muslim mengenai berbagai topik, termasuk Islam politik.
Serial-serial ZDF umumnya tidak sependapat dengan pandangan kalangan konservatif relijius.
Video-video ZDF yang berdurasi 10 menit itu tidak disiarkan secara langsung namun harus ditonton melalui website ZDF, seperti halnya SWR.
Baik SWR maupun ZDF keduanya dibiayai oleh pajak televisi dan komputer pribadi.
Di tahun 2007, banyak masyarakat Jerman yang menentang rencana penggunaan uang pajak mereka ke Khotbah Jumat di SWR, sebuah radio keluarga dan stasiun televisi di wilayah Stuttgart.
Sejumlah warga nasrani memandangnya sebagai sebuah penghinaan terhadap keyakinan mereka. Sedangkan kelompok Yahudi menuntut keistimewaan yang sama, dan itu telah mereka dapatkan.
Dalam sebuah seminar di bulan Juni yang meninjau ulang layanan khotbah online itu, staf editorial mengakui bahwa mereka masih melangkah dengan sangat hati-hati.
Seminar itu dipandu oleh seorang uskup Katolik dari Stuttgart, Gebhard Fuerst.
Pembenaran uskup Fuerst terhadap khotbah online itu mungkin setengah mencerminkan usulan terbaru dari petinggi Vatikan bahwa gereja Katolik dan Islam harus bekerjasama dalam melawan tumbuhnya ateisme dn mempertahankan hak-hak komunitas relijius.
Ia juga mengkritik pemerintah Jerman yang menyeleksi para penulis khotbah Islam.
Gereja Kristen memiliki kebebasan penuh dalam memilih pengkhotbahnya untuk acara serupa di radio.
Uskup Fuerst menyarankan SWR untuk mempelajari apakah umat Muslim benar-benar menyukai isi khotbah mereka.
“Tidak ada penilaian kualitatif mengenai pendapat para pendengar tentang mereka,” ujarnya.
Itu artinya terbuka terhadap pertanyaan apakah isi khotbahnya sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran empat juta orang penduduk Muslim Jerman.
Di luar kritik-kritik itu, para akademisi yang menghadiri seminar itu sepakat bahwa langkah pertama yang diambil SWR itu merupakan sesuatu yang bagus.
Sebagian besar dari 25 khotbah yang direkam sejauh ini menekankan bahwa Muslim harus menjadi warga negara Jerman yang baik. Dalam khotbah terbaru contohnya, Bekir Alboga dari masjid Turki menyatakan, “Agama kita mewajibkan kita umat Muslim untuk menaati peraturan hukum dari negara di mana kita tinggal.”
Joerg Imran Schroeter, pengajar studi Islam di Universitas Freiburg, mengatakan bahwa program layanan itu sangat membantu menangkal sentimen anti-Islam di Jerman.
Bernhard Hermann, direktur radio di SWR, berkata dalam seminar, “Hal yang aneh adalah kami merupakan satu-satunya perusahaan penyiaran publik di kawasan yang menawarkan hal semacam ini.”
Ketika ditanya apakah ia dapat membayangkan para imam berkhotbah dengan kata-katanya sendiri, tidak dengan menyerahkan teksnya untuk disaring oleh editorial SWR, ia mengatakan bahwa hal itu hanya akan terwujud jika Islam dimasukkan dalam konstitusi Jerman layaknya sebuah badan atau organisasi, seperti gereja.
Dikutip oleh www.suaramedia.com
KartunHelm Al Zaytoun Buat AS Berang
Sementara presiden AS Barack Obama asyik saling memuji dengan sekutunya Arab saudi atas sejarah panjang persahabatan mereka dan hubungan strategis kedua negara, beberapa pejabat resmi negara As secara pribadi malah tidak senang terhadap Saudi.
Sebuah film kartun yang dibuat oleh seorang produser film Saudi bernama Osama Khalifah yang berjudul “Helm Al Zaytoun” atau “The Olive Dream” lah yang menyebabkan para pejabat AS merasa kecewa terhadap Saudi. Pasalnya di film tersebut menyalahkan “kelompok Zionis Israel’ atas penderitaan yang dialami oleh rakyat Palestina.
“Penggambaran tentang peristiwa Nakba tahun 1948 dan penderitaan rakyat Palestina telah lama menjadi pemicu tindak kekerasan dan sentimen anti-Amerika,”kata sebuah pernyataan dari departemen resmi kenegaraan AS yang tertulis bertanggal 16 Juni dengan judul “Counterterrrorism Communication Alert”. “Sebagaimana tindakan yang dilakukan oleh pemerintah AS selama ini untuk mendorong proses perdamaian antara Israel – Palestina, film kartun tersebut menjadi kendala yang signifikan untuk pembentukan opini kepada masyarakat Arab.
Namun produser film Saudi mengklaim bahwa film yang dia bikin dimaksudkan untuk mengajarkan dan menjelaskan kepada anak-anak tentang persoalan Palestina dari sudut pandang para pengungsi Palestina, serta memberikan nuansa baru persoalan tersebut kepada generasi baru anak-anak muda Arab dan umat Islam secara umum.
Departemen resmi negara AS memberi peringatan dalam memo berlabel “OFFICIAL USE ONLY” dalam mensikapi film kartun tersebut.
“Helm Al Zaytoun” atau “The Olive Dream” menurut pejabat AS hanya akan memanaskan situasi yang memang telah panas antara rakyat Palestina dengan Israel, dan hanya membangkitkan semangat anti-semit. Dalam film tersebut digambarkan seorang anak gadis Arab yang menyaksikan peristiwa Nakba 1948 dimana dengan mata kepalanya sendiri, ayahnya dibunuh oleh ‘gerombolan Zionis Israel’ yang datang untuk menjajah tanah Palestina.
Osama Khalifa sang produser film mengatakan bahwa film ini bertujuan untuk mengenalkan kepada anak-anak tentang persoalan warga Palestina di pengungsian dari perspektif geografi dan keagamaan. Dalam film ini juga ditampilkan sebuah adegan peperangan dimana militer Zionis Israel memborbardir warga sipil Palestina dan kemudian anak-anak muda Palestina berjuang untuk membalas serangan tersebut dengan dilatari lagu yang menyemangati mereka.
Adegan dalam film animasi yang membuat semakin ‘gerah’ dan geramnya pejabat AS adalah sewaktu dalam film itu menceritakan seorang anak Yahudi dengan gagahnya membunuh seorang laki-laki Arab di depan keluarganya. Dan bapak dari anak Yahudi tersebut mengatakan kepada anaknya dengan pujian bahwa dia telah menjadi seorang laki-laki sejati dengan membunuh seorang Arab.
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah