Hamas Serukan Mesir Ambil Keputusan Tegas Buka Gerbang Rafah
Gaza – Gerakan Perlawanan Islam Hamas menyerukan pemerintah Mesir mengambil keputusna tegas untuk membuka gerbang perbatasan Rafah, sesuai kesepehaman yang sudah disepakati di Kairo terkait dengan gencatan senjata. Sehingga tidak memberi kesempatan kepada penjajah Zionis Israel untuk memeras pasien dan tawar menawar atasnya.
Dalam pernyataan yang disampaikan jurubicara Fauzi Barhum, Rabu (06/08), gerakan Hamas menegaskan berlanjutnya penutupan gerbang Rafah berarti menambah isolasi terhadap warga Palestina dan pemerintah persatuan Palestina, terlebih gerakan Hamas dan faksi-faksi Palestina telah komitmen dengan semua poin gencatan senjata sesuai yang diminta Mesir.
Pada saat yang sama, ungkap Barhum, arena Mesir menjadi tempat nyaman bagi banyak pelarian yang menghindar dari pengadilan serta orang-orang yang melakukan konspirasi dan kudeta yang menghancurkan bangsa Palestina, mencerai-beraikan persatuanya dan merusak citranya.
Barhum meminta Mesir segera mengambil langkah-langkah praktis untuk membuka gerbang rafah, demi menghentikan penderitaan warga Palestina di Jalur Gaza dan membebaskan isolasi yang diberlakukan terhadap mereka. (*IP/excho/mitrafm.com)
Mengadakan Program Dakwah Islam di AS Dituduh Propaganda Teroris
New York – Asosiasi Muslim AS akan mengadakan program dakwah yang bertemakan “Kenapa Islam?” selama bulan ramadhan 1429 H, tapi dituduh sebagai propaganda kegiatan terorisme di AS. Program dakwah tersebut direncanakan akan berbentuk penyebaran ribuan buletin dan selebaran mengenai ajaran Islam yang ditempel di sekitar 1.000 gerbong kereta listrik bawah tanah di Kota New York.
Menurut ketua pelaksana program, Siraj Wahhaj, program ini akan mentargetkan sekitar 4,9 juta penumpang yang setiap harinya menjadi pelanggan kereta listrik bawah tanah di New York. Siraj Wahhaj sendiri adalah seorang imam Masjid Attaqwa di daerah Brooklyn, AS.
Menurut Siraj Wahhaj, program ini bertujuan memberi penjelasan kepada penduduk AS mengenai ajaran islam yang benar, selain itu menginformasikan kepada khalayak umum mengenai sumber-sumber informasi seputar ajaran islam yang dapat dipercaya serta memperingatkan kaum muslimin AS terhadap sumber-sumber informasi Islam yang salah.
Namun program dakwah untuk mengkampanyekan Islam itu dituduh sebagai tindakan provokasi untuk melakukan aksi-aksi teror. Harian New York Post, media milik Robet Murdock seorang Yahudi AS, memuat headline yang cukup memojokan program dakwah itu, dengan judul “Hari Pelatihan Para Mujahid, Iklan Islam di KRL Terkait Terorisme”.
Harian itu menceritakan secara panjang lebar keterkaitan Siraj Wahaj dengan sejumlah tokoh terorisme. Siraj Wahaj, menurut harian tersebut, sebagai salah satu dari 170 pelaku peledakan WTC tahun 1993.
Pemberitaan Harian New York Post itu mendapat kecaman keras dari sejumlah ormas Islam di AS. Salah satunya adalah the Freedom Foundation, milik Asosiasi Muslim AS. Dalam pernyataan sikapnya yang dipublikasikan pada 5/8 itu, The Freedom Foundation mengecam keras pemberitaan New York Post itu, karena Siraj Wahhaj sesungguhnya bukan tersangka dalam kasus peledakan gedung WTC tahun 1993. Dia hanya sebagai saksi yang membela Sheikh Omar Abdurrahman.
Pemberitaan New York Post sangat mendeskriditkan para pelaksana program kampanye, karena pemberitaannya telah dimanipulasi sehingga terkesan program dakwah itu bertujuan untuk merekrut para pelaku tindakan kekerasan atau bertoleransi dengan aksi-aksi kejahatan.
Menurut lembaga itu, pihak New York Post melupakan fakta bahwa program semacam itu sebenarnya telah dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu dan dipasang iklan diberbagai media dan pusat-pusat pembelanjaan, namun tidak pernah dikait-kaitkan dengan aksi-aksi terorisme atau aksi-aksi kekerasan lainnya.
Ku Menangis di balik sisa kerusuhan
Peristiwa Monas semakin menebalkan stigma atas kelompok Islam sebagai pelaku kekerasan berkedok agama. Kenyataannya, dalam kerusuhan-kerusuhan besar di negeri ini, kelompok Islam lebih banyak menjadi objek dan korban. Anehnya banyak umat islam yang latah ikut menyalahkan. Dunia dan media berkolaborasi mengecap umat islam sebagai pelaku.Kapan kita mulai sadar untuk bersatu ? siapa yang diuntungkan dari kejadian ini ? Berikut adalah peristiwa-peristiwa dimana non Islam ikut bermain…...
Situbondo, Tasikmalaya, dan Rengasdengklok, 11 Pebruari 1997
Kerusuhan Situbondo dan Tasikma-laya, menurut psikolog Sarlito Wirawan Sarwono (Kompas, 27 Januari 1997) diprovokasi oleh khutbah-khutbah kebencian para Kyai. Menurut Sarlito, gerakan anti-Kristen ini merupakan produk Orde Baru, seperti tecermin dalam UU Perkawinan yang tidak merestui pasangan beda-agama.
Namun berdasarkan investigasi KIS-DI, latar kerusuhan tidak seperti itu. Ada sejumlah faktor yang menyebabkan rusuh. Pertama, kesenjangan sosial, ekonomi, dan pendidikan yang parah. Dan diperparah dengan sikap eksklusif serta overacting kaum “the have” dari kalangan Kristen dan China.
Kedua, ada persoalan dalam penye-baran agama Kristen di tahun 1970 dan 1980-an. Anehnya, pihak Kristen selalu menolak adanya gerakan Kristenisasi ini. Padahal, umat Islam di bawah merasakan langsung overactingnya para misionaris dalam menyebarkan agamanya. Sebagai contoh, di kota santri Situbondo, dari sekitar 30 gereja yang rusak, hanya 4 yang memiliki izin. Di Rengasdengklok, menurut MUI setempat, masalah gereja ini ibarat bom waktu yang siap meledak setiap saat. Di kota ini, kolusi Kristen dan Cina berlangsung transparan dalam penyebaran agama.
Di kota santri Tasikmalaya, ada 18 gereja berdiri megah dengan formasi bangunan, menurut kalangan Muslim setempat, adalah “gereja mengepung masjid”. Ini aneh, mengingat jumlah penduduk Kristen sangat kecil. Data statistik tahun 1997 menunjukkan, penduduk Muslim 1,5 juta jiwa, Protestan 1.900 jiwa, Katolik 1.900 jiwa, Hindu 285 jiwa, Budha 1969 jiwa, dan Konghucu 1.113 jiwa.
Selama itu umat Islam bukannya berdiam diri. Seperti kasus protes warga Tasik terhadap gereja yang dijadikan rumah di Jl. Gang Karangmanis No.2/4 Tasikmalaya. Bupati dan Walikota Administratif Tasik kemudian menge-luarkan larangan. Tetapi, tidak digubris oleh pihak gereja. Bahkan Gereja Priangan Timur mengeluarkan surat teguran kepada walikota dan mengim-baunya agar lebih menghayati Pancasila.
Ketiga, sikap arogansi kekuasaan dan kebrobrokan birokrasi pemerintah. Sudah lama rakyat melihat dan merasa-kan hal ini. Mereka melihat, orang-orang China begitu mudah mengurus KTP, paspor, dll. Sementara calon TKI diperas habis-habisan dan dipersulit. Suatu ketika, rakyat tidak takut lagi dan secara serentak menyerang aparat pemerintah, karena sudah terlalu jengkel.
Keempat, rekayasa pihak tertentu untuk mencapai tujuan politiknya. Ini sulit dibuktikan, meskipun mereka terlihat jelas saat terjadinya kerusuhan. Logikanya, pihak ini adalah yang menginginkan situasi tidak terkendali, menjatuhkan pemerintah, mengacau kondisi ekonomi, menciptakan citra buruk terhadap umat Islam, mengadu domba antar umat Islam, dan menarik perhatian dan simpati luar negeri (Kristen Barat).
Kerusuhan Jakarta, 13-14 Mei 1998
Kerusuhan membakar Jakarta pada 13-15 Mei 1998. Muncul kemudian isyu perkosaan massal terhadap wanita-wanita China, yang katanya juga dilaku-kan di tengah keramaian seperti di pinggiran jalan tol menuju Bandara Soekarno-Hatta. Di internet, isyu ini dilengkapi dengan foto adegan perkosaan dan penyiksaan, yang belakangan terbukti manipulatif.
Majalah Jakarta-Jakarta No. 609, edisi Juli 1998, menurunkan artikel provokatif dan manipulatif yang ditulis FX Rudy Gunawan. Dalam artikel di halaman 68-69 itu, Gunawan mencomot cerita dari internet tentang tiga perem-puan China yang mengaku sebagai korban perkosaan dalam kerusuham Mei 1998. Menurut pengakuan ketiga wanita yang disebut Vivian, Vera and Veni, itu, si pemerkosa mengatakan, ”Kamu harus diperkosa karena kamu China dan Non-Muslim.”
Rudi juga mengutip The Guardian, yang menulis ”kesaksian” para pemerkosa massal dalam kerusuhan medio Mei 1998, sebelum beraksi meneriakkan takbir ”Allahu Akbar, Allahu Akbar”.
KISDI pimpinan Ahmad Sumargono menggugat tulisan yang datanya absurd dan tendensius itu.
The New York Times edisi 20 Mei 1998, mengungkapkan bagaimana AS terlibat dalam kerusuhan di Indonesia ini untuk menjatuhkan Soeharto. Dalam laporan berjudul: Unrest in Indonesia: The Opposition; US has spent $26 Million Since ’95 on Suharto Opponents, itu, disebutkan bahwa Adnan Buyung Nasu-tion, waktu itu Ketua YLBHI, menerima duit 26 juta dolar Amerika untuk membiayai proyek tersebut.
Dalam dokumen TGPF (Tim Gabu-ngan Pencari Fakta), terungkap bahwa ketika berdebat tentang ada tidaknya fakta perkosaan massal yang tengah di-ulik, seorang pimpinan TGPF menya-takan kepada rekannya: ”Jangankan satu kasus, setengah kasus pun cukup.”
Kerusuhan Ketapang, Jakarta Pusat, 22 November 1998
Awalnya, Irfan, pemuda 22 tahun, bersama ayahnya, Zainuddin, pada malam 21 November dihajar beberapa orang preman beretnis Ambon, yang menjadi centeng di rumah judi bola ketangkasan di kawasan Ketapang. Zainuddin dan Irfan babak belur.
Dini hari kemudian, 22 November, sekitar pukul 03.00 WIB, sekelompok preman Ambon tiba-tiba datang menyer-bu wilayah RW 01 yang berpenduduk 300-an jiwa. Sebuah masjid menjadi sasaran amuk penyerang.
Bentrokan tak terhindarkan. Masing-masing menggunakan senjata tajam. Sebelum subuh, para penyerang mundur. Usai subuh, tak kurang dari 200-an preman Ambon yang berkulit gelap dengan rambut keriting, lengkap dengan senjata tajam seperti golok dan samurai menyerbu lagi.
Warga dibantu FPI, menghadapi serbuan tersebut. Penyerbu kocar-kacir, mundur dan dikejar hingga menjauh.
Rumah judi yang menjadi sarang preman dihancurkan. Turut menjadi korban, 21 gereja dan lima sekolah yang dikelola umat Katolik dan Protestan, sebuah bank dan hotel, kantor Koramil, tujuh rumah penduduk, serta satu masjid hancur dirusak massa. Korban jiwa 13 orang, dan 15 luka berat serta cedera.
Tanpa melihat akar persoalan dan kronologi peristiwa itu, media massa asing memuat besar-besar foto para preman yang sedang dikeroyok oleh warga dan FPI hingga tewas.
Kerusuhan Kupang, NTT, 30 November-1 Desember 1998
Kasus Ketapang ”dibalas” dengan Kasus Kupang, Nusa Tenggara Timur. Awalnya adalah acara perkabungan nasional yang diprakarsai para pemuda Katolik dan Protestan, yang tergabung dalam organisasi Pemuda Katolik, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indone-sia, Gerakan Mahasiswa Kristen Indone-sia, dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia. Acara ini dikaitkan dengan kerusuhan di Ketapang.
Sebagai pembicara, Mayjen (purn) Theo Sjafei membakar emosi massa. Dengan manipulatif dia menggambarkan seolah-olah Indonesia sedang menuju Negara Agama (Islam) yang mengancam eksistensi pemeluk agama lain.
Ratusan massa tak bisa mengelakkan ajakan sang provokator untuk berbuat rusuh. Lima masjid dirusak dan empat lainnya dibakar. Satu asrama haji dan satu mushala juga dibakar. Sebanyak 23 rumah warga dan tiga ruko serta 30 kendaraan bermotor milik warga muslim, dihancurkan serta dibakar.
Dari Kupang, kerusuhan merembet ke beberapa daerah di wilayah NTT, seperti Soe dan Baa, Pulau Rote. Sasarannya pun sama: masjid, mushala, madrasah, dan kediaman warga muslim.
Kerusuhan Ambon, 19 Januari 1999-2001
Ketika umat Islam tengah shalat Iedul Fitri, umat Nasrani menyerbu. Konflik Ambon pun meletus. Dalam tragedi yang telah mengorbankan ratusan jiwa kaum Muslim, setidaknya ada 5 (lima) pihak yang ikut bermain. Pertama, RMS, yang mendeklarasikan kemerdekaan RMS pada 18 Desember 2000.
Mantan Komandan Korem 174 Patti-mura, Rustam Kastor, dalam bukunya ”Fakta, Data dan Analisa, Konspirasi Politik RMS Dan Kristen Menghancurkan Ummat Islam di Ambon-Maluku” (Wih-dah Press, 2000), menyebut beberapa dokumen penting tentang keterlibatan RMS dalam kerusuhan Ambon. Misalnya surat permohonan bantuan dana dari Presidium Sementara RMS-Ambon kepada warga asal Maluku di perantauan. Surat itu bernomor 02/PS.05.1/XI/98 dan bertanggal 14 November 1998, diteken O Pattarima, SH, selaku Ketua Presidium Sementara RMS-Ambon dan Sekjennya Drs. Ch. Patasiwa.
Presiden RMS di pengasingan yaitu Dokter Tutuhatunewa (76), seperti di kutip Tempo edisi 26 Desember 1999 bakhan telah mengucurkan dana perang ke Maluku.
Kedua, kaum Kristen Ambon. Sebagaimana diketahui, sejak Front Kedaulatan Maluku (FKM) memprokla-mirkan kemerdekaan bagi Republik Maluku Selatan (RMS) pada tanggal 18/12 2000 lalu, hingga kini tidak ada satu tokoh Kristen yang menentang pendek-larasian itu. Hal ini wajar karena yang berada di belakang FKM adalah orang-orang Kristen Ambon sendiri.
Ketiga, Batalyon Gabungan atau Yon Gab. Menurut keterangan Kapuspen TNI Marsda Graito Usodo, sebagaimana dikutip Koordinator Kontras, Munir, Yon Gab dibentuk secara khusus; dilantik dan dilatih di Jakarta untuk melakukan operasi-operasi shock theraphy dan “mem-back up” aparat di wilayah Maluku dan berada di bawah komando Pangdam Pattimura. “Itu artinya,” kata Munir, “metode kerja dan perintah kerja itu langsung dari Jakarta.” (TEMPO Inter-aktif, 22/6/2001).
Sekitar 22 jiwa kaum Muslim mela-yang akibat berondongan peluru pasukan Yon Gab yang beranggota prajurit elite Paskhas, Kopassus, dan Marinir (Media Indonesia, 26/6/2011). Dalam peristiwa yang berlangsung Kamis (14/6/2001) di Kebun Cengkeh Ambon itu, kebanyakan korban yang meninggal adalah orang-orang yang sedang sakit dan dirawat di Poliklinik Laskar Jihad Ahlussunnah Wal Jamaah (Republika, Jumat, 22/6/ 2001).
Yang tak kalah menyakitkan, Yon Gab juga disinyalir telah secara sengaja menginjak-injak dan merobek-robek al-Quran (Republika, 26/06/2001).
Keempat, penguasa, termasuk para wakil rakyat. Meskipun tidak secara langsung, diamnya pemerintah, terutama yang selama ini ditunjukkan oleh Pre-siden Abdurrahman Wahid (juga DPR), menjadi bukti bahwa penguasa sengaja ataupun tidak turut berperan dalam memperpanjang konflik dan penderitaan kaum Muslim di Ambon. Gus Dur melarang Laskar Jihad ke Ambon, dan membiarkan Ambon untuk menyele-saikan sendiri masalahnya.
Kelima, pihak asing. Yaitu Belanda yang sejak lama memang menyokong gerakan RMS. Lalu, secara tidak lang-sung, pemerintah AS juga disinyalir ikut bermain dalam berbagai konflik yang terjadi di Indonesia, termasuk Ambon. Hal ini diungkapkan Dr. AC Manullang, Mantan Direktur Intelejen BAKIN. Dalam wawancaranya dengan Koran Tempo, ia menyatakan bahwa ada keterlibatan CIA dalam berbagai kerusuhan seperti di Aceh, Sampit, Kapuas, Pangkalan Bun, Ambon, Irian, dan daerah lain. Tujuannya adalah agar Indonesia chaos (Koran Tempo, 20/4/2001).
Poso, Desember 1998-2006
Pada 25 Desember 1998, Roy Runtu (Kristen) mabuk dan membacok Ridwan (muslim) yang sedang berada di masjid. Bentrokan pun terjadi. Sebanyak 100-an orang luka-luka, tiga sepeda motor dibakar dan sejumlah rumah penduduk rusak. Kerusuhan demi kerusuhan pun meletus hingga beberapa tahun 2007.
Menurut agen International Crisis Group, Sidney Jones, kawasan Maluku dan Poso merupakan ajang jihad dan penegakan syariat Islam bahkan ujicoba untuk pembentukan sebuah negara Islam.
Namun, Brigjen Polisi Oegroseno, mantan Kapolda Sulawesi Tengah, pernah mengingatkan bahwa konflik Poso tak bisa dianggap selesai (setelah Deklarasi Malino) karena suatu saat akan meledak lagi. Hal itu disampaikannya seusai menyerahkan jabatan Kapolda Sulteng kepada Kombes Badrudin Haiti di Mabes Polri, Jakarta, 31 Agustus 2006.
Oegroseno dimutasi setelah sebelum-nya memperlambat eksekusi Tibo cs dan berupaya menyelidiki 16 nama yang disebut Tibo terlibat dalam aksi di Poso. Ke-16 nama tersebut antara lain: Yanis Simangunsong, L Tungkanan, Eric Rombot, Mama Wanti, Luther Maganti, Drs. J. Santo, J. Kambotji, Drs. Sawer Pelima, Pendeta Renaldy Damanik, Paulus Tungkanan, Angki Tungkanan, Lempa Deli, dan Yahya Patiro (mantan Sekab Poso). Termasuk peranan Melly, istri kedua konglomerat Taipan Eka Tjipta Wijaya, yang pada awal-awal konflik Poso disebut-sebut sebagai salah seorang pemasok dana untuk pihak Kristen.
Tibo dkk juga pernah mengungkap beberapa nama yang disebutnya dengan panggilan “Jenderal” seperti Jenderal H, Jenderal R dan Jenderal T. Jenderal H menurut pengakuan Tibo dkk berperan sebagai aktor intelektual di balik per-tikaian berdarah di Poso.
Sejak 22 September sampai 25 Okto-ber 2006 telah terjadi 11 kali ledakan bom, lima kali penemuan bom, 16 kali pem-bakaran, dan 10 kali perusakan yang terjadi di Poso. Dua di antara bom yang meledak menewaskan dua warga Poso.
Setelah Pendeta Irianto Kongkoli pejabat Ketua Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) ter-tembak mati 16 Oktober 2006, Menko Polhukam Widodo AS dan Kapolri Jen-deral Polisi Sutanto mengatakan, pelaku penembakan itu merupakan bentuk teror. Mabes Polri pun lalu mengirim Densus 88.
Namun reaksi mereka tak sesigap dan segalak ketika dua warga muslim dibunuh oleh amuk massa di Poso, 2 September 2006, sehari pasca eksekusi mati Tibo.
Setelah Densus 88 beraksi, dalam tempo relatif singkat sudah 11 orang Poso diperiksa. Sejumlah nama pun dinya-takan masuk DPO.
Wakil Ketua Komisi III DPR yang membidangi hukum dan HAM, Almuz-zammil Yusuf, mengkritik kepolisian soal pengumuman sejumlah nama pada DPO ini. Menurutnya, pengumuman DPO itu memunculkan kesan polisi sedang me-nyudutkan umat Islam; seolah umat Islam berada di balik berbagai pelanggaran di Poso.
Apalagi, diduga nama-nama itu tidak akurat. Inilah yang menjadi sebab utama terjadinya bentrokan antara anggota Brimob dengan warga pada 22-23 Oktober 2006.
Ketua Forum Silaturahim Perjuangan Umat Islam Poso Adnan Arsal, mengeluh-kan pengepungan polisi terhadap Tanah Runtuh, Gebang Rejo, yang merupakan Kompleks Pesantren Amanah pimpinan-nya. Pengepungan berbuntut bentrokan antar polisi dan warga Gebang Rejo yang menewaskan seorang warga.
Penolakan terhadap pasukan Brimob dan Densus 88, juga terjadi ketika kasus Ambon meledak. Pasalnya, mereka dinilai tidak adil.
Puncak antipati warga Poso terhadap aksi Densus 88 berujung pada insiden penyerangan terhadap empat orang ang-gota pasukan itu pada 8 Mei 2006 yang akan menangkap seorang warga dengan cara koboi.
Insiden Monas, 1 Juni 2008
Peristiwa Monas, awal Juni lalu, merupakan makar yang melibatkan komplotan Ahmadiyah, Sipilis, aparat keamanan, dan Amerika serta Australia dengan dukungan media yang mereka kuasai. Selain mendiskreditkan ormas Islam (fokusnya FPI) dan tokoh (terutama Habib Rizieq dan Munarman) serta perjuangannya, makar juga untuk meng-alihkan skandal BBM, Bioenergy, dan Namru-2.
”Alhamdulillah,” Ulil Abshar kegi-rangan melihat FPI dinistakan, dikepung, digeledah, dan aktivisnya ditangkapi polisi.
“Lil, penggerebekan itu cuma tahap awal. Perjuangan harus jalan terus. Preman-preman berjubah dan para simpatisannya masih terus bergen-tayangan, termasuk di milis ini. Jadi, tahanlah dulu alhamdulillah-mu,” tulis Luthfi Assyaukanie, dalam percakapan via email.
Pemerintah Amerika Serikat melalui kantor Kedutaan Besarnya di Jakarta ikut mengutuk aksi FPI ini. Dalam pernyataan persnya (2/6), Kedubes AS di Jakarta menyebutkan, tindak kekerasan seperti yang dilakukan FPI ini akan berdampak serius terhadap kebebasan beragama dan berkumpul di Indonesia dan akan menimbulkan masalah keamanan.
Melalui korespondennya di Jakarta, Stephen Fitzpatrick, Suratkabar “The Australian” menurunkan berita berjudul “We`ll wage war: Indonesian Muslim hardliners” (Kami Akan Nyatakan Perang: Para Muslim Indonesia Garis Keras”.
Aksi kekerasan yang terjadi pada 1 Juni lalu itu merupakan sebuah ironi karena hari itu adalah Hari Lahir Pancasila, ideologi negara yang justru menjamin kebebasan beragama, sebut surat kabar milik raja media Rupert Murdoch ini.
“The Australian” menggunakan istilah “Islamist thugs” (penjahat Islam yang kejam-red.) untuk menyebut para pengikut FPI yang menyerang para anggota AKKBB dalam beritanya.
Sementara itu, jaringan pemberitaan ABC menurunkan berita berjudul “Indonesia faces pressure to act against extremists” (Indonesia Ditekan untuk Tindak Para Ekstrimis).
Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa sikap pemerintah dan polisi yang membiarkan para pengikut FPI meng-ancam hak azasi manusia para warga negara Indonesia mendapat kecaman para korban kekerasan, aktivis HAM dan media setempat.
Itulah gambaran dari kolaborasi kaum JIL dan non islam untuk menghancurkan islam. Akhirnya kita sepakat, ” siapa yang dituduh siapa yang menuduh !” . (suara-islam)
Apa Kabar Pria Berpistol AKKBB ?
Masih ingat kasus Pria Berpistol dari AKKBB ? Setelah pria itu menyerah, polisi bilang pistol itu mainan. Berikutnya, polisi bilang pistol itu hilang. sudah tiga bulan kasus ini bergulir, namun entah kemana kasus ini menguap. Mengapa hanya habib Riziq dan munarman saja yang di usut. Lalu kapan AKKBB akan di periksa, masihkah ada keadilan di negeri ini ?
Pria berpistol, bertopi merah, berkaos putih, dan berpita merah putih tanda peserta AKKBB itu akhirnya terkuak jatidirinya. Dia adalah seorang polisi. Namanya Iskandar Saleh. Pangkatnya Brigadir Kepala. Saat ini pria ini bertugas di unit Wakalantas satuan lalu lintas Polres Metro Tangerang.
Terungkapnya keterlibatan polisi da-lam insiden Monas ini sekaligus memban-tah pernyataan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nata-prawira sebelumnya yang menyatakan pria berpistol itu bukan anggotanya. ”Kami belum tahu pria berpistol yang ada di foto itu. Kami akan cari tahu. Yang jelas, dia bukan anggota polisi,” katanya Senin (16/6) di Mabes Polri.
Iskandar menyerahkan diri. Tapi menurut versi polisi, Provost yang me-nangkapnya. Dalam pemeriksaan, versi polisi, Bripka Iskandar mengaku bahwa ia berada di Monas pada 1 Juni 2008 karena mendampingi ibu mertua, istri dan kedua anaknya yang mendapat undangan dari Pengurus Ahmadiyah Kota Tangerang guna menghadiri aksi damai peringatan hari lahir Pancasila yang diorganisir oleh Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). “Keluarga anggota polisi itu adalah pengikut aliran Ahmadiyah,” kata Abu-bakar.
Menurut Kepala Divisi Humas Polri, Iskandar datang ke acara itu atas inisiatif sendiri karena sedang lepas dinas. Bripka Iskandar juga mengaku bahwa ia meng-acungkan senjata untuk melindungi mertua, istri dan anaknya. “Tetapi, ia mengaku bahwa senjata yang diacungkan saat itu adalah senjata mainan. Tetapi, keberadaan senjata itu belum diketahui sampai sekarang karena katanya hilang di sekitar Monas saat ia melarikan diri bersama keluarganya,” katanya.
Abubakar menyatakan meskipun Iskandar mengaku senjata itu hanya mainan, namun Polda Metro Jaya akan terus membuktikan apakah yang diacung-kan itu senjata mainan atau bukan, senjata dinas atau senjata api namun ilegal. Dalam pemeriksaan administrasi di Polres Tangerang, terungkap bahwa ha-nya 74 anggota satuan lalu lintas Polres Tangerang yang memegang senjata api dan nama Bripka Iskadar tidak termasuk di dalamnya.
Namun saksi mata yang tidak mau disebut namanya, kepada Suara Islam menyatakan bahwa Iskandar sempat meletuskan pistolnya dua kali ke udara. Kemudian yang bersangkutan lari naik ke mobil yang menghampirinya melalui kaca mobil bagian samping. Mobil lalu mela-rikan diri ke arah tenggara Monas. Ia yakin betul Iskandar bukan membawa pistol mainan. ”Apa ya masuk akal, polisi bawa-bawa pistol mainan? Lalu buat apa?” katanya.
Berita terbaru menyatakan pistol Iskandar hilang. Entah ini pistol yang mana, yang mainan atau yang betulan. Tampaknya, kata saksi itu, ada upaya polisi untuk menghilangkan jejak keter-libatan polisi dalam kasus ini. Barang bukti dihilangkan. Polisi tidak ingin malu. Sayangnya, fakta demi fakta yang ditun-jukkan oleh pembelaan justru makin mempertegas bahwa ada kebohongan di balik keberadaan Iskandar dan pistolnya.
Untuk memperkuat bahwa Iskandar tidak menembak, polisi menggunakan orang yang disebut oleh pers sebagai pakar telematikan Roy Suryo. “Saya telah analisis video yang menggambarkan kronologis terjadinya peristiwa dan di situ terlihat bahwa kekerasan akibat adanya orang yang menggerakkan dan bukan karena acungan senjata api,” kata Roy.
Beberapa hari setelah penyerbuan itu beredar foto di berbagai media massa. Menurut analisis Roy, foto itu sengaja dicetak dulu, lalu di-scan ulang sebelum diedarkan. “Jadi, sebelum diedarkan, dicetak dulu, lalu di-scan seolah-olah ada usaha untuk menghilangkan data. Saya curiga kenapa harus di-scan dulu,” katanya.
Nyatanya, ini yang tidak diketahui Roy Suryo, foto itu baru beredar beberapa hari kemudian karena pemotret ini bukanlah berasal kedua belah pihak. Menurut peng-acara Munarman, foto itu justru berasal dari seseorang yang sedang berada di tempat kejadian dan mengabadikan keja-dian tersebut. Soal diperbanyak dengan scan, tidak ada masalah karena memang fotonya asli. Diperbanyak dengan foto-kopi juga bisa-bisa saja.
Sebagai professional, kalau memang professional, kata sumber SI, Roy Suryo telah bertindak terlalu jauh. Ia bukan sekadar mengamati tapi sudah meng-ambil kesimpulan dan mengarahkan opini bahwa foto itu tidak benar.
Kini tiga bulan telah berlalu kasus ini bergulir, Namun kita tidak lagi mendengar perkembangan kasus pria berpistol tersebut. Pak polisi yang baik, apa kabar pria berpistol ?
Ayo Berdayakan Wakaf Secara Produktif
JAKARTA–Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan dan bahu membahu untuk memberdayakan wakaf secara produktif. ”Potensi kekayaan wakaf dalam jumlah besar yang kita miliki memungkinkan kita untuk berbuat lebih konkrit buat kesejahteraan masyarakat. Saatnya kita melakukan aksi-aksi yang menyentuh langsung terhadap kebutuhan masyarakat secara terencana dan akuntabel melalui lembaga-lembaga keagamaan seperti wakaf,” kata Menag saat membuka seminar nasional wakaf produktif Badan Wakaf Indonesia (BWI) sekaligus mencanangkan program gerakan wakaf Indonesia di Jakarta Rabu 6/8).
Lebih lanjut dikatakan Menag bahwa bukan waktunya lagi terpaku pada wacana yang kurang bermanfaat bagi pengembangan umat tanpa dibarengi dengan aksi-aksi konkrit secara optimal. ”Apalagi perangkat hukum telah diterbitkan dengan adanya peraturan perundang-undangan wakaf, kebijakan strategis berupa proyek-proyek percontohan wakaf produktif di berbagai daerah di Indonesia, serta kebijakan makro berupa political will yang dapat dijadikan semacam ‘darah segar’ bagi pihak-pihak yang terkait dengan wakaf,” papar Menag.
Dikatakan Menag bahwa jika mencermati kekayaan wakaf yang dimiliki, khususnya wakaf tanah yang memiliki luas lebih dari 1,8 milyar meter persegi , sebenarnya dapat diberdayakannya secara lebih optimal. ”Tentu tidak semua tanah wakaf harus dikelola secara produktif, dalam arti harus menghasilkan uang. Tetapi setidaknya dari jumlah tersebut sekitar 10 persen dapat dikelola secara profesional,” papar Menteri Agama.
Selain itu menurut Menag, potensi wakaf uang juga sangat menjanjikan. Karena wakaf dalam bentuk ini tidak terikat dengan kepemilikan kekayaan dalam jumlah besar. ”Siapapun yang berkeinginan untuk mendermakan sebagian hartanya, dapat berwakaf dengan uang,” tambah Maftuh.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Badan Pelaksana BWI Tholchah Hasan, BWI kini sedang gencar mencanangkan gerakan wakaf produktif melalui wakaf uang yang selama ini belum membumi di Indonesia. ”Selama ini wakaf hanya dipahami sebatas wakaf tanah, padahal wakaf bisa berupa benda bergerak seperti uang, logam muliadan surat berharga,” kata Tolchah.
Dana yang diwakafkan, menurut Tolchah, tidak akan berkurang jumlahnya. Bahkan dana itu akan berkembang melalui investasi yang dijamin aman dan hasilnya akan bermanfaat untuk peningkatan prasarana ibadah dan aktivitas sosial seperti pendidikan dan penanggulangan kemiskinan, dan peningkatan ekonomi umat.
Tolchah Hasan menambahkan, BWI bertekad untuk melakukan investasi harta wakaf, baik berupa tanah dan uang di sektor property, perkebunan, manufaktur, rumah sakit dan sebagainya. Menurutnya, Indonesia menyimpan potensi wakaf yang sangat besar. Sampai Oktober 2007 jumlah seluruh tanah wakaf sebanyak 366.595 lokasi dengan luas 2.686.536.565,68 m2. ”Namun potensi ini belum digali dan dimanfaatkan secara optimal karena masih dikelola secara konvensional,” tandasnya.
BWI sebagai lembaga independen, kata Tolchah, bermaksud mengembangkan perwakafan di Indonesia, yang memiliki tugas dan wewenang untuk melakukan pembinaan nazhir, regulator perwakafan serta sebagai nazhir berskala nasional dan internasional.[ republika.co.id]
Sanggahan tentang Kriteria calon Presiden dari Kubu PKS
DPP Partai Keadilan Sejahtera membantah mensyaratkan latarbelakang pendidikan minimal doktor bagi calon presiden yang akan diusung partai itu. Hal Ini menyusul pemberitaan di salah satu media massa yang menyebutkan syarat minimal latarbelakang pendidikan capres yang akan diakomodir PKS harus memiliki gelar doktor.
Ketua DPP PKS Tifatul Sembiring mengatkan hal itu kepada okezone, hari ini. Menurut Tifatul media yg mempublikasikan pernyataan capres PKS minimal harus memiliki gelar doktor beberapa waktu lalu itu adalah kesalahan pengutipan . Tifatul menegaskan tidak pernah memberikan pernyataan syarat minimal agi capres dari PKS harus bergelar P.hD apalagi yang berasal dari luar negeri.
Ba’asyir mengundurkan diri dari MMI
Jakarta – Ustad Abu Bakar Ba’asyir mundur dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Amir MMI ini mundur sejak 13 Juli 2008 karena merasa sistem organisasi MMI belum sesuai dengan syariat Islam. Secara resmi, pria kelahiran Jombang 17 Agustus 1938 ini telah mengirimkan surat pengunduran diri pada 19 Juli 2008.
Keputusan yang mengejutkan diambil Ustad Abu Bakar Ba’asyir. Aktivis islam yang merupakan sesepuh MMI mundur dari keanggotaan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), organisasi pergerakan Islam, yang dipimpinnya.
Seperti tertuang dalam situs ABB Center, Selasa (5/8/2008), Ba’asyir mundur secara resmi MMI sejak 13 Juli 2008. Mundurnya ‘Si Mata Singa’ ini juga telah disampaikan dalam sebuah kesempatan dalam agenda rapat AHWA (Ahlul Halli Wal Aqdi) MMI yang digelar 13 Juli 2008 lalu di kantor pusat MMI Yogyakarta.
Ba’asyir yang menjadi amir (ketua) mundur dari MMI karena menganggap sistem organisasi MMI masih tidak sesuai dengan syariat Islam. Ba’asyir mengaku sudah memberikan peringatan kepada jajaran MMI untuk memperbaiki sistem, namun tidak terealisasikan.
Ba’asyir melihat sistem keorganisasi di MMI seperti layaknya organisasi jahiliyah yang menjadikan pemimpin hanya sebagai simbol yang menjalankan keputusan rapat majelis tertingginya. Pemimpin tidak memiliki otoritas apa pun untuk mengambil keputusan jika bertolak belakang dengan hasil keputusan rapat.
“Sistem kepemimpinan seperti ini tidak ada dalam sejarah Islam. Dalam Islam hanya mengenal sistem berorganisasi yang disebut dengan jamaah wal imamah yaitu pemimpin mempunyai otoritas penuh untuk mengambil keputusan setelah bermusyawarah dengan majelis syuro, lalu amir-lah yang mengambil keputusan akhir walaupun keputusan itu tidak populer dalam majlis syuro, dan seluruh anggota baik di majelis syuro hingga tingkat bawah harus sami’na wa atha’na siap taat melaksanakan bersama,” kata Ba’asyir.
Menurut pendiri Pondok Pesantrean Al Mukmin Ngruki ini, tujuan perjuangan MMI sudah benar, yaitu menegakkan syariat Islam di Indonesia. “Jalan yang dipilih untuk mencapai cita cita itu juga sudah benar yaitu dakwah wal jihad, tetapi sistem keorganisasiannya inilah yang masih perlu diperbaiki, dan saya sebagai pemimpin merasa bertanggung jawab untuk meluruskan jika ada yang masih kurang tepat dalam organisasi yang saya pimpin. Itu konsekwensi seorang pemimpin,” kata Ba’asyir dalam situs ABB Center.
Ba’asyir telah mengirimkan surat pengunduran dirinya secara resmi pada 19 Juli 2008. Dalam surat pengunduran resmi yang dikirimkan ke kantor pusat MMI dan berbagai LPW dan LPD MMI di berbagai daerah, Ba’asyir menyatakan masih siap bekerja sama dengan MMI dalam hal-hal yang sesuai dengan syariat Islam.
Berikut surat pengunduran diri Ba’asyir kepada Pimpinan Pusat MMI seperti tercantum dalam situs ABB Center, Selasa (5/8/2008):
Surat Pernyataan Amirul Mujahidin Abu Bakar Ba’asyir
Dengan bertawakkal kepada Allah SWT saya mengambil keputusan menyatakan mundur dari Majelis Mujahidin demi kelancaran perjuangan menegakkan syariat Islam, baik untuk diri saya maupun Majelis Mujahidin dengan alasan sebagai berikut :
1. Menurut keyakinan saya, Majelis Mujahidin sebagai sebuah institusi perjuangan Islam masih menerapkan sistem kepemimpinan yang tidak dikenal di dalam ajaran Islam, meskipun tujuan perjuangannya sudah Islami.
2. Sejak saya diangkat menjadi pimpinan AHWA di Majelis Mujahidin (Amir Mujahidin), saya sudah melihat kekeliruan ini dan saya juga sudah berusaha untuk menolak diangkat menjadi Amir Mujahidin, tetapi karena banyaknya desakan, maka saya menerima jabatan itu untuk sementara demi kemaslahatan dan dengan tekad bahwa pada suatu hari saya berharap akan bisa memperbaiki kekurangan ini.
3. Selama masa jabatan saya sebagai Amir Mujahidin, saya belum memiliki kesempatan yang cukup untuk meluruskan kekurangan ini karena baru dua tahun saya menjabat, saya harus menerima ujian penjara oleh musuh-musuh Allah. Maka setelah saya bebas dari penjara, saya mulai mengajak jajaran pengurus organisasi ini untuk kembali kepada sistem kepemimpinan yang sesuai dengan ajaran Islam yakni sistem Al-Jamaah wal Imamah.
4. Saya sudah berusaha mengajak segenap pengurus dan anggota MMI untuk kembali kepada sistem kepemimpinan yang Islami, namun selama ini mendapatkan penolakan dari beberapa orang pengurus dan anggota MMI yang nampaknya belum bisa diselesaikan di dalam Intern organisasi.
Oleh karena sebab-sebab di atas, maka saya menyatakan mundur dari Majelis Mujahidin walaupun saya masih siap bekerja sama dalam perjuangan menegakkan kalimah Allah selagi masih di atas cara yang syar’i dan sesuai sunnah Nabi SAW. Serta memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh anggota Majelis Mujahidin jika selama masa jabatan saya menjadi Amir Mujahidin ada kesalahan yang saya lakukan, semoga Allah mengampuni dan selalu merahmati kita semua.
Demikian surat pernyataan mundur ini saya buat, semoga menjadi pilihan yang direstui oleh Allah.
Wassalamualaikum Wr Wb
Ngruki, 16 Jumadits Tsani 1429 H/19 Juli 2008 M
Abu Bakar Ba’asyir
Mengaku Nabi malah Memperkosa
Orang yang mengaku sebagai nabi sepertinya tak pernah habis. Setelah kasus Ahmad Moshaddeq muncul, kini Chandra (54) pria asal Lampung mengaku sebagai nabi. Namun parahnya pria itu kini ditahan karena dituduh memperkosa tetangganya. Semakin terliat bahwa tanda-tanda kiamat sudah semakin dekat.
Chandra digiring ke kantor polisi setelah Is (19) tetangganya di Jalan Terusan Enim Gang Rajawali Pahoman Bandar Lampung itu mengadukan perbuatan cabul Chandra yang dilakukan dua kali pada Jumat 1 Agustus 2008 lalu. Menurut Is kepada polisi, pelaku menodainya sebanyak dua kali yaitu pada pukul 11.00 dan 13.00.
Is sendiri sudah berstatus sebagai istri dan baru menikah lima bulan lalu. Saat peristiwa terjadi sang Suami tidak ada di rumah karena bekerja sebagai sopir pribadi seorang manajer salah satu perusahan multinasional di Lampung. Chandra ditangkap 4 jam setelah peristiwa terjadi.
Menurut Kasat Reskrim Poltabes Bandar Lampung, Namora Simandjuntak, pelaku masuk ke rumah korban dengan dalih akan mengajarkan Al Quran dan meyakinkan soal kenabiannya.
Kemudian Chandra memeluk paksa dan mendekap mulut korban yang mencoba berteriak. Korbanpun dipaksa untuk berhubungan intim.
Kepada polisi, Chandra mengaku baru mengenal Is dua minggu dan tidak pernah datang ke rumah Is sebelumnya. Pada saat itu Chandra mengaku hanya menjelaskan Al Quran terhadap Is.
“Saya mendatangi siapapun yang ingin mengetahui ajaran Islam versi saya. Siapapun yang ingin tahu, saya akan berikan kopian salinan itu,” ujar Chandra saat diperiksa polisi, Senin (4/8/2008).
Chandra menganggap tudingan perkosaan terhadap dirinya sengaja direkayasa warga yang tidak suka terhadapnya.
“Ini rekayasa. Dan ini hanya ujian dari Allah karena bagi saya kebenaran tak akan muncul tanpa pengorbanan,” tandas Chandra.
Sebelum sempat dibawa ke Poltabes Bandar Lampung Jumat 1 Agustus Chandra sempat dipukuli massa. Tetangga sekitar rumah Chandra memang sudah lama geram dengan Chandra yang mengaku sebagai nabi sejak 2004 itu.
Sementara itu kondisi Is masih Shock. Dia lebih banyak diam dan tidak mau diwawancara. Hasil visum menunjukan ada luka robek pada kemaluannya. Dan ditemukan sperma.
Chandra sendiri mengaku diangkat sebagai nabi sejak 2002. Itu terjadi saat usaha bengkel las miliknya gulung tikar. Menurut pengakuan Chandra saat usahanya bangkrut, dia diusir oleh pemilik rumah kontrakan di Jalan Ani Pahoman yang ia huni.
“Saat itu saya bermunazat dengan membuka Al Quran. Di situ perhatian saya langsung tertuju ke salah satu ayat yang berbunyi tiada musibah menimpa diri kamu melainkan seizin Allah dan jika kamu bertakwa kepada Allah, maka Dia akan membimbingmu ke jalan yang lurus,” kisah Chandra .
Saat itu Chandra mengaku dalam perenungannya ia didatangi Jibril. Namun dia mulai berani memberitakan kenabiannya pada 2004. Pengakuan Chandrapun sempat diangkat media lokal sekira dua bulan lalu.
Chandra bahkan mengaku pernah berdebat dengan MUI untuk menegaskan kenabiannya. “saya memakai ayat Al-Azhar ayat 40 sebagai dasar yang dianggap tidak bertentangan dengan ayat -ayat lain,” terangnya
Chandra lalu menyebarkan risalah sebanyak 40 lembar dengan berbagai petunjuk yang menerangkan tentang dirinya sebagai juru seamat.
Namun dia menepis tuduhan bahwa dia mengajarkan sahadat yang berbeda dengan yang diakui pemeluk Islam umumnya. Tidak, sahadat saya tetap sahadat Islam dan saya meyakini rasul terakhir adalah Muhammad. Tapi setiap orang bisa diangkat sebagai nabi dan juru selamat,” bela dia.
Pengakuan itu dibantah seorang warga yang mengaku pernah berbincang dengan Chandra. Menurutnya dia pernah ditantang untuk masuk ke ajarannya dengan sahadat khusus. “Bohong kalau tidak ada sahadat khusus. Saya ditantang untuk baca sahadat versi dia,” jelas pria yang tak ingin disebut identitasnya itu.
Sementara itu keluarga Chandra di Jalan Terusan Enim Rajawali diusir warga pada Minggu 3 Juli 2008 kemarin.Berdasarkan pantauan di lokasi, Senin (4/8/2008), rumah Chandra di Pahoman memang tampak kosong tanpa perabotan. Mengenai hal ini Chandra mengaku sudah bertemu keluarga. “Saya tahu keluarga saya diusir saya sedih,” katanya.
Keluarga Chandra kini mengungsi di rumah kerabat di kecamatan Sukarame Bandar Lampung. Chandra sendiri memiliki enam anak dan satu istri. Dia mengakui, dua anaknya memilh hengkang dari rumah sejak 2004 karena tidak mengakui kenabian Chandra.
Gara-gara Toilet Pejabat Dihukum Mati
Seorang mantan pejabat China divonis mati gara-gara sebuah toilet luber. Kok bisa? Ya, toilet itu mengungkap kebobrokan si pejabat yang korup. Mudah-mudahan kisah ini menjadi ibroh bagi para pelaku korupsi
Yan Dabin adalah mantan direktur transportasi kota Wushan di barat daya China. Ia, Jumat (1/8) lalu, divonis mati dengan tuduhan menerima suap hingga 22,3 juta yuan atau setara Rp 30 miliar sebagai imbalan karena memberikan kontrak pembangunan jalan dan jembatan. Demikian dilaporkan CBSNews mengutip kantor berita Xinhua.
Lalu apa hubungannya dengan toilet bocor? Sebelum Yan ditangkap, seorang warga menelepon polisi karena ada air mengucur dari apartemen kosong di atasnya. Apartemen kosong itu ternyata milik Yan.
Seorang petugas polisi dikirim untuk membantu seorang pekerja pemeliharaan di apartemen Yan. Saat itulah ia tahu penyebab melubernya air di toilet. Ternyata di dalam tandon air di toilet ada delapan kardus berisi uang total 9,39 juta yuan.
Tak hanya Yan yang jadi pesakitan. Istrinya pun divonis tiga tahun penjara dengan tuduhan pencucian uang lebih dari 9 juta yuan dengan cara membeli rumah.
Ba’asyir:Jika Presiden Membela Ahmadiyah siap-siaplah dilaknat Allah SWT !.
siapa saja yang mengaku Islam, tapi mau membantu Ahmadiyah, dan setelah diberi pengertian, tetap membela Ahmadiyah Insya Allah dia murtad.Ahmadiyah lebih berbahaya dari pada PKI, karena orang sudah mengetahui kalau PKI adalah kafir, akan tetapi Ahmadiyah dengan menggunakan lafaz yang lazim diucapkan umat Islam.
Aksi damai yang dilakukan oleh Gerakan Cinta Nabi Muhammad SAW bersama dengan Forum Umat Islam dengan agenda tuntutan Pembubaran Ahmadiyah dengan Keputusan Presiden, yang diadakan di depan Istana, Jakarta Pusat, Senin (4/7), mendapat dukungan dari Amir Majelis Mujahidin Indonesia Ustadz Abu Bakar Ba’ayir. Di tengah teriknya matahari menjelang siang, Pimpinan Pondok Pesantren Ngruki, Solo, ini dengan lantangnya menyatakan tekadnya bersama umat Islam lain untuk memerangi musuh Islam, seperti kelompok Ahmadiyah.
“Ahmadiyah adalah musuh umat Islam, Ahmadiyah dalah kafir harbi. kafir yang sedang aktif memerangi Islam meskipun tidak dengan senjata. Tetapi dia memerangi Islam dengan ajarannya untuk obok-obok Islam dari dalam oleh kare siapa saja yang mengaku Islam, tapi mau membantu Ahmadiyah, dan setelah diberi pengertian, tetap membela Ahmadiyah Insya Allah dia murtad. Ahmadiyah wajib dibubarkan, ” tegas Ba’asyir di sela-sela aksi.
Ia mengatakan, siapa saja yang mengaku Islam, tapi mau membantu Ahmadiyah, dan setelah diberi pengertian, tetap membela Ahmadiyah Insya Allah dia murtad.
“Kalau mati tidak boleh dikuburkan dalam kuburan Islam, karena dia membela musuh Allah dan musuh Rasul, musuh umat Islam, ” ujarnya.
Oleh karena itu, lanjut Ba’asyir, umat Islam wajib bertekad dengan sabar untuk menuntut dibubarkannya atau dijadikan kelompok diluar Islam untuk berpura-pura mengamalkan ajaran Islam yang benar, dan ini sangat berbahaya.
Ia menegaskan, Ahmadiyah lebih berbahaya dari pada PKI, karena orang sudah mengetahui kalau PKI adalah kafir, akan tetapi Ahmadiyah dengan menggunakan lafaz yang lazim diucapkan umat Islam.
“Maka umat Islam harus bertekad, siapa saja umat Islam yang di dalam hatinya tidak ada menaruh permusuhan dan berusaha memerangi Ahmadiyah imannya lemah, ” imbuhnya.
Ba’asyir pun mengingatkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan menterinya untuk bersikap lebi berani dalam memerangi Ahmadiyah, apabila tidak ingin dilaknat Allah SWT.
Selain menuntut pembebasan terhadap Habib Rizieq, Munarman dan Anggota Laskar Islam, peserta aksi ini juga melakukan penggalangan dana untuk membantu para mujahid yang masih berada ditahan. Dimotori oleh Ketua MUI KH. A. Cholil Ridwan, mereka mengumpulkan uang dengan dilempar secara estafet dari belakang ke arah depan, sambil mengumandangkan shalawat badar.
Cholil Ridwan menjelaskan, berdasarkan hasil rapat antara MUI Pusat dengan Forum Umat Islam (FUI), dirinya terpilih untuk mengemban amanah mengumpulkan sumbangkan tersebut.
“Saya sudah berhasil mengumpulkan dana sekitar 14 juta rupiah, di Bank Syariah, sudah diserahkan kepada Habib Rizieq secara langsung 14 juta lebih, yang lalu 7, 9 juta, termasuk Munarman dan tujuh orang anggota laskar Islam, ” katanya.
Cholil pun membacakan sebuah hadist yang artinya “Barang siapa yang memberikan perbekalan kepada para mujahid, dia mendapat pahal jihad, seperti yang diamalkan para mujahid itu.”
Namun, lanjutnya, bagi yang tidak sempat memberikan bantuan dalam aksi tersebut, bisa disetor melalui ATM melalui rekening Share-Bank Muamalat, bisa dimintakan nomornya melalui pesawatnya telp. 021-8710969. (eramuslim)
Besok Kepung Istana Tuntut Bubarkan Ahmadiyah !
” Pak Presiden , Silakan buka dan baca anggaran dasarnya, di sana jelas disebutkan bahwa anggota Ahmadiyah bertugas menyebarluaskan ajaran pemimpin tertingginya, Mirza Ghulam Ahmad.”
Ribuan umat Islam dari berbagai elemen di Kota Solo, Jawa Tengah, Ahad (3/8) siang, menggelar aksi damai mendesak pembubaran Ahmadiyah. Aksi yang dipusatkan di Alun-alun Utara Keraton Surakarta itu diawali dengan orasi sejumlah tokoh, seperti Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma`ruf Amin dan Ketua Tim Pembela Muslim Mahendradatta.
Ma`ruf Amin dalam orasinya menegaskan agar Ahmadiyah dibubarkan sampai ke akar-akarnya atau menyatakan diri keluar dari Islam. Sebab, ajaran yang diterapkan keluar dari aqidah Islam. “Ahmadiyah nyata-nyata sesat dan menyesatkan,” kata dia. “Penilaian itu bukan hanya berasal dari MUI saja, tetapi juga dari sejumlah negara lain.”
Seruan keras juga dikatakan Mahendradatta. “Tak perlu repot-repot mencari buktinya karena semua itu sangat mudah ditemukan,” ucap ia. “Silakan buka dan baca anggaran dasarnya, di sana jelas disebutkan bahwa anggota Ahmadiyah bertugas menyebarluaskan ajaran pemimpin tertingginya, Mirza Ghulam Ahmad.” Mahendrata mengatakan, surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri tentang Pembekuan Ahmadiyah yang diterbitkan pemerintah, sama sekali belum memuaskan.
Dalam aksi itu disampaikan pernyataan sikap, antara lain mendukung fatwa MUI bahwa Ahmadiyah sesat dan menyesatkan, memohon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membubarkan Ahmadiyah, anggota Ahmadiyah yang ingin kembali ke Islam akan dibimbing, serta meminta pemerintah agar memfasilitasi warga Ahmadiyah yang meminta suaka politik.
Sementara itu Forum Umat Islam (FUI) bersama Gerakan Cinta Nabi Muhammad saw akan menggelar kembali aksi damai menuntut pembubaran ajaran sesat Ahmadiyah melalui Keputusan Presiden (Keppres) pada hari Senin (4/8) di depan Istana Negara, Jakarta. Aksi ini bakal diikuti oleh massa para pecinta Nabi Muhammad saw, gabungan Pondok Pesantren dan Majelis Taklim se-Jabodetabek bersama para ulama dan habaib serta ormas-ormas dan partai Islam yang tergabung dalam FUI.
Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath berharap dengan aksi damai bubarkan Ahmadiyah Senin nanti, Presiden dapat menjalankan fungsinya sebagai pelindung akidah rakyat. “Apalagi menurut hadist Nabi, imam itu adalah perisai. Ia berfungsi melindungi rakyatnya bukan hanya fisik tapi juga akidahnya,” tegasnya di hadapan wartawan pada konferensi pers, di Jakarta, Sabtu (2/8).
Sejumlah tokoh Islam dan habaib hadir dalam konferensi pers tersebut diantaranya Habib Usman Al Bahar (Ketua Gerakan Cinta Nabi Muhammad saw), Habib Selon (Panglima Laskar Ahlu Sunnah wal Jamaah), Habib Muhsin Alatas (Pimpinan Majelis Taklim Nurul Falah Cawang), Aru Syeif Assadullah (KISDI), dan tokoh lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekertaris Gerakan Cinta Nabi saw Habib Salim Jindan mengatakan bahwa untuk menghilangkan penodaan atas nama agama berdasarkan UU No. 1/PNPS/1965 pasal 2 ayat 2, organisasi Ahmadiyah dalam bentuk apa pun seyogyanya dibubarkan oleh Presiden sebagai pihak yang diberi amanat oleh UU untuk melindungi segenap rakyat Indonesia.
“Oleh karena itu, Gerakan Cinta Nabi Muhammad saw memohon kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar mengeluarkan Keppres untuk membubarkan Ahmadiyah,” ujarnya
Habib Salim juga mengatakan aksi damai bubarkan Ahmadiyah dengan Keppres di depan Istana Senin besok dimaksudkan untuk menyuarakan tuntutan umat. Untuk itu, umat Islam dihimbau untuk turut berpartisipasi dalam aksi damai tersebut dengan mengenakan pakaian rapi dan sesuai syariat.
Departemen Tahanan: Penculikan Kaum Wanita oleh Israel Meningkat
Gaza – Departemen Urusan Tahanan Palestina menegaskan bahwa otoritas penjajah Israel meningkatkan aksi penculikan terhadap kaum wanita Palestina sejak awal tahun 2008. Tidak kurang dari 26 wanita Palestina diculik Israel sejak awal tahun 2008, sebagian besar dari mereka berasal dari kota Nablus.
Menteri Urusan Tahanan Palestina Dr. Ahmad Syuwaidih dalam pernyataan pers, Rabu (30/07), mengatakan bahwa otoritas penjajah Israel terus melakukan operasi penculikan terhadap warga tidak terkecuali kaum wanita. Bahkan belakangan mereka fokus pada aksi penculikan sebanyak mungkin dari kaum wanita yang dilakukan secara sistematis untuk menghancurkan bangunan utama masyarakat Palestina, mempengaruhi semangat mereka dan menghancurkan kemauannya. Karena penjajah Israel mengetahui sensitifitas penculikan kaum wanita di masyarakat yang memiliki komitmen.
Syuwaidih menambahkan, “Penjajah Israel telah gagal merealisasikan tujuan-tujuan busuknya di balik siasat ini. Para tahanan wanita Palestina ini telah memberikan contoh luar biasa dalam semangat perjuangan dan perlawanan, menghadapi berbagai macam cara penangkapan, penyiksaan dan tekanan. Mereka mengubah sel-sel tahanan menjadi menara-menara ilmu dan pencerdasan. Para tahanan wanita itu keluar tahanan menjadi sangat sadar dan komitmen pada prinsip-prinsip dan hak-haknya meskipun mengalami berbagai provokasi dan larangan untuk mendapatkan haknya yang paling minimal sekalipun, sebagaimana disebutkan dalam hukum internasional, terutama masalah berobat, pendidikan dan kunjungan keluarga. Bukti dari semua itu adalah bahwa banyak dari mereka yang sudah keluar dari penjara Israel, mereka mendedikasikan diri pada kerja-kerja nasional yang melawan penjajah Israel dan kemudian mereka kembali lagi ke dalam penjara Zionis Israel dengan berbagai macam tuduhan.”
Kepala Bidang Penerangan Departemen Tahanan Palestina Riyad al Asyqar menegaskan prosentase tahanan wanita Palestina tahuan 2008 meningkat 25% dibandingkan dengan tahun 2007. Sejak awal tahun 2008 saja Israel telah menculik 26 wanita Palestina, sebagian besar dari Nablus.
Di antara para tahanan wabita itu ada dua anggota dewan, Muna Manshur dan Maryam Shaleh. Ada Wakil Walikota Nablus, Khalud al Misri. Ada Anggota Dewan Eksekutif Persatuan Wanita Nablus, Hanin al Amuri. Ada Anggota Dewan Kota Syaqiba, Suhaila Shalash dan yang lainnya. Di antara para tahanan wanita tersebut juga ada 3 tahanan di bawah umur dan 3 mahasiswi, serta 3 tahanan di dalam penjara isolasi.
Asyqar menjelaskan bahwa Israel sampai saat ini masih menahan lebih 95 wanita Palestina yang tersebar di 12 penjara. Di antara para tahanan wanita tersebut ada 2 tahanan yang masih mengasuh bayinya di dalam penjara. Pertama bernama Fatimah Yunus Zaitawi asal Jabalia, wilayah utara Jalur Gaza, yang melahirkan bayi laki-laki di dalam penjara Israel 6,5 bulan yang lalu. Yang kedua bernama Khaula Zaitawi, saat ditangkap meninggalkan bayi kecil. Kemudian dibawa ke dalam penjara setelah itu. Sesuai undang undang Israel anaknya sudah harus dipisah dengan ibunya pada 13 Juli lalu setelah berusia 2 tahun. Namun dia mendapatkan perpanjangan sampai berakhir masa tahanannya akhir tahun ini. (Sumber: Infopalestina)
Dalam Sepekan Israel Lakukan 33 Operasi Militer di Tepi Barat
Serdadu Israel masih melanjutkan operasi militernya di kota-kota Tepi Barat dan plosok-plosoknya. Tak kurang dari 33 kali serangan mereka lancarkan membumi hanguskan wilayah Palestina disertai dengan tembakan dan menakut-nakuti warga dalam sepekan ini, sebagaimana dilaporkan lembaga HAM Palestina hari ini (1/8).
Dalam laporanya lembaga ini menyebutkan, selama sepekan yaitu sejak tanggal 24 Juli hingga 29 Juli 2006, Serdadu Israel melancarkan 33 operasi militer. Mayoritas melakukan lakukan di kota-kota serta kamp-kamp pengungsian.
Dalam aksinya itu mereka menghancurkan, puluhan bangunan dan tempat tinggal. Sering kali juga menembaki secara membabi buta kea rah warga dan rumah-rumah mereka.
Dalam 33 kali operasi ini, mereka menangkap sedikitnya, 42 warga. Dengan jumlah ini maka tawanan Palestina di penjara Israel terus meningkat. Sejak awal tahun ini, serdadu Israel telah menangkap 1669 warga, diluar mereka yang ditahan di blokade-blokade perlintasan dan yang melakukan demo di dekat tembok rasial.
Operasi terbesar yang mereka lakukan adalah, penyerbuan ke wilayah Sya’ab Milih, sebelah barat Hebron. Dalam operasi ini mereka mengepung sejumlah rumah dan menghancurkanya terlebih dahulu sebelum membunuh salah seorang mujahid Al-Qossam. Pada peristiwa ini, seorang bocah terkena tembakan dan tiga warga lainya ditangkap. (Sumber: InfoPalestina.com)
5 Aleg Tahanan Palestina Terluka Saat Dibawa ke Pengadilan Israel
Sebanyak 5 orang anggota dewan dari Hamas yang ditahan di penjara Zionis Israel terluka. Karena sopir bus yang membawa mereka ke pengadilan dengan sengaja menghentikan bus secara mendadak dan tiba-tiba.
Dalam surat yang dikirim ke luar penjara, diterima koresponden Infopalestina, Kamis (31/07), disebutkan bahwa dua orang anggota dewan Muhammad Abu Thair dan Nayif Rajub terpaksa dibawa ke rumah sakit setelah keduanya terluka akibat bus yang membawanya sengaja diberhentikan berkali-kali secara mendadak oleh sopir yang saat itu membawa sejumlah anggota dewan tahanan ke pengadilan.
Sementara itu 3 anggota dewan lainnya mengalami luka ringan. Mereka adalah Khalil Rab’i, Azzam Salhab, Mahmud al Rumhi, sekjen dewan legislatif. Mereka semua dirawat jalan dan tidak dibawa ke rumah sakit.
Dalam surat ini disebutkan bahwa anggota dewan yang ditahan, saat dibawa dalam bus dalam keadaan terikat tangan dan kaki mereka. Kepala mereka membentur-bentur dinding bus dan sebagiannya ada yang terjatuh, setelah sopir bus dengan sengaja berhenti berkali-kali secara mendatak dan tiba-tiba dalam penjalanan menuju pengadilan. (Sumber: InfoPalestina)
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah