Menjelang Pilpres, Prabowo Subianto mengimbau persoalan etnis dan jilbab jangan diributkan. Beragam budaya dan agama harus diterima sebagai sebuah anugerah.
“Demokrasi merupakan jalan yang damai, jangan menyinggung ras dan agama,” kata Prabowo usai menerima dukungan Gerakan Damai Sejahtera di Mega Prabowo Media Center, Jakarta, Ahad (31/5).
Ratusan suku, etnis dan bahasa serta berbagai agama, ujar Prabowo, merupakan takdir. Segala perbedaan harus diterima sebagai kekayaan dan anugrah. Masing-masing agama, etnis, dan budaya punya hal-hal yang bisa disumbangkan untuk negara.
“Masak abad 21 masih ngomong itu, memalukan. Pakai jilbab monggo. Bagi yang tidak, menjalankan agama dia silahkan,” imbuh cawapres Megawati ini.
Meski orang keturunan India, Arab ataupun China, lanjut Prabowo, harus dianggap sebagai saudara jika mengakui sebagai orang Indonesia. “Mau orang Papua. Mau rambutnya keriting, lurus, keturunan Eropa, China, India asal mengaku sebagai orang Indonesia. Mereka merupakan saudara,” pungkasnya.
Isu Jilbab berkembang di Pilpres kali ini. Orang menggambarkan sebagai politisasi agama. Kalau ini digerakkan secara massif akan menguntungkan pasangan JK-Win.
Namun pengamat politik Islam dari UIN Jakarta, Bachtiar Effendi, menolak pandangan bahwa isu jilbab sebagai upaya politisasi agama. “Isu jilbab hanya untuk memberi pembeda antara JK-Wiranto dan pasangan capres lainnya,” tegasnya.
Sebetulnya, baik isu Neolib atau jilbab harus ditanggapi biasa saja. Memang SBY-Boediono dalam posisi defensif. Karenanya, SBY-Boediono harus memberikan jawaban yang cerdas, tidak menghindar dan mengelak dari isu tapi memberi jawaban.
Tidak bisa mengatakan jilbab bukan persoalan penting, tidak bisa juga mengatakan jilbab bukan persoalan ecek-ecek, dan sebagainya. Tapi yang diperlukan, SBY-Boediono memberi penjelasan yang terus terang.
Kontroversi soal jilbab berbuntut makin panjang. Isu itu kini bahkan merembet ke figur Ani Yudhoyono dan diperdebatkan masyarakat luas. Menghadapi perkembangan isu itu, PKS pun gerah. PKS khawatir isu itu jadi blunder hanya karena menjelang pilpres.
“Saya menyayangkan, padahal itu dari diri pribadi saya sendiri, tapi kok jadi begini. Masalah jilbab seharusnya tak menjadi isu besar, kalau tiba-tiba terkait elektabilitasnya kan ini jadi blunder,” kata Wakil Ketua DPP PKS Zulkieflimansyah usai dialektika ‘Benarkah konsep politik ekonomi neolib dan kerakyatan memperjuangkan parlemen?’ di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (29/5).
PKS, menurut Zul tak memaksa Ani Yudhoyono untuk memakai jibab. Apalagi hanya karena tekanan dari kompetitor capres lain. “Bu Ani jangan memakai jilbab menjelang mau pemilu. Tidak ada PKS memaksa-maksa wanita memakai jilbab, apalagi kalau hanya tekanan kompetitor,” ujarnya.
“Itu adalah black propaganda karena isu itu sengaja dilontarkan khususnya kepada PKS. Makanya timbul persepsi kok PKS yang partai Islam malah merangkul yang tak ada jilbabnya,” kata Ketua Dewan Pakar PKS Soeripto, Jakarta, Jumat (29/5).
Menurutnya, isu Jilbab Loro itu sangat berpengaruh terhadap pencitraan capres terutama di kalangan umat muslim di Indonesia. Ia mengatakan, kalau ada kader PKS yang terpengaruh dengan black propaganda maka akan menjadi tugas DPP PKS untuk menyadarkannya.
“Tertarik sih boleh tapi jangan tergiur dong. Yang dipilih itu kan calon presiden bukan istri calaon presidennya. Sudah pasti ada pengaruh bagi umat Islam yang kasat mata melihat jilbab itu bisa terpengaruh,” katanya.
Meski begitu, sambungnya, PKS tidak perlu menyiapkan strategi khusus untuk menangkal black propaganda Jilbab Loro itu. “Tidak perlu ditangkal tapi perlu dipahamkan kepada seluruh kader PKS saja suapaya tetap mandukung dan memilih pasangan SBY-Boediono,” pungkasnya.
Cawapres SBY, Boediono banyak diragukan keislamannya oleh banyak kalangan. Istrinya yang tidak menggunakan jilbab pun dipersoalkan. Menanggapi hal itu, mantan Gubernur BI ini membantahnya dengan bahasa sederhana.
“Saya itu SD Muhammadiyah. Sejak dulu saya tidak pernah pindah agama. Saya Islam. Saya menjadikan Islam sebagai pegangan hidup saya,” kata Boediono saat berjumpa dengan wartawan di Pondok Tempo Doeloe Juanda, Surabaya, Minggu (31/5/2009).
Boediono meminta agar publik tidak mempertanyakan lagi keislamannya kerena sejak lahir hingga saat ini dirinya tidak pernah pindah agama. Selain itu agama Islam yang dianutnya selalu dijadikan pegangan hidup dia dan sekeluarga.
“Ilmu saya memang tidak sepadan dengan kiai. Tapi Islam sebagai pegangan hidup saya. Nilai-nilai hidup saya. Setiap langkah kami, kami sekeluarga dilandasi dasar Islam,” tuturnya
Seorang Muslimah Italia yang menggunakan jilbab di pusat kota Perugia untuk pertama kalinya akan mencalonkan diri menjadi anggota legislatif pada Pemilu lokal pada tanggal 6 dan 7 Juni mendatang.
Maymuna Abdul Qadir warga Italia keturunan Palestina akan mencalonkan diri pada dewan komunal Perugia lewat koalisi Sinistra e Liberta yang merupakan gabungan koalisi dari kelompok sosialis, anti perang dan partai-partai sekuler.
“Meskipun bakal menjadi Muslimah yang berjilbab pertama yang mencalonkan diri di pemilu lokal Italia sampai sekarang saya telah menerima banyak respon positif dari masyarakat, mereka menghargai pilihan saya mencalonkan diri, dan mereka melihat saya sebagai sebuah pemandangan baru dalam pemilu lokal,” kata Maymuna dalam sebuah wawancara dengan AKI.
Maymuna Abdul Kadir adalah anak perempuan dari seorang imam Perugia bernama Muhammad Abdul Qadir yang juga salah satu pendiri dari Asosiasi Muslim Muda Italia.
“Hari ini saya secara pribadi membagikan brosur untuk pencalonan saya dalam rangka meminta masyarakat Perugia untuk memberikan suara mereka pada saya. Saya banyak mendapatkan masukan dari masyarakat setelah mereka melihat bahwa saya orang Italia dan bukan orang asing,” kata Maymuna kepada AKI.
Maymuna Abdul Qadir mengatakan juga bahwa tujuannya untuk maju menjadi calon anggota legislatif untuk mewakili warga imigran Muslim generasi kedua di Italia, yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan “Warga Italia Baru.”
Salah satu materi kampanyenya kalau seandainya ia terpilih adalah dia akan mengusahakan di Perugia ada kolam renang khusus perempuan, setidaknya seminggu sekali.
“Ini merupakan perjuangan bukan hanya terbatas untuk wanita Muslim. Kolam renang nantinya akan terbuka untuk seluruh wanita, dan saya hitung akan mendapat dukungan dari banyak perempuan berkaitan dengan ini.
Atas komentarnya yang mengandung SARA Ruhut Sitompul telah mendapat teguran dari DPP Partai Demokrat (PD). Namun tetap saja Ruhut harus meminta maaf secara terbuka kepada seluruh rakyat Indonesia.
“Setahu saya Pak Sekjen atas permintaan Pak SBY sudah menegur Ruhut,” ujar Wasekjend DPP PD Nurhayati Assegaf pada detikcom, Minggu (31/5/2009).
Teguran diberikan atas permintaan langsung dari Ketua Dewan Pembina PD, Susilo Bambang Yudhoyono. Seluruh anggota tim sukses telah dilarang keras memakai isu-isu SARA atau lainnya yang bersifat personal untuk menyerang kompetitor lain.
Komentar bernada SARA terlontar dari mulut Ruhut dalam diskusi antartim pemenangan pasangan kontestan Pilpres 2009 beberapa waktu lalu. Ketika itu pengacara itu tengah menanggapi komentar Fuad Bawazier dari tim JK-Wiranto.
Dalam acara dialog yang disiarkan Metro TV itu, Ruhut mengeluarkan pernyataan bernada rasis. Pria yang dikenal sebagai pengacara dan pesinetron ini mengatakan ” ‘Arab’ tidak pernah membantu Indonesia”. Acara dialog itu juga dihadiri politikus Partai Hanura Fuad Bawazier dan politikus Gerindra Permadi.
Tapi apa pun konteks kejadiannya, tetap saja penyataan bernada ejekan terhadap etnis tertentu tetap tidak dapat dibenarkan. Tokoh nasional berasal dari etnis Arab amat banyak dengan karya bakti masing-masing bagi bangsa.
“Teguran itu tidak cukup, Ruhut harus minta maaf secara terbuka ke seluruh rakyat Indonesia atas pernyataan tentang etnis Arab,” gemas Nurhayati yang kebetulan juga berasal dari komunitas etnis Arab.
Presiden SBY sempat berjabat tangan dengan mantan presiden Megawati saat pengundian nomor urut peserta Pilpres 2009 di KPU kemarin. Namun jabat tangan itu dinilai kurang bermakna karena tidak tulus dan hanya didorong oleh keterpaksaan.
“Sebenarnya jabat tangan itu bukan keinginan mereka berdua, tapi karena terpaksa harus berjabat tangan, karena program KPU,” kata pengamat politik UI Maswadi Rauf saat dihubungi detikcom, Minggu (31/5/2009).
Menurut Maswadi, karena didorong oleh keterpaksaan dan bukan ketulusan, jabat tangan itu tidak bermakna banyak. Raut keengganan masih terbayang jelas di wajah keduanya, terutama Megawati.
“Kelihatan betul Mega ingin menghindar, lalu ditarik oleh orang-orang supaya mendekat. Sangat kelihatan keengganan Mega,” tutur Maswadi.
Padahal yang diharapkan adalah kedua elit politik itu bisa bertemu dan berjabat tangan secara tulus dengan keinginan mereka sendiri. Dengan demikian barulah tercipta ‘perdamaian’ antara dua tokoh berpengaruh di Indonesia tersebut.
Meski begitu, menurut Maswadi, bukan berarti jabat tangan kemarin sia-sia belaka. Berawal dari keterpaksaan, diharapkan jabat tangan itu nantinya akan berubah menjadi tulus.
Jabat tangan terpaksa itu ibarat latihan bagi keduanya. Terlebih mereka masih memiliki ‘momen memaksa’ lainnya, yakni ketika debat capres yang berlangsung 3 kali di mana mereka juga diharuskan saling berjabat tangan.
“Paling tidak dengan terpaksa mereka mulai terbiasa. Kita harapkan jadi cair kebekuan itu sehingga bisa lebih mudah buat mereka,” kata Maswadi.
Abu Mustafa Puteh, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Utara didampingi MPU Kota Lhokseumawe dan MPU Kabupaten Bireuen, di aula rapat MPU Aceh Utara mengatakan, dakwah islamiyah Tengku Kasim meresahkan warga tiga kabupaten/kota.
Dikatakan, Tengku Kasim dalam dakwahnya beberapa waktu lalu di Desa Panggoi, Kec. Muara Dua, Pemkot Lhokseumawe, menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat desa itu, akibat pidato kontroversial. Dampak pidato tersebut, masyarakat Desa Panggoi terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang pro dan kontra dengan Tengku Kasim.
“Kelompok yang pro menginginkan mengundang kembali Tengku Kasim, sementara kelompok kontra menginginkan agar Tgk. Kasim tidak boleh lagi berpidato di desanya. Karena itu, Tgk. Kasim telah menimbulkan keresahan dan perpecahan di antara warga desa itu,” sebut Abu Mustafa.
Ada pun isi pidato Tgk. Kasim yang kontroversi dan meresahkan, yakni ‘tidak ada sembahyang jenazah kepada orang yang meninggalkan sembahyang’. Berikutnya, ‘khusuk wajib dalam sembahyang dan haram sembahyang bagi orang yang tidak khusuk’. ‘Roh Nabi Muhammad dijadikan dari zat Allah’. Kemudian, menurut Tgk. Kasim, salah seorang murid Tgk. Ibrahim Woila bisa berbicara dengan Tgk. Woila dari jarak jauh walaupun tidak memakai HP.
Menurut Tgk. Kasim lagi, bagi yang sembayang melafalkan saya sembahyang menjadi kafir dan yang mengatakan Allah sembahyang menjadi murtad. Umur Nabi Muhammad 63 tahun sesuai hasil penjumlahan aqidah 50 dan rukun sembahyang yang ke 13. “Kaset rekaman isi pidato Tgk. Kasim telah kita kirim ke MPU Provinsi untuk diteliti,” sebut MPU.
Terkait persoalan itu, MPU Kota Lhokseumawe dalam sidang tanggal 12, 14 dan 19 Mei 2009 telah mengambil kesimpulan sebagai berikut: Pidato Tgk. Kasim tidak dapat dipahami dengan baik oleh orang awam maupun ulama sehingga dikhawatirkan salah persepsi di kalangan masyarakat, yang akibatnya timbul keresahan dan pengelompokan dalam masyarakat.
“Pidato Tgk. Kasim telah menyebar luas ke sebahagian besar wilayah Aceh, maka sebaiknya penanganannya dilakukan secara terpadu di tingkat provinsi. Untuk itu, harus diteliti dampak yang ditimbulkan oleh pidato Kasim,” pinta MPU Lhokseumawe.
Berdasarkan itu, maka MPU Lhokseumawe mengirim hasil tindaklanjut beserta kaset rekaman, agar mendapat tanggapan beserta solusinya untuk tidak terjadi perpecahan dan penyesatan dalam masyarakat yang sebelumnya dalam situasi aman dan damai.
Sementara Abu Mustafa, dalam rapat MPU di Aula Kantor MPU Aceh Utara meminta masyarakat lebih hati-hati dalam menyikapi isi pidato Tgk. Kasim. “Kami belum berani mengatakan pidato Tgk. Kasim merupakan aliran sesat. Karena yang boleh mengatakan sesat atau tidak sesat adalah pihak MPU Provinsi Aceh. Begitu pun, isi pidato Tgk. Kasim secara lahiriah telah menyimpang, paling berat masalah aqidah yang akan menjadi syirik,” demikian MPU Aceh Utara, Kota Lhokseumawe dan Biruen.
Malang -- Diduga stres gara-gara kalah dalam Pileg, salah satu caleg asal Partai Bulan Bintang (PBB), Yoga Suherman (51), warga Sumber Porong, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, nekat bunuh diri.
Namun, pihak keluarga tidak mengetahui kenapa perbuatan nekat itu dilakukan. Sebab, mulai Pileg sampai dengan Kamis (28/5/2009) malam, korban tidak pernah mengeluh, termasuk kekalahannya dalam Pileg.
“Kita kaget ketika mengetahui Yoga bunuh diri. Sebab selama ini Yoga orang yang baik dan ringan tangan untuk membantu saudara maupun tetangga. Yoga orangnya juga tidak terlalu banyak bicara,” kata Sunarko, kerabat korban saat ditemui di kamar jenasah Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang, Jumat (29/5/2009).
Dari informasi yang dihimpun, korban ditemukan dalam keadaan tertelungkup di lantai dengan keadaan leher terjerat tali pada pukul 07.15 WIB pagi tadi oleh salah satu anaknya.
“Yang mengetahui pertama itu anaknya. Setelah itu, kita langsung kirim ke RSSA untuk periksa dan dikafani,” kata Sunarko.
Sampai saat ini, menurut Sunarko, keluarga belum bisa dikonfirmasi karena masih shok. “Namun usai penghitungan, almarhum memang menjadi seorang yang pendiam, lebih diam dari biasanya,” papar Sunarko. [mad/kun]
Ada spanduk unik di seberang Kantor DPP PKS pagi ini. Spanduk itu terpampang di Jl Mampang Prapatan, Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Spanduk dengan latar belakang warna hijau tersebut bertuliskan ‘Saudaraku, banggakah ketika Ibu Negara kita menutup aurat dengan sempurna?’ Spanduk tersebut lengkap dengan gambar Mufidah Jusuf Kalla dan Uga Wiranto, lengkap dengan aurat tertutup.
Pantauan detikcom, Jumat (29/5/2009), gambar ‘ibu negara’ tersebut tampak cantik mengenakan busana muslim warna merah dan putih terpampang di jembatan penyeberangan shelter busway Duren Tiga, Mampang, Jakarta Selatan. Pengguna jalan dari arah Kuningan bisa melihatnya. Tulisan Forum Dai Muda Bersatu terpampang di pojok kanan bawah spanduk tersebut.
Kenapa spanduk itu diletakkan di seberang Kantor PKS? Lalu siapa pemasangnya?
Sebelumnya, PKS mengakui bahwa keputusan partainya mendukung SBY-Boediono akan mendapatkan tantangan berat karena istri capres-cawapres tidak berjilbab.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membantah terlibat dalam pemasangan spanduk bertema ‘Ibu Negara Berjilbab’ yang dipajang di seberang Kantor DPP PKS di Mampang, Jakarta Selatan. PKS menuding, spanduk tersebut sebagai provokasi.
“Nggak ada sama sekali kita terkait spanduk tersebut,” ujar anggota Majelis Syuro PKS Soeripto kepada detikcom, Jumat (29/5/2009).
Soeripto balik menuding, spanduk itu dipasang oleh orang-orang yang ingin melihat PKS tidak seratus persen mendukung SBY-Boediono dalam Pilpres 2009. “Bisa saja ini untuk memberi kesan PKS belum dukung SBY. Jadi itu suatu provokasi,” kata Soeripto.
Dia menambahkan, yang akan dipilih dalam pilpres nanti adalah SBY-Boediono. Tidak ada sangkut-pautnya dengan para istrinya. “Kan nggak ada urusannya. Yang mau dipilih presidennya, bukan istrinya,” imbuhnya.
Jadi PKS tidak mempermasalahkan jilbab atau tidak? “Yang bicarakan kan soal yang lebih mendasar, dalam pengertian, kita kalkulasikan mana yang mempunyai peluang terbesar untuk terpilih,” pungkasnya.
Spanduk dengan latar belakang warna hijau di seberang Kantor DPP PKS di Mampang bertuliskan ‘Saudaraku, banggakah ketika Ibu Negara kita menutup aurat dengan sempurna?’ Spanduk tersebut lengkap dengan gambar istri Jusuf Kalla dan Wiranto, Mufidah Jusuf Kalla dan Uga Wiranto, lengkap dengan aurat tertutup.
“Akhir-akhir ini banyak yang mendiskreditkan mengapa PKS tidak memihak capres-cawapres yang istrinya pakai jilbab. Itu tantangan tersendiri bagi PKS,” kata anggota Majelis Syuro PKS Soeripto pekan lalu.
Isu berbau agama adalah isu biasa dalam demokrasi yang selalu muncul dalam pemilu pasca reformasi. Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono sebaiknya tidak menghindar dan harus memberikan penjelasan kepada publik mengenai isu tersebut.
“Kekayaan Pak Boediono Rp 18 miliar. SBY mengatakan dia muslim yang taat. Lalu masyarakat tanya, ‘kok belum naik haji?’. Itu kan hal wajar. Pertanyaan begitu ya dijawab. Kita jangan tepis, tapi jelaskan,” kata pengamat politik Islam UIN Syarif Hidayatullah, Bachtiar Effendy, di Jakarta, Kamis (28/5).
Isu mengenai istri SBY dan Boediono yang tidak berjilbab, ujar Bachtiar, seharusnya juga perlu disikapi dengan jeli. Apalagi, yang mengangkat pertama kali isu itu adalah kalangan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai pendukung. “Kalau orang tidak suka dengan isu jilbab, ya dibalas dengan isu lain. Jangan kemudian menghindar dengan mengatakan itu isu tidak penting,” ujarnya.
Bachtiar mengingatkan, mayoritas pemilih adalah muslim. “Dalam pemilu, apapun jadi penting. Orang pakai baju apa, ngomong apa jadi penting,” tambah Bachtiar.
Upaya menghindari isu agama, lanjut Bachtiar, menunjukkan ketidakmampuan menangani isu tersebut. Padahal, isu agama bukanlah isu istimewa. “Dulu tahun 1999 dan 2004 sempat ada isu menolak calon presiden perempuan dengan alasan agama. Sekarang isu itu berganti dengan isu jilbab,” pungkasnya.
Dewan Pembina Partai Gerindra, Permadi, merasa kesal juga ketika harta kekayaan ‘bos’-nya diungkit-ungkit oleh lawan politiknya.
Menurut Permadi, tidak ada kaitannya antara kekayaan Prabowo dengan visi ekonomi kerakyatan yang diusung pasangan Mega-Pro.
“Kalau orang miskin jadi menteri atau presiden pasti akan korupsi,” tegas Permadi, saat diskusi “Mengungkap Strategi Tim Sukses Capres” di Gedung DPD, Jakarta, Rabu (27/5).
Mantan politisi PDI PErjuangan ini menambahkan, lebih baik mempunyai presiden kaya tapi berpikir untuk orang miskin, daripada punya presiden miskin yang hanya berpikir untuk diri sendiri.
“Apa salah orang kaya memikirkan orang miskin? Sepertinya hanya orang Indonesia saja yang mempermasalahkannya,” pungkasnya.
Sebelumnya Langkah PDIP memilih Prabowo sebagai calon wakil presiden mendampingi Megawati tidak keliru. Pasalnya, mantan Danjen Kopassus ini memiliki harta kekayaan yang cukup besar.
Total harta kekayaan Prabowo Subianto yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (18/5), mencapai i Rp 1.7 triliun. Disinyalir kekayaan Prabowo ini melebihi kekayaan cawapres lainnya.
Menurut Sekretaris Jenderal Partai Gerakan Indonesia Raya, Ahmad Muzani, kekayaan Prabowo antara lain berbentuk perusahaan dan saham.
“Ada 27 perusahaan, terdiri dari perkebunan, pertambangan, dan peternakan, 10 mobil, dan 90 ekor kuda. Ada juga dana cash sebesar Rp 28 miliar,” papar Muzani yang diutus Prabowo untuk menyerahkan laporan harta kekayaan ke Direktorat LHKPN.
Dia menambahkan, formulir LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) yang diserahkan ke Direktorat LHKPN adalah formulir B yang hanya update data kekayaan terakhir.
Jilbab menjadi hangat setelah menjadi isu kampanye ‘jilbab loro’ JK-Wiranto mengemuka. Bahkan, salah satu parpol pendukung SBY-Boediono mempertanyakan istri pasangan itu yang tidak mengenakan jilbab. Namun, hal ini tidak membuat Megawati Soekarnoputri yang juga tidak berjilbab resah.
Mega mengaku tidak mau memakai jilbab. “Aduh, masak kalau orang berpakaian diatur-atur segala. Masak saya tidak boleh berpakaian sesuai dengan keinginan saya sendiri,” ujar Mega, di Mega-Prabowo Media Center, Jakarta, sore ini.
Hal itu, kata Mega, dilakukannya berdasarkan petunjuk dari sang ayah, Soekarno. Ayahnya kerap menyarankan agar dirinya menjadi diri sendiri tidak meniru orang lain. “Dari dulu saya diajarkan ayah saya agar saya menjadi diri sendiri,” katanya.
Isu jilbab sebelumnya sempat menerpa pasangan SBY-Boediono karena istri mereka masing-masing tidak menggunakan jilbab. Berbeda dengan istri dari pasangan JK Win yang memakai jilbab.
Seorang penulis untuk sebuah koran kecil Georgia yang ingin memberikan sebuah surat kepada Presiden Barack Obama dipaksa untuk meninggalkan area pers dekat Air Force One pada Kamis sesaat sebelum Obama tiba di bandara.
Petugas keamanan bandara membawa pergi perempuan dengan mengangkat kaki dan tangannya ketika ia menolak untuk keluar. Dia mengatakan bahwa surat tersebut berisi mengenai penentangan terhadap perkawinan sejenis.
Dia sendiri kemudian diidentifikasikan sebagai Brenda Lee, seorang penulis untuk Georgia Informer di Macon. Ia berkata bahwa dia adalah “Pendeta wanita Katolik ” yang tinggal di Anaheim, California. Dia mengatakan dia memiliki ijin pers Gedung Putih.
Koran situs Web mengatakan bahwa Georgia Informer adalah publikasi bulanan; situs tersebut menampilkan posting oleh Lee. Sebuah panggilan kepada koran itu tidak segera mendapat jawaban.
Gedung Putih tidak berkomentar, kata wakil jubir Josh Earnest di Washington.
Insiden yang terjadi sekitar 10 menit sebelum Obama tiba di Bandara Internasional Los Angeles oleh helikopter untuk melakukan penerbangan bersama Air Force One. Dia telah di Los Angeles untuk menghadiri sebuah penggalangan dana Komite Nasional Demokratik di Beverly Hills pada hari Rabu.
Lee mengatakan dalam wawancara telepon dengan The Associated Press bahwa Lee ingin memberikan surat kepada Obama yang memaksanya “untuk memihak perkawinan tradisional.”
Katanya dia telah meminta seorang agen rahasia untuk memberikan surat tersebut kepada presiden, namun dia menolak dan dia dirujuk untuk memberikannya kepada staf Gedung Putih. Lee mengatakan ia menolak untuk memberikan suratnya kepada staf tersebut.
“Saya berkata, ‘Saya akan mengambil kesempatan jika Presiden datang di sini’,” kata Lee. “Dia menjadi kesal bahwa saya tidak akan memberikan dia surat tersebut.”
Lee mengatakan ia protes ketika ia diminta untuk meninggalkan lapangan udara.
“Saya berkata, ‘Mengapa Anda mengganggu saya?’, kemudian mereka mengantar saya ke luar pintu gerbang, “katanya. Katanya petugas keamanan mengizinkan dia kembali ketika ia berjanji ia tidak akan berteriak atau melambai kepada Obama, tetapi kemudian petugas lainnya tiba dan menyuruh dia pergi.
“Saya berkata, ‘Saya tidak akan pergi,” katanya. “Mereka berusaha untuk menarik saya keluar.”
Dua petugas kemudian menjemputnya dan membawa dia keluar.
Lee, yang mengatakan ini adalah yang event kedua presiden yang diliputnya.
Herbert Dennard, penerbit dari Georgia Informer, yang baru-baru ini berganti nama menjadi Informer, berkata Lee memang berasal dari Macon tetapi sekarang tinggal di California. Dia menulis kolom untuk Informer.
“Dia menulis banyak hal mengenai agama dan memberikan pendapat tentang hal-hal dari aborsi hingga perkawinan sejenis,” ujar Dennard.
“Dia adalah orang yang sangat baik,” ujar Dennard. “Dia memiliki pandangan yang kuat terhadap beberapa masalah moral. Dan saya telah berbicara kepadanya dan dia berkata bahwa dia ingin mencoba untuk melakukan wawancara dengan presiden Amerika Serikat. Saya berkata, ‘jika Anda bisa melakukannya, lakukanlah’. ”
Dennard berkata “Lee tidak bahaya, dia hanya memiliki pandangan yang kuat.”
Selama kampanye presiden, Obama berjanji akan menandatangani Undang-Undang Kebebasan Memilih, yang akan mengijinkan aborsi di bawah hukum nasional dalam segala keadaan apapun.
Dia juga mengatakan dia akan berusaha untuk menidakkan yang Undang-Undang Perkawinan, Undang-undang federal yang mendefinisikan pernikahan sebagai penyatuan antara laki-laki dan perempuan. Lebih lanjut, di situ whitehouse.gov Presiden menyatakan bahwa ia ingin mencabut kebijakan “Don’t Ask, Don’t Tell” untuk membolehkan kaum homoseksual menjadi anggota militer dan memperluas adopsi hak untuk semua pasangan dan individu “tanpa memandang orientasi seksual.”
Islam membawanya pada kedamaian dan kepercayaan diri yang tinggi.
Bagi penggemar tinju dunia, tentu tak asing dengan nama Muhammad Ali, mantan juara dunia kelas berat tiga kali. Di masanya, Ali terkenal sebagai seorang petinju yang sangat ditakuti oleh lawan-lawannya. Dan, ia pun dijuluki sebagai The Greatest (terbesar).
Sebab, dia mampu menaklukkan peitnju-petinju terbesar di zamannya, seperti George Foreman, Sony Liston, Joe Frazier, dan lainnya. Bahkan, pertarungannya melawan Foreman serta Joe Frazier menjadi pertarungan terbaik sepanjang abad ke-20. Dan, Ali pun juga dinobatkan sebagai seorang petinju terbesar di abad 20.
Nama sebagai ‘Yang Terbesar’ ini disematkan padanya sejak ia mengalahkan para petinju yang juga memiliki nama besar. Karena kemampuannya mengalahkan para petinju itu, ia pun menggunakan nama ‘Yang Terbesar’ (The Greatest) tersebut.
Ali juga dikenal sebagai petinju terbaik pada masanya. Ia pernah menjadi sebuah mesin pemukul yang sangat hebat hingga menimbulkan rasa takut pada lawannya. Sebelum berganti nama menjadi Muhammad Ali, ia bernama Cassius Marcellus Clay Junior. Hingga kini, namanya dianggap sebagai petinju terbaik yang pernah dimiliki publik Amerika Serikat dan orang kulit hitam.
Kesuksesannya merebut gelar juara dunia menempatkannya pada deretan atlet terbesar abad ke-20. Bahkan, gelar itu mengubah status pandangan masyarakat terhadap orang dan atlet kulit hitam. Keberhasilannya itu pun yang akhirnya mengangkat martabat para atlet kulit hitam ke tempat yang tinggi dengan penghormatan dan penerimaan yang baik dari masyarakat kulit putih dan hitam.
Ali dilahirkan pada 17 Januari 1942 di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. Daerah yang dikenal dengan ayam goreng khasnya ini juga terkenal dengan perbedaan etnis yang kental. Ayahnya, Cassius Marcellus Clay Sr, adalah pelukis papan nama dan reklame. Ibunya, Odessa Grady Clay, seorang pembantu rumah tangga.
Sejak kecil, Clay sudah merasakan perbedaan perlakuan karena warna kulitnya yang cokelat. Barangkali, hal inilah yang kemudian mendorongnya untuk belajar tinju agar bisa membalas perlakuan jahat teman-temannya yang berkulit putih. Ketika belum genap berusia 20 tahun, ia sudah memenangkan pertandingan kelas berat di Olimpiade Roma tahun 1960.
Pada usia 22 tahun, ia merasa dilahirkan kembali ke dunia. Sebab, saat itulah, ia berganti nama dari Cassius Marcellus Clay Junior menjadi Muhammad Ali. Nama ini merupakan pemberian seorang tokoh Muslim dari Nation of Islam (NOI), Elijah Muhammad, tahun 1964.
Ketika itu, Elijah membuat sebuah pernyataan umum dalam suatu siaran radio dari Chicago, ”Nama Clay ini tidak menyiratkan arti ketuhanan. Saya harap dia akan menerima dipanggil dengan nama yang lebih baik. Muhammad Ali, nama yang akan saya berikan kepadanya selama dia beriman kepada Allah dan mengikuti saya.”
Selama tiga tahun sebelum pertarungannya untuk memperebutkan gelar juara dunia kelas berat dengan Sonny Liston, Clay telah menghadiri pertemuan-pertemuan yang diadakan oleh NOI. Kehadiran Ali diberitakan oleh koran Daily Nezus di Philadelphia pada September 1963. Pada Januari 1964, dia membuat sensasi besar dengan berbicara di sebuah rapat Muslim di New York.
Beberapa minggu kemudian, ayahnya mengatakan bahwa Clay telah bergabung dengan NOI. Kendati demikian, Clay belum memberikan pernyataan publik tentang keikutsertaannya dalam NOI. Tetapi, dia sibuk mempelajari Islam di bawah bimbingan Kapten Sam Saxon (sekarang Abdul Rahman) yang dijumpai Clay di Miami pada 1961.
Clay juga merenungkan ajaran-ajaran Elijah Muhammad dan membaca surat kabar yang diterbitkan NOI. Di samping itu, ia juga mencari bimbingan dan saran dari Malcolm X--tokoh NOI lainnya--yang dijumpainya di Detroit pada awal 1962.
Sebelum pertandingan Clay melawan Liston, Malcolm mengunjungi Clay sebagai pribadi, bukan sebagai wakil Elijah. Malcolm menganggap Clay sebagai adiknya dan menasihati dia. Nasihat Malcolm ini justru menjadi pemicu semangatnya untuk bertekad mengungguli Liston.
Walaupun merasa sangat takut menghadapi Liston, akhirnya Clay menang dalam pertandingan. Pertandingan tersebut berakhir sebelum bel ronde ketujuh berbunyi. Dengan kemenangan tersebut, dunia memiliki seorang juara baru di arena tinju.
Agama rasional
Kemenangan tersebut diyakininya merupakan ‘waktu Allah’. Di antara tepuk riuh para pendukung dan kilatan-kilatan lampu kamera, Clay berdiri di depan jutaan penonton yang mengelilingi ring dan kamera TV. Ia mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengumumkan pergantian namanya menjadi Muhammad Ali Clay. ”Aku meyakini bahwa aku sedang berada di depan sebuah kebenaran yang tak mungkin berasal dari manusia,” ujarnya.
Ali mengungkapkan, kepindahannya ke agama Islam adalah hal yang wajar dan selaras dengan fitrah yang Allah ciptakan untuk manusia. Ia meyakini bahwa Islam membawa kebahagiaan untuk semua orang. Menurutnya, Islam tidak membeda-bedakan warna kulit, etnis, dan ras. ”Semuanya sama di hadapan Allah SWT. Yang paling utama di sisi Tuhan mereka adalah yang paling bertakwa.”
Ia membandingkan ajaran Trinitas dengan ajaran Tauhid dalam Islam. Menurutnya, Islam lebih rasional. Karena, tidak mungkin tiga Tuhan mengatur satu alam dengan rapi seperti ini. Hal tersebut dinilainya sebagai suatu hal yang mustahil terjadi dan tidak akan memuaskan orang yang berakal dan mau berpikir.
Keyakinannya terhadap Islam makin bertambah manakala Ali membaca terjemahan Alquran. ”Aku bertambah yakin bahwa Islam adalah agama yang hak, yang tidak mungkin dibuat oleh manusia. Aku mencoba bergabung dengan komunitas Muslim dan aku mendapati mereka dengan perangai yang baik, toleransi, dan saling membimbing. Hal ini tidak aku dapatkan selama bergaul dengan orang-orang Nasrani yang hanya melihat warna kulitku dan bukan kepribadianku,” paparnya.
Sejak saat itu, ia membelanjakan uangnya beberapa ratus ribu dolar untuk buku-buku dan pamflet-pamflet Islami supaya dapat memperkenalkan agama barunya. Dia percaya bahwa bukan hanya kaum Muslim, tetapi juga orang Kristen dan Yahudi yang takut pada Tuhan akan masuk surga.
Ketika para dokter di AS memvonisnya dengan penyakit Sindroma Parkinson, Ali mengatakan bahwa dia telah mendapatkan hidup yang baik sebelumnya dan sekarang. Dia tidak membutuhkan simpati dan belas kasihan. Dia hanya ingin menerima kehendak Allah SWT. Penyakitnya ini, menurut dia, merupakan cara Allah SWT merendahkannya untuk mengingatkannya pada kenyataan bahwa tak ada seorang pun yang lebih hebat dari Allah.
Perjuangan Ali yang utama sekarang adalah mencoba menyenangkan Allah dalam segala hal yang diperbuatnya. Menguasai dunia tidak membawanya kepada kebahagiaan yang sejati. Kebahagiaan sejati, katanya, hanya didapatkan dengan menyembah Allah. Kini, dia termasuk orang-orang yang giat berdakwah di Amerika dan aktif mengampanyekan solidaritas dan persamaan hak. dia/sya/berbagai sumber
Ali Penganut Sufi
Dengan sikap yang tegar, kuat, dan penuh percaya diri, ternyata Muhammad Ali merupakan seorang penganut tasawuf (sufi) yang sangat baik. Putri Muhammad Ali yang bernama Hanna Yasmeen Ali, buah perkawinannya dengan Veronica Porche Ali, dalam sebuah wawancara dengan Beliefnet, mengungkapkan kehidupan dan spiritualitas Muhammad Ali.
Hanna mengatakan, ayahnya adalah orang yang sangat taat dalam menjalankan perintah agama. Bahkan, ia tak segan-segan untuk bersikap keras dan tegas terhadap anggota keluarganya yang tidak mau menjalankan perintah Allah. Sikap ini dibuktikan Ali dengan menceraikan istrinya yang pertama, Sonji Roi, pada tahun 1966. Karena, menurut Ali, istrinya tersebut tidak menunjukkan sikap sebagai seorang Muslim.
Hanna menambahkan, ayahnya tidak pernah meninggalkan shalat lima waktu. ”Sesibuk apa pun, ayah akan senantiasa mengerjakan shalat lima waktu,” ujar Hanna.Bahkan, Ali juga senantiasa berupaya melaksanakan shalat fardhu secara berjamaah di masjid. ”Walaupun jaraknya membutuhkan waktu hingga 20 menit perjalanan, ayah akan selalu berupaya pergi ke masjid. Namun, ketika penyakit parkinson menghinggapi, ayah memang sekarang jarang ke masjid,” jelas Hanna.
Hanna menambahkan, ayahnya juga seorang penganut sufi yang taat. Ali punya koleksi buku tasawuf karya Hazrat Inayat Khan, seorang guru sufi. ”Spiritualitas ayah saya sangat tinggi. Dari sikapnya yang sangat religius itu, ia praktikkan dalam kehidupan sehari-hari, menyayangi sesama, melakukan kegiatan sosial, dan mendorong banyak orang untuk senantiasa rajin mendekatkan diri kepada Tuhan,” terangnya.
Ketika terjadi peristiwa 11 September 2001 akibat serangan teroris terhadap dua menara kembar World Trade Center (WTC) hingga memunculkan tuduhan terhadap Islam sebagai agama teroris, Ali pun tampil ke publik dan menyatakan bahwa perbuatan tersebut adalah perbuatan oknum dan bukan Islam. Ia menyatakan, aksi tersebut merupakan perbuatan orang-orang yang keliru dalam memahami Islam secara benar. ”Islam adalah agama yang damai dan cinta akan kedamaian,” terangnya. sya
Biodata
Nama : Muhammad Ali
Nama sebelumnya : Cassius Marcellus Clay Junior (Jr)
Lahir : 17 Januari 1942 di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat
Ayah : Cassius Marcellus Clay Senior (Sr)
Ibu : Odessa Grady Clay
Istri : Sonji Roi (cerai 1966), Belinda Boyd (cerai 1977), dan Veronica Prche Anderson
Anak : Jamilah, Rashed, Muhammad Ali Jr (dari istri kedua), serta Hanna Yasmeen Ali dan Laila Ali (dari istri ketiga)
Lafaz Allah yang ada di dinding rumah Nisin di Jl Tugu Karya III RT 03/ RW 01 kampung Sambi Doyong, Cipondoh Makmur, Tangerang, Banten, ternyata bisa mengeluarkan cahaya berwarna biru saat malam hari.
Pemilik rumah bertambah yakin dengan mukjizat lafaz tersebut. Namun, di siang hari cahaya itu hilang.
“Iya kalau di malam hari ada cahaya berwarna biru di dinding. Cahaya itu mengikuti garis yang membentuk kata Allah,” kata istri Nisin, Mulida, kepada WartaOne.com, Kamis (28/5).
Pendapat berbeda disampaikan Ustadz Abu Aqila yang mengatakan hal tersebut sebagai kebohongan belaka. Menurutnya, mendekati akhir zaman akan muncul keanehan-keanehan yang sebenarnya datang dari jin dan syetan.
“Masyarakat sekarang ini senang mengkultuskan sesuatu yang dianggap aneh. Saya yakin kalau simbol itu hanya kebohongan saja,” ujarnya.
Abu Aqila berjanji akan mendatangi rumah Nisin untuk meluruskan masalah ini. Dia berharap masyarakat tidak terpengaruh hal-hal gaib yang bertentangan dengan ajaran Islam.
“Itu sebenarnya bukan mukjizat. Saya yakin itu perbuatan Syetan yang ingin menyesatkan manusia,” kata Abu Aqila kepada WartaOne.com saat dihubungi lewat telepon, Kamis (28/5).
Menurutnya, segala sesuatu yang ghaib bisa berujung pada kemusyrikan dan bid`ah. Jika tidak disikapi dengan segera, warga yang percaya akan terjerumus pada kesesatan.
“Seperti yang terjadi di Indonesia Timur, di sana ada kubah masjid yang mengambang. Itu bukan mukjizat, tapi perbuatan syetan. Oleh sebab itu, kita harus melakukan dakwah yang sesuai dengan Al Quran dan Sunnah Nabi,” imbuhnya.
Ketika ditanya mengenai air minum yang dibacakan ayat Al Quran, Abu Aqila juga menganggapnya sebagai perbuatan yang tidak ada contohnya dari Nabi. Warga yang mengantre di rumah Nissin berharap mendapat karomah air minum yang sudah dibacakan ayat Al Quran.
“Dulu memang Nabi Muhammad pernah melakukan seperti itu. Tapi itu kan Nabi, kita tidak mungkin memiliki kelebihan seperti itu. Lagian, zaman Nabi tidak sampai ada antrean seperti Ponari saat ini,” katanya.
Munculnya lafaz Allah akan melahirkan sikap pengkultusan masyarakat terhadap simbol-simbol tertentu. Hal ini, menurut Aqila, masyarakat banyak yang menyukai hal-hal aneh yang tidak sesuai dengan logika manusia.
“Masyarakat mengkultuskan simbol-simbol yang ada, entah itu lafaz Allah atau yang lainnya. Ini yang harus diluruskan. Adanya lafaz Allah belum tentu sesuai dengan tuntunan Islam yang sesuai dengan Al Quran dan Sunnah Nabi,” tuturnya.
Sidang gugatan perdata Munarman kepada Koran Tempo akan dilanjutkan pada Kamis (28/5). Sidang kali ini akan memperdengarkan keterangan ahli dari Dewan Pers, Abdullah Alamudi.
“Sidang hari ini akan memperdengarkan keterangan ahli dari Dewan Pers. Ahli akan menerangkan mengenai tugas wartawan,” ujar Kuasa Hukum Koran Tempo, Sholeh Ali, kepada wartawan, Kamis (28/5). Menurut dia, ahli juga akan menjelaskan tentang kebenaran berita foto.
Sidang rencananya digelar pada 10.00. Namun, hingga pukul 12.00 ini, sidang belum dimulai karena masih menunggu tergugat ketiga, dari pihak Wahid Institute.
Munarman menggugat tiga pihak atas kasus berita foto ini. Tergugat pertama adalah Koran Tempo yang diwakili pemimpin redaksinya. Kedua, Bambang Harimurti selaku Direktur Utama PT Tempo Inti Media, dan tergugat ketiga Wahid Institute sebagai fasilitator.
Kasus ini bermula saat Koran Tempo memuat foto berjudul “Panglima Komando Laskar Islam Mencekik Salah Satu Anggota Aliansi Kebangsaan di Kawasan Monas.” Foto itu didapat wartawan Tempo dari konferensi pers Aliansi Kebangsaan Beragama dan Berkeyakinan di Wahid Institute.
Pada sidang lalu, saksi Arfi Bambani (saat itu wartawan detik.com), menjelaskan foto itu ditunjukkan dalam sebuah konferensi pers di Wahid Institute oleh seorang perempuan berkacamata. Perempuan itu mengaku sebagai staf dokumentasi AKBB.
Seorang bayi di Dusun Grubug, Jatisarono, Kulon Progo, menderita anenchepalus atau lahir tanpa tempurung kepala. Orangtua bayi, pasangan Giyatno (31) dan Suparti (26), mengaku pasrah dengan kondisi putri pertamanya tersebut yang diperkirakan tidak akan mampu bertahan hidup dalam waktu lama.
Bayi berusia 2,5 bulan tersebut bernama Dini Maulida Hasanah. Kondisi fisik Dini secara umum lengkap, kecuali sebagian tulang kepala di bagian ubun-ubun yang tidak terbentuk. Akibatnya, otak Dini yang terbungkus selaput berada di luar kepala.
“Kami tidak berani mengangkat Dini, apalagi menggendongnya karena di bagian belakang kepala masih ada luka. Lagi pula, jika otak Dini tersentuh, ia akan menangis. Mungkin kesakitan,” kata Giyatno, Rabu (27/5).
Menurut dia, Dini terlahir kembar dengan pasangannya, Dina Maulida Hasanah, pada 6 Maret 2009 di RSUD Wates. Kedua bayi itu lahir prematur dengan bobot Dina 2,2 kilogram dan Dini 1,8 kilogram. Persalinan berlangsung normal dan lancar.
Selama mengandung, Suparti mengaku tidak pernah merasakan ada kejanggalan. Ia rutin memeriksakan kondisi kandungan ke bidan di puskesmas, namun ia tidak mengetahui jika bayi yang dikandungnya kembar.
“Saya baru tahu anak saya kembar setelah selesai melahirkan,” katanya. Pascapersalinan, Dini dirawat intensif selama 40 hari di RSUD Wates. Pihak rumah sakit juga sudah mencoba merujuk ke RS dr Sardjito, Yogyakarta. Akan tetapi, menurut Giyatno, Dini urung dirujuk karena ruang perawatan selalu penuh.
Akhirnya, karena keterbatasan biaya, Dini dibawa pulang dan dirawat di rumah. Selama Dini dirawat di RSUD Wates, Giyatno menghabiskan dana sekitar Rp 8 juta.
Meski berasal dari keluarga miskin, biaya itu tidak ditanggung pemerintah karena Giyatno tidak memiliki kartu jaminan kesehatan masyarakat. Meski begitu, Giyatno diperkenankan mengurus surat keringanan biaya yang harus disahkan oleh pemerintah desa dan kecamatan.
“Untuk melanjutkan perawatan ke RS dr Sardjito, saya tidak mampu. Penghasilan saya sehari-hari sebagai buruh hanya sekitar Rp 15.000, itu pun tidak pasti,” ujarnya.
Kondisi Dini saat ini masih sehat. Seperti layaknya bayi-bayi normal lain, Dini juga aktif mengonsumsi air susu ibu. Meskipun demikian, Giyatno tetap khawatir karena tim dokter RSUD Wates pernah mengatakan bahwa usia Dini kemungkinan akan singkat.
Kepala Tata Usaha Puskesmas Nanggulan Budi Prasetya mengatakan, pihaknya tetap mengawasi kesehatan Dini secara ketat. Secara rutin, 2-3 hari sekali, seorang bidan akan memeriksa dan memantau kesehatan Dini. Budi tidak dapat mengupayakan tindakan medis yang lebih karena keterbatasan kemampuan puskesmas.
Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Kulon Progo Arief Sudarmanto mengaku tak bisa berbuat banyak untuk membantu biaya pengobatan Dini karena anggaran Pos Pelayanan Kesehatan Bagi Keluarga Miskin sebesar Rp 600 juta sudah habis. Kendati begitu, ia akan menyarankan Kecamatan Nanggulan mengajukan proposal bantuan kepada bupati.
Akhirnya 5 pendaki Gunung Ciremai yang juga kader PKS ditemukan dalam kondisi lemah. Mereka yang sempat hilang 5 hari itu kini tengah dievakuasi dengan menggunakan tandu.
“Yang penting semuanya selamat,” kata Kapolres Kuningan AKBP Nurullah saat dihubungi melalui telepon, Kamis (28/5/2009).
Mereka ditemukan siang ini di ketinggian 1.600 Mdpl. “Ini ditemukan sedang turun di jalur pendakian Palutungan,” tambah Nurullah.
Tim SAR berhasil membawa turun lima kader PKS yang tersesat di Gunung Ciremai. Kelimanya langsung dilarikan ke RS 45 Kuningan untuk mendapatkan perawatan kesehatan.
Pantauan detikcom di pos pendakian Palutungan, Kuningan, Jawa Barat, Kamis (28/5/2009), kelimanya diangkut ke RS dengan menggunakan mobil ambulans yang sudah disiapkan petugas penyelamatan.
Kelimanya dalam kondisi sadar dan terlihat kelelahan. Salah satu di antara mereka, yakni Iwan, mengalami luka pada bagian tangan.
Iwan salah satu pendaki yang tersesat di Gunung Ceremai yang mengalami luka parah di bagian kepala dan kakinya mengaku terpeleset ke kali mati (kering) saat dirinya berusaha membuka jalan.
Peristiwa itu, kata Iwan terjadi sekira pukul 18.00 WIB atau setelah Magrib pada Sabtu 23 Mei 2009. Setelah kecelakaan itu, dua rekannya Widi dan Fredi ditugaskan untuk turun lebih dulu mencari bala bantuan sehingga ditemukan tim SAR pada Senin 25 Mei 2009 sekira pukul 08.00 pagi.
Sementara Iwan dan keempat temannya yang semula menunggu bantuan datang, akhirnya memutuskan untuk turun mengikuti jalur kali mati.
Untuk bertahan hidup, kelimanya menadah air hujan dan mengambil air dari pohon pisang. Sementara itu Iwan mengaku mereka sudah tidak memiliki persediaan makanan lagi selain beberapa bungkus kopi.
“Satu bungkus dibagi bertiga,” kata Iwan.
Bahkan Didi Rusmana menurut Iwan melakukan hal nekat untuk bisa tetap bertahan. Rekannya itu menggunakan air seninya sendiri untuk minum. “Itu dicampur dua Extra Joss,” kisahnya.
Mereka juga tak lepas memanjatkan doa agar dapat selamat kembali ke rumah. Bahkan Iwan juga mengaku masih menyempatkan salat malam.
Akhirnya saat di wilayah Ladang Gampitan, di Pasiripis yang ada di ketinggian 1.100 mdpl, tim SAR menemukan mereka dan membawa mereka ke RSUP 45 Kuningan.
Saat dievakuasi Iwan dan Darso dinaikkan ke atas motor trail, sementara tiga rekan lainnya berjalan dikawal tim SAR ke Posko Pendakian Palutungan.
Saat ini Iwan masih dirawat di ruang UGD, sementara empat rekan lainnya ditempatkan di ruang perawatan.
Kelima kader PKS ini ditemukan petugas di daerah Pasir Cai di sekitar pos pendakian Cigowong. Saat ditemukan, mereka dalam kondisi lemas karena kelelahan.
Dengan penemuan kelima orang ini, berarti seluruh kader PKS yang tersesat di Gunung Ciremai sejak Sabtu 23 Mei lalu sudah ditemukan. Sebelumnya tim SAR sudah menemukan dua orang lainnya, yakni Widi dan Ferdi.
Menurut Widi, dia dan 6 rekannya sedang mengadakan pelatihan kader PKS sejak Jumat 22 Mei. Tapi kemudian suatu musibah menimpa pimpinan pendakian Iwan, hingga kemudian Widi dan rekannya Fredi turun lebih dahulu, sedang 5 rekannya yang lain tetap tinggal di kawasan Sangga Buana di ketinggian 2.700 Mdpl.
Dua pemimpin yayasan amal di AS dihukum 65 tahun penjara karena mendukung pejuang islam Hamas Palestina. Yayasan yang mereka pimpin, Holy Land Foundation yang berbasis di Texas, pernah menjadi badan amal muslim terbesar di AS.
Dewan juri menyatakan kedua pemimpin badan amal tersebut bersalah atas 108 dakwaan menyediakan dukungan materi ke para teroris, pencucian uang dan penggelapan pajak.
“Hukuman ini hendaknya menjadi peringatan keras bagi siapa saja yang dengan sadar menyediakan bantuan finansial kepada para teroris hamas dengan dalih bantuan kemanusiaan,” kata David Kris, wakil jaksa agung AS untuk keamanan nasional seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (28/5/2009).
Kedua orang yang divonis 65 tahun penjara itu adalah kepala eksekutif Shukri Abu Baker, yang saudara laki-lakinya, Jamal Issa merupakan kepala operasi Hamas di Yaman.
Ketua dan wakil pendiri Ghassan Elashi juga menerima vonis hukuman 65 tahun penjara. Dia merupakan kerabat pemimpin politik Hamas Mousa Abu Marzook. Elashi mengklaim dirinya tidak bersalah atas semua dakwaan. Menurutnya, kasus ini merupakan “persidangan politik yang tidak adil.”
Selain kedua orang itu, dua pemimpin Holy Land lainnya juga dijatuhi hukuman penjara 15 tahun dan seorang lagi divonis 20 tahun penjara. Mereka semua didakwa telah menyalurkan dana lebih dari US$ 12 juta untuk Hamas. Ini merupakan kasus pendanaan teroris terbesar sepanjang sejarah AS.
Holy Land merupakan satu dari beberapa organisasi muslim semasa pemerintahan Presiden George W Bush yang ditutup menyusul serangan teroris 11 September 2001. Organisasi-organisasi itu dituduh menggalang dana untuk para ekstremis di luar negeri.
Sebuah rumah yang diduga kuat menjadi tempat aborsi digerebek polisi. Beberapa alat-alat yang digunakan untuk aborsi disita oleh polisi.
Penggerebekan ini dilakukan oleh Mapolres Metro Bekasi sekitar pukul 23.30 WIB. Rumah tersebut terletak di Jl Taman Harapan Baru Selatan I, Blok V1, No 12, Bekasi, Rabu (27/5/2009).
Di dalam rumah tersebut polisi menemukan pemilik rumah, Siti Zubaedah (45) dan seorang pria dan wanita yang diduga adalah pasien klinik tersebut. Menurut Pak RT Kusuma Himawan, yang diajak polisi ikut ke dalam rumah tersebut, polisi menemukan sebuah janin terbungkus kertas koran yang sudah membusuk di dalam sebuh lemari.
“Ditemukan janin yang sudah membusuk di dalam lemari terbungkus kertas koran. Ditemukan juga lampu, gunting, jarum, dan alat kesehatan lainnya,” kata Himawan.
Menurut informasi yang dihimpun, rumah tersebut baru sekitar empat bulan dihuni. Namun rumah tersebut jarang ditempati. “Yang punya rumah pagi datang, malamnya pulang,” ujar salah seorang warga, Saat Sinaga.
Rumah mewah dua lantai tersebut kini telah diberi garis batas polisi. Sedangkan ketiga orang tersebut telah dibawa ke kantor polisi.
Siti Zubaedah (53), yang membuka praktik aborsi di Bekasi telah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam pemeriksaan petugas terungkap, Zubaedah ternyata tidak memiliki latar belakang pendidikan kesehatan. Wanita itu bahkan tidak lulus SD!
Fakta itu diungkapkan Kapolres Bekasi Kombes Pol Mas Guntur Laupe saat berbincang-bincang dengan wartawan di kantornya, Kamis (28/5/2009).
“Tersangka hanya pernah bekerja sebagai pelayan di sebuah klinik aborsi di Kepala Gading pada tahun 2000. Dan akibat keterlibatannya itu, dulu dia dijerat hukuman 6 bulan penjara karena turut membantu,” ujar Guntur.
Namun hal itu agaknya tidak membuat Zubaedah kapok. Buktinya setelah bebas dari hukuman, dia kembali bekerja di sebuah klinik serupa milik dr Agung di Johar Baru, Jakarta Pusat. Klinik dr Agung digerebek pada Februari 2009. Namun dalam peristiwa ini, Zubaedah lolos dari jerat hukum.
Rupanya selama bekerja di klinik aborsi, Zubaedah banyak belajar. Sampai akhirnya, 5 bulan lalu dia nekat membuka praktik aborsi sendiri dengan menyewa sebuah rumah berlantai 2 di Jl Taman Harapan Baru Selatan I, Blok V1 No 12, Bekasi. Dalam menjalankan praktik haramnya, Zubaedah tentu tidak sendirian. Dia dibantu oleh beberapa orang yang bertugas sebagai asisten dan pembuang janin bayi yang telah dikeluarkan paksa dari rahim pasiennya.
Untuk jasa aborsi yang dilakukannya, Zubaedah memasang tarif Rp 3,5 juta. Dari jumlah itu, Zubaedah mendapatkan jatah Rp 1,6 juta. Sedangkan sisanya dibagi-bagi kepada asisten, perantara dan pembuang janin.
“Dia mengaku selama ini sudah melayani pasien sebanyak 15 hingga 20 orang. Pengakuannya memang masih berubah-ubah,” ungkap Guntur.
Dalam menjalankan bisnis terlarangnya ini, Zubaedah sangat berhati-hati sekali. Dia hanya menerima pasien yang dibawa atau direkomendasikan perantara yang sangat dipercayainya. Namun ibarat pepatah serapat-rapatnya membungkus bangkai, pasti akan ketahuan juga. Praktik aborsi Zubaedah akhirnya tercium juga oleh polisi. Dia pun ditangkap polisi pada penggerebekan yang dilakukan Rabu 27 Mei malam.
Di rumah yang dijadikan klinik aborsi oleh Zubaedah, polisi menemukan sejumlah barang bukti. Barang bukti itu antara lain alat-alat kesehatan untuk melahirkan dan janin berusia 5 bulan yang sudah dikeluarkan dari rahim ibunya.
“Alat-alatnya sangat sederhana dan tidak steril. Tersangka kita jerat pasal 348 KUHP tentang pemusnahan janin dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” ujar Guntur.
Dalam penggerebekan klinik Zubaedah, polisi juga mangamankan seorang wanita yang diduga sebagai pasien aborsi. Namun polisi belum melakukan pemeriksaan terhadapnya karena masih shock.
“Wanita itu saat ini sedang kita rawat di RS Polri Kramat Jati karena masih shock,” ungkap Guntur.
Jika melihat iklan SBY di televisi, ada slogan ‘SBY Presidenku’ yang dinyanyikan ala jinggle iklan mie instant yang berbunyi ‘Indomie Seleraku’. Partai Demokrta menilai sah-sah saja slogan SBY meniru.
Ketua DPP Partai Demokrat Andi Malarangeng menyatakan tidak masalah penggunaan lagu Indomie tersebut. Sebab menurutnya, sebagai bahan kampanye lagu itu mudah diingat masyarakat.
“Kenapa tidak etis, etis sekali selama hak ciptanya dihargai. Kami menghargai hak cipta itu dan meminta izin kepada pencipta lagu dan yang mempunyai hak cipta,” kata Ketua DPP PD Andi Mallarangeng di Istana Negara, Kamis (28/5).
Bahkan Andi mengakui pihaknya mendompleng ketenaran lagu Indomie tersebut guna keperluan kampanye. “Biasa kan lagu diaransmen ulang dan adopsi untuk kepentingan hal lain. Yang penting lagu itu dekat dengan rakyat, dan lagu itu sudah dikenal,” kilahnya.
Seorang warga negara Inggris yang dicurigai oleh Inggris karena melakukan tindak kekerasan di Bangladesh melayangkan gugatan kepada menteri negara Jaqcui Smith, yang diberi wewenang untuk mengendalikan imigrasi dan keamanan, dengan tuduhan telah memperbolehkan tindak penganiayaan terhadap dirinya, namun pihak kementerian masih belum memberikan konfirmasi mengenai hal tersebut.
Mantan pegawai negeri sipil, Jamil Rahman, yang tumbuh di Wales selatan, mengklaim bahwa dirinya diinterogasi oleh para petugas MI5. Selama interogasi itu pula, dia dipukli dan dianiaya oleh pasukan keamann Bangladesh
Dia dituduh menjadi otak dari serangan London pada tahun 2005. Bukan hanya itu, dia juga dipaksa untuk membuat pengakuan palsu bahwa dirinyalah otak dari serangan tersebut.
Pihak kementerian negara mengatakan bahwa pihak keamanan Inggris sama sekali tidak menyetujui apalagi sampai melakukan tindakan penganiayaan.
Seorang juru bicara kementerian mengatakan bahwa tim kuasa hukum Rahman telah melayangkan surat kepada Smith, yang akan memberikan tanggapan pada masa akhir tenggat waktu.
Menurut harian Guardian, Rahman, 31, melayangkan tuntutan atas dasar penyiksaan, penangkapan tanpa dasar hukum, dan penahanan atas dasar dusta.
Dia mengatakan bahwa dirinya ditahan pada bulan Desember tahun 2005 oleh DFGI – salah satu agen intelijen Bangladesh. Semasa ditahan, dia berkali-kali ditelanjangi dan dipukuli
Dia mengklaim bahwa dia merekam pengakuan tersebut sebelum ditanyai oleh dua oraqng pria yang menyebut diri sebagai Andrew dan Liam, yang mengatakan bahwa mereka berasal dari MI5.
Ketika Rahman mengatakankepada mereka bahwa pengakuan itu palsu, mereka berhenti sejenak sebelum kemudian kembali memukulinya dan kembali melanjutkan pertanyaan.
Dia mengatakan bahwa di satu titik, istrinya juga ditahan di ruangan sebelah, kemudian para petugas keamanan Bangladesh mengancam bahwa mereka akan memerkosa sang istri.
Rahman pada akhirnya dibebaskan, namun pembebasan itu hanya awal dari serangkaian pertanyaan yang terus diberikan kepadanya dalam waktu dua tahun berikutnya oleh MI5 dan para detektif dari Scotland Yard.
Rahman menyatakan bahwa para pengacaranya memegang bukti-bukti kuat, termasuk saksi mata dan hasil rekam medis.
Pihak pengacara sukarela Inggris (kelompok pengacara yang bersedia membela para tersangka yang tidak mampu untuk menyewa jasa pengacara) menyatakan bahwa pemerintah bersalah karena telah melakukan penyiksaan dan mendesak agar pihak pemerintah Inggris segera memublikasikan aturan-aturan yang jelas mengenai tata cara pengumpulan data intelijen.
Clive Stafford Smith, direktur pengacara sukarela, mengatakan bahwa dengan terus menutup-nutupi kenyataan, pemerintah sama saja menempatkan dinas intelijen negara di atas hukum, dengan kata lain mereka dijadikan badan yang kebal hukum.
“Mereka telah melakukan tindak kejahatan, parahnya, mereka mengatsnamakan rakyat Inggris, dan perbuata mereka terus-menerus ditutup-tutupi oleh pemerintah,” katanya.
Penyelidik Clara Gutteridge mengatakan: “Satu-satunya yang membedakan perlakuan Inggris dengan apa yang terjadi di penjara Guantanamo adalah penyiksaan ini tidak dilakukan di tempat yang terpusat dan penyiksaan dilakukan oleh petugas dari pihak luar.”
Rahman, yang menetap di Bangladesh pada tahun 2005, kembali ke Inggris pada tahun lalu.
Dia mengajukan tuntutan hukum setelah istri dan putrinya sudah berkumpul dengannya untuk tinggal bersama-sama di Inggris.
Juru bicara kementerian mengatakan: “Pemerintah sangat mengecam penggunaan metode penyiksaan sebagai bagian dari prinsip utama negara, pemerintah juga bekerja keras bersama-sama dengan seluruh rekanan internasional untuk mengharamkan praktik penyiksaan di seluruh dunia.”
“Pihak keamanan dan dinas intelijen sama sekali tidak pernah terlibat, menganjurkan atau memerintahkan penggunaan tindak penyiksaan dan perilaku yang melewati batas perikemanusiaan.”
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah