Presiden Zimbabwe makin menunjukkan sisi egoisnya sebagai seorang kepala negara. Inflasi tak terkendali dan mewabahnya kolera tak menghentikan dirinya mengadakan pesta ulang tahun yang ke-85. Ckckck…
Mugabe dan istrinya, Grace, tanpa sungkan mengadakan pesta ulang tahun yang diperkirakan menelan biaya hingga US$ 250 ribu (Rp 3 miliar). Acara yang cukup mewah itu mereka selenggarakan di Chinhoyi, kampung halaman Mugabe yang terletak sekitar 120 km dari ibukota Harare.
Hari kelahirannya itu seharusnya jatuh pada 21 Februari lalu. Namun pesta sementara ditunda hingga kolega, keluarga, dan anggota Partai ZANU-PF yang ia pimpin berhasil mengumpulkan dana yang mereka butuhkan untuk menyelenggarakan pesta tersebut.
“Ini hari yang baik untuk merayakan ulang tahun sang legenda dan ikon kami. Negara memang sedang bermasalah, tapi tak ada salahnya menghabiskan satu hari untuk menghormati apa yang presiden lakukan demi negara ini,” ujar kemenakan Mugabe, Patrick Zhuwawo yang ikut mengumpulkan dana demi pesta itu, seperti dilansir AP, Minggu (1/3).
Mugabe dan semua peserta pesta seakan lupa dengan epidemi kolera yang telah menewaskan 3.731 orang dan menjangkiti 80 ribu lainnya sejak Agustus 2008. Demikian pula dengan rumah sakit di ibukota yang membutuhkan US$ 30 ribu (Rp 368,2 juta) agar bisa beroperasi kembali.
Kondisi itu menyebabkan Zimbabwe makin jauh terpuruk ke dalam krisis. Tingkat inflasi mereka, berdasarkan perkiraan terakhir pada pertengahan 2008 mencapai 231 juta persen, membuat pemerintah terpaksa mencetak lembaran 10 triliun dolar Zimbabwe.
Tadinya dibanggakan oleh rakyat, Mugabe kini dituding bertanggungjawab atas pelemahan ekonomi di negara itu. Sanksi internasional pun tak membuatnya segera introspeksi diri. Ampun deh!
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah