JAKARTA -- Pengamat politik dari The Indonesian Institute Indra J Piliang menyatakan, penangkapan teroris agar tidak dikaitkan dengan agenda politik yang sedang berlangsung di Tanah Air.
“Pemberantasan terorisme jangan dipolitisasi, seakan sebagai pengalihan isu besar di negeri ini,” kata Indra, ketika dihubungi, di Jakarta, Selasa (9/3) malam.
Menurut Indra, semua pihak harus menyadari betul bahwa sel-sel teroris secara nyata masih aktif, solid dan terus menimbulkan korban di masyarakat, sehingga perlu keseriusan pemerintah mengatasinya tanpa mengkaitkannya dengan perkembangan politik yang terjadi di dalam negeri.
Ia menjelaskan, isu terbesar politik dalam negeri saat ini adalah kasus bailout (dana talangan) Bank Century, yang memakan waktu dan menghabiskan energi seluruh komponen bangsa. “Penanganan kasus Century tetap harus dituntaskan melalui hukum, dan tidak berupaya membuatnya tumpang tindih dengan pembumihangusan terorisme,” katanya.
Indra menuturkan, masyarakat sudah jenuh terhadap upaya sejumlah kalangan elit yang selama ini cenderung mempolitisasi penangkapan teroris.
“Sudah saatnya semua pihak rasional dalam menghadapi masalah terorisme. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai Kepala Negara juga jangan mengulangi kesalahan dengan memberi keterangan di depan publik bahwa dirinya menjadi incaran teroris. Tidak perlu diungkapkan secara terbuka, namun yang penting adalah unsur kewaspadaan dalam pengamanan ditingkatkan,” tegasnya.
Untuk itu diutarakan Indra yang juga pernah menjadi peneliti politik pada The Centre for Strategic and International Studies (CSIS) ini, pemerintah perlu mendukung penuh keberadaan Detasemen Khusus 88 Anti-Teror (Densus 88) dan Kepolisian dalam menjalankan tugasnya.
“Pemerintah harus menjadikan Densus 88 setara atau bahkan melebihi Special Weapons and Tactics Unit (S.W.A.T) dengan membekali personelnya dengan senjata canggih, sehingga kemampuannya tidak saja menangani teroris tetapi juga dapat mengatasi kelompok bersenjata lainnya,” katanya. (Ant/Mediaindonesia)
Biasalah..terorisme kan cuma “false flag”…sampai sekarang tak ada bukti al qaida terlibat keruntuhan WTC…yag bikin runtuh bukan pesawat yang nabrak & terbakar..tapi termit yang dipasang di kolom gedung…sehingga kolom terpotong akibat suhu tinggi dari termit…inside job lah…cape deh…
Sebetulnya kalau pemerintah arif, untuk meredam terorisme itu bukan hanya membunuhi orang yang berpandangan lain . Tetapi harus melihat permasalaahan nya secara jernih, karena saat ini umat Islam selalu pada posisi yang disalahkan. Pemerintah sebetulnya harus secara berkesinambungan melakukan pembelaan terhadap umat muslim seperti masalah : Palestine, Masalah sekularisasi, masalah pendidikkan umat.
Saat ini saja kalau kita perhatikan dengan baik, banyak Setasiun Tivi Swasta dan pemerintahpun sudah tidak menyuarakkan azan pada waktu sholat tiba. Mungkin hanya diradio swasta tertentu saja. Ini mencerminkan keberhasilan perang pemikiran yang dilakukan oleh kaum sekular.
Kalau pemerintah berbuat sejuk bagi rakyatnya saya rasa tidak akan ada sambutan bagi pengikut baru dalam terorisme.
Hal Hal yang sebetulnya harus diberantas dengan tuntas yaitu korupsi samapai saat ini tidak pernah bisa tuntas padahal korupsi itu sama destructive nya dengan terorisme.
Korupsi itu merusak tataan kehidupan dan perekonomian , nilai nilai relegius.
Jadi pemerintah saat ini terlihat gagal, mengayomi masyarakatnya
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah
Biasalah..terorisme kan cuma “false flag”…sampai sekarang tak ada bukti al qaida terlibat keruntuhan WTC…yag bikin runtuh bukan pesawat yang nabrak & terbakar..tapi termit yang dipasang di kolom gedung…sehingga kolom terpotong akibat suhu tinggi dari termit…inside job lah…cape deh…
Sebetulnya kalau pemerintah arif, untuk meredam terorisme itu bukan hanya membunuhi orang yang berpandangan lain . Tetapi harus melihat permasalaahan nya secara jernih, karena saat ini umat Islam selalu pada posisi yang disalahkan. Pemerintah sebetulnya harus secara berkesinambungan melakukan pembelaan terhadap umat muslim seperti masalah : Palestine, Masalah sekularisasi, masalah pendidikkan umat.
Saat ini saja kalau kita perhatikan dengan baik, banyak Setasiun Tivi Swasta dan pemerintahpun sudah tidak menyuarakkan azan pada waktu sholat tiba. Mungkin hanya diradio swasta tertentu saja. Ini mencerminkan keberhasilan perang pemikiran yang dilakukan oleh kaum sekular.
Kalau pemerintah berbuat sejuk bagi rakyatnya saya rasa tidak akan ada sambutan bagi pengikut baru dalam terorisme.
Hal Hal yang sebetulnya harus diberantas dengan tuntas yaitu korupsi samapai saat ini tidak pernah bisa tuntas padahal korupsi itu sama destructive nya dengan terorisme.
Korupsi itu merusak tataan kehidupan dan perekonomian , nilai nilai relegius.
Jadi pemerintah saat ini terlihat gagal, mengayomi masyarakatnya