JAKARTA – Pengamat politik dari The Indonesian Institute Indra J Piliang menyatakan, penangkapan teroris agar tidak dikaitkan dengan agenda politik yang sedang berlangsung di Tanah Air.
“Pemberantasan terorisme jangan dipolitisasi, seakan sebagai pengalihan isu besar di negeri ini,” kata Indra, ketika dihubungi, di Jakarta, Selasa (9/3) malam.
Menurut Indra, semua pihak harus menyadari betul bahwa sel-sel teroris secara nyata masih aktif, solid dan terus menimbulkan korban di masyarakat, sehingga perlu keseriusan pemerintah mengatasinya tanpa mengkaitkannya dengan perkembangan politik yang terjadi di dalam negeri.
Ia menjelaskan, isu terbesar politik dalam negeri saat ini adalah kasus bailout (dana talangan) Bank Century, yang memakan waktu dan menghabiskan energi seluruh komponen bangsa. “Penanganan kasus Century tetap harus dituntaskan melalui hukum, dan tidak berupaya membuatnya tumpang tindih dengan pembumihangusan terorisme,” katanya.
Indra menuturkan, masyarakat sudah jenuh terhadap upaya sejumlah kalangan elit yang selama ini cenderung mempolitisasi penangkapan teroris.
“Sudah saatnya semua pihak rasional dalam menghadapi masalah terorisme. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai Kepala Negara juga jangan mengulangi kesalahan dengan memberi keterangan di depan publik bahwa dirinya menjadi incaran teroris. Tidak perlu diungkapkan secara terbuka, namun yang penting adalah unsur kewaspadaan dalam pengamanan ditingkatkan,” tegasnya.
Untuk itu diutarakan Indra yang juga pernah menjadi peneliti politik pada The Centre for Strategic and International Studies (CSIS) ini, pemerintah perlu mendukung penuh keberadaan Detasemen Khusus 88 Anti-Teror (Densus 88) dan Kepolisian dalam menjalankan tugasnya.
“Pemerintah harus menjadikan Densus 88 setara atau bahkan melebihi Special Weapons and Tactics Unit (S.W.A.T) dengan membekali personelnya dengan senjata canggih, sehingga kemampuannya tidak saja menangani teroris tetapi juga dapat mengatasi kelompok bersenjata lainnya,” katanya. (Ant/Mediaindonesia)
2 Responses to “Penangkapan Teroris jangan Dipolitisasi”
Biasalah..terorisme kan cuma “false flag”…sampai sekarang tak ada bukti al qaida terlibat keruntuhan WTC…yag bikin runtuh bukan pesawat yang nabrak & terbakar..tapi termit yang dipasang di kolom gedung…sehingga kolom terpotong akibat suhu tinggi dari termit…inside job lah…cape deh…
Sebetulnya kalau pemerintah arif, untuk meredam terorisme itu bukan hanya membunuhi orang yang berpandangan lain . Tetapi harus melihat permasalaahan nya secara jernih, karena saat ini umat Islam selalu pada posisi yang disalahkan. Pemerintah sebetulnya harus secara berkesinambungan melakukan pembelaan terhadap umat muslim seperti masalah : Palestine, Masalah sekularisasi, masalah pendidikkan umat.
Saat ini saja kalau kita perhatikan dengan baik, banyak Setasiun Tivi Swasta dan pemerintahpun sudah tidak menyuarakkan azan pada waktu sholat tiba. Mungkin hanya diradio swasta tertentu saja. Ini mencerminkan keberhasilan perang pemikiran yang dilakukan oleh kaum sekular.
Kalau pemerintah berbuat sejuk bagi rakyatnya saya rasa tidak akan ada sambutan bagi pengikut baru dalam terorisme.
Hal Hal yang sebetulnya harus diberantas dengan tuntas yaitu korupsi samapai saat ini tidak pernah bisa tuntas padahal korupsi itu sama destructive nya dengan terorisme.
Korupsi itu merusak tataan kehidupan dan perekonomian , nilai nilai relegius.
Jadi pemerintah saat ini terlihat gagal, mengayomi masyarakatnya
Israel Berencana Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
Diposting Pada 09 Mar 2010
ISRAEL – Israel pada minggu ini akan mengungkapkan rencana mereka untuk memproduksi listrik yang dihasilkan dari tenaga nuklir, kata pejabat Israel pada hari Senin kemarin (8/3), hal ini bisa menjadi suatu tindakan yang akan menarik perhatian internasional dengan asumsi Israel memiliki gudang senjata atom.
Menteri Infrastruktur Uzi Landau mengatakan kepada Reuters bahwa dia akan mengumumkan hal tersebut di sebuah konferensi energi di Paris pada hari Selasa (9/3) yang menjelaskan bahwa Israel secara resmi kemungkinan akan membangun PLTN untuk diversifikasi sektor energi mereka.
Landau mengatakan Israel, yang memiliki populasi penduduk 7,5 juta jiwa dan selama ini untuk kebutuhan listrik mereka dihasilkan sebagian besar dari penggunaan batubara lokal dan mengimpor gas alam dari negara lain, yang mampu membangun reaktor nuklir.Namun Israel lebih suka bekerja dengan negara lain dalam hal pengadaan energi.
Israel telah memiliki dua reaktor – reaktor Dimona yang merupakan fasilitas rahasia di gurun Negev, di mana masyarakat dunia telah mengasumsikan secara luas bahwa reaktor tersebut telah menghasilkan senjata nuklir, dan sebuah reaktor untuk riset, yang terbuka bagi inspeksi internasional, berada di Soreq Nahal di dekat Tel Aviv.
Landau telah membahas rencana Israel itu dengan Menteri Energi Perancis Jean-Louis Borloo akan kemungkinan mereka bekerja sama membangun pabrik nuklir, bersama dengan negara tetangga mereka Yordania. Proyek ini akan diawasi oleh Perancis dan menggunakan teknologi Perancis.
Borloo sendiri menyatakan keinginan dari Israel tersebut dianggap “sangat menarik” dan berjanji untuk membahas gagasan Israel dengan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, kata kementerian energi Prancis.
“Israel tertarik untuk menjadi bagian dari lingkaran negara-negara yang memproduksi listrik dari energi nuklir,” kata Landau dalam sebuah pernyataan.
“Di kawasan seperti Timur Tengah, kita hanya bisa bergantung pada diri kita sendiri. Membangun reaktor nuklir untuk menghasilkan listrik akan memungkinkan Israel untuk mengembangkan kemandirian energi.”
“Teknologi nuklir memiliki banyak kegunaan positif yang mampu melayani tujuan damai dan tujuan kerja sama,” katanya.
Kerjasama Perancis
Pada Tahun 1950-an, Prancis membantu Israel membangun reaktor Dimona, sebuah proyek yang pada saat itu dipelopori oleh Presiden Israel Shimon Peres.
Landau mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Reuters bahwa Israel memiliki para ilmuwan dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk membangun reaktor nuklir yang akan menghasilkan energi, namun biayanya akan lebih efisien dengan bekerja dengan negara yang lebih berpengalaman.
Kerjasama dengan Perancis, “akan menjadi lebih sempurna,” kata Landau.
Israel tidak mengkonfirmasikan atau menyangkal bahwa mereka memiliki senjata pemusnah massal, di bawah kebijakan mereka yang “ambiguitas” dengan alasan sebagai menangkal serangan musuh sambil menghindari provokasi yang dapat memicu perlombaan senjata.
Tidak seperti negara-negara lain di kawasan itu, Israel belum menandatangi Perjanjian Non-Proliferasi (NPT) tahun 1970, yang mencegah penyebaran teknologi nuklir dengan potensi pembuatan bom.
Dan Israel sendiri tidak memiliki delegasi di Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang diawasi oleh PBB.
Landau mengatakan tidak akan menjadi masalah bagi Israel untuk membangun reaktor sipil tanpa menandatangani NPT:
“Ada banyak negara yang bukan penandatangan NPT dan mereka baik-baik saja. Dan ada negara lain yang menandatangani kesepakatan tersebut dan komunitas dunia tidak benar-benar mengambil peranan yang tepat terhadap proliferasi,” katanya.
Iran telah menandatangani NPT namun rencana energi nuklir sampai saat ini masih berada di tengah tuduhan dari Israel serta kekuatan Barat, yang menyatakan bahwa Teheran menggunakan program nuklir mereka untuk mengembangkan senjata.
Sewaktu ditanya apakah para pemeriksa IAEA akan mengawasi pembangunan pabrik Israel, Landau mengatakan: “Kami mengurus dengan baik kebutuhan kami sendiri dan tidak perlu ada inspektur pengawasan.”
Landau mengatakan Israel telah bekerja dalam sebuah rencana selama puluhan tahun dan telah memilih untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di suatu daerah di Negev yang disebut Shivta.
Para pejabat Israel mengatakan negara Yahudi terebut berharap untuk memiliki PLTN yang akan berfungsi pada tahun 2020 atau 2025.(eramuslim)
One Response to “Israel Berencana Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir”
TANGERANG – Pemerintah Kota (pemkot) Tangerang, Banten, menutup pintu terhadap pedagang yang hendak menjual minuman keras karena adanya larangan berupa Peraturan Daerah (Perda) No 7 tahun 2005.
“Tidak ada tempat di daerah ini bila ada pedagang yang membuka usaha menjual minuman keras, karena terus dirazia berdasarkan Perda,” kata Sekretaris Daerah Pemkot Tangerang H Harry Mulya Zein, Senin (8/3) malam.
Menurut dia, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan menggelar operasi untuk menertibkan penjualan minuman keras pada 13 kecamatan dan 104 kelurahan.
Bahkan razia penertiban itu digelar setiap pekan agar pedagang merasa jera dan tidak mau lagi menjual minuman dengan kadar alkohol tinggi tersebut.
Pernyataan Harry Mulya Zein itu terkait beberapa pekan lalu sejumlah pedagang minuman keras terkena razia penertiban sehingga ribuan botol disita untuk dimusnahkan.
Namun salah seorang pedagang itu meminta agar Pemkot Tangerang memulangkan botol berisi minuman keras itu dengan alasan bahwa mereka berjualan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Walau begitu, aparat Satpol PP memusnahkan minuman keras itu dengan cara menggiling menggunakan alat berat yang dilakukan dihadapan tokoh masyarakat dan terbuka untuk umum.
Dia mengatakan bahwa larangan penjualan minuman keras di wilayah ini sudah merupakan harga mati dan tidak dapat ditawar lagi karena telah ada Perda yang telah disyahkan DPRD setempat.
Demikian pula tindakan lainnya juga berlaku terhadap kegiatan prostitusi di daerah ini karena ada Perda No.8 tahun 2005 tentang larangan berbuat asusila.
Sementara itu, Kepala Bidang Penertiban Satpol PP Pemkot Tangerang, Mulyanto mengatakan, memang sudah banyak pedagang yang insyaf, mereka tidak lagi mau berjualan minuman keras karena sering tertangkap.
Dalam catatan petugas Satpol PP, katanya, ada belasan pedagang yang sudah beralih menjual minuman ringan untuk mencari nafkah karena berapa kali warung mereka digeledah maka tidak ditemukan botol minuman keras.
Mulyanto berharap agar pedagang hanya menjual minuman ringan saja dan jangan menyelipkan minuman beralkohol karena terus menerus dilakukan operasi penertiban. (Ant/mediaindonesia)
One Response to “Tangerang Tutup Pintu bagi Perdagangan Miras”
Shalat Dianggap Perilaku Mencurigakan Oleh Polisi AS, 7 Muslim Harus Ditahan
Diposting Pada 08 Mar 2010
AS – Divisi kepolisian kota Vegas Amerika menahan tujuh orang muslim yang melakukan shalat di tempat parkir. Penahanan ini dilakukan karena menurut pihak polisi, tindakan ketujuh orang yang melakukan shalat tersebut dianggap “berperilaku mencurigakan”; yang akhirnya memicu protes umat Islam di Amerika atas sikap kepolisian yang berperilaku tidak bertanggung jawab ini.
Tujuh orang Muslim itu ditahan oleh pihak Henderson County Sheriff dari Kota Las Vegas, pada tanggal 20 Desember tahun lalu, tujuh orang Muslim tersebut melaksanakan shalat di sebuah parkiran mobil milik sebuah pusat perdagangan, setelah mereka selesai membeli beberapa perlengkapan kebutuhan sehari-hari. Dan lembaga yang biasa mengadvokasi umat Islam di Amerika yang bisa dikenal dengan sebutan CAIR (Council on American-Islamic Relations), telah menyampaikan gugatan mereka atas insiden itu.
Menurut situs diterbitkan CAIR pada hari Sabtu kemarin (6/3), menjelaskan bahwa dua mobil polisi kota Las Vegas menahan tujuh orang Muslim yang berasal dari Timur Tengah dan Asia – yang melaksanakan shalat di tempat parkir, mereka ditahan selama empat puluh menit, dan diinterogasi tentang tindakan apa yang telah mereka lakukan, sebelum akhirnya dibebaskan.
Council on American-Islamic Relations (CAIR) menyampaikan kecaman mereka terhadap kantor polisi terhadap latar belakang dari penahanan tujuh orang Muslim tersebut.
Seorang juru bicara CAIR bernama Munira pada hari Sabtu kemarin (6/3) mengatakan: “CAIR telah membuat pengaduan kepada kepolisian Henderson County terutama atas pertanggung jawaban mereka yang telah menangkap tujuh orang Muslim.”
Munira mengutuk tindakan yang dilakukan polisi tersebut dan mengatakan: “Saya tidak mengerti mengapa polisi mencurigai kaum Muslimin yang sedang shalat.”
Pihak kepolisian sendiri membenarkan bahwa mereka menahan tujuh orang muslim dengan alasan, mereka “menemukan perilaku yang mencurigakan,” dari ketujuh orang tersebut; merujuk pada apa yang dilakukan tujuh muslim itu yang melakukan shalat.(fq/imo/eramuslim)
One Response to “Shalat Dianggap Perilaku Mencurigakan Oleh Polisi AS, 7 Muslim Harus Ditahan”
Pada 26 Juni 2007, Harian Media Indonesia menurunkan artikel Luthfi Assyaukani, salah satu aktivis Jaringan Islam Liberal, berjudul ”Salman Rushdie dan Citra Islam”. Melalui artikel ini, penulisnya mengecam gelombang protes kaum Muslimin atas penganugerahan gelar bangsawan Inggris untuk Salman Rushdie, pengarang novel Ayat-Ayat Setan yang sangat menyinggung perasaan kaum Muslim.
Menurut Luthfi, penulisan novel semacam Ayat-Ayat Setan adalah bagian dari kebebasan berekspresi yang seharusnya tidak perlu disikapi secara emosional. ”Reaksi kaum Muslim terhadap kebebasan berekspresi tampaknya memiliki pola yang sama: mengumbar kemarahan dan kekerasan.”
Lebih jauh ia membandingkan respon kaum Muslim itu dengan sikap kaum Kristen terhadap penodaan agama. ”Apalagi jika kita membandingkan respon kaum Muslim dengan respon serupa dalam dunia Kristen atau agama-agama lain, kelihatan betul bahwa kaum Muslim tampak sangat berlebihan,” tulisnya lagi.
Luthfi mengaku tidak nyaman melihat reaksi kaum Muslim terhadap masalah kebebasan berekspresi. Dia katakan: ”Kita tidak ingin menjadi komunitas agama yang aneh sendirian di dunia ini. Agama-agama lain memiliki sikap yang jauh lebih elok dibandingkan reaksi-reaksi yang diperlihatkan kaum Muslim selama ini dalam setiap isu menyangkut kebebasan berekspresi atau kebebasan berpendapat.”
”Setiap ada kasus-kasus yang menyangkut kebebasan berekspresi yang menimpa Islam, saya selalu merasa waswas dengan reaksi yang akan muncul. Beberapa hari lalu saya benar-benar tersudut dan malu dengan pertanyaan seorang teman non-Muslim: ”Bukankah Islam agama pemaaf? Bukankah Tuhan Maha Pengasih? Kenapa setelah 20 tahun kaum Muslim masih terus saja membenci Rushdie?”
Demikian tulis Luthfi Assyaukanie.
*****
Siapakah Salman Rushdie? Nama Salman Rushdie mencuat ketika pada 26 November 1988, Viking Penguin menerbitkan novelnya berjudul The Satanic Verses (Ayat-ayat Setan). Novel ini segera memicu kemarahan umat Islam yang luar biasa di seluruh dunia. Novel ini memang sungguh amat sangat biadab. Rushdie menulis tentang Nabi Muhammad saw, Nabi Ibrahim, istri-istri Nabi (ummahatul mukminin) dan juga para sahabat Nabi dengan menggunakan kata-kata kotor yang sangat menjijikkan. Tahun 2008 lalu, saya membeli Novel ini dalam edisi bahasa Inggrisnya di sebuah toko buku di Jakarta.
Dalam novel setebal 547 halaman ini, Nabi Muhammad saw, misalnya, ditulis oleh Rushdie sebagai ”Mahound, most pragmatic of Prophets.” Digambarkan sebuah lokasi pelacuran bernama The Curtain, Hijab, yang dihuni pelacur-pelacur yang tidak lain adalah istri-istri Nabi Muhammad saw. Istri Nabi yang mulia, Aisyah r.a., misalnya, ditulis oleh Rushdie sebagai ”pelacur berusia 15 tahun.” (The fifteen-year-old whore ’Ayesha’ was the most popular with the paying public, just as her namesake was with Mahound). (hal. 381).
Banyak penulis Muslim menyatakan, tidak sanggup mengutip kata-kata kotor dan biadab yang digunakan Rushdie dalam melecehkan dan menghina Nabi Muhammad saw dan istri-istri beliau yang tidak lain adalah ummahatul mukminin. Maka, reaksi pun tidak terhindarkan. Fatwa Khomaini pada 14 Februari 1989 menyatakan: Salman Rushdie telah melecehkan Islam, Nabi Muhammad dan al-Quran. Semua pihak yang terlibat dalam publikasinya yang sadar akan isi novel tersebut, harus dihukum mati. Pada 26 Februari 1989, Rabithah Alam Islami dalam sidangnya di Mekkah, yang dipimpin oleh ulama terkemuka Arab Saudi, Abd Aziz bin Baz, mengeluarkan pernyataan, bahwa Rushdie adalah orang murtad dan harus diadili secara in absentia di satu negara Islam dengan hukum Islam.
Pertemuan Menlu Organisasi Konferensi Islam (OKI) pada 13-16 Maret 1989 di Riyadh juga menyebut novel Rushdie sebagai bentuk penyimpangan terhadap Kebebasan Berekspresi. Prof. Alaeddin Kharufa, pakar syariah dari Muhammad Ibn Saud University, menulis sebuah buku khusus berjudul Hukm Islam fi Jaraim Salman Rushdie. Ia mengupas panjang lebar pandangan berbagai mazhab terhadap pelaku tindak pelecehan terhadap Nabi Muhammad saw. Menurut Kharufa, jika Rushdie menolak bertobat, maka setiap Muslim wajib menangkapnya selama dia masih hidup.
Prof. Mohammad Hashim Kamali, dalam bukunya Freedom of Expression in Islam, (Selangor: Ilmiah Publishers, 1998), menggambarkan cara Rushdie menggambarkan istri-istri Rasulullah saw sebagai “simply too outrageous and far below the standards of civilised discourse.” Penghinaan Rushdie terhadap Allah dan al-Quran, tulis Hasim Kamali, “are not only blasphemous but also flippant.”
Manusia yang tindakannya begitu biadab terhadap Nabi Muhammad saw dan istri-istri beliau itulah, yang kemudian dianugerahi gelar kebangsawanan oleh Inggris. Seorang yang dimata umat Islam dicap sebagai penjahat besar justru disanjung dan diberi penghargaan. Dan saat umat Islam bereaksi, membela kehormatan Nabi-nya yang mulia, umat Islam lalu dituduh reaksioner, emosional, yang dalam istilah Luthfi Assyaukani disebut: “kelihatan betul bahwa kaum Muslim tampak sangat berlebihan.”
*****
Di bulan Rabi’ulawwal 1431 Hijriah, bulan kelahiran Nabi Muhammad saw, seorang aktivis liberal membuat pernyataan yang mengherankan. Hari itu, Rabu (17/2/2010), sebagai saksi ahli pihak penggugat kasus UU Penodaan Agama, UU No. 1/PNPS/1965, Luthfi Assyaukanie membuat pernyataan:
”Setiap pemunculan agama selalu diiringi dengan ketegangan dan tuduhan yang
sangat menyakitkan dan seringkali melukai rasa kemanusiaan kita. Ketika Rasulullah Muhammad SAW mengaku sebagai nabi, masyarakat Mekah tidak bisa menerimanya. Mereka menuduh nabi sebagai orang gila dan melempari beliau dengan kotoran unta. Para pengikut nabi dikejar-kejar, disiksa dan bahkan dibunuh seperti yang terjadi pada Bilal bin Rhabah sang muadzin dan keluarga Amar bin Yasar. Hal serupa juga terjadi pada Lia Aminuddin ketika dia mengaku sebagai nabi dan mengakui sebagai jibril. Orang menganggapnya telah gila dan sebagian mendesak pemerintah untuk menangkap dan memenjarakannya. Kesalahan Lia Aminuddin persis sama dengan kesalahan Kanjeng Nabi Muhammad, meyakini suatu ajaran dan berusaha menyebarluaskannya.” (Dikutip dari Risalah Sidang Mahkamah Konstitusi, www.mahkamahkonstitusi.go.id).
Di sejumlah media, saksi ahli yang juga dikenal sebagai pentolan Jaringan Islam Liberal (JIL) ini diberitakan mengaku, menyampaikan ungkapannya dengan sadar. Bahkan, ia mengaku sempat merevisi draf untuk MK hingga beberapa kali. Menurut dia, Islam pada awalnya adalah salah, menurut orang Quraisy. Muhammad lalu dikejar-kejar oleh kelompok mayoritas kaum Quraisy itu. Lalu, hal yang sama terjadi sekarang pada kasus Lia Eden. Itulah pendapat Luthfi Assyaukanie, yang juga doktor bidang studi Islam, lulusan Melbourne University.
Dalam keyakinan kaum Muslim, Nabi Muhammad saw adalah Nabi terakhir. Beliau seorang yang pintar, jujur, amanah, dan menyampaikan risalah Allah SWT kepada semua manusia. Beliau adalah uswah hasanah, suri tauladan yang baik. Beliau diutus untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. KaumMuslimin sangat mencintai Nabi Muhammad saw. Selama 24 jam, ratusan juga kaum Muslim di seluruh dunia tidak berhenti berdoa untuk Sang Nabi yang sangat mulia ini. Bahkan, tidak sedikit kaum Muslim rela mati demi kehormatan Sang Nabi.
Syaikhul Islam Ibn Taimiyah menulis sebuah kitab khusus berjudul ”Ash-Sharimul Maslul ’Ala Syatimir Rasul”. (Pedang Yang Terhunus untuk Penghujat Nabi). Kitab ini merekam pendapat semua mazhab tentang kedudukan orang yang melecehkan Nabi Muhammad saw. Sahabat-sahabat Nabi saw bersedia menjadi perisai bagi Sang Nabi demi melindunginya dari serangan panah kaum kafir di medan Perang Uhud. Shalawat untuk Sang Nabi, kekasih dan utusan Allah, menjadi rukun keabsahan shalat setiap Muslim.
Logikanya, menghina presiden atau raja saja ada sanksi hukumnya. Presiden SBY sempat marah karena diserupakan dengan kerbau oleh para demonstran. Sebab, SBY bukan kerbau, dan tidak patut disamakan dengan kerbau. Meskipun ada sejumlah persamaan antara SBY dengan kerbau. SBY memiliki dua mata. Kerbau juga bermata dua. SBY mulutnya satu. Kerbau juga bermulut satu. Tapi, menyamakan SBY dengan kerbau adalah tindakan yang sangat tidak patut. Presiden SBY juga tidak terima dikatakan punya istri lagi dan sempat membawa kasus itu ke pengadilan. Jika menghina Presiden saja ada sanksi hukuknya, bagaimana dengan penghinaan kepada utusan Allah, Tuhan yang mencipta alam semesta? Utusan Presiden saja harus dihormati; apalagi utusan Allah. Jika ada yang mengaku-aku sebagai utusan Presiden, padahal dia berbohong, maka patutlah ia diberi sanksi hukum. Bagaimana dengan orang yang mengaku sebagai utusan Allah, padahal dia adalah penipu?!
Bagi orang Muslim, persoalan mendasar semacam ini sudah jelas sejak awal. Seorang disebut Muslim karena dia membaca dan meyakini syahadat: bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Jika orang tidak mengakui Muhammad saw sebagai Nabi, maka jelas dia bukan Muslim. Tentulah, mengimani Sang Nabi itu ada konsekuensinya. Kaum Yahudi dan Nasrani menolak mengakui kenabian Muhammad saw, setelah datang bukti-bukti yang jelas pada mereka. Sebab, mengakui kenabian Muhammad saw memiliki konsekuensi yang berat bagi mereka.
Dalam perspektif inilah, wajar jika ada yang terbengong-bengong ketika menyimak pidato seorang yang mengaku Islam, tetapi berani menista Nabi Muhammad saw, menyamakan derajat Nabi yang mulia dengan Lia Eden. Padahal, untuk Sang Nabi saw, setiap saat umat Islam dan para Malaikat pun membacakan shalawat untuknya. Hinaan dan cercaan itu dilakukan atas nama ”Kebebasan Beragama”.
Manusia seperti Lia Eden inilah yang dikatakan telah melakukan kesalahan sama dengan yang dilakukan Nabi Muhammad saw. Bagaimana mungkin orang yang mengaku Islam bisa berkata seperti itu? Lia Eden adalah pembohong. Sedangkan Nabi Muhammad tidak pernah berbohong sepanjang hidupnya. Lia ditolak oleh umat Islam. Nabi Muhammad saw ditolak oleh kaum kafir. Nabi Muhammad saw adalah Nabi sejati. Beliau tidak salah. Lia Eden adalah Nabi palsu. Dia jelas-jelas salah. Bukan hanya itu, Lia Eden telah bersikap tidak beradab, karena mengaku mendapatkan wahyu dari Jibril dan bahkan akhirnya mengaku sebagai Malaikat Jibril.
Kini, atas nama ”Kebebasan Beragama”, sekelompok orang menuntut agar di Indonesia tidak ada lagi peraturan yang menghakimi satu aliran sesat atau tidak. Bahkan, Lia Eden disetarakan kedudukannya dengan Nabi Muhammad saw. Padahal, Nabi Muhammad saw adalah Nabi sejati. Menurut kaum pemuja paham Kebebasan, keyakinan keagamaan seseorang harus dilindungi, karena itu masuk dalam arena ”forum internum”. Yang boleh dibatasi oleh negara hanyalah ”forum externum”. Selama tidak mengganggu ketertiban umum, misalnya, maka hak untuk mengekspresikan keyakinan keagamaan seseorang harus dilindungi. Keyakinan dan hak kaum Ahmadiyah untuk mengekspresikan dan menyebarkan ajaran agamanya harus dilindungi, sebab mereka juga manusia yang punya hak yang sama dengan kaum beragama lainnya.
Di sinilah letak absurditas dan tidak masuk akalnya logika kaum pemuja paham Kebebasan ini. Mereka hendak memaksakan agar semua orang Muslim bersikap ”netral agama” dalam melihat segala sesuatu. Ketika melihat soal agama, meskipun secara formal mengaku Muslim, golongan ini melepaskan dirinya dari ke-islaman-nya sendiri. Dia berpikir dan bersikap netral. Dia tidak mau menentukan mana yang salah dan mana yang benar. Semuanya dianggap sama. Tidak ada istilah mukmin, kafir, muslim, sesat, dan sebagainya. Bagi mereka, semuanya sama. Yang penting agama. Maka, tidak aneh, jika mereka akan sampai pada kesimpulan, bahwa kedudukan Nabi Muhammad saw disamakan dengan Lia Eden, Mirza Ghulam Ahmad, Mosadeg, dan nabi-nabi palsu lainnya. Inilah satu bentuk tindakan yang sangat tidak beradab terhadap Nabi Muhammad saw, yang kita sebagai Muslim, pasti tidak terpikir untuk pernah melakukannya.
Semoga Allah senantiasa membimbing kita di jalan-Nya yang lurus. Amin. (***)
Allah tidak tidur. Jika tidak di dunia ini dia menerima azab Allah, maka Azab kubur dan akhirat akan menunggunya. Semoga Allah melindungi Islam dan penganutnya yang lurus.
>Muhammad Mizan:install dulu real player akhi, baru bisa download
Maaf, Sedikit koreksi bukan real player namun silahkan menginstall Flash Player terbaru untuk streaming rekaman Hikmah.
Saat ini kami sedang mengusahakan streamingnya dapat didownload.
maksudna…. klo di pc kita dah terinstall real player, file apa saja (audio or video) bisa kita download, saat kita play file tsb, diatas file tsb akan muncul tulisan download this audio (klo filenya audio)…. semoga membantu!!!!!
Bermula radio Dakta berdiri di Bandungpada tahun 1992 dengan nama Radio Pamor pimpinan Bapak Andy Lubis, radio ini awalnya berada pada gelombang AM, dengan format radio keluarga. Dalam perjalanan sejarahnya radio ini pun menglami beberapa kali perubahan format, yaitu beralih ke format radio wanita, kemudian menjadi radio anak muda hingga akhirnya menetapkan formatnya menjadi radio informasi bernuansa Islami sampai saat ini.
Beberapa tahun kemudian tepatnya pad tahun 1995 radio Dakta berhijrah ke wilayah Bekasi lalu berganti nama menjadi Radio Dakta, bersamaan berubah nama dan lokasinya, Radio Dakta ini berubah gelombang pada posisi FM 92,15. Seiring perjalanan waktutepat pada tanggal 1 Agustus 2004 Radio Dakta menetap pada posisi gelombang 107 FM hingga saat ini.
Dalam catatan perjalanan Radio Dakta ini telah banyak memberikan kontribusi dan melayani masyarakat luas khususnya masyarakat di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi dengan menyajikan format yang terbuka dengan motto radio “Lebih Bijak dan Makin Cerdas” yang berarti dengan dialog dengan masyarakat menjadi bijak dengan informasi masyarakat menjadi cerdas dengan memiliki tujuan menjadi radio pemersatu umat, jembatan bagi masyarakat dalam pelayanan fasilitas publik. Selain itu Radio Dakta juga menjadi citizen jurnalistik yakni membangun image subjektif pemberdayaan bagi masyarakat.
Seiring perjalanan waktu Radio Dakta mengalami berbagai pro dan kontra yang datang dari berbagai pihak. Dalam hal kontra, Radio Dakata pernah dianggap sebagai agama baru karena Radio Dakta dianggap memiliki ritual yang berbeda dengan masyarakat umum khususnya di Bekasi. Sebagai radio terkemuka di wilayah Bekasi dan sekitarnya Radio Dakta memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan radio-radio lainnya. Dimana informasi-informasi umum bisa dipadukan dengan informasi ke-Islam-an yang menjadi kebutuhan umat Islam pada khususnya. Hal ini tidak dapat ditemukan di radio-radio lain dimanapun.
Visi dan Misi Radio Dakta 107 FM
- Visi
Menjadi media informasi dan pembelajaran terbaik di Indonesia yang bernafaskan Islam sehingga bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
- Misi
Membangun image sebagai radio pemersatu umat Islam
Radio yang memberi referensi ke-Islam-an yang lengkap dan baik
Ya akhi, apa yang dimaksud dengan “Radio Dakata pernah dianggap sebagai agama baru karena Radio Dakta dianggap memiliki ritual yang berbeda dengan masyarakat umum khususnya di Bekasi” ?
Apakah radio Dakta melaksanakan Sunnah sehingga dikatakan membuat agama baru oleh orang2 awam?? mohon penjelasannya. Syukron.
assalamu’alaikum,akh wa ukht.kalo misalanya ada download lagu nasyidnya kaya’nya bakalan lebih asyik.soalnya kalo pgn downlosd lsgu2 nasyid.yang sering di putre di dakta fm.sukron katsir.assalamu’alaikum
Ass. Wr.Wb,
Alhamdulillah saya suka sekali mengikuti kuliah fajar dan kajian malam, kadang saya rekam di HP,
Terima Kasih Dakta, Semoga Crew selalu diberikan kesehatan agar bisa lanjut terus siaran dengan niat Dakwah, tegakkan Qur’an & Sunnah, Insya Allah hidup jadi berkah… aamiin.
Semoga Dakta and Crew senantiasa dalam ridho dan lindungan Alloh SWT dan konsisten menegakkan dienul Islam. Kapan terwujud Dakta TV ? Semoga Alloh SWT memudahkan jalan terwujudnya Dakta TV ! Aamiin !
Ass. salam kenal…aku tuh paling suka dengarkan mutiara hikmah, Kajian sore dan Kajian Malam hari. Paparan ustadznya…..sangat memperbaruh iman dan ibadah saya..Terus berkibar dan jaga selalu kesehatan dan meningkatkan kualitas dakwah radio dakta kepenjuru tempat…sukses selalu
salam kenal mas yudi natalegawa yang suaranya khas banget laen dari pada yang laen….semoga radio dakta tetap menjadi garda terdepan dalam menyampaikan berita ‘n informasi secara up 2 date dan akurat….
Setiap hari perjalanan kerja dari Bekasi menuju Jakarta, hampir selalu ditemani oleh siaran dari Radio Dakta. Selain informasinya bermanfaat, kajiannya sangat menambah wawasan saya dalam beragama. Semoga Radio Dakta terus berkembang dan dapat mewujudkan stasiun TV Dakta, karena saya sangat merindukan program-program acara TV yang berkualitas.
Assalaamualaikum crew dakta, mendekati milad dakta yg ke-18 smuga Radio Dakta teteup eksis menjadi radio yg islami dan teutep istiqomah mensyiarkan agama allah SWT..
assalamualaikum.wr.wb
Q tau radio dakta nie dri sdra q “pemuja rahasia dakta”‘
q pngn bgt ke radio dakta. untuk mempererat silaturahmi am para crew radio dakta
slam knal q “nur amanah”
oia slm ad dri pemuja untuk penyiar radio dakta.
salam jihad ALLAHU AKBAR
wasalam.wr.wb.
@nur amanah :wa’alaikum salam wr wb
alhamdulillah…kami senang melihat comment anda. jika anda ingin bersilaturahim dengan crew Dakta,silahkan berkunjung ke Radio Dakta. tapi lebih dulu menghubungi Radio Dakta di 021 880 7426/27.
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah
Biasalah..terorisme kan cuma “false flag”…sampai sekarang tak ada bukti al qaida terlibat keruntuhan WTC…yag bikin runtuh bukan pesawat yang nabrak & terbakar..tapi termit yang dipasang di kolom gedung…sehingga kolom terpotong akibat suhu tinggi dari termit…inside job lah…cape deh…
Sebetulnya kalau pemerintah arif, untuk meredam terorisme itu bukan hanya membunuhi orang yang berpandangan lain . Tetapi harus melihat permasalaahan nya secara jernih, karena saat ini umat Islam selalu pada posisi yang disalahkan. Pemerintah sebetulnya harus secara berkesinambungan melakukan pembelaan terhadap umat muslim seperti masalah : Palestine, Masalah sekularisasi, masalah pendidikkan umat.
Saat ini saja kalau kita perhatikan dengan baik, banyak Setasiun Tivi Swasta dan pemerintahpun sudah tidak menyuarakkan azan pada waktu sholat tiba. Mungkin hanya diradio swasta tertentu saja. Ini mencerminkan keberhasilan perang pemikiran yang dilakukan oleh kaum sekular.
Kalau pemerintah berbuat sejuk bagi rakyatnya saya rasa tidak akan ada sambutan bagi pengikut baru dalam terorisme.
Hal Hal yang sebetulnya harus diberantas dengan tuntas yaitu korupsi samapai saat ini tidak pernah bisa tuntas padahal korupsi itu sama destructive nya dengan terorisme.
Korupsi itu merusak tataan kehidupan dan perekonomian , nilai nilai relegius.
Jadi pemerintah saat ini terlihat gagal, mengayomi masyarakatnya