Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Majlis Syura Iran, Ali Larijani. Ia menyampaikan hal tersebut di sela-sela jumpa persnya yang digelar setelah kedatangannya ke Aljazair hari Sabtu (27/6).
Larijani mengunjungi Aljazair dalam rangkaian misi diplomatik kenegaraan selama empat hari.
“Kehidupan demokratis di Iran dan Aljazair hampir memiliki kemiripan, yaitu pertautan keduanya dengan Islam, dan Islam sebagai identitas dan spirit kedua negara,” turur Larijani sebagaimana dilansir Aljazeera (28/6).
Ditegaskannya pula, bukan hak Barat ikut campur dan mengaturnya. “Sudah menjadi keharusan Barat menghormati identitas yang dimiliki kedua negara, juga negara-negara Islam lainnya.”
Larijani juga memperingatkan Barat bahwa negaranya bukan Irak atau Afganistan, yang kini telah menjadi santapan lezatnya. “Mungkin bagi Barat Irak dan Afganistan telah menjadi santapan empuk, tetapi Iran berbeda,” tuturnya.
Negara-negara Barat banyak yang mengecam dan secara tidak langsung ikut campur dan memperkeruh suasana dalam negeri Iran, pasca Pemilu Presiden yang digelar di negeri Mullah itu beberapa pekan silam.
Ahmadinejad dari sayap konservatif terhantar kembali ke kursi kepresidenan, mengalahkan rivalnya dari sayap reformis. Mousavi, pesaing utama Ahmadinejad dari kubu reformis, menyatakan ketidakterimaannya atas hasil Pilpres dan menuduh telah terjadi kecurangan dan menuntut pemilu ulang.
Penolakan Mousavi ini berbuntut pada demonstrasi yang digelar oleh ribuan pengikutnya dan meledakkan kerusuhan di ibu kota Teheran.
Sementara itu, pemerintahan Iran tetap bersikukuh jika hasil Pilpres sah dan tidak akan ada pemilu ulang. Sebagian ulama Iran bahkan memfatwakan hukuman mati kepada para dalang kerusuhan yang mengacaukan kondisi dalam negeri dan menjatuhkan citra Iran di mata internasional. [atj/jzr/www.hidayatullah.com]
Para penguasa dan orang kaya di negeri Arab memang suka ada-ada saja—jika tidak mau dibilang tak punya empati.
Maha al-Sudairi, istri dari menteri dalam negeri Saudi, mengeluarkan lebih dri $120.000 (atau lebih dari Rp. 1,2 milyar lebih) hanya untuk berbelanja barang di satu toko saja, begitu menurut penuturan para pengacara al-Sudairi.
Bahkan saking banyaknya jumlah belanjaannya, Maha al-Sudairi harus berurusan dahulu dengan pengadilan agar bisa membawa barang-barang yang telah dibelinya ke negaranya. Selain juga karena ia tampaknya kesulitan dalam membayarnya, walau tak urung kemudian melunasinya juga.
Putri Saudi ini berplesir di hotel Georges V, yang bersebelahan dengan Champ Elysee yang terkenal mahal, glamour dan mewah di ibukota Prancis. Hotel itu sendiri dimiliki oleh keponakannya yang juga berasal dari Saudi. Ia mempunyai kekebalan politik karena status suaminya selama ini.
Jumlah sebanyak itu hanya ia bayarkan untuk membeli kalung dan pakaian dalam yang jumlahnya mencapai $100.000. Ini bukan pertama kalinya seorang putri Saudi masuk headline koran internasional karena belanja yang gila-gilaan. Duh Saudi, Saudi…
Baghdad sekarang memang sudah benar-benar berubah. Dan perubahan itu tak lepas dengan keberadaan kedutaan besar AS di negara Iraq tersebut.
Pada awal Juni kemarin, diberitakan kedutaan besar AS mengadakan pesta gay di Baghdaddy’s, pub yang biasa dikunjungi oleh pejabat dan petugas kedutaan besar AS.
Tema pesta itu tidak tanggung-tanggung dan tidak malu-malu lagi, yaitu Gay Pride (atau kurang lebih Bangga Menjadi Gay). “Ayo datanglah dan rayakan musim panas kita dengan penuh warna… Termasuk kostum pesta Anda.” Begitu undangan pesta tersebut.
Dress code dalam undangan itu adalah apapun asal menunjukan sebagai ikon gay. Pesta ini terbuka untuk umum. Undangannya sendiri disebar melalui e-mail. Undangan itu menyebutkan bahwa peserta pesta nantinya akan mendapatkan hadiah dari dua buah kontes yang akan digelar dalam acara itu, yaitu Ikon Gay Berpakaian Terbaik, dan Penampil Lip Synch Terbaik (kontes menyanyi). Salah satu harian terbesar Baghdad, Tigris, bahkan ikut dalam mensponsori kegiatan ini.
Juru bicara kedutaan besar AS mengeluarkan pernyataan, “Kegiatan ini disponsori oleh sekelompok petugas kedutaan besar. Karena kurangnya tempat-tempat untuk menyelenggarakan pertemuan seperti ini di Baghdad, maka kedutaan besar mengizinkan kelompok ini menggunakan fasilitas sosial dengan ketentuan siapa yang datang duluan, maka dilayani lebih dahulu.”
Pesta gay di Iraq, sesuatu yang tak akan pernah terjadi di zaman Saddam Hussein. Menangislah umat Muslim di Iraq sekarang.
King of Pop’ telah mangkat. Michael Jackson dinyatakan meninggal pada Kamis 25 Juni 2009 siang waktu Amerika (Jumat pagi waktu Indonesia Bagian Barat) di Rumah Sakit Los Angeles. Seperti hidupnya yang sarat kontroversi, kematiannya pun penuh tanda tanya besar.
Salah satu jadi pertanyaan publik adalah dengan upacara agama apa Michael Jackson dilepas? Pertanyaan menguat ketika tayangan televisi menunjukan jenazah Jackson hanya ditutup kain kafan ketika pelan-pelan diturunkan dari helikopter menuju sebuah ambulan, laiknya jenazah seorang muslim diperlakukan.
Spekulasi bahwa Jacko akan dimakamkan secara Islam cukup berdasar. Sebab, kabar Michael Jackson menjadi mualaf santer beredar akhir tahun 2008.
Seperti dikutip laman berita Mail Online, 21 November 2008, Michael menyatakan masuk Islam di rumah seorang rekannya di Los Angeles. Duduk bersila di lantai, mengenakan peci, Jacko dibimbing seorang imam mengucapkan kalimat syahadat.
Jackson lalu memilih nama Mikaeel, setelah menyingkirkan alternatif nama lainnya, Mustafa.
Seorang sumber kepada The Sun, mengatakan niat Jackson memilih Islam didorong penulis lagu asal Canada, David Wharnsby dan Phillip Buba, keduanya adalah mualaf. Kepada Jacko, baik Wharnsby maupun Buba mengaku Islam membuat mereka merasa jadi manusia yang lebih baik.
Jacko bukan orang pertama dalam keluarganya yang menjadi muslim. Kakaknya, Jermaine Friday jauh lebih dulu masuk Islam pada 1989. Jermaine bahkan berhak menyandang gelar haji, usai menunaikan rukun Islam kelima itu pada tahun 2008.
Kata Jermaine, Jacko sudah menunjukan ketertarikan pada Islam sejak Jermaine berganti agama pada 1989. Penyanyi ‘Black or White’ itu makin tertarik pada Islam setelah terjerat kasus pelecehan seksual pada 2005.
Lalu, berlalunya waktu membuat Jacko makin butuh pegangan. Apalagi secara dia bertubi-tubi dia didera masalah finansial dan emosional. Jacko perlu kekuatan.
“Ketika pulang dari Mekah, saya memberinya banyak buku. Dia juga banyak bertanya tentang agama saya. Saya bilang katakan pada dia Islam adalah agama yang penuh kedamaian dan indah,” kata Jermaine.
Jacko, tambah dia, membaca semua buku-buku itu. “Dia mengatakan dia bangga karena saya telah menemukan sesautu yang membuat hidup saya lebih kuat dan tenang,” tambah Jermaine.
Di dunia muslim, Jacko menempati posisi istimewa sebagai artis dunia barat yang mendobrak batas-batas kultural di era 1980-an, apalagi Michael Jackson telah memeluk agama Islam. Setelah melepas status sebagai pemeluk Saksi Jehovah, Michael Jackson berganti nama menjadi Mikaeel Jackson.. Tak ayal, kepergian Jackson yang tiba-tiba juga mengguncang penduduk di negara-negara Islam, khususnya Bahrain, tempat dia mengungsi saat didera kasus.
“Semoga Allah mengampuninya. Dia adalah orang Bahrain, karena dia pernah tinggal bersama kami di sini,” kata Jassim Ali, seorang warga Bahrain seperti dikutip dari AP, 28 Juni 2009.
Seperti halnya di belahan dunia lain, penggemar Jacko di negara-negara Arab ikut menyalakan lilin dan menangisi kepergian sang idola. Selamat tinggal Michael Jackson, Jacko, atau Mikaeel. Selamat jalan menuju kedamaianmu yang paripurna.
Subang--Sedikitnya enam spanduk yang isinya bernada memprovokasi masyarakat diturunkan oleh Panwaslu Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin.
“Sayangnya, pelaku pemasang spanduk tersebut sulit dicari,” kata Ketua Panwaslu Kabupaten Subang Muhiban.
Di antara tulisan yang tertulis di spanduk tersebut adalah “Pilpres Satu Putaran = 4 Triliun, Masa Harus Dua Putaran, Mubazir Euy! Lanjutkan”.
Adapun alasan penurunan spanduk tersebut, menurut dia, karena nada tulisan itu sudah merupakan suatu provokasi dan ada nuansa memaksakan kehendak.
“Tulisannya seakan bermakna memaksa harus satu putaran. Tulisan semacam itu juga bisa menimbulkan adu domba antar-tim sukses pasangan Capres dan Cawapres,” katanya.
Hal lain yang menjadi alasan penurunan spanduk tersebut, kata dia, juga sebagai upaya menjaga kondusifnya proses pesta demokrasi pada Pilpres tahun ini.
Ia menjelaskan, keenam spanduk tersebut merupakan hasil temuan di Kecamatan Sukasari sebanyak dua buah, Kecamatan Jalancagak sebuah, Kecamatan Pagaden sebuah serta Kecamatan Patokbeusi dua buah.
Hingga saat ini Panwaslu Subang belum menemukan secara pasti orang yang memasang spanduk tersebut.
“Kami masih menyisir tempat-tempat ditemukannya spanduk tersebut untuk mencari pelakunya,” demikian Muhiban.
WARGA Kabupaten Maros dibuat heboh dengan kasus seorang warga Kelurahan
Kassi Kebo, Andi Asriani (22), yang sudah dinyatakan meninggal dan
dikubur namun kemudian dilaporkan hidup lagi, Jumat (26/6).
Asriani yang dikabarkan sedang hamil itu dimakamkan, Kamis (25/6),
setelah dinyatakan meninggal. Sebelumnya, dia dirawat di Rumah Sakit
TNI AL Jala Ammari, Makassar, dengan diagnosa menderita demam berdarah.
Namun, wanita yang menikah tahun lalu itu, kemudian dipindahkan ke
Rumah Sakit Stella Maris. Setelah dirawat selama lima hari, Asriani
dinyatakan meninggal di RS Stella, Rabu (24/6), setelah petugas
menganggap nadinya sudah tidak bergerak.
Saudara ipar Asriani, Hasnah, mengatakan, keluarga kemudian membawa
jenazah Asriani ke Maros untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Beberapa keluarga menyarankan agara Asriani kembali diperiksa di Rumah
Sakit Umum (RSU) Salewangang, Maros dengan alasan masih ada denyut nadi
yang teraba. Petugas medis di RSU juga mengonfirmasikan bila Asriani
sudah tidak bernyawa.
Keluarga pun menguburkan jenazah Asriani di Kompleks Pemakaman Kassi
Kebo. Setelah menjalani prosesi, keluarga pun kembali ke rumah
masing-masing.
Namun warga menjadi heboh, ketika keluarga memutuskan menggali makam dengan alasan Asriani masih masih hidup.
Apalagi, setelah digali beberapa keluarga mengaku Asriani sempat menitikan air mata ketika kain kafannya dibuka.
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas), dr Nurdin
Mappawali, menjelaskan, dari sisi medis seseorang yang dinyatakan
meninggal, lalu hidup kembali, adalah sesuatu yang tidak mungkin.
Apalagi setelah dideteksi dengan seksama.
Dapat SMS
Suami Asriani, Budi (22), dengan sabar menemani dan terus mengusap wajah istri yang baru dinikahinya, Agustus 2008 lalu.
Budi menuturkan, dia tidak tega menggali kuburan istrinya. Tapi karena
mendapatkan pesan singkat (SMS) dari keluarganya di Sinjai, Candra, dan
neneknya, Dg Kanang, di Maros, dia akhirnya memutuskan untuk menggali
kuburan istrinya.
Lelaki yang bekerja sebagai sopir pete-pete dan menetap di Jalan
Cakalang,Makassar ini, lalu ke Maros dan menggali kuburan istrinya,
Jumat (26/6) dan langsung membawanya ke rumah neneknya, Dg Kanang, di
Kassi Kebo, Kecamatan Maros Baru.
Rumah Dg Kanang pun sampai tadi malam penuh sesak oleh orang yang ingin
melihat Asriani. Pintu ditutup rapat. Tidak sembarang orang bisa masuk
ke dalam rumah. Termasuk wartawan yang ingin meliput. Polisi berjaga
dibalik pintu.
Budi menuturkan, Dg Kanang dan Candra, sempat kesurupan. Saat itulah,
seperti menirukan suara Asriani dengan berteriak dan protes kenapa
dikubur padahal dirinya masih hidup.
Dia juga mengaku gelisah setelah Asriani dikuburkan, Kamis lalu.
Malamnya, dia juga sempat mendengar suara tangisan seperti suara istri
saya di rumah.
“Malah tadi, waktu saya mau salat Magrib, setelah kuburan istri digali,
saya masih merasakan mendengar rintihannya seperti sedang menangis,”
tambahnya.
Dijaga Polisi
Kampung Kassi Kebo pun menjadi ramai setelah kabar Asrinai beredar dari
mulut ke mulut. Hal yang sama juga terlihat di kediaman kelaurganya di
Jl Cakalang, Makassar.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Polresta Maros
menurunkan belasan personel untuk berjaga-jaga di sekitar kediaman
keluarga Asriani. Dua polisi bahkan berjaga di dekat pintu rumah dan tidak mengizinkan warga masuk, selain keluarga dekat.
Amnesty International (AI) mengecam larangan menara masjid di Swiss. Kecaman itu disampaikan Ketua AI Swiss, Daniel Bolomey pada Partai Rakyat Swiss (SVP), partai kiri jauh yang selama ini gencar mengkampanyekan agar Swiss melarang masjid-masjid di negeri itu dilengkapi dengan menara.
Bolomey mengatakan, pihak SVP semata-mata ingin meraih dukungan politik dengan cara menghembuskan isu bahwa menara masjid adalah lambang “islamisasi” di Swiss. Isu ini tidak lain untuk mendiskreditkan dan memfitnah komunitas Muslim di Swiss.
SVP bersama sebuah partai Kristen ultra konservatif di negeri itu, sejak setahun yang lalu menggelar kampanye ant-menara masjid. Kedua partai ini menggalang pengumpulan tanda tangan dari masyarakat agar mendukung ide larangan menara masjid di Swiss.
Menurut aturan di Swiss, SVP harus mengumpulkan sebanyak 100.000 tanda tangan yang dianggap sah, dalam jangka waktu 18 bulan agar inisiatifnya disetujui. Saat ini, SVP sudah berhasil mengumpulkan 113.000 tanda tangan. Apa yang dilakukan SVP menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat Swiss. Sejumlah politisi dan pemerintah Swiss sendiri mengecam tindakan SVP yang dinilai tidak konstitusional dan diskriminatif.
“Kampanye para politisi SVP sebenarnya tidak ada kaitan sama sekali dengan masalah menara masjid. Pada dasarnya, mereka hanya ingin menimbulkan keresahan yang bibit-bibitnya memang sudah ada di masyarakat, untuk kepentingan politik mereka,” tukas Bolomey.
Saat ini, ada sekitar 350.000 Muslim di Swiss dan selama bertahun-tahun mereka memperjuangkan agar agama Islam diakui sebagai agama resmi di Swiss. Di negeri itu, hanya ada empat masjid yang dilengkapi dengan menara dan tak satu pun masjid yang mengumandangkan adzan saat salat tiba. Beberapa masjid di Swiss, menggunakan tempat di basement-basement dan bekas-bekas gudang. Bahkan di kota Berne, masjid terbesar di kora itu menggunakan bekas area parkir di bawah tanah.
Kasus selebaran ternyata bukan merupakan serangan pertama bernuansa SARA terhadap Boediono. Sebelumnya seorang ustad bernama Anhar Nasution menyebut istri Boediono Katolik dalam sebuah show di televisi lokal di Sumatera Utara (Sumut). Pak Ustad pun dilaporkan ke polisi.
“Sudah kita masukkan tuntutannya ke polisi,” kata Ketua Tim Kampanye SBY-Boediono Wilayah Sumut, Rahmat Sah, saat dihubungi detikcom, Senin (29/6/2009).
Rahmat bercerita, sebelumnya 11 orang ustad dari Sumut berangkat ke Jakarta untuk memenuhi undangan dari Tim Kampanye JK-Wiranto. Setelah pulang itulah salah seorang di antara mereka, Ustad Anhar Nasution, diundang oleh TVRI Medan untuk mengisi salah satu program acara.
Saat siaran itu Anhar menyebut istri Boediono Katolik. Peristiwa itu terjadi sekitar 2 minggu lalu sebelum kasus selebaran mengemuka. “Mereka diundang oleh tim lain ke Jakarta. Setelah pulang kok macam orang mabuk gitu ngomongnya,” kata Rahmat.
Rahmat menganggap apa yang disampaikan Anhar itu merupakan kampanye hitam. Dia menilai hal itu menunjukkan tim kampanye yang bersangkutan tidak percaya diri untuk menang. “Saya pikir ini cara yang salah,” ujarnya.
Menurut Rahmat, pihaknya telah melaporkan peristiwa tersebut ke polisi sekitar seminggu yang lalu. Selain itu pihaknya juga melaporkan 2 kasus lain. Kasus pertama adalah penyebaran selebaran yang menyebutkan istri Boediono Katolik saat kampanye pasangan JK-Wiranto di Asrama Haji Medan.
Kasus kedua adalah pembagian leaflet yang menyudutkan SBY dengan menyebut-nyebut tentang bisnis keluarganya dalam kampanye pasangan JK-Wiranto di Hotel Tiara. “Kalau yang Hotel Tiara ini yang menyebarkan panitia langsung,” ungkap Rahmat.
Rahmat menambahkan, mengenai kasus selebaran di Asrama Haji, pihaknya yakin pelakunya adalah pendukung JK-Wiranto. Sebab orang yang menyebarkan selebaran tersebut mengenakan pin pasangan tersebut.
“Itu ada rekamannya, nampak di TV. Yang bagi-bagikan pakai pin JK-Wiranto di dadanya,” kata Rahmat.
Akhir bulan November 2008 media masa banyak memuat sang maestro pop Michael Jackson dikabarkan menjadi seorang muslim, Setelah melepas status sebagai pemeluk Saksi Jehovah, Michael Jackson berganti nama menjadi Mikaeel Jackson.
Menurut koran Inggris The Sun, Jacko -nama beken Jackson- mengucapkan dua kalimat syahadat di rumah sahabatnya yang juga komposer album terlaris Thriller, Steve Porcaro, di Los Angeles dan dihadiri seorang penyanyi ternama, Yosef Islam – dulunya bernama Cat Steven sebelum masuk Islam. Dalam momen religius tersebut, Jacko duduk di lantai dengan menggunakan topi kecil berwarna hitam dan dipandu seorang imam. Kabar menghebohkan datang dari si King of Pop Michael Jackson. Penyanyi yang akrab disapa Jacko itu disebut-sebut telah memeluk agama Islam.
Jacko memeluk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat di rumah temannya di Los Angeles, Amerika Serikat. Nama Jacko pun berubah menjadi Mikaeel.
“Mikaeel adalah nama salah satu malaikat dalam Islam,” ujar seorang sumber. Jacko sebenarnya sempat ditawari nama Mustafa, namun ditolaknya .
Saat mengucapkan dua kalimat syahadat, Jacko duduk di lantai dengan mengenakan topi kecil. Momen tersebut berlangsung sangat khidmat.
Jacko memutuskan masuk Islam setelah ia mendengarkan pengalaman produser dan penulis albumnya. Kedua orang tersebut meyakinkan pelantun ‘Ben’ itu, bahwa setelah menjadi muslim hidup mereka lebih baik.
Michael Jackson Menggunakan Pakaian Khas Arab
“Seorang imam pun kemudian dipanggil dari sebuah masjid untuk menuntun Micahel membaca dua kalimat syahadat,” lanjut si sumber.
Setelah memeluk Islam, Jacko dikabarkan terbang ke Mekkah.
Raja Pop – yang sebelumnya pernah disidangkan karena dituduh melakukan tindakan asusila terhadap anak di bawah umur beberapa kali – kembali disidangkan setelah Sheikh Abdullah Bin Hamad al-Khalifa,
anak kedua Raja Bahrain, mengajukan tuntutan terhadap Jackson karena telah mengingkari perjanjian untuk merekam album baru dan meminjam uang sebesar $ 7 juta.
kalangan musisi, sejumlah nama juga akhirnya mengucapkan syahadat. Mereka antara lain John Coltrane (pencipta dan saksoponis jazz), Art Blakey (musisi jazz), dan tentu saja Cat Stevens (penyanyi rock Inggris). Setelah memeluk Islam, Cat Stevens pun berganti nama jadi Yusuf Islam.
Di kalangan olahraga, yang paling banyak adalah petinju dan bintang basket. Paling terkenal tentu Muhammad Ali, mantan juara dunia yang dulu bernama Cassius Clay. Setelah itu ada pula Matthew Saad Muhammad, Dwight Muhammad Qawi, Eddie Mustapha Muhammad, Chris Eubank, dan Mike Tyson.
Tyson berganti nama jadi Malik Abdul Aziz setelah masuk Nation of Islam. Dia menjadi muslim saat berada di penjara karena keterlibatan dalam kasus pemerkosaan.
Islam pula yang menyelamatkan Tyson dari sebuah rencana pembunuhan pada tahun 2000. Saat itu, namanya sudah beredar di antara orang yang akan jadi sasaran pembunuhan kelompok Cash Money Brothers.
“Kelompok ini bahkan sudah mengintai Tyson beberapa bulan kemudian dan siap menembak. Tapi, rencana pembunuhannya urung dilaksanakan karena Tyson adalah seorang Muslim,” ujar Shelby Henderson, anggota geng tersebut dalam kesaksiannya di pengadilan federal Brooklyn, Juni lalu.
Sebelum memutuskan beralih memeluk Islam, Michael Jackson ternyata telah beramal dan memberikan sumbangsih untuk dunia Islam. Dia memberikan sumbangan tak sedikit untuk pembangunan sebuah mesjid di Manama, Bahrain.
Mesjid tersebut dibangun dengan keindahan seni yang luar biasa. Mesjid itu terletak di dekat rumah Jackson yang mewah di ibukota Bahrain itu.
“Mesjid itu didesain sekaligus sebagai tempat belajar prinsip dan pelajaran Islam. Juga dibangun tempat belajar bahasa Inggris. Guru-guru dengan standar tinggi didatangkan dari Amerika Serikat di bawah supervisinya,” ujar juru bicara panitia pembangunan mesjid itu.
Pada awalnya, Jackson melakukan hal tersebut sebagai bentuk apresiasinya terhadap masyarakat Bahrain. Masyarakat setempat menyambutnya dengan baik dan memperlakukannya seakan-akan dia adalah warga negara Bahrain.
Mikaeel, begitu namanya setelah memeluk Islam, bukanlah orang pertama di keluarga besar Jackson yang berpindah agama menjadi muslim. Sebelumnya, kakaknya, Jermaine Jackson yang sudah tinggal di Bahrain, juga memeluk Islam.
Belum ada penjelasan resmi Michael Jackson masalah agama yang dianutnya ini, sampai detik detik sang maestro menghembuskan nafas terakhir. Mungkin hanya Tuhanlah yang tau apa yang ada di hati dan di imani Jacko sampai akhir hayatnya.
Kerusuhan di Iran pasca pemilu presiden yang dimenangkan oleh Mahmoud Ahmadinejad dengan perolehan 66.25% suara terus berlanjut. Sampai hari ini 28 Juni 2009 sudah puluhan orang meninggal ratusan orang luka-luka serta lebih dari 500 orang ditahan. Pihak oposisi Mis-Housain Mousavi menganggap pemilu kali ini penuh kecurangan. Mereka melakukan demonstrasi besar-besaran di kota Tehran dan kota lainnya di Iran. Pendukung Mahmoud Ahmadinejad pun tidak mau kalah, mereka menggelar demonstrasi tandingan untuk melawan demonstrasi yang dilakukan oleh pendukung Housain Mousavi. Suasana di Iran semakin memanas dengan bergulirnya berita di negara-negara barat yang mengatakan pemilu di Iran penuh kecurangan. Namun KPU Iran mengatakan tidak ada kecurangan dalam pemilu presidan yang sudah dilaksanakan kemarin.
obama iranMajalah Schweiz Magazin berbahasa Jerman menampilkan gambar Barack Obama yang sedang menyulut api peta Iran. Dalam tulisan berjudul “Iran: Amerika Kontrol Kerusuhan” disebutkan beberapa bukti keterlibatan langsung Gedung Putih dengan kerusuhan akhir di Teheran, Iran.
Makalah tersebut juga menyebutkan sejumlah uang yang dikeluarkan oleh Gedung Putih untuk membiayai kerusuhan di Teheran. Disebutkan jumlah uang yang digelontorkan sejak zaman pemerintahan Bush hingga kini mencapai 85 juta US dollar yang bertujuan menggulingkan pemerintahan Ahmadinejad.
Berita juga menulis bahwa Amerika mempunyai kepentingan besar di Iran. Amerika ingin mengontrol minyak Iran dari dalam seperti negara Irak yang telah digagahi oleh Amerika. Kontrol minyak Iran memang penting bagi Amerika namun hal yang lebih penting dari itu adalah menghentikan program reaktor nuklir Iran.
Oleh karena itu jika kontrol pemerintah Iran dipegang oleh Mousavi, maka setidaknya untuk empat tahun ke depan Iran akan menghentikan operasi reaktor nuklirnya. Selain itu, dukungan Iran terhadap bangsa tertindas Palestina juga akan melemah. Meskipun Mousavi tetap akan memihak Palestina namun, opsi yang ditawarkan oleh Obama untuk membagi dua negara Palestina dan Israel kemungkinan besar diterima oleh Mousavi.
Ribuan masyarakat Iran, termasuk pelajar, jurnalis dan fotografer didanai oleh Amerika Serikat untuk menciptakan ketidakamanan pemerintahan dari dalam. Tujuannya: menghancurkan kesatuan negara. Beberapa contoh intervensi Amerika Serikat terhadap kebijakan dalam negeri Iran sudah lama terjadi. Tahun 1953, saat pencaplokan nasionalisasi minyak, tahun 1979 saat revolusi, dan tahun 1980 saat Amerika Serikat membantu Irak menyerang Iran dalam Perang Delapan Tahun.
PEMIMPIN TERTINGGI IRAN
khameniAyatollah Ali Khamenei mengancam bahwa jika pengunjuk rasa tidak berhenti melakukan demonstrasi maka akan ada sejumlah konsekuensi yang harus diterima mereka.
Di Universitas Teheran, Jumat (19/6), Pemimpin Tertinggi Iran tersebut menyebutkan, “Agen mata-mata Israel ada di belakang kerusuhan yang terjadi di Iran.”
Khamenei juga menegaskan, mempertanyakan hasil pemilu akan membawa Iran ke tangan musuhnya. Ia menyarankan, kalau ingin mengoreksi hasil pemilu maka harus melalui prosedur dengan adanya kepercayaan.
Usai memberikan pernyataan tersebut, Khamenei langsung memimpin sholat Jumat tersebut
Menteri Luar Negeri Israel yang kontroversial, Avigdor Lieberman mengatakan Israel ingin melakukan sebuah perombakan dalam kebijakan terhadap Iran tidak peduli siapa yang memenangkan sengketa pasca pemilu di Iran.
Sementara itu dia menekankan bahwa setiap perubahan rezim di Iran tampaknya tidak mungkin walaupun ada demonstrasi yang tengah terjadi di negara ini.
PEMIMPIN SPRITUAL ( RAHBAR ) IRAN MEMBERI PERYATAAN
rahbarSaat memimpin khutbah Jumat hari ini, Ayatullah Khamenei memberikan pernyataannya atas apa yang terjadi di Iran dan hal terkait pemilu. Rahbar menyatakan “kemenangan mutlak” atas pemilu di Iran dan tidak ada kecurangan. “Republik Islam tidak pernah memanipulasi suara dan menyetujui pengkhianatan.”
“Jika memang ada selisih 100.000, atau 500.000, atau 1.000.000 suara, maka mungkin saja di sana terdapat penipuan. Tapi terdapat 11 juta selisih suara; bagaimana mungkin terdapat manipulasi-suara?” Pernyataan Rahbar segera disambut oleh masyarakat yang hadir dalam shalat Jumat dengan teriakan takbir dan kehancuran bagi Israel, Amerika dan Inggris.
Rahbar meyakini bahwa merupakan hal alami bagi masyarakat untuk mendukung kandidat yang berbeda, tapi media Barat bertanggung jawab atas pencitraan bahwa pendukung Mousavi terkesan melawan Revolusi Islam. “Para musuh melalui berbagai media, dan beberapa media tersebut milik Zionis… mereka berusaha menciptakan gambaran bahwa terdapat perlawanan terhadap negara Islam. Mereka tidak berhak mengatakan hal tersebut dan itu tidak benar,” tegas Khamenei.
Setelah miliarder Israel Nochi Dankner masuk ke Carrefour SA, peritel asal Prancis itu diprediksi semakin agresif melakukan ekspansi usaha, termasuk Indonesia. Tanpa intervensi dan ketegasan pemerintah, kepakan sayap peritel asing itu bisa menghimpit keberadaan pasar tradisional dan pedagang kecil.
Di Indonesia, lewat bendera PT Carrefour Indonesia (Carrefour), peritel yang bermarkas di Paris itu terlihat agresif membuka gerai yang berlokasi di tengah kota dan berdekatan dengan pasar tradisional. Hal itu terlihat di wilayah Jakarta, Depok, dan Tanggerang.
“Selama ini, pemerintah terkesan memproteksi keberadaan Carrefour, sehingga para pedagang kecil dan menengah, apalagi pasar tradisional, semakin tergusur. Kedepan, siapa pun presiden yang terpilih nanti harus memberikan perlindungan khusus terhadap industri ritel dalam negeri,” ujar Anwar Sanusi, wakil ketua Komisi VI DPR, kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (25/6).
Hal senada diungkapkan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Husna Zahir, anggota Komisi VI DPR dari FPDIP Hasto Kristianto, dan ekonom Universitas Gajah Mada (UGM) Sri Adiningsih. Mereka dihubungi Investor Daily secara terpisah di Jakarta, Kamis (25/6).
Nochi Dankner membeli saham Carrefour SA melalui Koor Industries Ltd. Miliarder Israel itu telah siap menggelontorkan dana 3,5 miliar shekel (US$ 885 juta) untuk menguasai 3% saham Carrefour SA.
Nantinya, Koor akan menguasai 3,25% saham peritel terbesar di Eropa itu. Meski hanya 3,25%, Koor akan menjadi pemegang saham terbesar kedua Carrefour setelah Blue Capital, perusahaan yang dikontrol oleh Bernard Arnault dan Colony Capital LLC. Blue Capital saat ini menguasai sekitar 14% saham Carrefour.
Hingga kini, Corporate Affairs Director PT Carrefour Indonesia Irawan Kadarman mengaku belum menerima rincian apapun terkait transaksi Koor dengan Carrefour. “Carrefour adalah perusahaan terbuka. Pihak eksternal dapat membeli saham melalui bursa saham,” tegas dia.
Dia menegaskan, rencana bisnis yang sudah dirancang Carrefour Indonesia tetap berjalan seperti biasanya. “Tentunya (bisnis berjalan seperti biasa),” kata Irawan.
Masuknya miliarder Israel ke Carrefour, menurut Anwar Sanusi, bukan semata-mata masalah bisnis, tapi sudah bersifat politis. Terlebih lagi, pemerintah Indonesia tak punya hubungan diplomatik dengan negara itu.
“Karena itu, kepemilikan saham Israel di Carrefour perlu diteliti karena bila tidak dikhawatirkan berdampak negetif terhadap pemerintah Indonesia,” kata dia.
Pemerintah memang telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional. Namun, peraturan itu dinilai kurang melindungi para pedagang tradisional.
“Sejak awal pemerintah terkesan memihak pada kepentingan bisnis ritel asing untuk menguasai pangsa pasar dalam negeri tanpa memberikan perlindungan khusus kepada prusahaan ritel dalam negeri,” ujar Azwar.
Komisi VI DPR akan memanggil Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk meminta pertanggungjawaban, terkait keberadaan Carrefour di Indonesia. “Komisi VI DPR sudah menjadwalkan pertemuan dengan KPPU, sekaligus masalah ini akan saya persoalkan. DPR tetap memiliki komitmen untuk memperjuangkan hak-hak rakyat kecil yang semakin terpinggirkan dengan masuknya bisnis ritel asing,” tegas Anwar Sanusia.
Hasto Kristianto menambahkan, masuknya perusahaan Israel dalam kepemilikan saham Carrefour bukanlah sesuatu yang aneh. Peritel asal Prancis itu punya kesempatan untuk menarik siapa saja. “Kalau mau diusut, semua ini disebabkan kelalaian pemerintah yang terlalu tunduk kepada asing dan membiarkan Carrefour melakukan praktik monopoli bisnis ritel dalam negeri,” jelas dia.
Sejak pemerintah memproteksi keberadaan Carrefour di Indonesia, menurut Hasto, para pedagang kecil dan pasar tradisional semakin tergusur. Bahkan, Federasi Organisasi Pedagang Pasar Indonesia (FOPPI) sudah berulang kali mendesak pemerintah merevisi perpres tersebut.
Dia menilai, Perpres 112 justru membuka peluang para peritel asing untuk melakukan monopoli dan mendominasi bisnis ritel dalam negeri. “Bahkan, FOPPI mencatat terjadi penyusutan pasar tradisional sebesar 8% per tahun di seluruh Indonesia menyusul makin berkembangnya pasar modern yang pertumbuhannya mencapai 31,4% per tahun,” ujar dia.
Menurun
Husna Zahir juga melihat, keberadaan pasar tradisional sudah jauh menurun dibandingkan pasar moderen. Oleh karena itu, pemerintah daerah (pemda) seperti DKI Jakarta, harus tegas dalam menerapkan aturan, termasuk masalah zonasi. “Faktanya, ada yang berdiri di kawasan pemukiman dan dekat dengan pasar tradisional,” kata dia.
Husna yakin, pasar tradisional bisa ditata dan diatur. “Buktinya ada pasar tradisional yang bisa dibikin nyaman dan bersih,” ujar dia.
Menurut Sri Adiningsih, aksi perusahaan Israel itu merupakan strategi bisnis, sedangkan tujuan penjualan saham tidak diketahui untuk alokasi ekspansi atau tidak. Secara de facto, Carrefour merupakan salah satu peritel asing yang ekspansif di Indonesia. “Kita memang tidak mungkin melarang sektor bisnis berekspansi.
Yang penting adalah bagaimana pemerintah mengatur sehingga supermarket atau hipermarket raksasa tidak mematikan UMKM, toko, dan pedagang tradisional. Amerika Serikat tidak mengizinkan hipermarket di dalam kota, sehingga ekspansi yang berpotensi mematikan bisnis tradisional dapat dihindari,” papar Sri Adiningsih.
Ketua Umum Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) Benyamin Mailool tidak menepis kemungkinan Carrefour bakal lebih agresif di Asia Pasifik, termasuk di Indonesia. Selama dikelola dengan baik, pasar tradisional tak perlu khawatir terhadap ekspansi Carrefour itu.
“Ekspansifnya Carrefour bisa saja mematikan pasar tradisional, namun bisa juga tidak. Matinya pasar tradisional bukan karena pasar modern, tergantung infrastruktur dan pengelolaan pasar tradisional,” jelas dia.
Menurut dia, ekspansi Carrefour merupakan hal lumrah. ”Para peritel kita juga ekspansi jaringan. Siapa pun jika tidak berbenah akan tumbang, bukan hanya pasar tradisional tapi juga pasar moderen,” tukas Benyamin.
KPPU Lanjutkan Perkara
Komisioner KPPU Dedie S Martadisastra menilai, aksi miliarder Israel membeli saham Carrefour SA tidak berdampak signifikan bagi Indonesia. Alasannya, pembelian saham itu terjadi di luar Indonesia. KPPU tidak dalam posisi untuk menilai aksi korporasi itu, terutama dari segi ekonomi politik.
“Selain itu, saham yang dibeli relatif kecil yakni sekitar 3% sehingga tidak memberi posisi signifikan bagi pembeli dalam pengelolaan atau kebijakan manajemen,”” tutur Dedie di Jakarta saat dihubungi Investor Daily, Kamis (25/6).
Dia menegaskan, KPPU tetap melanjutkan penyelesaian perkara dugaan monopoli oleh Carrefour di Indonesia. KPPU meminta semua pihak tunduk kepada aturan hukum yang berlaku. Hal itu itu sesuai dengan wewenang dan tugas KPPU. “KPPU fokus berada pada jalur yang benar sesuai prosedur standar operasi,” papar Dedie.
Carrefour Group, Prancis yang menempati posisi nomor dua dunia, pada 2008, keuntungan bersihnya menurun hampir 45% karena permintaan pada semester ke dua 2008 turun sehubungan dengan pelemahan ekonomi global.
Keuntungan bersih turun 44,7% menjadi 1,27 miliar euro atau setara US$ 1,60 miliar, sedangkan pendapatan sebelum bunga dan pajak turun 16,8% menjadi 2,77 miliar euro. “Kami perkirakan kondisi sulit pada 2009,” kata direktur keuangan perusahaan Carrefour Group Eric Reiss, beberapa waktu lalu. Menurut dia, konsumsi cenderung belum membaik di banding dengan 2008.
Prancis sebagai pusat bisnis Carrefour, menyumbang sekitar 40% dari total penjualan.
Mana lebih baik, dua orang berjilbab yang mendukung Capres dengan ribuan orang muslimah berjilbab yang masuk ke sistem dan mendukung Capres. Karena yang dilawan oleh PKS adalah sistem
Presiden PKS Tifatul Sembiring menjelaskan perihal isu jilbab ke kader-kadernya. Dalam pesan singkat yang dia kirimkan, dia menjawab isi berita di Majalah Tempo yang menyebutkan kalau Tifatul mengatakan urusan jilbab hanya selembar kain.
Berikut isi SMS penjelasan Tifatul kepada kader-kadernya:
“Antum percaya Tempo atau ana? Antum baca deh artikel yang soal PKS di Tempo. Dia tanya, “Apakah PKS menekan SBY agar Bu Ani (Ani Yudhoyono) pakai jilbab?”, saya bilang “bukan!”. Dia tanya, “Apakah Bu Ani berjilbab lantaran alasan politik?”, saya jawab “Nggak tahu, tanya langsung ke orangnya!”
“Anda ini rewel banget,” kata saya, “urusan selembar kain di atas kepala wanita, dia gak pake kerudung ente ributin, dah pake kerudung diributin juga!” Itu bahasa saya ke Tempo. Nah, percaya siapa?
Dalam kesempatan yang lain, menurut Ustadz Amang Syafruddin, keputusan PKS sudah dimusyawarahkan oleh ustadz-ustadz yang memiliki kapabilitas. Karena itu tak bisa dipatahkan oleh SMS. Dalam Hal Jilbab di Pilpres ini, mana lebih baik, dua orang berjilbab yang mendukung Capres dengan ribuan orang muslimah berjilbab yang masuk ke sistem dan mendukung Capres. Karena yang dilawan oleh PKS adalah sistem.
“Coba tunjukan mana keputusan PKS yang melanggar syariat?” tantanganya dihadapan Kader PKS se Jakarta.
Memang sempat beredar SMS yang merugikan PKS soal kutipan yang tak lengkap itu. Keterangan perihal SMS Tifatul ini datang dari Kepala Bidang Humas dan Informasi Ahmad Mabruri “Ini penjelasan kepada kader secara internal,” jelas Mabruri melalui telepon, Kamis 25/06
Berikut petikannya:
Soal pernyataan Tifatul, jilbab hanya selembar kain?
Itu salah kutip dari majalah Tempo, wawancaranya panjang tapi dikutip sepotong dan keluar dari substansi.
Apa yang dimaksud sebenarnya?
Karena rame-rame orang membicarakan jilbab istri Capres dan Cawapres, maka orang bertanya, Apa PKS akan meminta Ibu Ani Yudhoyono untuk berjilbab? Wartawan terus bertanya. Jawaban Tifatul waktu itu, sebaiknya tanya kepada yang bersangkutan. Terus ditanya lagi, jawabannya, Kami tidak akan memaksa. Hingga keluarlah perkataan jilbab hanyalah selembar kain itu. Padahal bukankah dibelakang itu ada sistem yang menggerakan Capres dan Cawapres itu sendiri.
Jadi….?
Wawancara itu tidak utuh, keluar dari substansi. Seperti surat al Maun kalau dipahami sepotoang jadinya, celakalah orang yang shalat. Tapi kan ada lagi penjelasannya kenapa dia celaka, yaitu lalai dalam shalatnya. Tidak mungkin PKS melecehkan jilbab. Semua istri pengurus PKS dan aktivisnya berjilbab.
Soal SMS itu bagaimana?
Orang yang menerima sms itu juga belum baca wawancara di Tempo. Payahnya lagi, itu di massifkan hingga menjadi black campaign. Tapi kami sudah tahu siapa yang memulai (menyebarkan sms). Itu dari salah seorang partai saingan di Pilpres ini.
Kampanye dialogis JK dengan para tokoh Muslim di Asrama Haji, Jalan H.Nasution, di Medan, akhirnya berbuntut. Karena, kampanye dialogis JK itu diwarnai dengan menyebarnya fotokopi yang menyebutkan bahwa istri calon wakil presiden Boediono beragama Katolik. Selabaran tersebut fotokopi dari tabloid Indonesia Monitor, edisi 49 1/3-9 Juni 2009, yang mengutip ucapan Habib Husien al-Habsyi, bahwa istri Boediono beragama Katolik.
Sementara, selebaran itu sudah beredar sangat luas di tengah-tengah masyarakat, karena penyebarannya akibat dikutip berbagai media cetak dan elektronik. Bahkan, sebelumnya ketika berlangsung kampanye JK, di Pesantren Futuhiyah, Mranggen, Demak, Jawa Tengah, juga selebaran yang menyebutkan istri Boediono, seorang Katolik, juga sudah menyebar luas, di tempel di dinding rumah-rumah warga.
Akibat beredarnya fotokopi selebaran yang menyebut status agama istri Boediono yang Katolik itu, di saat berlangsungnya kampanye JK, nampaknya telah berbuntut, di mana tim nasional SBY-Boediono, Rizal Mallarangeng telah meminta klarifikasi terhadap JK, berkaitan beredarnya selebaran fotokopi yang berkaitan dengan agama Herawati istri Boediono. ”Apa sih susahnya memberikan klarifikasi”, ujar Rizal. Sementara itu, Amir Syamsudin, yang mewakili tim kampanye SBY-Boediono telah melaporkan peristiwa itu kepada Bawaslu. “Laporan yang disampaikan tentang kampanye hitam yagn bernuansa SARA”, ungkap Kasubbag Wilayah III Bawaslu, Faisal Rahman, Kamis. (25/6/2009)
Sementara itu, juru bicara tim sukses JK/Win, Yuddy Chrisnandi, memastikn tidak ada satupun timnya yang menyebarkan selebaran itu. “Kalau memang benar dan dianggap melanggar hukum, sebaiknya fihak yang dirugikan atau panwaslu mengusut pelakunya”, tegas Yuddy. Dibagian lain, Indra J.Piliang yang menjadi juru bicara JK-Win, menyesalkan pernyataan tim SBY-Boediono, Rizal Mallarangeng, yang mengeluarkan pernyataan agar JK menjelaskan masalah selebaran istri Boediono, Herawati, yang beragama Katolik. “Kami meminta saudara Rizal Mallarangeng mencabut pernyataannya yang kurang sopanitu, baik secara lisan atau tulisan”, ungkap Indra.
Dalam kesempatan lainnya, menanggapi kasus istri Boediono, Herawati, yang sekarang ini, disebut-sebut beragama Katolik itu, juru bicara JK-Win, Yuddy Chrisnandi, mengatakan, jika SBY merasa dirugikan dengan berita bahwa Herawati Boediono beragama Katolik, sebagiknya dibuktikan. “Undang media dan ibu Herawati membaca surat al-Fatihah selesai perkaranya”, kata Yuddy. Selanjutnya, semestinya berita Herawati bergama Katolik tidak perlu membuat kubu SBY-Boediono gerah. “Kita itu hidup dalam negara Pancasila yang menghargai keberagaman agama. Jadi, agama lyang dianut ibu Herawati mestinya menjadi masalah”, tambah Yuddy. Mestinya, yang wajib diminta penjelasan adalah Habib al-Habsyi sebagai fihak yagn dikutip media. “jangan malan menuding JK yang tidak tahu menahu masalah ini”, tegas Yuddy.
Kemarin, hari Kamis (25/6/2009), istri Boediono, menyampaikan klarifikasi melalui acara Launching Panduan Surat Yaasin yang diselenggarakan Ormas ibu-ibu Salimah, yang dipimpin Dra. Wiryaningsih. Acara itu digelar di Gedung Cut Nyak Dien, Bumi Perkemahan Cibubur, yang diharapkan menjadi ajang silaturrhami antara ibu Herawati dengan seribu muslimah.
Salimah adalah organisasi underbow PKS, yang menggarap kalangan ibu-ibu majelis Taklim di Jakarta. Tentu, Salimah yang menjadi underbow PKS yang sudah megusung pasangan SBY-Boeidono ikut bertanggungjawab menjelaskan isu miring yang berkaitan istri Boediono itu.
Pemberitaan media Barat yang menghembuskan isu kecurangan dalam pemilu Iran dan situasi kisruh pasca pemilu Iran yang cenderung tendensius, memaksa pemerintah Iran bersikap tegas terhadap media-media asing tersebut. Ketegasan pemerintah Iran itu bukan tanpa alasan karena terbukti beberapa media asing telah menyiarkan informasi yang tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya terjadi di lapangan, terutama dalam aksi-aksi massa yang terjadi di Iran.
Setelah BBC, kini giliran CNN yang “tertangkap basah” menyiarkan informasi yang menyesatkan. Dalam siaran hari Rabu kemarin, CNN menayangkan wawancara lewat telepon dengan seorang perempuan yang disebut berada di tengah-tengah aksi protes yang berlangsung di depan gedung parlemen Iran di kota Teheran.
Dalam wawancara, perempuan yang menjadi nara sumber CNN itu menceritakan seolah-olah situasi di lokasi unjuk rasa dalam keadaan gawat karena tindakan represif aparat keamanan Iran terhadap para pengunjuk rasa. “Situasinya sudah seperti pembantaian” kata si nara sumber CNN yang tidak disebutkan namanya. Menurut si nara sumber, aparat kepolisian Iran sudah bersikap kasar, memukuli para pengunjuk rasa dan menembaki mereka seperti binatang.
CNN tidak tahu bahwa televisi Iran, Press TV merekam wawancara itu dan Press TV juga punya hasil liputan aksi unjuk rasa di depan gedung parlemen yang oleh nara sumber CNN disebut ricuh dan suasanya seperti “pembantaian”.
Press TV membandingkan antara laporan nara sumber CNN dan hasil liputan Press TV sendiri dan menayangkannya satu hari kemarin. Hasil perbandingan itu menunjukkan bahwa laporan nara sumber CNN ternyata tidak sesuai dengan fakta di lapangan yang terekam Press TV. Dalam aksi unjuk rasa tersebut, tidak terjadi keributan seperti yang digambarkan nara sumber CNN.
Pembawa acara Press TV di akhir liputan itu menantang CNN dan jaringan media Barat lain untuk membuktikan kalau semua berita yang disiarkannya berasal dari sumber-sumber yang bisa dipercaya dan mendesak press Barat untuk tidak membuat laporan yang provokatif dan menghasut.
Fakta ini menjadi tamparan bagi CNN, media massa kebanggaan AS itu. CNN sendiri belum memberikan penjelasan apakah ia sudah dibohongi oleh orang yang disebut sebagai nara sumbernya itu atau CNN sudah dengan sengaja membuat wawancara telepon palsu dengan tujuan untuk menampilkan bahwa wajah Iran dengan kekerasan.
Sebelum ini, media Inggris BBC juga memuat foto hasil rekayasa pelaksanaan kampanye pemilu presiden di Iran. Seorang blogger berhasil membongkar kebohongan BBC yang menggunakan foto kampanye Ahmadinejad dengan massa yang jumlahnya banyak (http://whatreallyhappened.com/IMAGES/iran_protest_rally_lie1.jpg).
Foto itu dipotong sedemikian rupa (foto hasil rekayasa: http://whatreallyhappened.com/IMAGES/iran_protest_rally_lie2.jpg) dan diberi keterangan foto seolah-olah massa yang banyak itu adalah massa Mir Mousavi. Blogger tersebut memuat pemalsuan foto yang dilakukan BBC di situs http://whatreallyhappened.com/WRHARTICLES/iranprop.php
Setelah kebohongannya terbongkar, BBC memuat ralat foto tersebut yang dipasang di bagian paling bawah berita utama. (lihat di http://news.bbc.co.uk/2/hi/middle_east/8104362.stm)
Sebelum pelaksanaan pemilu, BBC berbahasa Farsi dalam siarannya berusaha menggembosi pelaksanaan pemilu di Iran dengan memprovokasi rakyat Iran agar tidak datang ke tempat-tempat pemungutan suara. Dalam sebuah siaran yang provokatif, seorang presenter BBC bahkan mengatakan, “Dari pada pergi ke TPS, lebih baik anda berkumpul di rumah menikmati Qormeh Sabzi, atau pergi berlibur”. BBC juga berulangkali melakukan agitasi dengan menyebutkan bahwa telah terjadi kecurangan dalam pemilu dan menyebut aksi massa di Iran sebagai cikal bakal revolusi beludru seperti yang terjadi di Cekoslavakia.
Akibatnya, Iran mengusir wartawan BBC. Tindakan serupa dilakukan Iran terhadap stasiun televisi Al-Arabiya yang dianggap menyiarkan laporan yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.
Matthew Cassel, asistan editor di situs Electronic Intifada-situs independen yang berkomitmen dengan informasi-informasi tentang Palestina-dalam editorialnya, mengkritik cara media Barat meliput situasi terkini di Iran. Ia mengecam media Barat yang tidak independen dan bisa diperalat oleh pemerintahnya untuk membuat sebuah pemberitaan pada publik. Media di negara-negara Barat, yang mengklaim menghormati kebebasan press, kerap membuat pemberitan sesuai pesanan dan selera pemerintahan negara asal media bersangkutan.
Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menargetkan proses perbaikan Jembatan Cipamingkis di Jalan Raya Loji, Kecamatan Cibarusah, yang terputus pada Desember 2008 lalu akan rampung pada bulan September 2009.
Bupati Bekasi, Drs. H. Sa`duddin, di Cikarang, Jumat (26/6), mengatakan, pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya pembangunan jembatan tersebut kepada Departemen Pekerjaan Umum.
“Kepastian itu datang dari hasil kajian Departemen Pekerjaan Umum (PU) yang datang meninjau lokasi kemarin, Kamis (25/6). Diperkirakan pada bulan September pembangunannya rampung,” katanya.
Berdasarkan hasil kajian, kata dia, jembatan tersebut akan diperpanjang menjadi 60 hingga 80 meter dari panjang awal 45 meter, dan memiliki lebar sekitar 25 meter.
“Mulai hari ini hingga empat hari kedepan pegawai dari PU mulai melakukan pengerjaan teknis. Bahan baku telah disiapkan, prosesnya butuh waktu selama dua bulan,” ujarnya.
Ditambahkan Sa`duddin, anggaran perbaikan jembatan Cipamingkis yang dialokasikan pihaknya senilai Rp14,7 miliar, rencananya akan dialihkan untuk pembebasan lahan milik warga yang akan terkena proses perpanjangan jembatan.
“Dana dari kami sebesar Rp14,7 miliar akan dijadikan sebagai kompensasi tanah warga yang terkena perpanjangan jembatan,” katanya.
Secara terpisah, Kepala sub bidang (kasubid) Pelaksana Jalan Perkotaan Metropolitan Departemen PU, Thomas mengatakan, pihaknya telah menetapkan anggaran biaya pembangunan.
“Kami belum dapat merinci secara pasti berapa total anggarannya. Namun, kami telah memiliki jembatan yang siap pasang sehingga bisa dibangun sesingkat mungkin,” katanya.
Ditambahkan Thomas, untuk memperpanjang usia jembatan, pihaknya merancang kawat baja yang akan mengikat bagian samping jembatan.
“Konsepnya mirip jembatan gantung di luar negeri. Kawat baja akan mengikat bagian samping jembatan. Sementara badan jalan akan diberi beton dan dilapisi aspal,” katanya.
Pasca putusnya jembatan Cipamingkis akibat terkena banjir, sebanyak 30 ribu warga di Desa Sirnajati, Ridomanah, dan Ridogalih terisolir. Warga kesulitan beraktifitas menuju pusat kota karena harus menempuh jalan alternatif yang membutuhkan tambahan waktu satu jam. Dalam demonya baru-baru ini warga ditiga desa ini mengancam akan golput jika pemerintah tidka segera membangun jembatan ini
Sebuah seruan yang dirilis oleh Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam atau FPI melalui websitenya berisi dukung an terhadap Yusuf Kalla dan Wiranto sebagai presiden dan wakil presiden. Seruan ini ditujukan untuk seluruh umat Islam dan anak bangsa.
“Setelah melalui Musyawarah Pimpinan DPP-FPI dengan pertimbangan syar’i, maka secara tulus dan ikhlas DPP-FPI menyerukan seluruh umat Islam dan segenap anak bangsa untuk mendukung, memilih dan memenangkan dalam Pilpres 2009, Muhammad Yusuf Kalla dan Wiranto sebagai pasangan Capres -- Cawapres RI.”
Menurut DPP FPI, keputusan ini atas dasar pertimbangan bahwa pasangan ini sudah memberikan jaminan kebebasan menjalankan ibadah dan syariat bagi tiap agama sesuai dengan ajarannya masing-masing dan pelarangan segala bentuk penistaan dan penodaan terhadap agama apa pun.
FPI juga meminta semua anggota dan simpatisannya di dalam maupun luar negeri untuk mengkampanyekan seruan ini, mengikuti Pilpres 2009, memastikan nama ada dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), mengawasi tiap-tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), mengawal Kotak Suara dari TPS hingga ke KPU pusat, dan melawan segala bentuk kecurangan untuk pemilu yang adil, jujur, dan amanat.
Sebelumnya Front Pembela Islam (FPI) justru menyerukan golput.
“Jika nanti tidak ada dari caleg, partai, maupun capres/cawapres yang memiliki komitmen untuk pembubaran Ahmadiyah dan sepilis (sekulerisme, pluralisme, liberalisme), kalau masih dibiarkan kelompok-kelompok seperti ini, maka mau tidak mau FPI sangat mendukung fatwa Habib Rizieq Syihab, kita tidak akan menggunakan hak pilih kita di Pemilu 2009,” ujar Sekjen DPP FPI Ahmad Shobri Lubis saat dihubungi detikcom, Sabtu (13/13/2008) malam.
Pernyataan Shobri tersebut juga merupakan rekomendasi Munas II FPI yang digelar di Bogor, 9-11 Desember lalu. Dalam situs resmi FPI, rekomendasi tersebut tertulis di nomor 3, berbunyi:
“Sikap Politik FPI terhadap Pemilu 2009, yaitu tidak menggunakan hak pilih jika tidak ada parpol/caleg/capres/cawapres yang berkomitmen membubarkan Ahmadiyah.”
Selain menyerukan golput, Munas II FPI juga menghasilkan rekomendasi pengkajian pembentukan parpol. FPI menilai saat ini tidak ada satupun parpol Islam yang memperjuangkan aspirasi mayoritas umat Islam dan penegakan syariat Islam.
Isu yang menyebut istri Boediono, Herawati seorang non muslim adalah isu tak bertanggung jawab. Herawati pun menyayangkan munculnya isu itu.
Herawati tak pernah menyangka isu tak sedap menimpa dirinya seiring dijadikannya Boediono, suaminya, sebagai cawapres mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono. Herawati menegaskan, sejak lahir dirinya seorang muslimah.
“Kenapa kok saya difitnah?” kata Herawati seperti dikutip Ketua Umum PP Salimah Wirianingsih, seusai acara Forum Silaturahim Majelis Taklim Salimah se-Jabodetabek di Gedung Cut Nyak Dien Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (25/6).
Pernyataan tersebut dikemukakan Herawati saat berbicara dengan Wirianingsih. Saat berbincang itu pula, lanjut Wirianingsih, dia melihat Herawati sebagai seorang yang sederhana. “Jangan memfitnah orang lain tanpa alasan,” ujar Wirianingsih.
Sementara, seusai acara, Herawati yang dikerubuti wartawan tak mau menanggapi langsung soal isu tersebut. Dia hanya mengucapkan terima kasih. Ketika ditanya apakah isu itu benar, Herawati yang mengenakan kerudung merah muda mengarahkan jari telunjuk kanannya ke langit, tanda menyerahkan segala sesuatu ke Allah SWT.
Sebelumnya Kampanye dialogis calon presiden Jusuf Kalla dengan para tokoh muslim di Asrama Haji Jl H Nasution Medan, Sumut, Rabu diwarnai menyebarnya fotokopi yang menyebutkan bahwa istri calon wakil presiden Boediono bukanlah beragama Islam.
Fotokopi satu lembar tersebut mulai beredar dari bangku belakang di saat Capres Jusuf Kalla melakukan dialog. Fotokopi tersebut disebarkan salah seorang peserta dialog.
Selebaran tersebut merupakan fotokopi berita dari tabloid Indonesia Monitor edisi 49 tahun I/3-9 Juni 2009 yang mengutip ucapan Habib Husein Al-Habsy bahwa istri Boediono itu bukan beragama Islam. Kampanye dialogis Capres Jusuf Kalla diikuti ribuan muslim dan muslimah. Fotokopi menyebar hampir ke semua orang yang mengikuti kampanye dialogis tersebut.
Sebelumnya, fotokopi berita yang sama juga terlihat di Jawa Tengah, khususnya saat Capres Jusuf Kalla berdialog di Ponpes Fuluhiyah, Mranggen, Demak, Jateng. Namun di Mranggen, fotokopi tidak disebarkan dari tangan ke tangan, tetapi ditempelkan di dinding rumah-rumah warga.
Selebaran serupa juga sampai ke Jawa Timur. Menurut situs Polda Jatim, selebaran serupa beredar di Perumahan Pondok Jati Sidoarjo. Di Sidoarjo, selebaran berjumlah 3 lembar dengan judul masing-masing, “Membongkar kedok Boediono”, “Apa PKS tidak tahu istri Boediono Katolik..?”, dan ”Kisah Kontroversi Wapres Mafia Berkeley.”
Dalam selebaran tersebut dimuat tentang pendapat Habib Husein Al-Habsy bahwa Boediono terpilih jadi Cawapres SBY karena parpol-parpol Islam lemah dalam negosiasi. Mereka cenderung memanfaatkan umatnya demi harta dan kekuasaan.
Membela
Menanggapi kasus ini, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring hari Ahad malam di Padang telah menegaskan bahwa istri Boediono itu adalah seorang muslimah. “Ibu Herawati pernah belajar mengaji pada seorang kader PKS,” kata Tifatul Sembiring usai berlangsungnya kampanye dialogis calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono di ibu kota Provinsi Sumatera Barat itu.
Tifatul Sembiring mengatakan, Herawati Boediono belajar mengaji di Jalan Rasamala, kawasan Bidakara, Jakarta. Ia juga menegaskan bahwa ketika Boediono dan Herawati menikah, mertuanya hadir pada acara yang sakral itu.
“Dulu Pak Boediono yang diserang, kemudian sekarang istrinya. Nanti jangan-jangan para tetangganya juga dipertanyakan agamanya,” kata Presiden PKS itu ketika menyindir lawan-lawan politik pasangan SBY-Boediono ini.
Tim sukses SBY-Boediono juga membela. Mereka menilai, selebaran yang berisi istri Boediono Katolik sebagai black campaign.
“Langkah selanjutnya kami akan melaporkan ke Panwaslu setempat,” kata juru bicara Tim Sukses SBY-Boediono, Rizal Mallarangeng.
Hal itu disampaikan Rizal dalam jumpa pers di Bravo Media Center (MBC), Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2009).
Rizal mengatakan, pihaknya juga akan menunggu klarifikasi dari pihak JK-Wiranto. Mereka, kata Rizal, harus menjelaskan apakah penyebaran selebaran di kampanye di Medan itu atas sepengetahuan JK atau tidak.
“Kita tunggu perkembangannya. Kita minta kejelasan dari JK-Wiranto atau tim suksesnya,” kata Rizal.
Di tengah banjir protes dan unjuk rasa di Iran berkaitan dengan terpilihnya kembali Mahmoud Ahmadinejad sebagai presiden Iran. Dengan kemenangan tersebut, Ahmadinejad akan kembali bercokol di kursi kepresidenan Iran dalam jangka waktu empat tahun ke depan. Tidak terima dengan kekalahan, yang dianggap kontroversial tersebut, rival Ahmadinejad, Mir Hussein Moussavi menyerang Ahmadinejad dengan cara yang unik.
Moussavi menciptakan sebuah situs game di internet yang bisa dimainkan oleh siapa saja, game tersebut berisikan tentang hujatan dan ejekan terhadap presiden Iran tersebut. Game flash kreasi Moussavi tersebut dibuat menyusul kekecewaan Moussavi terhadap hasil pemilihan umum Iran, ia menganggap bahwa hasil pemilu tersebut penuh kepalsuan dan penipuan. Moussavi juga mendukung penuh unjuk rasa besar-besaran di jalanan kota-kota di Iran.
Di dalam game tersebut, pemain akan memberikan cap jempol di atas sebuah surat suara yang memilih Mir Hussein Moussavi, kertas tersebut kemudian digulung dan digenggam oleh tangan pemain. Di hadapan pemain, berdiri presiden Ahmadinejad dalam sebuah ruangan yang mirip dengan ruang pidato kepresidenan Iran, di samping Ahmadinejad, terdapat bendera Iran yang berkibar di atas tiang, di sisi satunya lagi, terdapat podium untuk berpidato.
Yang unik adalah misi utama pemain dalam game tersebut. Pemain yang telah menggengam gulungan kertas suara kemudian ditugasi untuk melemparkannya ke arah Ahmadinejad. Lemparan terhadap Ahmadinejad selalu tertuju ke arah kepala.
Ahmadinejad dalam game tersebut tentu tidak tinggal diam, ia terkadang menangkis serangan dari pelempar dengan cara menyilangkan sebelah tangannya untuk melindungi kepalanya, terkadang ia juga menunduk untuk menghindari lemparan.
Anehnya, meski objek yang dilemparkan hanya berupa gulungan kertas, akibat yang ditimbulkan setelah terkena lemparan kertas tersebut cukup dahsyat. Ahmadinejad akan terhuyung-huyung dengan animasi lucu yang menampakkan presiden Iran tersebut tengah pusing, ada juga reaksi kedua Ahmadinejad, jika terkena lemparan gulungan kertas di kepalanya, maka ia akan jatuh tersungkur dengan kepala ada di bawah.
Setiap kali berhasil mengenai kepala Ahmadinejad, maka pemain akan mendapatkan tambahan satu poin dalam kategori tepat sasaran, sebaliknya, jika lemparan pemain meleset atau berhasil ditangkis, maka akan ditambahkan satu poin dala kategori meleset.
Bukan hanya Moussavi yang geram kepada Ahmadinejad, bahkan istri Moussavi pun merasakan hal yang serupa. Beberapa waktu yang lalu, Istri Moussavi melontarkan ancaman untuk melayangkan gugatan kepada Ahmadinejad atas tudingan fitnah dan pemcemaran nama baik.
Banyak pihak yang memandang bahwa hal tersebut merupakan dampak dari debat nasional yang ditayangkan oleh televisi Iran. Kala itu, presiden Iran tersebut langsung membuka debat dengan serangan keras terhadap Moussavi dan istrinya.
Ahmadinejad memperlihatkan sebuah dokumen dengan foto berukuran kecil dari istri Moussavi, Zahra Rahnavard. Ahmadinejad kemudian bertanya kepada Moussavi: “Apa anda mengenal wanita ini?” Tidak berhenti di situ, Ahmadinejad kemudian menuding Rahnavard – seorang profesor ilmu politik – telah menempuh pendidikan tinggi tanpa melalui ujian masuk. Hal tersebut kontan memmbuat Moussavi, dan tentunya istrinya, meradang.
Ahmadinejad, presiden Iran yang memiliki darah Yahudi dalam silsilah keluarganya, memang acapkali melontarka pernyataan keras yang memerahkan telinga orang yang mendengarnya.
Ahmadinejad bahkan bukan hanya bermasalah dengan masyarakat dalam negeri Iran, dia juga terlibat kasus kriminal di negara lain. Ahmadinejad ditengarai terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap para aktivis Kurdi di Austria.
Ada-ada saja! Saat sedang menggelar konferensi pers, Presiden Zambia Rupiah Banda mengalami insiden tak mengenakkan. Seekor monyet mengencinginya dari atas pohon!
Banda pun terkejut. Dia langsung menoleh ke atas dan melihat seekor monyet sedang bertengger di atas pohon dekat tempatnya berdiri. Monyet tersebut merupakan salah satu dari banyak kera yang bersarang di pepohonan yang terdapat di luar kantor Banda.
“Kamu telah mengencingi jaket saya,” seru Banda pada monyet itu seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (25/6/2009).
Meski terlihat kesal, Banda mencoba melucu. “Saya akan memberikan monyet ini untuk makan siang Pak Sata (Michael Sata),” guraunya kepada para wartawan. Michael Sata adalah pemimpin oposisi yang dikalahkan Banda dalam pemilihan presiden tahun lalu.
Insiden monyet kencing itu tak lantas membuat Banda menghentikan konferensi persnya. Dia terus berbicara kepada pers mengenai sejumlah isu khususnya perekonomian negara Afrika itu.
Dua narapidana Muslim yang ditahan di sebuah unit khusus di penjara federal di Terre Haute mengatakan mereka tidak diperbolehkan untuk shalat berjamaah sesering yang diperintahkan agama dan meminta hakim federal untuk meringankan batasan ibadah yang dikenakan oleh Biro Penjara.
Penjara di bagian barat Indiana itu menjadi tempat bagi beberapa narapidana keamanan tinggi, termasuk pejuang Taliban kelahiran Amerika John Walker Lindh, yang menjalani hukuman penjara 20 tahun atas tuduhan membantu Afghanistan dan sekarang pemerintah Taliban yang dinonaktifkan.
Perkara 16 Juni itu dikirim oleh American Civil Liberates Union of Indiana menantang pembatasan pelaksanaan ibadah Islam di Unit Komunikasi Management penjara, di mana ada sekitar 30 dari 40 narapidana yang merupakan Muslim.
Muslim diwajibkan untuk shalat lima kali sehari, tetapi perkara yang dibuat atas nama narapidana Enaam Arnaout dan T. Randall Royer, mengatakan narapidana di CMU diizinkan untuk shalat berjamaah hanya satu jam seminggu. ACLU menyatakan bahwa hal itu melanggar hukum federal yang membatasi pemerintah melarang kegiatan keagamaan tanpa tujuan yang mendesak.
Perkara itu mengulang sebuah keluhan pada tahun 2007 yang memvonis Richard Reid bahwa ia menolak memberi akses shalat berjamaah di dalam penjara federal Supermax Florence, Colo.
Perkara Indiana merupakan salah satu dari dua yang telah dikirimkan oleh ACLU dalam minggu terakhir ini tentang kondisi di CMU. Perkara hukum lainnya mengklaim unit tersebut telah membuat dan menempatkan secara rahasia kebanyakan narapidana Muslim dalam penjara isolasi virtual.
Seorang juru bicara Departemen Kehakiman mengatakan pekan lalu bahwa pemerintah mengikuti aturan federal dalam pembuatan unit khusus pada bulan November 2006. Dirancang untuk menjadi unit bagi tahanan yang membutuhkan tambahan keamanan, serta unit memonitor ketat kontak yang dilakukan narapidana dengan dunia luar.
Ken Falk, direktur hukum ACLU dari Indiana, mempertanyakan kebijakan yang memungkinkan para tahanan dari sel mereka untuk menonton televisi, bermain kartu atau terlibat dalam kegiatan kelompok lain tetapi membatasi kegiatan shalat jemaah selama satu jam pada hari Jumat.
“Itu berarti empat orang dapat duduk di sekitar meja bermain kartu atau berbicara mengenai permainan bola basket, tetapi mereka tidak dapat beribadah,” ujar Falk.
Pengacara Lindh George Harris mengkonfirmasi pada hari Selasa, Lindh, seorang mualaf, ditahan di CMU. Dia menolak memberikan komentar mengenai perkara tersebut atau mengatakan apakah Lindh memiliki masalah mempraktekkan agamanya di penjara.
Tuntutan itu meminta Biro Penjara untuk mengembalikan shalat harian yang biasanya dilaksanakan di ruang serbaguna selama beberapa bulan setelah CMU dibuka.
Louay Safi, direktur pengembangan kepemimpinan dengan Islamic Society of North America (Masyarakat Islam Amerika Utara) yang berbasis di Plainfield, mengatakan umat Islam mencoba untuk shalat berjamaah bila memungkinkan.
“Nabi Muhammad berkata bahwa ada pahala yang jauh lebih besar bagi orang-orang yang shalat berjamaah daripada orang-orang yang berdoa secara individu,” katanya.
Arnaout, 46, warga negara AS yang lahir Syria, menjalani 10 tahun hukuman penjara setelah mengakui persekongkolan pada tahun 2003 ia menggunakan donor pada Benevolence International Foundation dan dialihkan sebagian uang kelompok militer di Bosnia dan Chechnya.
Royer, 36, mantan juru bicara untuk Muslim American Society, yang menjalani 20 tahun hukuman penjara atas partisipasinya dalam apa yang disebut oleh jaksa sebagai ” jaringan jihad Virginia.”
Kelompok itu menggunakan permainan paintball di tahun 2000 dan 2001 sebagai pelatihan militer sebagai persiapan untuk jihad terhadap bangsa yang dianggap kejam terhadap Islam, ujar jaksa. i
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah