Israel boleh gembira membantai bayi-bayi Palestina. Tapi para Muslimah Gaza benjanji akan terus melahirkan ribuan mujahid. Dalam serangan selama 22 hari kemarin Israel telah menewaskan sekitar 1500 warga Gaza. Ajaibnya, menurut catatan Hamas di Suriah, telah lahir sebanyak 3500 bayi-bayi Gaza selama perang. Allahu Akbar…!!
TAK ada pesta bagi pernikahan Aida al-Qaddumi (22) dan mempelai tercintanya, Fadel Al-GhulFadel al Gu; (35). Yang ada hanya semangat agar mereka segera melahirkan anak sebanyak-banyaknya untuk mengganti generasi Gaza yang syahid akibat melawan Israel.
Kedua mempelai yang akan melangsungkan pernikahannya Kamis (29/1) ini memang bukan kalangan berada. Fadel sendiri adalah saudara Menteri Kehakiman Hamas, Faraj, yang justru menjadi salah satu intaian Israel.
Namun, bukan keterbatasan materi yang membuat mereka memutuskan menikah secara sederhana. “Seluruh Gaza sednag bersedih. Lebih dari seribu jiwa melayang karena agresi Israel. Kurang pantas rasanya bila kami menggelar pesta meriah,” kata Aida.
Meski begitu, tentu Aida tetap mempercantik diri. Dia bahkan meras aperlu datang ke salon di pusat Kota Rimal agar bisa tampil istimewa di hari bahagianya.
Sang mempelai perempuan mengenakan jubah panjang berwarna putih dengan hiasan kerlap-kerlip berwarna perak. Wajahnya tertutup cadar. Dengan suara perlahan Aida menyatakan ia bahagia dapat menikah, tapi sedih akibat lingkungan dna bangsanya yang begitu merana.
“Salah seorang teman perempuan saya kehilangan saudara dan beberapa sepupunya. Banyak keluarga kehilangan anak,” kata Aida.
Wilayah Shujaiya, tempat ia tinggal, merupakan salah satu kubu Hamas yang menghadapi serangan sengit tentara Israel. Puluhan orang, banyak di antara mereka warga sipil, gugur. Puluhan rumah hancur.
Sejalan dengan budaya lokal, pasangan baru tersebut hidup di rumah keluarga suami di Pemukiman Nasser. Mereka masih memiliki tempat tinggal akrena rumah itu luput dari rudal Israel.
“Meski begitu, kami hidup dalam ketakutan setiap hari,” kata Aida.
Menurut dia, bisa bertahan hidup hingga akhir agresi Israel adalah sebuah keberuntungan. Pasalnya, tak ada satu bangunan pun yang bisa mereka pakai untuk berlindung karena Israel tak pernah memberi dispensasi.
“Bahkan sekolah dan masjid saja mereka hancurkan. Mereka mengklaim ada senjata di sana, padahal itu bohong besar,” seru Aida.
hamas Karena itu, Aida ingin menikah dan segera melahirkan banyak anak sebagai penerus generasi yang terenggut. Ia merasa satu hati dengan Fadel yang selama beberapa tahun bekerja di salah satu lembaga sosial yang dibangun pendiri Hamas, Syeikh Ahmed Yassin di tahun 1970-an.
“Memerangi Israel adalah satu kewajiban,” kata Fadel. “Kami hidup di sini, di tanah kami, tanah perlawanan. Mereka ingin membunuh kami, tapi kami akan membunuh mereka lebih dulu,” serunya.
Menurut Fadel, benar bahwa dalam agresi itu Israel telah menghancurkan bangunan, rumah, dan masjid. “Tapi mereka tak berhasil menghancurkan kelompok yang melancarkan perjuangan,” katanya.
Sementara itu, kabar terbaru yang diterima www.hidayatullah.com dari Hamas di Damaskus Suriah, serangan selama 22 hari Israel telah menewaskan sekitar 1500 warga Gaza. Ajaibnya, menurut catatan Hamas di Suriah, telah lahir sebanyak 3500 bayi-bayi Gaza selama perang
Baru sehari diresmikan pada Kamis 29 Januari 2009, monumen untuk memperingati peristiwa fenomenal pelemparan sepatu ke Bush di lokasi panti asuhan Kota Tikrit, 130 km sebelah utara Baghdad, Irak, digusur. Hingga kini Tidak jelas kemana dipindahkan monumen sepatu itu
Salah satu pegawai pemerintahan di Trikit, kepada CNN, mengatakan monumen dipindahkan atas permintaan pemerintah pusat, yang saat kini jadi lawan sang pelempar sepatu, Muntadar Al Zaidi di pengadilan.
Ditambah dia, setelah permintaan dikeluarkan, polisi Irak langsung mendatangi lokasi, memastikan monumen berbentuk sepatu itu telah dipindahkan.
“Kami tak mengijinkan siapapun menggunakan fasilitas dan gedung pemerintah untuk motif-motif politik,” kata pejabat Gubernur, Abdullah Jabara, seperti dirilis CNN, Jumat 30 Januari 2009.
Pelemparan sepatu ke Bush dalam sebuah konferensi pers pada 14 Desember 2008, telah menjadi simbol perlawanan di dunia Arab. Sepatu saat saat ini tak hanya sebagai alas kaki, tapi naik pangkat menjadi simbol perlawanan.
Al Zaidi yang berani melempar sepatu pada seorang pemimpin negara adikuasa, lantas dielu-elukan sebagai pahlawan. Ironisnya, saat ini dia mendekam di penjara. Al Zaidi bahkan harus merayakan ulang tahunnya yang ke 30, awal bulan ini, di dalam penjara.
Monumen secara keseluruhan setinggi 3,5 meter itu terbuat dari fiberglas yang dilapisi tembaga. Badan sepatu warna coklat dibangun setinggi 2,5 meter dengan lebar 1,5 meter. Seniman monumen, Laith al-Amari tak bekerja sendirian, para penghuni panti asuhan membantu pembangunan monumen senilai US$ 5000 itu selama 15 hari.
“Anak-anak yang membantu pembangunan monumen adalah korban perang Bush,” kata Direktur Panti Asuhan, Faten Abdulqader al-Naseri.
Monumen sepatu yang dibuat sebagai penghormatan bagi wartawan Irak, Muntazar al-Zaidi dipindahkan dari kompleks yatim piatu di Kota Tikrit, Irak. Zaidi melemparkan dua sepatunya ke Presiden AS George W Bush saat konferensi pers di Baghdad, Irak beberapa waktu lalu.
Monumen sepatu itu dipindahkan sehari setelah dipamerkan di yayasan Yatim Piati Tikrit. Demikian disampaikan para pejabat Tikrit kepada CNN, Sabtu (31/1/2009).
Dengan dibantu anak-anak di yayasan tersebut, pemahat Laith al-Amiri membuat replika sepatu raksasa berwarna cokelat. Namun para pejabat dari Provinsi Salaheddin mengatakan, monumen tersebut dipindahkan setelah adanya permintaan dari pemerintah pusat Irak.
Setelah adanya permintaan itu, polisi Irak mendatangi lokasi monumen tersebut untuk memastikan monumen sepatu itu dipindahkan.
“Kami tidak akan membiarkan seseorang menggunakan fasilitas dan gedung-gedung pemerintah untuk motif politik,” kata Abdullah Jabara, Wakil Gubernur Salaheddin.
Hingga kini Tidak jelas kemana dipindahkan monumen sepatu itu
PM Turki Recep Tayyip Erdogan mendapat sambutan yang hangat saat pulang ke negaranya. Ia disambut bak pahlawan setelah mendamprat Israel terkait agresi militer Operation Cast Lead di Jalur Gaza. Negara mana lagi akan meniru?
Jam menunjukkan pukul satu malam. Dini hari Jum’at (30/1) itu, udara musim dingin di kota Istanbul terasa sangat gigil. Namun, malam itu, di tengah udara yang menusuk kulit itu, ribuan rakyat Turki justru tampak memenuhi jalan-jalan kota Istanbul.
Sejak pukul sembilan malam, ribuan orang telah bergerak menuju bandara internasional Ataturk, Istanbul. Mereka tampak melambai-lambaikan kain berwarna merah, yang ditengahnya terlukis bintang terapit bulan sabit: bendera Turki. Sebagian yang lain lagi mengibarkan bendera Palestina. Mereka berteriak: “O, büyük bir lider”, “Selamat datang pahlawan kami!”, “Selamat Datang ‘Penakluk’ Davos!”, “Ahlan wa Sahlan Pemimpin Baru Dunia!”.
Di malam yang gigil itu, mereka bergerak berduyun-duyun untuk menyambut kedatangan Perdana Menteri mereka, “Khoja Haji” Rajab Thayyib Erdogan (Turki: Recep Tayep Erdogan), yang baru saja meninggalkan KTT Ekonomi Internasional Davos yang digelar di Swiss.
Sebagaimana diketahui, di forum internasional World Economic Forum (WEF) yang digelar pada Kamis (29/1) kemarin itu, Erdogan melakukan aksi walk out sebagai protes keras kepada forum yang tidak memberikannya waktu untuk memberikan tanggapan atas pernyataan Presiden Israel, Simon Perez.
Perez, yang duduk tepat di samping kiri Erdogan, berbicara sekitar setengah jam mengenai alasan dan “pembelaan diri” Israel yang menyerang Gaza. Perez menyatakan jika serangan “teror” yang terus dilakukan Hamas adalah penyebab utama kenapa Israel pada akhirnya memutuskan untuk menyerbu Gaza.
“Hamas terus menembakkan roket-roket ke pemukiman Israel. Sebab itulah pada akhirnya Israel memutuskan untuk menyerang Gaza, markas Hamas,” ungkap Perez dengan nada berapi-api.
Saat mengemukakan pernyataannya, Perez berbicara dengan nada tinggi, juga beberapa kali menatap wajah dan mata PM Turki yang duduk tepat di samping kanannya.
Ketika giliran berbicara tiba pada Erdogan, PM Turki tersebut menanggapi pernyataan Peres dengan tanggapan yang tak kalah tegas, namun tetap dengan nada bicara yang kalem.
“Simon Perez ini sudah berusia tua, tetapi nada bicaranya tinggi. Saya tidak akan demikian, saya akan tetap berbicara dengan memakai etika,” kata Erdogan.
“Masih jelas dalam ingatan saya, akan anak-anak kecil Gaza yang dibunuh Israel di tepi pantai. Saya masih ingat, berapa jumlah orang-orang yang Anda bunuh di Gaza,” tambah Erdogan seraya menatap wajah Perez.
Erdogan pun kembali melanjutkan tanggapannya. Kali ini ia menujukan pernyataannya kepada peserta sidang. “Dan, kalian semua mengetahui dengan jelas perbuatan Israel yang dengan telah membantai nyawa anak-anak dan perempuan.”
Namun, baru 10 menit Erdogan mengemukakan pernyataannya, moderator sidang segera memotong dan menyatakan jika waktu Erdogan telah habis. Erdogan pun segera bangkit dari duduknya, ia mengemasi kertas-kertasnya, lalu segera beranjak meninggalkan kursi sebagai bentuk protes.
“Terimakasih telah memberikan kesempatan berbicara kepada saya. Saya telah berbicara separuh waktu saja dari waktu yang kalian berikan untuk Perez,” kata Erdogan dengan nada marah.
“Ya, saya putuskan untuk tidak akan menghadiri lagi KTT ini,” pungkasnya seraya beranjak.
Selepas keluar dari ruangan sidang, Erdogan segera bertolak ke Istanbul. Sementara itu, di dalam negeri, warga Turki yang menyaksikan secara langsung kecaman dan sikap tegas Erdogan dari stasiun televisi pun segera pergi ke bandara untuk menyambut kepulangan perdana menteri mereka.
Televisi Aljazeera menyiarkan betapa antusiasnya ribuan warga Turki untuk menyambut kepulangan Erdogan. Dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, perempuan, hingga beberapa orang lanjut usia tampak memenuhi jalan-jalan Istanbul, juga pelataran bandara Ataturk.
Saat Erdogan tiba dan keluar dari pesawat, ribuan massa langsung menuju arahnya dan berebut untuk menyalaminya. Dini hari itu juga, di bandara Ataturk, Erdogan langsung menggelar jumpa pers.
Dalam jumpa persnya, Erdogan menyatakan jika sikap tegas yang diambil olehnya di KTT Davos adalah pertaruhan “harga diri” bangsa Turki.
“Saya bertanggung jawab atas martabat bangsa Turki. Dan saya tidak akan membiarkan seorang pun, di forum mana pun, untuk menjatuhkan martabat bangsa ini,” ungkap Erdogan yang disambut tepuk riuh.
“Saya tidak sedang mengecam bangsa Yahudi atau Israel, tetapi yang saya kecam adalah perilaku politik pemerintahan Israel,” ungkapnya.
Malam itu, apa yang telah dilakukan oleh Erdogan adalah sebuah perjuangan seorang pemimpin negara untuk membela martabat bangsanya, negaranya, agamanya, dan juga sudara seimannya, Palestina, sekalipun tidak satu madzhab, sekalipun tidak satu bangsa.
PM Turki itu menuding moderator tidak memberi kesempatan dia berbicara. dan dia mengatakan, Erdogan mengatakan, dia meninggalkan tempat debat bukan akibat ketidaksefahamannya dengan Peres, tapi akibat dia diberi waktu yang lebih pendek daripada presiden dari Negara penjajah itu.
Bagaimana dengan pemimpin negara-negara Arab, bagaimana juga dengan pemimpin Indonesia?
Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, Hamas tidak akan pernah bisa merebut Tepi Barat seperti yang mereka lakukan pada Jalur Gaza pada 2007. Abbas yang berasal dari kubu Fatah mengatakan hal itu karena khawatir akan pengaruh Hamas yang populer pascaagresi Israel lalu. Bagaimana bisa bersatu kalo begini, terlihat jelas siapa musuh dari dalam…!!
“Hamas berhasil dalam usaha kudeta mereka di Gaza karena kami ingin menghindari konfrontasi militer, namun apa yang terjadi di sana tidak akan berulang di Tepi Barat. Tidak akan pernah,” kata Abbas kepada wartawan, Jumat (30/1).
Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari. Sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut diblokade oleh Israel.
Palestina pun menjadi dua wilayah kesatuan terpisah. Jalur Gaza yang dikuasai Hamas dan Tepi Barat yang berada di bawah pemerintahan Abbas.
Presiden Palestina itu juga mengatakan, pemimpin tinggi Hamas Khaled Meshaal akan gagal membentuk sebuah organisasi untuk menandingi Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), yang diakui masyarakat internasional sebagai wakil sah rakyat Palestina. “Ia tidak akan bisa menghancurkan bangunan besar ini,” katanya, menunjuk pada PLO.
Meshaal mengatakan, Rabu, ia bersama kelompok-kelompok garis keras lain berencana mendirikan sebuah badan baru yang akan lebih mewakili rakyat Palestina ketimbang PLO, yang mencakup sebagian besar kelompok Palestina kecuali Hamas.
Fatah kubu Abbas mendominasi organisasi tersebut dan pemerintah Palestina pimpinannya mendapat dukungan dari negara-negara Barat. Uni Eropa, Israel dan AS memasukkan Hamas ke dalam daftar organisasi teroris
MUI ‘dituduh’ sebagai salah satu lembaga yang paling sering menerima suap. Gus Dur pun tertawa mendengarnya. Mantan Presiden ini pun berseloroh, bisa jadi MUI iri pada Depag.Katanya, “Alhamdulillah Depag ada temannya”. Mungkinkah ini Penghinaan Gus Dur ?
“Dari dulu, kalau lagi musim haji, Depag kayak pasar. Rupanya ada yang iri hati, sehingga mau direbut,” canda Gus Dur seraya terkekeh-kekeh dalam acara ‘Kongkow bareng Gus Dur’ di Kedai Tempo, Utan Kayu, Jakarta, Sabtu (31/1).
Dalam surveinya, Transparency International Indonesia (TII) melansir dugaan suap menyuap MUI dalam pengurusan sertifikat halal.
“Alhamdulillah Depag ada temannya,” gurau Gus Dur sambil tertawa geli.
Sedangkan mengenai fatwa MUI yang mengharamkan golput serta rokok bagi ibu hamil dan anak-anak, Gus Dur tidak mengacuhkannya.
“NU tidak ambil pusing. Karena NU sedang asyik berpolitik,” tukas mantan Ketua Umum PBNU ini.
Menurut Gus Nuril, kalau di pesantren, tidak lengkap kalau tidak minum kopi dan merokok. Jadi kiai-kiai itu kalau dicium tangannya, maka yang akan tercium adalah bau rokok. Bahkan ini mengerikan, kiai-kiai yang menawarkan surga dianggap kiai-kiai haram. Betul ngak yah ..??
Fatwa rokok haram yang dikeluar MUI dinilai melecehkan para kiai perokok yang ada di pondok pesantren. Karena secara tidak langsung para kiai yang menyebarkan agama itu dianggap haram.
“Ketika rokok diharamkan, maka dari sisi santri pondok pesantren, fatwa itu dianggap tidak menghormati atau melecehkan kiai-kiai,” kata Pimpinan Ponpes KH Abdurrahman Wahid, Gus Nuril, dalam acara ‘Kongkow bareng Gus Dur’ di Kedai Tempo, Jakarta, Sabtu (31/1).
Menurut Gus Nuril, kalau di pesantren, tidak lengkap kalau tidak minum kopi dan merokok. Jadi kiai-kiai itu kalau dicium tangannya, maka yang akan tercium adalah bau rokok.
“Kalau kiai-kiai yang menyebarkan generasi penerusnya Wali Songo dianggap ahli haram. Bisa dibayangkan, ini mengerikan, kiai-kiai yang menawarkan surga dianggap kiai-kiai haram,” ujarnya.
Gus Nuril mempertanyakan kualitas sekitar 800 kiai yang ikut merembukkan keluarnya fatwa rokok haram. Apalagi fatwa MUI itu seperti mainan. Sebab kalau fatwanya untuk anak kecil, ibu hamil dan orang sakit, semua orang juga sudah tahu.
“Lagipula, orang tua mana yang ingin anaknya merokok. Ibu hamil mana yang mau merokok. Orang sakit mana yang mau merokok, untuk makan saja tidak bisa. Rakyat kita ini tidak bodoh-bodoh amat. Ini klausul MUI yang bodoh,” ketus Gur Nuril.
Jawaban Untuk Gus Nuril
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.
Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,
Pertemuan yang dilakukan karyawati Rumah Sakit Mitra Internasional (RSMI) Jatinegara, Jakarta Timur, dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Selasa (20/1) lalu, belum mampu meredam persoalan yang terjadi. Sejumlah karyawati kembali dipanggil pihak manajemen dan tetap meminta agar mereka bersedia mengikuti peraturan yang berlaku.
Pemanggilan dilakukan secara terpisah, baik oleh Manajer SDM RSMI, Warno Hidayat, maupun oleh Direktur RSMI Jatinegara, Handojo Rahardjo. Namun para karyawati ini tak bergeming. ”Saya bilang, kalau ingin penjelasan, silakan hubungi pengacara kami,” ujar Suharti, salah satu karyawati, menuturkan ulang responsnya atas pemanggilan oleh pihak manajemen.
Tanggal 23 Januari lalu, ujar seorang karyawati RSMI yang enggan dikutip namanya, dirinya menerima Surat Teguran (ST) karena dianggap melanggar Perjanjian Kerja Bersama (PKB) pasal 47 e. Pasal tersebut berisi tentang penggunaan seragam dan atribut sesuai ketentuan perusahaan. Selang lima hari kemudian (28/01), dia dikenai Surat Peringatan (SP) 1, karena dianggap mengulangi pelanggaran yang sama.
Dia mengatakan sempat berbincang singkat dengan Direktur RSMI Jatinegara, Handojo, Rabu (28/01). Inti perbincangan ialah desakan pihak manajemen pada setiap karyawati agar mengenakan seragam sesuai aturan. ”Beliau mengatakan, jika saya memang masih nyaman kerja di RSMI, saya harus mengikuti aturan yang ada,” jelas karyawati ini.
Oleh karenanya, mereka amat berharap pada Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang berjanji akan menindak lanjuti aduan mereka melalui Forum Ijtima Ulama yang berlangsung di Padang Panjang, Sumatera Barat, 24-26 Januari lalu.
Ketika dikonfirmasi, Ketua MUI KH Cholil Ridwan, menyatakan persoalan fatwa jilbab belum sempat dibahas dalam Forum Ijtima Ulama. ”Kemarin saya mengusulkan, tapi belum sempat masuk karena agenda yang sudah ada banyak sekali. Itu pun belum semua terbahas,” ujarnya Kamis (29/1).
Namun kiai Cholil menjanjikan akan membawa agenda jilbab ke dalam forum rapat pimpinan MUI, Selasa (3/2). Dijelaskan, forum ini hanya akan mewadahi proses transfer agenda jilbab ke dalam Komisi Fatwa MUI.
Ia menambahkan, pembahasan hal ini akan memakan waktu lama. ”Paling cepat, jika mendesak, kurang lebih tiga pekan,” katanya.
Selain itu, dirinya juga menekankan, perbedaan forum bahasan tidak akan mempengaruhi kekuatan fatwa yang dihasilkan. ”Ini ‘kan sudah jelas sebenarnya, tidak seperti soal rokok, yang menyangkut banyak pihak,” jaminnya.
Berdasar ketentuan RSMI yang terbaru, para karyawati yang berjilbab diharuskan memasukkan kerudung mereka ke dalam baju. Kedua, mereka mendapat pembagian kerudung dengan bahan yang transparan. Dan terakhir, para perawat medis hanya dibolehkan memakai atasan seragam dengan lengan tiga jari di bawah siku.
Kemarahan Perdana Menteri (PM) Turki Recep Tayyip Erdogan meledak di Forum Ekonomi Dunia yang berlangsung di Davos, Swiss. Erdogan kesal karena pidato Presiden Israel Shimon Peres mengenai pembelaan atas perang Israel di Gaza disambut tepuk tangan hadirin termasuk liga arab. Nah Loh…? Liga Arab Setuju toh..?!
Kemarahan Erdogan terkait dengan pidato Presiden Israel Shimon Peres di forum internasional tersebut. Erdogan kesal karena pidato Peres mengenai pembelaan atas perang Israel di Gaza disambut tepuk tangan hadirin. Anehnya Acara tersebut juga dihadiri para pemimpin dunia termasuk Sekjen PBB Ban Ki-moon, Sekjen Liga Arab Amr Mussa dan lainnya.
“Sangat menyedihkan karena orang-orang bertepuk tangan atas apa yang Anda katakan. Padahal banyak orang telah terbunuh,” seru Erdogan pada Peres sebelum ditengahi oleh moderator, wartawan Washington Post, David Ignatius.
“Kita tak bisa memulai debat ini karena kita tak punya waktu,” kata Ignatius seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (30/1/2009).
Erdogan juga kesal karena Peres mendapat waktu 25 menit untuk bicara di debat tersebut sedangkan dirinya cuma diberi waktu 12 menit.
Dalam pidatonya, Peres bersikeras bahwa Israel terpaksa melancarkan serangan ofensif terhadap Hamas dikarenakan ribuan roket dan mortir yang ditembakkan Hamas ke Israel.
“Tragedi Gaza bukan karena Israel, tapi Hamas,” kata Peres. “Mereka menciptakan kediktatoran. Kediktatoran yang sangat berbahaya,” imbuhnya.
Erdogan tanpa rasa takut berdebat panas dengan Perez tentang agresi Israel di Jalur Gaza.
“Kalian membunuhi orang-orang.” seru Erdogan keras kepada Perez. “Apa yang kalian lakukan tidak manusiawi!”
Menanggapi perkataan Erdogan, Perez langsung memotong dengan panas, “Apakah Anda sungguh benar-benar mengerti akan situasi dimana ratusan roket berhamburan dan menyerang perempuan dan anak-anak? Ada apa dengan Anda?” repetnya.
Erdogan tidak terima perkataan Perez, dan ia meminta waktu kepada moderator untuk kembali bicara. Namun, ia hanya diberikan waktu satu menit saja. “Kalian, Israel, tidak pernah mau mendengarkan.”
Setelah itu, Erdogan pun berkata, “Bagi saya pertemuan Davos sudah selesai. Saya tidak diizinkan untuk bicara di sini. Perdana Menteri kalian, Ohud Olmert, mengatakan sangat senang memasuki Palestina dengan tank, peluru dan roket, dan membunuh warganya.” ujarnya dengan nada tegas kepada Perez, yang langsung disambut dengan tepuk-tangan para hadirin. Setelah itu, Erdogan pun meninggalkan forum dan dengan cuek melewati Perez yang tampak tertekan. Erdogan mengatakan tak akan menghadiri lagi forum itu.
Perkataan Erdogan di atas langsung membuat Shimon Perez mengkerut. Ia terlihat tidak pede dalam pertemuan itu. Perdana Menteri Kjell Magne Bondevik dari Norwegia berkata, “Saya tidak pernah melihat Perez seperti itu. Ia mungkin sadar bahwa seluruh dunia sekarang sedang memusuhinya. Saya sedih Erdogan meninggalkan forum.”
Dukungan untuk Erdogan datang dari banyak pihak. Menteri Luar Negeri Mesir, Moussa, yang selama debat hanya diam saja, berkomentar, “Sikap Erdogan bisa dipahami. Israel memang tidak pernah mendengarkan siapapun.”
Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan pulang mendapat sambut bak seorang pahlawan saat tiba di negerinya sepulangnya dari pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.
Sementara itu Sekitar 5.000 orang bersorak sorai sambil melambaikan bendera Turki dan bendera Palestina, ketika pesawat yang membawa Erdogan menyentuh landasan bandara Turki hari Jumat pagi waktu setempat.
Rakyat Turki memuji ketegasan sikap Erdogan saat berdebat dengan Presiden Israel Shimon Peres tentang agresi brutal Israel di Gaza dalam Forum Davos.
Utusan khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah, George Mitchell, mengatakan tak akan menemui utusan Hamas. Seharusnya, berdasarkan UU Palestina keberadaan Abbas tidak legal. Hamas memenangkan pemilu parlemen Palestina pada 2006. Tapi Abbas memecat Haniya yang saat itu menjabat sebagai PM Hamas pada 2007 dan membentuk kabinet sendiri.
Padahal, Hamas organisasi sosial-politik Palestina itu telah menunjukkan niat baik terhadap pemerintahan Presiden AS Barack Obama.
Mitchell dijadwalkan untuk berbicara dengan Kepala Otoritas Palestina Mahmoud Abbas. Namun, ia tak berencana untuk menemui pimpinan kelompok yang dicap sebagai kelompok teroris oleh Israel dan sekutu utamanya AS, serta Uni Eropa.
Diberitakan oleh Press TV, Kamis (29/1), pejabat senior Hamas, Ismail Haniya, sempat memberik selamat pada Obama untuk pelantikannya. Beberapa kalangan menilai sikap Haniya itu menggambarkan keinginan Hamas untuk bekerjasama dengan pemerintah baru AS.
“Kami harap Anda meralat kesalah pemerintah sebelumnya,” pesan Haniya kepada orang nomor satu AS itu.
Sebab itulah penolakan Mitchell menyebabkan Hamas merasa kebijakan Obama ternyata tak jauh beda dengan mantan Presiden Bush. Sekaligus menandakan AS tidak mendengarkan semua pihak yang terlibat masalah tersebut, serta memihak pada Abbas yang masa jabatannya berakhir pada 9 Januari lalu.
Seharusnya, menurut Hamas, berdasarkan UU Palestina keberadaan Abbas tidak legal. Hamas memenangkan pemilu parlemen Palestina pada 2006. Tapi Abbas memecat Haniya yang saat itu menjabat sebagai PM Hamas pada 2007 dan membentuk kabinet sendiri. Tak lama, mereka mengambil alih Jalur Gaza, pertengahan Juni tahun yang sama.
Mariana Bridi, mantan finalis Miss World asal Brazil akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Ia meninggal dunia setelah sebelumnya tangan dan kakinya diamputasi. Sebelum meninggal, pemilik gelar ‘Tubuh Terindah’ di ajang Miss Bikini International 2007 itu sudah mengalami kesulitan bernafas. Inilah kisah nyata dimana Allah punya cara lain untuk menghukum hambanya yang melanggar perintahnya, awas jangan sampai anda berikutnya …!!
Bridi wafat Sabtu (24/1/2009) di rumah sakit di kota Serra, negara bagian Espirito Santo, Brazil. Perempuan berusia 20 tahun itu harus diamputasi tangan dan kakinya akibat infeksi bakteri (sebelumnya diberitakan virus-red) Pseudomonas aeruginosa. Bridi terinfeksi bakteri ganas tersebut diduga karena salah diagonosis dan pemberian obat, demikian dikutip kilasberita.com dari Daily Mail, Minggu (25/1/2009).
Sebelum meninggal, pemilik gelar ‘Tubuh Terindah’ di ajang Miss Bikini International 2007 itu sudah mengalami kesulitan bernafas sejak Jumat (23/1/2009). Ia pun segera mendapat tindakan medis untuk memperbaiki kondisinya.
Namun nyawanya tidak dapat diselamatkan akibat ganasnya bakteri yang menjalar di tubuhnya. Bakteri Pseudomonas aeruginosa menyebabkan aliran darah Bridi menjadi tidak normal sehingga mempengaruhi fungsi organ vital tubuhnya.
Pihak rumah sakit maupun keluarga belum memberikan keterangan resmi tentang meninggalnya Bridi.
Sebelum wafat tim medis tempat Bridi dirawat mengamputasi kedua kakinya, disusul kedua tangannya pada Selasa (20/1/2009). Sebelum diamputasi Bridi mengeluh sakit pada 30 Desember 2008 lalu.
Bridi pun dibawa ke rumah sakit dan diagnosis menderita sakit batu ginjal. Dokter lalu memberikannya obat dan 2 hari kemudian ia pulang. Namun semenjak itu kondisi Bridi terus memburuk hingga akhirnya menutup mata untuk selamanya.
Mendiang Mariana Bridi pernah mewakili Brazil di ajang Miss World 2006 dan 2007. Bahkan di ajang Miss Bikini International di Cina 2007 lalu, Bridi mengalakan 50 kontestan lain dan memenangkan predikat ‘Tubuh Terindah’.
Mungkin kah Allah akan melakukan tindakan serupa terhadap miss indonesia ? Para muslimah yang berbahagia, masihkan anda menebar aurat kepada yang bukan berhak ? sesungguhnya aurat anda bukan untuk diperlihatkan kepada khalyak, namun jadikan keindahan itu hanya untuk suami tercinta. Amin
Insiden mantan Presiden AS George W Bush ditimpuk sepatu oleh Muntadhar Al Zaidi benar-benar akan dikenang sepanjang masa. Tindakan super beraninya itu diabadikan dalam bentuk sebuah replika sepatu raksasa. Uniknya lagi, lokasi monumen itu berada di kampung halaman rival Bush, yakni mendiang Saddam Hussein. Aha!
Sepatu itu terletak dekat sebuah panti asuhan di kota Tikrit, Irak. Replika sepatu Al Zaidi itu dibuat oleh pematung Laith Al Amiri, yang dibantu oleh anak-anak yatim piatu. Tujuannya, untuk mengenang insiden pelemparan sepatu 14 Desember 2008 silam.
Monumen berwarna coklat itu terbuat dari kaca serat alias fiberglass yang dilapisi tembaga dan dasarnya dicetak dengan beton. Replika itu tingginya 3,5 meter, panjang 2,5 meter, dan lebar 1,5 meter. Menurut direktur panti asuhan, Fatah Abdulqader, patung yang menelan biaya Rp 56,8 juta itu selesai dalam waktu 15 hari.
“Anak-anak yatim piatu yang membantu itu merupakan korban perang Bush. Replika ini hadiah untuk generasi penerus agar mereka mengingat aksi heroik para jurnalis. Nantinya, mereka akan menjadi orangtua dan menceritakan kepahlawanan Al Zaidi,” ujarnya seperti dikutip AP, Jumat (30/1).
Al Zaidi yang merupakan wartawan Irak tersebut saat ini masih berada di penjara Irak dan baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-30. Salah seorang saudara laki-lakinya menyatakan ia dalam keadaan baik. Al Zaidi, lanjutnya, mendapat perlakuan yang juga baik dari pihak berwajib.
Melempar sepatu, seperti yang dilakukan Al Zaidi dalam konferensi pers Bush dan PM Irak Nouri Maliki, merupakan tindakan penghinaan dalam tradisi Irak. Kedua sepatu yang ia lemparkan itu meleset dan telah dihancurkan oleh agen Secret Service.
“Honor Setiap kegiatan kunker, pansus dll selalu dapat honor. Yang sangat memprihatinkan soal pembagian honor. seharusnya orang yang tidak ikut kegiatan tidak bisa mendapatkan honor penuh. Tetapi kenyataannya yang ikut kunker sehari atau setengah hari dapat honor yang sama atau penuh”
Anggota DPR RI Permadi mengaku sudah penat melihat kebobrokan anggota dewan. Mulai dari soal kehadiran, hingga saling melindungi untuk menutupi kebobrokan bersama.
Menurut Permadi, adanya anggota dewan yang diseret terkait penyelewengan belum seberapa. Yang sebenarnya, kata Permadi, jauh lebih parah dari yang diberitakan media massa.
“Yang lebih memprihatinkan masing-masing pihak itu berusaha saling melindungi, karena sekali terbongkar semuanya akan terkena,” terang Permadi saat ditemui di ruangannya, gedung DPR, Jakarta, Jumat (30/1).
“Seluruh komisi, panitia anggaran, dan alat kelengkapan DPR sangat rapi dalam menjalankan penyelewangan dan mereka tidak takut terhadap KPK,” tambah Permadi.
Permadi membeberkan hal tersebut dengan melihat bukti-bukti yang dia alami. Contoh kecilnya, rapat-rapat fraksi atau paripurna yang kerap melompong.
Rapat paripurna selalu dimulai terlambat dan jarang memenuhi quorum. Banyak anggota dewan yang menyiasati dengan penundaan beberapa menit dan pengisian absen dengan izin sehingga rapat dinyatakan quorum. Semakin siang semakin kosong. Dan ketika dilakukan pengambilan keputusan, tidak jarang anggota yang tinggal sekitar 30-40 orang saja.
“Keputusan yang diambil dinyatakan berdasarkan absensi awal. Bukan berdasarkan absensi pada saat pengambilan keputusan. Saya miris dengan kondisi seperti ini. Lebih-lebih menjelang pemilu ini dapat dipastikan DPR akan semakin kosong dan tidak akan mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Rapat paripurna juga sering ricuh karena ketua tidak berpegang pada tata tertib dan kode etik terlebih pada saat pengambilan keputusan,” paparnya.
Selain itu, lanjut Permadi, kunjungan kerja di dalam negeri biasanya yang mendaftar itu 15-30 orang untuk satu tim. Namun yang berangkat hanya 10-15 orang. Ada anggota-anggota yang hadir sehari, lalu pulang. Datang tetapi tidak ikut acara melainkan sibuk sendiri, atau baru datang menjelang kunker selesai.
“Honor Setiap kegiatan kunker, pansus dll selalu dapat honor. Yang sangat memprihatinkan soal pembagian honor. seharusnya orang yang tidak ikut kegiatan tidak bisa mendapatkan honor penuh. Tetapi kenyataannya yang ikut kunker sehari atau setengah hari dapat honor yang sama atau penuh,” keluh Permadi prihatin.
“Saya hanya menangkap hal itu dari bukti-bukti yang ada. Silakan saja buktikan sendiri. Contohnya soal rapat paripurna apa betul kosong melompong? Apa betul pak Tjahjo memimpin sidang fraksi? Apa betul dia sakit? Kalau itu dianggap fitnah, ya silakan,” imbuhnya santai.
Perjuangan tiga buruh PT Mewah Niagajaya (MN) Cimahi, Jawa Barat, yang dipecat karena memperjuangkan hak untuk menjalankan ibadah shalat Jumat, mendapat dukungan dari berbagai pihak. Sayangnya, hingga kini, manajemen PT MN tetap melarang buruhnya menunaikan shalat Jumat.
Sebenarnya, Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cimahi telah mengeluarkan rekomendasi agar manajemen PT MN tidak melarang atau menghambat para buruh melaksanakan ibadah shalat Jumat. MUI pun meminta manajemen PT MN memindahkan hari libur dari hari Sabtu menjadi Jumat.
Menurut Tusani, salah seorang pengurus SPN Kota Cimahi, rekomendasi MUI itu disetujui manajemen pabrik. Sejak munculnya rekomendasi MUI, pabrik mulai menetapkan hari Jumat sebagai hari libur dan karyawan diminta bekerja seperti biasa pada Sabtu. ”Tapi, manajemen tidak konsisten. Manajemen membuka pintu bagi buruh yang tetap mau bekerja pada Jumat dan dihitung lembur,” papar Tusani.
Buruh yang masuk pada hari Jumat, kata dia, lagi-lagi tidak diperbolehkan shalat Jumat. ”Mereka yang melaksanakan ibadah shalat Jumat dilarang masuk ke pabrik lagi,” katanya tegas.
Pelarangan shalat Jumat itu kembali diprotes para buruh. Rabu (28/1) siang, ratusan massa dari SPN mendatangi DPRD Kota Cimahi. Mereka melaporkan kejadian terbaru tentang pelarangan shalat Jumat di PT MN.
Komisi D DPRD Kota Cimahi pun berang. Dewan akan memanggil pemilik PT MN. ”Jumat (30/1) nanti, kami minta pemilik PT Mewah Niagajaya untuk datang ke DPRD untuk memberikan klarifikasi,” ujar Ketua Komisi D DPRD Kota Cimahi, Achmad Zulkarnaen.
Menurut Achmad, DPRD merasa kecolongan dengan masih adanya pelarangan buruh PT MN melaksanakan ibadah shalat Jumat. Pasalnya, kata dia, pada akhir 2008 lalu, Komisi D pernah menerima laporan dari buruh mengenai adanya pelarangan shalat Jumat. Komisi D telah meminta Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi untuk mengawasi dan menegur manajemen PT MN.
”Ternyata, Dinas Tenaga Kerja tidak melakukan apa-apa,” ungkap anggota Fraksi PKS ini. Pihaknya mewajibkan pemilik PT MN datang. Jika dalam tiga kali pemanggilan tidak datang, DPRD akan menggunakan hak paksa, yaitu meminta aparat keamanan mendatangkan pemilik PT MN ke DPRD.
Reaksi keras juga dilontarkan Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kota Cimahi, Syamsurijal. Pihaknya menilai, kebijakan manajemen PT MN yang melarang ataupun menghambat para buruh melaksanakan shalat Jumat merupakan perbuatan yang tidak bisa dimaafkan.
”Kalau kebijakan itu tidak diubah, pemilik PT MN sebaiknya diusir dari Indonesia,” ujar Syamsurijal tegas. Pihaknya mengusulkan agar PT MN membangun masjid di sekitar pabrik.
Sebelumnya, Kabag Umum Personalia PT MN, Hendra Sutarli, membantah perusahaan telah membuat larangan shalat Jumat. Menurut dia, di perusahaannya, terdapat mesin yang beroperasi 24 jam sehingga tidak bisa semua pegawainya shalat Jumat.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Cameron R Hume, didemo mahasiswa Aceh saat berkunjung ke Banda Aceh. Akibatnya,ia terpaksa meninggalkan acara dengan menggunakan pintu belakang dengan pengawalan ketat pihak kepolisan.
Aksi dilakukan belasan mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh saat R Hume menyerahkan bantuan di Laboratorium School.
Aksi tersebut dilakukan terkait dengan serangan Israel ke Jalur Gaza, Palestina. Mahasiswa mengganggap Amerika Serikat mendukung serangan tersebut.
Akibatnya, R Hume terpaksa meninggalkan acara di sekolah bantuan tersebut karena mahasiswa memaksa untuk bertemu dengannya. Saat meninggalkan gedung sekolah, R Hume harus menggunakan pintu belakang dengan pengawalan ketat pihak kepolisan.
Mahasiswa yang mengetahui kabar tersebut berusaha mengejar mobil rombongan. Bahkan mahasiswa juga merazia sejumlah mobil lainnya. Namun Mahasiswa tidak berhasil karena mobil yang membawa R Hume telah meninggalkan lokasi.
Dalam aksinya, mahasiswa menghujat Amerika Serikat. “Amerika antek yahudi Israel, kita menentang aksi serangan Israel ke Palestina,” kata Basri Efendi, Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Aceh.
Mau tahu kenapa Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im, sangat ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak Perokok ? Baca Puisi berikut ini, baru anda kasih penilian kepada kami ….!!
Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok
Berikut Puisi Selengkapnya bagi para perokok ”
“Tuhan Sembilan Senti”
Oleh Taufiq Ismail
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,
Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,
Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,
Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.
Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,
Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,
Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
Indonesia, rupanya, hanya punya pemimpin ‘bawel’. Hasil kerjanya? Tidak memuaskan. Lebih senang saling kritik, saling serang. Ironisnya, keduanya, Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri, masih jadi figur populer. Layakkah mereka kita sebut Pemimpin ? Mana contoh tauladan bagi umat ?
Usai sudah hajatan Rapat Kerja Nasional IV PDIP di Solo, Jawa Tengah. Dari ajang itu pula, adu kritik muncul dari Megawati dan SBY. Dua kandidat yang disebut-sebut lembaga survei paling populer.
Praktis, kondisi ini mengesankan panggung politik Pemilu 2009 hanya milik dua tokoh itu: Mega dan SBY. Bagaimana dengan tokoh dan partai politik lainnya? Hanya menjadi pemanis pemilu?
Perang terbuka Mega-Yudhoyono tidak hanya sekadar di pentas podium dan antar pendukungnya. Di pentas lebih terbuka, Mega-SBY juga melancarkan kritik dan bantah satu sama lain.
Kamis (29/1) ini, di media cetak nasional terdapat iklan politik Mega dan SBY yang saling menegasikan dan meneguhkan satu sama lainnya. Menariknya, penempatan halaman iklan tersebut seperti berurutan, dari Mega dan PDIP yang mengesankan ‘tuduhan’ di halaman empat, sedangkan iklan Yudhoyono-Demokrat di halaman 13 seperti ‘sanggahan’ atas tuduhan Mega dan PDIP.
Iklan politik Mega bertajuk ‘Rakyat Berhak Harga BBM Turun Lagi’ seperti ingin menguliti iklan SBY dan Demokrat beberapa waktu terakhir ini tentang penurunan harga BBM hingga tiga kali. Iklan yang bergambar foto Megawati dengan latar SPBU ini menyebutkan, penurunan harga BBM bukanlah prestasi pemerintah, namun akibat penurunan harga minyak dunia.
Menurut iklan politik Mega dan PDIP, daripada pemerintah sibuk mengklaim yang bukan prestasinya, lebih baik pemerintah mengakui kegagalannya dalam bidang ekonomi yang mendasar. “BBM masih mahal, sembako semakin tak terjangkau, kesenjangan ekonomi semakin lebar, dan pemerintah gagal menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran,” demikian empat item serangan Mega.
Di bagian lain, iklan politik PDIP dan Mega tersebut juga dicantumkan data-data penting seperti perbandingan harga minyak dunia dengan harga premium di Indonesia dari 2004 hingga Januari 2009. Di bagaian lain, data BPS juga menjadi rujukan perihal angka kemiskinan dan pengangguran.
Bagaimana dengan iklan Demokrat dan SBY? Masih di media yang sama, SBY seperti menjawab tudingan Mega-PDIP. Dengan mengangkat tajuk ‘Berjuang untuk Rakyat’ terdapat dua materi pokok dalam iklan itu yaitu ‘apa yang turun’ dan ‘apa yang naik’. Di item ‘Apa yang Turun’, iklan tersebut seperti ingin menegaskan pada item penurunan harga sembako dengan membuat kotak khusus.
Dengan merujuk data Departemen Perdagangan, disebutkan daftar komoditas dan harga dari naik menjadi turun. Tak lupa pula, iklan SBY diikutsertakan hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menyebutkan 69% rakyat puas atas kinerja pemerintahan Yudhoyono.
Dan ternyata Ejekan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri terhadap Presiden SBY terus menuai balasan dari pendukung SBY. Jika Mega mengibaratkan pemerintahan SBY-JK seperti bermain yoyo, pendukung SBY mengibaratkan pemerintahan Mega saat itu seperti bermain gasing. Apa bedanya?
“Permainan yoyo itu masih jauh lebih baik dari pemerintahan Megawati saat itu. Pemerintahan Mega saya umpamakan seperti permainan gasing,” kata Wakil Ketua FPD Sutan Bhatoegana pada detikcom, Kamis (29/1/2009).
Menurut anggota komisi VII DPR ini, perumpamaan Mega dalam menilai pemerintahan SBY-JK sudah sangat bagus. Yaitu bermain yoyo yang bisa bermakna terjadi kenaikan hal-hal yang menguntungkan rakyat dan menurunkan hal-hal yang membebani rakyat.
“Yoyo itu naik turun. Artinya, pendapatan perkapita naik dari USD 600 per orang menjadi USD 1600 per orang. Devisa negara kita naik, anggaran pendidikan kita naik jadi 20 persen, dan sebagainya,” terang Sutan.
“Sebaliknya, harga BBM turun sampai 3 kali, tingkat korupi turun sesuai dengan rekord International Transparancy, Ancaman sparatisme juga turun dan sebagainya,” jelas sultan.
Sutan justru membalikkan ejekan Mega dengan ejekan yang lebih pedas, Mega bermain gasing. Menurutnya permainan gasing bukannya menjadikan lokasi permainan lebih baik dan indah, tetapi justru merusak dan membahayakan pemainnya.
“Sebaliknya, gasing artinya berputar di tempat dan tidak pernah maju. Bahkan cenderung melubangi tempat gasing itu sendiri hingga rusak,”jelasnya.
“Perumpamaan gasing punya makna, pada saat pemerintahan Mega, tidak ada kemajuan sama sekali yang dicapai, bahkan tambah mundur. Terbukti 2 pulau kita hilang, Sipadan dan Ligitan,” papar Sutan.
“Beberapa BUMN strategis dijual ke asing, seperti Indosat. VLCC yang sangat vital untuk Pertamina dilego, gas alam kita di Tangguh, Papua diobral murah,” serang Sutan.
Selain itu, di bidang ekonomi, lanjut Sutan BLBI triliunan yang masih belum lunas diberi surat keterangan lunas (SKL), korupsi masih merajalela dan disintegrasi bangsa tetap mengancam terutama di Aceh dan Papua yang tak pernah dapat dituntaskan.
Lalu Sutan bertanya pada Mega,”jadi mana yang lebih baik, permainann yoyo atau gasing? Biarlah rakyat yang nanti yang akan menentukan,”pungkas politisi ceplas-ceplos ini.
Sebetulnya SBY ‘membalas’ serangan cukup dengan pantun.
Terhampar luas sawah-sawah dibajak
Padi subur penuh buah harapan para petani
Mencari-cari kesalahan bukan sifat yang bijak
Tiadalah sempurna dalam kehidupan ini
Bukan tidak ada yang kurang
tidak ada satu apa pun yang tidak baik
Semuanya berjalan dengan baik
Pemerintah Israel mengusir Duta Besar (Dubes) Venezuela dari negeri itu. Ini sebagai respons atas pengusiran Dubes Israel dari Venezuela dan putusnya hubungan diplomatik kedua negara awal bulan ini.
Kepala misi diplomatik Venezuela Roland Betancourt dan dua diplomat Venezuela lainnya diberikan waktu hingga Jumat, 30 Januari besok untuk pergi dari Israel.
“Dikarenakan keputusan Venezuela memutus hubungan dengan kami beberapa pekan lalu, kami minta Dubes Venezuela dan stafnya agar meninggalkan Israel,” kata pejabat Kementerian Luar Negeri Israel Lior Hayat.
“Kami katakan pada mereka bahwa mereka dinyatakan persona non grata di Israel,” imbuhnya seperti dilansir CNN, Kamis (29/1/2009).
Pemerintah Venezuela mengusir Dubes Israel Shlomo Cohen dan stafnya pada 6 Januari lalu serta memutus hubungan diplomatik pada 14 Januari lalu. Hal itu sebagai protes atas serangan mematikan Israel ke Gaza.
Selain Venezuela, Bolivia juga memutuskan hubungan Israel karena krisis Gaza.
and staff on January 6 and broke off diplomatic relations on January 14 in protest of Israel’s attack on Gaza. Bolivia also broke off relations with Israel that day.
Menteri Luar Negeri Venezuela membela keputusan negaranya untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel. “Keputusan kami tepat, benar, sesuai dan sejalan dengan semangat konstitusi kami, yang memerintahkan kami untuk mengupayakan perdamaian internasional,” kata Maduro. Dikatakannya, Israel telah melanggar HAM dasar dengan aksi militernya.
Maduro juga mencetuskan bahwa keputusan Israel mengusir Dubes Venezuela sebagai respons yang lemah dan lamban. “Respons negara Israel lemah, lamban dan bagi kami ini kehormatan,” ujar Maduro pada jaringan televisi Al-Jazeera.
“Kami bangga karena negara Israel yang ada sekarang, yang dipimpin oleh kriminal-kriminal ini, membuat keputusan tersebut,” pungkasnya.
Lebih dari 1.200 warga Palestina, kebanyakan warga sipil, tewas dalam serangan Israel ke Gaza yang berlangsung sejak 27 Desember 2008 lalu. Serangan itu berlangsung selama 22 hari dan baru berakhir pada 21 Januari lalu setelah gencatan senjata Israel dan Hamas.
Tak ada satu negara pun di dunia ini yang pengaruhnya sedemikian kuat di AS selain Israel. Hal ini diyakini berasal dari kuatnya Lobi Yahudi di Washington dan pendukungnya di elite AS. Apa dan bagaimana pengaruh itu ditanamkan?
Ini masih seputar relasi antara orang berkulit hitam pertama dengan Yahudi di AS. Namun, dia bukanlah politisi, melainkan aktris kulit hitam pertama yang meraih Piala Oscar. Hal ini bermula dari perkara sederhana, namun mampu membuat popularitasnya anjlok.
Pertengahan Oktober tahun lalu, Halle Berry tampil di program talkshow The Tonight Show yang disiarkan NBC. Aktris terbaik lewat film Monster’s Ball itu berkelakar dengan berkata jika hidungnya tidak lebih besar daripada hidung sepupunya yang Yahudi.
Hal ini langsung menuai badai hujatan terhadapnya. Saluran Fox Channels menyatakan Berry telah menunjukkan sikap anti-Semit yang nyata. Hal ini juga diikuti media-media lain yang juga mengkritiknya, sehingga ia harus meminta maaf berkali-kali sembari mengklarifikasi ucapannya tersebut.
Di AS, memanggil seorang Yahudi dengan sebutan Yahudi memang sudah dianggap sebagai hal yang serius. Pasalnya, isu anti-Semit selalu menjadi hal yang dianggap serius dan bisa berakhir di meja hijau.
Lebih dari itu, jaringan organisasi Yahudi memang mencengkeram kuat di berbagai strata masyarakat Negara Adidaya itu. Padahal, jumlah mereka tidak lebih dari 5 juta jiwa berdasarkan sensus 2006. Sehingga sekecil apapun masalah yang dinilai merugikan citra Yahudi, akan langsung dilibas.
Saat ini, setidaknya ada dua organisasi Lobi Yahudi di AS yang sangat menentukan sikap politik AS. Yakni, Jewish Institute for National Security Affairs (JINSA) dan Center for Security Policy (CSP), yang memiliki hubungan amat erat dengan Committee on the Present Danger (CPD), sebuah wadah para Hawkish (ultrakonservatif) Gedung Putih dan Pentagon, seperti Paul Wolfowitz, Dick Cheney, Karl Rove, dan Richard Perle.
Di bawahnya ada American-Israel Public Affairs Committee (AIPAC). Organisasi-organisasi Zionis ini memiliki tiga agenda besar yang harus dilakukan setiap pemerintahan di AS. Yakni, selalu mendukung Israel, selalu menambah anggaran militer, dan selalu menentang traktat kontrol senjata yang dianggap merugikan AS dan Israel. Lobi Yahudi ini pula yang mengontrol setiap tindakan seorang Presiden AS, apakah menguntungkan atau merugikan Israel.
Pengamat internasional University of Chicago, Joseph Yackley dalam esai berjudul ‘US Security Assistance to Israel’ memaparkan dua cara resmi AS memberikan bantuan bagi Israel. Yakni, lewat program Economic Support Fund (ESF) dan Foreign Military Financing (FMF).
Yang menarik, AS tidak menetapkan syarat-syarat tertentu bagi Israel untuk bantuan itu, seperti dilakukan terhadap negara-negara lain. Bahkan, setiap tahun jumlah bantuan AS untuk Israel selalu bertambah dalam jumlah yang fantastis. Setiap tahun, rata-rata AS menambah jumlah bantuannya kepada Israel sebesar US$ 60 juta.
Bahkan, walaupun mengaku tengah diterpa krisis, AS tidak ragu untuk memberikan diskon sekitar US$ 1 juta bagi jaminan pinjaman ke Israel, dari total US$ 9 juta pada tahun ini.
Hingga kini, Negara Zionis itu telah menggunakan pinjaman AS sebanyak US$ 4,6 miliar. Pinjaman itu diberikan kepada Israel ketika AS memulai agresi militernya ke Irak untuk membantu perekonomian negara itu. Pinjaman itu berperan sangat penting ketika resesi ekonomi global menyerang beberapa negara.
Hal lain yang cukup mencengangkan juga terjadi menjelang akhir masa pemerintahan George W Bush, di awal bulan ini. Ia sampai harus memotong pidato yang tengah disampaikannya di Philadelphia hanya untuk menerima panggilan telepon dari PM Israel, Ehud Olmert.
Saat itu, Olmert meminta presiden AS ke-43 itu menyatakan menolak resolusi gencatan senjata Dewan Keamanan PBB atas agresi Israel di Jalur Gaza. Permintaan itu langsung diiyakan Bush, yang kemudian menelepon Menlu Condoleezza Rice.
Hasilnya, dari 15 negara anggota Dewan Keaman PBB yang membahas resolusi, hanya AS yang menyatakan abstain, dan 14 negara lainnya menyetujui. Hal ini tak urung membuat Rice malu, karena ia harus menolak resolusi perdamaian yang juga disusunnya itu.
Tidak berlebihan rasanya jika dikatakan bahwa semua lembaga pemerintah, budaya, media, maupun parlemen di AS sesungguhnya telah dikuasai Israel. Bahkan, saat menjabat PM Israel pada 2001, Ariel Sharon pernah berkata, “Jangan takut, AS berada dalam kendali kita.” Wah!
Tiba-tiba seorang ulama besar Saudi Arabia mengeluarkan fatwa nyeleneh. Ketika jumhur ulama dunia menyatakan dukungan kepada Palestina dengan berbagai tindakan, justru Syekh Saalih Al Fauzan, ulama Saudi ini mengeluarkan fatwa lain: para demonstran yang mendukung perlawanan bangsa Palestina melawan Israel sebagai yang membuat kerusakan di bumi
Demo anti-Israel terjadi dimana-mana. Baik di negara Islam maupun di negara Barat yang non Muslim. Bahkan juga di beberapa kota di Amerika, karibnya negara Yahudi itu. Banyak demo yang berlangsung damai meskipun di dalamnya disampaikan orasi-orasi galak karena gemas dengan arogansi negara Zionis Yahudi itu, seperti yang dilakukan oleh. mahasiswa, partai Islam dan ormas-ormas di Indonesia.
Tiba-tiba seorang ulama besar Saudi Arabia mengeluarkan fatwa nyeleneh. Ketika jumhur ulama dunia menyatakan dukungan kepada Palestina dengan berbagai tindakan, justru Syekh Saalih Al Fauzan, ulama Saudi ini mengeluarkan fatwa lain: para demonstran yang mendukung perlawanan bangsa Palestina melawan Israel sebagai yang membuat kerusakan di bumi (fassad fill Arad) dengan mengatakan bahwa mereka hanyalah menimbulkan kemarahan dan agresi yang menghasut. Lho?????? Kamu ngapain aja..!!
Kalau demo saja disebut membuat kerusakan di muka bumi, lalu Yahudi Israel yang 60 tahun menjajah tanah Palestina dan kini memborbardir Gaza dengan ribuan ton bom dan membunuh 900 orang dan melukai 4000-an lainnya, mereka disebut apa?
Lalu Amerika yang memporakporandakan kehidupan di Iraq, setelah memfitnah Iraq memiliki senjata pemusnah massal dan menggantung Saddam Hussein disebut apa?
Lalu Amerika yang menyerang Afganistan habis-habisan dengan dalih mencari Usama bin Laden disebut apa?
Lalu Hosni (yang tidak) Mubarak yang memblokade Gaza dari belakang, dan sampai kini tidak mendukung Palestina, dia disebut apa?
Lalu Saudi Arabia yang menyediakan banyak tanahnya bagi pangkalan militer AS yang kemudian membuat kerusakan perikehidupan di Saudi sendiri dan juga kerusakan serta ketidakadilan di Timur Tengah, dia disebut apa?
Kalau berdemo saja disebut fassad fil ardh, lalu Amerika, Zionis Israel, dan negara-negara Arab yang pro AS itu sedang berbuat apa? Berbuat kebaikan?
Adakah Syekh Saalih Al Fauzan mengeluarkan fatwa untuk kerusakan yang sangat dahsyat diseluruh dunia yang dilakukan oleh AS, Israel dan sekutu-sekutunya termasuk pemerintahannya sendiri, Mesir, Jordan dan Raja-Raja Arab lainnya?
Saudi Arabia kesekian kalinya membuat kita prihatin.
Sedangkan Seorang ulama terkemuka Arab Saudi, Sheikh Awad al-Qarni ditangkap karena menyerukan untuk menyerang warga Israel di seluruh dunia sebagai balasan terhadap serangan Israel ke Gaza.
DPA yang mengutip media Saudi mengatakan bahwa Sheikh Awad al-Qarni mengeluarkan fatwa pada hari Senin yang menyebutkan bahwa “darah orang Israel halal selama mereka menumpahkan darah saudara kita di Palestina.”
Koran al-Rasad melaporkan bahwa Syeikh Awad al-Qarni ditangkap di Saudi Selatan dan telah dibawa ke Riyadh. Polisi tidak mau berkomentar atas penangkapan itu.
Dalam beberapa hari terakhir, fatwa Syeikh al-Qarni banyak dibicarakan di situs-situs Internet, tulis koran tersebut. Syeikh Dr Awad (aidh) al-Qarni kelahiran Saudi tahun 1379 H ini dan merupakan penulis Islam terlaris dan paling ditunggu buku-buku barunya oleh kaum muslimin. Dalam buku terbarunya yang berjudul Hakadza Haddatsanaz- Zamaan, penulis yang hafiz Al-Qur¢an ini menceritakan sebuah kisah yang penuh hikmah Ilahi, iaitu tentang Semut dan Kejayaannya.
Tidakkah takut kita -apalagi ulama- dengan cara-cara pemutarbalikan fakta seperti yang dilakukan orang munafik sebagaimana yang disampaikan oleh Allah dalam surat Al Baqarah : 11? Sehingga tidak lagi jelas siapa yang berbuat kerusakan dan siapa yang berbuat kebaikan.
وإذا قيل لهم لا تفسدوا في الأرض قالوا إنما نحن مصلحون
Wa idza qiila lahum laa tufsidu ful ardh, qaalu innama nahnu mushlihuun.
Dan apabila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.”
Sekelumit tentang Syekh Saalih al-Fauzan.
Dia adalah seorang Ulama dan Pejabat kehakiman Saudi Arabia. Dia ketua hakim mahkamah Agung dan ulama hukum top bidang Islam (Syari’ah). Statemen Ulama tersebut muncul setelah Saudi Arabia diguncang demonstrasi anti serangan Israel ke wilayah Gaza. Dalam demo tersebut, seorang demonstran terluka dan 11 orang lainnya ditangkap polisi. Syeikh Fauzan juga merupakan anggota Dewan ulama, yang bertugas memberikan nasehat kepada Mufti Besar Saudi Arabia.
Di antara jejak perjuangan Palestina yang terabadikan adalah sepak terjang Faris Audah. Bocah Palestina berusia 11 tahun ini dengan gagah melempari tank Israel dengan batu dalam jarak 10 meter persis di hadapan moncongnya. Tank Israel memang tidak rusak sedikitpun. Tapi bukan itu pesan bocah Palestina kepada Israel dan dunia. Pesannya adalah “Hanya ada satu kata: Lawan.” Faris Audah pun menjemput syahadah pada malam harinya. Setelah komandan pasukan Israel memerintahkan menggeledah seluruh rumah untuk menangkap dan menghabisi Audah, sang bocah pemberani.
Siapa tak kenal Palestina. Negeri tersubur dengan darah syuhada. Sesubur minyak pohon zaitun, yang tumbuh di seantero negeri ini. Lebih dari tujuh dekade (sejak tahun 1948) kafilah syuhada terus bertambah panjang, tiada henti di negeri para Nabi.
Berlembar-lembar cerita seputar syuhada, luka, duka, nestapa, air mata …. Ada yang tersimpan dan tercatat. Namun, jauh lebih banyak lagi yang tercecer. Hanya tercatat pada lembaran Mahkamah Ilahi.
Di antara jejak perjuangan Palestina yang terabadikan adalah sepak terjang Faris Audah. Bocah Palestina berusia 11 tahun ini dengan gagah melempari tank Israel dengan batu dalam jarak 10 meter persis di hadapan moncongnya. Tank Israel memang tidak rusak sedikitpun. Tapi bukan itu pesan bocah Palestina kepada Israel dan dunia. Pesannya adalah “Hanya ada satu kata: Lawan.”
Faris Audah pun menjemput syahadah pada malam harinya. Setelah komandan pasukan Israel memerintahkan menggeledah seluruh rumah untuk menangkap dan menghabisi Audah, sang bocah pemberani. Mereka berfikir panjang; membiarkan Faris tumbuh dewasa adalah memelihara bom waktu bagi Israel. Faris potensil menjadi sosok pejuang handal, seperti Imad Aqil, Yahya Ayyasy dan Mahmud Abu Hannud.
Foto Faris kini tersebar ke penjuru dunia. Ia menjadi salah satu tonggak perlawanan jihad anak-anak Palestina. Faris tidak sendiri. ‘Adik-adiknya’ pun melakukan langkah-langkah yang sama. Seperti satu kisah nyata lainnya. Sang kakak (5 tahun) diajak berdemo melempar batu oleh adiknya (berumur 3 tahun). Perlawanan Palestina memang tidak main-main.
***
Jika generasi anak-anak Palestina telah menyatakan perlawanan, bagaimana lagi sikap remaja, pemuda-pemudi, orang tua dan juga wanita dan kaum ibu Palestina?
Simbol kelembutan (bahkan kadang ditafsirkan sebagai “kelemahan”) memang telah menjadi milik wanita di semua zaman dan tempat. Namun jika kelembutan dan keberanian secara serasi menyatu di dalam satu jiwa, anda boleh dapatkan antara lain di Palestina. Kita termasuk beruntung, bisa turut merasakan getaran iman pada tahun keemasan (tahun 2002) bom syahadah wanita Palestina. Lima muslimah Palestina telah mempersembahkan yang termahal dari diri mereka: nyawa. Mereka adalah Wafa’ Idris (26 tahun), Darin A Aisyah (22), Ayat Al Ahras (19), Andaleb Khalel Teqatiqah (20), Ilham Al Dasuqi.
Aksi bom syahadah pertama (Ahad, 27/1/2002) dilakukan Wafa’ di Jerusalem Barat menewaskan seorang Yahudi dan melukai 120 lainnya. Berikutnya Daren (Rabu, 27/2) melakukan aksi bom syahid di pinggiran kota Jerusalem di dekat perbatasan Israel Mekabem, akibatnya tiga aparat polisi khusus Israel terluka.
Setelah itu, Ayat (Jumat, 29/3) melakukan aksi bom syahid di Jerusalem Barat hingga menewaskan tiga Yahudi dan melukai 70 lainnya. Aksi bom syahadah keempat dilakukan oleh Ilham dengan meledakan dirinya saat serdadu Israel menggerebek rumahnya di Kamp Pengungsi Jenin, aksi ini mengakibatkan dua komandan serdadu Israel tewas dan melukai puluhan lainnya. Dan syahidah kelima adalah Andaleb pada hari Jum’at (12/04) yang meledakan dirinya di pintu masuk Pasar Mehni Yahuda, pasar Yahudi terbesar di Jerusalem Barat dan melukai lebih dari 95 Yahudi dan hampir menewaskan Walikota Jerusalem, Ehud Olmaret dari Partai Likud garis keras.
Menjelang aksi syahadahnya, Andaleb berpesan kepada ibundanya, “Sore ini akan datang lamaran untukku, maka relakanlah aku Ibu!” Sang ibu tak paham maksudnya dan tak anggap serius ungkapan itu. Ternyata ia lebih serius dari sekedar lamaran mempelai pria.
Tubuh Wafa, Darin, Ayat, Andaleb dan Ilham berkeping-keping bersama bom syahadah yang dililitkan di tubuhnya; pada kepingan terkecil sekalipun di tubuh-tubuh kaum Hawa ini, aku ‘’temukan’’ lantunan ayat Ilahi:
“Di antara mukminin ada orang-orang yang menempati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Maka di antara mereka ada yang telah gugur syahid, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu (terus berjuang hingga menggapai syahid). Mereka sedikitpun tidak merubah janjinya.“ (QS Al Ahzab: 23)
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah