Dianggap telah menodai agama, Jazuli yang merupakan warga Probolinggo diamankan polisi. Dia dilaporkan masyarakat karena nekat menyobel-nyobek Alquran dan mendudukinya.
Jazuli dijemput polisi di kediamannya pada Jumat (31/7) sekitar pukul 00:15 WIB. Polisi menangkapnya dibantu oleh warga desa. Bapak 5 anak ini selanjutnya dibawa ke mapolres untuk diperiksa.
Jazuli dilaporkan oleh beberapa tokoh FUIB (Forum Umat Islam Bersatu) Probolinggo, karena telah menyobek Alquran, mendudukinya, sekaligus (maaf) berniat hendak mengkentuti Alquran. Lebih dari itu, pria yang belakangan diketahui menganut ilmu kejawen ini, juga disebut-sebut menantang ke Esaan Allah SWT.
“Dia bilang Allah tidak ada. Mana Allah, kalau ada saya culek matanya, dan saya sobek mulutnya,” ujar Sukandar, warga sekitar rumah Jazuli, seraya menirukan ucapan Jazuli.
Ditambahkannya, pernyataan Jazuli, menantang Allah SWT sekaligus mengeluarkan kata-kata tak patut itu, juga diucapkan di muka umum.
Ketua PCNU Kraksaan, Probolinggo, KH As’ad Abu Hasan, meminta masyarakat Probolinggo, tidak main hakim sendiri terkait kasus dugaan pelecehan Al Quran.
Menurutnya, PCNU tetap akan bersikap keras terhadap tindakan pelaku. Namun demikian cara yang akan digunakan tetap menempuh jalur hukum. “Kami saat ini masih mengumpulkan bukti dan keterangan. Setelah lengkap baru kami akan selesaikan lewat jalur hukum,” katanya, Jumat (31/7/2009).
Kiai As’ad berharap, masyarakat hendaknya tetap berpijak pada akal dan pikiran yang jernih. “Kami semua umat Islam merasa telah dilecehkan dengan sangat kasar. Tapi saya imbau masyarakat tetap santun menghukum pelaku. Dan untuk aparat yang berwajib, jangan coba-coba menyepelekan masalah ini,” tegasnya.
MWC NU juga berjanji akan mengamankan seluruh umat Islam di Kabupaten Probolinggo, agar tidak terjebak konflik horisontal pasca terjadinya pelecehan Al Quran. “Kami akan amankan seluruh ummat Islam agar tidak bertindak anarkis. Sekali lagi kami tempuh jalur hukum,” pungkasnya.
Saat berita ini diturunkan, sejumlah anggota MWC NU Kabupaten Probolinggo, sedang melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi. Tim yang dipimpin Rois Syuriah, KH Siyabuddin, ini melakukan investigasi di mapolres dan sekitar rumah pelaku.
Dilain pihak, Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Sunardi Riyono, menyatakan masih medalami kasus tersebut. “Jazuli, masih kita amankan. Kita masih mendalami kasusnya,” katanya.
Ketua PCNU Kraksaan, Probolinggo, KH As’ad Abu Hasan, meminta masyarakat Probolinggo, tidak main hakim sendiri terkait kasus dugaan pelecehan Al Quran.
Menurutnya, PCNU tetap akan bersikap keras terhadap tindakan pelaku. Namun demikian cara yang akan digunakan tetap menempuh jalur hukum. “Kami saat ini masih mengumpulkan bukti dan keterangan. Setelah lengkap baru kami akan selesaikan lewat jalur hukum,” katanya, Jumat (31/7/2009).
Kiai As’ad berharap, masyarakat hendaknya tetap berpijak pada akal dan pikiran yang jernih. “Kami semua umat Islam merasa telah dilecehkan dengan sangat kasar. Tapi saya imbau masyarakat tetap santun menghukum pelaku. Dan untuk aparat yang berwajib, jangan coba-coba menyepelekan masalah ini,” tegasnya.
MWC NU juga berjanji akan mengamankan seluruh umat Islam di Kabupaten Probolinggo, agar tidak terjebak konflik horisontal pasca terjadinya pelecehan Al Quran. “Kami akan amankan seluruh ummat Islam agar tidak bertindak anarkis. Sekali lagi kami tempuh jalur hukum,” pungkasnya.
Saat berita ini diturunkan, sejumlah anggota MWC NU Kabupaten Probolinggo, sedang melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi. Tim yang dipimpin Rois Syuriah, KH Siyabuddin, ini melakukan investigasi di mapolres dan sekitar rumah pelaku.
Dilain pihak, Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Sunardi Riyono, menyatakan masih medalami kasus tersebut. “Jazuli, masih kita amankan. Kita masih mendalami kasusnya,” katanya.
Jazuli, pria yang diketahui menyobek, menduduki, dan hendak mengkentuti Kitab Suci Al Quran, serta disebut-sebut menantang ke-Esa-an Allah SWT, akhirnya menjalani pemeriksaan di Mapolres Probolinggo hingga Jumat (31/7/2009) pagi.
Dihadapan polisi, pria yang mengalami kelumpuhan pada kaki kanannya ini nampak pasrah. Jelas terlihat diraut wajahnya rasa penyesalan.
Dijumpai beritajatim.com disela-sela pemeriksaan, Jazuli, mengakui semua perbuatannya. Namun ia berdalih, semua perbuatan yang ia lakukan tak lain hanyalah sekedar iseng. “Saya guyonan kok. Saya juga ndak menduga kalau guyonan saya berbuah penangkapan terhadap saya,” katanya.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang tambal dan penjual ban sepeda motor ini juga mengaku beraliran kejawen. “Kalau saya dikatakan serius dalam peristiwa itu tentu tidak. Tapi memang saya menganut ilmu kejawen,” sambungnya singkat.
Untuk sementara, tak banyak yang bisa dikorek dari Jazuli. Polisi menyatakan, usai pemeriksaan nanti wartawan dipersilahkan mengajukan berbagai pertanyaan kepada yang bersangkutan.
“Nanti lagi wawancaranya. Sekarang kita periksa dulu,” ujar Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Sunardi Riyono, seraya mengahalau beritajatim.com dari ruang pemeriksaan I Polres Probolinggo.
Warga Cirebon Ngaku Isa Almasih Percaya ??
Diposting Pada 31 Jul 2009
Seorang warga Cirebon mengaku sebagai Isa Almasih. Tak tanggung-tanggung, pria bernama Ivan Santoso, warga Permata Harjamukti Kota Cirebon ini juga mengaku dirinya baru turun dari langit.
Rabu (29/7) siang, dengaan ditemani ketua RT 1 Edi Junaedi (60), Radar Cirebon (Grup JPNN) mendatangi kediaman Ivan di blok C8 No 18, komplek Permata Harjamukti. Menurut keterangan Edi, Ivan tinggal sendirian setelah beberapa tahun sebelumnya dicerai oleh sang istri yang telah memberinya dua anak.
Jemuran pakaian dalam berjaga di pintu masuk, pagar rumah Ivan. Di kaca tertempel pengumuman dikontrakan dan keterangan penerima zakat (amil zakat). Diberi salam sebanyak dua kali, tuan rumah keluar mengenakan baju koko dan celana pendek. Rambutnya gondrong dengan janggut lebat.
Ivan mempersilahkan kami masuk. Didinding rumah berjejer aneka kopiah dan kerudung yang masih berbungkus plastik seperti barang dagangan. Sambil melinting rokok klobot, Ivan berkenan berbincang dengan Radar.
Ia mengungkapkan mengapa mau jadi amil zakat, padahal sesuai ketentuan amil zakat mestilah dalam bentuk sebuah lembaga atau kelompok masyarakat, bukan perorangan, ialah karena selama ini konsep amil zakat yang beredar tidak sesuai dengan Alquran.
“Amil zakat di negara ini keliru, karenanya saya ingin buat amil zakat sendiri. Tidak masalah sendirian juga. Amil zakat yang ada sekarang tidak sesuai dengan tuntunan Alquran, masa zakat hanya 2,5 persen dipukul rata baik buat yang kaya maupun miskin, kan tidak begitu,” katanya.
Setelah terlihat merasa nyaman mau berbicara dalam suasana hangat, Radar kemudian menyinggung foto diri Ivan yang dibawahnya diberi keterangan Isa Almasih putera Maryam. Tanpa basa-basi, Ivan menegaskan bila dirinya memang Isa Almasih yang diutus Tuhan untuk membuktikan kebenaran bila umat manusia harus mengikutinya.
“Saya ini memang Isa Almasih putera Maryam, bahkan sejak bayi saya sudah bisa berbicara pada siapapun. Ruh saya adalah kudus, suci. Kalau ternyata ada kesalahan yang saya perbuat, maka sejatinya itu bukan dari dalam diri saya, tapi akibat kesalahan manusia-manusia jahat yang ada disekeliling saya,” terangnya.
Ivan mengisahkan bila ia lahir antara tahun 1966-1977 di puncak pegunungan Himalaya. Beranjak dewasa ia mengaku diangkat Tuhan untuk bertugas di langit membantu kebutuhan bumi. “Karena itu, saya selalu dekat dengan Jibril dan Mikail,” selorohnya.
Setelah cukup tinggal di langit, tutur Ivan, beberapa tahun lalu dirinya ditanya oleh Tuhan apakah mau tinggal di bumi dan ia pun menyanggupi. Ivan mengaku turun ke bumi sempat tinggal di Cina, Jepang, Korea, Eropa dan akhirnya terbang ke Cirebon.
Ditanya apakah selama ini sebagai yang merasa utusan Tuhan memiliki pengikut, dengan raut sedih Ivan menyebutkan pengikutnya banyak termasuk presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hanya saja, ungkapnya, seiring waktu semua pengikut banyak yang tidak setia hingga akhirnya khianat.
“Saya akan tetap berdakwah sebagai Isa Almasih. Harusnya semua orang mengakui saya, saya adalah Isa Almasih,” tegas Ivan menutup pembicaraan.
Menurut keterangan Edi, Ivan tinggal di Permata sejak 1999. Beberapa tahun terakhir Ivan mempelajari buku kajian pendalaman agama tanpa seorang guru. Entah kenapa sejak saat itu perilakunya mulai aneh.
“Ivan kerap mengurung diri dalam rumah. Kalaupun berinteraksi dengan tetangga, ia selalu berbicara mengatasnamakan utusan Tuhan. Bahkan sikapnya yang aneh ditunjukan dengan menyatakan kalau kiblat di masjid lingkungan kami salah dan mesti diubah,” ucapnya.
Edi menerangkan ulah keseharian Ivan sejauh ini dari tetanga dekatnya, cukup meresahkan. Diantaranya bila seharian dirumah, Ivan selalu menyetel murottal Alquran dengan volume keras mulai pagi ke pagi lagi.
“Warga kami sudah menilai Ivan kurang waras, jadi ngomongnya ngelantur kemana-mana. Memang dalam berkomunikasi ia masih lancar saja, tapi yang dibicarakan tidak jelas. Saya kira Ivan stres karena dicerai istrinya yang tidak tahan hidup bersama dia,” tandasnya.
Disinggung apakah ada rencana warga memberi tindakan atas kelakuan Ivan yang telah meresahkan tersebut, Edi enggan berkomentar lebih lanjut
Menurut warga sekitar, Ivan yang mengaku Isa Almasih ini ternyata telah menyebarkan selebaran. Namun, warga justru melihat Ivan sebagai orang stres.
“Ia cuma nyebarin selebaran, ajakan yang menyatakan dia (Ivan) sebagai Isa Almasih. Ya, nggak ada ya, soalnya kami hanya menanggap dia orang stres saja,” kata salah satu warga Harjamukti.
Sementara, Ketua MUI Kota Cirebon Machfudz Bakri mengatakan, pengakuan Ivan tersebut sebagai kebohongan sehingga tidak perlu dipercaya.
“Isa Almasih putra Maryam memang benar, tetapi yang turun dari langit sekarang ini kebenarannya tidak bisa kita percayai,” jelas Machfudz.
Dengan adanya warga yang mengaku Isa Almasih ini, MUI berharap agar pihak terkait segera mengamankan orang tersebut, dan memeriksanya termasuk kemungkinan adanya kemungkinan gangguan kejiwaan.
Menhan Denmark Tegaskan Larangan Jilbab
Diposting Pada 31 Jul 2009
Masalah jilbab kembali mencuat di Eropa. Setelah dua negara besar Eropa yaitu Prancis dan Jerman baru-baru ini digegerkan oleh masalah busana Muslimah itu, kini giliran Denmark yang tengah digoncang isu tersebut.
Menteri Pertahanan Denmark Sorin Jad menegaskan pihaknya menolak dan melarang para serdadu perempuan yang tengah mengikuti wajib militer di negerinya yang kedapatan memakai jilbab. Jad menyampaikan penolakannya dalam jumpa pers yang digelar pada Kamis (30/7) kemarin di Kopenhagen.
“Kami tidak menyetujui dibolehkannya pemakaian jilbab pada seragam militer,” terang Jad seusai menghadiri rapat parlemen. Jad juga menegaskan, maksud ucapannya ini juga mencakup Dewan Keamanan Negara.
Pernyataan Jad tersebut dikeluarkan menyusul aksi seorang anggota Dewan Keamanan Negara, Maria Molly, yang memakai jilbab dengan warna yang sama dengan seragam yang tengah dipakainya ketika ia bertugas.
Kejadian tersebut segera memicu kontroversi dalam skala yang luas di Denmark, baik di media-media atau pun di lingkungan partai politik.
eramuslim
Maria (27) adalah seorang Muslimah berkewarganegaraan Denmark yang semula dipandang sebagai tipe suksesnya program pola interaksi positif antara masyartakat Denmark dengan pihak Muslim.
Sebelumnya, pemerintahan Denmark juga melarang para hakim dan pegawai kehakiman untuk mengenakan pakaian serupa. Putusan ini dikeluarkan menyusul desakan dari Partai Rakyat Kanan yang berhaluan konservatif.
Al-Qassam Menyerang Pasukan Infanteri Israel
Diposting Pada 31 Jul 2009
Brigade Izzuddin Al-Qassam sayap militer gerakan Hamas mengklaim mereka telah menembakkan empat mortir ke sebuah target Israel di dekat pusat jalur Gaza pada hari Rabu kemarin, satu hari setelah pimpinan Hamas Khalid Misy’al mengatakan kepada Times bahwa akan ada penghentian tembakan.
Al-Qassam mengatakan dalam sebuah pernyataannya bahwa empat mortir yang ditembakkan dengan sasaran unit pasukan infanteri Israel yang mencoba masuk ke wilayah Wadi Abu Qatron, sebelah timur kamp Al-Bureij di jalur Gaza.
Berbeda dengan laporan radio militer Israel yang melaporkan bahwa mortir tersebut mendarat di seluruh wilayah perbatasan Israel.
Menurut statemen brigade Al-Qassam pada Selasa yang lalu, mengatakan bahwa tembakan mortir akan terus datang untuk menegaskan bahwa perlawanan para pejuang Palestina akan terus berlanjut untuk mempertahankan tanah Palestina dari agresi Zionis Israel.
Menanti Wajib Jilbab Di Bangkalan
Diposting Pada 30 Jul 2009
Usulan wajib busana muslim (jilbab) yang diusung oleh PCNU Bangkalan, untuk bisa masuk dalam draf rancangan peraturan daerah (raperda), mendapat sambutan positif dan didukung oleh kalangan luas. Adanya usulan tersebut dinilai sangat cocok dengan iklim Bangkalan, yang merupakan ikon kota santri.
Koordinator Daerah (Korda) Badan Silaturahmi Ulama Madura (Basra), Kabupaten Bangkalan, KH Imam Bukhori Kholil menyatakan, usulan NU untuk memasukkan wajib jilbab dalam raperda harus diapresiasi oleh seluruh kalangan, baik itu ulama dan umara yang ada di kabupaten Bangkalan.
“Selain untuk mempertegas jati diri kota santri, usulan tersebut juga demi kemaslahatan umat,” ujarnya.
Pria yang akrab dipanggil Ra Imam ini menjelaskan, tidak ada alasan untuk mengeyampingkan atau bahkan cuek dengan usulan NU tersebut. Apalagi, situasi kekinian dunia pendidikan di kabupaten Bangkalan, banyak yang menyimpang dari norma agama, khususnya dalam masalah busana yang dipakai.
Banyak kalangan siswi yang sudah masuk usia akil baligh, usia sembilan tahun keatas, masih menggunakan seragam yang kurang tepat dari sisi norma agama. Demikian juga di kalangan karyawati yang bekerja di lembaga pemerintahan, terlihat banyak yang mengumbar aurat.
“Dukungan untuk wajib jilbab, akan kami kawal hingga tuntas. Apalagi merupakan usulan kalangan NU dan para ulama,” tambahnya.
Pengasuh pondok pesantren Ibnu Kholil, Jalan Halim Perdana Kusuma Bangkalan ini menambahkan, terpenting bila usulan wajib jilbab itu diakomodir dalam raperda, ke depan yang perlu dikawal adalah tingat efektifitasnya saat diberlakukan. Apakah tepat sasaran atau tidak.
“Paling tidak harus ada penilaian dan sangsi tegas, sehingga bisa efektif dan tepat sasaran,” tambahnya.
Hal yang sama juga dikatakan oleh pengasuh ponpes Syaikhona Kholil, Demangan Bangkalan, KH Nasih Aschal. Dia menilai, usulan wajib jilbab tersebut sudah diusung sejak lama oleh kalangan ponpes. Cuma, baru-baru ini saja diakomodir oleh kalangan NU.
Baginya, hal tersebut tidak ada masalah dan usulan tersebut sangat didukung, karena menyangkut nilai-nilai agama. Apalagi, mayoritas di kabupaten Bangkalan merupakan santri yang taat akan aturan dan perintah agama.
“Menutup aurat itu, khususnya bagi kalangan muslim, hukumnya wajib. Ya termasuk berbusana muslim (jilbab),” tambahnya.
Sebelum Meledak CIA Menginap di J.W Marriot
Diposting Pada 30 Jul 2009
Sejumlah kejanggalan dari peristiwa meledaknya bom pada 17 Juli lalu di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott dibahas beberapa pengamat Islam. Di antara mereka ada Jose Rizal Jurnalis dari Mer-C, Fadhli Zon dari tim sukses Mega Prabowo, dan Muhammad Al-Khaththath dari Forum Umat Islam atau FUI. Diskusi diselenggarakan di Wisma Dharmala Sakti Jakarta, siang tadi.
Menurut Al-Khaththath, sehari setelah peristiwa bom itu, sejumlah ormas Islam bertemu di PP Muhammadiyah. Dari situ mereka dapat informasi bahwa pada saat terjadi peledakan, ada 130 anggota CIA yang bermalam di Hotel Marriott. “Saya yakin, ini bukan hal kebetulan!” ujar sekjen FUI ini.
Sayangnya, tidak ada media yang memberitakan soal keberadaan sejumlah agen intelijen Amerika ini yang secara kebetulan berada di lokasi kejadian.
Khaththath yakin bahwa ada pihak-pihak yang sangat kompeten soal bom dan mereka sama sekali tidak dicurigai. “Bukankah yang sangat mengerti soal bom adalah mereka yang ngerti persenjataan. Dan itu bisa polisi, tentara, atau intelejen.”
Ketua Hizbud Dakwah Islam ini pun menyayangkan beberapa media yang mengikuti arus aparat dengan melakukan tuduhan-tuduhan terhadap aktivis Islam.
Khaththath menambahkan, biasanya sebelum ada bom selalu ada pengkondisian terhadap siapa yang akan menjadi tertuduh. “Saya ingat benar dengan peristiwa bom Bali 2002. Seminggu sebelum kejadian, sejumlah ormas Islam diundang ke mabes Polri. Di sana, mereka mendapatkan pengarahan soal bahaya terorisme. Bahkan, di situ disebut tiga orang berbahaya yang disinyalir sebagai anggota jamaah Islamiyah. Mereka itu adalah Abu Bakar Ba’asir, Hambali, dan Imam Samudra. Dan seminggu kemudian, bom meledak. Dan mereka pun langsung menjadi target perburuan polisi,” papar Al-Khaththath.
Senada dengan Khaththath, Jose Rizal menyorot keanehan lain dalam kasus kamar 1808 di hotel Marriott. ”Bagaimana mungkin seorang pelaku bom begitu ceroboh meninggalkan jejak dengan sejumlah bukti yang begitu jelas. Ada laptop, mur, dan sidik jari,” ujar dokter yang sudah begitu akrab dengan korban bom di beberapa tempat konflik.
Menariknya, pada saat kejadian, di hotel tersebut sedang berlangsung pertemuan para top manejer dari beberapa perusahaan besar yang berbisnis di Indonesia. ”Bagaimana mungkin seorang Nurdin M Top bisa secanggih itu dalam soal informasi?” ucap Jose meyakinkan.
Jose menambahkan, agak aneh kalau pelaku bom bunuh diri dengan menggunakan tas troli di bom, tapi kepala dan tubuhnya terpisah. ”Ini juga kejanggalan. Kalau bom diletakkan di ransel, hal itu mungkin terjadi. Tapi kalau bom di tas troli atau dijinjing, sulit menangkap itu sebagai sebuah kebenaran,” papar ketua presidium Mer-C ini.
Fadhli Zon punya pendapat lain soal keterkaitan peristiwa bom Marriot II dengan pemilu presiden. Terutama soal konfrensi pers SBY beberapa jam setelah terjadinya peledakan.
Menurutnya, agak aneh seorang presiden tiba-tiba bereaksi emosional dan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang sangat provokatif dan berlebihan. ”Seharusnya seorang kepala negara memberikan pernyataan yang menenangkan. Memberikan jaminan medis untuk para korban misalnya, memberikan jaminan keamanan, dan serius akan menangkap pelaku pengeboman. Bukan justru memberikan pernyataan yang tambah meresahkan,” ujar anggota tim sukses Mega Prabowo ini.
Dan lebih aneh lagi ketika polri justru memberikan pernyataan yang sangat berbeda dengan presiden. Bahwa, pelaku peledakan diduga kuat jaringan Al-Qaidah atau Nurdin M Top. ”Bagaimana mungkin dua institusi negara bisa punya pendapat yang tidak klop,” tambah Fadhli.
Bahkan menurutnya, pemaparan SBY soal data-data intelijen dalam bentuk foto-foto yang sebenarnya foto lama, bisa merupakan pelanggaran terhadap rahasia negara.
Menurut Fadhli, tidak tertutup kemungkinan bom Marriott merupakan bentuk pengalihan isu kecurangan pilpres yang begitu sistematis. Mulai dari kasus DPT, KPU yang tidak netral, hingga adanya keterlibatan lembaga asing dalam soal penghitungan suara.
eramuslim.com
Bayi 3 Bulan Tanpa Hidung Menanti Uluran
Diposting Pada 30 Jul 2009
- Kondisi memprihatinkan dialami Zahra Roisyah, bayi belum genap berusia 3 bulan, putri pertama pasangan Sodiq Giarto (30) dan Ernawati (22). Dia terlahir tanpa memiliki tulang hidung, hingga kesulitan bernafas dan mengalami gangguan dalam pertumbuhan.
Zahra Roisyah lahir melalui operasi caesar di RS HVA Toeloeng Redjo Pare 1 Mei 2009 lalu. Setelah sempat menjalani perawatan selama 5 hari, Zahra dirujuk ke RSUD Pelem Pare dengan fasilitas jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas). Namun 28 Mei terpaksa harus dipulangkan karena tak memiliki biaya untuk pemenuhan sejumlah obat.
“Kebetulan kalau pakai jakesmas yang gratis hanya kamar dan sebagian obat. Untuk sejumlah obat tetap harus beli dan saya sudah tidak sanggup lagi,” kata Sodiq saat ditemui wartawan di rumahnya, Dusun Bangun Mulyo, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Rabu (29/7/2009).
Secara sepintas kondisi bayi malang tersebut tampak seperti bayi normal, dengan seluruh organ tubuh yang lengkap. Namun saat diperhatikan, pada bagian hidung hanya terdapat 1 lubang dan tidak dilengkapi tulang.
“Ya itu tadi, akibatnya kalau nafas terkadang harus pakai mulut,” ujar Sodiq.
Sodiq menambahkan, saat pertama kali pulang dari rumah sakit, dia disarankan secepatnya merujuk ke RSU Dr Soetomo Surabaya, agar segera dioperasi. Namun dengan alasan keterbatasan biaya dia mengaku tak sanggup melakukan hal tersebut.
“Kalau seperti kami, setiap hari hanya buruh tani apa ya sanggup kalau harus membawa dia ke Surabaya. Apalagi sekarang istri saya lebih banyak mengasuh anak,” ungkapnya dengan nada pilu.
Penderitaan bayi Zahra Roisyah tidak sebatas tidak adanya tulang hidung. Akibat terganggunya sistem pernafasan, asupan ASI dari ibunya tidak dapat diterima secara normal, hingga menjadikan mengalami pertumbuhan yang lambat. Dari pertama kali dilahirkan dengan berat badan 2,6 Kg, saat ini beratnya hanya 3,3 Kg.
Ditanya perhatian Pemerintah Kabupaten Kediri, Sodiq megaku sejauh ini sangat kecil. Hanya adanya perhatian dari Pemerintah Desa Pojok saat pertama kali anaknya pulang dari rumah sakit, dalam bentuk pemberian santunan.
“Terus terang saja, sekarang saya sangat mengharapkan adanya bantuan dari siapa saja. Fikiran saya sekarang bagaimana bisa mendapatkan uang agar anak saya dapat secepatnya dioperasi,” pungkas Sodiq.
Berubah Kelamin Mahasiswa Dipecat Al-Azhar
Diposting Pada 30 Jul 2009
Seorang pria–yang berubah menjadi wanita–telah mengajukan tuntutan hukum terhadap Rektor Universitas Al-Azhar karena menolak menerima dirinya kembali menjadi mahasiswa, setelah melakukan operasi ganti kelamin.
Sally Mohamed Abdullah, dulu bernama Sayyed, menuduh Dr. Mohamed al-Tayeb, Rektor universitas Islam tertua itu, mencuri dokumen kasus berisi keputusan pengadilan yang memperbolehkan dirinya mendaftar kembali ke sekolah kedokteran tempat ia menjadi mahasiswa sebelum operasi.
Mahkamah Agung Perdata sebelumnya telah memerintahkan pihak universitas untuk menerima kembali Sayyed setelah menjadi Sally. Tapi, Sally terkejut ketika sekretaris pengadilan mengatakan padanya bahwa file kasusnya telah dicuri.
Dalam pengaduannya, ia memprotes rektor universitas tidak melaksanakan keputusan pengadilan dan menuduhnya menghancurkan masa depannya.
Penuntut Umum Abdel-Meguid Mahmoud melakukan penyelidikan atas pencurian file tersebut.
Sayyed melakukan operasi perubahan kelamin pada tahun 1996, setelah para dokter memutuskan bahwa secara fisik dan mental ia menyerupai wanita pada umumnya. Setelah operasi dilakukan, komite disiplin universitas memutuskan bahwa Sally dikeluarkan.
Sally mengajukan tuntutan ke pengadilan perdata, yang keputusannya memenangkan dirinya. Tetapi pihak universitas naik banding. Kasusnya telah mengendap di pengadilan selama sepuluh tahun.
Pihak universitas menolak mendaftarkan kembali Sally, setelah ia diduga menjadi penari perut di klab malam, dengan alasan tidak pantas untuk menjadi mahasiswa Al-Azhar.
Muslimah Gaza Belajar 10 Jam Sehari
Diposting Pada 30 Jul 2009
Hari Selasa, 21 Juli yang lalu adalah hari yang membahagiakan bagi para siswa sekolah menengah di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Karena hari itu adalah hari pengumuman ujian akhir (tawjihi) yang akan menandai kelulusan mereka dari sekolah menengah atas dan melanjutkan pendidikan ke tingkat universitas.
Sejak Hamas mengambilalih kekuasaan di Gaza pada Juni 2007, untuk pertama kalinya kementerian pendidikan otoritas Palestina mengumumkan secara terbuka hasil ujian akhir siswa menengah atas, baik dari jurusan sains maupun jurusan sosial. Siswa yang lulus dengan nilai tinggi mendapat kesempatan untuk berkompetisi memperebutkan kursi di universitas-universitas terbaik.
Saat pengumuman kelulusan menjadi istimewa, terutama bagi para siswa di Gaza yang masih berada dibawah blokade rezim Zionis Israel. Dengan segala keterbatasan akses penunjang pendidikan dan proses belajar mereka akibat blokade, para siswa di Gaza ternyata mampu mencetak prestasi akademis yang membanggakan. Dan itu dibuktikan oleh seorang remaja puteri Gaza, Abeer Abu Shawish.
Shawish, 18, menjadi lulusan terbaik se-Jalur Gaza dengan nilai tertinggi untuk semua mata pelajaran yang diujikan. Itu semua berkat kerja kerasanya untuk menghadapi ujian akhir. Ia biasaa menghabiskan waktu 10 jam sehari untuk belajar.
”Saya tidak bisa mengungkapkan bagaimana perasaan saya hari ini. Saya seperti ingin terbang. Saya sangat bahagia. Sangat bersukacita !,” pekik Shawish ketika ditanya bagaimana rasanya menjadi lulusan terbaik di seluruh Gaza.
“Saya biasa belajar 10 jam sehari sejak awal tahun ajaran baru bulan September lalu. Dan sekarang saya memetik hasilnya,” tukas Shawish gembira saat dijumpai di rumahnya di kamp pengungsi Maghazi, Gaza Tengah.
Jika melihat kondisi keluarga Shawish, seperti kebanyakan keluarga Gaza lainnya, sungguh memprihatinkan. Tinggal di kamp pengungsian. Sejak agresi Israel bulan Januari 2008 ke Jalur Gaza, mereka hidup dalam ketakutan dan ketidakpastian. Ayah Shawish dan tiga saudara lelakinya tak punya pekerjaan alias menganggur. Ia dan lima saudara perempuannya sehari-hari membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
”Kami keluarga Palestina biasa. Kami dibesarkan oleh ayah yang sekarang sedang sakit, yang mengajarkan kami bagaimana bisa sukses di sekolah,” kata Shawish yang hari itu banyak kedatangan tamu yang ingin mengucapkan selamat padanya.
Meski hidup dalam keprihatinan, keluarga Shawish sangat mementingkan pendidikan bagi anak-anaknya. Kakak perempuan Shawish bernama Nour, juga menjadi lulusan terbaik se-Gaza tahun 2006 begitu pula kakaknya yang bernama Amal, menempati posisi ke-5 siswa yang nilainya tertinggi pada ujian akhir tahun 1999. Saat agresi keji Israel bulan Desember lalu, Shawish masih tetap rajin belajar. ”Suatu hari, saat perang berkecamuk, saya mendengar dentuman mortir yang jaraknya begitu dekat sekitar pukul 11.00 malam. Saya menarik napas dalam-dalam dan mencoba melanjutkan belajar saya,” tutur Shawish.
”Saya sangat jengkel dengan serangan brutal Israel dari laut, darat dan udara ke Jalur Gaza. Tapi saya berkata pada diri saya, bahwa saya harus menjadi orang yang berhasil agar bisa melakukan perlawanan terhadap penjajahan Israel, dengan cara saya sendiri, yaitu lewat pendidikan!”, tukasnya mantap.
Ibu Shawish, Umi Abed ikut senang melihat keberhasilan puterinya di sekolah. Ia berkali-kali mengucap syukur pada Allah Swt. “Terima kasih Allah untuk keberhasilan yang besar ini. Insya Allah, puteri saya bisa melanjutkan pendidikannya dengan kondisi yang lebih baik,” harap Umi Abed.
[suaramedia]
Berkembang Pesat Industri Terowongan Bawah Tanah Gaza
Diposting Pada 30 Jul 2009
Sejak Israel dan Mesir menerapkan blokade di jalur Gaza pada tahun 2007 yang lalu, terowongan-terowongan bawah tanah sebagai sarana untuk penyelundupan menjadi satu-satunya alat yang dapat diandalkan untuk memasukkan barang-barang ke Gaza.
Terowongan ini awalnya dibangun untuk menyelundupkan senjata ke jalur Gaza, namun sekarang telah menjadi sumber kehidupan bagi rakyat Gaza untuk mendapatkan barang-barang komersial yang dilarang oleh pihak Israel untuk masuk. Terowongan-terowongan yang dibuat dapat menjadi sarana bagi rakyat Gaza mendapatkan kebutuhan mereka sehari-hari seperti makanan, pakaian, bahan bakar, obat-obatan dan ratusan barang langka lainnya yang kesemuanya dilarang masuk oleh Israel.
Diyakini terdapat lebih dari 200 aliran terowongan dibawah koridor Philadelphi (perbatasan Gaza-Mesir). Dibangun oleh kontraktor swasta, terowongan ini sering juga menjadi tempat tinggal bagi penduduk Gaza, dan menghubungkan sebelah sisi wilayah Mesir dari kota Rafah dengan sebelah sisi wilayah Gaza.
Penggalian terowongan merupakan profesi yang sangat berbahaya dan para penggali dibayar hingga 100 dollar permeternya. Terowongan tersebut berada di kedalam 20 sampai 30 meter dan panjangnya mencapai 1500 meter. Total biaya pembangunan terowongan berkisar antara 90.000 dollar sampai 120.000 dollar. Industri penggalian terowongan ini cukup menguntungkan, pemilik usaha ini bisa membuat terowongan hanya dalam waktu dua bulan saja.
Hanya sedikit informasi yang bisa di dapat dari proses pembuatan terowongan, namun ditaksir industri penggalian terowongan ini memperkerjakan hampir 4000 warga Palestina, kebanyakan dari wilayah Gaza dan sejumlah anak-anak juga ikut bekerja dalam industri ini. Bahaya selalu mengintai dalam pengerjaan terowongan ini dan puluhan warga Gaza dan Mesir tewas setiap tahunnya dalam kecelakaan yang terjadi sewaktu menggali terowongan.
Industri terowongan bawah tanah diatur oleh sebuah departemen dalam pemerintahan de facto Hamas di Gaza. Pemerintah bahkan telah menerapkan pungutan biaya atas beberapa item yang diimpor yang melewati terowongan.
Militer Israel dan Mesir berulang kali melakukan penahanan terkait pembuatan terowongan terhadap orang-orang yang terlibat di dalamnya. Militer Israel bahkan sering melakukan penghancuran terhadap rumah-rumah yang dicurigai sebagai tempat asal terowongan.
Selama perang akhir tahun 2008 sampai awal tahun 2009, militer Israel melakukan serangan terhadap terowongan-terowongan bawah tanah, meninggalkan banyak kerusakan di area perbatasan Rafah. Pihak keamanan Mesir juga menggunakan bahan peledak untuk menghancurkan terowongan.
Terowongan-terowongan bawah tanah ini awalnya berasal dari Hamas dan organisasi-organisasi perjuangan Palestina lainnya yang digunakan sebagai tempat penyaluran senjata dari luar Gaza. Sampai saat ini terowongan masih tetap digunakan sebagai sarana menyalurkan senjata bagi para pejuang Palestina di Gaza, namun sudah semakin berkembang ke dalam sebuah industri yang menguntungkan, untuk memasok barang-barang yang diperlukan bagi warga Gaza.
[eramuslim]
Ternyata Israel Takut Perang dengan Hizbullah
Diposting Pada 30 Jul 2009
Kepala Staf Angkatan Darat Israel Gabi Ashkenazi Selasa (28/7) mengatakan, mereka sedang memantau situasi di utara perbatasan dengan Libanon, tapi tidak mengharapkan pecah perang dengan Hizbullah dalam waktu dekat.
“Saat ini keadaan tenang di sepanjang perbatasan,” kata Azkenazi.
“Ada sebuah kejadian yang kami perkirakan merupakan ledakan dari persediaan senjata milik Hizbullah, yang sedang ditangani oleh UNIFIL dan pemerintah Libanon. Kami mengawasi kejadian itu dengan seksama, tapi kami tidak menemukan gangguan di sekitar daerah itu. Kami tidak melihat ada angin perang di sana.”
Komentar Ashkenazi itu terkait dengan kejadian penerobosan perbatasan beberapa waktu lalu oleh orang sipil Libanon yang menancapkan bendera Hizbullah di wilayah Israel. Sementara itu PBB sedang menangani ledakan yang terjadi di tempat penyimpanan senjata milik Libanon.
Awal Puasa Muhammadiyah 22 Agustus
Diposting Pada 29 Jul 2009
Bulan Ramadan semakin dekat. PP Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1430 H jatuh bertepatan tanggal 22 Agustus 2009. Diprediksi penetapan awal Ramadan oleh Muhammadiyah tidak berbeda dengan penetapan pemerintah nanti.
PP Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan berdasarkan perhitungan hisab oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Maklumat penetapan awal Ramadan ini sudah disampaikan kepada Pimpinan Wilayah (PW), Pimpinan Daerah (PD), dan Pimpinan Cabang (PC) Muhammadiyah seantero Indonesia.
Selasa (28/7/2009), ijtimak akhir Sya’ban terjadi pada hari Kamis Kliwon, 20 Agustus 2009, pukul 17.02.48 WIB, pada saat Matahari terbenam, tinggi bulan = – 01 derajat 10 menit 20 detik. Ini berarti hilal masih belum wujud.
Dengan posisi hilal seperti itu, maka bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari dan baru berakhir pada Jumat, 21 Agustus 2009. Jadi, awal Ramadan 1430 H jatuh pada hari Sabtu, 22 Agustus 2009.
Posisi hilal yang belum wujud sehingga bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari memberikan peluang yang sangat besar bahwa penentuan melalui hisab akan sama dengan penentuan melalui ru’yah. Karena itu, diperkirakan penetapan awal Ramadan versi Muhammadiyah akan sama dengan penetapan pemerintah yang akan diputuskan pada akhir Sya’ban nanti.
Gara-Gara Jilbab Tentara Wanita Dipecat
Diposting Pada 29 Jul 2009
Sebuah unit militer Denmark terjebak dalam sebuah perselisihan tentang Jilbab setelah mereka mengijinkan seorang wanita Muslim berjilbab menyelesaikan masa pelatihan militer.
Home Guard, korps pertahanan dalam negeri yang terdiri atas ribuan tentara sukarela, tidak mengijinkan pemakaian Jilbab dan melanggar peraturan itu ketika mengijinkan Maria Mawla, 27, mengenakannya dalam program pelatihan dasar selama 10 hari, ujar juru bicara Joergen Jensen hari Minggu.
“Kami membuat kesalahan internal,” ujar Jensen kepada The Associated Press.
Isu ini menjadi berita nasional di Denmark setelah Partai Rakyat Denmark yang populis dan terkenal akan pernyataan-pernyataan anti Muslimnya mengekspresikan keterkejutan mereka atas artikel tentang Mawla yang dipasang di website Home Guard.
Artikel tanggal 14 Juli itu, yang kini telah dihapus, menggambarkan Mawla sebagai seorang muslim taat keturunan Libanon yang mengatakan Jilbabnya tidak menjadi hambatan dalam menjalani program pelatihan. Sebuah foto dengan artikel wawancaranya memperlihatkan Mawla mengenakan Jilbab hijau di balik topi kamuflasenya.
“Saya harus katakan bahwa saya terkejut menemukan Home Guard tidak hanya mengijinkan anggotanya mengenakan Jilbab muslim, tapi juga membanggakannya,” ujar Ib Poulsen, juru bicara Partai Rakyat Denmark untuk isu-isu pertahanan. Mereka meminta Home Guard melarang Jilbab muslim, menyebutnya sebagai simbol penindasan terhadap wanita dan diskriminasi.
Hari Minggu 19 Juli yang lalu, pimpinan Home Guard Ulrik Kragh mengatakan Jilbab tidak diperbolehkan dalam korpsnya karena melanggar peraturan berseragam militer Denmark. Kragh mengatakan wanita muslim dapat tetap menjadi anggota Home Guard jika ia bersedia menghormati peraturan tersebut.
Mawla mengatakan pada media Denmark betapa ia sangat marah akan pernyataan tersebut.
“Saya rasa ini sangat diskriminatif,” ujar Mawla kepada harian Jyllands-Posten. “Dan membuat saya merasa sebagai warga negara yang buruk.”
Maria Mawla lahir di Libanon dan datang ke Denmark ketika berusia empat bulan. Ia suka mendobrak tradisi dan menunjukkan bahwa wanita muslim tidak dapat dinilai hanya dari Jilbab yang dikenakannya. Ia menceritakan mimpinya untuk ditugaskan ke suatu tempat. Mawla adalah orang Denmark dan ingin berkontribusi bagi negaranya. Ia menikah dengan seorang Denmark dan ayah mertuanya adalah mantan anggota Home Guard.
Jensen, juru bicara Home Guard, mengatakan peraturan seragam itu akan direview akhir tahun ini. Ia mengatakan artikel tentang Mawla dihapus dari website “karena artikel itu bersifat kontroversial. Kami tidak ingin ia menderita. Ia sendiri tidak membuat kesalahan apa-apa.”
Kritikus mengatakan Home Guard mendapat tekanan dari Partai Rakyat Denmark, yang seringkali curiga terhadap Muslim, untuk mengumumkan ke hadapan publik bahwa mereka melarang pemakaian Jilbab oleh anggotanya.
“Sudah cukup,” ujar Asmaa Abdol-Hamid, seorang imigran Palestina yang menjadi bahan olok-olok Partai Rakyat Denmark di tahun 2007 karena mengenakan Jilbab selama kampanye parlemen. “Ini saatnya Partai Rakyat Denmark belajar bahwa kita hidup di dalam masyarakat yang demokratis.”
Partai Rakyat Denmark memegang 25 dari 179 kursi di dalam parlemen namun merupakan penopang utama pemerintah tengah-kanan. Tahun 2006, pemimpn partai ini menimbulkan kehebohan dengan retorika anti muslimnya tentang karikatur Nabi Muhammad yang dicetak oleh koran Denmark.
Nabi Muhammad Muncul Di India Warga Marah
Diposting Pada 29 Jul 2009
Menanggapi serius dipublikasikannya sebuah gambar Nabi Muhammad dalam buku teks pelajaran, Komisi Minoritas Uttar Pradesh pada hari Selasa mengeluarkan surat perintah kepada pemerintah distrik untuk menghadap ke pengadilan.
Ini menyusul kehebohan di kalangan cendekiawan Muslim dan para ulama, yang menganggap publikasi gambar Nabi adalah sebuah penghinaan.Islam melarang publikasi gambar atau foto Nabi Muhammad.
“Kami telah meminta departemen pendidikan negara bagian untuk mengklarifikasi bagaimana mereka dapat mengijinkan gambar tersebut dipublikasikan dalam sebuah buku teks,” ujar ketua komisi, SMA Kazmi.
Buku teks itu diwajibkan untuk kelas B.Ed yang dipegang oleh Universitas Ram Manohar Lohia Awadh di Faizabad.
Direktur pendidikan universitas, Miya Jaan, mengatakan, “Buku ini tidak pernah dijadikan sebagai buku wajib. Apalagi, pemerintah distrik telah melarang penjualan dan plublikasinya.” Buku semacam itu, ujarnya, tidak akan dapat direkomendasikan sebagai sebuah buku wajib.
“Selain itu, universitas-universitas lain telah memberitahu saya bahwa buku itu tidak pernah ada dalam silabus mereka,” ujarnya.
Buku berjudul “Udayimaan Bhartiya Samaj ke Shikshak” (Para Guru di dalam Masyarakat India yang Mulai Tumbuh) ini ditulis oleh Karan Singh, seorang mantan profesor universitas, dan diterbitkan oleh Lakhimpur dari Govind Prakashan.
Gambar itu terdapat di halaman 403 bab “Manav Uthaan ke Liye Vibhinn Dharmo ka Yogdaan” (Kontribusi Berbagai Agama dalam Mengangkat Manusia). Menurut penulisnya, gambar tersebut ia peroleh secara gratis dari internet dan secara tak sengaja dimasukkan dalam edisi ketiga bukunya.
Sebelumnya, sebuah pertemuan antara cendekiawan Muslim dengan para ulama diseleggarakan di Islamic Center India pada Senin malam. Di antara mereka yang hadir adalah Maulana Khalid Rasheed, Imam Lucknow dan ketua Firangi Mahal, seminari Islam Lucknow yang paling tua, dan Maulana Athar, presiden Dewan Hukum Personal Muslim Syiah India.
“Pertama-tama, penggambaran tentang Nabi Muhammad sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Kedua, tidak ada seorang pun di bumi ini yang memiliki gambar Nabi, karena itu, foto yang ada di dalam buku teks tersebut hanyalah hasil rekaan imajinasi saja,” ujar Maulana Khalid Rasheed.
“Sebelumnya, kartunis Belanda menggambar sosok Nabi dengan tujuan yang menghina dan sekarang ini. Meskipun gambar ini berbeda dengan kartun Nabi, mengingat sensitivitas isu ini, lebih baik peredaran buku ini dihentikan,” tekannya.
“Gambar Nabi Muhammad harus dihilangkan dari dalam buku sebelum kembali diedarkan,” tambah Maulana.
Menyusul kontroversi tersebut, pemerintah distrik akhirnya melarang peredaran buku tersebut.
Konspirasi MA Mengecilkan Parpol Islam di DPR
Diposting Pada 29 Jul 2009
Imbas putusan MA yang membatalkan peraturan KPU No 15/2009 membuat parpol Islam seperti PKS, PAN dan PPP akan kehilangan banyak kursi. PAN pun menduga ada upaya dari pihak tertentu yang dengan sengaja memarjinalkan parpol-parpol Islam.
“Yang dirugikan itu kebetulan partai Islam, semoga ini bukan grand design untuk meluluhlantahkan politik Islam. Karena kalau ini terjadi maka akan bahaya,” ujar Wasekjen PAN Viva Yoga Mauladi di Kantor Charta Politika, Jakarta, Rabu (29/7).
Menurut pria yang akrab disapa Yoga ini, bila memang ternyata terbukti ada grand design, maka kegaduhan politik nasional tak akan bisa terhindari. Bahkan, bisa juga terjadi instabilitas politik dan keamanan yang tak terkendali.
“KPU harus merevisi sekitar 1300-an caleg dan membuat peraturan baru. Ini bisa menciptakan instabilitas politik dan keamanan yang tinggi. Supremasi hukum tidak boleh dikalahkan dengan kepentingan politik,” ungkapnya.
Yoga sangat menyayangkan dan menganggap MA terlalu gegabah dalam mengambil keputusanhukum. Kini Yoga pun terancam gagal duduk di kursi DPR.
Bak Teroris Ba’asyir Diperlakukan Layak Napi
Diposting Pada 29 Jul 2009
Penjagaan ekstra ketat tampak di sekitar lokasi kunjungan amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba’asyir ke Bulukumba, Sulawesi Selatan. Polisi mewaspadai kedatangan pimpinan Pondok Pesantren Ngruki itu dengan berbagai kemungkinan pasca ledakan bom Marriott-Ritz.
“Pengamanan diperketat untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, pasca ledakan bom kuningan Jakarta,” kata Wakapolres Bulukumba, Kompol Novly Pitoy di Bulukumba, Rabu (29/7).
Sedikitnya 130 personel Polresta Bulukumba dan tambahan personel dari Polresta Jeneponto, Bantaeng, Sinjai, dan Bone yang dikerahkan. Mereka akan menggelar pengamanan tertutup yang disiagakan dalam 3 ring yang terdiri dari 8 pos pengamanan. Pos-pos itu berada di Masjid Agung, pintu masuk masjid sebelah kiri, dan 6 lorong akses masuk yang berada di sekitar kawasan itu.
Ba’asyir dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar pada pukul 14.00 Wita. Selanjutnya, Ba’asyir akan menuju Bulukumba untuk berbicara soal pelaksanaan Perda Syariat Islam di Masjid Agung Bulukumba.
Kedatangan Ba’asyir yang dikoordinir Forum Ummat Islam (FUI) Bulukumba. Anehnya Kepala Kandepag Kabupaten Bulukumba, Syarifuddin menyesalkan panitia yang tidak mengajaknya berembuk terlebih dahulu.
Teknologi Pembuatan Mesiu Di Masa Khalifah
Diposting Pada 29 Jul 2009
Menguasai teknologi persenjataan merupakan salah satu faktor yang membuat Kekhalifahan Islam di masa kejayaan menjadi begitu tangguh. Selain mumpuni dalam seni pembuatan pedang, dunia Islam pun mampu menggenggam teknologi pembuatan bubuk mesiu – bahan peledak yang digunakan untuk meriam. Sesuatu yang baru diketahui peradaban Barat pada abad ke-14 M.
Meski sejumlah pakar bersepakat bahwa mesiu (gunpowder) pertama kali ditemukan peradaban Cina pada abad ke-9 M. Namun, fakta sejarah juga menyebutkan bahwa ahli kimia Muslim bernama Khalid bin Yazid (wafat tahun 709 M) sudah mengenal potassium nitrat (KNO3) bahan utama pembuat mesiu pada abad ke-7 M. Dua abad lebih cepat dari Cina.
”Rumus dan resepnya dapat ditemukan dalam karya-karya Jabir Ibnu Hayyan (wafat tahun 815 M), Abu Bakar Al-Razi (wafat tahun 932) dan ahli kimia Muslim lainnya,” papar Prof Al-Hassan. Dari abad ke abad, istilah potasium nitrat di dunia Islam selalu tampil dengan beragam nama seperti natrun, buraq, milh al-ha’it, shabb Yamani, serta nama lainnya.
Salah satu kelebihan peradaban Islam dibandingkan Cina dalam penguasaan teknologi pembuatan mesium adalah proses pemurnian potasium nitrat. Sebelum bisa digunakan secara efektif sebagai bahan utama pembuatan mesiu, papar Al-Hassan, potasium nitrat harus dimurnikan terlebih dahulu.
Ada dua proses pemurnian potasium nitrat yang tercantum dalam naskah berbahasa Arab. Proses pemurnian yang pertama dicetuskan Ibnu Bakhtawaih pada awal abad ke-11 M. Dalam kitab yang ditulisnya berjudul Al-Muqaddimat yang disusun pada tahun 402 H/1029 M, Ibnu Bakhtawaih menjelaskan tentang pembekuan air dengan menggunakan potasium nitrat – yang disebut sebagai shabb Yamani.
Proses pemurnian potasium nitrat juga termaktub dalam buku berjudul Al-Furusiyyah wa Al-Manasib Al-Harbiyyah karya Hasan Al-Rammah – ilmuwan Muslim pada abad ke-13 M. Dalam karyanya itu, Al-Rammah menjelaskan proses pemurnian potasium nitrat secara komplet. “Prosesnya purifikasi yang disusun Al-Rammah menjadi standar baku yang dapat kita temuka dalam beragaman risalah kemiliteran,” imbuh Prof Al-Hassan.
Al-Rammah menjelaskan secara rinci dan jelas tentang proses pemurnian potasium nitrat. Metode pembuatan potasium nitrat ini kerap diklaim peradaban Barat sebagai temuan Roger Bacon. Namun klaim itu dipatahkan sendiri oleh ilmuwan barat bernama Partington. “Proses pembuatan saltpetre – nama lain potasium nitrat – pertama kali diketahui dari Hasan Al-Rammah.
Prof Al-Hassan menemukan fakta bahwa potasium nitrat begitu banyak digunakan pada saat meletusnya Perang Salib. Pada tahun 1249 M, Raja Louis IX dari Prancis mengobarkan Perang Salib VII. Pasukan tentara Perang salib dari Prancis berniat menyerbu Mesir. Dalam Pertempuran Al-Mansurah yang meletus tahun 1250 M, pasukan tentara Salib dibuat kocar-kacir oleh pasukan Muslim.
Bahkan, Raja Louis IX pun takluk dan ditahan karena tak mampu menghadapi kehebatan mnocong meriam dan roket. Pada saat itu, pasukan Muslim sudah menggunakan bubuk mesiu sebagai bahan peledak meriam. Jean de Joinville, salah seorang perwira tentara Perang Salib, menjelaskan dengan betapa hebatnya dampak proyektil yang ditembakkan meriam tentara Muslim terhadap pasukan tentara Prancis.
Kalangan sejarawan menafsirkan kesaksian Joinville itu. Menurut para sejarawan, proyektil yang dijelaskan Joinville itu pastilah mengandung bubuk mesiu. Kehebatannya mampu membuat kocar-kacir pasukan tentara Salib. Lembaga Ruang Angkasa Amerika Serikat (NASA) dalam publikasinya mengenai sejarah roket juga mengakui teknologi militer dunia Islam di abad ke-13 M.
“Pasukan tentara Muslim melengkapi persenjataannya dengan roket yang ditemukannya sendiri. Saat Perang Salib VII mereka menggunakannya untuk melawan pasukan Prancis yang dipimpin Raja Louis IX.” Dua dasawarsa berikutnya Raja Louis mencoba kembali menyerang Tunisia.
Namun, dendamnya itu justru berakhir dengan kematian baginya. Pasukan Muslim dibawah kekuasaan Dinasti Mamluk dengan mesiu dan senjatanya kembali membuat kocar-kacir tentara Salib. Sejarawan Inggris, Steven Runciman dalam bukunya A History of the Crusades menuturkan bahwa mesiu digunakan secara besar-besaran pada 1291 M di akhir Perang Salib.
Sejak itu, persenjataan militer menggunakan mesiu secara besar-besaran Pada tahun 1453 M, Sultan Muhammad II Al-Fatih dari Turki juga mampu menaklukkan kepongahan Konstantinopel dengan mesiu dan meriam raksasa. Dalam empat risalah berbahasa Arab disebutkan pada perang Ayn Jalut di Palestina pada tahun 1260 M antara tentara Islam sudah menggunakan meriam kecil yang bisa dijinjing saat bertempur melawan Mongol.
Meriam dan mesiu digunakan dalam peperang di abad pertengahan untuk menakuti kuda-kuda dan pasukan kavaleri musuh. Selain menggunakan mesiu untuk persenjataan, pada era itu juga digunakan untuk membuat mercon. Dinasti Mamluk dalam perayaan-perayaan di abad ke-14 M, dilaporkan biasa menampilkan atraksi petasan. Istilah petasan sudah disebutkan dalam harraqat al-naft or harraqat al-barud.
Seorang penjelajah asal Prancis bernama Bertrandon de la Brocquiere terperangah melihat pertunjukan petasan ketika tiba di Beirut pada tahun 1432 M. Saat itu, penduduk Beirut tengah bersuka cita merayakan hari Idul Fitri. Brocquiere mengaku baru pertama kali melihat pertunjukan mercon. Pada era itu bangsa Prancis belum mengenal dan melihat mercon.
Pada waktu itula, Brocquiere kemudian mencoba mempelajari rumus dan resep rahasia pembuatan mercon. Ia lalu membawa rumus-rumus yang diperolehnya ke Prancis. Sementara itu, untuk pertama kalinya mercon dikenal di Inggris pada tahun 1486 M ketika Henry VII menikah. Sejak era kekuasaan Ratu Elizabeth I, mercon dan kembang api mulai populer.
Sejak abad ke-13 M, peradaban Islam sudah mampu menyusun rumus dan komposisi mesiu serta bahan lainnya yang digunakan untuk membuat berbagai jenis bahan peledak. Peradaban Barat lalu meniru dan menggunakan teknologi yang dimiliki dan dikuasai umat Islam di era keemasan itu.
Meski berutang kepada peradaban Islam, pencapain sangat tinggi yang diraih umat Islam dalam teknologi pembuatan mesiu dan meriam kerap kali dihilangkan para sejarawan Barat. Sejarah Barat selalu menyebutkan sejarah mesiu dari Cina langsung ke Barat, tanpa menyebut pencapaian di dunia Islam. heri ruslan
Hasan Al-Rammah Sang Penemu Roket
Hasan Al-Rammah memang sungguh luar biasa. Pengetahuannya tentang bubuk mesiu sungguh sangat mengagumkan. Betapa tidak. Dalam bukunya berjudul Al-Furusiyyah wa Al-Manasib Al-Harbiyyah, ilmuwan Muslim kelahiran Suriah itu berhasail menulis sebanyak 107 rumus atau resep penggunaan mesiu.
Sebanyak 22 resep mesiu yang diraciknya khusus digunakan untuk roket. Menurut Al-Rammah, komposisi bahan untuk meluncurkan sebuah roket terdiri dari 75 persen potasium nitrat, 9,06 persen sulfur dan 15,94 persennya karbon. Perhitungan yang dilakukan Al-rammah pada abad ke-13 M itu sudah mampu mendekati komposisi ideal, yakni 75 persen potasium nitrat, 10 persen sulfur, dan 15 persen karbon.
Sisa rumus atau komposisi racikan mesiu lainnya yang dibuat Al-Rammah untuk kepentingan militer dan sisanya untuk membuat mercon. Ia menulis buku yang penting dan mengguncangkan itu antara tahun 1270 M hingga 1280 M. buku tersebut secara khusus ditulis atas permintaan seorang guru yang terkenal bernama Najm al-Din Hasan Al-Rammah.
Para sejarawan berpendapat, begitu banyaknya jumlah rumus penggunaan mesiu untuk beragam tipe persenjataan mengindikasikan bahwa Al-rammah tak menemukannya seorang diri. Dalam lembar pertama bukunya, Al-Rammah menyebut pengetahuan yang ditulisnya sebagai warisan pengetahuan. Bisa jadi semua pengetahuannya itu menurun dari sang kakek.
Sebab, pada akhir abad ke-12 M atau awal abad ke-13 M bubuk mesiu sudah dikenal di Suriah dan Mesir. Pencapaian Al-Rammah itu mendapat pengakuan dari peradaban Barat. Johnson mengatakan, dunia Islam merupakan peradaban yang pertama kali kali mengembangkan senjata yang sesungguhnya. Ia juga mampu menjelaskan saltpetre melalui proses kimia dan kristalisasi.
Al-Rammah juga tercatat sebagai seorang insinyur Muslim pertama yang mencetuskan dan menjelaskan tentang torpedo pada 1270 M. dalam bukunya, ia juga menggambarkan sebuah torpedo melesat dengan sebuah sistem roket yang diisi dengan bahan peledak dan memiliki tiga titik api.Al-Rammah memang bukanlah ilmuwan Muslim pertama yang mengenal potasium nitrat. Insinyur Muslim sebelumnya seperti Al-Razi, Al-Hamdani, dan risalah berbahasa Arab-Suriah pada abad ke-10 M itu sudah menjelaskan tentang potasium nitrat dan rumus-rumus tentang mesiu. Ibnu Al-Baitar juga telah mengungkapkan tentang potasium nitrat pada tahun 1240 M.
Peradaban Barat mengklaim bahwa Roger Bacon sebagai orang pertama yang menemukan mesiu. Namun ternyata, penemuan Bacon yang dibangga-banggakan Barat itu merupakan hasil jiplakan dari buku-buku kimia yang berasal dari Arab. Tak heran, jika para sejarawan meragukan kebenaran dan efektivitas rumus yang dihasilkan Bacon.
Ilmuwan Jerman, Albert Magnus juga menguasai mesiu dari ‘Liber Ignium’. Ternyata buku itu berasal dari terjemahan dari kitab bahasa Arab ke bahasa Spanyol.
Australia Bantu Bangun Madrasah Misi Sekuler?
Diposting Pada 29 Jul 2009
Departemen Agama bekerjasama dengan pemerintah Australia, dalam hal ini AusAID membangun Madrasah Tsanawiyah Satu Atap sebanyak 500 buah di sembilan propinsi. Sebanyak 33 Madrasah Mts di antaranya diresmkikan secara serentak oleh Menteri Agama Dr. Muhammad Maftuh Basyuni di Mts Tsanawiyah Satu Atap Pondok Pesantren Kebon Dalem, Lamongan, Jawa Timur, Selasa (28/7).
Dikatakan M. Firdaus, Direktur Pendidikan Madrasah, Depag bahwa biaya pembangunan ke-33 madrasah ini sebesar 28 miliar rupiah lebih. Madrasah Tsanawiyah satu Atap ini berlokasi di Lampung (8 Mts SA), Banten (1), Jawa Barat (8), Jawa Tengah (8) dan di Jawa Timur 14 Mts SA. “Pondok pesantren Kebon dalem sebagai salah satu lokasi telah mendapat dana hibah dari Australia sebesar satu miliar lebih.
Menurut Firdaus, pada tahun 2006 sampai 2007 telah dibangun sebanyak 46 MtS SAdan Madrasah Tsanawiyah pesantren Baru di lima provinsi. Yaitu di Sumsel (8 lokasi), Lampung (12), Jawa Barat (11), Jawa Tengah (7) dan Jawa Timur sebanyak delapan lokasi. Sampai bulan Desember 2009 ini menurut Firdaus, diharapkan seluruh bangunan yang berjumlah 500 madrasah terebut sudah dapat diserahterimakan dan difungsikan seluruhnya.
2000 Madrasah
Sementara itu perwakilan Aus AID di Indonesia Blair Exel dalam sambutannya pada kesempata tersebut mengatakan, pemerintah Australia melalui Aus AID bekerjasama dengan pemerintah Indonesia telah membangun 2000 madrasah di 21 provinsi. Yaitu berupa Madrasah Satu Atap dan Madrasah Baru.
“Kami ucapkan terima kasih pada pemerintah Indonesia dan masyarakat Indonesia yang telah membantu pembangunan madrasah-madrasah ini, 33 Madrasah Tsanawiyah Satu Atap ini akan menampung sekitar 50 ribu siswa “ papar Blair. Menurut Blair, Indonesia dan Australia bermitra erat dalam dunia pendidikan di Indonesia. “Kami bangga bisa bermitra dan ikut berpartisipasi dalam pendidikan di Indonesia,“ kata Blair.
Menurut Blair, pihaknya sudah berbicara dengan Mendiknas maupun Menag terkait hubungan kerjasama ke depan antar kedua negara. “Kita ada ikatan darah. Seperti misalnya akibat kejadian dua minggu lalu (pengeboman red.), baik Indonesia maupun Australia mengalami masa-masa sulit karena kita memang ada ikatan darah. Kegiatan ini menjadi pengingat kerjasama kedua negara dan kedua bangsa,“ ucap Blair.(Siaran Pers Humas Dep.Agama)
Pengaduan PKS PAN & PPP ke Komisi Yudisial
Diposting Pada 27 Jul 2009
Hari ini, tiga partai yakni Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional dan Partai Persatuan Pembangunan akan mengadu ke Komisi Yudisial. Mereka mengadukan soal dugaan pelanggaran kode etik hakim agung terkait putusan membatalkan penetapan calon terpilih tahap dua.
“Ya nanti ke Komisi Yudisial,” kata Ahmad Mabruri, Juru Bicara PKS, saat dihubungi VIVAnews, Senin 27 Juli 2009. Mabruri membenarkan kedatangan ke Komisi Yudisial nanti untuk mengadukan soal putusan kontroversial Mahkamah Agung.
PKS dan dua partai lain itu menilai putusan Mahkamah Agung tidak tepat secara formil. Pengajuan gugatan uji materiil Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2009 itu dilakukan setelah calon terpilih ditetapkan. “Harusnya kalau memang bermasalah dengan aturan itu, gugat sebelum Pemilu dong,” kata Mabruri.
PKS, PAN dan PPP jelas meradang karena penghapusan tata cara penetapan itu membuat kursi mereka mengempis. PAN bahkan berpotensi kehilangan kursi lebih dari sepuluh.
Mahkamah Agung (MA) mengabulkan uji materiil calon legislator Partai Demokrat (PD) Zaenal Ma’arif dan tiga caleg lainnya atas Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2009. Mahkamah menilai pasal 22 huruf c dan pasal 23 ayat 1 dan 3 dalam Peraturan itu bertentangan dengan UU Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu pasal 205 ayat 4.
MA meminta KPU membatalkan pasal-pasal tentang penetapan calon terpilih pada tahap kedua tersebut. KPU juga diharuskan merevisi Keputusan KPU No 259/Kpts/KPU/Tahun 2009 tentang penetapan perolehan kursi.
Panitera sidang ini adalah Panitera Muda Ashadi. Majelis hakim diketuai Ahmad Sukardja dan didampingi anggota Imam Soebechi dan Marina Sidabutar.
Talim dakta bersama Mr. Jerry D.GreyBedah buku Deadly Mist
Diposting Pada 27 Jul 2009
Hari Minggu kemarin tanggal 26 Juli 2009 bertepatan dengan Acara talim bulanan dakta, di halaman radio dakta dilakukan dengan tema acara “Deadly Mist upaya Amerika merusak kesehatan manusia” dengan pembicara penulis buku tersebut yaitu Mr. Jerry D.Grey/ H.Abdurahman.
Dalam bedah buku tersebut Mr. Grey memaparkan bagaimana Amerika berupaya merusak kesehatan manusia tidak hanya melalui perang, makanan, namun juga melalui penyebaran wabah penyakit.
Mr. Jerry D Grey merupakan orang Amerika yang telah menjadi muallaf dan telah menjadi WNI adalah mantan anggota Angkatan Udara Amerika dan seorang mantan jurnalis di salah satu media terkenal di Amerika. Beliau telah melihat banyak sekali upaya2 Amerika dalam merusak kesehatan manusia. Tujuan utama upaya Amerika itu adalah untuk menciptakan suatu dunia yang berada dalam satu tatanan yaitu tatanan yang diinginkan oleh Yahudi yang telah lama bercokol di parlemen Amerika. Dalam bedah buku tersebut, beliau juga menceritakan bagaimana Amerika menjadikan rakyatnya sendiri sebagai tikus percobaan terhadap segala penemuan terbaru mereka, entah itu senjata atau virus/bakteri penyakit. Pernah suatu ketika beberapa orang tentara dimasukkan ke dalam suatu ruangan tertutup dan disemprot dengan suatu cairan hingga tentara2 itu meninggal.
Mr. Jerry D Grey pun mengungkapkan suatu fakta yang mengejutkan bahwa pada tahun 1977 salah seorang Presiden Amerika (saya lupa namanya) menandatangani suatu dokumen (millenium report card) yang isinya persetujuan untuk memusnahkan sebagian penduduk dunia yang mempunyai kulit berwarna (Afrika, Asia) dengan tujuan menghalangi mereka memimpin dunia dan menjadikan warga kulit putih sebagai satu2nya penguasa di dunia. jadi teringat dengan mendiang Michael Jackson yang telah mengubah warna kulitnya menjadi putih, apakah dia sudah tahu tentang rencana Amerika ini?
Beliau juga menyinggung tentang virus flu Babi yang kini tengah melanda dunia. Bagaimana Presiden Barack Obama yang telah mengunjungi Meksiko bisa lolos dari pemeriksaan dan oleh para dokter disana dinyatakan bahwa Presiden Amerika tersebut telah mendapatkan vaksin anti flu babi sebelum memasuki Meksiko! Coba bayangkan….di saat seluruh dunia sedang kebingungan mendapatkan obat untuk mencegah flu babi, Presiden Amerika telah menerima vaksin-nya bahkan sebelum virus itu menyebar!!!
Begitupun dengan vaksin yang diberikan untuk balita2 di seluruh dunia (imunisasi), pada dasarnya vaksin itu tidaklah membuat tubuh manusia menjadi kebal, melainkan malah membunuh sistem kekebalan tubuh manusia itu sendiri karena ternyata di dalam vaksin2 itu ditemukan sejumlah mercury, hal ini diperkuat dengan sikap 30% dokter Amerika yang menolak keluarganya mendapatkan imunisasi!
Mr.Jerry D Grey pun bekisah bagaimana beliau dulu sebelum menjadi tentara jarang sakit namun setelah menjadi tentara malah sering sakit2an karena seringnya mengkonsumsi bermacam2 vitamin yang diberikan negaranya dengan dalih untuk memperkuat daya tahan tubuh para tentara.
Beliau juga mengingatkan, bagaimana dulu Indonesia telah dinyatakan bebas polio selama bertahun2 namun tiba2 beberapa tahun kemudian di Jawa Barat ditemukan ratusan anak yang menderita polio! Menurut analisis beliau, hal itu terkait dengan bantuan Indonesia dalam memberikan vaksin polio yang aman kepada suatu negara di afrika yang telah menolak bantuan vaksin polio dari PBB karena diketahui mengandung zat yang berbahaya! Ada kemungkinan semua itu adalah balasan dari Amerika karena merasa dipermalukan dan tentu saja karena vaksin2nya menjadi tidak laku!
Beliau juga mengingatkan agar kita selalu berhati2 dan tidak gampang meminum obat2an buatan pabrik karena sebenarnya obat itu dibuat bukan untuk menyembuhkan secara total tetapi dibuat sebagai penyembuh sementara untuk kemudian sakit lagi, tentu hal ini terkait dengan industri farmasi yang sampai saat ini dikuasai oleh Amerika, bahkan pemegang saham terbesar pabrik farmasi Amerika adalah mantan Presiden George W Bush dan keluarganya.
Bahkan dalam urusan kesehatan ini Amerika bekerja sama dengan PBB dan media massa barat.
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah