Bekasi, Sebuah film yang bercerita tentang seorang guru bersahaja akan menjadi koleksi tontonan menarik umat Islam Indonesia. Film bertajuk “Sang Murabbi” ini menceritakan kisah seorang “pejuang dakwah” yang bersahaja.
Film yang disutradari oleh Zul Ardhia ini menampilkan bintang Irwan Rinaldi sebagai Ustadz Rahmat, Ummi Fida (diperankan oleh Astri Ivo) dan didukung beberapa bintang lain; Neno Warisman dan Afwan Izzis. Film yang menarik dan sarat dengan pesan moral untuk kader-kader dakwah.
Adegan Pun langsung disaksikan oleh Ummi Fida (Sumarni) istri almarhum Ust. Rahmat Abdullah, Ummi Fida (Sumarni) istri almarhum Ustadz Rahmat Abdullah serius menyaksikan pembuatan film Sang Murobbi, bahkan beliau tidak ragu memberi masukan kepada pemain dan sutrada ketika ada adegan atau dialog yang kurang sesuai dengan apa yang pernah dialami semasa beliau masih hidup
Syuting film ini dilakukan di beberapa kawasan. Diantaranya di Setu, Jakarta Timur. Menurut situs blog sangmurabbi, lokasi ini dipilih karena memiliki kemiripan dengan situasi Kuningan, Jakarta Selatan, di era 70-an akhir dan 80-an.
Pengambilan gambar juga dilakukan di lokasi di wilayah lain seperti Kampung Raden, Pondok Gede, dan Pondok Rangon.
Sebagaimana diketahui, film ini dicuplik dari perjalanan hidup almarhum Ustad Rahmat Abdullah. Almarhum dikenal sebagai seorang ustadz, “pejuang dakwah” dan guru aktivis PKS.
Ustadz Rahmat Abdullah, adalah putra Betawi yang lahir di Jakarta pada 3 Juli 1953. Almarhmum meninggal dunia tahun 2005 setelah terkena stroke ketika wudhu untuk mengerjakan sholat Magrib. (Iqro/Hidayatullah)
BUSH MINTA MAAF PADA PM IRAK ATAS PENEMBAKAN AL-QUR’AN
Baghdad, Presiden AS George W. Bush telah minta maaf Selasa pada PM Irak Nuri al-Maliki karena penodaan atas kitab suci Islam Al-Qur’an oleh seorang tentara AS yang ditempatkan di Irak, laporan media mengatakan.
Saluran berita Al-Iraqiya melaporkan bahwa al-Maliki telah menerima permintaan maaf dari presiden AS soal insiden itu, yang melibatkan tentara tersebut yang menembakkan senjatanya pada kitab suci itu untuk praktek sasaran.
Sementara itu, satu ledakan yang ditujukan pada konvoi ketua dewan perwakilan Irak, Mahmoud al-Mashhadani, melukai tiga rekannya, lapor televisi Irak. Ledakan itu terjadi di sebuah tempat di barat ibukota Irak Baghdad.
Di kota Basrah di Irak selatan, seorang pejabat polisi Irak tewas dalam beberapa jam Senin malam di daerah Ashar, sumber polisi mengatakan.
Sementara itu, pasukan Irak telah menahan 15 yang diduga teroris dan mengambilalih sebuah tempat persembunyian besar senjata di kota yang sama.
Gerilyawan telah menembak empat anggota Dewan Awakening di kota Diloeya, sekitar 80 Km di utara Baghdad, sumber keamanan mengatakan.
Dewan Awakening adalah regu polisi setempat yang ditempatkan sebagian besar di provinsi Sunni dan dibentuk untuk memerangi jaringan teroris al Qaida.
Secara terpisah, seorang jurubicara militer Irak mengatakan bahwa delapan tentara Irak terluka sementara 31 yang diduga teroris ditahan dalam operasi keamanan di Baghdad. (Antara)
NII TIDAK HANYA MAKAR TAPI PEMURTADAN TERORGANISIR
Bandung, Sepak terjang organisasi Negara Islam Indonesia (NII) ternyata tidak hanya melakukan makar, melainkan juga telah menjadi gerakan pemurtadan secara besar-besaran dan sistematis serta terorganisir yang harus segera dihentikan.
Sejumlah mantan anggota NII yang telah bertobat malah mengindikasikan gerakan NII yang baru saja berhasil digagalkan Polda Jabar itu merupakan gerakan meraih kekuasaan dan materi semata yang menjadikan agama sebagai kedok, kata Ketua Forum Ulama Umat Islam (FUUI) KH Athian Ali kepada pers di Bandung, Selasa.
Didampingi Sekum FUUI Hedi Muhammad dalam konfrensi Pers di Sekretariat FUUI Mesjid Jami Al-Fajr JaLan Situsari Cijagra Bandung, menurut Athian, Tim Investigasi Aliran Sesat (TIAS) yang dibentuknya mencatat orang-orang NII gadungan tersebut sudah mempersiapkan sebuah angkatan bersenjata yang gudangnya berada di kawasan Cianjur Selatan.
Dengan sejumlah informasi dan data yang diperoleh TIAS, Athian mengaku telah menemui Kapolda Jabar bersama dua orang mantan Bupati NII untuk memberikan sejumlah informasi terkait 17 Anggota NII yang kini tengah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka makar di Polda Jabar.
“Bersama dua mantan bupati NII yang telah bertobat kita sudah menemui Kapolda Irjen Pol Susno Duadji. Dalam pertemuan tersebut kedua mantan pentolan NII yang saya hadirkan mengaku mengenal kepada 17 tersangka,” ujar Athian.
Menurut Athian, dirinya mendapatkan sejumlah informasi dari para anggota NII yang sudah bertobat dan atas informasi itulah dirinya menyimpulkan gerakan tersebut sebagai gerakan pemurtadan besar-besaran.
Pasalnya dalam melakukan aktivitasnya mereka beranggapan orang yang diluar NII adalah kafir. Oleh sebab itu mereka menghalalkan mencuri, merampok dan berbuat kriminal lainnya selama dilakukan bukan sesamanya.
Prinsip mereka itu, semua harta milik Allah yang harus dimiliki oleh kelompoknya saja. “Dari sinilah mereka menghalalkan mencuri dan merampok,” ujarnya.
Athian menjelaskan, dirinya pernah didatangi oleh sembilan orang yang hendak keluar dari keanggotaan NII. Kesembilan orang tersebut mengaku tidak tahan terus menerus disuruh merampok selama hampir empat tahun di berbagai kawasan termasuk di Pulau Jawa dan Sumatera padahal mereka tidak pernah menikmati hasil dari kegiatannya, papar Athian.
Dengan sejumlah informasi yang dimiliki TIAS, KH Athian mengaku siap mendukung penyidikan yang tengah dilakukan Polda Jabar. Dalam catatan Athian, hingga September 2001 tercatat anggota NII sebanyak 168.660 orang.
“Gerakan mereka itu sebenarnya sudah sangat sesat dan menyesatkan. Masak ada negara dibangun dengan hasil merampok atau mencuri. Gerakan itu hanyalah upaya mencari kekuasaan dan materi dengan menjadikan agama sebagai kedoknya dan harus segera dihentikan,” tegasnya.
Tidak hanya itu KH Athian mengaku memiliki sejumlah informasi penting terkait tempat yang disebut dengan pusatnya gerakan NII.
Berdasarkan informasi sejumlah mantan pejabatnya yang kini dalam perlindungan TIAS pusat pemerintahan NII yaitu di pesantren Al-Zaitun di kawasan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu.
“Saya sudah memberikan informasi tersebut kepada instansi terkait. Akan tetapi yang membuat saya heran hingga saat ini tidak ada langkah konkrit yang diambil oleh pemerintah,” pungkas Athian.(Antara)
PENGAMAT: KEBERADAAN GUS DUR JADI SUMBER MASALAH DI PKB
Jakarta, Pengamat politik Arbi Sanit menilai keberadaan Gus Dur dalam tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi penyebab perpecahan dan hancurnya partai tersebut.
“Sebenarnya penyebab perpecahan dalam tubuh PKB itu tidak lain karena Gus Dur sendiri,” kata Arbi Sanit di Jakarta, Senin.
Arbi juga menilai bahwa dalam tubuh partai yang kelahirannya dibidani NU itu tidak tercermin adanya leadership yang jelas dan organisasinya pun kacau balau.
Dicontohkannya kekacauan itu adalah kewenangan yang luar biasa dari Majelis Syuro. Sementara majelis itu identik pula dengan Gus Dur.
“Padahal dalam struktur organisasi yang modern, seharusnya kelembagaan dalam partai yang lebih berperan itu adalah DPP atau Dewan Tanfidz,” katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa berbagai konflik yang terus terjadi dalam tubuh PKB tersebut bakal membuat PKB menjadi partai yang kerdil dan tradisional.
Menurut Arbi Sanit, bisa jadi pula PKB merupakan partai yang paling bermasalah dibandingkan dengan partai-partai lainnya yang ada saat ini.
Dosen UI itu juga menyatakan bahwa kalangan muda dalam PKB seharusnya bangkit dan melakukan konsolidasi demi menyalamatkan partai itu. (Antara)
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah