Bupati Kabupaten Keerom Provinsi Papua Drs. Celsius Watae, atas nama pemda dan umat bergama di daerah tersebut, pada hari pertama perayaan Idul Adha 1430 H kemarin, menyerahkan sebanyak 10 ekor sapi kepada 10 masjid yang ada di wilayah yang baru berdiri menjadi kabupaten sendiri sejak 11 November 2002.
Sebaran daging hewan qurban tersebut akan disebar ke seluruh kecamatan yang ada di wilayah ini.
Pimpinan Pesantren Hidayatullah Kabupaten Keerom Ngateno Sobrun Jamil, yang menjadi salah satu panitia, mengatakan daging-daging sapi gemuk tersebut akan di bagikan ke kecamatan, diantaranya Kecamatan Arso, Kecamatan Sanggaria, Kecamatan Arso Timur, Kecamatan Skanto, dan Kecamatan Senggi.
“Disetiap kecamatan tersebut paling tidak terdapat minimal dua kampung,” kata Ngateno kepada Hidayatullah.com via saluran telfon.
Kabupaten Keerom sendiri dalam sejarahnya merupakan daerah yang cukup lama menjadi tempat persinggahan Belanda.
Antara tahun 1912 hingga berakhirnya pemerintahan Belanda, wilayah Keerom lebih banyak mendapat perhatian dari kalangan Misionaris Kristen Katolik.
Sebutan Keerom, sebagaimana yang dipahami penduduk setempat, adalah, “Mari ke sini, kita pergi akan kembali”.
Sebutan tersebut dipopulerkan oleh seorang misionaris Belanda bernama P. Frankenmolen pada tahun 1939.
Pada 11 Nopember 2002, wilayah Bakorpem Keerom dibentuk menjadi suatu wilayah Kabupaten baru dengan nama Kabupaten Keerom berdasarkan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2002.
“Alhamdulillah, semoga perhatian pemerintah umat beragama di Keerom kian mengeratkan harmonisasi hubungan antar agama di sini,” tukas Ngateno. (Hidayatullah.com)
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah