Pada tanggal 5 April 2011 Radio Dakta mengadakan Dakta Education Day dengan tema “Pendidikan Karakter Untuk Membangun SDM Bermoral dan Profesional” yang berlangsung di Hotel Horison Bekasi.
Adanya sekolah RSBI (rintisan sekolah berstandar internasional) dinilai kontra produktif dengan pencanangan pendidikan karakter. Karena dari situ, pelajar mulai dikondisikan dan dibiasakan untuk membeda-bedakan diri berdasar kemampuan finansial untuk memperoleh pendidikan.
Permasalahan karakter, berkaca pada pendidikan karakter yang telah dirintis, masih jauh dari ideal. Seyogianya Indonesia mencontoh Jepang yang berhasil menanamkan karakter yang mengagumkan, seperti tercermin pasca gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan beberapa kota di Jepang. Meski begitu, mereka sangat tertib dan antri dalam antre makanan. Juga tak ditemukan adanya penjarahan.
Sementara di Indonesia, gembar-gembor pendidikan karakter pun masih belepotan sana-sini. Seperti program sertifikasi yang hanya menonjolkan satu sisi dan mengabaikan sisi lain. Sehingga, sertifikasi yang dijalani para guru bukannya mengarah pada peningkatan kualitas, tapi untuk meningkatkan kesejahteraan.
Demikian diungkap Prof Bedjo Sujanto, Rektor UNJ (Universitas Negeri Jakarta) dalam Seminar Nasional “Pendidikan Karakter Untuk Membangun SDM Bermoral dan Profesional”. Seminar pendidikan tersebut adalah bagian dari Milad Radio Dakta ke-19. Acara tersebut digelar di Burangrang Room Hotel Horison, Bekasi pada Selasa (5/4/2011).
Dalam seminar pendidikan karakter tersebut hadir Prof. Bedjo Sujanto, Mpd, DR Nandang Najmulmunir, DR Rusdi, Biomed dan Drs. Hanan Tarya yang hadir mewakilkan Drs. Kodrato, MM sebagai pembicara.
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah