Bom GBIS Kepunton dan Kerusuhan Ambon
Oleh : Ulil Abshor
Beginilah kamu ! Kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman kepada semua kitab. Apabila mereka berjumpa kamu, mereka berkata, “kami beriman”, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari karena marah dan benci kepadamu katakanlah, “ matilah kamu karena kemarahanmu itu” sungguh, Allah Maha mengetahui segala isi hati ( Ali Imran 3:119).
Peristiwa bom di depan GBIS, Kepunton, Solo Jawa Tengah, yang terjadi Ahad 25 September 2011 mengejutkan semua orang. Para tokoh nasional seakan berlomba menyampaikan pernyataan kutukan atas pelaku pengeboman.
Bahkan Presiden SBY secara khusus melakukan jumpa Pers. Ia tidak hanya mengutuk serta menyesalkan kejadian itu tapi juga sekaligus mendesak Kapolri agar melakukan intenvigasi menyeluruh untuk mengungkap kasusnya secara terang benderang.
Sikap Presiden itu adalah hal yang wajar. Sebab siapapun tentu tidak menghendaki terjadinya kekerasan terhadap sesama anak bangsa. Hanya saja banyak ummat Islam yang bertanya mengapa Presiden tidak bereaksi sama sekali saat terjadi kerusuhan Ambon yang mengakibatkan perkampungan muslim dan sebuah masjid dibakar.
Padahal korban jiwa jelas lebih banyak pada kerusuhan Ambon jika dibandingkan dengan korban jiwa yang terjadi akibat bom di depan GBIS Kepunton Solo Jawa Tengah. Kita memang tidak mentolelir setiap kekerasan yang dituntut umat Islam adalah keadilan.
Yang lebih memprihatinkan, ada kesan kasus bom GBIS Kepunton Solo ini akan diarahkan pada kelompok muslim yang selama ini dinilai berseberangan dengan pemerintah. Hal itu terlihat dari sejumlah statemen yang disampaikan para komentator di TV yang seolah-olah pelakunya adalah memiliki hubungan dengan pelaku pengeboman yang lama.
Kita hanya bisa berdo’a agar pemimpim di negeri ini lebih adil. Jangan menggunakan politik belah bambu yang satu diinjak yang lain diangkat. Kalau itu menyangkut kepenting muslim semua diam tapi kalau ada orang non muslim sedikit tergores seolah dunia akan runtuh. Dianggap pelakunya adalah yang paling bejat di dunia dan pantas dihukum mati.***
One Response to “Bom GBIS Kepunton dan Kerusuhan Ambon”
Kenapa Umat Islam di Indonesia harus takut dengan kaum kafir??? Padahal kalau dihitung jumlah mereka di bumi Indonesia tak ada 5% nya.Kalau semua umat Islam marah dan menghancurkan mereka,,,tentu sangat bisa buanget.Maka dari itu tolong jangan ganggu umat islam kalau kaum kafir ingin selamat berada di Indonesia.
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah
Kenapa Umat Islam di Indonesia harus takut dengan kaum kafir??? Padahal kalau dihitung jumlah mereka di bumi Indonesia tak ada 5% nya.Kalau semua umat Islam marah dan menghancurkan mereka,,,tentu sangat bisa buanget.Maka dari itu tolong jangan ganggu umat islam kalau kaum kafir ingin selamat berada di Indonesia.