Rayakan Hari Pers Nasional Wartawan Bagi-Bagi Sembako
Diposting Pada 09 Feb 2010
BANTUL – Memperingati Hari Pers Nasional ke-64 yang jatuh pada Selasa (9/2/2010), para wartawan yang biasanya meliput di Kabupaten Bantul, Yogyakarta yang tergabung dalam Forum Pewarta Bantul (FPB) melakukan bakti sosial dengan membagi-bagikan paket sembako kepada para tukang becak yang biasanya mangkal di Perempatan Goce, Perempatan Klodran, dan Perempatan Palbapang.
Sembako yang diberikan berisi paket beras, minyak goreng, kecap dan mie instan, sebanyak 30 paket. Setiap tukang becak mendapatkan satu paket sembako yang harganya Rp25.000.
Suchan Mustofa, Ketua Forum Pewarta Bantul (FPB) menyatakan kegiatan ini sengaja dilakukan atas inisiatif rekan-rekan wartawan yang tergabung dalam Forum Pewarta Bantul untuk mengisi kegiatan bakti sosial dalam rangka Peringatan Hari Pers Nasional yang ke-64.
“Kita berharap bantuan sembako ini dapat sedikit meringankan beban dari para tukang becak di Kabupaten Bantul ini dan merekatkan silaturahmi ataupun hubungan baik antara wartawan dengan para tukang becak,” ujarnya disela-sela pembagian sembako kepada para tukang becak.
Chan panggilan akrab dari Suchan Mustofa ini berharaf meski bantuan sembako ini nilainya kecil namun diharapkan jangan dilihat dari nilai uangnya, tetapi dilihat dari niat dari para wartawan untuk berbagi dengan masyarakat Bantul khususnya para tukang becak yang secara ekonomi kurang beruntung.
“Semoga agenda ini dapat kita lanjutkan di tahun-tahun yang akan datang. Kita berharap bakti sosial kita ini juga diikuti oleh instansi yang lainnya,” tandasnya.
Purwanto, Bendara Forum Pewarta Bantul, menyatakan dana yang digunakan untuk kegiatan bakti sosial berupa uang iuran dari para anggota Forum Pewarta Bantul didukung sepenuhnya oleh Bagian Humas Pemkab Bantul yang selama ini selalu berkerjasama dengan para wartawan peliput Kabupaten Bantul.
“Kita menghabiskan anggaran sekira Rp650.000 untuk pembuatan sembako ini. Meski nilainya kecil namun semoga bantuan sembako ini dapat meringankan beban para tukang becak yang ada di Kabupaten Bantul ini,” katanya.
Sukardi, salah seorang tukang becak di perempatan Goce Bantul menyatakan, dirinya sangat berterima kasih kepada wartawan yang telah memberikan bantuan.
“Dengan adanya wartawan kita para tukang becak mengetahui apa yang terjadi di Kabupaten Bantul atau daerah lain melalui tulisan koran, tayangan di televisi maupun siaran di radio,” katanya singkat. (okezone.com)
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah