Menjadi seorang presiden, tentu merupakan dambaan setiap politisi. Apalagi menjadi Presiden Amerika Serikat, yang nota bene dapat ‘menentukan’ kebijakan di seluruh belahan bumi. Namun, tahukah Anda bahwa setiap Presiden AS akan terlihat jauh lebih tua pada akhir masa jabatan mereka.
Menurut Kepala Cleveland Clinic Dr Michael Roizen, perbedaan sangat jauh terlihat pada awal dan akhir masa jabatan seorang Presiden AS, terutama dalam hal fisik. Permasalahan negaralah yang seakan menyedot aura kemudaan mereka.
Beberapa ahli mengamini dugaan bahwa stres Gedung Putih mempercepat penuaan seorang Presiden AS. Bahkan, efeknya bukan hanya pada kerutan di wajah, pemutihan rambut, dan fluktuasi berat badan, tapi juga menyebabkan kematian dini.
Untuk setiap tahun duduk di Ruang Oval atau ruang kerja kepresidenan, usia seorang Presiden AS, menurutnya, akan bertambah tua dua tahun. Sehingga, dapat dibayangkan kondisi Presiden George W Bush yang telah berada di ruangan itu selama delapan tahun.
“Tak peduli Demokrat atau Republik, atlet atau bukan, perokok atau bukan. Delapan tahun di kantor itu, artinya ia bertambah tua 16 tahun,” ujar Rozien, seperti dilansir Boston.com, Senin (5/1) WIB.
Pernyataan itu didukung oleh Robert E Gilbert, guru besar Ilmu Politik Northeastern University, yang menulis buku The Mortal Presidency. Menurutnya, nyawa presiden lebih pendek dibandingkan anggota Kongres atau Pengadilan Tinggi. Beberapa presiden, bahkan tak pernah mencapai usia lebih dari 60 tahun.
“Presiden adalah fokus dan pusat perhatian tunggal. Bandingkan dengan Pengadilan Tinggi, yang satu dari sembilan anggota. Atau di Kongres yang satu dari 535 anggota lainnya. Sehingga mereka tak terlalu terlihat dan jika pergi ke pantai tidak ada yang mengenali,” papar Gilbert.
Namun tak semua presiden AS mengalami penuaan dini atau cepat meninggal. Lihat saja Jimmy Carter yang hidup hingga usia 80-an. Demikian pula dengan presiden Herbert Hoover, Harry Truman, Gerald Ford, dan Ronald Reagan. Beberapa faktor lain, seperti genetis dan gaya hidup, tampaknya juga mempengaruhi
Sebelumnya Pemenang Hadiah Nobel bidang kesusasteraan Doris Lessing menyebut Presiden AS George W. Bush sebagai “malapetaka bagi dunia.” Menurutnya, Bush adalah pemimpin AS yang berasal dari “kelas sosial yang mendapatkan keuntungan dari peperangan. ”
“Semua orang merasa capek dengan orang ini (Bush), entah itu orang yang bodoh atau orang yang sangat pintar sekalipun, ” ujar Lessing. Lessing juga mengatakan bahwa serangan 11 September “tidak terlalu buruk” dibandingkan dengan serangan-serangan yang dilakukan Irish Republican Army (IRA).
Lessing bahkan tidak peduli jika orang-orang Amerika akan menyebutnya gila, dengan penilaiannya itu. “Banyak orang tewas, dua gedung megah runtuh, tapi itu tidak seburuk atau tidak terlalu istimewa, seperti yang ada di pikiran orang-orang, ” kata Blessing seperti dilansir surat kabar terbitan Spanyol El Pais.
Namun Pada Akhirnya secara terbuka pada 6 Oktober 2005, presiden AS George W. Bush menyebutkan musuh utamanya di abad ini adalah umat Islam yang menginginkan tegaknya kembali kekuasan Islam. Pernyataan ini dikeluarkan Bush saat memberikan sambutannya tentang terorisme di National Endowment for Democracy, Ronald Reagan Building and International Trade Cente
Dia berjanji akan terus melanjutkan perang melawan terorisme. Kalau selama ini kelompok dan individu yang menentang kepentingan AS diberikan julukan terorisme secara umum, kali ini Bush akhirnya menyebutkan bahwa teroris yang ia maksud (dan dia menggunakan kata-kata ‘serangan’ dalam ucapannya) adalah golongan yang ingin memperjuangan ideologi yang jelas dan terfokus, tapi bukan pemikiran gila. Sebagian dari kelompok ini disebut islam radikal yang jahat, angkatan jihad bersenjata, dan Islam fasis.
Tak perlu tembak Patahkan leher Mereka..!!
“Kami sedang patroli di Rafah. Tidak ada anjing-anjing di jalanan, yang ada hanya seorang bocah kecil tengah bermain dengan pasir. Dia sedang membuat rumah dari pasir. Teman kami mulai membidikkan senjatanya, tapi komandan kami melarang dan berkata, ˜Jangan, dia hanya anak-anak. Tidak perlu ditembak. Patahkan saja leher atau tulang rusuknya. Lalu kami hampiri dia dan mematahkan tulang-tulangnya. Kami pergi meninggalkan anak itu
Disebabkan media-media besar dunia, juga nyaris seluruh kantor berita internasional, dikuasai jaringan Zionis Internasional, maka kekejaman dan kebiadaban tentara Zionis-Israel tidak diketahui banyak orang. Termasuk bagaimana cara dan perasaan para tentara penjajah ini saat menyiksa warga Palestina, baik itu bayi dan anak-anak kecil, para gadis dan para Muslimah, dan sebagainya.
Sebuah foto dimuat dalam situs Kavkazcenter.com. Situs perjuangan Mujahidin Checnya misalnya pernah merilis sebuah foto yang sangat menyesakkan dada di mana seorang Muslimah Palestina sedang dikeroyok oleh tak kurang tiga tentara Israel dan tangan si Muslimah tersebut tengah berada dalam gigitan anjing besar yang dibawa tentara Zionis tersebut.
Bagaimanakah perasaan kita bila sang Muslimah Palestina tersebut adalah ibu kita? Isteri kita? Anak kita? Atau saudara kita? Rakyat Palestina setiap hari senantiasa berada dalam siksaan dan sasaran tembak tentara-tentara Zionis tersebut.
Terkait dengan hal itu, Harian Observer memuat kesaksian seorang psikolog Klinik Universitas Hebrew bernama Nufar Yishai-Karin. Psikolog Yahudi ini memeriksa dan mewawancarai delapan belas tentara Zionis-Israel yang banyak bertugas di daerah pendudukan.
Ternyata Mereka banyak yang mengaku senang bisa menyiksa orang-orang Arab tersebut, ujarnya.
Beberapa jawaban yang disampaikan tentara Zionis kepada Psikolog Yahudi tersebut sungguh-sungguh memperlihatkan bahwa mereka memang bukan manusia, tapi babi dan kera yang berwujud manusia. Inilah sebagian kutipannya:
“(Menyiksa mereka) seperti minum anggur yang lezat”
“Jika saya tidak ditugaskan ke Rafah atau daerah di mana banyak orang Palestinanya dan tidak menyiksa mereka, sepekan saja, maka saya merasakan badan ini kurang sehat”.
Beberapa tentara Israel bahkan mengakui bahwa menyiksa orang Palestina merupakan bagian dari keimanan mereka.
“Kamu akan merasa kamu adalah hukum itu sendiri. Kamu adalah hukum. Kamu bebas untuk berbuat apa saja, bahkan terhadap anak-anak kecil dan tentu saja perempuan muda…”
“Kami adalah Tuhan, yang bisa berbuat apa saja terhadap mereka”!
“Saya pernah melakukan yang amat saya suka. Seorang pemuda Palestina saya tendang kemaluannya. Saya pecahkan, hingga dia tidak akan pernah punya anak”.
Seorang tentara Israel lainnya dengan bangga bercerita bagaimana dia menyiksa seorang Muslimah Palestina, “Saya pukul wajahnya dengan gagang senjata ini hingga hancur dan dia tidak bisa lagi meludahi saya sampai kapan pun”
Yang lain berkata, “Kami sedang patroli di Rafah. Tidak ada anjing-anjing di jalanan, yang ada hanya seorang bocah kecil tengah bermain dengan pasir. Dia sedang membuat rumah dari pasir. Teman kami mulai membidikkan senjatanya, tapi komandan kami melarang dan berkata, ˜Jangan, dia hanya anak-anak. Tidak perlu ditembak. Patahkan saja leher atau tulang rusuknya. Lalu kami hampiri dia dan mematahkan tulang-tulangnya. Kami pergi meninggalkan anak itu
Susahnya Mengatur Orang Tak Paham Syariat
“Seperti penyelenggaraan band atau keyboard, selama ini hanya ada larangan pada malam hari, di siang hari dibolehkan,” kata Tengku Syeh Muhajir. Larangan seperti itu jelas seperti main-main, seakan-akan Islam hanya memberlakukan hukum pada malam hari, sementara siang hari bebas.
Pelaksanaan Syariat Islam sudah resmi diakui pemerintah untuk diterapkan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, termasuk di Kota Langsa, tetapi sekarang masih ada pihak-pihak tertentu yang berusaha mempermainkannya, sehingga sulit terlaksana dengan baik dalam mayarakat.
Demikian Ketua Himpunan Ulama Dayah (HUDA) Kota Langsa, Tengku Syeh Drs. H. Muhajir Usman Basyah, LLM kepada Waspada di Langsa, tadi pagi.
Maka itu, kata dia, para ulama se-Kota Langsa bersama dengan MPU, MAA, dan Depag sekarang sudah sepakat, untuk ke depan akan mendesak semua pihak agar pelaksanaan Syariat Islam di Kota Langsa jangan lagi dilakukan seperti bermain-main. Setiap kegiatan yang bertentangan dengan hukum Islam harus tegas dilakukan pelarangannya. Jangan pada waktu tertentu tidak boleh, sementara pada waktu yang lain dibolehkan.
“Seperti penyelenggaraan band atau keyboard, selama ini hanya ada larangan pada malam hari, di siang hari dibolehkan,” kata Tengku Syeh Muhajir. Larangan seperti itu jelas seperti main-main, seakan-akan Islam hanya memberlakukan hukum pada malam hari, sementara siang hari bebas.
Kesepakatan untuk mendesak agar Syariat Islam dilakukan secara kaffah itu, kata Tengku Syeh Muhajir yang juga Imam Besar Masjid Raya Darul Falah Kota Langsa, sudah diputuskan dalam satu rapat antara para ulama pimpinan dayah dengan MAA, MPU, dan Depag yang diadakan di kantor MPU Kota Langsa.
Berdasarkan kesepakatan itu, tambahnya, hal-hal yang dilarang untuk dilaksanakan baik siang maupun malam antara lain, keyboard atau band, permainan domino, permainan catur, baju ketat bagi kaum wanita, perkumpulan komunitas bencong, dan berduaan antara lak-laki dengan perempuan baik di boncengan kendaraan maupun di kafe-kafe.
Selain itu juga diminta kepada semua kantor baik swasta maupun pemerintah agar menghentikan segala aktivitasnya ketika azan shalat lima waktu, baru boleh dilanjutkan setelah waktu shalat berjamaah selesai dilaksanakan.
Agar bisa terlaksananya semua hal itu, kata Tengku Syeh Muhajir, para ulama se-Kota Langsa dalam waktu dekat ini akan menghadap Kapolres Kota Langsa untuk minta dukungan, dan juga akan menyurati Walikota serta semua instansi lainnya, supaya dapat bersama-sama menjaga ketertiban sesaui dengan syariat agama Islam.
Speakerphobia Ala Presiden SBY Anti Aspirasi ?
Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita menyindir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang merasa keberatan jika unjuk rasa digelar dengan menggunakan pengeras suara. Jika SBY merasa terganggu, menurutnya, karena kondisi gedung istana tidak layak dan harus dipasang peredam suara.
Hal itu diungkapkan Ginandjar, Senin (5/1), menyusul pengaduan Hizbut Tahrir Indonesia ke DPD yang mengalami penyitaan sejumlah peralatan pengeras suara dan kendaraan pengangkutnya saat berunjukrasa.
“Kalau masyarakat terganggu pengeras suara, berarti gedungnya tidak baik. Gedungnya yang harus dibikin soundproof atau kedap suara. Jadi, jangan orang disuruh jangan berteriak,” ucapnya, saat menerima perwakilan dari HTI, di gedung DPD.
Menurut Ginandjar, selama hanya menggunakan pengeras suara seharusnya unjuk rasa diizinkan. “Itu (pengeras suara) dipakai tidak berdekatan dengan rapat. Pengendalian pada massa itu tentu tanggung jawab pada yang menggerakkannya,” kata Ginandjar.
Aparat negara, menurutnya, justru harus membantu agar unjuk rasa berjalan aman. “Lagipula suara sekuat-kuatnay tidak akan merobohkan gedung. Tidak akan membuat orang mati. Jadi, pengeras suara itu boleh-boleh saja,” tegas Ginandjar.
Pengaduan HTI ke DPD dilakukan karena merasa dirugikan oleh tindakan aparat yang menyita sejumlah peralatan miliknya, saat berunjukrasa di Monas pada 21 Desember 2008 dan 1 Desember 2009. Di antaranya pengeras suara beserta mobil pengangkut sound system.
“Kami boleh menggunakan hanya 10 menit saja dan katanya tidak boleh dibawa ke Istana. Larangan-larangan ini akibat pernyatan Presiden SBY beberapa waktu yang lalu karena pada saat rapat beliau terganggu aksi demo. Bagaimana kita bisa sampaikan aspirasi kalau bisu. Padahal, massa kita banyak,” kata Ketua DPP HTI Farid Wajdi.
Aksi Semakin Meluas PBB Makin Tak Berdaya
Demo anti-Israel terus terjadi di negara-negara di dunia. Di Libanon dan Turki misalnya, aksi protes menentang serbuan Israel ke Gaza dilakukan oleh ribuan orang.
Di Yaman, sejumlah pendemo anti-Israel menyerang beberapa rumah warga Yahudi di Provinsi Omran, Yaman utara. Mereka memecahkan kaca-kaca jendela dan melempari rumah-rumah itu dengan batu. Demikian diungkapkan pejabat-pejabat keamanan Yaman seperti dilansir News.com.au, Senin (5/1/2009). Setidaknya 1 warga Yahudi terluka dalam insiden itu.
Di Libanon, polisi harus menggunakan gas air mata untuk membubarkan sekitar 250 pendemo yang berkumpul di luar gedung Kedubes AS di Beirut. Dalam aksi demo lainnya di Beirut, ribuan orang berkumpul di luar gedung PBB.
Di Turki, lebih dari 5 ribu orang menggelar aksi anti-Israel di Istanbul. Massa mengibarkan bendera Palestina dan membakar patung Perdana Menteri Israel Ehud Olmert dan Presiden AS George W Bush.
Di Istanbul, polisi juga terpaksa membubarkan sekelompok pendemo yang melemparkan telur-telur ke Konsulat Israel.
Di Maroko, puluhan ribu orang berkumpul di Rabat, ibukota Maroko. Mereka menggelar aksi damai untuk memprotes serangan Israel ke Palestina. Kepolisian Maroko memperkirakan, aksi tersebut diikuti sekitar 50 ribu orang.
Setidaknya 500 warga Palestina telah terbunuh sejak Israel melancarkan serangan militer ke Gaza pada 27 Desember lalu. Komunitas internasional mengutuk agresi Israel tersebut dan menyerukan negara Yahudi itu untuk menghentikan aksinya.
Ada keranda mayat dari bambu diselimuti kain putih. Di atasnya terdapat foto Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa bangsa (PBB) Ban Ki Moon seukuran kertas A4.
Sementara itu sebuah Keranda yang menunjukkan matinya perjuangan Hak Asasi Manusia (HAM) di PBB itu diletakkan di depan gerbang Gedung Menara Thamrin, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2009).
Di depannya, ada tiga orang ‘Palestina’. Seorang laki-laki memakai sorban dari kafiyeh, laki-laki lain memakai bendera Palestina, dan seorang lagi perempuan berjilbab putih mengenakan hem coklat.
Mereka terlihat terjatuh, dua orang ‘Israel’ dengan senapan dari kayu menembaki mereka hingga jatuh tersungkur ‘tak bernyawa’.
Aksi teaterikal sekitar 7 menit itu dipersembahkan sekitar 50 Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (GMPI) yang berunjuk rasa di depan kantor PBB perwakilan Indonesia yang terletak di Menara Thamrin itu.
Spanduk berukuran 5 meter x 90 cm putih bertuliskan ‘Stop Imperialisme! Ganyang Israel!’ dengan cat pilox merah dan hitam turut menghiasi.Dalam aksinya mereka mendesak agar PBB bisa bertindak sesuai wewenangnya untuk mengakhiri agresi Israel kepada rakyat Palestina. Menurut mereka jika PBB tidak mengerti wewenangnya, maka mereka meminta agar PBB Dibubarkan.
Hamas Serang Israel 5 Tewas dan 29 Luka
Gerakan Hamas menyampaikan kabar kepada bangsa Arab dan Islam tentang tewas dan lukanya puluhan serdadu Israel yang berusaha merangsek ke Jalur Gaza melalui darat Sabtu malam (3/1) setelah delapan hari menyerang Jalur Gaza bertubi-tubi melalui udara.
Muhamma Nazzal, anggota biro politik Hamas menegaskan dalam pernyataan di TV bahwa informasi yang diterima Hamas bahwa adalah sejumlah besar pasukan Israel tewas dan luka-luka ketika pertamai melakukan serangan darat ke Jalur Gaza. Pimpinan Hamas ini menegaskan bahwa perang di tiga titik darat perbatasan Gaza oleh Israel menghadapi perlawanan sengit dari perlawanan Palestina. Faksi-faksi perlawanan Palestina sudah siap menghadapi serbuan darat Israel ke Jalur Gaza.
Sejumlah media Israel menyebutkan bahwa lima serdadu Israel tewas dan lebih dari 29 dari mereka luka-luka dalam sebuah peristiwa ledakan besar di perkampungan Zaitun utara Jalur Gaza. Perlawanan Palestina menyebutkan bahwa ledakan itu dari sebuah bom milik mereka seberat 50 kg.
Mengawali serangan darat Israel, Batalion Izzudin Al-Qassam menyerukan kepada pejuang Palestina untuk memberbanyak doa dalam menghadapi serangan Israel. Mereka mengancam Israel akan memberikan nasib sulit. Al-Qassam menegaskan bahwa Israel mulai mendekat perangkat darat yang dipasang oleh perlawanan Palestina.
Al-Qassam juga menegaskan bahwa mereka membutuhkan doa dari warga Palestina untuk perlawan agar mampu memukul mundur pasukan Israel dair Jalur Gaza. Warga Jalur Gaza di kampung Zaitun menegaskan bahwa perang antara perlawanan Palestina dan Israel berlangsung sangat sengit. Meski pasukan Israel dilengkapi dengan senjata lengkap dan dikawal oleh pesawat udara dan bom cahaya namun pasukan darat Israel tidak bisa maju karena perlawanan pejuang Palestina yang begitu sengit.
Obama Yes We’re Silent For Palestina
Dunia, khususnya negara-negara Arab, mengecam aksi tutup mulut Barack Obama atas serangan brutal Israel di Gaza. Ada yang menilai, Israel mendesak Obama ke pojok ring. Obama tak berbuat apa-apa. Dia seperti ayam sayur.
Jumlah mereka tak banyak. Hanya hampir 30 orang. Tapi, sinyal yang mereka tunjukkan jelas! Mereka meminta Barack Obama, presiden terpilih AS, bersikap tentang serangan biadab Israel ke Gaza. Kuatnya sinyal itu ditunjukkan dengan demonstrasi hanya beberapa blok dari rumah Obama di Kenwood, Chicago, Sabtu (3/12).
Di sana, mereka mengibarkan bendera Palestina. Mereka meneriakkan slogan antiperang. Pada satu titik, mereka berteriak dan jatuh ke tanah. Sebuah gerak teaterikal simbolisasi serangan udara Israel. Serangan yang menggunakan bom dan pesawat tempur buatan Amerika.
“Kami takkan diam. Kami takkan lemah. Tak boleh ada lagi pembunuhan masal atas nama kami,” teriak mereka.
Demonstrasi itu memang tak bisa mendekati rumah Obama. Mereka tak bisa menembus barikade polisi. Mereka digiring ke 51st Street dan Woodlawn Avenue.
“Ini bukan soal mengirim pesan kepada Obama. Ini soal pesan kepada seluruh warga Amerika, pesan agar mereka tidak puas dengan apa yang terjadi di Gaza,” ujar Hank Brown, salah seorang warga South Side, tetangga Obama, yang ikut jadi demonstran.
Lebih dari 460 jiwa tewas. Lebih dari 1.700 orang terluka. Itu angka sebelum Israel melancarkan serangan darat, sejak Sabtu. Korban tewas akan terus bertambah. Toh, Obama tetap tutup mulut. Inilah yang menggusarkan demonstran pendukung Palestina itu.
“Orang-orang perlu membuka mata mereka. Barack Obama bukan kertas kosong. Dia sudah menunjukkan pro-Israel yang sangat positif,” teriak Susan Jensen, warga Chicago lainnya. Susan sudah empat kali hadir dalam demonstrasi yang sudah berlangsung selama enam hari itu.
Obama sendiri sedang liburan di Hawaii saat krisis pecah. Para pembantunya menyebutkan Obama tak hendak membuat pernyataan karena bisa membingungkan. Pasalnya, secara resmi, AS masih diperintah Presiden George W. Bush.
“Presiden terpilih Obama memonitor kondisi global secara seksama, termasuk situasi di Gaza. Tapi, saat ini hanya ada satu presiden,” tutur Brooke Anderson, juru bicara Dewan Keamanan Nasional.
Tapi, pengamat politik Arab menandai gerakan tutup mulut Obama dengan skeptis. Mereka menyebut kebijakan Obama soal Timur Tengah takkan berbeda dengan Bush. Artinya, Obama akan tetap membela Israel.
Jaringan televisi Al Jazeera dengan sinis memotret gambaran Obama saat krisis meletus di Gaza. Mereka memunculkan adegan Obama mengenakan celana pendek dan main golf di Hawaii dipadu dengan gambaran apa yang terjadi di Gaza.
Analis politik Timur Tengah, Labib Kamhawi, mengingatkan publik tentang slogan perubahan yang dikampanyekan Obama. Masyarakat dunia tentu berharap Obama pun akan mengaplikasikannya dalam konflik di Palestina.
“Mereka melihat diam ini sebagai tanda-tanda negatif. Mereka pikir dia memaafkan apa yang terjadi di Gaza karena dia tak mengekspresikan pandangannya. Dia bahkan tak mengirim sebuah sinyal sekalipun kepada orang di wilayah tersebut bahwa dia tak senang dengan apa yang terjadi,” katanya.
Sunera Thobani, dosen studi kewanitaan di Universitas British Columbia, menilai Israel menghancurkan momentum Obama untuk membawa kedamaian dunia. Israel memojokkan Obama dengan serangan ini.
“Diamnya Obama atas krisis Gaza membuatnya mengalami kerugian modal politik yang sangat besar. Obama kelihatan lemah dan tak efektif, bahkan sebelum pelantikannya,” katanya. Ya, tak ubahnya bagai ayam sayur. [I4]
Dituduh Teroris Muslim China Hadapi Hukum Mati
China menahan hampir 1.300 orang warga Muslim atas tuduhan terorisme, ekstremisme agama, dan tindakan keamanan lain di wilayah Xinjiang, Cina barat. Pengadilan diperintahkan untuk memvonis mereka dengan hukuman berat.
Daerah gurun luas yang berbatasan dengan Asia Tengah itu adalah tempat tinggal lebih dari delapan juta anggota etnik Uighur China Muslim, yang mengeluh selama puluhan tahun karena penindasan agama dan politik.
Surat kabar The Procuratorial Daily, Minggu (4/1), memberitakan penahanan itu dilakukan ketika pemerintah mempertahankan kestabilan sosial. Hal ini sebagai satu prioritas tahun lalu, ketika Beijing menjadi tuan rumah Olimpiade Agustus 2008.
Gelombang kerusuhan, yang beberapa kali mengakibatkan aksi kekerasan, meletus di Xinjiang menjelang Olimpiade itu. Menurut laporan pers pemerintah, kerusuhan itu banyak dilakukan oleh kelompok Uighur, yang ingin mendirikan sebuah negara.
Surat kabar itu melaporkan 1.295 orang ditahan karena dituduh membahayakan keamanan negara dalam 11 bulan pada 2008 dan 1.154 orang secara resmi didakwa dan diadili atau dikenakan hukuman administratif.
“Para pejabat pengadilan diperintahkan untuk menjatuhkan hukuman berat terhadap kelompok-kelompok terorisme, separatisme dan ekstremisme agama yang membahayakan keamanan negara,” kata surat kabar itu.
Bulan lalu, dua orang atas tuduhan teroris dihukum mati karena menyerang polisi empat hari sebelum Olimpiade. “Mereka bermaksud menyabot Olimpiade itu,” kata laporan pers pemerintah sebelumnya, yang mengutip Mahkamah Agung.
Resulusi PBB Itu Gagal Akibat Veto AS
Pernyataan Dewan Keamanan (DK) PBB untuk menggelar gencatan senjata Israel-Palestina belum juga bisa dikeluarkan. Kabarnya, Amerika Serikat berusaha menghalangi gencatan senjata itu. Apa pasal?
Dubes Prancis untuk PBB Jean-Maurice Ripert yang mengepalai DK PBB, mengatakan 15 negara anggota dewan memahami situasi buruk di Jalur Gaza. Namun mereka belum mampu mencapai suara bulat untuk mengeluarkan pernyataan bagi kedua negara yang bersengketa, terutama imbauan gencatan senjata permanen.
Penyebabnya, menurut Dubes Libya untuk PBB Giadalla Ettalhi, penolakan AS atas semua proposal perdamaian ketika DK PBB mengatakan pertemuan darurat. Beberapa diplomat yang mengikuti pertemuan itu juga menyatakan AS membuat dewan gagal mencapai kesepakatan.
Wakil Dubes AS untuk PBB Alejandro Wolff mengatakan AS tak melihat prospek bahwa Hamas siap mengadakan perundingan damai untuk mengakhiri kekerasan itu. “Sebuah pernyataan baru, apapun itu, tak akan sukses. Kalaupun sukses, itu juga bukan berkat campur tangan DK,” katanya seperti dilansir AP, Minggu (4/1).
Pertemuan darurat DK PBB itu diselenggarakan atas inisiatif Libya, satu-satunya negara Arab anggota dewan. Bersama negara Arab lainnya, mereka meminta dewan segera mengeluarkan pernyataan genjatan senjata secepatnya. Jika disetujui, maka kesepakatan itu menjadi resmi namun tidak mengikat secara hukum seperti resolusi PBB.
Tim Medis IndonesiaTerhambat Masuk Ke Gaza
Tim medis Indonesia telah diberangkatkan untuk membantu warga Palestina yang menjadi korban aksi militer Israel. Mereka akan mencoba untuk mendekati perbatasan Gaza.
“Tim medis Indonesia akan ke Mesir dan mendekat di garis batas Gaza dekat Rafa daerah yang paling banyak korbannya,” ujar Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari kepada detikcom melalui pesan pendek, Sabtu (3/1/2009).
Namun untuk mencapai tempat itu, tidaklah mudah. Setidaknya, menurut Menkes, tim dari Indonesia harus meminta izin lebih dulu kepada Menkes Palestina.
“Beliau (Menkes Palestina) janji besok di email. Meskipun beliau bilang sangat berisiko,” jelas Menkes.
Mengenai bantuan yang diberikan oleh Indonesia, Menkes Palestina mengaku sangat berterimakasih. Warga Palestina, diceritakan Menkes sangat terharu dengan perhatian yang didapat.
“Rakyat Palestina sangat senang dengan bantuan rakyat Indonesia yang nun jauh di sana tapi sangat besar atensinya,” kata Menkes.
Segera Kirimkan TNI Kejalur Gaza
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengutuk keras serangan Israel ke wilayah Gaza, Palestina, yang telah memakan korban jiwa ratusan nyawa warga sipil. Oleh karenanya, HTI meminta Presiden SBY agar mengirimkan Tentara Nasional Indonesia ke Palestina untuk berperang melawan Israel.
“TNI harus berperang melawan Israel. Bukan sebagai tentara perdamaian. Kita minta pemerintah mengirimkan tentara ke sana bukan hanya mengirim obat-obatan,” tegas Ketua DPP HTI Farid Wadjdi kepada detikcom di sela-sela aksi long march HTI ke Bundaran HI dan Monas, Minggu (4/1/2009).
Lantas bagaimana dengan HTI sendiri? Apakah akan mengirimkan sukarelawan ke Gaza? “Sudah ada Hizbut Tahrir di Palestina. Kita serahkan sama yang di sana. Sementara ini kita nggak mengirim orang,” jelas Farid.
Lantas, apa yang yang dilakukan HTI? “Sementara ini kami hanya menggalang dana dan mendesak pemerintah. Kami juga mendatangi kedutaan-kedutaan besar untuk membantu rakyat Palestina,” imbuhnya.
Dalam aksi HTI yang diberi nama ‘Aksi Umat Ganyang Israel’ itu, ribuan orang HTI memadati lapangan Monas. Sebagian massa mengusung spanduk dan poster berisi kecaman terhadap Israel dan seruan penegakan khilafah. Aksi massa yang memadati jalan Medan Merdeka Barat tersebut mendapat pengawalan ketat dari puluhan polisi yang berjaga-jaga.
Yang menarik, terdapat pula aksi teatrikal yang dilakukan oleh sejumlah kaum perempuan. Mereka memajang bonek-boneka yang dililit kain kafan yang merupakan representasi dari anak-anak di Palestina yang tewas. Para perempuan berbaju hitam tersebut juga mengenakan kerudung hitam serta berpenampilan penuh luka seolah merupakan korban perang.
Aksi HTI semakin menarik ketika sejumlah anggota Forum Betawi Rempug (FBR) yang berbaju hitam-hitam naik mobil pengeras suara. Mereka lantas menggelar aksi pukul bedug seraya meneriakkan takbir.
Pak Yang Benar Saja Masa Pistol Mainan disita?!
Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi Islam di Yogyakarta menggelar aksi mendukung perjuangan rakyat Palestina dan mengecam aksi Israel. Petugas kepolisian menyita sebuah pistol mainan yang dibawa peserta saat melakukan aksi teatrikal.
Peristiwa itu terjadi saat peserta aksi dari Forum Silaturahmi Dakwah Kampus (FSLDK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar aksi di halaman gedung DPRD DIY di Jl Malioboro, Jumat (2/1/2009). Sebelum menggelar aksi di halaman gedung dewan, massa melakukan long march dari Masjid Syuhada Jl. I Dewa Nyoman Oka, Kotabaru.
Di halaman gedung DPRD, massa membawa berbagai poster bertuliskan dukungan terhadap perjuangan Palestina dan mengecam aksi brutal Israel. Mereka juga menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan semangat juang para pejuang
Palestina itu. Agar tampil heroik, salah seorang peserta membawa pistol mainan yang mirip senjata asli. Pistol mainan itu langsung disita petugas seusai aksi teatrikal.
Meski sempat beradu argumentasi bahwa senjata yang dibawa itu adalah senjata mainan anak-anak terbuat dari plastik, petugas tetap memintanya. Akhirnya peserta merelakan pistol mainan itu diamankan petugas.
Meski demikian, peserta aksi merasa jengkel dan menggerutu. Saat berorasi, mereka meminta agar pistol mainan itu dikembalikan. Namun petugas yang menyita telah pergi menuju Mapoltabes Yogyakarta. Mereka kemudian melanjutkan aksi orasi sambil melakukan penggalangan dana di sekitar Yogyakarta.
“Pistol yang kami bawa itu hanya mainan anak-anak. Bukan beneran. Itu digunakan untuk menggambarkan semangat juang rakyat Palestina melawan Israel,” ungkap Koordinator aksi FSLDK DIY, Juanda Lizar kepada detikcom disela-sela aksi.
Sementara itu di tempat lain, puluhan aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga juga menggelar aksi serupa. Aksi dilakukan di simpang tiga Jl Laksda Adi Sucipto, di sebelah utara kampus. Dalam aksi itu mereka sempat menggelar orasi di tengah jalan sambil tiduran. Mereka juga melakukan penggalangan dana bantuan untuk rakyat Palestina.
Jamaah Ahmadiyah Mesra Dengan NU ?
400-an jamaah Ahmadiyah rencananya akan menggelar silaturahmi dan bakti sosial. Namun karena izinnya yang kurang lengkap, kegiatan tersebut batal dilaksanakan dan dibubarkan polisi.
Bakti sosial tersebut akan diselenggarakan di Ponpes Soko Tunggal, Sendang Guwo, Semarang, Jumat (2/1/2008).
Meski sudah dibubarkan, hingga pukul 16.00 WIB, sejumlah jamaah Ahmadiyah masih berada di lokasi untuk berkemas-kemas.
Pemilik Ponpes Soko Tunggal, Gus Nuril mengatakan, acara sempat berlangsung beberapa saat. “Pembukaan sudah selesai,” katanya.
Namun saat menginjak acara berikutnya, polisi datang dan meminta jamaah Ahmadiyah menghentikan acara, karena izinnya kurang lengkap.
“Izinnya cuma dari Polres. Padahal ada jamaah dari Yogyakarta. Sehingga izinnya harus dari Kapolri,” ujarnya.
Gus Nuril mengaku dirinya tidak tahu kalau ada jamaah Ahmadiyah yang datang dari Yogyakarta. Karena pada awalnya, acara tersebut hanya dihadiri jamaah dari Semarang.
“Sama dengan NU. Kalau ada acara besar, jamaah dari luar daerah ikut nimbrung,” imbuhnya.
Gus Nuril tidak menyangka kegiatan yang rencananya digelar selama tiga hari itu akan dihentikan polisi. Padahal kegiatan tersebut tidak ada muatan apa-apa selain silaturahmi dan donor darah.
“Ahmadiyah kan sama dengan jamaah lain. Tadi waktu pembukaan, Al-Quran yang dibaca juga sama,” tandasnya.
Pembubaran pun berlangsung tertib, karena jamaah Ahmadiyah tidak melakukan perlawanan. Warga sekitar pondok juga tidak ikut panik
MR SBY Beri Kami Senjata Tuk Hancurkan Israel
Sekitar dua ribu orang umat muslim di Palembang berunjukrasa mengecam serangan Israel. Mereka mendesak Presiden SBY membiayai dan mepersenjatai mereka yang hendak ikut perang ke Palestina.
Para ulama lain yang ikut hadir dalam aksi damai siang ini, mendukung tuntutan Tholon itu. Tuntutan itu juga disambut meriah massa yang merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI), Forum Umat Islam (FUI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), HMI, Dewan Masjid Sumsel, Aliansi Nasionalis Islam (ANI), dan Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM).
“Kalau memang Indonesia mengecam tindakan Israel yang menyerang rakyat Palestina, Presiden SBY harus membiayai dan mempersenjatai kita ke Palestina,” kata K.H. Tholon Abdu Raup, dalam orasi di bundaran Air Mancur, Jl Merdeka, Palembang, Jumat (2/1/2009).
Pada kesempatan tersebut Febuar Rahman, ketua Aliansi Nasionalis Islam (ANI), mendesak Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, menolak rencana pendirian Konsulat Jenderal Amerika Serikat (AS). Ini sebagai bentuk protes atas sikap diam Pemerintah AS terhadap serangan militer Israel sepekan terakhir.
“Amerika tidak mampu berbuat apa-apa, bahkan menyalahkan rakyat Palestina. Ini suatu bukti serangan Israel bagian skenario AS untuk menghancurkan umat Islam. Jadi, sudah sepantasnya kita menolak kehadiran konjen negara tersebut di Palembang,” kata Febuar Rahman.
Sedangkan FPI dan FUI Sumsel dalam aksi damai siang ini menyatakan resmi membuka pendaftaran relawan ke Palestina. Pendaftaran dimulai seusai sholat Jumat hingga berakhirnya unjuk rasa pada petang hari ini.
PKS Putihkan Jakarta Kecam Israel dan AS
Puluhan ribu kader dan simpatisan PKS mulai meninggalkan bundaran HI pukul 14.10 WIB, Jumat (2/1/2009). Mereka long march menuju Kedubes AS.
Hingga pukul 14.15 WIB, massa yang terlihat lautan putih itu sudah tiba di depan Kedubes Jepang. Mereka menguasai semua ruas Jalan M Thamrin. Praktis, ruas jalan Thamrin ke arah Monas tertutup.
Massa membawa serta ratusan bendera Palestina, bendera Merah Putih dan bendera PKS. Mereka berjalan sambil meneriakkan yel-yel untuk perjuangan Palestina.
Sebelumnya, massa melakukan orasi di Bundaran HI. Bahkan Presiden PKS Tifatul Sembiring juga menyampaikan orasinya.
Sementara itu, sekitar 500 personel polisi sudah bersiaga di depan Kedubes AS. Dua buah mobil water cannon juga telah disiagakan di depan Kedubes AS, Jalan Medan Merdeka Selatan.
Partai Islam Busungkan Dadamu Pada Barat !
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tampaknya jadi satu-satunya peserta Pemilu 2009 yang turun ke jalan memprotes agresi Israel ke Palestina. Secara politik, PKS telah mampu membusungkan dadanya ke negara superior tersebut. Mana partai politik lainnya?
Apakah aksi ini akan berdampak positif bagi citra PKS di tengah upaya partai pimpinan Tifatul Sembiring tersebut bergeser menjadi partai tengah alias partai inklusif? Atau sebaliknya apakah PKS ingin kembali mencitrakan diri dalam bentuk lain?
Secara pencitraan politik, upaya PKS dengan melakukan show of force itu merupakan langkah cerdik PKS untuk menarik simpati para pemilih yang memiliki kepedulian pada isu Palestina dan HAM secara umum.
Hal ini tampaknya tak terpikirkan oleh partai politik lainnya, khususnya partai politik berasas Islam atau berbasis Islam. Bila pun ada, mereka hanya sebatas melontarkan pernyataan sikap, yang tidak memiliki dampak politik apa pun, kecuali hanya publisitas semata.
Namun pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI) Dedi Nur Hidayat menilai, aksi demo PKS akan berdampak dua kemungkinan bagi pencitraan politik PKS. Dampak pertama, aksi ini bisa jadi langkah blunder partai yang kini tengah bersusah payah bergeser menjadi partai tengah tersebut.
“Bisa saja langkah PKS dengan demontrasi isu Palestina akan mengurangi usaha yang ditempuh selama ini sebagai partai inklusif,” papar Dedi kepada INILAH.COM, Rabu (31/12) di Jakarta.
Memang, selama ini isu Palestina lebih banyak disuarakan oleh kelompok Islam garis keras. Ada tokoh seperti Ahmad Sumargono melalui bendera Komite Indonesia untuk Dunia Islam (KISDI). Ada pula Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA). Selain itu, organisasi kepemudaan seperti Gerakan Pemuda Islam (GPI) serta Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) juga cukup getol dalam isu-isu Palestina dan dunia Islam.
Namun khusus untuk agresi Palestina pada 28 Desember lalu, beberapa tokoh nasionalis juga mengutuk keras serangan di kota Tiga Tuhan tersebut. Tak terkecuali pernyataan keras dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin, mantan Ketua PBNU KH Abdurrahman Wahid, serta tokoh-tokoh lainnya yang memiliki pemahaman kesilaman moderat.
Dengan kondisi ini, Dedi menilai, demo PKS akan berdampak positif bagi pencitraan politik PKS menjelang Pemilu 2009. Dengan banyaknya tokoh pluralis yang mengutuk serangan Israel ke Palestina, jelas akan memberikan citra positif bagi PKS.
“PKS tidak tampil sendirian, kondisi ini akan lebih menguntungkan PKS. Beda jika yang berkomentar kelompok muslim lainnya,” tegas Dedi.
Menurut dia, PKS akan jauh lebih untung jika mengangkat isu Palestina dengan tonjolan sikap negara superpower terhadap negara ketiga. “Ini berbeda jika tonjolan isunya pada sisi isu agama,” ujar Dedi.
Apa pun potensi pencitraan yang akan diraih oleh PKS atas protesnya terhadap agresi militer Israel ke Palestina, PKS telah maju selangkah dari partai politik lainnya. Di saat partai politik lainnya berkutat pada isu koalisi dan stress atas penerapan suara terbanyak, PKS tampil dengan elegan dan flamboyan di depan kedutaan Amerika Serikat.
Secara politik, PKS telah mampu membusungkan dadanya ke negara superior tersebut. Mana partai politik lainnya?
Seribu Puisi Cinta Untuk Anak Palestina
Sedikitnya 30 orang aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FS-LDK) melakukan aksi teaterikal di depan bundaran kantor DPRD Jember, Jawa Timur, Kamis (1/1/2009).
Dua orang aktivis membacakan seribu puisi, dukungan untuk rakyat Palestina dan seruan untuk memboikot produk-produk, yang mereka sebut sebagai produk Yahudi yang diduga sebagai pemicu penjajahan yang dilakukan Israel kepada ratusan warga sipil tak berdosa, di Jalur Gaza.
Dalam aksinya, mereka juga mengibarkan bendera Palestina dan membagikan selebaran dukungan kemanusiaan untuk korban perang. Mereka mengutuk keras kekejaman yang dilakukan Israel dan Amerika atas warga Palestina.
Selain itu, mereka juga melakukan aksi penggalangan dana untuk rakyat Palestina yang bertema One Billion For Palestine. Penggalangan dana dilakukan hingga, Minggu 4 Januari 2009 di depan SMP Negeri 2 Jember.
Menurut salah seorang aktivis, penggalangan ini merupakan program nasional, dimana akan di donasikan melalui Universitas Indonesia
Sementara itu Pengamat Timur Tengah dari Fisipol UGM Siti Mutiah Setyawati mengatakan salah satu kunci agar konflik berkepanjangan antara Israel dengan Palestina serta Hamas ada di bangsa-bangsa Arab sendiri.
Saat ini keberadaan mereka justru sama sekali tak berkutik dengan sikap Israel yang dibantu AS. Hanya Iran yang memang secara tegas berani menentang AS dan Israel.
Dia juga menilai AS masih tetap tak berubah dalam mendukung Israel untuk menghancurkan rakyat Palestina maupun Hamas. Ini bisa ditengok sejak digelarnya kampanye Obama lalu yang secara prinsip program pemerintahannya memang tak ada yang bertujuan menuju perbaikan nasib bangsa Palestina.
Dengan prediksinya itu, lanjut Siti, maka jika nanti ada genjatan senjata antara Hamas dengan Israel, AS tetap akan berpihak kepada Israel ketika mereka misalnya melanggar perjanjian yang telah disepakati.
Terkait sikap Indonesia terhadap konflik tersebut, pemerintahan SBY cukup bagus. Langkah ini sebenarnya telah ditunjukkan mulai kunjungan pertama SBY ke Timur Tengah ialah mengahadiri pemakaman Yaser Arafat tahun 2004. Apalagi ada desakan ke PBB agar segera ikut menuntaskan konflik ini.
Bakar Bendera & Foto Bush Bentuk Kemarahan
Dalam aksi tersebut, kader PKS juga memperagakan adegan pelemparan sepatu kepada Presiden AS, George W Bush, dan PM Israel Ehud Olmert sebagai pelampiasan kebencian mereka. Selanjutnya, bendera Israel sepanjang 2 meter, serta foto Bush dan Olmert ikut dibakar.
Aksi solidaritas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk Palestina terus berlanjut. Bendera Israel, dan foto Presiden Bush dibakar kader PKS di Makassar.
Aksi yang diikuti ratusan kader PKS ini digelar di Monumen Mandala, Jalan Sudirman, Makassar, Kamis (1/1/2009).
Beberapa kader PKS terlihat menggunakan kostum layaknya pasukan Hamas yang membawa senjata dan dilengkapi bendera Palestina.
Dalam aksi tersebut, kader PKS juga memperagakan adegan pelemparan sepatu kepada Presiden AS, George W Bush, dan PM Israel Ehud Olmert sebagai pelampiasan kebencian mereka.
Selanjutnya, bendera Israel sepanjang 2 meter, serta foto Bush dan Olmert ikut dibakar.
“Membebaskan Palestina adalah cita-cita kemanusiaan PKS,” kata Sekjen DPP PKS, Anis Matta, dalam orasinya.
Palestina, menurut Anis, adalah tanah yang diwakafkan Umar bin Khattab kepada umat Islam. “Tidak boleh sejengkal pun tanah Palestina direbut oleh Yahudi,” ujar Anis sambil menginjak bendera Israel.
Anis juga menagih janji Presiden AS terpilih, Barack Obama, untuk menggunakan kekuasaannya untuk menghentikan serangan militer Israel ke Palestina.
“Kalau Obama tidak bisa berbuat apa-apa, silahkan buka pintu buat orang-orang Indonesia untuk berjihad di Palestina melawan Yahudi,” papar Anis yang disambut gemuruh takbir ratusan kader PKS.
Aksi ini pun mempertontonkan kebolehan bela diri Brigade Siaga Demokrasi 09 PKS. Selain itu, pengurus DPW PKS Sulsel menggalang dana untuk disumbangkan ke Palestina.(
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah