Setelah Dimarahi Presiden, Kapolri langsung menangkap para pengunjuk rasa yang menggunakan Speaker dalam demo palestina. Seperti yang terjadi ketika 14 Mahsiswa Islam ditangkap membela palestina menggunakan Speaker. Tindakan Polisi ini menambah daftar prilaku Polisi yang makin Irasional. Makin Bertambah saja orang yang Stress…Weleh…weleh…!
Sejumlah perwakilan massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyambangi DPR. Mereka datang untuk mengadukan perihal larangan penggunaan alat pengeras suara dalam aksi demonstrasi oleh Polisi.
“Ini speaker phobia, setelah presiden memarahi massa yang menggunakan sound system beberapa waktu yang lalu di Istana. Jadinya motif polri di lapangan jadi irasional,” ujar Ketua DPP HTI Haris Abu Ulyah.
Hal itu disampaikan Haris saat audiensi dengan anggota Komisi I DPR Abdillah Toha, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (31/12/2008).
Dalam kesempatan itu, HTI menceritakan aksi solidaritas Palestina yang dilakukan pihaknya di Kedubes AS, Selasa 30 Desember lalu. Mereka mengaku harus berargumentasi alot dengan pihak kepolisian sebelum akhirnya diperbolehkan menggunakan pengeras suara.
Hafiz Abdul Rahman yang juga Ketua DPP HTI menjelaskan, penggunaan pengeras suara saat aksi justru digunakan untuk mengendalikan massa.
“Dengan pengeras suara kita bisa memberikan komando kepada massa dalam jumlah besar jika mereka sudah emosi,” jelas Hafiz.
Hafiz juga mempertanyakan landasan hukum mengenai larangan penggunaan pengeras suara tersebut. Menurutnya, tidak ada satu pun peraturan perundang-undangan yang melarang digunakannya pengeras suara saat aksi massa.
“Jika alasannya demi menjaga ketertiban umum, kami selama ini punya reputasi yang tertib dalam menjalankan aksi kok,” keluhnya.
Mendengar aduan HTI, Abdillah Toha berjanji akan memperjuangkan aspirasi tersebut. “Larangan penggunaan loud speaker harus kita lawan, tapi bukan dengan kekerasan tetapi dengan proses hukum. Insyallah kami di DPR akan bantu,” ujar politisi PAN ini.
Politisi yang juga Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen DPR RI ini mengakui, klausul ‘ketertiban umum’ telah menjadi istilah ‘karet’ dalam pembahasan-pembahasan anggota dewan, khususnya komisi I DPR yang membidangi komunikasi.
Menurutnya, klausul tersebut harus dijelaskan definisinya secara spesifik.
“Kalau saya melihat itu hanyalah perintah presiden di suatu acara saja. Dan Kapolri yang takut kehilangan jabatannya itu berkata ‘Siap Pak’,” sindir Abdillah.
“Saya khawatir kalau ini (pelarangan speaker) lolos, akan merembet pada pelarangan berikutnya,” tandasnya.
Nyali besar dan bekal nekat saja ternyata tidak cukup untuk bisa mendaftar menjadi mujahid yang dikirim ke palestina. Jangan sampai anda berperang tapi malah jadi beban bagi palestina. Siapkan diri anda, bukan karena emosi dan hawa nafsu….
Sedikitnya ada sepuluh syarat yang harus dipenuhi oleh para calon mujahid.
“Kami membuka kesempatan kepada siapa saja yang memenuhi syarat,” ujar Koordinator aksi demo Komando Laskar Jihad Awid Mashuri kepada wartawan di Jakarta, Rabu (31/12/2008).
Persyaratan tersebut adalah beriman, takwa, dan berahlakul karimah. Kedua, siap mati sahid. Ketiga, mendapatkan izin dari orangtua atau wali. Keempat, bagi yang sudah berkeluarga harus ada izin dari istri.
Kelima, Kartu Tanda Penduduk masih berlaku. Keenam, mengisi formulir pendaftaran. Ketujuh, sehat jasmani dan rohani. Kedelapan, bersedia mengikuti tahapan seleksi. Kesembilan, bersedia mengikuti latihan fisik dan strategi.
Terakhir siap diberangkatkan kapan saja tanpa cerita pulang. “Posko pendaftaran kami buka di setiap kantor cabang FPI di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu Dua roket jenis Rusia jenis Grad, yang telah dimodifikasi, menghantam kota Beersheba di Israel selatan, Selasa malam, untuk pertama kali sejak serangan roket Palestina terhadap Israel dari Jalur Gaza dimulai tujuh tahun lalu.
Satu bangunan kosong taman kanak-kanak di kota tersebut serta daerah terbuka di sebelah selatannya dihantam, ketika roket itu mendarat setelah matahari terbenam, demikian seperti dilaporkan media Israel Rabu (31/12).
Beersheba, yang seringkali dirujuk sebagai “ibukota” gurun Negev di Israel selatan, terletak hampir 40 kilometer dari Jalur Gaza dan kota paling jauh yang dihantam roket yang diluncurkan dari Jalur Gaza sejauh ini. Beersheba, yang memiliki lebih dari 186.000 warga, adalah kota terbesar ketujuh di Israel.
Suara sirene bergema untuk pertama kali di kota tersebut, sehingga penduduknya bergegas memasuki ruangan yang aman dan tempat perlindungan.
Pemerintah Israel melakukan pembahasan mengenai apakah akan menutup semua sekolah di kota itu pada Rabu. Israel tampaknya akan membalas serangan roket yang meningkat tersebut.
Banyak orang menilai, membeli produk Amerika dan Yahudi itu tak ada sangkut paut dengan sikap keberpihakan pada Yahudi. Bahkan ketika salah seorang pemain Extravaganza mengenakan kalung bergambar “Bintang David” atau penyanyi Ahmad Dani bangga gambar itu, seolah-olah tak ada sangkut-pautnya. Siapa bilang???
Banyak orang menilai, membeli produk Amerika dan Yahudi tak berdampak apa-apa. Padahal Yahudi sendiri mengatakan, 54 cara, Anda telah membantunya. Apa saja?
Banyak orang menilai, membeli produk Amerika dan Yahudi, mengibarkan bendera Israel bahkan sekedar memakai kalung “Bintang David” tak ada sangkut-pautnya dengan dukungan terhadap Israel. Siapa bilang?
“Banyak misinformasi di luaran sana. Terutama ketika sebuah insiden terjadi di Israel. Kunjungi situs Kementerian Luar Negeri Israel (www.mfa.gov.il) dan situs Pertahanan Israel (www.idf.il) guna memperoleh cerita dari sudut pandang Israel,” demikian bunyi poin ke 33 dari “54 Cara Bagaimana Mendukung Israel”.
Ringan dan tidak terlalu berat. Cukup membaca berita dari sudut pandang Israel, Anda sudah dianggap “mendukung zionis”. Bahkan Anda tidak perlu mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk dikirim ke Yerusalem atau Israel, yang jelas-jelas lebih kelihatan dianggap menyumbang Zionis.
Tapi tips seperti itulah yang digalakkan kalangan Zionis-Israel untuk mendapatkan simpati dunia, bahwa dirinya ada dipihak yang benar. Sekurang-kurangnya, Anda bersimpati atas tindakannya sudah bentuk dukungan moril.
Banyak orang menilai, membeli produk Amerika dan Yahudi itu tak ada sangkut paut dengan sikap keberpihakan pada Yahudi. Bahkan ketika salah seorang pemain Extravaganza di sebuah stasiun televisi swasta kita mengenakan kalung bergambar “Bintang David” --yang nota-bene adalah lambang dan bendera Israel—atau penyanyi Ahmad Dani bangga gambar itu, seolah-olah tak ada sangkut-pautnya dengan dukungan terhadap Zionis-Israel. Siapa bilang???
Ahmad Dani dan bagi mereka yang tak paham sepak terjang Yahudi, sebaiknya bacalah baik-baik artikel ini dan beberapa pesan dari media-media Yahudi di bawah ini. Juli tahun 2006 lalu --terutama ketika Zionis-Israel banyak mendapat tekanan dunia karena menyerang Libanon-- bermunculan pesan melalui internet berupa kampanye menggalang opini Yahudi-Israel.
Sederhana. Rata-rata mengajak orang berempati dan bersimpati, syukur-syukur memberikan dukungan uang dana dan investasi ke tanah Israel. Jika uang dan investasi tak punya, cukup kiriman bunga. Jika itu tak bisa pula, dukunglah dengan do’a atau besimpatilah atas banyaknya warga Israel yang meninggal oleh bom bunuh diri.
Beberapa media Yahudi itu bisa Anda klik, di http://www.ou.org/Israel// dan http://www.ujc.org. Situs ini memberikan 10 tips bagaimana harus mendukung Yahudi. Ada juga situs www.25waystohelpisrael.com, yang memberikan 25 tips bagaimana seharusnya Anda bisa membantu Yahudi. Yang paling banyak adalah situs http://www.aish.com. Karena tidak tanggung-tanggung, mengeluarkan petunjuk “54 Ways You Can Help Israel” [54 cara Anda bisa mendukung Israel].
Lantas apa saja yang dianggap mendukung kaum Zionis itu? Diantaranya; membeli produk Yahudi, unjuk rasa mendukung Yahudi atau Israel, melakukan perjalanan ke Israel, menulis surat dukungan terhadap berdirinya Negara Israel Raya baik ke pihak terkait (termasuk ke Gedung Putih) dan mengibarkan bendera atau simbol-simbol Israel (Yahudi). Sekurang-kurangnya bersimpati denganya.
Di bawah ini adalah 10 cara, yang kemungkinan sering kita lakukan secara tidak terasa.
1. Membeli produk serta jasa AS/Israel
Bagi Yahudi & Israel, peran ini sangat vital. Situs Yahudi, http://www.aish.com menulis, dengan penderitaan ekonomi yang Kami (Israel) alami, membeli produk Yahudi sama halnya meningkatkan ekspor Israel.
2. Berkunjung ke Israel
“Kunjungi Israel untuk berlibur, sekolah, atau menjumpai keluarga. Dorong organisasi-organisasi lokal Anda untuk mensponsori kunjungan in, dalam bentuk study tour, religious tour, Bar/Bat Mitzvah tour-- bisa untukk 3-10 hari. Habiskan sebanyak mungkin uang Anda untuk membantu ekonomi Israel. “Hotel, toko, restoran di Israel kekurangan turis,” demikian tulis media Yahudi.
“Mengunjungi Israel akan menunjukkan kepada orang-orang Israel bahwa Anda peduli, dan akan membuat perbedaan yang hebat. Buatlah motto; “Turisme melawan Terorisme!”,” tambahnya.
3. Mengibarkan bendera atau lambang Israel
Bagi Israel, dukungan tak harus uang atau dana. Cukup mengibarkan bendera atau simbol-simbol Yahudi lain, Anda sudah ikut memberikan harapan dan support.
Banyak orang tak menyangka, sekedar memakai kalung “Bintang David” saja adalah sebuah dukungan. “Kibarkan bendera Israel di depan rumah Anda, gereja dll. Biarkan semua orang tahu bahwa Anda bangga terhadap Israel. Pasang sebuah stiker bertuliskan “Saya Mendukung Israel” di belakang mobil. Pakailah pin gambar bendera kombinasi Amerika/Israel. Jika Anda tidak dapat menemukan bendera Israel, buatlah sendiri, atau suruh anak-anak kecil menggambarnya, lalu pasang di jendela atau kantor,” demikian dikutip dari http://www.aish.com/
4. Meyakini Holocaust
Holocaust adalah istilah yang sering dikutip kalangan Yahudi tentang adanya pembantaian massa puluhan juta penganutnya oleh Nazi di kamp Treblinka II di Polandia. Namun penelitian membuktikan tak ada pembantaian kaum Yahudi di kamar gas. Istilah itu dimunculkan guna mencari simpati dunia. Jika yakin, Anda telah mendukungnya.
“Belajarlah tentang holocaust untuk membantu kita mengerti dalamnya anti-Yahudi (anti-Semit) dan akar penyebabnya. Bungkamlah seluruh bahasa anti-Semit dimanapun Anda berada. Bersiaplah melawan kebencian mereka, apapun konsekuensinya,” tulis media Yahudi.
5. Tidak Berpihak pada Palestina
Meski di pihak terdzalimi dan dijajah, media Barat (bahkan pers Indonesia) kerap memposisikan Palestina sebagai kelompok radikal. Sebalinya, Israel (meski penjajah) di pihak yang benar (dalam posisi menumpas terorisme). Jika Anda yakini itu, Anda telah membantu Yahudi.
6. Bersimpati pada Israel
Cukup bersimpati saja, sudah dukungan. Kata kaum Yahudi,”Banyak misinformasi di luar sana. Ketika sebuah insiden terjadi di Israel, kunjungi situs Kementerian Luar Negeri Israel www.mfa.gov.il dan Kekuatan Pertahanan Israel www.idf.il/english/news/main.stm guna memperoleh cerita dari sudut pandang Israel.”
7. Belajar bahasa Yahudi &
8. Mempelajari Taurat (Tora)
Untuk poit 7 & 8, jika dimaksudkan untuk semakin mendakatkan hati Anda dengan bangsa Yahudi dan Israel.
9. Berinvestasi ke Israel
10. Mendukung berdirinya Negara Israel
Apapun alasanya, mengakui berdirinya Negeri Israel sama halnya membenarkan Zionisme-Israel atas tindakannya menjajah dan menyerobot tanah sah rakyat Palestina. Nah, apakah Anda termasuk di antara 10 hal yang telah disebutkan?
Tifatul juga berjanji akan membawa massa yang lebih banyak, untuk menekan AS, pada Jumat 2 Desember 2008. “Kami akan datang dengan massa yang lebih besar. Ini baru pemanasan,” janji dia.
Sekitar 10 ribu kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berdemo di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS). Tampak Presiden PKS Tifatul Sembiring memimpin aksi demo menentang agresi Israel itu.
Massa tiba di depan Kedubes AS, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (31/12/2008), pukul 09.45 WIB. Mereka berbaris dan berlari-lari kecil dari kawasan Patung Arjuna Wiwaha, di depan Gedung Indosat.
Tak pelak, massa sekitar 10 ribu orang itu memenuhi kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan itu.
Mengenakan seragam kepanduan PKS, berupa T-shirt warna krem lengan panjang dan syal penutup kepala warna oranye, massa PKS itu melompat-lompat kecil menyanyikan lagu tentang Palestina.
Spanduk berukuran 8 x 1 meter bergambar bendera Palestina, bertuliskan ‘Kami relawan Palestina’. Beberapa spanduk bertuliskan ‘Go to Hell Israel’, ‘Save Palestina’ serta sound system di atas mobil dan megafone melengkapi aksi mereka.
Selain Tifatul, tampak politisi PKS yang lain seperti anggota Komisi I DPR Suripto.
Sementara di depan Kedubes AS, berjajar rapat 100 polisi dari Samapta Polda Metro Jaya.
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring tidak berhasil menemui Duta Besar Amerika Serikat (Dubes AS) untuk Indonesia, Cameron R Hume. Tifatul hanya bisa menyerahkan petisi.
Tifatul menyerahkan selembar kertas petisi yang diterima staff Kedubes AS di depan Kedubes, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (31/12/2006).
Sebelumnya Tifatul membacakan petisi yang terdiri dari empat poin melalui sound system di atas mobil.
“Kami mengutuk keras pemboman yang dilakukan Israel yang membunuh 300 nyawa lebih dan 1.000 korban luka! Ini merupakan bentuk kefrustasian Israel yang tidak bisa memadamkan api jihad!” seru Tifatul.
PKS juga menekan dunia agar menghentikan agresi bahkan mengembargo negara Zionis itu. Pemerintah juga dimintanya lebih proaktif dalam diplomasi menghentikan serangan Israel.
“Mengimbau semua masyarakat untuk membantu Palestina dengan one man one dollar to save Palestina,” serunya.
Tifatul juga berjanji akan membawa massa yang lebih banyak, untuk menekan AS, pada Jumat 2 Desember 2008. “Kami akan datang dengan massa yang lebih besar. Ini baru pemanasan,” janji dia.
JAKARTA — Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA) menyerukan agar masyarakat dunia menjadikan hari Jumat, 2 Januari 2009, sebagai hari Solidaritas Untuk Rakyat Gaza.
Hal itu dikemukakan Sekretaris Jenderal KISPA Ferry Nur di Jakarta, Rabu, terkait serangan membabi buta Israel di Jalur Gaza yang telah menewaskan ratusan orang.
Ferry mengatakan, sebagai bentuk solidaritas, KISPA mengimbau pengurus masjid agar dana pengumpulan infak sadaqah pada Jumat (2 Januari 2009) seluruhnya disalurkan bagi rakyat Palestina.
Para ulama, mubaligh dan khatib Shalat Jumat, kata dia, hendaknya mengangkat tema penderitaan rakyat Gaza, korban serangan Israel di dalam khotbahnya.
“Imam masjid (hendaknya juga) membaca Qunut Nazilah di dalam shalatnya,” katanya.
Ferry berharap kaum muslimin senantiasa mendukung dan membantu saudaranya di Palestina dengan doa dan dana.
“Rakyat Indonesia (diminta) untuk tetap konsisten membela bangsa Palestina untuk meraih kemerdekaan yang hakiki,” katanya.
Dia mengharapkan, Pemerintah Indonesia dapat menyeret
tokoh intelektual dibalik penyerangan ke Gaza ke Mahkamah Internasional, segera mengirim bantuan yang telah dijanjikan ke Gaza dan memudahkan setiap NGO (organisasi non pemerintah) yang akan mengirimkan bantuan kemanusiaan.
Israel menyerang Gaza dari udara sejak Sabtu (27/12) yang menyebabkan banyaknya korban jiwa dari kalangan rakyat sipil, terutama wanita dan anak-anak. Serangan itu diklain Israel sebagai balasan serangan roket ke wilayahnya.
Dunia internasional telah mengutuk keras serangan itu yang dinilai sebagai suatu tindakan berlebihan.
Dewan Keamanan PBB telah melakukan sidang informal mengenai hal itu atas usulan Libya dan Indonesia.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, awal pekan ini, mendesak DK PBB melakukan sidang formal jika Israel tidak mengindahkan imbauan dunia internasional.
Selama bertahun-tahun PBB mencoba menghentikan pendudukan dan aksi kekerasan yang telah dilakukan Israel, namun gagal karena Israel mengabaikan setiap resolusi yang dikeluarkan DKB PBB.
JAKARTA -Ribuan anggota Front Pembela Islam (FPI) beserta ormas Islam lain yang berunjuk rasa di depan Kedubes Amerika Serikat menyuarakan aspirasi agar Pemerintah RI mengirimkan TNI ke Palestina.
“Adapun maksud dari aksi ini adalah menuntut Pemerintahan SBY agar mengirimkan TNI yang beragama Islam ke Palestina. Kami pun sudah membuka pendaftaran bagi siapa saja yang mau berjihad,” ujar Koordinator Aksi Awid Mashuri kepada wartawan di Jakarta, Rabu (31/12/2008).
Kebijakan Pemerintahan SBY mengirimkan makanan serta obat-obatan ke Palestina dinilai tidak akan banyak membantu meringankan beban rakyat Palestina.
Awid menjelaskan, pihaknya telah berhasil merekrut 1.500 mujahid yang siap diberangkatkan ke Palestina. “Selama sepekan mereka akan dilatih di suatu tempat dan mengenai teknis keberangkatan itu rahasia,” ujarnya.
TNI dinilai lebih terlatih di medan pertempuran, daripada para relawan yang dikirim. Bukan relawan yang semestinya berangkat ke sana, tapi tentara karena mereka lebih terlatih. Anda Setuju….?? .
Pemerintah Indonesia seharusnya mengirimkan pasukan TNI ke Jalur Gaza. Pasalnya, jika pemerintah hanya mengirimkan bantuan berupa obat-obatan, tidak cukup untuk mencegah Israel melakukan penggempuran ke Palestina.
“Karena itu, kita mendorong pemerintah Indonesia untuk dapat mengirimkan TNI ke sana (Jalur Gaza),” ujar juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Farid Wajdi kepada okezone via telepon, Selasa (30/12/2008).
Farid berpendapat, TNI dinilai lebih terlatih di medan pertempuran, daripada para relawan yang dikirim. “Bukan relawan yang semestinya berangkat ke sana, tapi tentara karena mereka lebih terlatih,” imbaunya.
Jika para relawan berjuang di Jalur Gaza, lanjut dia, tidak efektif. Karena, para milisi yang berangkat ke sana bersifat tidak resmi dan malah dituduh teroris.
“Jika para relawan yang berangkat ke sana, maka akan diidentikkan sebagai teroris dan tidak ada dukungan resmi dari negara,” sambungnya.
Selain itu, bangsa-bangsa Islam juga harus bersatu dan turut mengirimkan pasukannya ke Jalur Gaza agar penderitaan yang dialami bangsa Palestina tidak berlarut. “Negara-negara Islam harus bersatu mengirimkan pasukan ke sana dan menghentikan serangan terorisme Israel,” pungkas Farid.
Sementara itu -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai agresi Israel ke Palestina biadab. Bagi yang ingin berjihad ke Palestina, MUI menilai itu adalah hak pribadi.
“Apa yang dilakukan Israel sangat biadab. Terlepas ada urusan agama atau tidak, mereka yang memiliki hati nurani pasti akan menolak apa yang diperbuat Israel,” ujar Ketua MUI Umar Shihab dalam jumpa pers di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2008).
Sementara menurut Ketua MUI Cholil Ridwan, adalah hak pribadi umat jika ingin berjihad ke Palestina.
“Mengenai pendapat pribadi yang ingin berjihad, itu hak pribadi masing-masing,” imbuh ujar dia.
Seharusnya, imbuh dia, warga yang ingin berjihad dikoordinir oleh negara.
“Tapi karena negara ini bukan negara Islam, mungkin agak sulit,” tandas Cholil.
6 Hakim Agung baru resmi dilantik. Mereka diambil sumpah dan jabatan oleh Wakil Ketua MA Harifin A Tumpa. Tapi sebelum dibacakan sumpah, Harifin terjatuh.
Beberapa hakim agung yang berada di dekat dia langsung menahan tubuh Harifin. Beberapa saat pelantikan yang dilakukan ruang Kusumah Atmadja, Gedung MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (30/12/2008), sempat terhenti.
Beberapa petugas segera datang. Pelantikan yang dilakukan pukul 11.00 WIB , sempat tertunda selama 5 menit. Hingga kemudian, calon kuat pengganti Bagir Manan ini kembali bisa berdiri. Belum diketahui apa yang menyebabkan Harifin tiba-tiba terjatuh, saat hendak membacakan sumpah.
Namun, satu kursi digunakan sebagai tempat duduk Harifin. Dan pelantikan pun kembali dilanjutkan. Ada 29 hakim agung yang menghadiri pelantikan 6 hakim agung yang baru ini.
Nama-nama hakim agung baru tersebut yakni Suwardi, Takdir Rahmadi, Syamsul Ma’arif, Andi Ayyub Saleh, Djafni Djamal, dan Mahdi Soroinda Nasution. Hadir dalam acara ini Ketua MK Mahfud MD dan pimpinan KY Soekotjo Soeparto.
Sebelumnya dilantik beberapa ketua pengadilan tinggi yakni I Gusti Made Antara sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Bengkulu, Lalu Mariyun sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Mataram, Elsa Mutiara Napitupulu sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura, dan Maulida sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru.
Terjatuhnya Wakil Ketua MA Harifin Tumpa saat melantik 6 hakim agung bisa jadi persoalan. Hal bisa ini menimbulkan citra negatif pada hakim agung.
Harifin tak lama lagi berusia 67 tahun. Saat ini dia menjabat Ketua MA sementara menggantikan Bagir Manan yang pensiun sejak November lalu. Harfin akan pensiun di usia 70 sesuai dengan UU MA yang baru disahkan.
Kronologis Jatuhnya Hakim
Peristiwa jatuhnya Harifin terjadi sekitar pukul 11.10 WIB, Selasa (30/12/2008) di Gedung MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta.
Sebelumnya, sekitar pukul 10.00 WIB, Harifin sempat melantik 4 Ketua Pengadilan Tinggi. Dan selama 30 menit dia berdiri, tidak terjadi peristiwa apa pun.
Selesai pelantikan para ketua pengadilan tinggi, acara ditunda selama 30 menit, untuk persiapan pelantikan hakim agung. Sekitar pukul 11.00 WIB, acara pelantikan dimulai.
29 Hakim agung berbaris, 21 di antaranya berdiri di podium hakim. Sedang Harifin beserta 8 hakim lainnya yang mengenakan seragam kebesaran hakim, berdiri di hadapan 6 hakim agung baru.
Pembawa acara kemudian mengumumkan dimulainya proses pelantikan. Saat itu sebagai Wakil Ketua MA, Harifin didaulat membacakan Keppres pengangkatan hakim agung. Namun tidak disangka saat hendak melangkah menuju pengeras suara, tiba-tiba dia terjatuh.
Untungnya, hakim agung yang berada di kanan dan kiri Harifin, segera menyambar tubuhnya. Tubuh hakim yang akan berusia 67 tahun pada Februari 2009 mendatang itu pun tidak sampai rebah ke lantai.
Para undangan yang saat itu tengah duduk menyimak proses pelantikan pun terhenyak. Mereka berdiri dari kursinya, ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi. Sedang beberapa staf dari MA segera berlarian memberi pertolongan pada Harifin yang mengenakan toga lengkap hakim agung.
“Acara pelantikan diskors,” ucap pembawa acara memberi pengumuman.
Namun, tidak lama kemudian, Harifin tampak sehat kembali dan bisa melanjutkan acara. Meski begitu, satu kursi kemudian diberikan pada Harifin. Sambil duduk, dia pun membacakan Keppres.
Duduk sekitar 10 menit di kursi, Harifin akhirnya kembali melanjutkan acara dengan berdiri, untuk membacakan sumpah hakim agung. Dan prosesi pelantikan kembali dilanjutkan seperti biasa.
“Asam urat saya agak tinggi,” ujar Harifin setelah acara.
Saat liburan, dia memang bermain dengan cucunya di Bandung. “Mungkin saya agak kurang istirahat,” kata Harifin.
- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) berunjuk rasa mengutuk penyerangan Israel ke Palestina. Mereka membakar boneka bergambar Presiden AS George W Bush.
Unjuk rasa diawali dari Bundaran Air Mancur, Jl Pahlawan Semarang, menuju RRI yang berjarak sekitar 1,5 Km, Selasa (30/12/2008).
Para mahasiswa membawa keranda dan mengusung salah satu mahasiswa sebagai simbol matinya demokrasi. Mereka juga menenteng poster yang mengecam Israel.
Sepanjang unjuk rasa, takbir selalu bergema. Apalagi saat beberapa mahasiswa berorasi mengutuk penyerangan Israel ke Palestina.
Sebelum mengakhiri unjuk rasa, mahasiswa yang berjumlah sekitar 200 itu membakar boneka yang terbuat dari kayu dan kertas, bergambar foto Presiden AS George W Bush.
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!” teriak para mahasiswa.
Usai membakar boneka Bush, mereka berorasi sebentar dan akhirnya membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 11.15 WIB. Sementara teriakan takbir terus berkumandang.
Sementara itu Massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berdemo memakai pengeras suara di depan Kedubes Amerika Serikat (AS) terkait agresi Israel. Polisi pun melarang penggunaan pengeras suara itu. HTI berkeras, polisi pun mengalah.
Begitu massa HTI datang ke depan Kedubes AS, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2008), salah satu polisi langsung mendekati mobil sound system.
Polisi itu meminta sound system dan megaphone yang dibawa dimatikan. Massa HTI pun menolak.
“Kami tahu demo pakai pengeras suara dilarang. Tapi ini bukan Istana. Ini Kedubes Amerika. Tempat orang yang melindungi penjahat Israel,” ujar juru bicara HTI Farid Wajdi.
“Pokoknya, demo pakai pengeras suara dilarang!” tegas polisi itu.
“Loh, itu SBY kan melarangnya di depan Istana,” timpal Farid.
Akhirnya polisi itu mengalah. Dan sekitar 50 orang polisi pun berjaga membentuk pagar betis di sepanjang pembatas Kedubes AS.
Aksi pun berlanjut, “Jihad for Palestine! Israel terrorist!” teriak massa HTI melalui pengeras suara
Padang-Walau pun mendapat hujan protes dari kalangan pengusaha wisata, namun Wali Kota Bukittinggi Djufri mengatakan penutupan Jam Gadang dengan kain pada malam pergantian tahun sudah final.
Alasan dia, Pemerintah Kota Bukittinggi menutup Jam Gadang untuk menghindari maksiat. Ia mengatakan, penutupan ini sudah keputusan bersama di antara Muspida Bukittinggi seperti kepala polres, kepala kejaksaan tinggi, komandan kodim, dan Majelis Ulama Indonesia.
“Kami berkomitmen sekali tutup tetap tutup,” kata Djufri, Selasa (30/12). Ia mengabaikan protes masyarakat yang tidak bisa menyaksikan jarum di Jam Gadang saat merayakan pergantian tahun nanti.
“Sebenarnya detak Jam Gadang bisa dipindahkan ke hati masing-masing. Kita tidak melihat detak Jam Gadang, tetapi jantung. Yang penting makna dari detak itu, jika jantung masih berdetak kita bisa melihat ke masa depan,” ucap Djufri.
Penutupan Jam Gadang dengan kain akan dilakukan dengan acara resmi pada pukul 16.00 WIB, Rabu (31/12). Pemerintah Kota Bukittinggi mendirikan tenda dan pentas untuk pidato Wali Kota Djufri. Acara juga akan dihadiri pejabat dan pimpinan organisasi massa di Bukittinggi.
Dalam proses penutupan Jam Gadang delapan pemanjat akan menurunkan kain penutup tiap sisi sepanjang 17 meter dengan warna marawa minang, hitam, merah, dan kuning.
Kain ini akan menutup postur Jam Gadang mulai dari atas jam (di bawah atap gonjong) hingga di atas bangunan kaki bawah. Jam Gadang sendiri tingginya 26 meter. Areal jalan di sekitar Jam Gadang juga akan ditutup hingga 1 Januari 2009.
JAKARTA-Menyusul serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Israel ke Jalur Gaza yang telah menewaskan lebih dari 200 orang dan melukai ratusan warga Gaza lainnya, MER-C sebagai sebuah lembaga sosial kegawatdaruratan medis akan mengirimkan tim medisnya ke wilayah tersebut guna memberi bantuan medis kepada para korban.
Tim yang akan dikirimkan oleh MER-C adalah Tim Bedah yang siap melakukan operasi bedah khususnya bedah tulang. MER-C berencana akan masuk ke Gaza melalui Negara Mesir.
“Dari Indonesia Tim MER-C hanya akan membawa alat operasi dan obat-obatan secukupnya. Obat-obatan selebihnya akan dibeli di Mesir dari donasi yang masuk ke rekening MER-C dengan amanah Palestina,” demikian rilis yang diterima okezone, Selasa (30/12/2008).
Tim MER-C berharap bisa masuk ke Jalur Gaza agar bisa menyampaikan bantuan dari masyarakat Indonesia secara langsung dan melakukan tindakan operasi bagi para korban perang. Apabila tidak memungkinkan, maka Tim MER-C akan menunggu di perbatasan sampai terbukanya kembali akses masuk atau menyerahkan bantuan obat-obatan dan alat operasi yang saat ini sangat dibutuhkan oleh Rumah Sakit-Rumah Sakit di Jalur Gaza atau bantuan akan kami serahkan melalui Lembaga Palestina yang berada di Gaza.
GAZA- Ada banyak mayat dan orang yang cedera, setiap detik satu korban dimasukkan ke dalam daftar korban tewas, dan tak ada ruang di kamar mayat.Sanak-keluarga mencari di antara jajaran mayat dan korban cedera agar mereka dapat segera memakamkan anggota keluarga mereka yang menjadi korban keganasan Israel.
Seorang ibu yang tiga anaknya yang masih usia sekolah meninggal dan ditumpuk satu sama lain di kamar mayat, berteriak dan menangis, berteriak lagi dan kemudian diam, demikian laporan koresponden Ha`aretz, Amira Hass.
Mustapha Ibrahim pada Sabtu (27/12) sore menyaksikan semua itu, di Rumah Sakit Shifa di Jalur Gaza. Sebagai seorang pemeriksa lapangan bagi satu organisasi hak asasi manusia, ia mengira bahwa ia telah kebal tapi tak ada yang mempersiapkan dia bagi apa yang dilihatnya. Korban cedera yang kondisinya tak terlalu serius diminta meninggalkan Rumah Sakit Shifa, agar tersedia tempat tidur kosong.
Dr. Haidar Eid, seorang dosen dalam Kajian Budaya di Al-Aqsha University, juga menyaksikan banyak mayat dan korban cedera pada Sabtu, dan anak-anak yang anggota tubuh mereka terputus.”Memilih waktu seperti ini, pukul 11:30 untuk membom pusat kota besar, ini sungguh mengerikan. Pilihan ini dimaksudkan untuk menimbulkan pembantaian sebanyak mungkin,” ia menyimpulkan.
Abu Muhammad berada 200 meter dari rumah sakit, ketika suara mengerikan terdengar: Tiga pusat besar polisi yang dibom berada di dekat rumah sakit tersebut. “Dalam beberapa detik, ini menjadi `Baghdad kecil`; bom di mana-mana, asap, api,orang tidak tahu di mana harus bersembunyi. Ketakutan di mana-mana, dan kemarahan serta kebencian,” katanya kepada Amira Hass, sebagaimana dilaporkan kantor berita China, Xinhua.Ia sendiri berlari ke sekolah putrinya, seperti puluhan ribu orang-tua lain di Jalur Gaza.
Dari pukul 11:25 sampai 11:30, sebanyak 50 pesawat membom sasaran mereka, ratusan ribu anak berada di jalanan saat itu. Sebagian dari anak-anak tersebut baru pulang dari klas pagi, yang lain akan mengikuti pelajaran pada jam berikutnya. “Di halaman saya melihat 500 siswi yang ketakutan, mereka menangis. Mereka tidak mengenal saya, tapi memeluk saya,” kata Abu Muhammad.
Di permukiman Sheikh Radwan saja, ada 43 korban jiwa. Satu tenda berkabung didirikan buat mereka semua. Kebanyakan dari mereka adalah polisi muda yang telah bergabung dalam satuan polisi sipil dan menemui ajal selama upacara pelantikan mereka.
Kamp pelatihan di Izz-ad Din Al-Qassam dan pusat interogasi serta penahanan dikosongkan ketika semuanya dibom. Namun pusat polisi di Jalur Gaza, yang memberi layanan buat rakyat, dipenuhi orang. Tak seorang pun percaya bahwa mereka akan dibom.
Pada sore hari, mereka masih mencari mayat di bawah puing. Khalil Shahin bergegas ke stasiun polisi di bagian tengah Jalur Gaza itu. “Satu bangunan besar, dan semuanya berada di lantai,” katanya. Sebanyak 30 orang tewas di sana. Ia tahu bahwa kemenakannya, seorang warga sipil, menjadi korban tewas ketika ia pergi untuk membereskan suatu masalah di stasiun polisi tersebut.
Krisis kemanusiaan
Mula-mula, guru bernama Umm Salah mengira ledakan itu adalah bunyi suara. Seluruh bangunan bergetar, semua kaca, tapi asap dan debu, dan suara raungan sirene ambulans, membuat jelas bahwa sesuatu yang jauh lebih mengerikan telah terjadi. Pecahan kaca melukai sejumlah siswa. Ada orang yang berteriak, ada orang yang terdiam.
Ia menemukan putranya di antara orang-orang yang berlarian di jalan. Ia sedang mengikuti tes matematika ketika pemboman dimulai. Mereka pulang bersama, dan menemui adiknya bersama dengan neneknya, yang berusia 70 tahun. Sang nenek berusaha menyembunyikan ketakutannya saat ia merawat cucu-cucunya.
“Tak ada listrik, tak ada gas, tak ada terigu atau roti selama hampir satu pekan terakhir,” kata Umm Salah. “Dan tiba-tiba, listrik menyala. Saya menyalakah televisi, saya melihat gambar, saya mematikannya dan menyuruh anak-anak mengerjakan PR mereka.”
Pada Ahad (28/12), badan bantuan Inggris, Oxfam, mendesak para pemimpin dunia agar menghentikan Israel melancarkan serangan di Jalur Gaza, dan mengatakan aksi militer itu berisiko memicu krisis kemanusiaan.
Badan amal internasional itu menyatakan terpaksa menunda sebagian besar upaya kemanusiaannya di wilayah tersebut dan mengatakan program yang akan memberi makan sebanyak 25.000 orang juga telah dibekukan.
Masyarakat Jalur Gaza akan menghadapi krisis kemanusiaan kecuali pemboman dihentikan dan Israel memberi akses segera bagi pengiriman bantuan, kata Oxfam sebagaimana dikutip kantor berita Prancis, AFP.
“Ratusan ribu orang di Jalur Gaza bergantung pada Oxfam dan badan bantuan internasional lain untuk mendapatkan kebutuhan hidup --air bersih, makanan dan sanitasi,” kata John Prideaux-Brune, manager program Oxfam Inggris di Jerusalem.
“Jalur Gaza telah ditutup dari dunia luar selama 19 bulan dan rakyat di sana telah cemas. Ada risiko nyata krisis kemanusiaan kecuali pemboman berhenti sekarang.”
“Masyarakat internasional tak boleh menghindar dan membiarkan pemimpin Israel melakukan kekerasan besar-besaran dan tidak seimbang terhadap penduduk sipil Jalur Gaza, tindakan yang merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional,” kata Oxfam.
“Oxfam mengutuk keras serangan roket HAMAS terhadap warga sipil Israel. Namun mereka tidak dapat membenarkan pembalasan militer berlebihan yang menewaskan sejumlah warga sipil yang tak bersalah,” katanya.
“Para pemimpin dunia harus melakukan semua tindakan yang perlu untuk menghentikan serangan oleh semua pihak dan harus mendorong Israel agar membuka terus semua titik perlintasan ke Jalur Gaza.” ant/xinhua/kp
“Menuntut agar pihak Hamas meninggalkan cara-cara kekerasan dalam menyikapi konflik Palestina-Israel, agar kaum konservatif Israel tidak menjadikannya sebagai dalih untuk melakukan pembalasan. Hamas perlu kembali pada perjuangan diplomatik dan perundingan bukan dengan jalur kekerasan yang akan menjadikan rakyat Palestina sebagai korban,” pungkas Gus Dur
Pemerintah mengimbau umat Islam di Indonesia untuk memberikan bantuan kepada warga Palestina yang menjadi korban konflik di Jalur Gaza. Ketua Dewan Syuro PKB Abdurrahman Wahid pun mendukung imbauan pemerintah itu.
“Meminta umat Islam di Indonesia untuk memberikan bantuan semampunya untuk rakyat Palestina dari doa (seperti membaca doa qunut nazilah bagi umat Islam), dan bentuk-bentuk bantuan lainnya,” ujar Gus Dur dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Senin (29/12/2008).
Sebaliknya, Gus Dur meminta umat Islam untuk terus waspada agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang berusaha menunggangi isu Palestina ini, yang tujuannya demi kepentingan kelompoknya sendiri.
Menurutnya, pihak-pihak pemerintah di Palestina mulai dari PLO, Otoritas Palestina, dan Fatah di bawah kepemimpinan Presiden Mahmoud Abbas harus tidak tidak berpangku tangan dan membiarkan serangan Israel ini. Apalagi memandang serangan Israel itu hanya sebagai urusan Hamas saja.
“Menuntut agar pihak Hamas meninggalkan cara-cara kekerasan dalam menyikapi konflik Palestina-Israel, agar kaum konservatif Israel tidak menjadikannya sebagai dalih untuk melakukan pembalasan. Hamas perlu kembali pada perjuangan diplomatik dan perundingan bukan dengan jalur kekerasan yang akan menjadikan rakyat Palestina sebagai korban,” pungkas Gus Dur
Sebelumnya Ahad, 4 Mei 2008 lalu, Abdurahman Wahid alias Durahman (panggilan akrab pamannya, KH Yusuf Hasyim) bersama istrinya Shinta Nuriyah, berangkat ke Amerika guna menghadiri undangan LSM Yahudi Internasional, Simon Wiesenthal Center (SWC). Kepentingannya, menerima penghargaan dari lembaga zionis itu terkait misi pluralisme-nya di Indonesia. Penghargaan oleh lembaga Yahudi itu dianggap salah satu pencapaian kerja keras Durahman menyebarkan faham anti Syariat Islam.
“Sebelumnya ada 12 aktivis yang menerima. Enam di antaranya memperoleh Nobel Perdamaian di kemudian hari,” kata Durahman dalam jumpa pers di Kantor PBNU Jl. Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (3/5).
Selama satu minggu, selain ke AS, mantan Presiden RI yang jabatannya dicopot paksa oleh DPR itu, juga singgah di Universitas George Washington dan bertemu sejumlah senator di AS. Termasuk menemui Barack Obama. Agendanya, adalah membincangkan situasi keagamaan terkini di Indonesia.
SWC adalah satu LSM Yahudi Internasional yang didirikan untuk melindungi kepentingan Yahudi di seluruh dunia. Lembaga yang bermarkas di Los Angeles ini sudah diakui oleh lembaga-lembaga Internasional lainnya. SWC pernah mengklaim berkekuatan 400.000 kader Yahudi di AS dan sudah terakreditasi PBB, UNESCO, serta Konsul Eropa.
LSM berlogo Bintang Daud yang memiliki asset $ 66.193.619 itu juga memiliki sejumlah program yang mengatasnamakan perlindungan HAM. Dan tentu saja, mengkampanyekan Yahudi dan Israel ke seluruh penjuru dunia. Tak hanya dikenal dekat dengan Durahman, SWC sudah lama terlibat kegiatan di Indonesia. LSM underbow Yahudi ini sudah sering mensponsori sejumlah kegiatan di Indonesia.
Beberapa waktu lalu LSM ini pernah menjadi fasilitator diskusi yang menghadirkan Rabbi Abraham Cooper dengan Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Komaruddin Hidayat, Pendeta Muji Sutrisno, dan Soegeng Sarjadi. Selain itu, juga menjadi salah satu sponsor konferensi antar agama yang di gelar di Bali pertengahan 2007 guna mengkampanyekan masalah Holocoust.
Bersama pemimpin spiritual Hindu, Sri Ravi Shankar, dan Direktur The Pardes Institute of Jewish Studies, Rabbi Daniel Lande.
“Jadi, kita selesai seminar, tadi pagi, saya bilang kepada salah seorang penyelenggara seminar, Colin Tail, orang Amerika, bahwa kita harus bikin pernyataan membela Holocoust,” demikian pernyataan Durahman seperti dikutip di Radio Nederland Wereldomroep, kala itu.
SWC juga menjadi sponsor kunjungan 5 orang ormas Islam ke Israel. Di antaranya Dr. Syafiq Mugni (Dosen IAIN Sunan Ampel), Dr. Abdul A’la yang juga dianggap mewakili NU. Selama di Israel, delegasi melakukan sejumlah ritual Islam maupun Yahudi dan ikut perayaan makan malam Hannuka dan ikut menari di Hesder Yeshiva, Kiryat Shmona.
Pemerintah Israel harus diajukan ke Mahkamah Internasional sebagai pelanggar HAM kelas berat. Demikian desak Ketua Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), Soeripto, dalam keterangan pers di Hotel Le Meridien, Jl. Sudirman, Jakarta, Senin (29/12/2008).
“Kita mendesak agar lembaga HAM dunia mengajukan Israel ke Mahkamah Internasional,” ujar dia.
Desakan juga ditujukan pada pemerintah RI, yaitu agar menggalang komunitas internasional untuk mengambil langkah nyata menghentikan pelanggaran HAM yang dilakukan Israel. Misalnya melalui mekanisme di DK PBB dan jalur-jalur diplomasi lainnya.
Untuk mensosialisasikan desakannya tersebut, besok KNRP menggelar unjuk rasa besar-besaran. Rencananya aksi yang melibatkan sejumlah LSM itu digelar di Bundaran HI, Jakarta.
“Aksi ini akan kami teruskan ke pada Kedubes Mesir,” sambung Soeripto.
Selain itu aksi solidaritas yang digagas Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 1 miliar. Masalahnya kini bagaimana menyampaikan bantuan kemanusiaan tersebut langsung ke rakyat Palestina.
“Kita berhasil mengumpulkan dana Rp 1 miliar dan akan membawanya masuk ke jalur Gaza. Tapi kita masih terbentur perbatasan yang dijaga Israel,” kata ketua KNRP, Soeripto, di hotel Le Meridien, Jl. Sudirman, Jakarta, Senin (29/12/2008).
Alternatif pintu masuk ke Palestina yang tersisa adalah melalui Rafa, Mesir. Pintu di perbatasannya dijaga oleh pasukan keamanan PBB dan militer Mesir.
Untuk mendapat kemudahan melewati prosedur di perbatasan wilayah konflik, KNRP berencana menemui Menlu Hassan Wirajuda. Yaitu agar Deplu RI adakan pendekatan diplomasi dengan pemerintah Mesir memberikan kemudahan imigrasi bagi rombongan KNRP yang membawa bantuan kemanusiaan.
“Kita akan langsung berangkat 1-2 hari setelah memperoleh visa dari Mesir. Peralatan medis dan obat-obatan, akan kita beli di sana,” imbuh Soeripto.
Rombongan KNPR akan terbagi dalam dua kelompok yang masing-masing terdiri dari 20 dan 100 relawan. Mereka tenaga medis, logistik dan relawan yang akan melakukan berbagai aksi kemanusian dengan menggunakan dana bantuan sebesar Rp 1 miliar tersebut.
“Mereka akan membantu anak-anak dan ibu-ibu. Mendirikan dapur umum darurat, klinik rehabiliasi dan observasi,” jelasnya.
Polisi mengamankan 14 orang korlap (koordinator lapangan) unjuk rasa mengutuk kekerasan Israel terhadap Palestina. Ini agar massa pengunjuk rasa tidak menggunakan pengeras suara berkekuatan besar. Empat belas orang korlap itu diamankan menyusul aksi saling dorong antara polisi dengan pengunjuk rasa.
Serangan Israel yang menewaskan 271 orang Palestina terus mendapat kecaman. Sekitar 1.000 mahasiswa dan pelajar muslim menggelar aksi solidaritas untuk Palestina di bundaran Hotel Indonesia (HI).
Mahasiswa dan pelajar ini tiba di bundaran HI sekitar pukul 09.30 WIB, Senin (29/12/2008). Mereka membawa bendera Palestina dan spanduk yang berisi ajakan maupun protes terhadap Israel.
Berbagai spanduk yang mereka usung antara lain bertuliskan “Go to Hell Israel” dan Israel Zionis, Amerika Teroris”.
Tergabung dalam aksi itu antara lain lembaga dakwah UI Salam, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Kesatuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia (KAPMI).
Meski sempat dihalang-halangi polisi, aksi berlangsung tertib dan damai. Ketua Bidang III Salam UI Margaretta Chrisnasari menyatakan, aksi tersebut bertujuan membangkitkan kembali perhatian dan solidaritas sesama umat manusia di dunia khususnya terhadap bangsa Palestina yang masih terjajah dan tertindas.
Selain itu juga untuk memberi tekanan kepada pemerintah Mesir agar mau membuka perbatasan dengan Palestina dan membantu warga Palestina serta tidak terjebak skenario Israel.
“Aksi ini juga untuk membangun dukungan umat manusia di seluruh dunia terhadap perjuangan rakyat Palestina dan Hammas,” kata Margaretta.
sempat ricuh. Massa terlibat aksi dorong-dorongan dengan polisi gara-gara dilarang memakai pengeras suara.
Namun ricuh tersebut hanya berlangsung sekitar 5 menit. Hingga pukul 10.50 WIB, pimpinan aksi masih melakukan negosiasi dengan polisi agar diizinkan memakai sound sistem.
Pengamanan terhadap aksi solidaritas untuk Palestina di bundaran Hotel Indonesia (HI) ditambah. Polisi yang semula hanya 100 personel, ditambah lagi 200 personel. Kali ini polisi yang diterjunkan berasal dari Samapta yang dilengkapi tameng dan pentung.
Pada akhirnya Polisi mengamankan 14 orang korlap (koordinator lapangan) unjuk rasa mengutuk kekerasan Israel terhadap Palestina. Ini agar massa pengunjuk rasa tidak menggunakan pengeras suara berkekuatan besar.
Empat belas orang korlap itu diamankan menyusul aksi saling dorong antara polisi dengan pengunjuk rasa. Sebelumya polisi meminta massa untuk tidak menggunakan perangkat pengeras suara berkekuatan beras yang baru tiba di lokasi unjuk rasa, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (29/12/2008).
Tapi karena massa berkeras, maka terjadilah adu dorong. Pada saat itulah 14 orang korlap yang memberikan komando dengan megaphone, diamankan oleh polisi dari kerumunan massa masing-masing.
Tujuh dari empat belas korlap itu adalah Ferry (Banten), Ahmad (UI), Okta (IPB), Zaenal (STIDI Al-Hikmah), Gempar (UNJ), Agung (UIN) dan Karselan (UI).
“Aksi kami aksi damai, bukan aksi anarkis,” protes salah seorang dari mereka ketika digiring polisi menuju mobil tahanan Polres Jakarta Pusat.
Pemimpin Libya Moamar Khadafi menuduh para pemimpin Arab memberikan tanggapan pengecut atas pemboman mematikan Israel terhadap Jalur Gaza. Ia berjanji memboikot pertemuan puncak Arab yang akan membahas krisis itu.
“Berapa kali anda mengadakan pertemuan puncak darurat mengenai Palestina,” katanya, dalam pernyataan yang ditujukan pada para pemimpin Arab, Minggu (28/12).
Ia mempertanyakan langkah apa yang pernah dihasilkan dari pertemuan itu. “Saya sendiri telah jenuh mendengar catatan yang macet ini,” tegasnya.
Sementara itu 3 Perwakilan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia pun akan segera berangkat ke Palestina untuk ikut memberikan bantuan kepada rakyat Palestina.
Salah seorang relawan medis Mer-C dr Jose Rizal menjelaskan, 3 perwakilan MER-C juga akan membawa sejumlah bantun dari Indonesia untuk Palestina. 3 Perwakilan MER-C yang berangkat ke Palestina terdiri atas 2 dokter dan 1 pengurus logistik.
“Selain bantuan berupa obat-obatan ada juga sembako. MER-C akan masuk ke Gaza, Palestina, melalui Mesir. Jika MER-C akhirnya tidak dapat masuk ke Palestina, maka bantuan tersebut akan diserahkan di perbatasan,” katanya di Jakarta, Senin (29/12).
Pemerintah Indonesia melalui Depkes menyiapkan bantuan obat-obatan senilai Rp 2 miliar kepada bangsa Palestina menyusul serangan Israel hingga mengakibatkan jatuhnya ratusan korban sipil maupun para pejuangnya.
Serangan-serangan udara Israel itu telah menewaskan sedikitnya 300 warga Palestina. Sekitar 180 orang di antaranya adalah pejabat keamanan gerilyawan Hamas.
Simpati untuk Palestina terus mengalir. Front Pembela Islam (FPI) berencana mengirim mujahidin ke Palestina pasca penyerangan Israel yang menewaskan 229 orang.
“FPI akan mengirimkan mujahidin ke Palestina, jika memungkinkan. Untuk sementara kami membuka posko pendaftaran mujahidin di Petamburan (markas FPI),” ujar Sekjen FPI Ahmad Sobri Lubis, pada acara Bombardemen Israel Terhadap Gaza Palestina, di Perguruan Assyafi’iyah, Tebet Jakarta Selatan, Minggu (28/12/2008).
Sementara itu Sekjen Forum Umat Islam (FUI) dalam acara yang sama mengatakan FUI mengutuk keras tindakan yang dilakukan oleh Israel. Selain itu FUI juga meminta pemerintah mengambil sejumlah langkah.
“FUI meminta pemerintah mengirim pasukan TNI ke jalur Gaza untuk membantu warga Palestina. FUI juga mendesak Departemen Luar Negeri mengirimkan nota protes ke PBB,” ucap Muhammad Alkhaththath.
Pimpimnan perguruan Assyafiyah KH. Abdullah Assyafi’iah, mengatakan malam ini akan dilakukan penghimpunan dana pada acara tabligh akbar tahun baru Islam. Setelah dana tersebut terkumpul direncanakan akan disalurkan kepada lembaga kemanusiaan, Mer-C.
Korban penyerangan Israel ke Jalur Gaza terus bertumbangan menjadi 225 orang. Tindakan Israel ini dibela sekutu dekatnya, Amerika Serikat (AS), yang menyalahkan Hamas karena merusak gencatan senjata.
Sikap AS ini dinyatakan Presiden AS George W Bush dalam liburannya di ranch miliknya di Texas, melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Condoleezza Rice. Setelah bertemu dengan Bush, Rice mengatakan adalah salah Hamas yang meningkatkan ketegangan di wilayah Gaza.
“AS sangat mengecam serangan roket dan mortir berulang-ulang yang melawan Israel, dan menganggap Hamas bertanggung jawab karena menghancurkan gencatan senjata dan memperbarui kekerasan di Gaza,” tegas Rice seperti dilansir dari Reuters, Minggu (28/12/2008).
Rice menambahkan gencatan senjata harus segera dipulihkan dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil.
“AS menyerukan semua untuk memperhatikan bantuan darurat kemanusiaan kepada orang-orang tak bersalah di Gaza,” imbuh dia.
Sementara juru bicara Gedung Putih Gordon Johndroe mengatakan Hamas harus menghentikan serangan roketnya kepada Israel, jika ingin kekerasan di wilayah itu berhenti.
“Hamas harus mengakhiri aktiviras terorisnya jika ingin memainkan peran dalam masa depan rakyat Palestina,” kata Johndroe.
“AS mendorong Israel menghindari korban sipil di Gaza,” tandas dia.
Untuk kesekian kalinya dunia Arab tak mampu berbuat apa-apa kecuali hanya melontarkan kecaman, kutukan dan imbauan untuk saling bergandeng tangan menghadapi kekejaman Zionis Israel. Apa sebenarnya yang dapat mereka perbuat?
Yang jelas tak cukup hanya dengan kecaman atau kutukan, tapi dunia Arab harus benar-benar bersatu untuk memberikan tekanan politik dan ekonomi, bila tak mampu melalui jalur militer.
Coba lihat reaksi dari dunia Arab ketika pasukan udara Israel membombardir sejumlah fasilitas pertahanan Hamas di Jalur Gaza yang menewaskan lebih dari 200 orang, Sabtu (27/12). Mereka hanya bereaksi dengan melontarkan protes dan seruan aksi balasan atas kebengisan Israel. Tapi apakah sikap itu mewakili seluruh dunia Arab? Sepertinya tidak seperti itu, mereka yang bereaksi keras hanyalah negara-negara yang selama ini berseberangan sikap dengan Barat.
Meskipun Liga Arab menyerukan pertemuan para menlu negara-negara Arab pada Rabu mendatang (31/12) untuk fokus menanggapi serangan udara Israel, kata ketua Liga Arab Amr Moussa. Namun, banyak orang menerka hasil pertemuan itu hanyalah akan menghasilkan keputusan atau kebijakan basa-basi tanpa tindakan yang nyata untuk memukul negeri Yahudi itu.
Begitu juga dengan sikap Mesir, yang ditunjukkan oleh Menlu Ahmed Aboul Gheit. Ia hanya menyampaikan dua cita atas jatuhnya korban warga Palestina dalam serangan Israel itu. Ungkapan belasungkawa Mesir itu dinilai sejumlah kalangan hanya sebagai menutupi rasa malu dan bersalah, karena merekalah yang menjembatani hingga tercapainya gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang habis masa berlakunya Jumat pekan lalu.
Kairo juga berjanji untuk membuka perbatasan Mesir dengan Gaza di Rafah untuk memberikan kesempatan warga Palestina yang menjadi korban keganasan Israel itu berobat ke Mesir.
“Sekarang saatnya semua bergandengan tangan dengan rakyat Palestina dan menghentikan aksi militer membabi buta ini,” seru Gheit.
Dari situ tampak Mesir mencoba menutupi kesalahannya menutup perbatasan dengan Gaza, sehingga menyebabkan 1,5 juta rakyat Palestina di wilayah yang dikuasai Hamas itu bagai sansak hidup dan rentan terhadap serangan Israel. Itulah sebabnya, setelah serangan terjadi, dunia Arab mengecam peran Mesir bersama Israel yang memblokade Jalur Gaza menyusul naiknya Hamas sebagai penguasa wilayah itu pada Juni 2007.
Di Lebanon, sekitar 4.000 pengunjukrasa turun ke jalan menuju kamp pengungsian di kawasan selatan negara itu untuk menyampaikan kecaman atas serangan itu secara umum dan khusus terhadap peran Mesir yang ikut memblokade Gaza.
“Hosni Mubarak, Anda adalah agen Amerika, Anda pengkhianat!” teriak pengunjukrasa. Mereka juga mendesak kelompok Hizbullah untuk segera menyerang Israel.
Sementara PM Lebanon Fuad Saniora menggambarkan serangan Israel itu sebagai tindakan kriminal. Begitu juga dengan kelompok Hizbullah yang menyebut serangan itu sebagai kejahatan perang dan pembantaian dan mereka juga mengritik Arab yang tak mampu berbuat apa-apa atas kebiadaban Zionis itu.
Nah, tampak sekali kegamangan di antara bangsa Arab sendiri dalam merespons tindakan Israel. Tak ada target yang jelas yang akan dibahas dalam pertemuan para menlu Arab itu, kecuali hanyalah pernyataan sikap tanpa disertai tindakan nyata. Padahal, negara-negara di kawasan Teluk itu memiliki kekuatan maha besar untuk menekan Israel dan kroninya, Amerika Serikat, yaitu minyak.
Dengan kondisi ekonomi Barat yang mulai kelimpungan, seharusnya dapat dimanfaatkan bagi Arab untuk ’memainkan’ harga sebagai negosiasi atas penyelesaian konflik Israel-Palestina. Bukan malah mengikuti irama permainan Amerika dan Israel, dengan terus menekan Palestina demi mewujudkan ambisi menguasai emas hitam di kawasan panas itu.
Jika Arab sepakat untuk menghentikan atau memangkas dengan drastis pasokan minyak ke pasar dunia, tak dapat dibayangkan kesulitan yang akan dihadapi negara-negara maju di Barat, meski imbasnya juga akan memukul ekonomi global. Tapi setidaknya kerugian terbesar akan dialami AS dan konco-konconya.
Arab juga harus segera menyatukan sikap dan melakukan pendekatan dengan tim Presiden terpilih AS Barack Obama, karena sekitar dua pekan lagi pemerintahan George W Bush akan berakhir. Dan yang paling penting adalah sikap Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang tidak hanya mengikuti permainan AS dan Israel demi memberikan keuntungan kepada kelompoknya, Fatah, tanpa melibatkan Hamas dalam menentukan nasib bangsa dan negara Palestina.
Tanpa sikap yang merangkul seluruh rakyat Palestina dan tanpa persatuan yang hakiki di kalangan negara-negara Arab dalam menghadapi Israel, jangan harap negara Yahudi itu jeri untuk menyerang Hamas atau kelompok-kelompok lainnya di negeri tetangga
Jakarta -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengecam serangan Israel ke jalur Gaza, Palestina yang menewaskan 225 orang. PKS pun menginstrusikan para calegnya untuk menyisihkan sebagian dana kampanye untuk disumbangkan ke Palestina.
PKS juga akan menghidupkan kembali penggalangan dana untuk mendukung Palestina. “Insya Allah kita akan menghidupkan kembali ‘one man one dollar to save Palestine’,” ujar Presiden PKS, Tifatul Sembiring, Minggu (28/12/2008).
Kader PKS juga akan turun ke jalan mengecam serangan Israel terhadap Palestina tersebut. “Sekarang sedang disusun, direncanakan akan disesuaikan dengan menyambut tahun baru Hijriah. Insya Allah pekan ini,” terang pria yang pandai berpantun ini.
Mengenai pernyataan Presiden Amerika Serikat George W Bush, yang mendukung serangan Israel. Tifatul mengatakan, Amerika juga berada di balik ketidakjelasan nasib Palestina selama ini.
“Bush sudah ditolak oleh pemerintah internasional, Bush jangan bicara sepotong-potong. Siapa yang merusak perjanjian dari awal. Siapa yang memecah belah antara Hamas dan Fatah. Bertahun-tahun bantuan diboikot, suplai listrik ke Palestina dilarang,” kecamnya.
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah