Puasa diakui oleh sejumlah pakar kesehatan potensial untuk menyehatkan tubuh. Tapi bisa jadi sebaliknya, tidak bermanfaat sama sekali kecuali lapar dan dahaga saja. Ada beberapa tips yang baik dijalankan untuk mencapai tujuan sehat tersebut.
1. Kendalikan Emosi
Puasa mencakup upaya menahan nafsu. Hati yang tenang karena nafsu yang terkendali akan menurunkan konsumsi energi atau laju metabolisme sehingga menghemat pemakaian tenaga.
2. Hindari Teh dan Kopi saat Sahur
Tubuh lebih rentan terhadap kekurangan air dibanding kekurangan makan sehingga kebutuhan air mesti cukup dengan menambah porsi meminum air, termasuk susu, sirup, buah-buahan dan makanan yang berkuah. Teh dan kopi dihindari pada saat sahur.
3. Olahraga Kecil Menjelang Berbuka
Berpuasa tidak berarti mengurangi aktifitas atau kerja. Pada beberapa hari pertama memang ada penyesuaian dan adaptasi tubuh terutama pada orang-orang yang jarang berpuasa atau olahraga. Aktifitas/olahraga berat memang dilarang tetapi yang bersifat ringan jusrtu dianjurkan. Olahraga ringan seperti jalan kaki, senam, lari kecil, sangat dianjurkan terutama menjelang berbuka puasa. Tarawih juga merupakan aktifitas yang dapat menjaga kebugaran.
4. Berbukalah dengan Pola Benar
Jangan tunda berbuka puasa bila sudah waktunya. Hal yang paling diperlukan pada saat berbuka adalah memulihkan tenaga/energi. Untuk itu makanlah sumber karbohidrat sederhana yang terdapat dalam makanan manis, sirup dan lain-lain yang mudah dicerna. Setelah salat dan beristirahat sejenak, dapat dilanjutkan dengan makan makanan pokok seperti nasi dan lauk-pauk tapi dalam porsi sedang. Cemilan atau minuman ringan dapat dilanjutkan setelah tarawih dalam porsi kecil.
5. Makan Makanan Berserat dan Protein Tinggi
Sahur merupakan salah satu rangkaian dalam ibadah puasa. Walaupun tidak wajib namun sahur memiliki fungsi penting karena memberikan asupan gizi dan simpanan energi untuk aktifitas saat berpuasa. Untuk memperoleh manfaat kesehatan, menu sahur sebaiknya makanan yang berserat dan berprotein tinggi tapi hindari konsumsi makanan yang manis-manis. Makanan berserat membuat proses pencernaan lebih lambat, sedangkan makanan manis lebih cepat sehingga membuat lebih cepat lapar di siang hari. Sahur mendekati imsak lebih baik karena membuat energi sahur lebih tahan lama.
Hati-hati Godaan ‘Gadis Desa’ Tanggal 7 dan 14
Jakarta – Waspadalah jika Anda mendapatkan salah satu file multimedia bertajuk ‘nikmatnya_gadis_desa’ di komputer. Bukannya berisi film, file tersebut justru berisi virus yang siap mengacak-acak komputer.
Jika file itu dijalankan, akan muncul pesan dari sang pembuat virus yang akan ditampilkan secara acak dalam bentuk pesan pop up yaitu:
1. nikmatnya_gadis_desa
2. saat pertama berkenalan dengannya aku merasa senang
3. dia hanya seorang gadis desa
4. dengan cahaya pada bola matanya
5. yang mampu membawaku terbang
6. dengan keluguannya
7. yang selalu membuatku membimbingnya
8. dia adalam matahariku
9. yang mencairkan kebekuan hatiku
10. dari :rieysha
Puncaknya adalah tanggal 7 dan 14, karena pada tanggal tersebut virus akan mengaktifkan diri secara otomatis dan menampilkan pesan pop up tersebut secara terus menerus.
Virus yang terdeteksi sebagai W32/Wayrip.A ini akan membuat cukup banyak file induk di lokasi komputer yang berbeda-beda. Ia juga akan mengkopi dirinya ke drive selain C: (contoh drive D:, E:, dan lain-lain).
Beberapa fungsi windows akan diblok oleh virus ini seperti Folder Option, Run, Find, Menu Shutdown, Drive C:, Registry Editor, Task Manager, CMD.
W32/Wayrip.A juga akan mengubah start page Internet Explorer (IE) dengan menampilkan link http://h1.ripway.com/anharku setiap kali user menjalankan browser tersebut dan mencoba mematikan program keamanan.
Menurut keterangan tertulis Vaksincom yang dikutip detikINET, Jumat (5/9/2008), nama penunjuk jam pada pojok kanan bawah komputer juga akan diubah, dari AM dan PM menjadi rieysha. Aksi lain yang dilakukan virus yakni menyembunyikan Drive Master )C:) agar user sulit mengakses file yang ada di dalamnya.
W32/Wayrip.A memanfaatkan disket atau flash disk sebagai media penyebaran, dengan mengkopikan dirinya dengan nama: Film.exe, Musik.exe atau TugasSekolahan.exe.
Wisata syahwat dibalik kawin kontrak
Desas-desus dan pemberitaan bahwa Indonesia menjadi tempat favorit wisata orang Arab sebenarnya sudah tidak asing lagi ditelinga saya. Sudah bertahun-tahun lalu saya mendengar dan membacanya.
Namun, berita ini mengusik saya lagi, ketika membacanya tentang hal sama di sebuah koran elektronik Belanda, de Telegraaf. Yang lebih mengusik saya lagi karena ternyata Indonesia malah semakin populer menjadi tempat wisata pelancong negeri Ali Baba tersebut.
Sebenarnya mungkin tidak ada yang perlu diusik jika tujuan wisata mereka benar-benar untuk menikmati pemandangan dan budaya Indonesia yang melimpah dan mempesona. Karena, toh Indonesia pun sedang giat-giatnya mencanangkan “Visit Indonesia Year”.
Tapi, yang menjadi persoalan dan keprihatinan adalah ketika wisata para Arabin tersebut adalah wisata syahwat, wisata untuk meluapkan nafsu mereka dengan mencari gadis-gadis Indonesia yang mau mereka kawinkan ‘secara Islam’ selama mereka melancong.
Menurut de Telegraaf, yang bersumber dari koran Saudi Arabia Gazette, untuk melakukan kawin kontrak atau yang disebut juga “kawin turis”, para pelancong cuma butuh 300 euro (sekitar 3 juta rupiah dengan asumsi Euro = Rp.10.000) saja untuk ‘melegalkan’ wisata syahwat mereka tersebut.
Perjanjian dan pemilihan gadisnya pun sudah dilakukan sejak awal para pelancong mendarat di bandara, oleh orang yang disebut sebagai “penghubung”. Para pelancong diperlihatkan foto album untuk memilih para kandidat pengantin yang akan mereka kawini.
Perlu diketahui, di Saudi Arabia sendiri terdapat UU yang sangat keras yang mengatur tentang prostitusi. Mungkin oleh karena itu, para Arabin pelancong ini terus memutar otak memikirkan cara untuk memuaskan hasrat mereka. Dan setelah melihat celah, kelemahan dan kesempatan di Indonesia, maka tak heran wisata syahwat ini kian hari kian populer saja.
Saya adalah termasuk yang sangat menyayangkan, sedih dan miris mendengarnya, bagaimana dengan Anda?
1.368 caleg baca Al Quran tidak di tempat umum
BANDA ACEH – Tes mampu baca Al Quran bagi 1.368 orang bakal calon anggota legislatif (caleg) DPR Aceh tidak akan dilakukan ditempat umum, seperti masjid, mengingat jumlah pesertanya yang cukup banyak, sehingga dikhawatirkan akan mengganggu kegiatan di rumah ibadah itu.
Ketua kelompok kerja pencalonan pada Komisi Independen Pemilihan (KIP) NAD, Yarwin Adidarma di Banda Aceh, Senin (1/9), menyatakan, pelaksanaan tes mampu baca Al Quran yang merupakan salah satu syarat lulus menjadi caleg itu akan dilaksanakan di sekretariat KIP di Banda Aceh.
Ketika pelaksanaan tes mampu baca Al Quran bagi bakal calon gubernur/wakil gubernur pada Pilkada Aceh tahun 2006 dilaksanakan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh dan bisa disaksikan masyarakat umum.
“Tapi, kali ini kita tidak bisa melaksanakan di masjid dan disaksikan masyarakat, karena jumlah pesertanya cukup banyak. Rasanya tidak mungkin dilaksanakan di masjid,” ujar Yarwin.
Untuk menyelenggarakan kegiatan itu, KIP NAD kini sudah membentuk 10 tim yang masing-masing tim terdiri atas empat orang, yang satu diantaranya berasal dari unsur independen.
Tes akan dimulai pada tanggal 7 September 2008 dan diperkirakan akan selesai selama lima hari.
Tes mampu baca Al Quran tersebut berdasarkan Qanun (Perda) No.3/2008 tentang Partai Politik Lokal. Namun, dalam pelaksanaannya bakal caleg dari partai nasional juga akan tes mampu baca Al Quran sesuai pasal 36.
KIP NAD juga telah membuat peraturan petunjuk teknis uji mampu baca Al Quran bagi bakal calon DPRA dan DPRK untuk Pemilu 2009.
Untuk penilaiannya dibagi dalam tiga kategori, yakni mahrajul (pengucapan) huruf dengan nilai 40, ketepatan membaca 40 dan adab 20, sehingga total nilai 100. “Bagi bakal caleg yang mendapat nilai di atas 50 dinyatakan lulus,” katanya.
Ia menyatakan, penilaian tersebut dinilai masih sangat ringan, bila dibandingkan tes mampu baca Al Quran pada Pilkada gubernur/ wakil gubernur, bupati/wakil bupati, dan walikota/wakil walikota.
“Jadi berdasarkan amanah Qanun No.3/2008 tes mampu baca Al Quran hanya sebatas bisa membaca, sedangkan masalah fasahah dan tajwid diabaikan,” katanya.[waspada]
Parpol Diimbau Tidak Kampanye Selama Puasa
JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau partai politik (parpol) tidak melakukan kampanye selama pelaksanaan ibadah puasa. Sekretaris Umum MUI Ichwan Syam mengatakan, anjuran tersebut dikeluarkan karena adanya laporan dari masyarakat bahwa pada Pemilu 2004 banyak ditemukan calon anggota legislatif (caleg) yang membagi-bagikan sarung dan kopiah selagi mengerjakan salat tarawih.
“Parahnya lagi, ada yang meminta waktu setelah salat tarawih untuk berbicara kepada umat.Hal ini kan sudah tidak benar,” tandas Ichwan kepada SINDO di Jakarta kemarin. Meski demikian, Ichwan menyatakan sejatinya MUI tidak melarang kegiatan kampanye di bulan Ramadan selama tidak menimbulkan suasana yang “panas”.
Pemprov Sumsel Resmi Larang Ahmadiyah
PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan, Senin (1/9/2008) resmi melarang Aktivitas Ahmadiyah. Larangan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor : 563/KPTS/BAN.KESBANGPOL & LINMAS/ 2008, tentang Larangan Terhadap Aliran Ahmadiyah dan aktivitas penganut dan atau anggota Pengurus Jemaat ahmadiyah (JAI) dalam wilayah Sumatra Selatan yang mengatasnamakan Islam dan bertentangan dengan ajaran Islam.
Keputusan ini dikeluarkan selain didasarkan atas keputusan bersama 3 Menteri, juga karena desakan dari berbagai ormas yang terus terjadi di Palembang dan Sumatra Selatan.
Setelah dilakukan dua kali rapat yaitu tanggal 6 Agustus dan 28 Agustus, akhirnya disepakati Pemerintah Provinsi melarang aliran Ahmadiyah di Sumatra Selatan.
Gubernur Sumatera Selatan, Mahyudin NS, membacakan secara langsung keputusan ini didampingi oleh Kapolda Sumsel Irjen Polisi Ito Sumardi, Pangdam 2 Sriwijaya, Mayjen TNI Moh Sochib, dan Kepala kejaksaan Tinggi Sumsel, Armansyah SH.
Mahyudin mengatakan dengan pelarangan ini, Ahmadiyah harus menghentikan segala aktivitas mereka dalam wilayah Sumatra selatan yang mengatasanamakan Islam dan bertentangan dengan ajaran agama Islam.
“Kami juga memerintakan kepada Kanwil Depag dan Kesbangpol dan Linmas Sumsel untuk melakukan pengawasan dan pembinaan kepada jemaah Ahmadiyah,” kata Mahyudin dalam konferensi pers tersebut.
Dengan keputusan tersebut Sumatra Selatan merupakan daerah pertama yang secara resmi melarang aktivitas Jemaah Ahmadiyah di Indonesia. Jemaah juga disarankan untuk bergabung dengan umat Islam lain dalam menjalankan ibadah. [okezone]
Menkominfo: KPI Harus Perketat Pengawasan Selama Ramadhan
Sebagai lembaga negara yang bertugas melakukan pengawasan terhadap program tayangan televisi, pemerintah meminta Komisi Penyiaran Indonesia memperketat pengawasan terhadap mata acara televisi saat memasuki bulan suci Ramadhan.
“Momentum bulan Ramadhan adalah momentum yang baik untuk melakukan introspeksi diri, pemerintah mendorong KPI melaksanakan tugasnya sesuai dasr dari UU yang telah ada, “jelas Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh saat membuka forum diskusi tentang tayangan televisi yang lebih kondusif selama bulan Ramadhan 1428H, di Hotel Aston, Jakarta, Rabu(29/8).
Menurutnya, semua pasti menyadari informasi yang disajikan oleh media massa baik cetak maupun elektronik, sangat potensial untuk membangun dan merusak.
“Karena kekuatan yang besar inilah kita harus berhati-hati dalam mefungsikan, menerapkan, termasuk mengatur informasi itu, “jelasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Fetty Fajriaty Miftah mengatakan, KPI akan melakukan pengawasan ketat dan memantau isi siaran selama bulan Ramadhan.
Dalam hal ini, lanjutnya KPI akan berkoordinasi dengan pemerintah, MUI yang mengetahui tentang keIslaman, dan berbagai elemen masyarakat.
“Jangan bermain-main dengan tayangan televisi selama Ramadhan, KPI akan memberikan peringatan, “tukasnya.
MUI Imbau Stasiun TV Tidak Ganggu Kekhusyukan Ramadhan
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau lembaga penyiaran (TV) tidak menayangkan materi siaran yang tak mendidik saat memasuki bulan Ramadhan, guna menjaga kesucian bulan Ramadhan dan kekhusuan pelaksanaan ibadah puasa.
Tayangan televisi yang dimaksud antara lain seperti yang berisikan gosip (gibah), siaran yang mengandung muatan kekerasan secara dominan dan mengandung materi bertema seks, mengandung penggambaran tentang dunia gaib, tahayul dan klenik.
“MUI mengharapkan para industri penyiaran untuk mau toleran dengan mengelola program siarannya yang tidak menganggu kekhusuan umat Islam menjalankan ibadah puasanya, ” kata Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi MUI HM Said Budairy, di Jakarta, Jum’at (29/8).
MUI akan terus memantau siaran TV selama Ramadhan, kemudian jika menemukan TV yang masih menyiarkan program-program yang dapat menganggu kekhusuan umat Islam berpuasa, MUI akan merekomendasikannya kepada KPI untuk diambil tindakan.
“Sanksi sebenarnya sudah diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2002, setelah ada peringatan dari MUI, maka pemerintah bisa merekomendasikannya kepada KPI untuk mencabut izin siaran, ini sudah jelas, ” ujarnya.
Kepada ormas Islam, MUI menghimbau tetap bekerjasama dengan aparat terkait dan diminta tidak melakukan sweeping atau cara-cara anarkis dalam menertibkan berbagai penyakit masyarakat dalam memasuki bulan Ramadhan.
“Penertiban telah dilakukan oleh Polisi, MUI jamin tidak ada sweeping terhadap tempat hiburan, karena tugas ini adalah tugas aparat, ” katanya.
Sebaliknya kepada aparat penegak hukum baik di pusat dan di daerah, tambahnya, untuk tidak mendiamkan hal-hal yang menggangu dan merusak kesucian bulan suci Ramadhan.
Sementara itu mengenai penetapan awal Bulan Ramadhan 1429 H, MUI mengisyaratkan tidak ada perbedaan mengenai awal Ramadhan, seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni Senin 1 September 2008 mendatang.
“Awal Ramadhan tahun ini akan dilakukan secara bersama-sama, meski sidang isbat dan rukyatnya akan diumumkan Ahad (31/8) oleh pemerintah dengan jajaran ormas Islam, ” imbuhnya. [eramuslim ]
Kenali tujuan berpuasa
Hari ini, 1 September 2008 bertepatan dengan 1 Ramadhan 1429 Hijriah, umat Islam seluruh dunia mengosongkan perut dari makan dan minum alias puasa. Hendaknya semua punya tujuan sama yakni menuju ketaqwaan.
Untuk mencapai taqwa, puasa tidak hanya dihayati sebagai menahan lapar dan dahaga tetapi bersamaan dengan itu, menghayati hakikat penciptaan manusia di muka bumi. Selain itu, puasa harus dihayati sebagai dorongan kepada manusia untuk berhati-hati agar tidak terpedaya setan.
Prof Quraish Shihab, Guru Besar Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, mengatakan puasa yang dilakukan umat Islam digarisbawahi oleh Al-Qur’an sebagai bertujuan untuk memperoleh takwa.
“Tujuan tersebut tercapai dengan menghayati arti puasa itu sendiri. Memahami dan menghayati arti puasa memerlukan pemahaman terhadap dua hal pokok menyangkut hakikat manusia dan kewajibanya di bumi ini,” dalam sebuah tulisannya.
Pertama, manusia pada hakikatnya diciptakan Tuhan dari tanah, kemudian dihembuskan kepadanya ruh ciptaan-Nya, dan diberikan potensi untuk mengembangkan dirinya hingga mencapai satu tingkat yang menjadikannya wajar untuk menjadi khalifah (pengganti) Tuhan dalam memakmurkan bumi ini.
“Dalam Kitab Perjanjian Lama demikian pula dalam kitab-kitab hadits, ditemukan bahwa Tuhan menciptakan manusia menurut ‘petanya’, dalam arti diberi potensi untuk memiliki sifat-sifat Tuhan sesuai dengan kemampuannya sebagai makhluk,” ungkap Quraish Shihab.
Kedua, dalam perjalanan manusia menuju bumi, ‘transit’ di surga, agar pengalaman yang diperolehnya di sana dapat dijadikan bekal dalam menyukseskan tugas pokonya di bumi ini. “Pengalaman tersebut antara lain adalah persentuhannya dengan keadaan di surga itu sendiri,” katanya.
Di surga, lanjut Quraish, telah tersedia segalam macam kebutuhan manusia, antara lain sandang pangan serta ketentraman lahir dan bathin (QS 20:118-119 dan QS 56:25). Hal ini mendorongnya untuk menciptakan bayangan surga di bumi, sebagaimana pengalamannya dengan setan mendorongnya untuk berhati-hati agar tidak terpedaya lagi sehingga mengalami kepahitan yang dirasakan ketika terusir dari surga.
Cendekiawan muslim Prof Jalaluddin Rakhmat, mengatakan puasa diwajibkan bukan hanya dalam agama Islam, tetapi juga dalam agama Yahudi, Nasrani, bahkan agama-agama lainnya.
Mengapa puasa itu disyariatkan Allah SWT pada seluruh agama? Menurutnya, pertama, puasa adalah alat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Hakikat keberagamaan adalah upaya untuk mendekati Allah sehingga kita menemukan puasa terdapat pada seluruh agama di dunia ini,” ungkap Jalaluddin.
Kedua, agama memenuhi kebutuhan spiritual atau kebutuhan rohani. “Jika Anda seorang antropolog, Anda yakin bahwa banyak lembaga-lembaga sosial dibentuk untuk memenuhi kebutuhan manusia,” katanya.
Kang Jalal mencontohkan lembaga pernikahan, untuk memenuhi kebutuhan seksual manusia akan pemuasannya. Contoh lain, untuk memenuhi kebutuhan manusia akan kekuasaan, masyarakat menciptakan sistem politik. Untuk memenuhi kebutuhan ruhaniah manusia, di masyarakat lahirlah agama.
Jalal menyebutkan suatu penelitian tentang puasa. Penelitian itu mengamati sekelompok orang yang berpuasa. Setelah beberapa hari puasa, terjadi sesuatu yang aneh. Pikiran mereka menjadi lebih filosofis. “Mereka jadi bisa berfilsafat.”
“Seperti seorang filsuf, orang yang berpuasa itu mulai berpikir yang abstrak. Pikiran mereka tidak terbatas pada hal-hal yang kongkrit lagi,” tutup Jalal.
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah